• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sustainability Accounting

N/A
N/A
Fatimah Ayya

Academic year: 2023

Membagikan "Sustainability Accounting"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Sustainability Accounting

Pertemuan 5 dan 6

Ratih Qadarti Anjilni, S.E., M.Ak

(2)

STANDAR CSR

- Pertemuan 5 dan 6 -

(3)

Agenda

Pembahasan

ISO 26000

01

• Pengertian, sejarah, isi, manfaat, prinsip

• Implementasi ISO 26000

SA 8000

02

• Pengertian, Kriteria standar.

• Implementasi SA 8000

03 GRI

• Isi standar secara umum

• Implementasi GRI

OECD

04

• Pengertian, isi kerangka

• Implementasi OECD sebagai panduan

(4)

Standar ISO 26000 adalah panduan dan standarisasi internasional mengenai tanggung jawab sosial atau Guidance Standard on Social Responsibility.

Standar Internasional ini berupa panduan bagi perusahaan dalam merencanakan, melaksanakan, monitoring dan evaluasi program Social Responsibility (SR) maupun Corporate Social Responsibility (CSR).

Pengertian Standar

ISO 26000

(5)

Sejarah penyusunan Standar ISO 26000

2001 2002 2004 2004 2005 2010

Bermula dari permintaan badan ISO kepada ISO on Consumer Policy

(COPOLCO) merundingkan penyusunan standar Corporate

Social Responsibility Permintaan penyusunan

Januari 2005 dilakukan voting, hasilnya adalah : 29 negara menyatakan setuju, sedangkan 4 negara tidak

setuju.

Voting Juni 2004 diadakan pre-

conference dan conference bagi negara-negara berkembang

Sosialisasi

Oktober 2004, New York Item Proposal atau NYIP diedarkan

kepada seluruh negara anggota.

Sosialisasi

Badan ISO mengadopsi laporan COPOLCO mengenai

pembentukan “Strategic Advisory Group on Social Responsibility”.

Mengadopsi

Terjadi perubahan didalam penyusunan dari CSR atau Corporate Social Responsibility menjadi SR

atau Social Responsibility saja.

Edisi terbaru standar ini adalah per tahun 2010 yaitu ISO 26000:2010 Guidance on social responsibility.

Revisi

(6)

Apakah penerapan Standar ISO 26000 wajib?

Undang undang tentang CSR di Indonesia

Pemerintah indonesia mengeluarkan peraturan pemerintah mengenai CSR melalui UU Perseroan Terbatas (UUPT) pasal 74.

UU ini mewajibkan bagi perusahaan, kelembagaan maupun institusi untuk melaksanakan program CSR.

Bukan untuk Sertifikasi

Standar ISO, 26000 tidak memiliki persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sehingga tidak dapat digunakan untuk sertifikasi

Catatan!

Panduan

Bahwa ISO 26000 ini hanya memuat panduan (guidelines) saja dan bukan pemenuhan terhadap persyaratan,

karena standar ini tidak dirancang sebagai standar sistem manajemen dan tidak digunakan sebagai standar

sertifikasi sebagaimana standar ISO lainnya

Sukarela

ISO 26000 adalah standar pedoman yang bersifat sukarela,

mengenai tanggung tanggung jawab sosial suatu institusi yang

mencakup semua sektor badan publik ataupun badan privat baik

di negara berkembang maupun negara maju.

(7)

Prinsip Dasar Social Responsibility Menurut ISO 26000

Kepatuhan kepada Hukum Panduan ini mensyaratkan organisasi harus taat hukum dari mulai pendirian, operasional sampai kepada laporan

Akuntabilitas ISO 26000 mensyaratkan tata kelola organisasi dilakukan dengan komiten dan tanggungjawab, kejujuran, efisiensi dan kebijaksanaan tertinggi.

Transparansi ISO 26000 mensyaratkan keterbukaan aksess bagi seluruh masyarakat terhadap semua informasi terkait pelaksanaan CSR.

Menghormati Instrumen/Badan Internasional Dalam rangka menciptakan sinergitas secara

global

Menghormati Dasar-dasar HAM

Praktek operasi yang fair , Praktik ketenagakerjaan, Isu-isu konsumen, Keterlibatan dan pengembangan masyarakat merupakan bentuk dari ISO 26000 sangat menghormati dasar-dasar HAM

.

Perilaku yang beretika

Perilaku yang beretika termuat dalam 7 subjek inti ISO 26000

Isi mengenai Praktek operasi yang fair (fair operating practices), bahwa kepentingan stakeholder juga dilindungi dalam ISO 26000 Menghormati Stakeholder dan Kepentingannya

Melakukan Tindakan Pencegahan Penerapan Akuntabilitas dan Transparansi setidaknya menjadikan organisasi terlindungi

dari berbagai ancaman

(8)

Subjek Inti ISO 26000

Praktek operasi yang fair (fair operating practices)

Lingkungan hidup (the environment)

Isu-isu konsumen (consumer issues)

Pengembangan Masyarakat (community involvement dan development)

Hak asasi manusia (human rights)

Praktek ketenagakerjaan (labour practices)

Tata kelola perusahaan (organizational governance)

(9)

Manfaat Penerapan Panduan ISO 26000

01

Hubungan dengan Stakeholder

Peningkatan hubungan perusahaan dengan masyarakat, pemerintah, investor, supplier, konsumen dan stakeholders lainnya

02

Daya Saing

Peningkatan daya saing dan reputasi

03

Stakeholder Internal

Peningkatan moral, komitmen dan produktivitas karyawan

(10)

Implementasi ISO 26000 Dan Pelaporan Serta Pengungkapan

Berdasarkan GRI (Studi Kasus Pada PT. Indah Kiat Pulp and Paper, Tbk)

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20309132-T31454-Implementasi%20iso.pdf

(11)

SA 8000

SA8000 adalah standar sertifikasi yang dapat diaudit yang mendorong organisasi untuk mengembangkan, memelihara, dan menerapkan praktik yang dapat diterima secara sosial di tempat kerja. Kriteria SA8000 dikembangkan dari berbagai industri dan kode perusahaan untuk menciptakan standar umum untuk kepatuhan kesejahteraan sosial.

SA8000 didasarkan pada prinsip-prinsip norma

HAM internasional seperti yang dijelaskan dalam konvensi Organiasai

Perburuhan Internasional, Konvensi PBB tentang Hak Anak dan

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Ini mengukur kinerja

perusahaan di delapan bidang penting untuk akuntabilitas sosial di

tempat kerja: pekerja anak, kerja paksa, kesehatan dan keselamatan,

asosiasi bebas dan perundingan bersama, diskriminasi, praktik disiplin,

jam kerja dan kompensasi

(12)

Kriteria Kinerja

Pekerja Anak

Kebebasan Berserikat dan

Hak untuk Berunding Bersama Kerja Paksa

& Wajib

Kesehatan &

Keselamatan

Tidak ada dukungan untuk kerja paksa atau kerja wajib; tidak ada

pemotongan gaji,

tunjangan, properti atau dokumen untuk memaksa personel untuk terus

bekerja; personil bebas untuk memutuskan hubungan kerja mereka;

dan tidak ada gunanya atau dukungan untuk perdagangan manusia.

Menghormati hak untuk membentuk dan bergabung dengan serikat pekerja dan

berunding secara kolektif. Semua personel bebas untuk:

mengorganisir serikat pekerja pilihan mereka; dan tawar-menawar secara kolektif dengan majikan mereka.

Menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat;

mencegah potensi kecelakaan kerja;

menunjuk manajer senior untuk

memastikan K3;

Tidak ada penggunaan atau dukungan pekerja anak; kebijakan dan prosedur tertulis untuk remediasi anak-anak yang ditemukan bekerja dalam situasi,

memberikan dukungan keuangan dan dukungan lain yang memadai untuk memungkinkan anak- anak tersebut bersekolah

; dan mempekerjakan pekerja muda bersyarat.

Kepatuhan Delapan Kriteria Kinerja Menurut Social Accountability International

(13)

Kriteria Kinerja

Diskriminasi

Remunerasi Praktik Disiplin

Jam Kerja

Perlakukan semua personel dengan bermartabat dan hormat; tidak ada toleransi terhadap hukuman fisik, kekerasan mental atau fisik terhadap personel; tidak ada perlakuan kasar atau tidak manusiawi..

Menghormati hak personel atas upah layak; semua

pekerja membayar setidaknya upah minimum yang sah;

upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar &

memberikan penghasilan tambahan;

pemotongan bukan untuk tujuan disiplin, Kepatuhan terhadap

hukum & standar industri; minggu kerja normal, tidak

termasuk lembur, tidak boleh melebihi 48 jam; 1 hari libur setelah setiap 6 hari kerja berturut-turut, dengan beberapa pengecualian; lembur bersifat sukarela, tidak teratur, tidak lebih dari 12 jam per minggu;

Tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, asal kebangsaan atau sosial, kasta, kelahiran,

agama, kecacatan, jenis kelamin, orientasi

seksual, keanggotaan serikat, pendapat politik dan usia. Tidak ada diskriminasi dalam perekrutan, remunerasi, akses ke pelatihan, promosi, pemutusan hubungan kerja, dan pensiun

Kepatuhan Delapan Kriteria Kinerja Menurut Social Accountability International

(14)

Sertifikasi diberikan oleh lembaga sertifikasi independen yang diakreditasi dan diawasi oleh Social Accountability Accreditation Services (SAAS). Ada 23 lembaga sertifikasi terakreditasi di seluruh dunia. Statistik dilaporkan setiap tiga bulan dan diposting di situs web SAAS. Per 30 Juni 2013, terdapat 3.231 fasilitas bersertifikat, mempekerjakan total 1.862.936 pekerja, di 72 negara dan 65 sektor industri.

[6]

.

Sertifikasi SA 8000

(15)

IMPLIKASI PENERAPAN STANDAR SOCIAL ACCOUNTABILITY 8000 TERHADAP PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN

PEKERJA

..\Documents\KMK SUSTAINABILITY ACCOUNTING\REFERENSI\REF SA

8000.pdf

(16)

Apa itu GRI?

Global Reporting Initiative (GRI) adalah sebuah organisasi standar internasional yang independen. GRI selain membantu para pebisnis juga membantu pemerintah dan organisasi lain untuk mengerti dan mengkomunikasikan dampak bisnisnya dalam isu perubahan iklim, hak asasi manusia, juga korupsi.

Bahasa bersama

Standar GRI menciptakan satu bahasa yang sama untuk organisasi dan para

pemangku kepentingan, sehingga dampak ekonomi,

lingkungan, dan sosial dari organisasi-organisasi itu dapat dikomunikasikan dan

dipahami

Sustainability Reporting

merupakan praktik pelaporan organisasi

secara terbuka mengenai dampak ekonomi, lingkungan, dan/atau sosialnya, dan karena itu juga termasuk

kontribusinya positif atau negatif terhadap

tujuan pembangunan berkelanjutan

Tujuan

Standar ini dirancang untuk meningkatkan

komparabilitas

(keterbandingan) global dan kualitas informasi tentang

dampak ini, sehingga memungkinkan transparansi dan akuntabilitas organisasi

yang lebih besar.

(17)

Dalam penyusunan laporan berkelanjutan sesuai standar GRI, terdapat dua pilihan metode yaitu Comprehensive dan Core bergantung pada sejauh mana pengungkapan yang tercakup dalam laporan.

Jika memilih metode comprehensive maka semua yang

dipersyaratkan dalam pengungkapan umum (General Disclousure) (GRI 102) dan semua topik spesifik yang material bagi organisasi, misal yang material Energi (GRI 302) maka semua topik spesifik yang ada dalam Energi mulai dari GRI 302-1 Sampai dengan GRI 302-5 harus dilaporkan.

Jika menggunakan metode Core / Inti, maka yang dlaporkan

hanya yang berlabel Core dalam pengungkapan umum (General

Disclousure) (GRI 102) dan memilih topik spesifik dalam topik

yang material bagi organisasi, misal yang material Energi (GRI

302) maka organisasi dapat memilih hanya melaporkan GRI 302-2

saja.

(18)

GRI 418: Privasi Pelanggan (Customer Privacy) 2016 GRI 101: Landasan (Foundation) 2016

GRI 102: Pengungkapan Umum (General Disclosures) 2016 GRI 103: Pendekatan Manajemen (Management Approach) 2016 GRI 201: Kinerja Ekonomi (Economic Performance) 2016

GRI 202: Keberadaan Pasar (Market Presence) 2016

GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak Langsung (Indirect Economic Impacts) 2016

GRI 204: Praktik Pengadaan (Procurement Practices) 2016 GRI 205: Anti-korupsi (Anti-corruption) 2016

GRI 206: Perilaku Anti-persaingan (Anti-competitive Behavior) 2016 GRI 207: Pajak (Tax) 2019

GRI 301: Material (Materials) 2016 GRI 302: Energi (Energy) 2016

GRI 303: Air dan Efluen (Water and Effluents) 2018

GRI 304: Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) 2016 GRI 305: Emisi (Emissions) 2016

GRI 306: Air Limbah (efluen) dan Limbah (Effluents and Waste) 2016 GRI 306: Limbah (Waste) 2020

GRI 307: Kepatuhan Lingkungan (Environmental Compliance) 2016

GRI 308: Penilaian Lingkungan Pemasok (Supplier Environmental Assessment) 2016 GRI 401: Kepegawaian (Employment) 2016

GRI 402: Hubungan Tenaga Kerja/Manajemen (Labor/Management Relations) 2016 GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Occupational Health and Safety) 2018 GRI 404: Pelatihan dan Pendidikan (Training and Education) 2016

GRI 405: Keanekaragaman dan Kesempatan Setara (Diversity and Equal Opportunity) 2016 GRI 406: Non-diskriminasi (Non-discrimination) 2016

GRI 407: Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif (Freedom of Association and Collective Bargaining) 2016 GRI 408: Pekerja Anak (Child Labor) 2016

GRI 409: Kerja Paksa atau Wajib Kerja (Forced or Compulsory Labor) 2016

(19)

GRI 410: Praktik Keamanan (Security Practices) 2016

GRI 411: Hak-Hak Masyarakat Adat (Rights of Indigenous Peoples) 2016 GRI 412: Penilaian Hak Asasi Manusia (Human Rights Assessment) 2016 GRI 413: Masyarakat Lokal (Local Communities) 2016

GRI 414: Penilaian Sosial Pemasok (Supplier Social Assessment) 2016 GRI 415: Kebijakan Publik (Public Policy) 2016

GRI 416: Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan (Customer Health Safety) 2016 GRI 417: Pemasaran dan Pelabelan (Marketing and Labeling) 2016

GRI 419: Kepatuhan Sosial Ekonomi (Socioeconomic Compliance) 2016

(20)

ANALISIS PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVES (GRI): STUDI KASUS

PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (Persero) TBK DAN TIMAH (Persero) TBK

1013-Article Text-2237-1-10-20160517.pdf

(21)

OECD, Apa itu?

Organisation for Economic Co-operation and Development

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi , OECD adalah organisasi ekonomi interna -sional yang secara teratur menerbitkan laporan yang menganalisis dan membandingkan kebijakan

ekonomi negara-negara anggotanya.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi OECD didirikan pada 1961 . Tahun Berdiri

Untuk merangsang

pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dunia.

Tujuan

Markas OECD berada di Château de la Muette di Paris, Perancis.

Kantor Pusat

merupakan sebuah organisasi internasional dengan tiga puluh negara yang menerima

prinsip demokrasi

perwakilan dan ekonomi pasar bebas. .

Prinsip

(22)

Kerangka Kerja Panduan OECD Dunia

Pasar Keuangan, Asuransi dan Pension, Investasi, Perpajakan Keuangan

Perikanan, Energi, Lingkungan Hidup, Kesinambungan Pembangunan

Kelestarian

Pendidikan, Ketenaga Kerjaan, Masalah Kesejahteraan Masyarakat, KesehatanMigrasi

Kemasyarakatan Daya Saing, Pertanian, Pertumbuhan

ekonomi, Perusahaan Industri dan Servis Kewilayahan, Pembangunan perdesaan dan perkotaan Ekonomi

Masalah-2 Pembangunan Pembangunan

Lembaga Pemerintah, Pemberantasan Korupsi, Manajemen Perlayanan Publik, Reformasi peraturan Pemerintahan

Bioteknologi, Teknologi Informasi dan komunikasiI, lmu pengetahuan dan inovasi

Pembaruan

(23)

Panduan OECD Untuk Perusahaan Multinasional

BAB I Konsep dan Prinsip

Panduan ini berlaku untuk semua sektor ekonomi dan untuk semua operasional global dari perusahaan yang bekerja dalam atau untuk OECD beserta negara negara pesertanya.

BAB II Kebijakan Umum

Perusahaan harus beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan-peraturan domestik, dan perilakunya memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

BAB III Pengungkapan

Perusahaan harus mengungkapkan segala material yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitasnya, struktur,

performa keuangan dan non-keuangan (misalnya sosial dan lingkungan hidup), kepemilikan dan pelaksanaan.

BAB IV Hak Asasi Manusia

Perusahaan harus menghormati hak asasi manusia, baik dalam praktek dan melalui komitmen kebijakan.

OECD

Panduan ini terdiri dari standar dan prinsip sukarela, tapi

negara yang menganut Panduan terikat pada komitmen

pelaksanaannya.

(24)

O E D C

Perusahaan tidak boleh menawarkan atau menerima suap, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Perusahaan harus memiliki etika yang tepat dan program yang sesuai serta kendali internal yang ditempatkan untuk mencegah dan mendeteksi suap.

BAB VII Suap Dan Korupsi

Perusahaan harus menjalankan

pemasaran yang adil dan mengamalkan iklan; memastikan kualitas dan

ketahanan produk serta layanan dengan informasi yang akurat dan dapat

diverifikasi, sehingga pelanggan dapat membuat keputusan dengan jelas.

BAB VIII Minat Pelanggan

Perusahaan harus menghormati standar dasar hak pekerja dan menyediakan kondisi kerja yang layak serta upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja dan keluarganya.

BAB V Ketenagakerjaan &

Hubungan Industri

Perusahaan harus mengidentifikasi, mencegah, dan memitigasi dampak yang berbahaya bagi lingkungan, kesehatan masyarakat dan keamanan.

BAB VI Lingkungan Hidup

Panduan OECD Untuk Perusahaan Multinasional

(25)

Perusahaan harus berkontribusi terhadap perkembangan kapasitas inovatif lokal dan nasional melalui transfer teknologi, penganugrahan hak kekayaan intelektual dan mempekerjakan staf lokal.

BAB IX Ilmu Pengetahuan & Teknologi

Perusahaan harus patuh pada hukum dan regulasi kompetisi, serta tidak terlibat dalam perilaku anti-kompetisi.

BAB X Kompetisi

Perusahaan harus berkontribusi pada keuangan publik negara domisili melalui pembayaran pajak yang tepat waktu yang disertai dengan berkas dan loyalitas pada hukum dan regulasi pajak. Perusahaan harus menghindar dari pemindahan laba atau rugi untuk mengurangi beban pajaknya

BAB XI Pajak

OECD IPTEK

Kompetisi

Pajak

(26)

THANK YOU

Referensi: Modul Sustainability Accounting

Universitas Pamulang

Referensi

Dokumen terkait