• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Masyarakat Terhadap Pendidikan Aqidah Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Persepsi Masyarakat Terhadap Pendidikan Aqidah Islam"

Copied!
194
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan saran yang positif kepada masyarakat desa Darat Lebar II, sebagai bahan pertimbangan dalam memikirkan bagaimana cara mempersepsikan kuburan suci dengan baik tanpa harus mempengaruhi Aqidah masyarakat setempat.

Sistemati

Deskripsi Teori

  • Persepsi Masyarakat
  • Makam Keramat
  • Pendidikan Aqidah Islam
  • Pandangan Islam Tentang Ziarah Kubur

Teori Masyarakat Islam digambarkan sebagai sekelompok orang yang hidup dalam suatu jaringan kebudayaan Islam, yang diamalkan oleh kelompok tersebut sebagai suatu kebudayaan, dan kelompok tersebut bekerja sama serta hidup dalam seluruh bagian kehidupan sesuai dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an. sebuah. dan yang mana. Mukjizat adalah apa yang terjadi pada para nabi dan rasul, bukan peristiwa suci, sedangkan yang dilakukan oleh orang kafir atau orang yang beragama Islam disebut ilmu gaib atau ilmu hitam. 11 Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam, (Yogyakarta: LPPI, 1992), hlm. 4-5. . hanyalah bagian batin dari keimanan, karena keimanan meliputi bagian dalam dan bagian luar.

Orang yang berbuat baik akan mendapatkan pahala yang baik, sekecil apapun kebaikannya. Artinya: “Dan agar orang-orang yang diberi ilmu itu beriman bahwa Al-Qur’an itu adalah kebenaran dari Tuhanmu, kemudian mereka beriman dan menyerahkan hati kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman di jalan yang benar.” .". Kemunafikan pada manusia tidak hanya terjadi pada orang-orang kafir saja, namun terkadang juga terjadi pada orang-orang yang beriman. d) Jika seseorang beriman pada kebenaran, ia harus mampu membuang hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran.16..a). Divinejeti adalah perdebatan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan (Tuhan, Allah), seperti nama dan sifat Allah, af'al Allah, dan sebagainya.

Menurut para ahli, orang-orang yang tidak salat, meskipun mereka mengklaim bahwa salat itu wajib, namun tidak mengamalkannya, adalah orang yang murtad. Para jamaah kubur di banyak wilayah di dunia kini melakukan perilaku seperti memanggil orang yang sudah meninggal, memohon bantuan atau dukungan, dan sebagainya. Ini adalah ajaran sesat yang dapat menghancurkan agama dan menghancurkan keimanan jika seseorang tidak menganggap boleh tidak beriman kepada Allah dan tidak ditindaklanjuti dengan permohonan doa, pertolongan dan janji kepada almarhum.

Berziarah, membaca Al-Qur'an, berdzikir dan berziarah ke makam para nabi, syahid, wali dan lain-lain, menurut Imam Badruddin Al-Aini dari mazhab Hanafi, adalah contoh-contoh ketaqwaan yang manfaatnya dapat dianugerahkan kepada manusia. yang telah meninggal. Tak jauh dari kedua pemikir Hanafi tersebut di atas, Syekh Ibnul Haj Al-Maliki dari mazhab Maliki mengatakan: “Dianjurkan untuk berziarah ke kuburan orang-orang yang berbudi luhur, untuk mendapatkan keberkahan dan hikmah.” Sebab kemaslahatan orang-orang shaleh tetap mengalir meski mereka meninggal dunia, sama seperti ketika mereka masih hidup. 21 Muhammad Ma‟ruf Khozin, Ziarah Kubur (Ziarah, Bimbingan dan Adab), (Surabaya: Muara Progresif Surabaya, 2017), hal.

25 Muhammad Ma‟ruf Khozin, Treatise on the Pilgrimage of the Grave (Hujjah, Guidance and Adab), (Surabaya: Muara Progressive Surabaya, 2017) str. Hanif Muslih, Lc, Veljavnost argumenta za grobno romanje glede na Al-Qur'an in hadis, (Semarang: Preprints PT.

Kajian Pustaka

Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Memori Tutiana dengan judul: “Fenomena Ziarah Makam Suci Mbah Nurpiah dan Pengaruhnya Terhadap Aqidah Islam”. Dalam penelitiannya beliau menjelaskan apa itu ziarah kubur dan Aqidah Islam, dan beliau melakukan penelitian yang menyimpulkan bahwa masyarakat setempat menilai makam Mbah Nurpiah adalah tempat yang efektif jika seseorang menginginkan sesuatu. Mereka juga percaya bahwa pertumbuhan rebung akan tumbuh subur. (Kawor Bongkok) dapat digunakan untuk mengusir ular dan ibadah haji dilakukan sesuai keyakinan masing-masing, namun umumnya masyarakat melakukan ibadah haji menurut syariat Islam seperti sebelum menunaikan ibadah haji. Mereka yang datang ke makam Mbah Nurpiah juga akan mendoakannya dan juga bisa menjadikan Mbah Nurpiah sebagai wasilah dalam doa masyarakat setempat.

Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah Makam Suci yang akan diteliti, tempat dan waktunya. Dan diskusi yang sama adalah tentang kepercayaan masyarakat terhadap kuburan suci, yang dapat membantu mewujudkan beberapa keinginan. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Nia Purnamasari dengan judul: “Pemakaman Suci dan Perubahan Sosial, Studi Kasus di Masyarakat.

Selain itu, meski saat ini sudah sangat modern dengan segala kecanggihannya, masyarakat setempat masih mempercayai hal-hal gaib, misalnya makan yang diyakini membawa berkah. Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah makam suci yang akan diteliti, tempat dan waktu. Dan pembahasan yang sama adalah tentang kepercayaan masyarakat terhadap kuburan suci, yang menurut pendapat masyarakat dapat membantu mewujudkan berbagai keinginan dengan cara mengucap niat/sumpah untuk pergi ke kuburan suci.

Dan yang terakhir adalah penelitian Suwardi yang berjudul: “Ziarah Makam Suci Puttuang dan Pengaruhnya Terhadap Aqidah Islam di Desa Sipodeceng Kecamatan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang.” Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan penelitian ini terhadap pemikiran masyarakat serta dampaknya. Yang membedakannya adalah tempat, waktu dan proses serta tingkah laku/ritual yang dilakukan berbeda-beda serta kumpulan hasil penelitian yang digunakan untuk mencapai hasil suatu penelitian.

Kerangka Berpikir

Aktiviti ziarah kubur dan kepercayaan masyarakat terhadap makam suci tertentu yang diyakini benar-benar membantu mereka dengan konsep Islam. Kepercayaan tidak boleh ditinggalkan atau dilupakan oleh sesebuah masyarakat, lebih-lebih lagi bukan masyarakat yang jauh daripada capaian bandar-bandar maju, lebih-lebih lagi bukan masyarakat yang tidak mahu budaya dan kepercayaan mereka bercampur dengan corak kehidupan masyarakat moden yang tidak lagi percaya. dalam perkara mistik tentang iman kepada perkara-perkara suci. Begitu juga dalam masyarakat kampung dataran, walaupun ada kemajuan yang dicapai, mereka masih mempercayai kepercayaan masyarakat terhadap makam suci.

Jadi penulis tertarik untuk menyiasat masalah ini, apa yang membuatkan mereka masih kuat mempercayai kepercayaan kubur suci, walaupun dengan budaya baru di sekeliling mereka.

METODE PENELITIAN

  • Setting Penelitian
  • Sumber Data
  • Fokus Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Uji Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini tempat yang akan dijadikan lokasi penelitian adalah makam keramat Puyang Sinuman dan masyarakat di Desa Datar Lebar II Kecamatan Lungkang Kule. Ziarah ke makam Puyang Sinuman sudah lama dilakukan oleh masyarakat Desa Datar Lebar II dan telah diriwayatkan oleh sesepuh masyarakat sebelumnya. Ziarah ke makam suci Puyang Sinuman sering dilakukan di Desa Datar Lebar II pada saat hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Tidak ada ritual atau ritus rutin seperti ritual harian, mingguan, bulanan atau tahunan dalam ziarah ke makam Puyang Sinuman. Ziarah ke makam Puyang Sinuman dapat dilakukan kapan saja, baik ziarah biasa maupun pada saat kita membutuhkan. Masyarakat meyakini makam Puyang Sinuman merupakan tempat yang efektif untuk membantu masyarakat, bahkan masyarakat Desa Datar Lebar II.

Saat berziarah ke makam Puyang Sinuman, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, baik secara internal maupun eksternal. Berdasarkan penelitian, makam keramat yang ada di Desa Datar Lebar II adalah makam Puyang Sinuman. Masyarakat desa Datar Lebar II mengetahui makam keramat Puyang Sinuman yang sudah lama dikenal masyarakat, masyarakat mengetahui makam ini secara turun temurun dari masyarakat sebelumnya.

Dan hasil penelitian juga menunjukkan bagaimana masyarakat memandang makam Puyang Sinuman sehingga disakralkan oleh masyarakat. Masyarakat berziarah ke makam Puyang Sinuman atas kemauan sendiri, tanpa ada unsur paksaan sedikit pun dari pihak mereka. Dan mereka percaya bahwa berkah inilah yang mereka terima dengan berziarah ke makam Puyang Sinuman.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Temuan Umum

Begitu baru berikrar, masyarakat bisa langsung menuju makam Puyang Sinuman tanpa harus berpamitan/izin kepada garis suksesi dan kepala makam suci Puyang Sinuman terlebih dahulu. Sehingga niat yang dibayarkan dapat disampaikan langsung oleh kerabat atau ketua juraj kepada Puyang Sinuman. Masyarakat terdahulu mempercayai makam ini bahwa Puyang Sinuman dikenal sebagai sosok kuat yang tidak takut pada siapapun di masa mudanya.

Bahkan menurut masyarakat, tidak ada yang berani menantang atau menghadapi Puyang Sinuman. Kemudian masyarakat pulang untuk mencari keberadaan Puyang Sinuaman hingga mendapat kabar bahwa Puyang Sinuman berada di desa Rigagan. Konon Puyang Sinuman melakukan perjalanan dengan cara yang tidak diketahui orang lain, hal ini pun menjadi kepercayaan populer.

Lalu ada beberapa utusan masyarakat yang datang ke sana untuk membuktikan bahwa memang Puyang Sinuman yang masih hidup. Dan setelah utusan itu tiba di Riangan, ternyata benar Puyang Sinuman memang masih hidup, dan komunitas utusan itu mengajak Puyang Sinuman untuk kembali ke kematian Datar Lebar II. Ibadah haji yang dilakukan masyarakat menggunakan bimbingan dan arahan dari nasab Puyang Sinuman sendiri, karena sampai saat ini pun yang diusahakan ketika hendak menunaikan ibadah haji haruslah nasabnya, sekalipun memanggil ketua jurainya.

Menurut masyarakat setempat, makam Puyang Sinuman atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Tambak merupakan sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat untuk membantu dan memenuhi keinginan/keinginan masyarakat setempat dan mungkin juga masyarakat lainnya. Dan juga mengenai kepercayaan terhadap makam, hasil penelitian menyatakan bahwa ziarah ke makam Puyang Sinuman dilakukan dengan tujuan untuk menjamin keberhasilan usaha dan menyembuhkan penyakit yang diderita. Namun dalam hasil penelitian ada juga masyarakat yang berpendapat bahwa ziarah ke makam Puyang Sinuman hanya untuk mengetahui nasab, silaturahmi, mengingat kematian dan tidak menganggap bahwa ziarah ke makam adalah untuk meminta. membantu baik dalam bisnis atau. dalam menyembuhkan penyakit dan lain-lain.

Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan masyarakat Desa Datar Lebar II yang menyatakan bahwa mereka yakin dan percaya bahwa makam Puyang Sinuman merupakan makam yang dikeramatkan dan dapat dikatakan dapat membantu masyarakat dalam urusan dunia seperti untuk sembuh dari sakit, memulai usaha, memudahkan dalam memulai usaha dan dapat memberikan keberkahan bagi masyarakat. Hingga saat ini kepercayaan masyarakat terhadap makam tersebut masih sangat terjaga, dan Makam Puyang Sinuman masih sangat dipercaya dan dipercaya oleh masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

Di sisi lain, konsep-konsep manajemen pendidikan Islam perspektif Al-Qur’an dan hadis kutub at-tis‘ah itu mempunyai relevansi yang baik dikaitkan dengan teori-teori

Tradisi mubeng gapura dalam pernikahan menurut perspektif „urf di Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam karena, jika

Jika dilihat dari perspektif Islam , maka keempat paradigma yang dibahas telah diakomodir dalam konsep epistemologi Islam, bahkan pandangan Islam tentang ilmu

Dari data diatas bisa diketahui bahwa yang dimaksud dengan Islam Moderat adalah islam yang rahmatan lil alamin (islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam). Islam

Dasar dan tujuan filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya identik dengan dasar tujuan ajaran Islam itu sendiri, dalam kaitannya dengan pandangan filsafat

PENUTUP Hasil penelitian tentang dampak perceraian orang tua terhadap kondisi mental anak dalam pandangan islam di Desa Rejosari yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat ditarik

Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat kontruksi sosial yang ada didalam masyarakat di Desa Sungai Ungar Utara bisa dilihat dari pandangan masyarakat terhadap perilaku pemasungan

MASA JABATAN KEPALA DESA BANGUNHARJO KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL DITINJAU DARI UNDANG- UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA.. Teori Politik