• Tidak ada hasil yang ditemukan

pertemuan-ke-3.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pertemuan-ke-3.docx"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Jenis-jenis penelitian, metode penelitian vs. metodologi penelitian 1. Jenis – jenis penelitian

Sebelum memulai penelitian skripsi ada baiknya kamu memikirkan terlebih dahulu jenis metode apa yang nantinya akan digunakan.

Sebab dengan mengetahui jenis metode apa yang akan digunakan, itu juga akan memudahkan kamu dalam menyusun sehingga bisa mendapatkan hasil yang baik.

Supaya bisa lebih paham tentang jenis metode penelitian skripsi, silahkan simak materi lengkapnya dibawah ini.

Jenis Penelitian Skripsi yang Wajib Diketahui Mahasiswa 1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah jenis metode penelitian yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis secara detail. Dalam pelaksanaannya, metode ini sifatnya subjektif dimana proses penelitian lebih diperllihatkan dan cenderung lebih fokus pada teori. Metode ini kerap disebut dengan metode etnografi karena sangat jamak dipakai untuk melakukan pengamatan kondisi sosial budaya.

Penelitian kualitatif ini juga dibagi-bagi berdasarkan jenis-jenis penelitian lagi, di antaranya sebagai berikut.

a. Fenomenologi. Penelitian fenomenologi ini artinya peneliti yang melakukan penelitian akan melakukan pengumpulan data melalui observasi partisipan untuk dapat mengetahui fenomena esensial partisipan apa yang ada di dalam hidupnya atau sepanjang pengalaman hidupnya.

b. Penelitian Grounded Theory. Jenis penelitian selanjutnya adalah penelitian grounded theory yang mana peneliti dapat menggeneralisasi apa saja yang ia amati atau ia analisis secara induktif. Teori abstrak mengenai proses, tindakan, atau interaksi dapat dilakukan dan didapat berdasarkan pandangan partisipan yang diteliti.

c. Penelitian Etnografi. Di dalam jenis-jenis penelitian etnografi, peneliti akan melakukan studi terhadap budaya suatu kelompok dalam kondisi yang alamiah dan dilakukan melalui proses observasi dan atau wawancara.

d. Penelitian Studi Kasus. Penelitian studi kasus di dalam jenis-jenis penelitian kualitatif ini akan mengenal lebih dalam atau memahami secara mendalam mengenai alasan suatu fenomena atau kasus tersebut bisa terjadi. Kemudian dari situ akan dikembangkan menjadi riset selanjutnya. Jenis penelitian ini nantinya akan dijadikan bahan untuk menguji hipotesis.

e. Penelitian Narrative Research. Pada penelitian ini, peneliti akan melakukan sebuah studi terhadap seseorang individu atau lebih untuk dapat mendapatkan data

(2)

mengenai sejarah perjalanan kehidupannya yang kemudian disusun menjadi laporan naratif yang kronologis.

Biasanya, penelitian ini mengangkat pola mengenai bagaimana situasi atau kondisi tersebut bisa terjadi dan bagaimana upaya untuk menjaga atau memperbaiki situasi yang terjadi tersebut dengan data yang valid dan disusun secara ilmiah.

2. Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah jenis metode penelitian yang dilakukan secara sistematis, terstruktur dan terperinci. Dalam pelaksanaannya, metode riset ini fokus pada penggunaan angka, tabel, grafik dan diagram untuk menampilkan hasil data.

Tujuan dilakukannya jenis-jenis penelitian kuantitatif ini adalah agar peneliti dapat menguji dan membuktikan hipotesis yang telah dibuat atau ditetapkan. Sama halnya seperti penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif juga dibagi menjadi beberapa jenis-jenis penelitian.

a. Metode Survei. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode penelitian survei yang artinya metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan suatu data yang terjadi, baik pada masa lampau atau saat ini mengenai keyakinan, pendapat, karakteristik, dan hubungan variabel yang dapat digunakan untuk menguji beberapa hipotesis.

Biasanya, hipotesis yang diuji bisa berupa variabel sosiologis dan atau psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu.Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui pengamatan yang diambil dari wawancara atau kuesioner dan dari hasil penelitian yang cenderung digeneralisasikan.

b. Metode Eksperimen. Jenis-jenis penelitian di dalam penelitian kuantitatif selanjutnya adalah metode eksperimen. Di dalam metode eksperimen, metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen yang berupa treatment atau perlakuan terhadap hasil atau variabel dependen dan kondisi yang tak terkendalikan.

Agar kondisi hasil atau variabel dependen dapat dikendalikan, maka di dalam penelitian eksperimen bisa menggunakan kelompok kontrol. Salah satu cara yang sering dilakukan pada metode eksperimen ini adalah melakukan penelitian di laboratorium.

3. Penelitian Survei

Penelitian survei adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk meneliti dan memecahkan masalah-masalah pendidikan, biasanya hasil riset ini dalam bentuk opini atau pendapat dari orang lain berdasarkan objek yang sedang di amati. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk mengumpulkan informasi tentang variabel dan sekolompok obyek (populasi). Survei dengan cakupan yang luas biasanya disebut sensus, sedangkan survei yang mempelajari beberapa populasi dinamakan sampel.

(3)

4. Penelitian Kausal-Komparatif

Penelitian kausal-komparatif atau disebut juga ekspos facto adalah metode riset yang digunakan untuk meneliti hubungan sebab-akibat dari suatu peristiwa. Hasil dari keterkaitan sebab-akibat inilah yang bisa dijadikan indikator dalam proses riset.

5. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah jenis metode penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang terjadi pada masa sekarang ini. Metode penelitian deskriptif ini hanya memusatkan perhatiannya pada masalah aktual. Melalui penelitian deskriptif, peneliti akan berusaha mendeskripsikan peristiwa/ kejadian yang sedang berlangsung, dengan catatan tidak ikut campur atau memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Adapun variabel yang diteliti dalam penelitian jenis ini, bisa bervariasi ataupun tunggal, tergantung objek yang akan dikaji.

Ciri-ciri penelitian deskriptif ini di antaranya adalah memiliki metode penelitian yang berupa mendeskripsikan suatu variabel, memiliki hubungan sebab-akibat, hasil penelitiannya disajikan sesuai data, kemudian data tersebut dapat dikumpulkan pada periode tertentu, dan penelitian memiliki wilayah yang fleksibel atau bisa dilakukan di manapun.

Sementara itu, jenis-jenis penelitian deskriptif ini memiliki kriteria tersendiri yang membedakan dengan jenis-jenis penelitian yang lain. Kriteria tersebut di antaranya adalah di bawah ini.

a. Jenis masalah yang dirumuskan harus layak.

b. Tujuan dilakukannya penelitian tidak boleh terlalu luas, harus benar-benar terfokus.

c. Data yang disajikan di dalam penelitian merupakan data berdasarkan fakta yang diambil melalui referensi atau hasil observasi.

d. Jenis-jenis penelitian deskriptif ini harus memiliki pembanding untuk melakukan validasi data.

e. Tempat dan waktu dilakukannya penelitian deskriptif harus jelas.

f. Hasil penelitian pada penelitian deskriptif harus dijelaskan dan disajikan secara mendetail dan harus disajikan dalam gambaran mengenai objek penelitian.

(4)

Contoh yang biasa dilakukan pada penelitian deskriptif ini misalnya, pada penelitian mengenai bagaimana motivasi perilaku membuat insta stories di Instagram. Di dalam penelitian ini, peneliti bisa merancang berbagai variabel, tetapi hanya satu variabel saja yang digunakan untuk melakukan penelitian, yaitu mengenai motivasi.

6. Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah jenis penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh partisipan dalam situasi tertentu. Tujuan utamanya yakni untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Metode penelitian ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman mengenai suatu praktik serta menangani situasi, dimana praktik tersebut diselanggarakan. Hal tersebut sangat berguna, karena dapat mengarahkan tujuan dalam penelitian tindakan kedalam 3 area, yaitu:

Untuk memperbaiki praktik.

Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di TKP.

Untuk pengembangan profesional, maksudnya meningkatkan pemahaman atau kemampuan praktisi terhadap praktik yang dilaksanakan.

7. Penelitian Studi Kasus

Penelitian studi kasus adalah jenis metode penelitian yang mempelajari individu atau suatu kelompok sosial yang terlibat kasus tertentu. Misalnya; melakukan studi kasus pada pelajar pengguna narkoba, studi kasus terhadap pengunjung perpustakaan dan masih banyak lagi. Dalam hal ini, penelitian studi kasus biasanya membutuhkan waktu yang lumayan lama dan harus dilakukan secara berkala jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

Adapun kelebihan dari penelitian studi kasus adalah; peneliti mampu mempelajari subjek secara lebih mendalam, sehingga hasil penelitian pun lebih detail dan bersifat menyeluruh. Sedangkan untuk kelemahannya; informasi yang diperoleh sifatnya menjadi subjektif, maksudnya hanya untuk individu dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama. Pada intinya, jenis penelitian ini bukan untuk menguji HIPOTESIS, namun untuk menghasilkan hipotesis yang dapat diuji dalam penelitian lebih lanjut.

8. Penelitian Pengembangan

Penelitian pengembangan adalah jenis penelitian skripsi yang dilakukan untuk memperbaiki praktik. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian pengembangan, antara lain:

Deskriptif, memperlihatkan kondisi produk.

Evaluatif, mengevaluasi proses uji coba pengembangan suatu produk.

Eksperimental, menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan.

Produk tersebut bisa dalam berbagai bentuk, seperti buku, modul pembelajaran, laboratorium, perpustakaan dan sebagainya.

(5)

9. Penelitian Studi Korelasional

Studi korelasional adalah jenis metode penelitian yang mempelajari hubungan dari beberapa variabel, tanpa coba merubah atau mengadakan perlakuan terhadap variabel-variabel tersebut. Adapun derajat dari hubungan antar variabel dapat dinyatakan dalam sebuah indeks bernama koefisien korelasi.

Hal ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menguji suatu hipotesis tentang hubungan variabel atau untuk menyatakan seberapa besar kecilnya hubungan antara ke-2 variabel. Pada intinya studi korelasional ini sangat penting karena dapat digunakan untuk menguji hipotesis.

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang berhubungan dengan kompetensi profesional kepala daerah.

Sehingga, semua variabel ada kaitannya, misalnya; (latar belakang, prestasi akademik dan sebagainya) kemudian variabel itu dihitung koefisien korelasinya.

Dengan demikian, peneliti akan dapat mengetahui variabel mana saja yang paling kuat hubungannya dengan manajerial kepala daerah tersebut.

10. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen adalah jenis penelitian skripsi yang menggunakan metode sistematis untuk membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab-akibat.

Penelitian eksperimen ini merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.

Dalam metode penelitian ini, peneliti wajib melakukan tiga syarat, yaitu:

Mengontrol.

Memanipulasi.

Observasi.

Dalam metode penelitian ini, peneliti akan membagi objek atau subyek yang hendak diteliti menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan.

11 . Penelitian Campuran

Jenis-jenis penelitian yang merupakan penelitian campuran ini sama seperti namanya, yakni menggunakan dua jenis penelitian. Dua jenis-jenis penelitian yang biasanya digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Kedua penelitian tersebut digunakan di dalam satu penelitian.

Penggunaan dua jenis-jenis penelitian ini dianggap akan mendapatkan hasil pemahaman yang lebih lengkap dan mendetail mengenai sebuah masalah yang akan diteliti oleh peneliti. Jenis penelitian ini juga biasanya melibatkan berbagai asumsi filosofis, asumsi mengenai aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta pencampuran kedua pendekatan tersebut.

Tercampurnya pendekatan atau penelitian kualitatif dan kuantitatif di dalam satu penelitian akan menjadi lebih kompleks daripada hanya sekadar mengumpulkan

(6)

suatu data, karena kemudian, hasil analisis akan mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data.

Dilakukannya penelitian campuran yang mengolaborasikan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif ini berfungsi untuk mengeksplorasi pandangan partisipan melalui penelitian kualitatif yang kemudian digunakan untuk menganalisis suatu sampel yang luas dengan penelitian kuantitatif.

Biasanya langkah pertama yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Setelah melakukan penelitian kuantitatif, akan didapatkan data seputar interpersonal difficulties. Selanjutnya dilanjutkan dengan langkah kedua yang menggunakan jenis- jenis penelitian kualitatif untuk dapat memberi validasi mengenai penelitian kuantitatif yang dilakukan.

Langkah atau fase terakhir yang dilakukan pada penelitian campuran ini adalah kembali menggunakan penelitian kuantitatif agar dapat memberikan pengembangan hipotesis bagi penelitian kualitatif lebih lanjut.

Penelitian campuran atau yang juga disebut penelitian gabungan atau mixed methods ini pada dasarnya terdiri atas penggabungan, perpaduan, hubungan, dan kelekatan dari kedua penelitian yang digunakan. Penelitian ini jika dilihat dari sejarahnya sudah mulai dikenal sejak tahun 1950-an ketika Campbell dan Fiske menggunakan metode multimethods.

Alasan dilakukan jenis-jenis penelitian campuran ini di antaranya adalah yang akan dijelaskan di bawah ini.

a. Untuk dapat lebih memahami berbagai masalah penelitian dengan mentriangulasi data kuantitatif yang berupa angka-angka dan data kualitatif yang berupa perincian- perincian deskriptif.

b. Jenis-jenis penelitian campuran atau penelitian gabungan ini dilakukan untuk mengeksplorasi suatu pandangan partisipan secara kualitatif dan kemudian dapat dianalisis kembali berdasarkan sampel yang luas yakni secara kuantitatif.

c. Agar hasil yang didapatkan kompleks, maka untuk memeroleh hasil-hasil statistik yang kuantitatif dalam suatu sampel diperlukan tindak lanjut dengan melakukan metode wawancara atau melakukan observasi terhadap sejumlah individu agar dapat membantu menjelaskan lebih jauh mengenai hasil statistik yang sudah diperoleh.

d. Terakhir, dilakukannya penelitian campuran atau penelitian gabungan ini guna untuk mengungkap berbagai kecenderungan dan hak-hak dari suatu kelompok atau individu-individu yang tertindas.

Sementara itu, tujuan keseluruhan penelitian campuran atau penelitian gabungan yang terdapat pada jenis-jenis penelitian ini adalah meneliti secara keseluruhan mengenai informasi yang meliputi berbagai unsur penelitian, baik kualitatif dan

(7)

kuantitatif dan ada alasan rasional mengapa dilakukan penelitian campuran seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Untuk membedakan jenis-jenis penelitian campuran dengan jenis-jenis penelitian yang lain, maka diperlukan karakteristik atau ciri-ciri seperti di bawah ini.

– Peneliti harus mengungkapkan atau memberi kerangka dan alasan yang jelas mengapa memilih desain penelitian campuran atau penelitian gabungan.

– Metode penelitian menggabungkan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sehingga datanya disajikan berupa data numerik dan data berupa teks atau kata- kata dan gambar.

– Penentuan prioritas pada penelitian ini tergantung pada tujuan penelitian yang akan dilakukan.

– Penggunaan jenis-jenis penelitian di dalam jenis-jenis penelitian campuran ini memungkinkan adanya data pengurutan di dalam penggunaan kedua jenis data.

12. Penelitian Empiris

Jenis-jenis penelitian yang terakhir adalah penelitian empiris. Penelitian empiris merupakan metode penelitian atau pengumpulan data yang dilakukan dengan proses logis untuk dapat mendapatkan jawaban dari pertanyaan atau masalah yang diajukan. Pengertian empiris sendiri merupakan suatu istilah dalam filsafat untuk menjelaskan mengenai pengalaman atau sumber pengetahuan.

Artinya, penelitian empiris yaitu jenis-jenis penelitian yang pengumpulan datanya diambil dari data-data lapangan sebagai sumber data utama, seperti hasil wawancara dan juga hasil observasi. Penelitian empiris ini digunakan untuk menganalisis perilaku masyarakat yang berpola dalam kehidupan sosial masyarakat yang selalu berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat.

Selain itu, penelitian empiris ini juga digunakan untuk mengamati hasil dari perilaku manusia yang berupa peninggalan baik peninggalan fisik maupun arsip.

Penelitian empiris ini juga biasanya menjelaskan tentang sebuah penelitian hukum yang berfungsi dalam melihat hukum sebagai arti yang nyata dan meneliti cara kerja di lingkungan masyarakat.

Biasanya, jenis-jenis penelitian ini atau jenis penelitian empiris ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara dalam. Sehingga tak heran jika banyak orang menyebutnya sebagai hukum sosiologis. Penelitian empiris ini juga biasanya diambil dari berbagai fakta yang ada di masyarakat, badan pemerintah, dan di instansi lainnya.

Untuk mengumpulkan data pada jenis-jenis penelitian empiris, bisa dilakukan dengan tiga teknik yang bisa dilakukan sendiri-sendiri maupun dilakukan

(8)

bersamaan sekaligus. Ketiga teknik pengumpulan data yang bisa dilakukan adalah melalui wawancara, angket atau kuesioner, atau observasi.

2. Metode penelitian vs. metodologi penelitian

Perbedaan Pengertian Metode dan Metodologi Dalam Penelitian - Tahukah kamu apa perbedaan pengertian metode dan metodologi penelitian? Nah bagi anda yang belum tahu perbedaanya bisa mmenyimak uraian dari kami berikut ini.

Perbedaan Pengertian Metode dan Metodologi Dalam Penelitian Pengertian Metode

Secara harfiah, metode (method) artinya cara. Selain itu metode atau disebut metodik berasal dari bahasa greeka, metha, (melewati atau melalui), dan hodos (cara atau jalan), jadi metode dapat diartikan cara atau jalan yang harus di lewati untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Secara luas atau umum metode atau metodik artinya adalah ilmu mengenai jalan yang harus dilalui untuk mengajar anak didik agar bisa tercapai tujuan belajar mengajar. Menurut Prof. Dr.Winarno Surachmad (1961) mengungkapkan kalau metode mengajar merupakan cara-cara pelaksanaan dari pada siswa-siswa di sekolah. Menurut Pasaribu dan simanjutak (1982), mengungkapkan kalau metode adalah cara sistematik yang dipakai untuk menggapai tujuan.

Metode adalah cara atau prosedur yang ditempuh untuk menggapai tujuan tertentu.

Lalu ada satu istilah lainnya yang berkaitan dengan 2 istilah ini, yaitu tekhnik adalah cara yang spesifik dalam pemmecahan masalah tertentu yang ditemukan dalam pelaksanaan prosedur.

Pengertian Metodologi

Banyak yang beranggapan kalau istilah metode dan metodologi itu sama padahal keduanya mempunyai pengertian yang berbeda.

Mengenai perbedaan antara keduanya, Noeng Muhadjir menyatakan kalau metodologi penelitian membahas mengenai konsep teoritik bermacam-macam metode, baik dari kelebihan maupun kekurangannya dalam kjian ilmiah, yang selanjutnya dilanjutkan dengan memilih metode terbaik untuk dipakai. Sedangkan secara teknis metode penelitian mengemukakan mengenai metode-metode yang dipakai dalam penelitian.

Selain hal itu dengan redaksi yang ringkas, kita dapat mengartikan metodologi sebagai sebuah pengetahuan mengenai metode-metode yang dipakai dalam penelitian. Sedangkan metode adalah cara atau prosedur yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Setelah itu ada satu istilah lainnya yang berkaitan

(9)

dengan 2 istilah ini yaitu teknik yang merupakan cara spesifik dalam pemecahan masalah tertentu yang ditemukan dalam pelaksanaan prosedur.

Kata Metodologi berasal dari bahasa yunani yaitu “metodos” dan “logos”. Kemudian kata “metodos” terdiri atas 2 suku kata yakni “metha” yang artinya melewati atau melalui “hosos yang artinya cara atau jalan. Metode artinya sebuah jalan yang dilewati untuk menggapai tujuan. Sedangkan “logos” berarti ilmu. Jadi Metodologi adalah cara atau ilmu ilmu yang dipakai untuk menemukan kebenaran mmenggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas apa yang dikaji.

Ilmu terdiri dari 5 prinsip yaitu:

Orde (keteraturan)

Determinisme (sebab-musabab) Parsimoni (kesederhanaan)

Empirisme (pengalaman yang bisa diamati)

Dengan prinsip-prinsip yang seperti itu maka terdapat banyak jalan untuk dapat menemukan kebenaran. Metodologi adalah sebuah teta cara yang menentukan proses penelusuran apa yang mau digunakan.

Pengertian metodologi Penelitian

Metodologi penelitian adalah sekumpulan kegiatan, peraturan serta prosedur yang dipakai pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan suatu analisis teoritis tentang sebuah metode atau cara. Penelitian merupakan sebuah penyajian yang sistematis dengna tujuan untuk meningkatkan jumlah pengetahuan. Selain itu penelitian merupakan sebuah usaha yang terorganisasi dan sistematis untuk menyelidiki masalah tertentu yang membutuhkan jawaban. Hakekat penelitian bisa dimengerti dengan mempelajari berbagai macam aspek yang dapat mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. Setiap oerang memiliki motivasi yang tidak sama, karena dipengaruhi oleh tujuan serta profesi tiap orang yang tidak sama.

Secara umum motivasi dan tujuan penelitian pada dasarnya yaitu penelitian merupakan suatu refleksi dari kemauan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuati. Kemauan untuk mendapatkan dan mengembangkan pengetahuan adalah kebutuhan dasar manusia yang pada umumnya merupakan mmotivasi untuk menjalankan penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

To limit the scope of the study, this research only focuses on aspect multisensory learning and assessment rubric for the young learner English which is suitable for

5 Pagkahuman nimo og tuon ani nga Buluhaton Alang sa Kinaugalingong Pagkat-on, ikaw gilauman nga: • Makita ug matagad ang mga maanindot nga butang sa palibot • Mahatagan og bili ang