• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peserta Didik Sebagai Faktor Pendidikan

N/A
N/A
Desi Ramadani Putri

Academic year: 2024

Membagikan "Peserta Didik Sebagai Faktor Pendidikan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1

MAKALAH

PENGANTAR PENDIDIKAN

Peserta Didik Sebagai Faktor Pendidikan

Dosen Pengampu : Levandra Balti, M.Hum

Disusun Oleh :

Desi Ramadan Putri NPM : 201014283207050

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO (STKIP)

TAHUN AJARAN 2020/2021

(2)

2

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan yang berjudul Peserta Didik Sebagai Faktor Pendidikan.

Semoga makalah ini dapat memberi wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembacanya. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kepada dosen pengampu saya meminta masukanya demi perbaikan pembuatan makalah saya yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Muara Bungo, Januari 2021

Penulis

(3)

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I ... 4

PENDAHULUAN ... 4

A. Latar belakang ... 4

B. Rumusan masalah ... 4

C. Tujuan ... 4

BAB II ... 5

PEMBAHASAN ... 5

A. Peserta didik sebagai faktor pendidikan ... 5

1. Pengertian peserta didik ... 5

2. Karakteristik peserta didik ... 7

3. Batas-batas pendidikan ... 11

BAB III ... 14

PENUTUP ... 14

A. Kesimpulan ... 14

DAFTAR PUSTAKA ... 15

(4)

4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Salah satu komponen dalam sistem pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pendidikan, sebab seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.

Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan itu dilingkungan keluarga, sekolah maupun dilingkungan masyarakat dimana anak tersebut berada. Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibanya serta melaksanakanya.

Namun itu semua tidak terlepas dari keterlibatan pendidik, karena seorang pendidiklah yang sangat berpengaruh.

B. Rumusan masalah

1. Apa pengertian peserta didik?

2. Apa yang dimaksud karakteristik pesera didik?

3. Kapan batasan pendidikan berakhir?

C. Tujuan

1. Mengetahui tentang peserta didik

2. Mengetahui tentang karakteristik peserta didik 3. Mengetahui batasan batasan pendidikan

(5)

5

BAB II PEMBAHASAN A.

Peserta didik sebagai faktor pendidikan 1. Pengertian peserta didik

Peserta didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran.Peserta didik juga terdapat pada pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 yaitu tentang system pendidikan nasional.

Sebagai individu yang tengah mengalami fase perkembangan, tentu peserta didik tersebut masih banyak memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan untuk menuju kesempurnaan.Berdasarkan hal tersebut secara singkat dapat dikatakan bahwa setiap peserta didik memiliki eksistensi atau kehadiran dalam sebuah lingkungan, seperti halnya sekolah, keluarga, pesantren bahkan dalam lingkungan masyarakat. Dalam proses ini peserta didik akan banyak sekali menerima bantuan yang mungkin tidak disadarinya.

Didalam proses pendidikan seorang peserta didik yang berpotensi adalah objek atau tujuan dari sebuah sistem pendidikan yang secara langsung berperan sebagai subjek atau individu yang perlu mendapat pengakuan dari lingkungan sesuai dengan keberadaan individu itu sendiri. Sehingga dengan pengakuan tersebut seorang peserta didik akan mengenal lingkungan dan mampu berkembang dan membentuk kepribadian sesuai dengan lingkungan yang dipilihnya dan mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya pada lingkungan tersebut.Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibanya serta melaksanakanya.

Peserta didik juga dikenal dengan istilah lain seperi Siswa, Mahasiswa, Warga Belajar, Palajar, Murid serta Santri.

1. Siswa adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

(6)

6

2. Mahasiswa adalah istilah umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan perguruan tinggi

3. Warga Belajar adalah istilah bagi peserta didik nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

4. Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat menengah maupun tingkat atas 5. Murid memiliki definisi yang hampir sama dengan pelajar dan siswa.

6. Santri adalah istilah bagi peserta didik pada jalur pendidikan non formal, khususnya pesantren atau sekolah-sekolah yang berbasiskan agama islam.

Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya. Sejauh dan sebesar apapun bantuan itu diberikan sangat berpengaruh oleh pandangan pendidik terhadap kemungkinan peserta didik utuk di didik.

Adapun peserta didik dapat di klasifikasikan sebagai berikut ; a. Peserta didik dalam lingkungan keluarga.

Keluarga sangat lah penting dalam proses belajar karena dalam lingkungan ini terletak dasar pendidikan, diantara peserta didik dalam keluarga adalah anak. Dan pengaaruhnya pun sangatlah besar.

b. Peserta didik dalam lingkungan asrama.

Asrama merupakan tempat berkumpulnya peserta didik yang biasanya memiliki alasan yang sama alasan yang sama.

c. Peserta didik dalam lingkungan perkumpulan remaja.

Dalam perkumpulan remaja, seperti organisasi-organisasi, dapat menyalurkan hasrat dan kegiatan, terdapat peserta didik yang pada umumnya anak-anak yang berumur diatas dua balas tahun.

d. Peserta didik dalam lingkungan kerja.

Kehidupan dewasa ini menuntut lebih benyak mengutamakan ketahanan fisik dan mental, karena diatas pundak mereka terpikul kewajiban- kewajiban yang lebih berat.Oleh sebab itu mereka sangat membutuhkan pendidikan yang berbobot dalam segi pengetahuan, akhlak maupun keterampilan.

(7)

7 e. Peserta didik dalam lingkungan sekolah.

Sekolah merupakan tempat berkumpulnya anak-anak yang berbeda kelas dan tingkat pengathuannya, mereka memperoleh pendidikan dari guru- guru mereka, berupa ilmu pengetahuan (intelek), menanamkan kepribadian yang baik dan mengajarkan bersosialisasi.sekolah merupakan suatu lembaga yang membantu untuk tercapainya cita-cita keluarga dan masyarakat.

2. Karakteristik peserta didik

Karakteristik Individu sebagai Peserta Didik Karakteristik (kepribadian) individu dibentuk oleh perpaduan antara faktor pembawaan dan lingkungan.

Karakteristik bawaan, baik yang bersifat biologis maupun psikologis, dimiliki sejak lahir. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap ,sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan. Selain karakteristik bawaan, kepribadian juga dipengaruhi oleh lingkungan.Apa yang dipikirkan, dikerjakan, atau dirasakan seseorang, mrupakan hasil perpaduan antara apa yang ada di antara faktor-faktor

Karakteristik peserta didik merupakan salah satu aspek atau kualitas perseorangan peserta didik. Kualitas ini bisa berupa bakat, minat, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir, dan kemampuan awal yang telah dimilikinya.

Karakteristik peserta didik sangat berpengaruh dalam pemilihan strategi pengelolaan yang berkaitan dengan bagaimana menata pembelajaran, khususnya komponen-komponen strategi pembelajaran, agar sesuai dengan karakteristik perseorangan.

Ada begitu banyak karakteristik yang bisa diidentifikasi dalam diri siswa yang dapat membawa pengaruh pada pelaksanaan dan hasil pengajaran secara keseluruhan.Peserta didik jumlahnya sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. Pada perkembangan karakter peserta didik, tidak ada karakter/kepribadian dan sifat-sifat yang benar-benar sama. Tiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. Kegiatan belajar

(8)

8

mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak memahami karakteristik peserta didik.

a. Pengertian dan Karakteristik Kehidupan Pribadi

Pengertian kehidupan pribadi yaitu, Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan memiliki cirri khusus/unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain:

1) aspek emosional 2) aspek sosial psikologis 3) aspek sosial budaya

4) kemampuan intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor lingkungan.

Karakteristik kehidupan pribadi bersifat khusus,dengan kata laintidak dapat disamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu juga memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya.Ia mempunyai harga diri dan berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut.

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi

Perkembangan pribadi yang menyangkut aspek psikologis dapat ditunjukkan oleh sikap dan perilakunya.Menurut ahli psikologi perkembangan kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh faktor keturunan (pembawaan) dan faktor lingkungan (pengalaman). Aliran Nativisme menyatakan perkembanagn pribadi telah ditentukan sejak lahir,sedangkan aliran Empirisme menyatakan perkembangan pribadi dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi.

(9)

9

c. Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi

Perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda sesuai dengan pembawaan dan lingkungan tempat mereka hidup dan dibesarkan. Oleh karena itu, kepribadian setiap individu akanberbeda-beda sesuai denga sifat badan dankondisi lingkungan hidupnya.

d. Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku

Kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi dengan lingkungannya serta kejadian-kejadian saat sekarang.

Kehidupan pribadi yang mantap akan membentuk perilaku yang mantap pula,sehingga mampu memecahkan berbagai permasalahan hidupnya.

e. Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi

Upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sebagai berikut :

1) Membiasakan hidup sehat,teratur,serta efisien waktu, mengenal dan memahami nilai-nilaidan norma sosial yang berlaku secara baik dan benar.

2) Mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab.

3) Sering bersosialisasi dengan masyarakat.

4) Melatih cara merespon berbagai masalah dengan baik.

5) Menghindari sikap dan tindakan yang bersifat lari dari masalah.

6) Disiplin, patuh, dan tanggung jawab terhadap aturan hidup keluarga.

7) Melaksanakan peran sesuai status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.

8) Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki,baik melalui pendidikan yang formal maupun tidak.

(10)

10

Selain itu perlu diciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan dari pihak yang memiliki otoritas, serta mengefektifkan perkembangan sosial.

f. Wujud Sikap Manusia

Adapun hal lain yang merupakan karakteristik manusia sebagai peserta didik.

Sering kita menyebutnya dengan sikap. Sikap merupakan bagian dari karakteristik itu sendiri yang juga berbeda-beda pula. Sikap ini dapat katakan sebagai wujud sikap manusia.

1) Kemampuan Menyadari Diri

Kaum rasionalisme menunjuk kunci perbedaan manusia dengan hewan pada adanya kemampuan menyadari diri yang di miliki manusia, maka manusia menyadari bahwa dirinya dirinya memiliki ciri yang khas atau karakteristik diri.

Hal ini yang menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku yang lain. Bahkan bukan hanya membedakan, lebih dari itu manusia biasa membuat jarak (distansi) dengan lingkunganya.

2) Kemampuan Bereksistensi

Manusia merupakan mahluk yang memiliki kemampuan untuk menerobos dan inilah yang di sebut dengan kemampuan bereksistensi. Jika seandainya pada diri amnesia tidak terdapat kebebasan atau kemampuan bereksistensi. Adanya kemampuan bereksistensi inilah pula yang membedakan manusia sebagai mahluk human dari hewan selaku mahluk infra human, di mana hewan menjadi onderdil dari lingkungan, sedangkan manusia menjadi manajer terhadap lingkungan.

Kemampuan bereksistensi perlu di bima melalui pendidikan. Peserta didik di ajar agar belajar dari pengalamannya, belajar mengantisipasi suatu keadaan dan peristiwa, belajar melihat prospekmasa depan serta mengembangkan daya imajinasi krestif sejak masa kanak-kanak.

3) Kata Hati

Kata hati merupakan kemampuan membuat keputusan tentang yang baik atau benar dan yang buruk atau salah bagi manusia sebagia manusia. Dalam kaitamnya dengan moral, kata hati merupakan petunjuk dari moral atau perbuatan, usaha untuk mengubah kata hati (gewetan forming). Realisasinya dapat di tempuh

(11)

11

dengan melatih akal kecerdasan dan kepekaan emosi. Tujuannya agar orang memiliki keberanian moral yang di dasari oleh kata hati yang tajam.

4) Moral

Moral yang singkron dengan kata hati yang tajam yaitu yang benar-benar baik bagi manusia sebagai manusia merupakan moral yang baik atau moral yang tinggi atau luhur. Sebaliknya perbuatan yang tidak singkron dengan kata hati yang tajam ataupun merupakan realisasi dari kata hati yang tumpul di sebut moral yang buruk, lazimnya di sebut tidak bermoral

5) Tanggung Jawab

Tanggung jawab dapat di artikan sebagai keberanian untuk mementukan bahwa sesuatu perbuatan sesuai dengan tuntunan kodrat manusia, dan bahwa hanya karena itu perbuatan tersebut di lakukan, sehingga snnksi apapun yang di tuntutkan (oleh kata hati, oleh masyarakat, oleh agama-agama), di terima dengan penuhkesadaran dan kerelaan.

6) Rasa Kebebasan

Merdeka adalah rasa bebas (tidak merasa terkait oleh sesuatu), tetapi sesuai dengan tuntunan kodrat manusia. Kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya memang berlangsung dalam keterkaitan. Kemerdekaan berkaitan erat dengan kata hati dan moral.

7) Kewajiban Dan Hak

Kewajiban dan hak adalah dua macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia sebagai mahluk social. Yang satu ada hanya oleh karena adanya yang lain. Taka ada hak tanpa kewajiban, jika seseorang mempunyai hak untuk menuntut sesuatu maka tentu ada pihak lain yang berkewajiban untuk memenuhi hal tersebut (yang pada saat itu belum di penuhi), begitu sebaliknya.

3. Batas-batas pendidikan

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian batas-batas awal pendidikan :

a. Al-Abdori

(12)

12

Menyatakan bahwa anak dimulai di didik dalam arti sesungguhnya setelah berusia 7 tahun, oleh karena itu beliau mengeritik orang tua yang menyekolahkan anaknya pada usia yang masih terlalu muda, waktu sebelum usia 7 tahun.

b. Dr. Asma Hasan Fahmi

Mengemukakan bahwa dikalangan ahli didik Islam berbeda pendapat tentang kapan anak mulai dapat di didik sebagian diantara mereka mengatakan setelah anak berusia 4 tahun.

c. Athiyah Al-‘Abrasy

Mengatakan anak di didik itu dimulai setelah anak berusia 5 tahun, yaitu dengan membaca Al-Qur’ an, mempelajari Sya’ ir, sejarah nenek moyang dan kaumnya, mengendarai kuda dan memanggul senjata.

d. Zakiyah Derajat

Meninjau dari segi psikologi, beliau menjelaskan bahwa usia 3-4 tahun dikenal sebagai masa pembangkang. Dari segi pendidikan justru pada masa itu terbuka peluang ketidak patuhan yang sekaligus merupakan landasan untuk menegakkan kepatuhan yang sesungguhnya. Setelah itu anak mulai memiliki kesadaran batin atau motivasi dalam perilakunya. Di sini pula mulai terbuka penyelenggaraan pendidikan artinya sentuhan – sentuhan pendidikan untuk menumbuh kembangkan motivasi anak dalam perilakunya kearah-arah tujuan pendidikan.

Batas-batas pendidikan adalah hal-hal yang menyangkut masalah kapan pendidikan itu dimulai dan kapan pendidikan itu berakhir. Pada pendidikan yang sesungguhnya dari anak dituntut pengertian bahwa ia harus memahami apa yang dikehendaki oleh pemegang kewibawaan dan menyadari bahwa hal yang di ajarkan adalah perlu baginya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa diri utama dari pendidikan yang sesungguhnya ialah adanya kesiapan interaksi edukatif antara pendidik dan terdidik.

Oleh karena itu manusia harusnya dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhannya agar kehidupannya berjalan mulus. Bimbingan yang dilakukan sejak dini mempunyai pengaruh amat besar sekali bagi kehidupan masa dewasa.

(13)

13

Untuk menetapkan batas akhir pendidikan perlu adanya criteria, bolehkah pendidikan diakhiri atau belum, antara lain :

a) Telah dapat bertindak secara merdeka untuk mandiri pribadi secara susila dan social

b) Telah sanggup menyambut dan merebut kedewasaan c) Telah berani dan dapat memikul tanggung jawab

(14)

14

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Peserta didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran.peserta didik masih banyak memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan untuk menuju kesempurnaan.Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya.

Karakteristik Individu sebagai Peserta Didik Karakteristik (kepribadian) individu dibentuk oleh perpaduan antara faktor pembawaan dan lingkungan.

Karakteristik bawaan, baik yang bersifat biologis maupun psikologis, dimiliki sejak lahir. Peserta didik jumlahnya sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri.

Batas-batas pendidikan adalah hal-hal yang menyangkut masalah kapan pendidikan itu dimulai dan kapan pendidikan itu berakhir.Oleh karena itu manusia seyogyanya dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhannya agar kehidupannya berjalan mulus. Untuk menetapkan batas akhir pendidikan perlu adanya criteria yang harus dipenuhi.

(15)

15

DAFTAR PUSTAKA

http://bibitazizah.blogspot.com/2016/09/peserta-didik-sebagi-faktor- pendidikan.html

http://cahyasinda.blogspot.com/2016/01/normal-0-false-false-false-en-us-x- none_26.html

https://irwansahaja.blogspot.com/2014/08/makalah-peserta-didik-sebagai- faktor.html

Referensi

Dokumen terkait

Karakter hormat ialah pengetahuan, perasaan, dan tindakan individu yang ditunjukkan dengan kesadaran, pemahaman, perspektif, alasan, keputusan, pengenalan, kata-hati,

Pendidikan moral juga bertujuan untuk mengajarkan anak memahami konsep moral itu sendiri dari perspektif agama, tradisi dan sosial budaya, dimulai dari langkah

Selain nilai moral dan kecerdasan, ada nilai kecerdasan satu lagi yang memang harus diterapkan dan memang harus ditanamkan kepada generasi penerus yakni

Manusia berbeda dengan binatang dan makhluk lainnya karena manusia memiliki kata hati atau qalbu yang dapat memberikan penerangan tentang baik dan buruknya perbuatan

Nilai-nilai etis moral berfungsi sebagai sarana pemurnian, pensucian dan pembangkit nilai-nilai kemanusiaan yang sejati (hati nurani). Dari beberapa pendapat tentang

Dengan demikian, pengajaran keterampilan berbahasa berkaitan erat dengan perbuatan mendidik sebagai upaya sadar mendewasakan siswa berbagai dimensi intelektual,

Dalam mata pelajaran Pendidikan agama islam PAI juga menjadi sebuah sarana transformasi norma dan nilai moral untuk membentuk sikap aspektif pada diri peserta didik, sebagai

Lickona, pada tahun 1992, percaya bahwa tujuan pendidikan moral tidak hanya untuk memungkinkan siswa menerima presepsi pembelajaran moral, namun yang paling dasar, membentuk perilaku