• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seluruh Pimpinan Rekanan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Seluruh Pimpinan Rekanan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan 4"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Kepada Yth:

1. Seluruh Pimpinan Kementerian dan Lembaga 2. Seluruh Pimpinan Pihak Pelapor

3. Seluruh Pimpinan Rekanan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

4. Seluruh Pemangku Kepentingan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan lain

SURAT EDARAN NOMOR 03 TAHUN 2022

TENTANG

LARANGAN PEMBERIAN GRATIFIKASI TERKAIT HARI RAYA KEPADA PEJABAT DAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

I. LATAR BELAKANG

Pemberian hadiah/bingkisan hari raya merupakan tradisi masyarakat Indonesia dalam perayaan hari raya dan hari besar keagamaan. Untuk menjaga integritas dan profesionalisme pegawai di lingkungan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangannya yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme perlu adanya upaya pencegahan tindak pidana korupsi terkait segala bentuk permintaan dan/atau penerimaan gratifikasi atau hadiah berupa uang, bingkisan/parsel, fasilitas maupun pemberian dalam bentuk lainnya baik dari pemangku kepentingan, maupun rekanan pengadaan barang/jasa sehubungan dengan hari raya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak memanfaatkan kondisi pandemi COVID-19 untuk melakukan perbuatan atau tindakan koruptif.

4

..air Dalam ...

(2)

Dalam rangka mencegah gratifikasi sebagaimana dimaksud, serta mendorong efektivitas Peeraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pelaporan Gratifikasi dan Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 07 Tahun 2021 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Bagi Pegawai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, dan menindaklanjuti Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 09 Tahun 2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya perlu menetapkan Surat Edaran tentang Larangan Pemberian Gratifikasi Terkait Hari Raya Kepada Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

Surat Edaran ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan PPATK yang disebabkan penerimaan gratifikasi terkait hari raya dalam bentuk apapun kepada pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK yang berasal dari Kementerian dan Lembaga mitra kerja PPATK, pihak pelapor, pemangku kepentingan PPATK lain, serta rekanan pengadaan barang dan/atau jasa PPATK untuk tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun kepada pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK untuk memastikan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan himbauan kepada pejabat dan pegawai Kementerian dan Lembaga mitra kerja PPATK, pihak pelapor, pemangku kepentingan PPATK lain, serta rekanan pengadaan barang dan/atau jasa PPATK untuk tidak memberikan gratifikasi terkait hari raya dalam bentuk apapun kepada pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK untuk memastikan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

III. RUANG

(3)

III. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup Surat Edaran ini, yaitu himbauan berupa larangan bagi pejabat dan pegawai Kementerian dan Lembaga mitra kerja PPATK, pihak pelapor, pemangku kepentingan PPATK lain, serta rekanan pengadaan barang dan/ atau jasa PPATK untuk tidak memberikan gratifikasi terkait hari raya dalam bentuk apapun kepada pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya untuk memastikan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

IV. DASAR HUKUM

a. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

b. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4150);

c. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5164);

d. Peraturan

(4)

d. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 18);

e. Peraturan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor PER-17/ 1.05/ PPATK/09/ 13 tentang Tata Cara Penanganan Pengaduan Masyarakat atas Dugaan Pelanggaran oleh Pejabat dan Pegawai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1198);

f. Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 07 Tahun 2021 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Bagi Pegawai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan;

g. Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pelaporan Gratifikasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1097);

h. Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 5 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 430);

i. Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 09 Tahun 2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya;

V. ISI EDARAN

1. Dalam mencegah terjadinya gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK yang dapat menimbulkan perbuatan atau tindakan koruptif, konflik kepentingan, bertentangan dengan peraturan dan kode etik, dan memiliki risiko terjadinya tindak pidana korupsi, PPATK menghimbau kepada pimpinan Kementerian dan Lembaga, pimpinan pihak pelapor, pimpinan rekanan pengadaan barang dan/atau jasa PPATK, serta pimpinan pemangku kepentingan PPATK lain untuk melarang

pejabat

(5)

pejabat dan pegawainya untuk tidak memberikan gratifikasi terkait hari raya dalam bentuk apapun kepada pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, serta peraturan perundang-undangan.

2. Himbauan berupa larangan pemberian gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1, baik yang merupakan inisiatif dari Kementerian dan Lembaga, pihak pelapor, rekanan pengadaan barang dan/atau jasa PPATK, serta pemangku kepentingan PPATK lain maupun untuk memenuhi permintaan dari pejabat dan/atau pegawai di lingkungan PPATK.

3. Dalam hal terdapat pejabat dan/atau pegawai di lingkungan PPATK yang meminta gratifikasi terkait hari raya dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, serta peraturan perundang- undangan maka pejabat dan pegawai Kementerian dan Lembaga, pihak pelapor, rekanan pengadaan barang dan/atau jasa PPATK, serta pemangku kepentingan PPATK lain dapat menyampaikannya sebagai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK melalui https: / /pws.ppatk.go.id/wbs/home.

4. Tata cara penyampaian dugaan pelanggaran gratifikasi yang dilakukan oleh pejabat dan pegawai di lingkungan PPATK sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur dalam Peraturan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor PER-17/ 1.05/PPATK/09/13 tentang Tata Cara Penanganan Pengaduan Masyarakat atas Dugaan Pelanggaran oleh Pejabat dan Pegawai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

;/- VI. PENUTUP

(6)

IVAN Y TIAVANDANA VI. PENUTUP

Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 April 2022

KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN z.

31-ANALISIS T KSI KEUANGAN, 4-7/

Referensi

Dokumen terkait