BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Teoritis
4. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Belajar dan mengajar sebagai suatu proses mengandung tiga unsur, yaitu tujuan pengajaran, pengalaman dan hasil belajar. Belajar adalah suatu proses usaha
32 Faturrahman, Metode-metode Pembelajaran, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), h.3
yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalamannya berinteraksi dengan lingkungannya.33
Susanto menyatakan hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri Peserta didik baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan spikomotorik sebagai hasil dari kegiatan belajar.34
Nana Sudjana menyatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu menjadi mampu. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar meliputi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.35
Menurut Suharsimi Arikunto, hasil belajar atau bisa disebut nilai akhir merupakan cerminan keberhasilan belajar. Proses belajar mengajar bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan keterampilan peserta didik. Hasil belajar juga digunakan untuk mengukur kemampuan Peserta didik.36
Dilihat dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang mengacu pada peningkatan pengetahuan, keterampilan yang merupakan tujuan didaktis dalam proses pembelajaran. Refleksi terhadap kemampuan Peserta didik dalam menguasai materi pembelajaran. Sebuah cerminan keberhasilan Pendidik dalam mengajar.
b. Faktor–faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh dua hal yaitu:
1) Peserta didik, dalam arti kemampuan berpikir atau tingkah laku intelektual, motivasi, MInat, dan kesiapan Peserta didik baik jasmani maupun rohani
33 Daryanto, Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Gava Media, 2010), h. 2
34 Ahmad susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013) h.5
35Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014) h. 3
36 SuharsiMadrasah Ibtidaiyah Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta:
BuMadrasah Ibtidaiyah Aksara, 2010). h.274
2) Lingkungan, yang termasuk dalam lingkungan antara lain sarana dan prasarana, kompetensi Pendidik, kreativitas Pendidik, sumber-sumber belajar, metode serta dukungan lingkungan keluarga, dan lingkungan.37
Sementara itu pendapat yang sama juga disampaikan oleh Noer Rohmah faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar (hasil belajar) yaitu faktor lingkungan dan faktor instrumental.
1) Faktor lingkungan, yang termaksud termasuk faktor lingkungan dalah sebagai berikut:
a) Lingkungan alami, yang dimaksud dengan lingkungan alami adalah keadaan lingkungan disekitar Peserta didik yang dapat mempengaruhi hasil belajar, seperti temperatur udara dan kelembaban.
b) Lingkungan sosial, lingkungan sosial budaya yaitu hubungan dengan manusia sebagai makhluk social.
2) Faktor instrumental adalah faktor yang ada dan pemanfaatannya telah dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan, faktor ini dapat berupa hardware (perangkat keras) seperti gedung, perlengkapan belajar, alat praktikum.
Software (perangkat lunak), perangkat ini berupa kurikulum, program, peraturan dan pedoman pembelajaran.
3) Kondisi fisiologis sangat berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran seorang peserta didik. Seorang peserta didik yang dalam kondisi bugar jasmaninya akan berlainan dengan belajarnya Peserta didik yang dalam keadaan kelelahan.
4) Kondisi psikologis yang mempengaruhi proses dan hasil belajar antara lain minat, bakat, kecerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif.38
Berdasarkan uraian pendapat di atas semakin jelas bahwa hasil belajar Peserta didik merupakan hasil dari suatu proses yang melibatkan beberapa faktor yang saling mempengaruhi. Tingkat hasil belajar Peserta didik dipengaruhi oleh
37 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013) h.12
38 Noer Rohmah, psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Teras, 2012) h.51
faktor-faktor tersebut. Faktor utama adalah faktor yang ada dalam diri peserta didik (faktor internal), yaitu kecerdasan Peserta didik, kesiapan Peserta didik, bakat, minat, kemauan belajar dan faktor yang berasal dari lingkungan atau eksternal Peserta didik.
(faktor eksternal), yaitu model penyajian materi, sikap pendidik dalam suasana pembelajaran, kompetensi pendidik dan kepribadian pendidik.
c. Penilaian Hasil Belajar Pada Ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Dalam penelitian ini peneliti menggunakan hasil belajar pada ranah kognitif dan afektif. Berikut penjelasan tiap penilaian hasil belajar:
1) Ranah Kognitif
Menurut Martinis Yamin, tujuan kognitif diarahkan pada kekuatan otak yang lebih sederhana, yaitu mengingatkan keterampilan pemecahan masalah yang menuntut Peserta didik untuk menghubungkan dan menggabungkan ide, metode, atau prosedur yang telah dipelajari sebelumnya untuk memecahkan masalah. Atas dasar hal di atas, dapat disimpulkan bahwa area kognitif adalah sub-taksonomi yang mengungkapkan aktivitas mental yang sering dimulai dari "pengetahuan" pada tingkat tertinggi, atau "evaluasi".39
Krathwohl dan Bloom, ranah kognitif terdiri dari enam jenis perilaku yaitu sebagai berikut:
a) Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan ini berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip, atau metode.
b) Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.
c) Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah nyata dan baru.
d) Analisis, mencakup kemampuan merinci satu kesatuan kedalam bagian- bagian sehingga struktuk keseluruhan dapat dipahami dangan baik.
39 Martinis yaMadrasah Ibtidaiyahn, Strategi pembelajaran Berbasis Kompetensi, (Jakarta:
Gaung Persada Press, 2003) h. 27
e) Sistensi, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.
f) Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu.40
2) Ranah Afektif
Ranah afektif meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan emosi, seperti perasaan, nilai, apresiasi, antusiasme, minat, motivasi, dan sikap. Kelima kategori domain ini diurutkan dari perilaku yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Adapun ranah afektif menurut Krathwohl dan Bloom adalah sebagai berikut:
a) Penerimaan, yang mencakup Kemampuan untuk menunjukkan atensi dan penghargaan terhadap orang lain.
b) Responsif, yang mencakup Kemampuan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan selalu termotivasi untuk segera bereaksi dan mengambil tindakan atas suatu kejadian.
c) Penilaian, yang mencakup Kemampuan menunjukkan nilai yang dianut untuk membedakan mana yang baik dan kurang baik terhadap suatu kejadian/obyek, dan nilai tersebut diekspresikan dalam perilaku.
d) Organisasi, yang mencakup kemampuan membentuk sistem nilai dan budaya organisasi dengan mengharmonisasikan perbedaan nilai.
e) Karakterisasi, Kemampuan mengendalikan perilaku berdasarkan nilai dianut dan memperbaiki hubungan intrapersonal, interpersonal dan social.41
3) Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik adalah domain yang meliputi perilaku motorik dan koordinasi fisik seseorang, keterampilan motorik dan kemampuan fisik. Keterampilan yang akan berkembang jika sering dilatih dapat diukur dari jarak, kecepatan, teknik, metode dan metode pelaksanaan. Dalam ranah psikomotorik terdapat tujuh kategori
40 Dimyati, mudjiono, Belajar dan pembelajaran, (Bandung: Rineka Cipta, 2002) h. 26
41 Retno Utari Widyaiswara Madya, TaksonoMadrasah Ibtidaiyah Bloom (Apa dan Bagaimana
Penggunaannya), (Pusdiklat KNPK, 2011)
mulai dari yang terendah hingga tertinggi:
a) Peniruan, kemampuan ini terjadi ketika anak dapat menginterpretasikan suatu stimulus atau sensor dalam suatu gerakan motorik. Anak dapat mengamati suatu gerakan kemudian mulai merespon dengan apa yang diamati berupa gerakan meniru, bentuk imitasi tidak spesifik dan tidak sempurna.
b) Kesiapan, Kesiapan anak untuk bergerak meliputi aspek mental, fisik dan emosional pada tingkat ini anak menunjukkan sesuatu sesuai dengan petunjuk yang diberikan. dan tidak hanya meniru. Anak juga menunjukkan pilihan gerakan yang telah dipelajarinya melalui proses latihan dan menentukan responnya terhadap situasi tertentu.
c) Respon terpimpin, ini merupakan tahap awal dari proses pembelajaran gerakan kompleks yang meliputi imitasi, serta proses eksperimen gerakan.
rupanya kesuksesan dicapai melalui latihan terus-menerus.
d) Mekanisme, adalah tahap menengah dalam mempelajari keterampilan yang kompleks. Pada fase ini respon yang dipelajari sudah menjadi kebiasaan dan gerakan dapat dilakukan dengan keyakinan dan tekad tertentu.
e) Respon tampak kompleks, fase keterampilan motorik ini melibatkan pola gerakan yang kompleks. Keterampilan gerak ditunjukkan dengan aspek ketelitian dan koordinasi yang tinggi, tetapi dengan usaha yang minimal.
Penampilannya termasuk gerakan konstan tanpa ragu-ragu dan otomatis.
f) Adaptasi, pada tahap ini penguasaan motorik sudah memasuki bagian diana anak dapat memodifikasi dan menyesuaikan keterampilannya hingga dapat berkembang dalam berbagai situasi berbeda.
g) Pencitaan, menciptakan berbagai modifikasi dan pola gerakan baru untuk menyesuaikan dengan tuntutan suatu situasi. Proses belajar menghasilkan hal
atau gerakan baru dengan menekankan pada kreaktivitas berdasarkan kemampuan yang telah berkembang pesat.42
Ketiga ranah ini diperlukan untuk mengevaluasi sejauh mana materi Pendidikan dapat diserap oleh anak dengan mengacu pada kategori-kategori di dalam tiga ranah tersebut.