3. MENYUSUN BAGIAN METODE
PENELITIAN KUALITATIF
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada bagian ini, peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan.
Selain itu, juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berpikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya;
1. Studi Kasus 2. Studi Etnografi
3. Studi Membumi (grounded research) 4. Studi Fenomenalogi
5. Studi Riwayat Hidup
Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian kualitatif yang digunakannya.
Orientasi Teoritik Dalam Penelitian Kualitatif
Menurut Cresswell (2002) dan Denzin dan Lincon (1994), terdapat setidaknya terdapat lima strategi orientasi teoritik dalam penelitian kualitatif dengan cirinya masing-masing.
1. Studi Kasus 2. Studi Etnografi
3. Studi Membumi (grounded research) 4. Studi Fenomenalogi
5. Studi Riwayat Hidup
Studi Kasus
• Studi kasus berada di level mikro dan melibatkan berbagai metode seperti pengamatan, wawancara mendalam dan kajian dokumen.
• Menurut Stake (1994), Terdapat tiga jenis studi kasus yakni:
1. Studi kasus instrinsik (studi untuk mendapatkan pemahaman tentang suatu kasus khusus);
2. Studi kasus instrumental (kajian atas suatu kasus khusus untuk memperoleh wawasan demi penyempurnaan suatu teori);
3. Studi kasus kolektif (kajian atas sejumlah kasus yang serupa atau saling berbeda
secara bersama-sama untuk mempelajari suatu gejala, populasi, atau kondisi
umum).
Etnografi
• Etnografi adalah penggambaran tentang suatu etnis tertentu pada ruang dan masa tertentu, atau dalam arti lebih luas studi tentang suatu kebudayaan.
• Biasanya dilakukan dengan wawancara berpartisipasi.
• Dikembangkan dalam Ilmu Antropologi
Studi Membumi (grounded research)
• Studi yang bertujuan membangun teori berdasar data.
• Peneliti datang ke tengah masyarakat, mengumpulkan data empiris sebanyak mungkin,
dan memanfaatkan data itu untuk membangun teori.
Studi Fenomenologi
• Studi untuk mendeskripsikan makna dari pengalaman hidup sejumlah orang yang terkait dengan suatu konsep atau fenomena.
• Fenomenologi memberikan eksplorasi atas struktur kesadaran dalam pengalaman
manusia.
Studi Riwayat Hidup
• Studi tentang satu individu dan pengalamannya baik melalui penuturannya maupun melalui dokumen dan bukti materal.
• Dengan itu, strategi ini dapat menjelaskan momen penting dalam kehidupan seseorang, dan dengan itu gejala sosial yang lebih makro bisa dipahami.
• Terdiri dari studi biografi, autobiografi, life history dan oral history.
• Peranan Peneliti :
Cara mengelola peran sebagai peneliti yang cocok baginya agar dapat melakukan proses penelitian di lapangan dengan baik.
Diuraikan bagaimana cara peneliti masuk kedalam masyarakat,
hubungan timbal balik peneliti dengan masyarakat, dan
etika penelitian.
B. Kehadiran Peneliti
Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpul data.
Instrument selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen.
Kehadiran peneliti harus dilukiskan secara eksplisit dalam proposal penelitian.
Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh.
Perlu pula disebutkan apakah kehaidran peneliti diketahui statusnya sebagai orang luar (peneliti outsider) atau merupakan bagian dari anggota masyarakat yang akan diteliti.
C. Lokasi Penelitian
Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi peneltiain serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tertentu.
Lokasi hendaknya diuruaikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik, struktur organisasi, program dan suasana sehari-hari.
Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih.
Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru.
Peneltiti kurang tepat jika mengutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerjadi situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang informan kunci.
• Menentukan Sampel penelitian:
Dapat berupa hal, peristiwa, manusia, atau situasi yang diamati.
Sampel dipilih secara sengaja.
Bila sampelnya orang, digunakan snowball-sampling dan memperhatikan teknik triangulasi.
D. Sumber Data
Pada bagian ini diuraikan tentang jenis data, sumber data, teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai.
Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana cirri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin.
Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling).
Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan generalisasi.
E. Prosedur Pengumpulan Data
Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrument. Berbeda dengan penelitian kuantitatif dimana data yang akan diperoleh lebih tergantung kepada daftar pertanyaan yang telah dirancang dan dibatasi sedemikian rupa dan daftar pertanyaan tersebut bisa saja disampaikan ke responden melalui kurir, post atau telefon.
Dalam penelitian kualitatif kepiawaian seorang peneliti lapangan lah yang menentukan keberhasilan proses pengumpulan data.
Sejalan dengan pandangan human-as-instrument ini, metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif merupakan perpanjangan dari kegiatan yang lazim dilakukan manusia dalam kesehariannya seperti membaca, melihat, mendengar, berbicara, dst.
Dalam Bahasa metodologis, kegiatan seperti ini disebut observasi dan interview.
Kedua jenis metode pengumpulan data ini merupakan aktifitas utama yang pada umumnya dilakukan seorang peneliti dalam proses pengumpulan data kualitatif.