1. Apa saja manfaat obat zink terhadap diare akut?
Zinc berfungsi dalam kekebalan tubuh sebagai second messenger dalam transduksi sinyal, imunitas sel serta imunitas nutrisional. Zinc juga berperan penting dalam mengurangi risiko serta Tingkat keparahan penyakit diare. Dari beberapa penelitian didapatkan bahwa efek pemberian suplementasi terapi zinc dapat menurunkan
lamanya diare, keluaran feses dan frekuensi tinja. Pemberian suplemen zinc sebanyak 20 mg per hari pada pemberantasan diare anak kurang dari 5 tahun dan 10 mg per hari untuk bayi kurang dari 6 bulan selama 10-14 hari. Efek menguntungkan dari
pemberian zinc pada diare yaitu dapat mempercepat regenerasi lapisan epitel usus, meningkatkan penyerapan air dan elektrolit dalam usus, meningkatkan kadar enzim enterocyte brush-border serta meningkatkan respon imun yang dapat mempercepat pembersihan patogen dari usus.
2. Kapan dikasih antibiotik pada pasien diare akut ?
Terapi antibiotik sebaiknya diberikan pada kasus diare akut infeksi seperti kolera, shigellosis, tifoid, paratifoid, disentri dari kampilobakteriosis dan salmonellosis nontyphoidal.
Sedangkan, untuk diare non infeksi sebaiknya tidak menggunakan terapi antibiotic erapi antibiotik secara tidak tepat dapat berdampak pada toksisitas, efek samping yang meningkat, dan biaya pengobatan yang juga meningkat
3. Pada kasus Diare tanpa dehidrasi dengan keluhan lain batuk dan demam, apakah memiliki indikasi rawat inap ?
Kasus ini sangat banyak sekali terjadi di IGD, Dimana orang tua yg panik dengan kondisi BAB anaknya memaksa DR utk rawat inap walaupun masih blm ada tanda2 dehidrasi, akan tetapi kita bisa mempertimbangkan adanya penyulit yaitu Demam dan batuk yang dapat
menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak serta factor pengeluaran cairan/dehidrasi pada anak-anak sehingga dapat menimbulkan dehidrasi yang cepat menjadi ringan-sedang, bahkan pada kasus Bayi dehidrasinnya dlm beberapa jam saja bisa berubah menjadi berat