Judul: UPAYA PENINGKATAN PEMELIHARAAN SEPATU SEKOLAH AGAR SIAP DIGUNAKAN APABILA TERJADI KECELAKAAN DI KAPAL SESUAI STANDAR SOLAS. Judul : UPAYA MENINGKATKAN PEMELIHARAAN SEPATU SEKOLAH AGAR LAYAK DIGUNAKAN SAAT TERJADI KECELAKAAN SESUAI STANDAR SOLAS. Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Terapan yang berjudul “UPAYA PENINGKATAN PEMELIHARAAN LIFEBOAT”.
Serta rekan-rekan angkatan III Diploma B Nautika yang telah membantu dalam proses penulisan Karya Ilmiah Terapan ini. MUHAMMAD YUSUF YULIANTO, keterampilan dan pengetahuan dalam perawatan peralatan keselamatan (sekoci) untuk menunjang keselamatan di kapal. Hal inilah yang menjadi titik awal pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga peralatan keselamatan di kapal.
One factor besides God's will is the crew's lack of knowledge of the use of safety equipment when it is used. Given the number of such cases, because the result cannot be separated from the knowledge of the crew, both in terms of safety equipment for care and knowledge in terms of safety equipment. Because the carelessness of the ship's crew in taking care of the safety device is sometimes a discipline that will lead to an accident.
The result of this study shows that the skills and knowledge of the crew have a positive influence on the maintenance of tool safety (lifeboat) because it can minimize losses when an emergency occurs.
LATAR BELAKANG PENELITIAN
Kecelakaan di laut yang terjadi dapat mengakibatkan banyak kematian, salah satu penyebab banyaknya kematian adalah karena kurangnya perawatan dan kemampuan awak kapal dalam menjaga dan mengoperasikan peralatan keselamatan di atas kapal. Perlengkapan keselamatan di kapal sangat penting bagi awak kapal dan masyarakat yang menggunakan jasa angkutan laut sebagai alat angkut barang dan penumpang. Awak kapal diharapkan memiliki keterampilan dalam menggunakan peralatan keselamatan sehingga dapat menolong diri sendiri atau orang lain dengan cepat dan tepat jika mengalami kecelakaan di laut.
Sesuai dengan STCW' 78 Amandemen' 2010 dan SOLAS Edisi Konsolidasi 2014 Bab III Peraturan peralatan dan pengaturan penyelamat jiwa 20 Kesiapan operasional, pemeliharaan dan pemeriksaan terdapat ketentuan berkaitan dengan pemeliharaan sekoci di atas kapal yang wajib dilakukan oleh setiap orang. mengirimkan. agar selalu siap digunakan dalam keadaan darurat, anda harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berkenaan dengan capaian manusia yang tangkas dan terampil dalam menghadapi situasi atau keadaan darurat, maka seluruh pengelola sarana transportasi laut harus mengembangkan sumber daya manusia yang terlibat agar siap digunakan. Dalam situasi seperti ini, para awak kapal tidak akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikan peralatan keselamatan, atau memberikan bantuan di atas kapal. Sekoci merupakan salah satu perlengkapan keselamatan di atas kapal, sekoci ini merupakan perahu yang pada umumnya mempunyai mesin penggerak dan daya angkut yang lebih banyak dibandingkan dengan sekoci lainnya.
Seiring dengan kemajuan teknologi khususnya dalam dunia pelayaran, hal ini menyebabkan banyak terjadi perubahan pada perlengkapan atau perlengkapan kapal, termasuk sekoci. Sekoci tidak lagi terbuat dari bahan kayu atau logam yang cukup berat dan memerlukan perawatan khusus, namun saat ini terbuat dari bahan sintetis seperti fiberglass atau bahan lain yang cukup kuat, ringan dan tahan cuaca. Namun hal ini tidak memerlukan perawatan apapun karena masih banyak bagian yang memerlukan perawatan yang tepat. Keadaan sebenarnya di atas kapal, kegagalan dalam menangani kecelakaan kapal mengakibatkan kurangnya pengetahuan akan penggunaan peralatan keselamatan di kapal dan kondisi peralatan keselamatan itu sendiri tidak dirawat dengan baik sehingga tidak dapat digunakan pada saat dibutuhkan.
Perawatan sekoci merupakan hal yang lumrah dan biasa dilakukan oleh pilot di kapal. Namun, hal ini sering kali diremehkan dan diabaikan secara umum. Merawat sekoci tidak hanya memerlukan rutinitas dan tidak melakukan tugas pilot, namun juga memerlukan perhatian dan kepedulian pilot terhadap tempat kerja.
RUMUSAN MASALAH
BATASAN MASALAH
TUJUAN PENELITIAN
MANFAAT PENELITIAN
REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA
LANDASAN TEORI
Sekoci tertutup
Ini harus cukup kuat untuk diturunkan dengan aman ke dalam air ketika terisi penuh dengan dukungan/orang yang disetujui dan peralatan yang diperlukan. Dilengkapi dengan tangki udara (sebagai cadangan daya apung) untuk mencegah tenggelam meskipun sekoci dalam keadaan terbalik. Pada umumnya bentuknya tebal dan punggungnya lancip, dan kedua ketinggiannya dibuat setajam mungkin sehingga dapat bergerak maju mundur dengan baik.
Papan tempat duduk melintang dan tempat duduk bangku samping harus ditempatkan serendah mungkin di dalam sekoci. Untuk sekoci "tanker", dilengkapi dengan alat pemadam api portabel dan dapat mengeluarkan busa atau bahan lain yang berguna untuk memadamkan api minyak. Tujuan dari usulan ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara merawat sekoci agar memiliki tingkat kegunaan yang tinggi ketika digunakan untuk membantu korban atau untuk pelatihan.
Melakukan perawatan, pengecekan alat penggerak awal, (start aki), pengecekan kondisi aki, pengecekan charger aki, terhadap mesin sekoci yang awalnya digerakkan dengan tangan. Melakukan perawatan dan pengecekan, penggantian pelumas oli mesin dan gearbox baru, pengecekan kondisi propeller, pipa dan baut pondasi. Baut pengikat kait pengangkat pada bagian tegak (keelson) harus selalu dijaga.
Cara perawatan lainnya adalah dengan cara inspeksi sekoci yaitu pemeriksaan untuk mengetahui kondisi terkini sekoci yang terpasang, baik perlengkapan sekoci, kondisi mesin dan davitnya serta telah sesuai dengan ketentuan SOLAS 1974, sehingga , bahwa pada saat dioperasikan untuk pengeboran dan dalam kondisi sebenarnya, sekoci cocok dan meninggalkan kapal atau platform (lihat Gambar 2.2.4.b sampai dengan Gambar 2.2.4.e). Selain melakukan perawatan, sekoci juga memerlukan perbaikan jika ditemukan bahan atau bagian sekoci yang rusak atau tidak memungkinkan untuk ditinggalkan. Awak kapal harus proaktif untuk selalu memeriksa dan memperbaiki segala kerusakan yang terjadi pada peralatan bantu tersebut.
Awak kapal juga harus proaktif dalam kaitannya selalu melaporkan kepada pemilik kapal mengenai kerusakan, perbaikan dan permintaan suku cadang peralatan terkait. Itu harus diposisikan sedemikian rupa sehingga dapat diluncurkan atau diturunkan ke dalam air dalam waktu sesingkat-singkatnya. Untuk kapal barang kecil yang praktisnya luas bongkar muatnya terbatas, hanya dapat mengangkut satu sekoci saja, sehingga dapat diposisikan sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah diturunkan baik dari sisi kiri kapal maupun dari sisi kanan kapal, umumnya dengan menggunakan crane. di belakang. cerobong asap.
KERANGKA PENELITIAN
JENIS PENELITIAN 1.Metode Kualitatif
TEMPAT PENELITIAN
JENIS DAN SUBER DATA 1.Metode Wawancara
Dalam suatu penelitian selain menggunakan metode utama juga digunakan metode pelengkap yang saling melengkapi atau melengkapi. Observasi adalah metode yang saling melengkapi, teknik observasi digunakan dengan tujuan untuk memperoleh atau mengumpulkan data secara langsung mengenai gejala-gejala tertentu dengan cara melakukan pengamatan dan mencatat data-data yang berhubungan dengan tempat permasalahan utama diselidiki. Analisis bagaimana sekoci dirawat di kapal untuk melihat apakah sekoci tersebut mematuhi standar SOLAS yang berlaku. Analisislah tindakan Kapten 3 apakah ia selalu menyimpan sekoci di atas kapal sebagai petugas yang bertanggung jawab atas peralatan keselamatan.
TEKNIK ANALISIS DATA
DAFTAR PUSTAKA