• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI PENONTON PADA PENGGUNAAN AKAPELA DISETIAP PROGRAM TELEVISI SALAM TV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERSEPSI PENONTON PADA PENGGUNAAN AKAPELA DISETIAP PROGRAM TELEVISI SALAM TV"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Oleh karena itu, media televisi sangat membutuhkan musik untuk menciptakan karya promosi terhadap program-program yang diciptakan oleh televisi itu sendiri, baik pada saat program itu ditayangkan maupun pada saat ditayangkan (Jamalus, 1988). Keterampilan kreativitas kerja yang baik dari karyawan dapat meningkatkan rating bagi perusahaan televisi. Secara umum kita mengetahui bahwa televisi menggunakan musik untuk melengkapi isi transmisi gambar program televisi, baik dalam program maupun pada saat jeda iklan. Semua program ini menggunakan musik, berbeda dengan Salam Tv.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengetahui secara detail sistem acara televisi di Salam Tv.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

URAIAN TEORITIS

Landasan Teori

  • Teori Kultivasi
  • Uses Gratifcation

Teori budidaya muncul dalam situasi ketika terjadi perdebatan antara sekelompok ilmuwan komunikasi yang percaya pada efek media massa yang sangat kuat (powerful effect model) dan kelompok yang percaya pada efek media yang terbatas (limited effect model), dan juga sebuah teori. perdebatan antara kelompok yang memandang dampak media massa secara langsung dan kelompok yang memandang dampak media massa secara tidak langsung atau kumulatif. Teori budidaya muncul untuk menegaskan keyakinan masyarakat bahwa dampak media massa lebih bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada tingkat sosio-kultural dibandingkan pada individu. Dalam perkembangan media massa atau komunikasi massa, teori budidaya juga memegang peranan penting, dimana fungsi media massa adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat umum.

Selain digunakan untuk mencari informasi, media massa juga menjadi wadah masyarakat mengekspresikan karya dan fungsinya sebagai hiburan. Tuntutan terhadap perkembangan media massa di era globalisasi ini semakin diperlukan karena kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat percepatan proses globalisasi. Dalam komunikasi massa terdapat berbagai teori komunikasi, salah satunya adalah teori budidaya yang memfokuskan kajiannya pada televisi dan penonton.

Teori budidaya muncul dalam situasi dimana terjadi perdebatan antara sekelompok ilmuwan komunikasi yang percaya pada efek media massa yang sangat kuat (the strong effect model) dan kelompok yang percaya pada efek media yang terbatas (the effect model limited), dan juga perdebatan antara kelompok yang menganggap pengaruh media massa bersifat langsung dan Kelompok pengaruh media massa bersifat tidak langsung atau kumulatif... membenarkan keyakinan masyarakat bahwa pengaruh media massa lebih bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada masyarakat-budaya. tingkat dibandingkan pada individu. Pada awal perkembangannya, teori budidaya ini lebih fokus pada kajian televisi dan khalayak, khususnya pada topik kekerasan di televisi. Gerbner dan beberapa rekannya kemudian melanjutkan penelitian media massa dengan berfokus pada dampak media massa terhadap kehidupan sehari-hari melalui Analisis Budidaya.

Berbeda dengan teori efek media lain yang fokus pada “apa yang dilakukan media terhadap khalayak” dan memandang pengguna media sebagai sesuatu yang homogen, teori U&G lebih memperhatikan “apa yang dilakukan khalayak terhadap media” sebagai bentuk perilaku individu sebagai sebuah tindakan. penonton aktif. Inti dari teori Uses and Gratification adalah khalayak pada dasarnya menggunakan media massa berdasarkan motif tertentu.

Persepsi

  • Proses Pembentukan Persepsi

Dengan demikian, terlihat dari data tersebut mayoritas responden sangat setuju dengan pernyataan bahwa masyarakat sudah familiar dengan acara Salam TV. Nah dari data tersebut terlihat sebagian besar masyarakat setuju bahwa Salam Tv tidak menggunakan musik di setiap tayangannya. Dengan demikian dari data tersebut terlihat bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataan masyarakat mengetahui sebaiknya tidak menggunakan musik Siaran Salam Tv.

Maka dari data tersebut terlihat sebagian besar dari mereka setuju bahwa mereka menyukai acara-acara di Salam Tv yang menggunakan Akapela di setiap tayangannya. Maka dari data tersebut terlihat bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataan masyarakat suka menggunakan Acapella di setiap tayangan Salam Tv. Maka dari data tersebut terlihat mayoritas setuju dengan acara Tv Salam yang menggunakan Akapela di setiap tayangannya.

Maka dari data tersebut terlihat sebagian besar masyarakat menyukai acara-acara di Salam Tv yang menggunakan Akapela di setiap siarannya. Dengan demikian, dari data tersebut terlihat sebagian besar responden menyukai pernyataan masyarakat setuju menggunakan Akapela dalam setiap siaran Salam TV. Maka dari data tersebut terlihat sebagian besar masyarakat tertarik dengan acara di Salam Tv yang tidak menggunakan musik di setiap siarannya.

Jadi, data ini menunjukkan sebagian besar responden tertarik dengan pernyataan masyarakat setuju menggunakan Akapela di setiap siaran Salam TV. Nah, data ini menunjukkan sebagian besar masyarakat mendukung acara di Salam TV yang tidak menggunakan musik di setiap siarannya.

Gambar 1. Proses Persepsi
Gambar 1. Proses Persepsi

Akapela

  • Pengertian Akapela
  • Musik Akapela

METODE PENELITIAN

  • Kerangka Konsep
  • Defenisi Konsep
  • Definsi Operasional
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Instrument penelitian
    • Observasi
    • Studi Dokumen
    • Wawancara
  • Teknik Analisis Data
  • Analisis Tabel Tunggal
  • Lokasi dan Waktu Penelian

Dari tabel di atas terlihat bahwa masyarakat yang menonton siaran Salam TV sebagian besar berada pada kelompok umur 26 hingga 31 tahun. Saya suka acara-acara di Salam TV yang menggunakan acapella di setiap acaranya.” 36% dengan frekuensi 36 orang setuju. Saya tidak keberatan dengan acara TV yang menggunakan acapella di setiap acaranya sedikit pun.

Saya optimis dengan Salam TV, dimana setiap acara yang ditayangkan akan terus dicintai pemirsanya. Menurut saya, Salam TV bisa maju seperti televisi lainnya meski menggunakan acapella sebagai pengganti musik. Tidak Ada Alternatif Jawaban Persentase Frekuensi. Dalam hal ini yang akan disimpulkan adalah persepsi penonton terhadap penggunaan acapella pada setiap program televisi Salam TV.

Terlihat pada tabel 4.2, sebaran usia responden yang menonton program siaran Salam Tv mayoritas berusia 26-31 tahun. Hal ini juga terlihat pada tabel 4.4 dimana mayoritas masyarakat menyatakan setuju dengan pernyataan masyarakat mengetahui bahwa siaran Salam Tv tidak menggunakan musik dalam setiap siarannya. Hal ini dikarenakan masyarakat menganggap Salam Tv menayangkan tayangan yang mengikuti syariat Islam, Hasil tabel 4.5 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berpendapat setuju. dengan pernyataan saya menyukai acara-acara di Salam Tv yang menggunakan Acapella di setiap siarannya namun ada 34% masyarakat yang tidak setuju karena acara Salam Tv tidak ada musiknya.

Artinya respon masyarakat pada Tabel 4.11 bahwa Salam Tv bisa maju seperti TV lainnya meski menggunakan Akapela sebagai pengganti musik. Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan acara TV Salam yang menggunakan Akapela dan berdampak pada acara TV masyarakat Tanjung Morawa khususnya di desa Bangun Rejo. dengan hasil positif saat menggunakan Akapela di setiap acara SalamTv.

Gambar 2. Kerangka Konsep
Gambar 2. Kerangka Konsep

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penyajian Data

Dalam penelitian ini, subjek surveinya adalah masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang menjadi pemilih pada pemilu, dan seluruh responden diberikan kuisioner yang berjumlah 15 pernyataan. Data-data tersebut disajikan dalam bentuk analisis berupa tabel tunggal dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Dari pernyataan yang disampaikan kepada responden dan hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :.

Identitas Responden

Dengan demikian, terlihat dari data tersebut bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataan masyarakat setuju dengan penggunaan Akapela dalam setiap acara SalamTv. Dengan demikian, terlihat dari data tersebut bahwa sebagian besar responden mendukung pernyataan masyarakat setuju dengan penggunaan Akapela di setiap acara SalamTv. Nah, dari data tersebut terlihat mayoritas masyarakat mendukung para pimpinan ormas ternama di Sumut.

Dengan demikian, terlihat dari data bahwa sebagian besar responden mendukung pernyataan bahwa masyarakat setuju diakui oleh pimpinan ormas di Sumut atas siaran SalamTv.

Tabel  diatas  menjelaskan  bahwa  dari  100  responden  yang  diteliti,  responden yang berumur 17-20 tahun sebanyak 24 orang (24%) , yang berumur  di antara 21-25 tahun sebanyak 37 orang (37%) , yang berumur di antara 26-31  tahun sebanyak 39 orang (39%)
Tabel diatas menjelaskan bahwa dari 100 responden yang diteliti, responden yang berumur 17-20 tahun sebanyak 24 orang (24%) , yang berumur di antara 21-25 tahun sebanyak 37 orang (37%) , yang berumur di antara 26-31 tahun sebanyak 39 orang (39%)

Pembahasan

Berdasarkan hasil data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa opini masyarakat mengenai penggunaan seni Acapella dalam siaran TV di Salam Tv, khusus pada penelitian ini peneliti membahas penggunaan seni Acapella di seluruh Salam Tv - Siaran memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat, terutama tidak adanya musik di setiap siarannya. . Terlihat juga pada Tabel 4.3 banyak masyarakat yang menjawab setuju dengan pernyataan bahwa masyarakat mengetahui siaran Salam TV sebagai perusahaan penyedia media siaran di wilayah penelitian Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa. Pada Tabel 4.6, mayoritas responden setuju dengan pernyataan masyarakat tidak terganggu dengan tayangan Salam Tv yang menggunakan seni visual Acapella, namun mayoritas masyarakat berusia 21-31 tahun setuju dengan pernyataan tersebut.

Dengan adanya perbedaan antara setiap siaran televisi dengan siaran televisi nasional lainnya, Salam TV yang menggunakan seni Acapella dalam bidang penelitiannya, membuat penontonnya merespon dengan senang hati menyukai siaran televisi ini. Pernyataan tersebut dijawab oleh penonton pada Tabel 4.7 yang menyatakan setuju bahwa mereka sangat menyukai siaran-siaran Salam TV terutama di bulan Ramadhan. Kehadiran program televisi tersebut memudahkan masyarakat untuk mendengarkan siaran keagamaan. Reaksi penonton yang sangat positif inilah yang mempengaruhi kualitas tayangan itu sendiri. Hal ini terlihat pada Tabel 4.8 bahwa sebanyak 45% penonton setuju bahwa siaran Salam TV menggunakan Akapela tidak akan menurunkan minat menonton siaran Salam TV. Salam Tv merupakan program televisi yang berbeda dengan program televisi nasional lainnya, namun pada tabel 4.9 mayoritas penduduk Tanjung Morawa terutama di Desa Bangun Rejo menjawab pernyataan tersebut dan setuju bahwa masyarakat mendukung setiap siaran Salam TV dengan menggunakan seni Acapella, meskipun menghilangkan musik dari siarannya.

Keberadaan Salam Tv tidak hanya diketahui masyarakat Tanjung Morawa saja, namun juga organisasi Islam setempat. Wilayah yang keberadaan siaran televisinya didukung baik oleh masyarakat maupun ormas Islam diketahui berasal dari pernyataan masyarakat yang setuju pada Tabel 4.10. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan peneliti dan penyebaran kuisioner memberikan dampak yang sangat baik bagi penyedia siaran TV dan respon masyarakat yang dominan menjawab iya jika siaran Salam TV tetap menggunakan seni Acapella di samping sebagian besar siaran keagamaan. Berdasarkan data hasil penelitian yang menggunakan data angket Persepsi Audiens Terhadap Penggunaan Acapella di Setiap Program Televisi Salam Tv dengan sampel masyarakat di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tj Morawa Kabupaten Deli Serdang dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan peneliti adalah : .

Jumlah masyarakat yang menonton acara televisi khusus Salam TV mendominasi penggunaan Akapela, terutama jika program siaran ditayangkan pada bulan Ramdhan yang menyajikan siaran Islami. Penelitian ini hanya dilakukan untuk memperoleh data dari masyarakat Desa Bangun Rejo Kecamatan Tj Morawa Kabupaten Deli Serdang yang digunakan oleh Salam Tv Akapela dalam setiap program siarannya.

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pertanyaan kuisioner kepada masyarakat umum, diperoleh hasil mengenai penggunaan Acapella sangat baik dan mereka menyukainya untuk menjaga paduan suara dan juga untuk distribusi siaran keagamaan. Sebagian masyarakat khususnya remaja pecinta musik masa kini rupanya tidak menyukai penggunaan Acapella di semua acara SalamTv.

Saran

Mayasari, Eni Dwi Persepsi khalayak muda Kota Samarinda terhadap program ini, talkshow di Net.Tv". di ejournal.Ilkom.fisip-unmul.org).

Gambar

Gambar 1. Proses Persepsi
Gambar 2. Kerangka Konsep
Tabel 3.1  Indikator Penelitian
Tabel  diatas  menjelaskan  bahwa  dari  100  responden  yang  diteliti,  responden yang berumur 17-20 tahun sebanyak 24 orang (24%) , yang berumur  di antara 21-25 tahun sebanyak 37 orang (37%) , yang berumur di antara 26-31  tahun sebanyak 39 orang (39%)
+6

Referensi

Dokumen terkait