• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP URGENSI FIQH MODERAT

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP URGENSI FIQH MODERAT "

Copied!
170
0
0

Teks penuh

Upaya untuk mencegah terjadinya kasus intoleransi beragama sebagaimana tergambar di atas dapat dilakukan sejak dini, yaitu dengan mengetahui persepsi masyarakat kota Bengkulu terhadap urgensi fikih moderat. Berdasarkan fakta tersebut, peneliti merasa tertarik dan ingin melakukan kajian mendalam terhadap persepsi masyarakat Kota Bengkulu terhadap urgensi fiqh moderat. Dalam penelitian ini, batasan masalahnya adalah persepsi masyarakat Kota Bengkulu terhadap urgensi fiqh moderat, yang diawali dengan pembahasan persepsi masyarakat Kota Bengkulu terhadap fiqh moderat.

Penelitian yang dilakukan Imam Mustofa adalah tentang resistensi aktivis muslim kampus terhadap paham dan gerakan Islam radikal, sedangkan penelitian yang penulis lakukan berfokus pada persepsi masyarakat kota Bengkulu terhadap darurat.

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Signifikasi Dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Bengkulu mengenai urgensi fikih moderat di Kota Bengkulu. Agar masyarakat Kota Bengkulu dapat memahami ajaran Islam secara proporsional dan tidak disusupi ideologi radikal. Selain itu dapat dijadikan bahan dalam pengambilan kebijakan dalam menghadapi maraknya radikalisme agama di Kota Bengkulu.

Kajian Pustaka

Penelitian yang dilakukan oleh Miftahuddin berbeda dengan apa yang peneliti kaji dalam beberapa hal, antara lain: pertama, jenis penelitiannya. Penelitian yang dilakukan oleh Miftahuddin merupakan jenis penelitian kepustakaan sedangkan jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah jenis penelitian lapangan. Perbedaan kedua adalah dari fokus penelitiannya, penelitian yang dilakukan oleh Miftahuddin memfokuskan pada penelitiannya tentang sejarah fiqh moderat di Indonesia, sedangkan penelitian yang dilakukan penulis terfokus pada persepsi masyarakat kota Bengkulu tentang seberapa moderatnya Fiqh mendesak. .

Kedua dilihat dari lokasi penelitian, penelitian yang dilakukan oleh Imam Mustofa bertempat di provinsi Lampung, sedangkan penelitian peneliti bertempat di kota Bengkulu.

Kerangka Teoritis

Padahal, istilah Fiqh Moderat muncul dengan basis atau landasan teologis dan ontologis (sesuatu yang konkrit). Istilah Fiqh Moderat memiliki padanan dengan istilah Arab ummatan wasathan atau al-din al-wasath. Fiqh moderat menolak pandangan al-Qur’an sebagai kitab tertutup sehingga memunculkan pemahaman al-Qur’an yang bersifat tekstual, yakni pemahaman Islam yang mempertaruhkan segala sesuatunya hanya pada bunyi atau huruf teks agama (nash). .

Alasan utama lahirnya istilah fiqh moderat oleh para pendirinya adalah Islam garis keras ini. Penganut fikih moderat menyebut diri mereka sebagai ummatan wasathan atau ummat tengah, yaitu golongan menengah yang ingin menunjukkan nilai-nilai moderatnya. Tokoh ini sangat dikenal dengan nilai-nilai toleransi antar umat beragamanya, oleh karena itu sangat dikenal sebagai tokoh fiqh yang moderat.

  • Pengertian Persepsi
  • Syarat Terwujudnya Persepsi
  • Proses Terjadinya Persepsi
  • Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Terbentuknya
  • Konsep Fiqh Moderat
    • Pengertian Fiqh Moderat
    • Sejarah dan perkembangan Fiqh Moderat
    • Nilai-nilai Dasar Fiqh Moderat
    • Pemikiran Fiqh Moderat
    • Pemahaman Pemikiran Fiqh Moderat
    • Dampak Pemikiran Fiqh Moderat
    • Kritik terhadap Fiqh Moderat

Selain itu, Fiqh Moderat adalah Islam yang lebih menerima perbedaan yang ada dalam masyarakat. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat Kota Bengkulu tentang fikih moderat adalah Islam toleran. Sebagian masyarakat di Kota Bengkulu memiliki pandangan Fiqh Moderat sebagai Islam yaitu Rahmatan Lil Alamin.

Selanjutnya, fikih moderat adalah Islam yang lebih menerima perbedaan yang ada dalam masyarakat. Sebagian masyarakat di Kota Bengkulu memandang fikih moderat sebagai ajaran Islam yang fatamorgana dan memecah belah umat Islam. 3 Fiqh moderat adalah ajaran Islam yang manusiawi, lemah lembut, santun, tidak anarkis dan damai.

7 Fiqh Moderat adalah ajaran Islam yang tegas tentang urusan akhirat dan fleksibel tentang urusan dunia ini. Persepsi warga kota Bengkulu tentang Fiqh moderat, antara lain: pertama, Fiqh moderat adalah ajaran Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), i'tidal (adil) dan tawasuth (moderat). Ketiga, Fiqh moderat adalah ajaran Islam yang humanis, lemah lembut, baik hati, tidak anarkis, dan cinta damai.

Keempat, Fiqh Moderat merupakan ajaran Islam yang membuka diri untuk kemajuan dan selaras dengan konsep kenegaraan Indonesia. Kelima, Fiqh Moderat merupakan ajaran Islam yang menekankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Sesuai dengan judul yang diangkat dalam penelitian ini, penelitian ini berlokasi di Kota Bengkulu. Alasan pemilihan lokasi ini karena Kota Bengkulu merupakan pusat aktivitas warga Bengkulu, sehingga diharapkan data yang akan dikumpulkan berasal dari varian yang lebih luas.

Sumber Data Penelitian

Sumber data sekunder adalah sumber yang secara tidak langsung berkaitan dengan obyek penelitian ini, namun diyakini sangat menunjang penelitian, baik berupa buku, artikel, surat kabar, dan sebagainya, yang berkaitan dengan persepsi masyarakat Kota Bengkulu terhadap Kota Bengkulu. Fiqh moderat.

Teknik Pengumpulan Data

57 wawancara ini dirancang untuk mengumpulkan fakta lapangan terkait persepsi masyarakat Kota Bengkulu terhadap fikih moderat. Peneliti melakukan teknik dokumentasi dengan mengumpulkan dokumen dan literatur terkait dengan persoalan persepsi masyarakat Kota Bengkulu terhadap fikih moderat.

Teknik Penetapan Responden

Teknik Analisa Data

Teknik Uji Keabsahan Data

Dimana dari segi triangulasi adalah teknik validasi data yang menggunakan sesuatu yang lain pada saat membandingkan hasil wawancara dengan subjek penelitian. Membandingkan situasi dan perspektif informan dengan pendapat dan pandangan orang yang berbeda dari berbagai lapisan masyarakat.

Pendekatan Penelitian

  • Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Fiqh moderat adalah Islam yang mengedepankan sisi kemanusiaan dan sisi toleran terhadap sesama muslim dan non muslim. Fiqh moderat adalah Islam yang tidak dilengkapi dengan ajaran nenek moyang atau kebiasaan masyarakat. Fiqh moderat adalah Islam yang toleran terhadap muamalah. Sedang harus ditempatkan pada porsi yang sebenarnya, bukan pada barangnya.

Fiqh moderat adalah Islam yang tidak fanatik buta, kalau sudah fanatik buta sulit menerima kebenaran. Fiqh moderat adalah Islam yang bisa menerapkan ruh rahmatan lil alamin, apapun nama mazhabnya, kalau ruhnya Rahmat (cinta) itu baik. Fiqh moderat adalah Islam yang tidak anarkis, cinta damai dan toleran, jika negara damai maka perekonomian juga dapat berkembang dengan baik.

Fiqh moderat adalah Islam yang cinta damai dan tidak suka perang, berbeda dengan Islam radikal yang suka berperang dimana-mana seperti ISIS. Fiqh moderat adalah Islam yang tidak menyukai sikap radikal, sombong dan waspada. Islam ini lebih ramah dan lebih ramah kepada kami orang-orang dari agama lain”102. Fiqh moderat adalah Islam yang mengajarkan kebaikan kepada sesama manusia apapun latar belakangnya, baik itu Islam atau agama lain.

Fiqh moderat adalah Islam yang tidak menyukai demonstrasi dan unjuk kekuatan dengan menonjolkan sisi mayoritasnya. Fiqh moderat adalah Islam yang sangat toleran dan mengabaikan perbedaan yang ada demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Data-Data Tentang Persepsi Masyarakat Kota Bengkulu

Fiqh Moderat adalah Islam yang secara konsisten menjaga ketentraman dalam masyarakat agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Penting untuk menyebarkan Fiqh Moderat seluas mungkin untuk menghindari kesalahpahaman tentang pemahaman ajaran Islam. Fiqh moderat bukanlah Islam yang menyederhanakan urusan agama, harus ada keselarasan makna yang sering disalahpahami oleh kita sebagai masyarakat umum.

Saya setuju bahwa Fiqh Moderat sedang disebarluaskan. Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk menerima maksiat. Apapun namanya, yang pembangkangannya harus diberantas. Harus disebarluaskan, tapi harus dijabarkan dulu Fiqh moderat hanya bisa untuk urusan amar dan ma'ruf, kalau untuk urusan nahi mungkar harus tegas. Jangan sebarkan. Fiqh moderat patut kita curigai karena sering dijadikan alasan bagi kita yang mengamalkan nahi mungkar untuk dicap musyrik, bukan ahlu sunah wal jama'ah, bahkan kita sering dicap sebagai muslim radikal .

Mengapa menyebarkannya, Bung, hanya ada satu Islam, tidak ada yang namanya Islam liberal atau fikih moderat. Fiqh moderat harus dipertanyakan lagi. Ke mana orang-orang moderat ingin pergi? Jika ditujukan pada hal-hal yang berbau kemaksiatan, jelas kami tidak setuju. Lebih baik saya mengembangkan Islam LDII saya daripada mengembangkan fikih moderat.

Ada Islam nusantara, ada fikih moderat, ada Islam ekstrimis, ada Islam konvensional dan sebagainya. Sebagai non-Muslim, saya sangat mendukung Fiqh Moderat, saya katakan, saya melihat paham ini sangat menjaga toleransi antar umat beragama”153.

Analisis Dan Pembahasan Data Penelitian

  • Analisis Persepsi Masyarakat Kota Bengkulu Terhadap

Dari data di atas dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan Fiqh moderat adalah Islam yang rahmatan lil alamin (Islam yang rahmat bagi seluruh alam). 121 Dari data di atas terlihat bahwa persepsi masyarakat Kota Bengkulu tentang Fiqh Moderat adalah Islam yang humanis, lemah lembut, santun dan cinta damai. 125 Sebagian masyarakat Kota Bengkulu memiliki pandangan Fiqh moderat sebagai Islam yang mengutamakan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bagi bangsa dan negara.

Dari data di atas terlihat bahwa persepsi masyarakat Kota Bengkulu terhadap fikih moderat adalah Islam yang mengutamakan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bagi bangsa dan negara. Sebagian masyarakat Kota Bengkulu memiliki pandangan Fiqh moderat sebagai Islam yang lebih menekankan pada sisi amar ma'ruf dari pada sisinya. Dari data di atas terlihat bahwa sebagian masyarakat di Kota Bengkulu memiliki pandangan Fiqh Moderat sebagai Islam yang tegas terkait dengan akhirat dan fleksibel dengan urusan duniawi.

Sebagian masyarakat Kota Bengkulu memiliki persepsi Fiqh Moderat sebagai Islam yang liberal dan menyesatkan. itu seperti data yang peneliti peroleh antara lain. 131 Dari data di atas terlihat bahwa sebagian masyarakat di Kota Bengkulu memiliki persepsi Fiqh Moderat sebagai Islam yang liberal dan menyesatkan. Dari data di atas diketahui bahwa sebagian masyarakat di Kota Bengkulu memiliki persepsi Fiqh Moderat sebagai ajaran Islam yang merupakan fatamorgana dan memecah belah umat Islam.

Mereka memiliki persepsi bahwa fikih yang moderat adalah Islam yang toleran, bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin dan sebagainya. Keenam, fikih moderat adalah ajaran Islam yang lebih mengedepankan sisi amar ma'ruf di atas sisi nahi mungkar.

Saran

Abu Syamsi, wawancara 6 Juni 2017 Agnes Cristina, wawancara 23 Juni 2017 Ahmad Dahlan, wawancara 6 Juni 2017 Ahmad Wahid, wawancara 12 Juni 2017 Ahmad Zaid, wawancara 7 Juni 2017 Ahmad, wawancara Juni 29, 2017 Emanuel Emanuel , wawancara 23 Juni 2017 Faiz Saputra, wawancara 7 Juni 2017 Farhan, wawancara 20 Juni 2017. Kundarto Sahid, wawancara 20 Juni 2016 Mada Kusuma, wawancara 241 Juni 2017 Maichel, wawancara 24 Juni 2017 .

Ustat Ahmad Arifin, wawancara 19 Juni 2017 Ustat Ahmad Sahel, wawancara 5 Juni 2017 Ustat Arif Rahman, wawancara 16 Juni 2017 Ustat badrud, wawancara 5 Juni 2017 Ustat Busthomi, wawancara 5 Juni 2017 Ustat Dadang , wawancara 1 Juni 2017 Ustat Efendi, wawancara 16 Juni 2017. Ustat Muttaqin, wawancara 19 Juni 2017 Ustat Pendi, wawancara 17 Juni 2016 Ustat Salim, wawancara 15 Juni 2017 Ustat Suyuti, wawancara 14 Juni , 2017 wawancara di Ustat 09 Juni 2017 2017 .

Ustat Wahyudi, wawancara 12 Juni 2017 Ustat Zaini Makmun, wawancara 6 Juni 2017 Ustat Zakaria, wawancara 14 Juni 2017 Ustat Zamroni, wawancara 12 Juni 2017 Wawan, wawancara 16 Juni 2017.

Referensi

Dokumen terkait

Moderasi beragama tidaklah lahir dari ruang yang hampa, ia lahir dari ajaran Islam itu sendiri untuk membangun Islam yang selalu menjunjung tinggi pesan kemanusiaan dan