• Tidak ada hasil yang ditemukan

PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH JABAL NUR BUNTU BENDO KAB. LUWU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH JABAL NUR BUNTU BENDO KAB. LUWU "

Copied!
223
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Adakah pengaruh penerapan media gambar terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Jabal Nur Buntu Bendo Kab. Adakah pengaruh penerapan metode demonstrasi terhadap hasil belajar siswa Madrasah Ibidaiyah Jabal Nur Buntu Bendo Kab.

Tujuan Penelitian

Berdasarkan Tabel 4.21 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang tidak setuju sama sekali, 3 atau 9%. Berdasarkan Tabel 4.31 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang tidak setuju sama sekali sebanyak 3 atau 9%.

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teoritis

  • Pengertian Media Pembelajaran
  • Media Gambar
  • Metode Demonstrasi
  • Hasil Belajar
  • Fikih

Tabel 4.22 menunjukkan bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden sangat tidak setuju, 1 atau 3%. Tabel 4.30 menunjukkan bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden sangat tidak setuju, 6 atau 19%.

Gambar  sederhana  menggunakan  garis  dan  simbol.  Diagram  menggambarkan struktur suatu objek secara garis besar
Gambar sederhana menggunakan garis dan simbol. Diagram menggambarkan struktur suatu objek secara garis besar

Bagan Kerangka Pikir

Hipotesis

Terdapat pengaruh penerapan media gambar terhadap hasil belajar siswa di MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab. Secara bersama-sama penerapan media gambar dan metode demonstrasi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab.

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Peneltian

Populasi Dan Sampel Penelitian

Dari tabel 4.1 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 2 atau 6% responden yang memilih tidak setuju, 5 atau 16% responden yang memilih netral, 15 atau 47% responden yang memilih setuju, dan 10 atau 31%. Dari tabel 4.2 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 2 atau 6% responden yang memilih tidak setuju, 5 atau 16% responden yang memilih netral, 15 atau 47% responden yang memilih setuju. , dan 10 atau 31%. Dari tabel 4.6 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 2 atau 6% responden yang memilih setuju, 4 atau 12% responden yang memilih netral, 14 atau 44% responden yang memilih tidak setuju, dan 12 atau 38 persen.

Berdasarkan tabel 4.8 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang setuju, 3 atau 9% responden yang memilih netral, 13 atau 41% responden yang memilih tidak setuju, dan 15 atau 41% responden yang memilih tidak setuju. 47%. Berdasarkan tabel 4.9 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang memilih tidak setuju, 4 atau 12% responden yang memilih netral, 14 atau 44% responden yang memilih, setuju, dan 13 atau 41%. Berdasarkan tabel 4.14 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang memilih tidak setuju, 2 atau 6% responden yang memilih netral, 12 atau 37% responden yang memilih, setuju, dan 17 atau 53%.

Berdasarkan tabel 4.17 terlihat bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden memilih setuju, 2 atau 6% responden memilih netral, 14 atau 44% responden memilih tidak setuju, dan 15 atau 44% responden memilih tidak setuju, dan 15 atau 44% responden memilih tidak setuju. 47%. Berdasarkan tabel 4.25 terlihat bahwa dari 32 responden, 6 atau 19% responden memilih netral, dan 15 atau 47% responden memilih netral. Berdasarkan tabel 4.37 terlihat bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden memilih setuju, 4 atau 13% responden memilih netral, 15 atau 47% responden memilih tidak setuju, dan 12 atau 47% responden memilih tidak setuju, dan 12 atau 47% responden memilih tidak setuju. 37%.

Berdasarkan tabel 4.43 terlihat bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden memilih setuju, 3 atau 9% responden memilih netral, 13 atau 41% responden memilih tidak setuju, dan 15 atau 41% responden memilih tidak setuju, dan 15 atau 41% responden memilih tidak setuju. 47%. Berdasarkan tabel 4.46 terlihat bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden memilih setuju, 3 atau 9% responden memilih netral, 14 atau 44% responden memilih tidak setuju, dan 14 atau 44% responden memilih tidak setuju, dan 14 atau 44% responden memilih tidak setuju. 44%.

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Angket
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Angket

Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Defenisi Operasional Variabel

Instrumen Penelitian

Jadi instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diamati. Secara khusus, semua fenomena tersebut disebut variabel penelitian. 63 Banyaknya instrumen penelitian tergantung pada banyaknya variabel penelitian yang ditetapkan untuk diselidiki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang terdiri dari 60 item pernyataan, 30 pernyataan untuk variabel media visual (X1) dan 30 pernyataan untuk variabel metode demonstrasi.

Angket ini digunakan untuk memperoleh data pengaruh penggunaan media gambar dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar siswa di MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab. Berdasarkan uji instrumental yang dilakukan dengan cara menyebarkan angket secara acak kepada 15 siswa, peneliti memperoleh hasil dari angket variabel media gambar (X1), yaitu dari 30 pernyataan pada angket, diperoleh 22 pernyataan valid. didapatkan. elemen dan 8 elemen dinyatakan tidak valid. Jadi hanya 22 elemen yang dapat dilanjutkan menjadi sebuah array. Berdasarkan uji instrumental yang dilakukan dengan cara menyebarkan angket secara acak kepada 15 siswa, peneliti memperoleh hasil angket metode demonstrasi (X2), yaitu memperoleh hasil 25 pernyataan valid dari 30 pernyataan pada angket. . dan sebanyak 5 item dinyatakan tidak valid.

Setelah melakukan uji coba instrumen kepada lima belas siswa yang disebar secara acak dan diperoleh hasil uji coba instrumen, penulis melanjutkan penelitiannya pada 32 sampel penelitian yang telah ditentukan. Berdasarkan tabel diatas nilai Cronbach’s Alpha pada uji Reliability Statistics sebesar 0,909 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen soal pada angket klasifikasi koefisien sangat tinggi. Berdasarkan tabel diatas nilai Cronbach’s Alpha pada uji Reliability Statistics sebesar 0,93 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen soal pada angket klasifikasi koefisien sangat tinggi.

Teknik Analisis Data

Berdasarkan tabel 4.3 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 6% responden yang memilih tidak setuju, 4 atau 12% responden yang memilih netral, 14 atau 43% responden yang memilih setuju, dan 13 atau 40%. Berdasarkan tabel 4.5 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 3 atau 9% responden yang memilih netral, 14 atau 44% responden yang memilih setuju, dan 15 atau 47% responden yang memilih memilih tidak setuju. sangat setuju, sedangkan tidak ada responden yang memilih tidak setuju dan sangat tidak setuju. Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 2 atau 6% responden yang memilih tidak setuju, 6 atau 19% responden yang memilih netral, 12 atau 78% responden yang memilih setuju, dan 12 atau 37%.

Berdasarkan tabel 4.12 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang memilih setuju, 4 atau 12% responden yang memilih netral, 17 atau 53% responden yang memilih tidak setuju, dan 10 atau 53% responden yang memilih tidak setuju, dan 10 atau 53% responden yang memilih tidak setuju. 31%. Berdasarkan tabel 4.16 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang memilih setuju, 4 atau 12% responden yang memilih netral, 13 atau 41% responden yang memilih tidak setuju, dan 14 atau 41% responden yang memilih tidak setuju, dan 14 atau 41% responden yang memilih tidak setuju. 44%. Berdasarkan tabel 4.18 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 2 atau 6% responden yang memilih setuju, 6 atau 19% responden yang memilih netral, 14 atau 44% responden yang memilih tidak setuju, dan 10 atau 44% responden yang memilih tidak setuju, dan 10 atau 44% responden yang memilih tidak setuju. 31%.

Berdasarkan tabel 4.21 terlihat bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden memilih setuju, 4 atau 12% responden memilih netral, 13 atau 41% responden memilih tidak setuju, dan 14 atau 41% responden memilih tidak setuju, dan 14 atau 41% responden memilih tidak setuju. 44%. Berdasarkan tabel 4.26 terlihat bahwa dari 32 responden, 1 atau 3% responden memilih tidak setuju, 5 atau 16% responden memilih netral, 13 atau 41% responden memilih setuju, dan 13 atau 40%. Berdasarkan tabel 4.29 terlihat bahwa dari 32 responden, 2 atau 6% responden memilih tidak setuju, 1 atau 3% responden memilih netral, 10 atau 31% responden memilih setuju, dan 19 atau 60 %.

Berdasarkan tabel 4.33 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 1 atau 3% responden yang memilih setuju, 3 atau 9% responden yang memilih netral, 14 atau 44% responden yang memilih tidak setuju. , dan 14 atau 44%. Berdasarkan tabel 4.43 terlihat bahwa dari 32 responden terdapat 2 atau 6% responden yang memilih tidak setuju, 4 atau 13% responden yang memilih netral, 11 atau 34% responden yang memilih setuju. , dan 15 atau 47%.

Tabel 4.1. Gambar yang digunakan sesuai dengan materi yang akan diajarkan  Frequency  Percent
Tabel 4.1. Gambar yang digunakan sesuai dengan materi yang akan diajarkan Frequency Percent

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pengujian Prasyarat Analisis

Berdasarkan tabel diatas, kriteria pengujian diambil berdasarkan nilai probabilitas dengan aplikasi IBM SPSS 21. Berdasarkan tabel diatas, kriteria pengujian model regresi linier berganda jika nilai signifikan deviasi linearitas > 0,05 maka terdapat hubungan linier antara variabel dengan variabel terikat. Sebaliknya jika nilai signifikan deviasi linearitas < 0,05 maka tidak terdapat hubungan linier antara variabel independen dengan variabel dependen.

Dilihat dari nilai Tolerance, tidak terjadi gejala multikolinearitas jika nilai Tolerance > 0,10. Sebaliknya jika nilai Tolerance < 0,10 maka terjadi gejala multikolinearitas. Tabel diatas menunjukkan bahwa dengan nilai toleransi sebesar 0,998 > 0,10 maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinearitas.

Tabel 4.52 Uji normalitas menggunakan analisis Kolmogrov-SMIrnov Test  One-Sample Kolmogorov-SMIrnov Test
Tabel 4.52 Uji normalitas menggunakan analisis Kolmogrov-SMIrnov Test One-Sample Kolmogorov-SMIrnov Test

Pengujian Hipotesis

Dampak Penerapan Metode Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Fikih Siswa MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab. Hal ini dapat dijelaskan bahwa hasil belajar fiqih siswa akan menurun apabila tidak konsisten dengan penerapan metode demonstrasi. Pengaruh Penggunaan Media Gambar dan Metode Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Fikih Siswa MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab.

Hipotesis ketiga menyatakan, “Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan media gambar dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar siswa di MI Jabal Nur Bunti Bendo Kab. Pada tabel diatas variabel media gambar dan metode demonstrasi secara simultan berpengaruh positif terhadap belajar siswa Hasil belajar pada bidang fikih mahasiswa yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan media gambar dan metode demonstrasi secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa pada bidang fiqh.

Untuk menunjukkan berapa persentase pengaruh media gambar dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar fiqh yang digunakan siswa digunakan koefisien determinasi. Artinya besarnya sumbangan variabel metode demonstrasi terhadap hasil belajar ilmu fiqih siswa sebesar 11,9% dan sumbangan relatifnya sebesar 39,4%. Dapat disimpulkan bahwa variabel media visual lebih dominan dan berpengaruh terhadap hasil belajar Fikih peserta didik.

Tabel 4.55 Hasil analisis Regresi Media Gambar  Variabel  Koef.Regresi
Tabel 4.55 Hasil analisis Regresi Media Gambar Variabel Koef.Regresi

Pembahasan Hasil Penelitian

Maka hipotesis ketiga yang mengatakan : “Terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara media gambar dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar ilmu fiqih siswa di MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab. Berdasarkan tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel media gambar dan metode demonstrasi secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 30,2% terhadap hasil belajar siswa dan 69,8% diberikan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.Capaian belajar yang relevan adalah nilai akhir semester siswa pada mata pelajaran fiqih yang didalamnya terkandung dalam rapor.

Pengaruh media visual terhadap hasil belajar hukum siswa di MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab. Melalui gambar, pendidik dapat membantu memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih luas kepada siswa. Karena media gambar dapat memberikan pemahaman, kesan dan pengalaman yang luas bagi siswa yang mudah diingat dan sulit untuk dilupakan.

Penggunaan gambar sebagai media pembelajaran terbukti dapat meningkatkan imajinasi, kreativitas dan keaktifan siswa dan pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa. Pengaruh penggunaan media visual dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar hukum siswa di MI Jabal Nur Buntu Bendo Kab. Hasil penelitian mendukung hipotesis ketiga bahwa variabel media gambar dan metode demonstrasi secara simultan berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa.

Emaramjaya, Hasna, Penggunaan Media Visual dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 5 Pinrang, (Institut Agama Islam Parepare, 2016). Fadhillah, Uni, Pengaruh Metode Pembelajaran Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan, (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 2014).

Gambar

Table 3.1 Daftar jumlah peserta didik kelas IV, V, VI MI Buntu Bendo
Tabel 4.1. Gambar yang digunakan sesuai dengan materi yang akan diajarkan  Frequency  Percent
Gambar 4.1. Histogram Item Gambar yang digunakan sesuai dengan materi yang akan diajarkan
Gambar 4.2. Histogram Item Saya mudah memahami materi dengan menggunakan  media gambar
+7

Referensi

Dokumen terkait

4) Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. HP bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung

Akibat gangguan tersebut memungkinkan penerima pesan (peserta didik) tidak memahami atau tidak dapat menerima sama sekali pesan yang ingin disampaikan. Sebagai

Rosida, 2022: Strategi Guru Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta didik Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V MIMA 01 KH Shiddiq Jember. Kata Kunci: Strategi

peserta didik tamatan madrasah ibtidaiyah dengan tamatan sekolah dasar pada bidang studi aqidah akhlak di MTs Negeri Gowa Kabupaten Gowa diperoleh hasil penelitian t 0 , yaitu

pelajaran yang diminati oleh sekelompok peserta didik misalnya olahraga, kesenian berbagai macam keterampilan dan kepramukaan.4 Adapun menurut Suharsimi Arikunto, kegiatan