• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSETUJUAN PEMBIMBING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERSETUJUAN PEMBIMBING "

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi: Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Takalar. Efektivitas pembelajaran matematika melalui pendekatan realistic Mathematics Education (RME) pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Takalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika melalui pendekatan Realistic Mathematical Education (RME) pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Takalar tahun pelajaran 2017/2018.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Takalar. Alhamdulillah, puji dan syukur atas izin dan bimbingan Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan disertasi yang berjudul: “Efektifitas Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Realistic Mathematical Education (RME) pada Siswa Kelas VII Kelas VII” SMP Negeri 2 Takalar" terselesaikan.

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

METODE PENELITIAN 22

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 34

KESIMPULAN DAN SARAN 50

DAFTAR TABEL

Latar Belakang

Sebagai negara berkembang, Indonesia harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, dan salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya manusia tersebut adalah melalui pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan pada seluruh jenjang dan satuan pendidikan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia. Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, (Subarinah, 2013: 1) Sampai batas tertentu matematika harus dikuasai oleh seluruh warga negara Indonesia.

Selain itu, pendekatan pembelajaran matematika yang digunakan guru masih mengandalkan pendekatan pembelajaran konvensional, dimana siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan guru di depan kelas, dengan metode ceramah sebagai metode utama, sehingga pembelajaran di kelas kurang efektif. Pendekatan pendidikan matematika realistik (RME) nampaknya tepat, dimana pendekatan pembelajaran matematika ini ditujukan pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan pemanfaatan matematika dalam kehidupan sehari-hari (Arifin, 2014: 7).

Rumusan Masalah

Oleh karena itu, perlu dikembangkan dan dilaksanakan pembelajaran matematika yang tidak hanya mentransfer ilmu dari guru kepada siswa. Untuk itu dengan diterapkannya pendekatan Realistic Mathematical Education (RME) dalam pembelajaran matematika diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa dalam pembelajaran matematika, Utari (Amalia, 2015: 20). Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian eksperimen dengan judul Efektivitas pembelajaran matematika melalui pendekatan Realistic Mathematical Education (RME) pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Takalar.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

  • Efektivitas Pembelajaran
  • Pengertian Pendekatan Pembelajaran
  • Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME)
  • Penemuan kembali secara terbimbing dan proses matematisasi secara progresif (guided reinvention and progressive mathematizing)
  • Fenomena yang bersifat mendidik (didactial phenomenology)
  • Mengembangkan sendiri model-model (self developed models)
  • Langkah pertama: Memahami masalah kontekstual
  • Langkah kedua: Menyelesaikan masalah kontekstual
  • Langkah ketiga: Membandingkan dan mendiskusikan jawaban
  • Langkah keempat: Menyimpulkan

Angket dirancang untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Di Indonesia sendiri, pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) atau lebih dikenal dengan Realistic Mathematics Education (PMR) telah diterapkan sejak tahun 2001. Secara umum Realistic Mathematics Education (RME) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dikembangkan khusus untuk pembelajaran matematika.

Ciri khas pendekatan pendidikan matematika realistik (RME) yang muncul pada tahap ini adalah interaktivitas dan pemanfaatan kontribusi siswa. Dengan memperhatikan indikator-indikator tersebut maka dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan pembelajaran matematika realistik Mathematics Education (RME) akan efektif.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir Masalah:
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir Masalah:

Hipotesis Penelitian 1. Hipotesis Mayor

Kriteria keberhasilan aktivitas siswa dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) adalah lebih besar dari 74% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Persentase respon siswa terhadap pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih besar yaitu 74% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika.

METODE PENELITIAN

Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian

Yang terpilih menjadi sampel dari populasi adalah kelas VII.7 yang berjumlah 32 siswa, dimana teknik pemilihan sampelnya menggunakan teknik Simple Random Sampling yaitu pengambilan anggota.

Tabel 3.2. Jumlah Populasi Penelitian
Tabel 3.2. Jumlah Populasi Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Prosedur Penelitian

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menganalisis data yang diperoleh, baik data kualitatif maupun kuantitatif, yaitu menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial.

Instrumen Penelitian

Kuesioner Respon Siswa diberikan kepada siswa pada saat proses belajar mengajar matematika dengan pendekatan Realistic Mathematical Education (RME) telah selesai.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

  • Analisis Statistika Deskriptif
  • Analisis Statistik Inferensial

Di bawah ini akan diuraikan hasil analisis statistik deskriptif yaitu hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematical Education (RME), hasil observasi aktivitas siswa, dan hasil observasi aktivitas siswa. angket respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode realistik. Pendekatan Pendidikan Matematika (RME). . A. Hasil belajar matematika siswa sebelum perlakuan (Pretest) pada siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar disajikan secara lengkap pada Lampiran D. Pada Tabel 4.1 diatas terlihat rerata skor hasil pembelajaran siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Nilai sebelum proses pembelajaran melalui pendekatan Realistic Mathematical Education (RME) adalah 20,56 dari nilai ideal 100 yang dapat dicapai siswa dengan standar deviasi 10,9.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar tergolong sangat rendah sebelum diterapkan Realistic Mathematical Education (RME). Skor hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan (Posttest) pada siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar secara lengkap disajikan pada Lampiran D. Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa kelas VII. 7 SMP Negeri 2 Nilai pasca pembelajaran dengan pendekatan pendidikan matematika realistik (RME) adalah 86,40, dibandingkan dengan nilai ideal 100 yang dapat dicapai siswa dengan standar deviasi 8,01.

Setelah mengkonversi rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 86,40 ke dalam 5 kategori diatas, maka rata-rata skor hasil belajar matematika siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar setelah menggunakan Realistic Mathematical Education (RME) adalah dengan pendekatan pengajaran berada pada kategori panjang. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah diajar melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) memenuhi kriteria keefektifan. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui pendekatan Realistic Mathematical Education (RME) memenuhi kriteria keefektifan.

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah pembelajaran pendekatan realistic Mathematics Education (RME) termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor sebesar 86,40. Nilai gain tersebut berada pada interval g sebesar 0,70 sehingga terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan penerapan realistic Mathematics Education (RME) dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar dan berada pada kategori tinggi. .

Tabel 3.3. Teknik Kategorisasi Standar Hasil Belajar
Tabel 3.3. Teknik Kategorisasi Standar Hasil Belajar

Saran

  • A. 3 Daftar Hadir Siswa
  • A. 4 Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Kuesioner respon siswa menunjukkan bahwa Realistic Mathematical Education (RME) siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar memperoleh rata-rata tingkat respon sebesar 89%. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ketuntasan belajar matematika siswa setelah pembelajaran melalui Realistic Mathematical Education (RME) telah memenuhi kriteria kesimpulan atau H1 diterima dengan nilai Zhitung > Ztabel = 1,85 > 1,64. Hasil uji hipotesis menggunakan uji one sample t-test dengan sebelumnya melakukan normalisasi gain pada data pre-test dan data post-test diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 = , sehingga H0 ditolak dan H diterima, yang berarti artinya terdapat peningkatan hasil belajar matematika setelah diterapkan Realistic Mathematics Education (RME) dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar dimana nilai gain lebih dari 0,29.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) efektif digunakan dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII.7 SMP Negeri 2 Takalar. Pendidikan Matematika (RME) dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika pada mata pelajaran Asosiasi sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas siswa dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Keberhasilan peneliti yang menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik (RME) hanya pada materi yang ditetapkan, sehingga diharapkan bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian dengan pendekatan pendidikan matematika realistik (RME) juga dapat menerapkannya pada materi yang lain sehingga dapat bersama-sama menentukan materi mana yang sesuai untuk Pendekatan Realistis Matematika untuk Pendidikan (RME).

Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Makassar. Efektivitas Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Watampone Kabupaten Bone. Efektivitas Pembelajaran Matematika pada Mata Pelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Menerapkan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada Siswa Kelas VIII4 SMP Negeri 2 Takalar.

Efektivitas pendekatan pendidikan matematika realistik (RME) dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mengkedek Kabupaten Tana Toraja. Permainan (Tradisional) untuk mengembangkan interaksi sosial, norma sosial dan norma sosial matematika dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik.

SMP NEGERI 2 TAKALAR

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar dan Indikator

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), sopan santun, percaya diri, dalam berinteraksi efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam lingkup pergaulan dan eksistensi seseorang. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dalam kaitannya dengan fenomena dan peristiwa yang tampak. Tunjukkan sikap logis, kritis, analitis, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, akuntabel dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan masalah.

Mempunyai rasa ingin tahu, percaya diri, dan minat terhadap matematika serta mempunyai rasa yakin terhadap daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Memiliki sikap terbuka, santun, obyektif, menghargai pendapat dan pekerjaan teman dalam interaksi kelompok dan aktivitas sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat mengidentifikasi arti perpotongan, menentukan dua himpunan, dan merepresentasikannya dengan benar dalam diagram Venn.

Materi Pembelajaran Irisan dua himpunan

Guru membekali setiap kelompok ringkasan materi yang akan dipelajari, disertai lembar kerja siswa (SW). Guru menginstruksikan siswa untuk memahami materi yang diberikan dan memecahkan masalah yang mereka temukan di dalamnya. Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, sedangkan kelompok yang lain memberikan jawabannya.

Bersama siswa, guru merangkum atau menyimpulkan materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran. Guru memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil dan memotivasi siswa yang tidak berhasil.

Instrumen Penilaian

Als bekend is dat de verzameling A = {Hasya, Yasmin, sinta, fauzan, Heldan, firman, kafa, Tyo} en B = {Fajrin, dageraad, jami, Hasya, sinta, fauzan, Heldan, Tyo, Agung}.

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar dan Indikator

Tujuan Pembelajaran

  • Materi Pembelajaran Gabungan dua himpunan

Siswa dapat merepresentasikan arti gabungan dua himpunan, menentukan gabungan dua himpunan, dan merepresentasikannya dengan benar dalam diagram Venn.

Model, Pendekatan dan Metode Pembelajaran A

  • Alat dan Sumber Belajar Sumber

Langkah-langkah Kegiatan

Guru menginstruksikan siswa untuk memahami materi yang diberikan dan memecahkan masalah dalam LKS bersama anggota kelompoknya masing-masing.

Instrumen Penilaian

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar dan Indikator

Tujuan Pembelajaran

Materi Pembelajaran Komplemen

Alat dan Sumber Belajar Sumber

Langkah-langkah Kegiatan

Instrumen Penilaian

Kita hilangkan anggota himpunan semesta selain yang sama dengan anggota A. A ∩ B)C = untuk menentukan anggota (A ∩ B) C = terlebih dahulu menentukan anggota A∩B. Diketahui benda-benda yang berada di lantai merupakan himpunan semesta S= {gelas, piring, tas, sendok, garpu, mangkok, celana panjang, baju, keset} dan himpunan A= {gelas, piring, sendok, garpu, mangkok } . Jika benda diketahui berada di lantai, maka himpunan semestanya adalah S = {gelas, piring, tas, sendok, garpu, mangkok, celana, baju, tikar} dan himpunan A = {gelas, piring, sendok, garpu, mangkuk}.

FOTO POSTTEST
FOTO POSTTEST

Gambar

Tabel  Halaman
Gambar  Halaman
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir Masalah:
Tabel 3.1. One-group pretest-posttest design
+7

Referensi

Dokumen terkait

meet sesuai kondisi  Peserta didik mengisi absensi yang telah disiapkan guru di GC, guru mengeceknya sebagai sikap disiplin  Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam