• Tidak ada hasil yang ditemukan

perubahan perilaku sosial remaja dalam menggunakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perubahan perilaku sosial remaja dalam menggunakan"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL REMAJA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DI DESA PATIKARYA KECAMATANBONTOSIKUYU

KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

SKRIPSI

Diajukan Sebagai SalahSatu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada JurusanPendidikan Sosiologi

FakultasKeguruandanIlmuPendidikan UniversitasMuhammadiyah Makassar

OLEH

TAUFIK HIDAYAT ARIS 105381104916

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021

(2)

i

PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL REMAJA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DI DESA PATIKARYA KECAMATAN

BONTOSIKUYU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

SKRIPSI

Diajukan Sebagai SalahSatu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada JurusanPendidikan Sosiologi

FakultasKeguruandanIlmuPendidikan UniversitasMuhammadiyah Makassar

OLEH

TAUFIK HIDAYAT ARIS 105381104916

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Taufik Hidayat Aris

NIM : 105381104916

Program Studi : Pendidikan Sosiologi Jurusan : Pendidikan Sosiologi

Judul Skripsi : Perubahan perilaku sosial remaja dalam menggunakan media sosial di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar

Dengan ini menyatakan bahwa:

Skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya saya sendiri, bukan hasil jiplakan dan tidak dibuat oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Maret 2021 Yang Membuat Pernyataan

Taufik Hidayat Aris Nim 105381104916

(6)

v

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Taufik Hidayat Aris

NIM : 105381104916

Program Studi : Pendidikan Sosiologi Jurusan : Pendidikan Sosiologi

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya akan menyusunnya sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi ini, saya akan melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pemimpin fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi ini.

4. Apabila saya melanggar perjanjian pada butir 1, 2 dan 3, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Maret 2021 Yang Membuat Perjanjian

Taufik Hidayat Aris Nim 105381104916

(7)

vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

“SANTAI TAPI SAMPAI”

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, atas rahmat dan hidayah Allah SWT saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Atas izinnya lah semua jeripayah yang selama ini dilakukan berbuah dengan hasil terciptanya skripsi yang sederhana ini. Karya sederhana ini

kupersembahkan untuk :

 Mama tercinta terkasih tersayang (ibu bau amang) yang telah senan tiasa menyayangiku tanpa sebab dan merawatku sedari kecil hingga pada saat ini. Terimakasih atas dorongan dan motivasinya dalam pembuatan skripsi ini. Mama adalah perempuan terkuat di bumi yang lebih kuat dari wonder women menurutku. I love you mom.

 Kakak kakakku (wahyudi saputra dan eka wahyuni) yang selalu mendorong dan menyemangati dikala lelah menjalani hari.

 adik adikku (muhammad yusri dan muhammad yusran) yang nakal tapi diam diam suka perhatian.

 Trihandayani, terimakasih selalu ada. Selalu ada disaat sedih, senang dan segala situasi. Terimakasih telah menemaniku selama ini. I love you lagi

 Ian, Firman, fikar, kifly, sepupu sepupu yang handal dalam pembuatan kopi, bahan untuk begadang membuat skripsi ini. Terimakasih kalian

 Qadri, teman sekelas yang sudah ku anggap saudara yang rela menemani kemana saja mengurus dan ikut sakit pinggang.

 Anak anaka di segitiga yang selalu mau lucu padahal tidak.

 Teman teman sosiologi 16 b. yang selalu membagi ilmunya dalam

pembuatan skripsi, yang tidak pelit, yang selalu heboh di grub, yang selalu

(8)

vii bermurah hati, yang tidak ber geng geng,

 Sosiologi angkatan 2016 terimakasih atas pertemanannya selama ini

 Instalasi 17 talas workshop terimakasih atas persaudaraan yang tidak pernah putus dan tidak lekang oleh waktu. Kapan kta kumpul lagi?

 Orang orang yang selalu bertanya “kapan wisudah?”

 Dan untuk semua warga bumi.

(9)

viii ABSTRAK

Taufik Hidayat Aris, 2021, Perubahan prilaku sosial remaja dalam menggunakan media sosial di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sosiologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Hidayah Quraisy sebagai pembimbing 1 dan Lukman Ismail sebagai pembimbing 2.

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bentuk perubahan perilaku sosial remaja terjadi dalam menggunakan media sosial dan pola perilaku remaja apakah yang terbentuk dalam menggunakan media sosial di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak media sosial terhadap perilaku sosial remaja dan pola perilaku remaja apakah yang terbentuk dalam menggunakan media sosial di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yang berlokasi di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar dengan menggunakan 6 orang informan, jenis dan sumber data penelitian yaitu : data primer dan sekunder.

Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini yaitu dalam menggunakan media sosial berdampak terhadap perilaku remaja dalam hal ini perubahan perilaku sosial pada remaja, perubahan perilaku sosial ini berdampak kepada remaja yang membentuk pola perilaku baru pada remaja dalam kehidupan sehari hari.Perubahan perilaku remaja dalam menggunakan media sosial yaitu : 1.Kurang bergaul, 2.Lebih eksis mengikuti zaman, 3.kecanduan, 4.Meningkatnya budaya konsumtif, dan 5.Waktu istirahat berkurang.

Kata Kunci : Perubahan Perilaku, Sosial Remaja, Media Sosial

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Puji syukur atas kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan hidayah- Nya sehingga skripsi dengan judul “Perubahan Perilaku Sosial Remaja Dalam M Media Sosial di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar” dapat dirampungkan dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan akademik guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tak lupa juga penulis panjatkan shalawat dan salam atas junjungan Nabiullah Muhammad Saw, Nabi yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita ke alam yang terang benderang seperti sekarang ini.

Berbagai hambatan dan rintangan penulis hadapi dalam upaya pembuatan skripsi ini. Namun, berkat bantuan dan bimbingan berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat penulis selesaikan meskipun masih memiliki berbagai kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat berharap sumbangan saran serta kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan proposal ini.

Penulis ucapkan terima kasih kepada orang tua Bau Amang, atas segala pengorbanan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu sejak kecil sampai sekarang ini. Semoga yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi kebaikan dan cahaya penerang kehidupan di

(11)

x dunia dan di akhirat.

Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

Prof. Dr. H. Ambo Asse., M. Ag. RektorUniversitasMuhammadiyah Makassar. Dr. Erwin Akib, S.Pd., M.Pd.Ph.D. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Drs. H. Nurdin, M.Pd Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar. Dr. Hidayah Quraisyi, M.Pd. DosenPembimbing I. Lukman Ismail, S.Pd., M.Pd.

DosenPembimbing II. yang senangtiasa memberikan masukan dan arahan dalam penyempurnaan skripsi ini.

Bapak dan Ibu dosen jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Buat teman-teman tercinta yang selalu setia dalam memberikan motivasi. Buat teman-teman seperjuangan angkatan 2016 yang namanya tak mampu penulis tuliskan satu- persatu atas segala dorongan, kerja samanya dan kebersamaannya selama menjalani perkuliahan.

Terima kasih kepada saudara yang selalu membantu dan kepada seluruh keluarga dan teman-teman tampa terkecuali serta semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan namanya satu-persatu. Karena, keterbatasan tempat, namuntidak mengurangi rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala jasa-jasa dan sumbangsi pemikiran yang telah diberikan selama ini.

Penulis menyadari bahwa kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi yang ditulis dapat bermanfaat

(12)

xi

bagi pembaca dan umumnya bagi penulis khususnya.

Aamiin

Makassar, Januari 2021

Penulis

(13)

xii

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul ... i

Halaman Pengesahan ... ii

Persetujuan Pembimbing ... iii

Surat Pernyataan... iv

Surat Perjanjian ... v

Motto dan Persembahan ... vi

Abstrak ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang ... 1

B. RumusanMasalah ... 9

C. TujuanPenelitian ... 9

D. ManfaatPenelitian ... 9

E. DefenisiOprasional ... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Konsep ... 12

1. Media Sosial ... 12

(14)

xiii

a) Pengertian Media Sosial ... 12

b) Fungsi Media Sosial ... 14

c) Jenis Media Sosial ... 15

d) Ciri Media Sosia ... 18

e) Manfaat Media Sosial... 20

f) Dampak Positif ... 22

g) Dampak Negatif... 23

2. Remaja... 24

a) Pengertian Remaja ... 24

b) Tahap-tahap Masa Remaja ... 26

c) Ciri-ciri Remaja ... 27

d) Tugas Tugas Pertumbuhan Masa Remaja ... 28

B. KajianTeori ... 32

C. Kerangka Fikir ... 41

D. Penelitian Relefan ... 42

BAB III METODE PENELITIAN A. JenisdanPendekatanPenelitian ... 45

B. TempatdanWaktuPenelitian ... 45

C. Fokus Penelitian ... 46

D. InformanPenelitian ... 46

E. Instrumen penelitian... 46

F. JenisdanSumberPenelitian... 47

G. TeknikPengumpulan Data ... 47

(15)

xiv

H. TeknikAnalisis Data ... 48 I. TeknikKeabsahan Data ... 49 J. EtikaPenelitian ... 50 BAB IV GAMBAR UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah Desa Patikarya ... 51 B. Keadaan Geografis ... 52 C. Keadaan penduduk ... 53 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ... 54 B. Pembahasan ... 61 BAB VI PENUTUP

A. Simpulan ... 69 B. Saran ... 70 DAFTAR PUSTAKA ... 72

(16)

xv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Sarana dan Prasarana Desa Patikarya ... 52

Tabel 4.2 Jumlah penduduk Dan Pekerjaan ... 52

Tabel 4.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan ... 55

Tabel 4.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama ... 55

(17)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Bagan Kerangka Fikir ... 39 Gambar 4.1 Peta Desa Patikarya ... 52

(18)

1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang

Pembangunan pedesaan sekarang banyak mengalami perubahan yang signifikan dalamkonsep maupun prosesnya. Konsep pembangunan tidak lagi sebatas pada sektor agraris dan infrastruktur dasar tapi mengarah pada perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Proses pembangunan pedesaan kemudian semakin mengurangi ketergantungan pada tanggung jawab dan peran pemerintah, masyarakat pedesaan semakin berdaya dan kreatif dalam mengembangkan inovasi (Adisasmita, Rahardjo 2006).

Menurut Adisasmita, pembangunan masyarakat pedesaan merupakan bagian dari pembangunan masyarakat yang diarahkan pula kepada pembangunan kelembagaan dan partisipasi serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan pada satuan wilayah pedesaan. Dimana prinsip- prinsip pembangunan pedesaan meliputi: transparans, partisipatif, dapat dinikmati masyarakat, akuntabilitas, dan berkelanjutan(Adisasmita, Rahardjo 2006).

Pembangunan masyarakat dan pengembangan wilayah pedesaan melibatkan berbagai faktor-faktor sosial, ekonomi, budaya dan teknologi, yang satu sama lain saling berinteraksi dalam proses pembangunan. Setiap pembangunan menawarkan perubahan, yang dampaknya terhadap satu wilayahdengan wilayah lainnya boleh jadi akan berlainan, karena karateristik suatu wilayah dengan wilayah lain berlainan(Adisasmita, Rahardjo 2006).

(19)

2

Pembangunan pedesaan di era digital seperti sekarang memerlukan sistem komunikasi konvergen melibatkan komunikasi interpersonal yaitu media massa dan media hibrida. Tujuan dan maksudnya agar banyak pihak dari berbagai generasi dapat terjun langsung dan berpartisipasi untuk mempermudah dan mempercepat tujuan pembangunan. Proses pembangunan tidak bisa mengabaikan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. ( Risma 2009 ).

Komunikasi pembangunan pada dasarnya merupakan disiplin ilmu dan praktikum komunikasi dalam konteks negara-negara yang sedang atau dalam tahap perkembangan, komunikasi untuk perubahan sosial yang terencana.

Komunikasi pembangunan yang dimaksudkan untuk secara sadar meningkatkan pembangunan manusiawi. Itu berarti komunikasi yang akan menghapuskan kemiskinan, pengangguran dan ketidak adilan. (Harun, Rochajat dan Elvinaro Ardianto. 2011).

Berdasarkan falsafahnya, studi komunikasi pembangunan diilhami oleh usaha pembebasan dan pencerahan pembangunan dalam rangka meningkatkan harkat, martabat dan menanamkan jiwa kemandirian masyarakat. Sehingga apa pun bentuk dan jenisnya, aktivitas pembangunan senantiasa mengarah pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh (Dilla, Sumadi. 2007).

Hedebro dalam Harun & Ardianto mengidentifikasi tiga aspek komunikasi dan pembangunan yang berkaitan, yaitu:

1. Pendekatan yang berfokus pada pembangunan suatu bangsa, dan bagaimana media massa dapat menyumbang dalam upaya tersebut. Di sini politik dan fungsi-fungsi media massa dalam pengertian yang umum merupakan objek

(20)

studi, sekaligus masalah yang mneyangkut struktur organisasional dan kepemilikan, serta kontrol terhadap media. Untuk studi ini digunakan istilah kebijakan komunikasi dan merupakan pendekatan yang paling luas dan bersifat umum.

2. Pendekatan yang lebih spesifik memahami peranan media massa dalam pembangunan nasional. Menurut pendekatan ini, media massa sebagai pendidik atau guru, dan idenya adalah bagaimana media massa dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan kepada masyarakat berbagai keterampilan, dan dalam kondisi tertentu memengaruhi sikap mental dan perilaku mereka.

Persoalan utama pendekatan ini, bagaimana media dapat dipakai secara efisien untuk mengajarkan pengetahuan tertentu bagi masyarakat suatu bangsa.

3. Pendekatan yang berorintasi pada perubahan yang terjadi pada suatu komunitas lokal atau desa. Pendekatan ini berkonsentrasi pada bagaimana aktivitas komunikasi dapat dipakai dalam menyebarkan ide-ide, produk dan cara-cara baru di suatu desa atau wilayah.

Dari konsep tersebut, dapat disimpulkan bahwa komunikasi pembangunan merupakan suatu strategi yang menekankan pada perlunya penyebaran informasi pembangunan kepada khalayak dengan prinsip pemberdayaan untuk mengubah sikap, pendapat, dan perilakunya rangka meningkatkan harkat, martabat dan menanamkan jiwa kemandirian masyarakat.

Komunikasi pembangunan tidak lagi menempatkan pemerintah lebih

(21)

4

tinggi daripada rakyat yang hanya membentuk pola komunikasi top-down.

Karena di negara dengan sistem politik terbuka seperti Indonesia, sesuai tuntutan dan cita-cita reformasi idealnya pemerintah memandang rakyat dalam posisi setara. Dalam konteks ini teknologi informasi sumber terbuka (open source) akan semakin menunjang keterbukaan, partisipasi, dan kesetaraan.

Mayarakat nelayan yaitu kumpulan orang-orang yang hidup di desa pinggiran pantai atau sekitar pantai. Pada dasarnya masyarakat pesisir sering diidentikkan dengan disebutkan masyarakat nelayan, hal ini bisa terjadi karena kebanyakan dari pekerjaan masyarakat pesisir adalah nelayan (Kusnadi 2009).

Pengertian nelayan sebagaimana disebutkan oleh Dirjen Perikanan yang disebut nelayan yaitu orang yang secara langsung aktif melakukan pekerjaan dalam penangkapan binatang atau tanaman air di laut atau sungai dengan hasilnya untuk diperjual belikan ( Kusnadi 2009 ).

Masyarakat nelayan juga diterjemahkan dengan ciri-ciri utama tidak memproduksi barang ataupun jasa tertentu, biasanya berupa perahu dengan sistem ekonomi yang seperti ada juragan kapal, tengkulak, buruh, dan nelayan tradisional ( Kusnadi 2009 ).

Mengurangi daerah yang tertinggal menjadi daerah yang maju dan berkembang. Daerah yang tertinggal pada tahun 2015-2019 ada sebanyak 122 kabupaten sementara pengembangan ekonomi maritim dan kelautan dilaksanakan dengan memprioritaskan peran ekonomi kelautan dan

(22)

sinergitas pembangunan kelautan nasional ( Kusnadi 2009 ).

Daerah nelayan merupakan bagian dari pengembangan wilayah kemaritiman, sebab itu merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran dari pada penelitian, Tetapi sebetulnya pembangunan tidak hanya diarahkan pada sektor ekonominya saja tetapi juga pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga penting diperhatikan untuk kemajuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. kebutuhan informasi yang bagaimana sejatinya dibutuhkan masyarakat nelayan. Atau bagaimana pola komunikasi masyarakat nelayan saat sekarang ini mungkin juga termasuk masyarakat yang tertinggal dalam teknologi informasi (Kusnadi 2009).

Era teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan lagi menjadi barang mahal yang tak tersentuh oleh masyarakat. TIK sekarang ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan oleh manusia sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Dengan teknologi segalanya menjadi lebih mudah dan produktif.

Dapat mengefektifkan serta mengefisienkan waktu, tenaga serta biaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Letak Desa Patikarya kecamatanBontosikuyu kabupatenkepulauan Selayar berada di seblah barat Kabupaten Kepulauan Selayar. Desa Patikarya ini kebanyakan penduduknya berprofesi sebagai nelayan dengan jumlah penduduk dibulan juli 2020 adalah laki laki 706 orang, perempuan 737 orang dan jumlah kepala keluarga404. Sedangkan luas daerah desa Patikarya yaitu20,04 Ha. Desa Patikarya dilihat dari letak geografisnya yang dikitari oleh berbagai sektor kehidupan, stabilitas ekonomi masyarakat sekitar adalah

(23)

6

mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Maka tak heran bila Desa patikarya disebut sebagai Desa laut, memang tipologi daerah Desa Patikarya merupakan daerah pesisir laut. Akan tetapi secara ekonomi tidak hanya focus kehasil laut saja, karna sumber perekonomian masyarakat desa itu bermacam-macam seperti nelayan, pedagang, guru, Tukang kayu, Staf desa, supir, buruh mingguan, buruh harian, pegawai negri, pekerja swasta, bengkel, polri dan Ibu rumah tangga.

Dari hasil observasi awal yang saya lakukan pada tanggal 6 januari 2020, Desa Patikarya tidak berbeda jauh dengan desa lain pada umumnya.

terkenal dengan gaya social yang tinggi dan gaya hidup apa adanya atau bisa dikatakan sederhana. Akan tetapi seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasannya Desa Patikarya berada disekitar kawasan pantai, Disitulah yang membedakan desa ini dengan desa yang lain. Seiring dengan perkembangan teknologi Desa Patikaryatelah mengalami perubahan yang signifikan. Kehidupan sosial Desa tersebut telah berubah dalam kehidupan sosialnya. Gaya hidupnya mengarah kegaya hidup hedonis demi ajang pamor dan mengedepankan gengsi.

Perkembangan teknologi dalam hal ini yaitu media sosial, mendorong remaja Desa Patikarya untuk memiliki smartphone. Media sosial tidak hanya dijadikan ajang untuk menunjukkan diri kemuka umum, tetapi juga untuk sebagai tempat berburu teman dan kenalan baru terutama untuk mencari pasangan. Salah satu remaja mengatakan dia mengenal pacarnya dari media sosial yaitu facebook, awalnya hanya iseng melihat kemudian

(24)

dijadikanpertemanan dalam media sosial, saling mengirim pesan dan menanyakan kabar sehingga menjadi sarana mencari jodoh. Tidak hanya itu media sosial juga menjadi jembatan dalam menyapa Saudara di luar daerah, bagi remaja dan orang tua, media sosial bagi masyarakat Desa Patikarya bisa memberikan dampak positif dan negatif.

Sebagai entitas sosial masyarakat nelayan memiliki budaya tersendiri dan berbeda dengan masyarakat yang lainnya seperti yang hidup di pegunungan, di lembah ataupun di perkotaan.

Menurut (Kusnadi 2004 ) masyarakat nelayan secara umum memiliki interaksi yang sangat dalam, pola interaksi yang dimaksud tersebut dapat dilihat dari hubungan kerjasama melaksanakan aktifitas sehari hari, melaksanakan kontak dengan sesamanya maupun dengan masyarakat yang lainnya, mereka memiliki tujuan yang jelas dalam melaksanakan usahanya dan dilakukan dengan system yang dipermanenkan, sesuai dengan kebudayaanya. Kebudayaan masyarakat nelayan adalah sistem gagasan atau sistem kognitif masyarakat nelayan yang dijadikan referensi kelakuan sosial budaya oleh individu individu dalam interaksi bermasyarakat. Kebudayaan tersebut dibentuk melalui sosiohistoris yang amat panjang dan kristalisas interaksi yang intensif daninstens antara masyarakat dan lingkungan. Dalam melaksanakan proses interaksi sosial yang mendalam masyarakat nelayan memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Semua ini dapat dilihat atas prosespemanfaatan sumber daya perikanan yang melalui perikanan budidaya maupun perikanan tangkap, harus melaksanakan

(25)

8

kegiatan perikanan, bisa dengan proses pengasapan, ataupun dalam bentuk yang lain, dapat melakukan hubungan dan bekerja sama dengan lembaga- lembaga yang ada di Desa, dan serta dapat dengan mudah menjalin kerjasama dengan pemerintah pemerintah Desa. Pola interaksi masyarakat inilah sebagaimana telah dituliskan dan dijelaskan diatas maka menjadi titik penentu peningkatan taraf hidup. Sehingga berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas maka penulis merasa tertarik untuk mengambil pokok bahasan penelitian yang berjudul:

Perubahan Perilaku Sosial Remaja Dalam Menggunakan Media Sosial di Desa Tile-tile Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar

B. Rumusan Masalah

Dilihat dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka peneliti dapat memfokuskan tujuan untuk mendapatkan dengan cara deskriktif kualitatif tentang:

Bagaimana perubahan prilaku sosial remaja dalam menggunakan sosial media di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kecamatan Kepulauan Selayar?

C. Tujuan Penelitian

Adapun penelitian ini bertujuan untuk :

Untuk mengetahui perubahan perilaku sosial remaja dalam menggunakan media sosial di Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kecamatan Kepulauan Selayar.

(26)

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah : 1. Secara teoretis

a. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan sumbangan fikiran serta gambaran terhadap pengembangan disiplin ilmu sosial serta mengetahui lebih dalam tentang permasalahan sosial yang terjadi dan yang ada di masyarakat.

b. Penelitian ini diharapkan juga bisa menambah pengetahuan terutama mengenai ilmu sosial yang berkaitan dengan media sosial dan remaja masyarakat nelayan.

2. Secara Praktis a. Bagi peneliti

Disamping sebagai salah satu upaya untuk memenuhi tugas akhir dalam program strata satu (S1) Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, penelitian menambah wawasan dan pengetahuan, selain itu banyak hal yang bisa diajarkan melalui pendidikan non formal dan in formal melalui penelitian ini.

b. Bagi Pemerintah

Sebagai tambahan literatur yang dapat digunakan baik oleh mahasiswa maupun pemerintah dan masyarakat. Sebagai perbendaharaan dan sarana ilmu pengetahuan serta sebagai acuan penelitian tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan proposal ini.

(27)

10

c. Bagi masyarakat

Guna memberikan wawasan dan serta memberi informasi kepada khalayak samai sehingga dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan atau keputusan yang akan diambil dan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan bahan studi sosial khususnya tentang perubahan perilaku sosial remaja dalam menggunakan media sosial.

E. Definisi Oprasional

Agar terhindar terhadap adanya kesalah pahaman dalam bentuk memahami judul skripsi ini maka peneliti perlu untuk menjelaskan maksud dan arti masing- masing istilah padaskripsi “Perubahan Perilaku Sosial Remaja Dalam Menggunakan Media Sosial di Desa Tile-Tile, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar” peneliti harus membatasi konsep dalam penelitian ini. Adapun konsep konsepnya yaitu sebagai berikut :

1. Perubahan sosial

Perubahan sosial mencakup unsur unsur kebudayan baik itu yang bersifat materil maupu dengna yang bersifat materialdengan tetap menekankan pengaruh yang tentunya besar dari unsur unsur kebudayaan yang materiil terhadap unsur unsur yang material. Kebudayaan materiil ini adalah sumber utama kemajuan. Aspek aspek kebudayaan non materiill harus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebudayaan materiil dan juga jurang pemisah antara kedua-nya akan menjadi masalah socialLauer (Robert. H. 1993).

(28)

2. Remaja

Masa remaja bisa disebut sebagai masa penghubung atau dengan kata lain masa peralihan dari anak-anak menuju masa dewasa. Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan besar dan esensial mengenai kematangan fungsi-fungsi rohaniah dan jasmaniah, terutama fungsi seksual (Kartono, 1995).

3. Media sosial

Menurut kevin keller Media sosial ialah alat bagi para konsumen untuk berbagi informasi melalui teks, vidio, dan gambar maupun audio dengan satu dengan yang lainnya atau dengan perusahaan dan begitupun sebaliknya.

(29)

12 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Konsep

1. Media Sosial

a. Pengertian Media Sosial

Media sosial (Social Networking)adalah sebuah media online dimana penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagai, dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network atau jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki mungkin merupakan bentuk sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

AndreasKaplandanMichaelHaenleinmendefinisikanmediasosialsebagai“se buahkelompokaplikasiberbasisinternetyangmembangundiatasdasarideologyda nteknologiWeb 2.0,danyangmemungkinkanpenciptaan.

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun diatas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Web 2.0 menjadi platform dasar media sosial. Media sosial ada dalam ada dalam berbagai bentuk yang berbeda, termasuk social network, forum internet, weblogs, social blogs, micro blogging, wikis, podcasts, gambar, video, rating, dan bookmark sosial.

Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial: proyek kolaborasi(misalnya, wikipedia), blog dan microblogs (misalnya, twitter), komunitas konten (misalnya, youtube), situs jaringan sosial (misalnya

(30)

facebook, instagram), virtual game (misalnya world of warcraft), dan virtual social (misalnya, second life), (Gusti Ngurah Aditya Lesmana:10-11).

Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain facebook, myspace, plurk, twitter, dan instagram. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

Media sosial salah satunya sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan Wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses instagram misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone.

Demikian cepatnya orang bisa mengakes media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhdap arus informasi tidak hanyadi negara- negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam

(31)

14

menyebarkan berita-berita.

Dari penjelasan diatas dapat dijelaskan bahwa media sosial adalah media online dimana media yang bisa diakses oleh siapa saja, dimana didalam media sosial para pengguna dapat berinteraksi satu sama lain atau adanya saling menanggapi.

b. Fungsi Media Sosial (Denis McQuail 1992)

Media sosial memiliki bnyak fungsi yaitu sebagai berikut :

1) Untuk memperluas pengetahuan masyarakat menggunakan media sosial melalui internet.

2) Media sosial berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran dari satu media kebanyak orang atau audiens (one to many) menjadi praktek komunikasi dialog antara banyak audiens atau (many to many).

3) Untuk mendukung demokratisasi, pengetahuan dan informasi yang akurat.

Mentransformasi masyarakat dari penerima pesan sampai menjadi pembuat pesan itu sendiri.

Fungsi yang lainnya ialah:

1) Informasi : Inovasi, adaptasi, dan kemajuan.

2) Korelasi.

a) Menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna peristiwa dan informasi.

b) Mengkoordinasi beberapa kegiatan.

c) Membentuk kesepakatan.

3) Kesinambungan

a) Mengekspresikan budaya dominan dan mengakui keberadaan kebudayaan.

(32)

khusus (subculture) serta perkembangan budaya baru.

b) Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai.

Media sosial memberikan banyak fungsi kepada pemakainya. Sehingga masyarakat yang menggunakan media sosial dapat di permudah dan dapat mengurangi tenaga.

c. Jenis-jenis media sosial

1) Aplikasi media sosial yang dapat berbagi jaringan sosial

Setidaknhya ada aplikasi yang dapat jaringan sosial yang menonjol an terlihat banyak pengginanya di Indonesia. Yaitu khususnya untuk tipe Facebook, Google plus, serta Path. Tentunya masing masing memang saling memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Tapi pada umumnya banyak para pakar yang menganjurkan agar tidak menggunakan media sosial berbagi aktifitas sosial jikalau menyangkut tentang pekerjaan atau hal yang terkait tentang profesi seseorang. Aplikasi yang satu ini lebih tepat dijadikan untuk urusan yang lebih bersifat santai santai seperti pribadi, sanak saudara, teman, keluarga dan perkumpulan lainnya.

Karena banyak penggunanya yang luas maka banyak pula lembaga pemerintah dan organisasi yang membuat akun aplikasi ini untuk melancarkan dan membuat program-programnya ataupun visi dan misinya. Meskipun begitu, agar lebih kenal dengan segmentasi penguna dan karakter aplikasi ini, maka penerapan bahasa dan tampilan konten yang akan disebarkan juga harus lebih santai, akrab, disertai contoh kejadian lapangan. Lebih baik lagi jika disertai dengan foto atau infografis.

(33)

16

2) Aplikasi media sosial mikroblog

Aplikasi mikro blog merupakan aplikasi yang paling gampang di aplikasikan antara program program media sosial yang lainnya. Peran pendukungnya tidak perlu menggunakan smartphone cukup dengan menginstal aplikasinya dan memiliki jaringan internet yang baik. Aplikasi inilah yang paling tenar setelah facebook yang paling banyak digunakan. Aplikasi yang paling tenar dimasyarakat ada dua, yaitu twitter dan tumbler..

3) Aplikasi media sosial berbagi video

Aplikasi untuk berbagi aplikasi tentu mempermudah program program pemerintah dan masyarakat. Program tersebutlah yang menjadi pertemuan atau kunjungan di suatu tempat atau lapangan, diskusi public tentang suatu kebijakan tertentu, keterangan pemerintah dan perjuangan pemerintah untuk melaksanakan program perdagangan.

Disamping itu, tentu saja sebelum penyebaran, suatu video memerlukan tahap verifikasi sesuai standar berlaku. Sebaliknya, pemerintah juga perlu memeriksa, membina serta memeriksa video-video yang tersebar di masyarakat yang terkait dengan program perdagangan pemerintah. Sejauh ini, dari beragam aplikasi video sharing yang beredar setidaknya ada tiga program yang perlu diperhatikan, terkait dengan jumlah user dan komunitas yang telah diciptakan oleh mereka yaitu YouTube, Vimeo dan Daily Motion.

4) Aplikasi media sosial berbagi foto

Aplikasi jaringan sosial media berbagi foto juga sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Sesuai dengan karakternya aplikasi ini

(34)

lebih banyak menyiarkan dan menampilkan materi komunikasi yang lebih santai dan efisien, tidak terlalu serius, terkadang banyak mengandung buinsur unsur yang unik, lucu dan eksotis atau bahkan menyeramkan. Itulah sebabnya penyebarannya dalam program pemerintah juga efektif dilakukan melalui aplikasi yang satu ini. Tentunya materi yang disebarakan juga harus sesuai dengan karakter aplikasi ini. Materi itu juga dapat berupa misi-misi perdagangan kedaerah yang unik-unik, eksotiks, pasar, ataupun komunitas tertentu. Beberapa aplikasi yang cukup popular dikalangan masyarakat Indonesia yaitu antara lain Pinteres, Instagram dan flicker.

5) Aplikasi media sosial berbagi profesional

Para pengguna pengguna aplikasi media sosial yang berbagi professional pada umumnya banyak digunakan oleh kalangan mahasiswa, siswa, serta para peneliti. Dengan kata lainnya mereka adalah kalangan dari kelas menengah di Negara Indonesia ini yang sangat berpengaruh terhadap terbentuknya opini-opini masyarakat luas. Oleh karenanyalah aplikasi ini sangat cocok untuk mempopulerkan dan menyebar luaskan misi-misi perdagangan yang banyak memerlukan materi serta juga hal yang memerlukan perincian data. Aplikasi ini juga efektif untuk menyebarluaskan perundang undangan atau peraturan peraturan dari pemerintah yang lainnya.

Aplikasi yang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia antara lain ialah Skribed, dan Slideshare ( Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, 2014 ).

Dapat dijelaskan bahwa media sosial tidak hanya memiliki atau tidak hanya

(35)

18

satu jenis saja. Melainkan banyak jenis jenis media sosial yang memiliki jenis yang berbeda seperti contohnya media sosial yang berbagi melalui foto dan media sosial berbagi professional walaupun memiliki jenis yang berbeda tetapi jenis jenis tersebut dapat menyatu menjadi satu dan biasa di sebut sebagai media sosial.

d. Ciri Media Sosial

Meluasnya situs media sosial yang muncul menguntungkan banyak orang dari berbagai belahan dunia untuk berinteraksi dengan mudah dan dengan ongkos yang relatif murah ketimbang memakai telepon seluler. Dampak positif yang lain dari adanya situs jejaring sosial adalah percepatan penyebaran informasi. Akan tetapi ada pula dampak negatif dari media sosial, yaituberkurangnya interaksi interpersonal secara langsung atau tatap muka, munculnya kecanduan yang melebihi oposisi, serta persoalan etika dan hukum karena kontennya yang melanggar moral, privasi serta norma. Dalam artikelnya berjudul “User of the World, Unite! The Challenges and Opportunities of Social Media,” di Majalah Business Horizons (2010)Andreas M Kaplandan Michael Haenlein membuat klasifikasi untuk berbagai macam media sosial yang ada berdasarkan ciri-ciri penggunaannya.

Menurut ( Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, 2014 ), pada dasarnya media sosial terbagi bagi menjadi banyak bagian, diantaranya yaitu:

1) Situs jaringan sosial untuk memperoleh perizinan untuk terkoneksi dengan cara membuat informasi yang sifatnya pribadi ataupun kelompok sehingga dapat dengan mudah di akses oleh orang lain, misalnya seperti Facebook.

2) Proses kolaborasi usernya diizinkan untuk dapat menambahkan, mengubah,

(36)

ataupun membuang konten yang termuat didalam website tertentu, seperti misalnya Wikipedia.

3) Isi atau konten, user di website ini mendapat kebebasan membagikan suatu konten-konten yang bersifat multimedia seperti gambar, video, foto, dan lain lainnya seperti Facebook dan Instagram.

4) Microblog dan blog, para user ini mendapat kebebasan untuk mengungkapkan sesuatu di dalam blog, seperti yang baru saja dirasakan yaitu pengalaman sehari hari, perasaan, pernyataan, dan tentunya kritikan terhadap sesuatu hal, misalnya seperti Twitter.

5) Virtual sosial world, yaitu aplikasi yang berwujud dunia virtual dan dapat memberi kesmpatan kepada penggunanya berada dan hidup di dunia virtual untuk berinteraksi dengan orang lain. Virtual social world ini tidak jauh berbeda dengan virtual game world, namun lebih bebas terkait dengan berbagai aspek kehidupan, seperti Second Life.

6) Virtual game world, para pengguna dapat menggunakan aplikasi 3D dalam wujud avatar sesuai dengan keinginan Masing-masing dan kemudian dapat berinteraksi dengan orang lain yang mengambil wujud sama seperti avatar dalam halnya dunia yang nyata.

Sebagaimana materi yang telah dipaparkan di atas maka dapat disebutkan bahwa ciri-ciri media sosial yaitu sebagai beriku:

a) Isinya dapat disampaikan secara langsung.

b) Konten-konten yang disampaikan dan dibagikan kepada banyak orang dan tidak pula terbatas pada satu orang saja melainkan seluruh lapisan

(37)

20

masyarakat.

c) Isi pesannya dapat muncul tanpa harus melalui gatekeeper dan tidak ada gerbang penghambat.

d) Media sosial dapat menjadikan penggunanya sebagai actor atau creator yang untuk mengaktualisasikan dirinya.

e) Kontennya dapat diterima secara online dengan waktu yang lebih cepat dan bisa juga tertunda penerimanya tergantung waktu interaksi yang ditentukan sendiri oleh penggunanya.

Konten media sosial terdapat sejumlah aspek fungsional seperti identitas, percakapan, berbagi, kehadiran, hubungan, reputasi dan kelompok (Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, 2014: 27).

e. Manfaat media sosial

Media sosial merupakan bagian dari sistem relasi, koneksi dan komunikasi.

Berikut ini sikap yang harus kita sesuaikan terkait dengan peran, dan manfaat media sosial :

1) Sarana dokumentasi, administrasi dan integrasi.

Bermacam aplikasi media sosial pada dasarnya merupakan gudang dan dokumentasi beraneka ragam konten, dari yang berupa profil, informasi, reportase kejadian, rekaman peristiwa, sampai pada hasilhasil riset kajian.

Dalam konteks ini, organisasi, lembaga dan perorangan dapat memanfaatkannya dengan cara membentuk kebijakan penggunaan media sosial dan pelatihannya buat segenap karyawan, dalam rangka

(38)

memaksimalkan fungsi media sosial sesuai dengan target-target yang telah direncanakan. Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan media sosial, antara lain membuat blog organisasi, mengintegrasikan berbagai lini di perusahaan, menyebarkan konten yang relevan sesuai target di masyarakat, atau memanfaatkan media sosial sesuai dengan kepentingan, visi, misi, tujuan, efisiensi, dan efektifitas operasional organisasi.

2) Sarana belajar, mendengarkan, dan menyampaikan.

Berbagai aplikasi media sosial dapat dimanfaatkan untuk belajar melalui beragam informasi, data dan isu yang termuat di dalamnya. Pada aspek lain, media sosial juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai informasi kepada pihak lain. Konten-konten di dalam media sosial berasal dari berbagai belahan dunia dengan beraneka ragam latar belakang budaya, sosial, ekonomi, keyakinan, tradisi dan tendensi. Oleh karena itu, benar jika dalam arti positif, media sosial merupakan sebuah ensiklopedi global yang tumbuh dengan cepat. Dalam konteks ini, pengguna media sosial perlu sekali membekali diri dengan kekritisan, pisau analisa yang tajam, perenungan yang mendalam, kebijaksanaan dalam penggunaan dan emosi yang terkontrol (Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, 2014:34).

3) Sarana kontrol, evaluasi dan pengukuran.

Media sosial bermanfaat untuk melakukan kontrol organisasi dan juga mengevaluasi berbagai perencanaan dan strategi yang telah dilakukan.

Ingat, respons publik dan pasar menjadi alat ukur, kalibrasi dan parameter untuk evaluasi. Sejauh mana masyarakat paham akan suatu isu atau

(39)

22

persoalan, bagaimana prosedur-prosedur ditaati atau dilanggar publik, dan seperti apa keinginan dari masyarakat, akan bisa dilihat langsung melalui media sosial. Pergerakan keinginan, ekspektasi, tendensi, opsi dan posisi pemahaman publik akan dapat terekam dengan baik di dalam media sosial.

Oleh sebab itu, mediasosial juga dapat digunakan sebagai sarana preventif yang ampuh dalam memengaruhi pemahaman publik.

4) Sarana perencanaan, strategi dan manajemen.

Media sosial di tangan para pakar manajemen dan marketing dapat menjadi senjata yang dahsyat untuk melancarkan perencanaan dan strateginya. Misalnya saja untuk melakukan promosi, mengikat pelanggan setia, menghimpun loyalitas customer, menjajaki market, mendidik publik, sampai menghimpun responsitas masyarakat (Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, 2014:37).

Ada banyak manfaat media sosial bagi kehidupan masyarakat yang tentunya akan mempermudah dan membawa pengaruh yang baik bagi pemakainya serta mebuat segala hal menjadi instan.

f. Dampak Positif

1) Menjaga silahturahmi dengan keluarga ataupun saudara yang jauh dan sudah lama tidak bertemu, kemudian lewat media sosial hal itu bisa dilakukan.

2) Sebagai sumber belajar dan mengajar media sosial memiliki dampak yang sangat besar sekali dapat browsing dan belajar ilmu pengetahuan

(40)

yang baru disana. Karena internet banyak topik dan sumber ilmu terbaru.

Dengan mencari topik di internet andaselangkah lebih majisaat memulai pembelajaran di dalam kelas.

3) Media penyebaran informasi. Hanya dalam tempo beberapa menit setelah kejadian, kitatelah bisa menikmati informasi tersebut.

4) Memperluas jaringan pertemanan. Dengan menggunakan media sosial kita bias berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan yang belum dikenal sekalipun.

5) Sebagai sarana mengembangkan keterampilan. Pengguna

media social dapat belajar bagaimana beradaptasi, bersosialisa-si dengan publik.

6) Media sosial sebagai media komunikasi. Pengguna media sosial dapat berkomunikasidengan pengguna diseluruh dunia.

7) Media sosial sebagai media promosi dalam berbisnis. Hal ini memungkinkan parapengusaha kecil dapat mempromosikan produknya tanpa mengeluarkan biaya yang besar.

g. Dampak Negatif

1) Susah bersosialisai dengan orang-orang sekitar. Disebabkan karena mereka malas belajarberkomunikasi secara nyata. Orang yang aktif dalam media sosial, jika bertemu langsungnyatanya adalah orang yang pendiam dan tidak banyak bergaul.

2) Media sosial membuat seseorang hanya mementingkan diri sendiri, Mereka menjadi tidak sadar dengan lingkungan

(41)

24

mereka, karena mereka banyak menghabiskan waktu diinternet.

3) Berkurangnya kinerja, karyaan perusahaan, pelajar,mahasiswa

yang bermain media social pada saat mengerjakan pekerjaan-nya akan mengurangi waktu kerja dan waktubelajar mereka.

4) Kejahatan dalam dunia maya. Kejahatan ini dikenal dengan nama cyber crime. Kejahatandunia sangat banyak macamnya seperti: hacking, cracking, spaming, dan lainnya.

5) Pornografi. Adanya kemampuanpenyampaian informasi yang dimilkiinternet,pornografipunmerajalela.

Terkadangseseorang mempostingfotoyangseharusnyamenjadiprivasisen diridimediasosial.Halinisangatberbahayakarenabisa

jadipostingantersebutdigunakanolehpihak yang tidak bertanggung jawab .(www.kompasiana.com/amipratiwi18)

Seharusnya ada peran dari sekolah dalam menangani masalah yang terjadi pada kalanganremaja agar dapat menggunkan media sosial dengan bijak.

Serta keterampilan guru dalamberkomunikasi juga dapat membantu menjelaskan pada kalangan remaja bagaimana caramenggunakan media sosial agar tidak disalah gunakan oleh remaja.

Selain mempunyai manfaat atau dampak positif media sosial juga mempunyai dampak positif yaitu segala sesuatu yang dapat merugikan individu atau kelompok dalam masyarakat. Sehingga di anjurkan untuk pemakai media sosial agar pemakainnya di batasi atau diselingi dengan kegiatan yang lain dan lebih bermanfaat.

(42)

2. Remaja

a. Pengertian Remaja

Masa remaja adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual ialah antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun ialah menjelang masa dewasa muda.

Menurut Pieget (dalam Hurlock) berpendapat secara psikologis remaja adalah usia dimana individu berinteraksi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah ikatan orang-orang yang lebih tua melainkan dalam tingkatan yang sama sekurang-kurangnya dalam masalah hak (Hurlock, 2001 : 206).

Remaja ialah mereka yang mengalami masa transisi (peralihan) dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, yaitu antara usia 12-13 tahun hingga usia 20-an, perubahan yang terjadi termasuk drastis pada semua aspek perkembangannya yaitu mencakup perkembangan fisik, kognitif, kepribadian, dan sosial (Gunarsa, 2006: 196).

Remaja disebut juga "pubertas" yang nama berasal dari bahasa latin yang berarti "usia menjadi orang" suatu masa dimana anak dipersiapkan untuk menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak (Gunarsa, 2007: 27).

Sebagian orang berpendapat bahwa masa muda sebagian saat yang paling indah dan menyenangkan. Penuh kegembiraan. Memang tidak salah, tetapi dikatakan benar seluruhnya adalah tidak mungkin, persoalannya tergantung

(43)

26

dari segi memandangnya. Jika dilihat dari kemauannya yang tanpa dikaitkan dengan masa depan, ia bebas berhurahura, bermewah-mewah tanpa harus memeras keringat.

bagaimana mencari rupiah demi rupiah guna memenuhi kebutuhan sehari- harinya ia sambil merayu dan dibumbui alasan-alasan, jika tidak dituruti dia akan pergi dari rumah (minggat). Tetapi jika memandang dari sudut yang berkaitan dengan masa depan remaja itu sendiri syarat tanggung jawab yang akan dipikul. Maka masa remaja bisa di katakan masa yang paling berat, penuh tantangan, ia harus bekerja lebih berat, memanfaatkan setiap waktu yang dimiliki, ia harus memperhatikan mental rohaniah aqliyah, fisik jasmaniah untuk memproses regenerasi yang pastimenghampirinya. Fisik tubuh, makanan bergizi, intelektual menghayati ilmu pengetahuan dan mental santapan rohani yang berisi norma tata nilai yang abadi dan luhur, fisik dilatih dengan penghayatan dan pengalaman religi hingga latihan terakhir ini bisa mengilhami seluruh sikap dan tingkah lakunya.

Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya, karena pada periode itu, seseorang meninggalkan tahap kehidupan anak-anak, untuk menuju tahap selanjutnya yaitu tahap kedewasaan. Masa ini dirasakan sebagai suatu masa krisis karena belum adanya pedoman, sedangkan kepribadiannya sedang mengalami pembentukan jati diri. Pada waktu itu dia memerlukan bimbingan, terutama dari orang tuanya (Soerjono S, 1990: 372-373).

Dapat dijelaskan bahwa remaja adalah masa transisi dari masa anak anak menjadi masa dewasa dimana masa remaja sama halnya memulai kehidupan

(44)

yang sebenarnya yang dituntut oleh keadaan untuk belajar menajalankan kehidupan sehari hari dengan mandiri, bertanggung jawab dan memiliki tujuan.

b. Tahap-tahap Masa Remaja

Masa remaja di bagi menjadi 3 tahap:

1) Masa sebelum remaja : 12 – 14 tahun

Ialah periode sekitar kurang lebih 2 tahun sebelum terjadinya pemasakan seksual yang sesungguhnya tetapi sudah terjadi perkembangan fisiologi yang berhubungan dengan pemasakan beberapa kelenjar endokrin.

2) Masa remaja awal : 14 – 17 tahun

Ialah periode dalam rentang perkembangan dimana terjadi kematangan alat–alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.

3) Masa remaja akhir : 17 – 21 tahun

Yang dimana tumbuh menjadi dewasa yang mencapai kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.

Masa remaja memiliki 3 tahap sebagaimana yang tertulis di atas bahwa tahap tahap remaja yaitu masa sebelum remaja atau masa pengenalan, masa remaja awal adalah masa perkembangan dan masa remaja akhir telah mecapai kematangan dimana masa remaja telah berakhir dan beralih kemasa dewasa.

c. Ciri-ciri Remaja

1) Perkembangan seksual

(45)

28

Seksual yang berlebih terkadang menyebabkan perkelahian, bunuh diri dan sebagainya.

2) Pertumbuhan fisik

Pertumbuhan fisik mengalami perubahan sedikit cepat di banding masa anak-anak dan dewasa.

3) Emosi yang meluap-luap

Emosi remaja keadaannya masih labil di sebabkan pengaruh hormon. Terkadang dia bisa marah dan di lain waktu bisa sedih juga

4) Cara berpikir

Cara berpikirnya causatif ialah menyangkut hubungan sebab dan akibat. Misalnya remaja duduk didepan pintu, kemudian orang tua melarangnya sambil berkata “jangan duduk depan pintu“. Andai yang dilarang itu anak kecil, pasti ia akan menuruti perintah orang tuanya, tetapi remaja yang dilarang itu akan mempertanyakan mengapa ia tidak boleh duduk didepan pintu dan selalu bertanya-tanya.

5) Menarik perhatian lingkungan

Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian pada lingkungan.

Berusaha mendapat status dan peran. Seperti mencari perhatian di kegiatan remaja kampung-kampung.

6) Mulai tertarik oleh lawan jenis

Dalam bersosial dia lebih tertarik pada lawan jenisnya dan ada minat untuk berpacaran.

(46)

7) Terikat dengan kelompok

Remaja dalam kehidupan sosialnya tertarik pada komplotan seumurnya sehingga tidak jarang orang tua dinomor duakan sedangkan komplotan dinomor satukan.

Masa remaja memiliki ciri ciri yang lebih menonjol atau lebih mudah di pastikan dari masa masa lainnya. Karna masa remaja memilki ciri ciri yang berupa ciri ciri umum atau ciri ciri yang baru didapatkan oleh seseorang.

d. Tugas-tugas pertumbuhan masa remaja

Remaja mengalami growth spurt ialah pertumbuhan fisik yang sangat pesat, yang ditandai oleh ciri-ciri perkembangan pada masa pubertas. Otot- otot tubuh mengeras, tinggi dan berat badan meningkat cepat, begitu pula dengan proporsi tubuh yang semakin mirip dengan tubuh orang dewasa, termasuk juga dengan kemasakan fungsi seksual, hal ini terjadi disebabkan adanya proses biologis yang berkaitan dengan perubahan hormonal didalam tubuh remaja. Dengan demikian, pada saat ini remaja menjadi manusia seksual yang memiliki kemampuan untuk bereproduksi.

Keadaan emosi selama masa remaja, secara tradisional remaja dianggap sebagai masa "badai dan tekanan", suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai sebab dari perubahan fisik dan kelenjar. Ketegangan emosi ini diperoleh dari kondisi sosial yang mengelilingi remaja masa kini. Adapun meningginya emosi terutama karena anak laki-laki dan perempuan berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru, sedangkan selama masa kanak-kanak ia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-

(47)

30

keadaan itu (Hurlock, 2001: 212-213).

Tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan, namun benar juga sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. Meskipun emosi remaja sering kali sangat kuat, tidak terkendali dan tampaknya irasional, tetapi pada umumnya dari tahun ke tahun terjadi kemajuan perilaku positif secara emosional.

Pola emosi masa remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak- kanak, perbedaannya terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajat, dan khususnya pada pengendalian latihan individu terhadap ungkapan emosi mereka, seumpama perlakuan sebagai "anak kecil" atau secara tidak adil membuat remaja sangat marah dibandingkan dengan hal-hal lain.

Anak laki-laki dan perempuan dan tempat yang lebih tepat untuk mengungkapkan emosinya dengan cara-cara yang lebih baik. tanda kematangan emosi yang lain adalah bahwa individu menilai situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional.

Minat pendidikan pada umumnya remaja lebih suka mengeluh tentang sekolah dan larangan-larangan, pekerjaan rumah, kursus wajib, makanan di kantin, dan cara pengelolaan sekolah. Besarnya minat remaja terhadap pendidikan sangat dipengaruhi oleh minat mereka pada akan dianggap batu loncatan (Hurlock, 2001: 220). Tugas pertumbuhan masa dikatakan sudah mencapai kematangan emosi apabila pada akhir masa remaja tidak

(48)

"melampiaskan"emosinya dihadapan orang lain melainkan menunggu saat remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak- kanakan serta berusaha untuk menggapai pekerjaan, jika remaja menginginkan pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi maka pendidikan kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas-tugas pertumbuhan masa remaja menurut Harlock dalam Ali adalah berusaha : 1) Belajar memiliki peran sosial sesuai jenis kelamin masing-masing. Kalau

tidak di latih mulai dini maka waktu menginjak dewasa dalam segi peranan sosial remaja akan terhambat.

2) Menerima kenyataan jasmaniah serta dapat menggunakannya secara efektif dan merasa puas terhadap keadaan tersebut.

3) Memperoleh sejumlah norma – norma dan nilai – nilai.

4) Mencapai kebebasan ekonomi.

5) Mencapai kebebasan dari kebergantungan terhadap orang tua dan orang dewasa lainnya.

6) Memperoleh informasi tentang perkawinan dan mempersiapkannya.

7) Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kesanggupannya.

8) Memiliki konsep – konsep tentang tingkah laku sosial yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat.

9) Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep – konsep tentang kehidupan bermasyarakat.

10) Memahami dan menginternalisasikan orang-orang dewasa dan orang tua.

(49)

32

11) Memenuhi kemandirian emosional.

12) Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab berkeluarga.

13) Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang di perlukan dalam dunia dewasa.

14) Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang di perlukan saat berperan dalam kegiatan masyarakat.

B. Kajian Teori

1. Teori Struktural fungsional

Struktural Fungsional adalah salah satu paham atau perspektif di dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai system yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan bagian yang satu tak dapat berfungsi tanpa ada hubungan dengan bagian yang lain. Teori ini memandang bahwa masyarakat luas akan berjalan normal kalau masing- masing elemen atau institusi menjalankan fungsinya dengan baik. (Bernard Raho, 2007)

Teori ini memiliki dalil bahwa segala sesuatu yang berfungsi akan eksis dengan sendirinya dan segala sesuatu yang tidak berfungsi akan hilang dengan sendirinya.

Teori struktural fungsional menjelaskan bagaimana berfungsinya suatu struktur. Setiap struktur (mikro seperti persahabatan, meso seperti organisasi, dan makro seperti masyarakat dalam arti luas seperti masyarakat jawa) akantetap ada sepanjang ia memiliki fungsi.

Asumsi dasar dari teori ini adalah bahwa setiap struktur dalam sistem

(50)

sosial, fungsional terhadap yang lain. Sebaliknya kalau tidak fungsional maka struktur itu tidak akan ada atau akan hilang dengan sendirinya.Tokoh yang terkenal menggagas teori ini adalah Talcott Parsons dan Robert K Merton. Talcott Parsons salah satu tokoh dari teori ini mempunyai asumsi bahwa masyarakat dilihat sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat sub-sub sistem yang masing-masing mempunyai fungsi untuk mencapai keseimbangan dalam masyarakat.

Dalam teori struktural fungsional parson ini, terdapat empat fungsi untuk semua sistem tindakan.Suatu fungsi adalah hal yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan tertentu atau kebutuhan sistem.Secara sederhana struktural fungsional adalah sebuah teori yang pemahaman tentang masyarakatnya di dasarkan pada sistem organik.

Fungsionalis berarti melihat masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu sama lainnya. Satu bagian tidak terpisah darikeseluruhan.Dengan demikian dalam perspektif fungsionalis ada beberapa persyaratan atau kebutuhan fungsional yang harus dipenuhi agar sebuah sistem sosial bisa bertahan. Imperative-imperatif tersebut adalah adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan latency atau biasa yang disingkat dengan AGIL (Adaptation, Goal attainment, Integration, dan Latency).

Menurut teori Fungsionalis ini masyarakat adalah suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada satu bagian akan

(51)

34

membawa perubahan pula pada bagian-bagian yang lain.

Talcott Parsons, cenderung menyimpulkan bahwa semua institusi adalah baik dalam dirinya atau berfungsi dalam masyarakat. Merton sendiri, tidak sependapat dalam hal itu. Sebaliknya ia melihat bahwa ada hal-hal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal yang tidak berfungsi itu disebutnya dengan disfungsi.Merton menghimbau para sosiolog untuk secara aktif menunjukkan hal-hal yang tidak berfungsi itu.

Struktural fungsional awal memusatkan perhatian pada fungsi struktur sosial atau pada fungsi satu intsitusi sosial tertentu saja.Menurut pengamatan Merton, para analisis cenderung mencampur adukkan motif subyektif individual dengan fungsi struktur atau institusi.Perhatian analisis struktur fungsional mestinya lebih dipusatkan pada fungsi sosial ketimbang motifindividual. Menurut Merton, Fungsi didefinisikan sebagai

“konsekuensi-konsekuensi yang dapat diamati yang menimbulkan adaptasi atau penyesuaiandari sistem tertentu.

Para penganut teori fungsional menerima perubahan sebagai sesuatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan.Perubahan dianggap mengacaukan keseimbangan masyarakat. Proses pengacauan itu berhenti pada saat perubahan tersebut telah diintegrasikan ke dalam kebudayaan. Perubahan yang ternyata bermanfaat (fungsional) diterima dan perubahan lain yang terbukti tidak berguna (disfungsional) ditolak. (Andreas Suroso, 2008).

2. Perilaku Sosial (Max Weber) a. Perilaku Sosial

(52)

Perilaku sosial menurut Max Weber adalah tindakan indivudu sepanjang tindakan itu mempunyai makna atau arti subjek bagi dirinya diarahkan kepada tindakan orang lain ( Weber dalam Ritzer 1975). Suatu perilaku individu yang diarahkan kepada benda mati tidak masuk dalam kategori perilaku sosal suatu perilaku akan di katakan sebagai perilaku sosial ketika perilaku tersebut benar-benar diarahkan kepada orang lain (individu lainnya). Meski tidak jarang perilaku sosial dapat berupa tindakan yang bersifat membatin atau bersifat subjektif yang mungkin terjadi Karena pengaruh positif dari situasi tertentu. Bahkan terkadang tindakan dapat berulang kembali dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Weber dalam Turner 2000).

Ada 5 ciri pokok perilaku sosial menurut Max Weber sebagai berikut:

1. Jika tindakan manusia itu menurut aktornya mengandung makna subjektif dan hal ini bisa meliputi berbagai tindakan nyata

2. Tindakan nyata itu bisa bersifat membatin sepenuhnya

3. Tindakan itu berasal dari akibat pengaruh positif atas suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang, atau tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam dari pihak manapun

4. Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu

5. Tindakan itu memperhatikan tindaka orang lain dan terarah kepada orang lain itu.

(53)

36

Selain kelima ciri pokok tersebut , menurut Weber tindakan sosial dapat pula dibedakan dari sudut waktu sehingga ada tindakan yang diarahkan kepada waktu sekarang, waktu lalu, atau waktu yang akan datang. Sasaran tindakan sosial bisa individu tetapi juga bisa kelompok atau sekumpulan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perilaku sosial adalah suatu tingkah laku seseorang yang merupakan hasil timbal balik hubungan antara seseorang dengan lingkungan sekitarnya yang merupakan tanggapan pada lingkungan sosialnya menurut Sarlito Wirawan sarwono, perilaku sosial adalah sikap pada seseorang atau kelompok yang ditujukan pada suatu objek yang menjadi perhatian seluruh orang-orang tersebut. Dari pandangannya dapat ditarik kesimpulan bahwa perilaku sosial adalah perlakuan seseorang atau kelompok yang merupakan hasil dari interaksi antar seseorang atau kelompok tersebut dengan lingkungannya yang merupakan hubungan timbal balik pada lingkungan sosialnya. Sama halnya dengan Abu Ahmadi menurutnya perilaku sosial adalah kesadaran perilaku seseorang nampak pada perbuatan yang nyata dari berulang-ulang pada objek sosial. Kesadaran yang dimaksud dalam hal ini adalah kesadarakan akan tanggung jawab, menghormati orang lain. Tolong menolong dan partisipasi sosial yang merupakan unsur yang terpenting dalam perilaku sosial.

b. Pembentukan Perilaku Sosial

Pembentukan perilaku sosial pada diri seseorang tidak terjadi begitu saja namun banyak faktor-faktor dan unsur-unsur yang mempengaruhi dan membentuk perilaku sosial tersebut. Pembentukan perilaku sosial karena

(54)

interaksi manusia dengan manusia lainnya dan lingkungannya berkenan dengan objek tersebut.

perilaku sosial bisa terbentuk disebabkan atas beberapa faktor dari dalam seseorang dan faktor-faktor dari luar seseorang yang masing-masing memiliki fungsi masing-masing. Faktor dari dalam adalah faktor yang ada pada diri seseorang, berupa seletifitas atau daya tangkap seseorang untuk memilih dan menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Adapu yang dimaksud faktor dari luar ialah faktor yang ada diluar pribadi diri seseorang, berupa interaksi sosial, cara bersikap atau berperilaku dengan lingkungan sekitar.

Perilaku sosial bisa saja berbentuk melalui berbagai cara, bisa saja berupa adopsi, deferensial, integrasi, dan trauma.

C. Kerangka Fikir

Gambar 2.1 kerangka fikir

TEKNOLOGI

MEDIA SOSIAL

PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL REMAJA DALAM MENGGUNKAN MEDIA SOSIAL

KURANG BERGAUL

WAKTU ISTIRAHAT BERKURANG LEBIH EKSIS

MENGIKUTI ZAMAN

MENINGKAT NYA BUDAYA KONSUMTIF KECANDUAN

Gambar

Gambar 2.1 kerangka fikir
GAMBAR UMUM LOKASI PENELITIAN  A.  Sejarah Desa Patikarya
Gambar desa patikarya
Tabel 4.2Jumlah penduduk berdasarkan pekerjaan  No  Jenis Pekerjaan  jumlah
+2

Referensi

Dokumen terkait

6 Untuk saling memuaskan hasrat, saya dan pacar saya saling memasukkan alat kelamin pacar ke dalam mulut saya 7 Ketika ada kesempatan, saya mencium. bagian leher pacar saya hingga

Klaster terakhir yang muncul dengan anggota yang berjumlah 54 orang (21,60%) mayoritas perempuan, adalah klaster yang didominasi oleh remaja yang memiliki sedikit

Menurut keseluruhan informan komunikasi merupakan hal yang paling penting, kedekatan antara orangtua dan anak merupakankunci segalanya, karna menurut beberapa

Mereka mempunyai karakter yang sangat berbeda, anak pertama saya, Bobi tidak mau mengalah, kasar, suka cari keribuatan dengan adik- adiknya, susah di bilang kalau

Dengan teori ini saya dapat menemukan dari adanya perubahan social khususnya modernisasi dapat menimbulkan fungsi yang diharapkan masyarakat seperti memudahkan dalam berkomunikasi dan

1645 ara umake nae deka nawaku” “…Iya saya sering ribut dengan teman saya tidak terhitung, saya juga kadang suka teriak kalo lagi marah sama mama saya dan orang dirumah”

Jadi kalau mau cari kita harus tau dan yakini bahwa kita ini pro kemana, gabisa netral.” Dari data diatas informan menyatakan bahwa Instagram dan Facebook merupakan media sosial

Untuk itu di perlukan peran dari orang tua untuk memberikan batasan kepada waktu kepada anak pada saat bermain gadged, seperti yang telah di katakan oleh salah satu informan iya