Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelaku internal dan eksternal terhadap identitas dan citra Jurusan Ilmu Hadits IAIN Kediri. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengolahan data adalah terdapat dua penilaian persepsi internal stakeholder tentang identitas dan citra Jurusan Ilmu Hadits IAIN Kediri masing-masing baik dan cukup baik.
- L ATAR B ELAKANG M ASALAH
- R UMUSAN M ASALAH
- T UJUAN P ENELITIAN
- K EGUNAAN P ENELITIAN
Bahkan, Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri saat ini baru pertama kali mengajukan akreditasi. Data analisis SWOT juga membantu peneliti untuk mendalami permasalahan yang dihadapi oleh Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri.
P ERSEPSI
- Pengertian Persepsi
- Proses Persepsi
- Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Perceptual devito adalah proses dimana kita menjadi sadar akan banyak rangsangan yang mempengaruhi indera kita. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah faktor internal dan faktor eksternal.
S TAKEHOLDERS
- Pengertian Stakeholders
- Jenis-Jenis Stakeholders
Pada prinsipnya, satu penonton memiliki karakter tertentu dan harus diperlakukan berbeda dengan penonton lainnya. Oleh karena itu, mereka adalah audiens utama karena mereka perlu menjadi sasaran program PR untuk dibujuk untuk mendaftar.
I DENTITAS
Membangun komunikasi dan hubungan baik dengan audiens internal sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum perusahaan membangun komunikasi dan hubungan baik dengan audiens eksternal. Hubungan baik dengan khalayak eksternal dapat terjalin dengan baik ketika hubungan internal terjalin dengan baik (Jefkins. Identitas adalah perluasan ketika seseorang dapat mengenali atau mengingat sesuatu yang berbeda dari hal lain dengan cara yang jelas, unik, atau khusus, yang bersifat miliknya sendiri (yananda.
Identitas mengandung asosiasi yang mencerminkan posisi merek dan merupakan janji yang dibuat organisasi kepada pelanggan. Identitas merek akan membantu memperkuat hubungan antara merek dan pelanggan dengan menawarkan nilai yang mencakup manfaat fungsional dan manfaat emosional atau ekspresi diri. Identitas inti terlihat dari keyakinan inti dan nilai-nilai yang menggerakkan merek, kapabilitas organisasi, dan posisi organisasi.
Identitas yang terperinci akan membantu mengimplementasikan keputusan, meskipun tidak setiap identitas merek membutuhkan tujuh perspektif sekaligus, yaitu organisasi, produk, seperangkat nilai, posisi, orang, simbol, dan budaya (Susanto, 2004: 88). Identitas merek dapat membantu mengembangkan strategi untuk mengatasi hambatan dan menciptakan kerangka acuan bagi konsumen saat menilai merek dan pesaingnya. Salah satu cara untuk berpikir tentang sistem identitas merek adalah dengan menanyakan kerangka acuan apa yang digunakan konsumen ketika mereka mengingat, memproses, dan mengevaluasi merek tersebut.
C ITRA
- Pengertian Citra
- Jenis-Jenis Citra
- Riset Citra
Citra ideal adalah kesan yang benar yang sepenuhnya didasarkan pada pengalaman, pengetahuan dan pemahaman tentang realitas yang sebenarnya. Gambar yang sebenarnya bisa muncul kapan saja, bahkan di tengah bencana atau sesuatu yang buruk. Suatu tempat dengan citra positif dapat memikat hati orang-orang, sekalipun tempat tersebut memiliki citra positif di mata beberapa pihak.
Citra yang lemah terjadi di tempat-tempat yang kurang dikenal karena kecil, daya tariknya terbatas, atau tidak diiklankan. Selain itu, sebuah tempat juga harus dapat memperkuat identitas dan meningkatkan martabat warga negara (Rainisto et al, 2009 dalam Yananda. Citra positif suatu tempat adalah semacam jaminan bagi para pelaku bisnis dan investor tentang keamanan dan pengembangan suatu tempat. investasi yang mereka lakukan.
Dalam proses meneliti dan menganalisis citra perusahaan di mata publik, perlu ditentukan kelompok sasaran yang berbeda sebagai fokus. Penelitian tentang citra lebih menitikberatkan pada isu-isu seperti citra perusahaan (company image), citra produk (product image), pelayanan (customer service), penampilan dalam pelayanan (performance image). Point A merupakan sosok yang ideal karena citra perusahaan baik (misalnya dari segi pelayanan) dan dikenal khalayak luas.
H UBUNGAN P ERSEPSI , I DENTITAS , DAN C ITRA
Jika persepsi sangat berbeda dengan kenyataan, strategi tidak efektif atau pemahaman tentang perusahaan memerlukan perubahan. Citra ideal adalah citra yang dekat dengan identitas sesuatu atau seseorang, menunjukkan objek secara utuh, utuh dan tidak menyimpang (Yananda, 2014: 57). Transfer dari identitas ke citra dipengaruhi oleh faktor eksternal, yang dapat dianggap sebagai noise.
Persaingan juga menjadi faktor yang memperlebar jurang antara identitas dan citra (Yananda, 2014: 59). Citra suatu negara dapat memberikan pengaruh yang begitu besar terhadap produk atau jasa yang dipasarkan karena suatu negara memiliki identitas yang mampu memicu asosiasi secara instan dan cenderung konstan (Yananda, 2014: 42). Negara dengan identitas yang kuat memiliki modal besar untuk menjadi negara dengan citra yang kuat.
Mengingat pentingnya identitas dalam membentuk citra suatu negara, maka identitas suatu negara harus dicari, ditetapkan dan dikelola (Yananda. Upaya terpadu untuk mengelola citra yang dimiliki adalah dengan mengoptimalkan identitas negara guna meningkatkan daya saing negara (Yananda , 2014: 40) Identitas merek adalah apa yang ditawarkan pemasar, sedangkan citra merek adalah apa yang dirasakan konsumen.
53
- P ENDEKATAN DAN J ENIS P ENELITIAN
- L OKASI P ENELITIAN
- S UMBER D ATA
- P ENGUMPULAN D ATA
- A NALISIS D ATA
- P ENGECEKAN K EABSAHAN D ATA
Data penelitian berupa data kualitatif, yaitu data yang bersifat abstrak (intangible) atau tidak terukur (Ruslan, 2003: 28). Data yang terkumpul tidak berupa angka-angka, tetapi bersifat kualitatif berupa pernyataan tentang isi, sifat, sifat, keadaan sesuatu atau gejala atau pernyataan tentang hubungan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden atau sumber asli (tidak melalui perantara) dengan cara menjawab.
Peneliti mengumpulkan data emic berdasarkan pandangan sumber data, bukan pandangan peneliti (Sugiyono, 2013, 12). Pengumpulan data juga dilakukan dengan cara mengumpulkan data langsung dari lapangan yang terkait dengan permasalahan tersebut. Pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek uji dilakukan dengan cara pencarian literatur dari berbagai referensi atau literatur.
Analisis deskriptif yaitu dengan cara menceritakan dan mendeskripsikan serta menjelaskan data yang terkumpul dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian secara sistematis, faktual dan tepat berkenaan dengan fakta, ciri dan hubungan antara fenomena yang diselidiki (Nazir, 2005: 63). Penelitian ini menggunakan cara berpikir induktif, artinya menggunakan cara berpikir berdasarkan fakta-fakta di lapangan yang bersifat khusus dan kemudian dianalisis dengan teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan tersebut (Hadi, 1975 16). Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan data dari sumber dengan cara mengecek dengan sumber lain untuk pengecekan atau sebagai pembanding data (Moleong, 2003: 36).
P APARAN D ATA
- Profil Prodi Ilmu Hadits
- Deskripsi Data
Misi Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri adalah menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran profesi di bidang ilmu pengetahuan. Visi, misi dan tujuan Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri dapat diwujudkan dengan perjuangan dan selalu berusaha untuk mencapainya. Persepsi Internal Stakeholder Terhadap Citra Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri.
Indikator pertama terkait kinerja dosen di Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri diketahui cukup baik. Indikator keempat terkait dengan karya ilmiah dosen Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri belum diperhatikan. Sebagian mahasiswa menilai sangat memuaskan terkait sarana dan prasarana Prodi Ilmu Hadis di IAIN Kediri.
Indikator pertama terkait dengan kinerja dosen di Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri dinilai baik. Indikator keempat terkait dengan karya ilmiah dosen Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri yang dinilai telah membuahkan hasil. Keberadaan Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri di wilayah Kediri cukup baik di mata masyarakat pengguna.
Persepsi Pihak Eksternal Terhadap Citra Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri. Pengelola Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri dinilai telah menerapkan atau menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
- P ERSEPSI S TAKEHOLDERS I NTERNAL T ERHADAP I DENTITAS P RODI
- P ERSEPSI S TAKEHOLDERS I NTERNAL T ERHADAP C ITRA P RODI I LMU
- P ERSEPSI S TAKEHOLDERS E KSTERNAL T ERHADAP I DENTITAS P RODI
- P ERSEPSI S TAKEHOLDERS E KSTERNAL T ERHADAP C ITRA P RODI
Penilaian stakeholder internal dan eksternal terhadap identitas dan citra Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri adalah positif dan negatif. Segala persepsi yang disampaikan merupakan hak pengelola Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri dan stakeholder internal dan eksternal. Mereka berkomunikasi dengan pengelola Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri baik secara internal maupun eksternal.
Keberadaan humas tidak dibahas karena Program Studi Ilmu Hadits di IAIN Kediri belum memiliki fasilitas tersebut. Para mahasiswa informan baru dipenuhi rasa percaya diri dan optimisme terkait perkembangan jati diri prodi Ilmu Hadits di IAIN Kediri. Stakeholder internal dari mahasiswa lama (12 orang) merasa bahwa jati diri prodi Ilmu Hadits di IAIN Kedira sangat mulia.
Identitas Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri dibuat untuk menyasar pemangku kepentingan internal dan eksternal yang dipersepsi (apersepsi) oleh panca indera dan diinterpretasikan untuk membentuk persepsi (Susanto, 2004: 80). Dalam konteks penelitian ini, pembentukan citra positif Program Studi Ilmu Hadis di IAIN Kediri masih mengalami distorsi. Citra positif Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri merupakan semacam jaminan kepercayaan kepada stakeholders eksternal.
S IMPULAN
Stakeholder internal guru dan staf secara keseluruhan menilai citra Prodi Ilmu Hadits di IAIN Kediri cukup baik. Secara keseluruhan mantan mahasiswa yang terlibat merasa bahwa citra Prodi Ilmu Hadis di IAIN Kediri cukup baik, karena masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Persepsi stakeholder eksternal terhadap identitas Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri, sementara itu, mendapat ulasan yang baik.
Stakeholder eksternal yaitu KUA Semen dan KUA Wates wilayah Kabupaten Kediri menilai identitas Prodi Ilmu Hadits di IAIN Kediri sudah baik. Stakeholder eksternal yang berasal dari pengguna yaitu Pondok Pesantren Al-Amin Kota Kediri juga menilai identitas Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri sudah baik. Keberadaan Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri di wilayah Kediri dinilai baik karena dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dalam pemahaman hukum.
Pihak eksternal dari otoritas publik menilai citra Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri baik, sedangkan dua informan lainnya menilai kurang baik. Stakeholder eksternal yang berasal dari unsur pengguna merespon positif citra Program Studi Ilmu Hadits di IAIN Kediri. Citra atau kesan keberadaan mahasiswa dan Prodi Ilmu Hadits di IAIN Kediri secara keseluruhan sangat baik.
S ARAN
Iklim akademik di Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri hendaknya dihidupkan kembali dan diperluas untuk menumbuhkan semangat dan semangat keilmuan dengan membuat forum diskusi, seminar, kegiatan, kajian dan majelis keilmuan yang membahas keilmuan hadits terkini. Melakukan kegiatan rihlah atau studi banding dengan kampus/universitas lain yang memiliki program studi ilmu hadits dan juga kunjungan ke instansi yang terkait dengan ilmu hadits. Pengelola prodi ilmu hadits hendaknya aktif memotivasi dosen untuk lebih aktif dalam kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Terbentuknya kelompok dosen ilmu Hadits hendaknya dapat dilaksanakan sebagai motor penggerak dan acuan kajian Ilmu Hadits di IAIN Kedira. Minimnya minat masyarakat yang kuat terhadap kajian hadis kemungkinan disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan masukan nyata dari Ketua Program Studi Ilmu Hadits IAIN Kediri. Oleh karena itu, Prodi Ilmu Hadits harus meningkatkan kerjasama dengan instansi/lembaga terkait lainnya.
Dalam kegiatan sosialisasi ini lebih ditekankan pada informasi terkait kemajuan dan perkembangan kajian ilmu hadis yang signifikan. Referensi kajian berbagai ilmu hadits dapat diberikan di perpustakaan IAIN Kediri dan membuka kesempatan bagi alumni. Oleh karena itu, seluruh elemen Prodi Ilmu Hadits IAIN Kediri harus lebih giat lagi berkarya, berinovasi dan berkreasi agar dapat bersaing dan menjadi pendidikan yang diminati dan digemari oleh mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.