1
PERSEPSI SISWA DALAM MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN KHUSUS KOLEKSI BUKU GEOGRAFI DI SMA NEGERI 2
KOTO BARU DHARMASRAYA JURNAL
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1)
Disusun oleh:
SITI BAROKAH NIM. 10030155
Disetujui Oleh, Pembimbing I
Drs. Edi Suarto, M.Pd
Pembimbing II
Widya Prari Keslan, S.Si, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2015
1
STUDENT’S PERCEPTION IN VISITING SPECIAL LIBRARY FOR GEOGRAPHY BOOKS IN SMA NEGERI 2 KOTO BARU DHARMASRAYA
Siti Barokah1, Edi Suarto2, Widya Prari Keslan3 1) Collage students of STKIP PGRI Sumatera Barat
2) 3) Lecturer of Gepgraphic Department in STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
This study aims to determine information such as the number of books in a special library collection of books geography, the overall number of books as much as 253 books. The purpose of this study was (1) to know about library services in SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya, (2) to know about the special collection of books owned by the geography of SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya, (3) to determine the library facilities owned by SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya.
This type of research is qualitative this research was conducted at SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya. From jauary until juny 2015. The key informants in this study are principal and head of the library, while the informants of this study are students in SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya, the technique used to determine informants is purposive sampling.
Research results describe that school library service is quite good. In this case, the librarian monitor the students activities, by helping students to find references and providing location of the collection of library books. The result ilustrate that particular library book collection is 253 geography books. General books collection in the library at SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya is quite complete such as in addition existing facilities for students in the library, borrowing books, shoes shelves and bags place Students perceived that the existing facilities at the library is complete although there are still some facilities that do not exist such as the internet network (WIFI) which is still not avalible there.
2
PERSEPSI SISWA DALAM MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN KHUSUS KOLEKSI BUKU GEOGRAFI DI SMA NEGERI 2 KOTO BARU DHARMASRAYA
Siti Barokah1, Edi Suarto2, Widya Prari Keslan3 1) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat 2) 3) Dosen Program Studi Pendidikan Geografi
PGRI Sumatera Barat ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi berupa jumlah buku yang ada di perpustakaan khusus koleksi buku Geografi, jumlah buku keseluruhannya sebanyak 253 buku.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tentang pelayanan perpustakaan di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya, (2) Untuk mengetahui tentang khusus koleksi buku geografi yang dimiliki oleh SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya, (3) Untuk mengetahui fasilitas siswa perpustakaan dimiliki oleh SMA Negeri 2 Koto Baru Dhamasraya.
Jenis penelitian adalah kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari-Juni 2015. Informan kunci dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah dan Kepala Perpustakaan, sedangkan informan penelitian ini siswa. Teknik penentuan informan oleh peneliti adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa teknik yaitu, teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian mengambarkan bahwa Pelayanan perpustakaan sekolah cukup baik, dalam hal ini petugas yang ada di dalam perpustakaan memantau kegiatan yang dilakukan oleh siswa, jika ada siswa yang berkesulitan mencari referensi dibantu oleh petugas perpustakaan, layanan yang diberikan, memberikan informasi lokasi buku-buku sesuai dengan bidangnya, Koleksi buku perpustakaan, hasil penelitian menggambarkan bahwa koleksi buku perpustakaan khususnya koleksi buku Geografi sebanyak 253 dan secara umum koleksi buku-buku di Perpustakaan di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya cukup lengkap dan fasilitas yang ada diperpustakaan khusus untuk siswa, peminjaman buku, rak sepatu dan tempat penitipan tas, siswa berpersepsi bahwa fasilitas yang ada di perpustakaan cukup lengkap walaupun masih ada beberapa fasilitas yang tidak ada seperti sekarang ini seperti jaringan internet (WIPI) belum tersedia disana.
1
PENDAHULUAN
Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang melaksanakan kegiatan belajar dan pengajaran pendidikan dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mencapai keberhasilan di sekolah, meliputi perlu didukung oleh seluruh komponen sekolah yang senantiasa tercakup, antara lain Kepala Sekolah, guru, siswa, kurikulum, metode pengajaran, serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, yang kedudukannya saling mempengaruhi dan mendukung sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan.
Merealisasikan eksistensi perpustakaan sekolah sebagai bagian integral dari kegiatan belajar mengajar tidaklah mudah, hal itu ditentukan oleh sistem pengajaran yang menuntut pemanfaatan perpustakaan sekolah dalam setiap kegiatan belajar mengajarnya.
Menurut Bafadal (1996:2), perpustakaan sekolah akan bermanfaat bila prestasi siswa tinggi, siswa mampu mencari, menemukan, menyaring, tanggung jawab dan selalu berkeinginan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu kriteria di atas, diperlukan upaya pemanfaatan perpustakaan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar.
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu pusat informasi yang disediakan secara umum serta dapat dinikmati oleh pihak siapa saja. Perpustakaan Sekolah memberikan informasi yang dimiliki kepada semua siswa yang ingin mendapatkannya, sehingga semua siswa khususnya yang berada di sekolah dapat memperoleh akses informasi dari perpustakaan terutama pemahaman terhadap buku-buku geografi.
Respon siswa akan keberadaan Perpustakaan sekolah tentunya berpengaruh pada pandangan bahwa informasi adalah suatu kebutuhan yang tak boleh dipandang sebelah mata. Hal ini merupakan tantangan bagi perpustakaan karena harus mampu meningkatkan mutu pengelolaannya secara terus-menerus agar masyarakat sebagai pengguna perpustakaan merasa puas atas pelayanan perpustakaan tersebut. Dalam hal ini perpustakaan umum dituntut untuk dapat memenuhi setiap kebutuhan informasi masyarakatnya.
Pengunjung yang datang pada perpustakaan umum memiliki berbagai
alasan. Pengguna akan melakukan kegiatan yang ada pada perpustakaan sesuai dengan tujuannya. Setiap pengguna memiliki tujuan yang berbeda–beda berkunjung pada perpustakaan. Ada yang hanya sekedar mencari hiburan, ada yang menikmati layanan yang disediakan oleh perpustakaan, bahkan ada yang mencari informasi untuk pemenuhan kebutuhan informasinya.
Menurut Gunarti dalam Isnindarwati : 2008 menjelaskan bahwa maksud kunjungan ke perpustakaan dibedakan menjadi dua versi, yaitu pertama adalah kunjungan
“ilmiah”, dan kedua adalah kunjungan karena ada dorongan yang lainnya. Dari pengamatan yang dilakukan pada penelitian Endang Gunarti dkk, mengatakan bahwa kegiatan pengunjung perpustakaan sangatlah bermacam-macam. Sebagian pengunjung datang ke perpustakaan memang didorong oleh keinginannya untuk mencari informasi, tetapi banyak pula yang tidak. Ada yang hanya melepaskan lelah setelah seharian sekolah, sambil membaca koran yang belum sempat terbaca, ada yang mengerjakan tugas untuk dikumpulkan, ada yang melakukan diskusi kelompok, ada yang hanya berjanji untuk bertemu dengan teman, ada yang hanya ingin melihat lihat, dan masih banyak dorongan lainnya. Dalam penjelasan tersebut menjelaskan bahwa pengunjung yang datang pada perpustakaan didorong oleh berbagai macam-macam hal. Dorongan tersebut merupakan motivasi, motivasi itu sendiri berasal dari kata latin “Movere” yang berarti dorongan atau daya penggerak yang dimiliki oleh setiap orang.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 24 september 2014 di SMA Negeri 2 Koto Baru, diperoleh informasi berupa jumlah buku yang ada di perpustakaan khusus koleksi buku Geografi, jumlah buku keseluruhannya sebanyak 253 buku, dengan jumlah buku baru 125 buku dan buku lama sebanyak 128 buku. Pada kenyataannya SMA Negeri 2 Koto Baru merupakan salah satu sekolah yang cukup diminati di Kabupaten Dharmasraya, berdasarkan wawancara dengan beberapa orang siswa tentang keberadaan perpustakaan dapat dideskripsikan bahwa pelayanan perpustakaan, koleksi buku-buku, tata ruang dan penggunaan teknologi dan prasarana lainnya yang dapat diangkat menjadi suatu masalah untuk diteliti.
2
Perpustakaan adalah sebagai sarana pendidikan di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya yang telah banyak mencetak lulusan terbaiknya. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis akan melakukan penelitian tentang
“Persepsi Siswa dalam Mengunjungi Perpustakaan Khusus Koleksi Buku Geografi di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya”
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pelayanan, koleksi khusus buku geografi dan fasilitas siswa di perpustakaan di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya.
Pengertian Persepsi Siswa Persepsi adalah proses penga-matan seseorang terhadap segala sesuatu yang ada di lingkunga-nnya. tanggapan (penerimaan) langsung dari suatu serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indranya. Persepsi merupakan proses yang dipelajari melalui interaksi dengan sekitar. Persepsi memulai timbul perlahan- lahan sejak kecil dan seterusnya melalui interaksi dengan manusia-manusia lain.
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses pengindraan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indra atau juga disebut proses sensoris. Namun proses itu tidak berhasil begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan. Karena itu proses persepsi tidak dapat dari proses pengindraan, dan pengindraan merupakan proses pendahuluan dari proses persepsi (Walgito, 2002:87-88).
Pendapat lain dikemukakan oleh Learner dalam Mulyono Abdurahman (2003: 151) yang mendefinisikan persepsi adalah batasan yang digunakan pada proses memahami dan menginterpretasikan informasi sensoris atau kemampuan intelek untuk merencanakan makna dari data yang diterima dari berbagai indra.
Persepsi menurut Slameto (2013: 102) merupakan proses yang menyangkut masuknya pesan kedalam otak manusia.
Melalui persepsi manusia secara terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indra penglihat, pendengar, peraba, perasa, dan pencium.
Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan, persepsi merupakan proses perlakuan seseorang terhadap objek atau
informasi yang diterima melalui pengamatan dengan menggunakan indra yang dimiliki.
Proses persepsi ini berkaitan dengan pemberian arti atau makna serta menginterpretasikan objek yang diamati.
Kata perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti: (1) kitab, buku-buku, (2) kitab primbon. Kemudian kata pustaka mendapat awalan per dan akhiran an, menjadi perpustakaan. Perpustakaan mengandung arti: (1) kumpulan buku-buku bacaan, 2) bibliotek, dan (3) buku-buku kesusastraan (Kamus Besar Bahasa Indonesia-KBBI, 2000). Selanjutnya ada pula istilah pustakaloka yang berarti tempat atau ruangan perpustakaan. Pengertian yang luas dan lebih umum pengertian perpustakaan yaitu mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung tersendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca. Perpustakaan dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana, seperti ruangan baca, rak buku, rak majalah, meja kursi baca kartu-kartu katalog, sistem pengelolaan tertentu, dan ditempatkan karyawan atau petugas yang melaksanakan kegiatan perpustakaan agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Sutarno NS (2006 : 11),”Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung tersendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca”.
Perpustakaan sekolah merupakan bagian dari perpustakaan umum. Menurut Bafadal (2014:3) perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakaiannya.
Selanjutnya menurut Carter V. Good (dalam Bafadal, 2013:4) perpustakaan sekolah merupakan koleksi yang diorganisasikan di dalam suatu ruang dapat digunakan oleh murid-murid dan guru.
3
Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana penunjang siswa, menyediakan beragam informasi yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Menurut Darmono (2007 : 1), ”Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah”.
Menurut Yusuf (2007: 2)
“Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada di lingkungan sekolah. Maka secara umum perpustakaan sekolah adalah suatu unit kegiatan yang berada di lingkungan sekolah yang dikelola secara profesional untuk memberikan informasi kepada penggunanya”. Pendapat di atas menjelaskan bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada di lingkungan sekolah yang melakukan kegiatan
menghimpun, mengolah, dan
menyebarluaskan informasi baik tercetak maupun tidak tercetak dalam mendukung kurikulum sekolah.
Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa “Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan buku yang disusun secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pengguna perpustakaan”.
METODE PENILITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, hal ini dikarenakan penelitian tertuju kepada pengungkapan masalah yang terjadi pada masa sekarang dan mengungkapkan masalah tersebut apa adanya, menurut Sudjana (2007:64).
Sementara itu menurut Sugiono (2009), metode kualitatif sering disebut metode naturalistik karena penelitian ini dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural). Metode penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data yang berupa kata tertulis atau lisan dari orang- orang dan perilaku yang dapat diamati, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara utuh.Sejalan dengan itu Arikunto (2005:12) mengemukakan bahwa peneli-tian kualitatif menunjukkan pada pelaksanaan penelitian ini terjadi secara ilmiah, apa adanya dalam situasi normal
yang dapat dimanipulasi keadaan dan kondisinya yang dituntut keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan.
Berdasarkan langkah- langkah yang dilakukan maka penelitian ini digolongkan dalam penelitian kualitatif yang berusaha mengungkapkan dan menggambarkan tentang persepsi siswa dalam mengunjungi perpustakaan buku geografi di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya.
Lokasi penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 2 Koto Baru Dharmasraya.
Informan penelitian diambil secara purposive sampling (memilih/menunjuk informasi untuk mendapatkan data yang diperlukan), yaitu peneliti menentukan sendiri informan penelitian berdasarkan tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah orang yang diperkirakan mampu memberikan informasi tentang situasi dan kondisi dari objek yang di teliti (Moleong, 2010).
Penelitian kualitatif informan yang akan di teliti atau di ambil atau di jadikan sebagai pemberi informasi dalam penelitian, jumlah informan tidak di tentukan karena data dapat di peroleh sewaktu – waktu sesuai dengan fakta di lapangan.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, Penyajian data atau display data dan Pengambilan keputusan dan verifikasi.
HASIL PENELITIAN 1. Pelayanan perpustakaan
Berdasarkan hasil wawa-ncara dengan pengelola perpus-takaan bahwa kualitas pelayanan perpustakaan yang ada saat ini:
“Pelayanan perpustakaan menjadi salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan peserta didik disini sekaligus menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan khsusnya dalam proses belajar mengajar di sekolah ini. Perpustakaan juga mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan. Sehingga memberi kontribusi bagi terbukanya informasi
4
tentang ilmu pengetahuan (wawancara dengan kepala perpustakaan)”
Hasil wawancara dengan kepala sekolah (Amral, S.Pd, 6 Maret 2014)
“Bahwa pelayanan yang diberikan oleh pengelola perpustakaan kepada siswa cukup baik dalam hal ini petugas memberikan pelayanan membantu siswa yang mempunyai kesulitan dalam mencari buku-buku yang dibutuhkan, layanan lainnya seperti kenyamanan ruang baca yang nyaman bagi siswa.”
Pernyataan-pernyataan di atas diperkuat dengan observasi yang dilakukan peneliti, dimana sebelum masuk keperpustakaan siswa harus mengisi buku kunjungan dan memperlihatkan kartu anggota perpustakaan.
2. Koleksi buku geografi dan kelengkapan buku di perpustakaan
Pada dasarnya bahan pustaka di setiap perpustakaan yang ada di sekolah merupakan salah satu bagian penting dalam melancarkan proses belajar mengajar di sekolah. Untuk itu sekolah atau pihak perpustakaan harus mengadakan dan mengembangkan koleksi-koleksi bahan pustaka yang meghimpun informasi dalam segala macam bentuk, seperti buku pelajaran, novel dan majalah. Dengan demikian pengadaan bahan pustaka sebagai sumber pembelajaran baru bisa dikatakan suatu proses kerja untuk mengindentifikasi dan menghimpun bahan-bahan yang sesuai dengan proses belajar mengajar di sekolah, sehingga bahan pustaka dijadikan sumber belajar dan menjadi koleksi disetiap perpustakaan. Diyakini atau tidak, koleksi yang tersedia menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan layanan suatu perpustakaan. Demikian hal ini dijelaskan oleh kepala sekolah dalam wawancara kami diruangan kerjanya yakni:
“Perpustakaan merupakan bagian penting dalam melancarkan proses belajar mengajar, karena bahan pustaka yang ada disini sangatlah membantu siswa dalam mencari informasi dan
menyelasikan tugas-tugas yang di berikan guru. Dengan demikian dalam pengadaan bahan pustaka yang menjadi sumber utama dalam melancarkan proses belajar mengajar di sekolah yaitu dalam pengadaanya kami harus melalui mekanisme yang ada dimana kita diatur oleh pos operasional standar dalam hal ini kita ada intruksi kerja yang mengatur tentang anggaran pengadaan sarana dan prasarana, jadi tetap ada pengajuan kebutuhan, kemudian kita penuhi secara skala prioritas dan terutama yang paling kita utamakan adalah menyangkut tentang kelancaran kegiatan pembalajaran dalam kehidupan siswa sehari-hari.”
Pemaparan diatas menun-jukkan bahwa, perpustakaan merupakan tempat mencari informasi, menambah wawasan dan pengetahuan. Jangka waktu peminjaman merupakan kegiatan pencatatan bahan pustaka yang dipinjam oleh pengguna. Layanan peminjaman bahan pustaka merupakan layanan yang hanya berlaku bagi siswa yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan. Maka dari itu bahan pustaka tersebut boleh dibawa pulang sesuai jenjang waktu peminjaman yang diberikan oleh pengelola perpustakaan, disamping itu juga pihak pengelola perpustakaan juga memberlakukan denda dua ratus rupiah perbuku setiap hari bagi peminajam atau siswa yang terlambat mengembalikan buku.
3. Fasilitas siswa di perpustakaan sekolah
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pengelola perpustakaan dengan Ibuk Vera Susilawati (6 Maret 2015)
“Fasilitas perpustakaan yang diberikan kepada siswa, peminjaman buku maksimal 3 hari, lebih dari 3 hari siswa diberikan sanksi sebanyak Rp. 500 perhari, fasilitas lain memberikan ruang baca yang nyama, tempat penitipan tas dan tempat sepatu sehingga tas dan sepatu siswa tidak berantakan, dan memberikan pelayanan kepada siswa jika ada siswa yang kesulitan mencari buku yang diperlukan dibantu oleh petugas pustaka.”
5
Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah (Amral, S.Pd)
“Pada umumnya fasilitas yang diberikan kepada siswa di perpustakaan peminjaman buku-buku yang dibutuhkan siswa, memberikan denda jika siswa terlambat mengembalikan buku, dan petugas yang ada diperpustakaan membantu siswa untuk mencari buku-buku yang dibutuhkan.”
Berdasarkan hasil wawancara di atas tergambar bahwa semua siswa yang di wawancara mempunyai persepsi yang sama tentang fasilitas yang diberikan kepada siswa di perpustakaan.
PEMBAHASAN
Pelayanan perpustakaan menjadi salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencer-daskan peserta didik disini sekaligus menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan dalam proses belajar mengajar di sekolah ini. Perpustakaan juga mempunyai peranan penting sebagai jem- batan menuju penguasaan ilmu pengetahuan.
Sehingga memberi kontribusi bagi terbukanya informasi tentang ilmu penge- tahuan dan menambah wawasan bagi peserta didik di sekolah ini.
Perpustakaan merupakan bagian penting dalam melan-carkan proses belajar mengajar, karena bahan pustaka yang ada disini sangatlah membantu siswa dalam mencari informasi dan menyelesaikan tugas- tugas yang di berikan guru. Dengan demikian dalam pengadaan bahan pustaka yang menjadi sumber utama dalam melan- carkan proses belajar mengajar di sekolah yaitu dalam pengadaanya kami harus melalui mekanisme yang ada dimana kita diatur oleh pos operasional standar dalam hal ini kita ada intruksi kerja yang mengatur tentang anggaran pengadaan sarana dan prasarana, jadi tetap ada pengajuan kebutuhan, kemudian kita penuhi secara skala prioritas dan terutama yang paling kita utamakan adalah menyangkut tentang kelancaran kegiatan pembelajaran dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Layanan pengguna perpu-stakaan merupakan aktivitas perpustakaan dalam memberikan jasa layanan kepada pengguna perputakaan, khususnya kepada anggota
perpustakaan. Layanan perpustakaan merupakan tugas yang amat penting dan muara dari semua kegiatan di perpu-stakaan.
Pelayanan perpustakaan berarti kesibukan yang tiada akhir kecuali pelayanan perpustakaan dinyatakan ditutup. Bahkan perpustakaan ditututp tugas pustakawan dibagian laya-nan tidak serta merta terbebas dari pekerjaan. Pustakawan dibagian pelayanan ini mela-kukan statistik perpustakaan, merapikan berkas peminjaman dan kartu buku
Perpustakaan merupakan tempat mencari informasi dan menambah pengetahuan bagi siswa, disamping itu juga dengan adanya perpustakaan siswa sering meluangkan waktu kosongnya untuk membaca. Untuk jenjang waktu peminjaman bahan pustaka yang diberikan oleh pihak pengelola selama tiga hari sejak tanggal peminjaman pada peminjam atau pemakai bahan pustaka, tetapi hal ini hanya berlaku pada siswa yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan. Disamping itu pengelola perpustakaan juga memberla-kukan denda dua ratus rupiah perbuku setiap hari bagi peminajam atau siswa yang terlambat mengembalikan buku.
Berdasarkan hasil temuan dilapangan bahwa pengelolaan perpustakaan sekolah yakni: perputakaan sebagai sumber belajar, bahan pustaka sebagai koleksi dan menjadi sumber informasi, jangka waktu peminjaman bahan pustaka, dan sistem pelayanan perpustakaan berimplikasi pada bahan pustaka dan pelayanan.
Dalam merencanakan suatu layanan di perpustakaan kita harus melihat dan mempertimbangkan kondisi yang ada di perpustakaan. Ada dau macam sistem yang bisa dilakukan yaitu sistem perpus-takaan terbuka dan sistem pelayanan tertutup.
Dalam sistem pelayanan terbuka perpustakaan memberikan kebebasan para pemakai untuk dapat masuk dan memilih sendiri koleksi diinginkannya dari rak.
Petpugas hanya mencatat apabila koleksi tersebut akan dipinjam serta dikembalikan.
Sedangkan sistem palayanan tertutup dimana pengunjung tidak boleh masuk keruangan koleksi, tetapi koleksi yang dibutuhkan harus diambilkan oleh petugas.
Darmono (2007:174) layanan sirkulasi adalah sau kegiatan yang melayani pem- injaman dan pengembalian buku. Sistem
6
pelayanan perpustakaan merupakan aktivitas pelayanan yang diberikan pada pengguna perpustakaan. Dengan demikian pelayanan ini merupakan tugas yang sangat penting, kerana bagian pelayanan ini bagian yang secara langsung berhadapan dengan pemakai perpustakaan.
Pada dasarnya bahan pustaka di setiap perpustakaan yang ada di sekolah merupakan salah satu bagian penting dalam melancarkan proses belajar mengajar di sekolah. Untuk itu sekolah atau pihak perpustakaan harus mengadakan dan mengem-bangkan koleksi-koleksi bahan pustaka yang meghimpun informasi dalam segala macam bentuk, seperti buku pelajaran, novel dan majalah. Dengan demikian pengadaan bahan pustaka sebagai sumber pembelajaran baru bisa dikatakan suatu proses kerja untuk mengidentifikasi dan menghim-pun bahan-bahan yang sesuai dengan proses belajar mengajar di sekolah, sehingga bahan pustaka dijadikan sumber belajar dan menjadi koleksi disetiap perpustakaan. Diyakini atau tidak, koleksi yang tersedia menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keber-hasilan layanan suatu perpus-takaan khususnya buku-buku perpustakaan.
Peminjaman bahan pus-taka merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada bagian layanan sirkulasi. Layanan ini hanya terbuka bagi pengguna perpustakaan yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan.
Tidak semua pengunjung membaca buku di perpustakaan, terutama bahan pustaka yang berjenis fiksi, karena keterba-tasan waktu yang dimiliki pengguna, maka dari itu bahan pustaka tersebut boleh dibawa pulang sesuai jenjang waktu peminjaman yang diberikan oleh pengelola perpustakaan. Dilatar belakangi hal tersebut maka perpustakaan selalu menyediakan jasa peminjaman bagi pengguna yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan sekolah.
Jangka waktu pemin-jaman merupakan kegiatan pencatatan bahan pustaka yang dipinjam oleh pengguna. Laya-nan peminjaman bahan pustaka merupakan layanan yang hanya berlaku bagi siswa yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan.
Maka dari itu bahan pustaka tersebut boleh dibawa pulang sesuai jenjang waktu peminjaman yang diberikan oleh pengelola perpustakaan, disamping itu juga pihak
pengelola perpustakaan juga memberlakukan denda dua ratus rupiah perbuku setiap hari bagi peminajam atau siswa yang terlambat mengembalikan buku.
Lama peminjaman satu minggu dan dapat diperpanjang selama satu minggu dengan melapor terlebih dahulu kepada petugas, (b) Buku yang terlambat dikembalikan tidak dapat diper-panjang, (c) Denda keterlam-batan pengembalian buku Rp. 500,- per buku,per hari, (d) Merusakkan, menghilangkan buku wajib mengganti dengan buku yang sama, (e) Peminjaman buku paket perorangan dilayani setiap awal semester, Pemin-aman buku paket kolektif (perkelas) dilayani setiap hari dengan ketentuan setelah KBM buku paket dikembalikan ke perpustakaan, (f) Peminjaman buku paket maksimal dua eksemplar per semester dengan ketentuan diperpanjang selama satu semester sekali, dengan melapor kepada petugasm dan (g) Buku pegangan guru dipinjam selama satu semester dan dapat diperpanjang apabila masih dibutuhkan Buku referensi tidak boleh dipinjam dan dibawa pulang, hanya boleh dibaca di perpustakaan.
Menurut (Sardiman, 2011), “Fasilitas belajar adalah sarana dan prasarana yang dapat mempermudah dan melancarkan proses belajar untuk mencapai hasil yang diharapkan”. Fasilitas belajar dapat dikategorikan menjadi dua macam yaitu sesuatu alat untuk mempermudah penyampaian materi atau pelajaran dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya menurut Purwanto 2011, dalam ruang lingkup administrasi pendidikan mencakup pengelolaan dalam menggunakan atau meman-faatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun spiritual, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif.
Daftar Pustaka
Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan bagi anak Berkesulitan Belajar.Jakarta : Rineka Cipta Bimo, Walgito,2004. Pengantar Psikologi
Umum, Andi, Yogyakarta.
Darmono. 2007. Pengembangan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar. Jurnal Perpustakaan Sekolah.
Djaali. 2013. Psikologi Pendidikan.
Jakarta:Bumi Aksara.
7
Ibrahim Bafadal. 2014. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta Bumi Aksaran.
Jalaludin Rakhmat, 20013. Psikologi Komunikasi. edisi revisi.
Bandung:Rosdakarya.
Larasati Milburga, et al, 1991. Membina Perpustakaan Sekolah, Yogyakarta:
Kanisius
Miftah Thoha. 2003. Prilaku Organisasi Konsep dasar dan aplikasinya, Jakarta; Raja. Grafindo Persada Moleong, Lexy J.2010. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Suharsimi Arikunto. 2012.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Slemeto. 2013. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudjana. 1996. Teknik Analisis Regresi Dan Korelasi. Tarsito: Bandung.