Al-Azhar Journal of Islamic Economics
Volume 4 Nomor 2, Juli 2022
ISSN Print: 2654-5543
DOI: 10.37146/ajie.V4i2.176
Penerbit: Program Studi Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa
Al-Azhar Journal of Islamic Economics (AJIE) is indexed by Google Scholar and licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Perspektif Ekonomi Islam Terhadap Transaksi Shopee Paylater
A. Muh. Syaifuddin*, Ruslang, Hasriani, Supriadi Muslimin Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa.
*Email: [email protected] Abstract
This study discusses an overview of Islamic economics on the use of Shopee Paylater transactions in the city of Makassar. The purpose of this study is to reveal an overview of Islamic economics on the practice of using Shopee Paylater transactions in the city of Makassar.
This research is a field research with a qualitative approach method, sourced from primary data and secondary data. The results of the study reveal that Shopee Paylater provided by Shopee aims to benefit from user loans. Electronic loans provided by Shopee to users through the Shopee Paylater feature in terms of the Islamic economy are not justified because this feature draws profits from loan proceeds while Islam forbids taking advantage of loans. Loans provided by Shopee Paylater are usurious and contrary to Islamic economic principles.
Keywords : Islamic Economic; Transaction; Shopee Paylater
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membahas perspektif ekonomi Islam pada penggunaan transaksi Shopee Paylater di kota Makassar. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap tinjauan ekonomi Islam pada praktik penggunaan transaksi Shopee Paylater di kota Makassar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Shopee Paylater yang disediakan oleh pihak Shopee bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang diambil dari pinjaman para pengguna.
Pinjaman elektronik yang diberikan oleh Shopee untuk pengguna melalui fitur Shopee Paylater ditinjau dari ekonomi Islam tidak dibenarkan karena fitur ini menarik keuntungan dari hasil pinjaman sedangkan Islam mengharamkan mengambil keuntungan dari pinjaman. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif.
Kata Kunci : Ekonomi Islam, Transaksi, Shopee Paylater
1. Pendahuluan
Perkembangan teknologi zaman sekarang semakin pesat dengan adanya bantuan internet, bahkan sekarang internet berdampingan dengan kehidupan manusia.
Dengan adanya internet dan kemajuan teknologi semakin memudahkan aktivitas masyarakat, di era modern ini semua kegiatan yang dilakukan masyarakat akan terasa cepat dan efisien karena terminimalisasi oleh alat bantu berupa elektronik.
Kegiatan ekonomi Merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan manusia,
ISSN Print: 2654-5543
untuk mewujudkan kemakmuran dalam perekonomian. Kegiatan ekonomi bukan hanya sekedar untuk mendesain menjadi manusia ekonomi kreatif, melainkan juga makhluk sosial. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi seharusnya di arahkan untuk memenuhi kebutuhan individual sekaligus kebutuhan rakyat secara keseluruhan.1 Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupannya membutuhkan interaksi di mana mereka dapat mengambil dan memberikan manfaat. Salah satu praktik yang merupakan hasil interaksi sesama manusia adalah terjadinya jual beli yang dengannya mereka mampu mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan. 1 Menurut Hikmawati dalam bahwa, jual beli online menjadi sebuah tren kekinian.
Karena keberadaan teknologi internet saat ini yang tidak hanya memberikan konsekuensi pada gaya hidup tapi juga merubah prilaku setiap individu. Dunia bisnis saat ini terkena dampak yang signifikan, dampak keberadaan internet memberikan kemudahan dalam proses komunikasi dan kecepatan lalu lintas informasi tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Situasi ini dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis. Dilihat dari sektor industri retail yang semakin berkembang pesat seiring dengan kemajuan perekonomian dunia khususnya Indonesia.2
Menurut Meidita dalam Shopee merupakan salah satu perusahaan bisnis online (e- commerce) termuda yang sedang berkembang dengan sangat pesat dalam pasar jual beli online. Marketplace berbasis mobile ini secara resmi masuk ke Indonesia pada tahun 2015 di banding pesaingnya lebih dahulu beroperasi. Pada 2018, Shopee telah meraih 1,5 juta transaksi dalam waktu 24 jam hal ini merupakan rekor fantastis bagi marketplace e-commerce terbaru di Indonesia. 3
Uang elektronik (e-money) yang kini kian dipergunkan oleh masyarakat salah satunya yaitu paylater. Paylater ini banyak digunakan oleh e-commerce sebagai fitur layanan dalam transaksi jual yang dapat memudahkan para pengguna e-commerce yang salah satunya digunakan oleh aplikasi Shopee.
Fintech saat ini mulai popular dengan fitur PayLater alias bayar nanti. PayLater memungkinkan masyarakat untuk membeli sesuatu, baik barang ataupun jasa dengan dicicil tanpa menggunakan kartu kredit. Dengan adanya fintech ini, tentu saja memudahkan masyarakat dalam bertransaksi apapun. Sehingga kredit pun juga dilayani didalam fintech 4.
1 Wandi, dkk ‘Tinjauan Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Dalam Praktik Memasarkan Ikan Asin’, Jurnal Ekonomi Syariah, 5.1 (2022), 131–39.
2 Raden Achmad Fuad, ‘Perspektif Ekonomi Islam Pada Jual Beli Online Yang Dilakukan Dosen Wanita’, Jurnal Ekonomi Islam, 7.2 (2014), 107–15.
3 Ruslang Ruslang, Muslimin Kara, and Abdul Wahab, ‘Etika Bisnis E-Commerce Shopee Berdasarkan Maqashid Syariah Dalam Mewujudkan Keberlangsungan Bisnis’, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6.3 (2020), 665.
4 Iin Emy Prastiwi dan Tira Nur Fitria, ‘Konsep Paylater Online Shopping Dalam Pandangan Ekonomi Islam’, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7.1 (2021), 425.
Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 4 No. 2, Juli 2022
Metode pembayaran ShopeePay Later menggunakan dana talangan dari perusahaan aplikasi, kemudian pengguna membayarkan sejumlah uang kepada perusahaan aplikasi tersebut. ketika akan melakukan transaksi jual beli. ShopeePay Later merupakan salah satu layanan yang dihadirkan oleh Shopee untuk memudahkan para pengguna berbelanja online di aplikasi mereka. ShopeePay Later ini mirip seperti OVO Paylater yaitu pinjaman instan yang diberikan oleh pengguna Shopee yang sudah mendapatkan layanan ini. 5
Berdasarkan gambaran singkat mengenai transaksi shopee paylater pada aplikasi Shopee, maka dapat dinyatakan bahwa dalam praktiknya terdapat unsur keuntungan yang diperoleh oleh pihak shopee karena pada saat peminjaman terdapat suku bunga dan biaya lain sebesar 2,95% hal ini tentu menyalahi aturan pinjaman dalam perspektif ekonomi syariah. Besaran bunga shopee paylater sendiri antara 0% hingga 2,95% perbulannya. Ketentuan besaran bunga menggunakan shopee payLater adalah cicilan 30 hari atau 1 bulan bunganya 0%, cicilan Shopee PayLater 2-3 bulan dikenakan bunga 2,95% per bulan 6.Kemudahan dalam Shopee PayLater menimbulkan banyak masalah yaitu, keluhan oleh pengguna paylater dikarenakan pada saat pengembalian jumlah pinjaman yang melebihi jumlah pokok pinjaman. Terdapat bunga yang harus dibayar oleh pengguna PayLater saat melakukan cicilan, besarannya sesuai dengan kesepakatan antara pengguna dan pihak Shopee PayLater. Hal ini menimbulkan permasalahan jika ditinjau dari persfektif ekonomi Islam.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti berusaha untuk meneliti lebih mendalam perpektif ekonomi Islam terhadap penggunaan Shopee PayLater. Sebagai umat muslim, ada sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan Shopee PayLater dan harus melihat dari sisi syariat tentang fitur tersebut.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah kegiatan mengeksplorasi dan memahami makna dari sejumlah individu atau kelompok orang yang dianggap memiliki kapasitas dari permasalahan sosial yang akan diteliti. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan bertujan untuk mengkaji dan mengetahui secara akurat terkait masalah yang sebenarnya terjadi saat melakukan penelitian terhadap pengguna Shopee Paylater. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologis ini digunakan untuk mengetahui gejala dan fakta dalam kehidupan yang nyata dan
5 Ah Khairul Wafa, ‘Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Shopeepay Later’, Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4.1 (2020), 16–30.
6 Dian Maya Maulida, ‘Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Sikap Konsumerisme Akibat Metode Pembayaran Tunda Bayar (PayLater)’, Transformatif, 5.2 (2021), 131–44
ISSN Print: 2654-5543
interaksi sosial.
3. Hasil dan Analisis 3.1Sistem Ekonomi Islam
Etika dalam bisnis menurut Asiz7 adalah sesuatu yang menjadi bagian penting pada bisnis digital. Bisnis maupun etika bukanlah dua hal yang bertentangan, karena bisnis sebagai symbol perwujudan urusan keduniaan juga merupakan tabungan ukhrawi. Artinya, jika orientasi bisnis dan upaya tabungan akhirat diniatkan untuk kepatuhan kepada Allah, maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan konsep-konsep akhlak yang berdasarkan keyakinan kepada hari akhirat. Bahkan dalam Islam, definisi bisnis itu sendiri tidak dibatasi urusan keduniaan semata, tetapi mencakup juga keseluruhan pada kegiatan seseorang di dunia yang dibisniskan (diniatkan sebagai ibadah) untuk mencapai falah dan pahala akhirat. Etika bisnis secara umum adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Secara umum etika diatur oleh hukum, adat, agama dan kebiasaan suatu lingkungan. Karena hal tersebut setiap lingkungan memiliki nilai-nilai etikanya masing-masing.8
Moralitas Islam9 sebagaimana yang telah bicarakan pada pembahasan sebelumnya, dapat membawa pada terealisasinya apa yang seharusnya menjadi pandangan hidup atau obsesi seorang muslim, yaitu falah. Falah akan tercapai jika terdapat basis ketentuan atau aturan yang mendukung. Yang dimaksud dengan basis ketentuan di sini adalah segala sesuatu yang menjadi persyaratan bagi implementasi dan pendukung optimalisasi pencapaian falah. Berbagai referensi Ekonomi Islam mengemukakan beberapa basis kebijakan dan menyangkut tujuan falah.
Ekonomi syariah sebagai salah satu sistem ekonomi yang eksis di dunia, untuk hal- hal tertentu tidak berbeda dengan sistem ekonomi mainstream, seperti kapitalisme.
Mengejar keuntungan sebagaimana dominan dalam sistem ekonomi kapitalisme, juga sangat dianjurkan dalam ekonomi syariah. Namun, dalam banyak hal terkait dengan keuangan, Islam memiliki beberapa prinsip yang membedakannya dengan sistem ekonomi lain: ketauhidan, keadilan, maslahat, dan tolong-menolong.
Prinsip tauhid memiliki dampak positif terhadap sistem ekonomi Islam yaitu antisipasi segala bentuk monopoli dan pemusatan kekuatan ekonomi pada seseorang atau satu kelompok saja. Atas dasar ini pulalah al-Qur’an membatalkan dan melarang melestarikan tradisi masyarakat Jahiliyah, yang mengkondisikan
7 Ruslang, Kara, and Wahab.
8 Aflaha, A. N., & Muslimin, S. (2020). Fenomena Hoax dalam Iklan di Media Sosial Perspektif Etika Bisnis Islam. Al-Azhar Journal of Islamic Economics, 2(2), 53-64.
9 Suhadi Dan Suhadi Mursal, ‘Implementasi Prinsip Islam Dalam Aktivitas Ekonomi:
Alternatif Mewujudkan Keseimbangan Hidup’, Jurnal Penelitian, 9.1 (2015), 67–92 .
Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 4 No. 2, Juli 2022
kekayaan hanya beredar pada kelompok tertentu saja. Prinsip keadilan dalam operasional ekonomi syariah menduduki peran yang sangat menentukan untuk mencapai falah (kemenangan, keberuntungan). Prinsip keadilan dalam terminologi fikih adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan sesuatu hanya pada yang berhak serta memperlakukan sesuatu pada posisinya.
Implementasi keadilan dalam aktivitas ekonomi adalah berupa aturan prinsip interaksi maupun transaksi yang melarang adanya unsur riba, maisyir, gharar, dan haram. Hakikat kemaslahatan adalah segala bentuk kebaikan dan manfaat yang berdimensi integral duniawi dan ukhrawi, material dan spritual, serta individual dan sosial. Aktivitas ekonomi dipandang memenuhi maslahat jika memenuhi dua unsur, yakni ketaatan (halal) dan bermanfaat serta membawa kebaikan (thayyib) bagi semua aspek secara integral. Prinsip tolong menolong yang dimaksud yaitu dalam bermuamalah diharapkan kedua belah pihak dapat saling menolong untuk meraih keuntungan bersama.10
Riba merupakan salah satu rintangan dan sekaligus tantangan yang seringkali menggiurkan banyak orang untuk mendapatkan keuntungan. Islam melarang riba dengan segala bentuknya, karena bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam perorangan, maupun masyarakat, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Beberapa ayat berikut ini cukup memberikan gambaran tentang maksud, tujuan, dan hikmah pengharaman riba dalam sistem ekonomi Islam. Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 275 dan 278. Penghapusan riba dapat dimaknai sebagai penghapusan praktik ekonomi yang menimbulkan kezaliman atau ketidakadilan.
Jika Islam memerintahkan menegakkan keadilan, Islam juga melarang kezaliman.
Jika keadilan harus ditegakkan, maka implikasinya kezaliman harus dihapus.
Menurut Badri dan Sobari11 Riba juga berarti tumbuh dan membersar. Adapun dalam istilah teknis, riba berarti pemngmbilan tambahan dari harta pokok tanpa adanya kompensasi. Diantara definisi yang saya rasa cukup mewakili berbagai definisi yang ada ialah bahwa riba merupakan suatau akad atau transaksi atau barang tertentu yang ketika akad berlangsung, tidak diketahui kesamaannya menurut ukuran syariah atau dengan menunda penyerahan ketika barang yang menjadi objek akad atau salah satunya.
Menurut Havis Aravik12 Unsur kelebihan pembayaran dapat berlipat ganda, apabila hutang tidak dapat dibayar pada saat jatuh tempo, menurut ulama Hanafiyah, merupakan suatu kezaliman dalam muamalah. Kezaliman, bagaimanapun bentuknya, menurut mereka adalah haram. Setidaknya ada
10 (Mursal, 2015)
11 Annisa Eka Rahayu and Nunung Nurhayati, ‘Telaah Kritis Pemikiran Abdul Mannan Tentang Riba Dan Bunga Bank’, Islamic Banking : Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 6.1 (2020), 47–68 .
12 Rahayu and Nurhayati.
ISSN Print: 2654-5543
beberapa alasan mengenai pengharaman riba (a) Riba adalah mengambil harta orang lain tanpa nilai imbalan apa pun. Padahal, menurut Rasulullah SAW harta seseorang adalah seharam darahnya bagi orang lain. (b). Riba dilarang karena menghalangi manusia untuk terlibat dalam usaha yang aktif. (c). Kontrak riba adalah media yang digunakan orang untuk mengambil kelebihan dari modal.
Perbuatan ini haram dan bertentangan dengan keadilan dan persamaan. (d).
Kontrak riba memunculkan hubungan yang tegang di antara sesama manusia. (e).
Keharaman riba dibuktikan dengan ayat al-Qur‟an, dan seseorang tidak perlu tahu alasan pengharamannya. Karena tujuan syariah sendiri yaitu meginginkan setiap individu sejahtera menggunakan istilah mashlahah.
3.1 Praktik Penggunaan Transaksi Shopee Paylater
Dikutip dari laman Shopee, Shopee PayLater merupakan metode pembayaran di mana pembeli bisa membeli barang saat ini namun pembayaran menyusul. Fitur Shopee PayLater disediakan oleh PT Commerce Finance di aplikasi Shopee.
Dengan adanya Shopee PayLater maka pembeli bisa membeli barang terlebih dahulu dan membayar barang tersebut bulan berikutnya, atau dengan mencicil selama beberapa bulan. Dengan menggunakan Shopee PayLater maka nantinya pengguna bisa memilih periode cicilan.13
Pilihan periode cicilan yakni cicilan satu kali atau beli sekarang bayar nanti. Serta bisa pula memilih cicilan sebanyak tiga kali, enam kali atau 12 kali. Untuk cicilan 12 kali hanya bisa digunakan oleh penggguna yang terpilih. Dengan menggunakan Shopee PayLater maka nantinya akan dikenakan biaya penanganan sebesar satu persen per transaksi. Serta suku bunga minimal 2,95 persen dari total pembayaran.
Selain itu juga ada biaya keterlambatan sebesar lima persen per bulan dari total tagihan yang jatuh tempo (Nur Rohmi Aida).
Salah satu risiko yang bisa terjadi saat menggunakan fitur cicilan dari Shopee PayLater adalah keterlambatan dalam pembayaran tagihan. Jika hal yang terjadi, maka pengguna diharuskan untuk membayar bunga harian sesuai dengan besaran transaksi cicilan yang dilakukan. Jika pengguna memiliki tagihan yang belum dibayarkan, maka akun Shopee PayLater akan ditangguhkan sementara oleh pihak Shopee. Artinya, limit kredit yang masih tersedia tidak akan bisa digunakan untuk transaksi cicilan yang baru. Selain, transaksi cicilan yang besar juga akan dikenai denda dan bunga yang cukup besar jika tagihan tidak segera diselesaikan.14
Ketika menggunakan Shopee PayLater maka sebaiknya pengguna tidak terlambat melakukan pembayaran tagihan. Saat terlambat membayar tagihan Shopee PayLater maka dampaknya yakni: Dikenakan biaya keterlambatan sebesar 5
13https://finance.detik.com/moneter/d-5868978/kenali-shopee-paylater-syarat-dan-cara- aktifkannya. Diakses hari jumat 08 Juni 2022, pukul 09.37.
14 Fitria.
Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 4 No. 2, Juli 2022
persen per bulan dari seluruh total tagihan.15
Praktik penggunaan transaksi shopee paylater di kota Makassar berawal dari pengguna shopee yang ingin membeli suatu barang akan tetapi dana yang dimiliki belum cukup untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, setelah itu, jika pengguna akan bertransaksi dengan fitur shopee paylater, maka terlebih dahulu pengguna harus mendaftarkan diri sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak shopee shopee yakni berupa data pribadi pengguna baik dari nama lengkap, KTP, Kontak darurat, verifikasi wajah, serta nama yang tertera direkening, sesuai dengan yang ada di KTP.
Alasan pengguna shopee menggunakan transaksi shopee paylater dapat dilihat dari hasil wawancara, bahwa keseluruhan pengguna shopee paylater menggunakan fitur tersebut beragam alasan, beberapa pengguna ada yang untuk memenuhi kebutuhannya, proses transaksi yang cukup mudah, serta ada juga yang hanya ingin mencoba menggunakan fitur transaksi tersebut, beberapa pengguna shopee paylater, secara keseluruhan tidak ada yang mengetahui secara jelas syariat Islam dalam menggunakan fitur transaksi tersebut, para pengguna hanya sekedar mengetahui saja bahwa fitur tersebut boleh untuk digunakan, tanpa memikirkan unsur-unsur kemudharatan yang akan terjadi, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dalam arti luas, para pengguna belum memahami akan ketentuan transaksi tersebut yang disyariatkan dalam Islam.
Pada penelitian ini sebagaimana informasi yang peneliti dapatkan bahwa dari keseluruhan pengguna umumnya menggunakan shopee paylater tidak hanya sebatas ingin memenuhi kebutuhan, akan tetapi ada juga pengguna yang menggunakannya secara berlebihan, sehingga pengguna tersebut memiliki banyak pinjaman pada aplikasi tersebut, tidak hanya itu transaksi shopee paylater ini memiliki suku bunga yang telah ditentukkan oleh pihak Shopee. Ketika pinjaman melewati batas waktu yang telah ditetapkan bunga akan semakin bertambah. Hal ini merupakan suatu hal yang tidak sesuai dan bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam.
3.2 Transaksi Shopee Paylater dalam Tinjauan Ekonomi Islam
Manusia dalam kehidupannya tidak terlepas dengan namanya kegiatan transaksi jual beli. Bermacam-macam kegiatan ditemui baik dalam bentuk barang mentah maupun barang yang telah jadi. Praktik dalam kehidupan masyarakat biasanya pembeli memesan terlebih dahulu barang yang diinginkan.16 Terjalinnya
15 https://www.finansialku.com/wajib-tahu-9-daftar-aplikasi-paylater-yang-mudah- dan-praktis/. Diakses hari jumat 08 Juni 2022, pukul 09.49.
16 Muslimin, S., Hasriani, H., Zainab, Z., Ruslang, R., & Karno, K. (2021). Implementasi Akad Istishna dalam sistem penjualan Industri Mebel. Al-Azhar Journal of Islamic Economics, 3(2), 103-117.
ISSN Print: 2654-5543
hubungan sosial dalam masyarakat membentuk berbagai macam aturan yang sangat berkaitan inilah yang disebut dengan muamalat. Konsep muamalat memuat tentang aturan hukum akad, pernikahan, harta warisan dan hal-hal yang lain yang menyangkut hubungan sosial. Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat pelaku usaha bertransaksi dengan mudah walaupun dalam keadaan jarak jauh dan tanpa ada batasan waktu. Nyatanya dalam kehidupan sehari-hari produk atau barang dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan cepat dengan menggunakan media transportasi yang beragam.
Etika bisnis yang diterapkan sesuai dengan Islam dalam bisnis akan mendatangkan kemaslahatan bagi seller, perusahaan, dan pelanggan. Kepercayaan pelanggan sangat dibutuhkan, agar loyalitas tumbuh karena saling mengikat.
Shopee sebagai e-commerce terus meningkatkan kepercayaan pembeli dengan memberlakukan aturan ketat bagi seller yang menjual di Shopee. Aturan-aturan yang wajib dilaksanakan oleh seller membuat pelanggan semakin percaya dan yakin bahwa Shopee tempat yang aman belanja online.17
a. Prinsip Tauhid
Dalam konteks berusaha atau bekerja, ayat di atas dapat memberikan sprit kepada seseorang, bahwa segala bentuk usaha yang dilakukan manusia harus tetap bergantung kapada Allah. tauhid mengantar manusia dalam kegiatan ekonomi untuk meyakini bahwa kekayaan apapun yang dimiliki seseorang adalah milik Allah. Keyakinan atau pandangan hidup seperti ini, akan melahirkan aktivitas yang mimiliki akuntablitas ke-Tuhanan yang menempatkan perangkat syariah senagai parmeter korelasi antara aktivitas deangan prinsip syariah. Tauhid yang baik diharapkan akan membentuk integritas yang akan membantu terbentuknya good government.
Shopee PayLater yang dibuat oleh pihak Shopee memang memberikan kemudahan bagi para pengguna, namun di balik kemudahan terdapat pula mudharat yang ditimbulkan sehingga menyalahi aturan Allah. Allah telah mengatur muamalah antar manusia termasuk kaitannya dengan bisnis, harus sesuai dengan prinsip ekonomi Islam agar manusia semakin dekat dengan Allah dalam menjalankan bisnis.
b. Prinsip Keadilan
Implementasi keadilan dalam aktivitas ekonomi berupa aturan prinsip muamalah yang melarang adanya unsur riba, zalim, maysir, gharar, objek transaksi yang haram, semua jual beli yang berisi kezhaliman dari salah satu pihak atas yang lainnya maka jual belinya terlarang. Pada fakta yang terjadi sesuai dengan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa asas keadilan masih belum diterapkan pada transaksi
17 Mursal.
Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 4 No. 2, Juli 2022
tersebut sebab dari pihak yang memberi pinjaman dapat mengambil keuntungan karena terdapat denda bunga pada jumlah pokok pinjaman saat pembayaran cicilan melewati batas yang telah ditetapkan, tentunya hal ini merupakan bentuk dari kezhaliman, tentunya hal ini bertentangan dengan ekonomi Islam sebab tujuan dari pada ekonomi Islam itu sendiri bahwa manusia dalam bermuamalah harus memperhatikan norma sosial yang kokoh dalam masyarakat, keadilan yang menyeluruh, menjunjung tinggi nilai solidaritas, serta perintah dalam mencapai tujuan ekonomi harus sesuai dengan perintah Allah swt. Petunjuk lain yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. bahwa segala perbuatan yang menuju pada suatu tindakan yang mengandung riba tidak boleh ditoleransi. 18
Shopee Paylater pada dasarnya adalah produk layanan pinjaman yang disediakan oleh PT Commerce Finance serta pihak yang lain yang bekerja sama dengan PT Commerce Finance untuk memberikan pinjaman dan diawasi langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk penggunaan Shopee PayLater akan dikenakan biaya cicilan (suku bunga dan biaya lain) minimal 2,95% untuk program beli sekarang, bayar nanti yang diselesaikan dalam waktu 1 bulan dan cicilan yang diselesaikan dalam waktu 3,6 dan 12 bulan. Pilihan periode cicilan berbeda pada setiap pengguna dan dikenakan biaya penanganan sebesar 1% per transaksi.
Tunda bayar atau Paylater pada aplikasi Shopee ini merupakan layanan jasa yang memberikan pinjaman uang secara elektronik dan membantu konsumen dengan metode cicilan tanpa kartu kredit yang jatuhnya adalah utang piutang atau qard. Metode ini menggunakan talangan dari perusahan Shopee sendiri yang kemudian pengguna diharuskan membayar tagihannya di waktu yang telah ditentukan. Pada transaksi Shopee PayLater ini tentunya mengandung riba dikarenakan pada awal akad pihak Shopee telah menetapkan jumlah denda bagi para pengguna serta biaya penanganan saat menggunakan transaksi tersebut.
Menurut pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu al-Qayyim, Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin, dan Syaikh Shalih al-Fauzan menjatuhkan syarat waktu jatuh tempo pada utang piutang (qardh) itu boleh. Namun, jika utang itu memiliki syarat dengan penambahan atau denda setelah jatuh tempo maka hukumnya adalah riba dan termasuk kedalam riba Nasi’ah.19
Riba Nasi’ah yaitu tambahan pada harta sebagai kompensasi bertambahnya tempo pembayaran. Misalnya, jika seorang berutang sudah sampai melewati batasan jatuh tempo dan belum bisa melunasinya. Maka, ia akan dikenakan denda atau
18 Mursal.
19 Abdul Ghofur, ‘Konsep Riba Dalam Al-Qur’an’, Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 7.1 (2016), 1–26 <https://doi.org/10.21580/economica.2016.7.1.1030>.
ISSN Print: 2654-5543
tambahan nominal yang harus dibayarnya sebagai kompensasi penguluran waktu.20
c. Prinsip Tolong-menolong
Prinsip tolong-menolong yang dimaksud yaitu dalam bermuamalah diharapkan kedua belah pihak dapat saling menolong untuk meraih keuntungan bersama.
Pada dasarnya Shopee Paylater ini adalah fitur yang bermanfaat dan cukup menolong penggunann ya dalam memenuhi kebutuhan serta memudahkan penggunanya untuk bertransaksi disaat tidak memiiki uang dan fitur ini tidak mendorong pengguna untuk mengeluarkan pengeluaran berlebihan karena memiliki jumlah limit yang telah disediakan. Namun pada faktanya transaksi ini tidak hanya menolong akan tetapi menimbulkan kerugian tentunya hal tersebut tidak sesuai dengan asas tolong menolong karena didalamnya terdapat hal yang tidak sesuai dengan ekonomi Islam.
d. Prinsip Maslahat
Sesuatu dianggap maslahat apabila terpenuhi kebutuhan orang lain tanpa menimbulkan kerusakan. Apabila kemaslahatan dikatakan sebagai prinsip keuangan (ekonomi) maka semua kegiatannya harus memberikan kemaslahatan (kebaikan) bagi kehidupan manusia; perorangan, kelompok, dan komunitas yang lebih luas, termasuk lingkungan. Namun jika terjadi kemudharatan yang ditimbulkan dari kemaslahatan tersebut maka harus dihindari. Tidak boleh mengambil maslahat jika timbul kerusakan.21
Alasan pengguna Shopee menggunakan transaksi Shopee PayLater berdasarkan dari hasil wawancara, bahwa keseluruhan pengguna Shopee PayLater menggunakan fitur tersebut beragam alasan, beberapa pengguna ada yang beralasan untuk memenuhi kebutuhannya. Karena proses transaksi yang cukup mudah banyak yang tergiur untuk menggunakannya. Ada juga yang hanya ingin mencoba menggunakan fitur transaksi tersebut. Mencoba hal baru sangat digemari oleh kaum milenal saat ini, hal ini yang diangap tren sehingga menggunakan Shopee PayLater. Beberapa pengguna juga tidak mengetahui secara jelas hukum menggunakan Shopee PayLater, para pengguna hanya sekedar mengetahui saja bahwa fitur tersebut boleh untuk digunakan, tanpa memikirkan unsur-unsur kemudharatan yang akan terjadi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dalam arti luas, para pengguna belum memahami akan ketentuan transaksi tersebut menurut prinsip ekonomi Islam.
20 Ipandang and Andi Askar, ‘Konsep Riba Dalam Fiqih Dan Al-Qur’an: Studi Komparasi’, Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum Dan …, 19.2 (2020), 1080–90 <https://www.jurnal.iain-
bone.ac.id/index.php/ekspose/article/view/1143>.
21 Mursal.
Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 4 No. 2, Juli 2022
Tinjauan ekonomi Islam pada praktik penggunaan transaksi Shopee Paylater belum sesuai dengan kaidah syariah. Dalam praktik transaksi tersebut terdapat unsur yang tidak sesuai dengan asas-asas ekonomi Islam baik dari asas ketauhidan, keadilan dan maslahat. Pada praktik transaksi Shopee Paylater terdapat unsur riba.
Sementara ekonomi Islam sebagai bagian dari Islam dengan tegas mengharamkan segala bentuk transaksi riba, gharar, maisir, dan tindakan buruk lainnya. Shopee Paylater menarik keuntungan dari pinjaman pengguna dengan penerapan denda bunga saat jatuh tempo.
4. Penutup
Tinjauan ekonomi Islam pada praktik penggunaan transaksi shopee paylater belum sesuai dengan tuntutan syariah. Dalam praktik transaksi tersebut terdapat unsur yang tidak sesuai dengan asas-asas ekonomi Islam baik dari prinsip ketauhidan, keadilan, saling tolong menolong, dan maslahat. Pada praktik transaksi shopee paylater terjadinya kecurangan yang berujung pada kerugian, penentuan bunga di awal dan denda bunga ketika telat membayar merupakan bentuk kezaliman terhadap pengguna Shopee PayLater. Prinsip ekonomi Islam sebagai bagian dari Islam dengan tegas mengharamkan segala bentuk transaksi riba, gharar, maisir, dan tindakan buruk lainnya, karena akan merugikan orang lain. Transaksi Shopee PayLater terdapat unsur riba yang hanya menguntungkan pihak Shopee dengan keuntungan berlipat. Sekilas Shopee PayLater membantu konsumen untuk membeli barang yang diinginkan, namun faktanya merugikan karena adanya bungu dan denda bunga atas keterlambatan membayar. Menarik keuntungan dari pinjaman dengan menggunakan konsep bunga merupakan bentuk riba yang bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam.
Referensi
Aflaha, A. N., & Muslimin, S. (2020). Fenomena Hoax dalam Iklan di Media Sosial Perspektif Etika Bisnis Islam. Al-Azhar Journal of Islamic Economics, 2(2), 53-64.
Fitria, Iin Emy Prastiwi dan Tira Nur, ‘Konsep Paylater Online Shopping Dalam Pandangan Ekonomi Islam’, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7.1 (2021), 425.
Fuad, Raden Achmad, ‘Perspektif Ekonomi Islam Pada Jual Beli Online Yang Dilakukan Dosen Wanita’, Jurnal Ekonomi Islam, 7.2 (2014), 107–15.
Ghofur, Abdul, ‘Konsep Riba Dalam Al-Qur’an’, Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 7.1 (2016), 1–26.
Ipandang, and Andi Askar, ‘Konsep Riba Dalam Fiqih Dan Al-Qur’an: Studi Komparasi’, Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum Dan ekonomi. (2020), 80–90.
Maulida, Dian Maya, ‘Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Sikap Konsumerisme Akibat
ISSN Print: 2654-5543
Metode Pembayaran Tunda Bayar (PayLater)’, Jurnal Transformatif, 5.2 (2021), 131–44.
Muslimin, S., Hasriani, H., Zainab, Z., Ruslang, R., & Karno, K. (2021).
Implementasi Akad Istishna dalam sistem penjualan Industri Mebel. Al-Azhar Journal of Islamic Economics, 3(2), 103-117.
Mursal, ‘Implementasi Prinsip-Prinsip Ekonomi Syariah: Alternatif Mewujudkan Kesejahteraan Berkeadilan’, Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 1.1 (2015), 75–
84.
Mursal, Suhadi Dan Suhadi, ‘Implementasi Prinsip Islam Dalam Aktivitas Ekonomi:
Alternatif Mewujudkan Keseimbangan Hidup’, Jurnal Penelitian, 9.1 (2015), 67–92.
Rahayu, Annisa Eka, and Nunung Nurhayati, ‘Telaah Kritis Pemikiran Abdul Mannan Tentang Riba Dan Bunga Bank’, Islamic Banking : Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 6.1 (2020), 47–68.
Ruslang, Ruslang, Muslimin Kara, and Abdul Wahab, ‘Etika Bisnis E-Commerce Shopee Berdasarkan Maqashid Syariah Dalam Mewujudkan Keberlangsungan Bisnis’, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6.3 (2020), 665.
Wafa, Ah Khairul, ‘Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Shopeepay Later’, Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4.1 (2020), 16–30
Wandi, Dkk, ‘Tinjauan Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Dalam Praktik Memasarkan Ikan Asin’, Jurnal Ekonomi Syariah, 5.1 (2022), 131–39