i
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH TAHUN 2024
Ketua Komite Jakarta, 28 Januari 2025
SDN Menteng Atas 11 Kepala SDN Menteng Atas 11
Fera Novita Dwi Parnawati,M.Pd
NIP. 197802072008012025
Plt. Ketua Satuan Pelaksana Pendidikan Pengawas Sekolah Dasar
Kecamatan Setiabudi Wilayah Binaan Kecamatan
Setiabudi
Rudi Hidayat Sudarwati
NIP. 197405052008011025 NIP. 196012291980122003
Plt. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan
Sarwoko
NIP . 196812051997021007
Kepala Seksi Sekolah Dasar Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan
Jumadi
NIP. 19710204200604102
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah SDN Menteng Atas 11 untuk periode Agustus hingga Desember tahun 2024. Laporan ini disusun sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SDN Menteng Atas 11.
Laporan ini mencakup berbagai aspek penilaian, antara lain kepemimpinan, pengelolaan administrasi, pengembangan tenaga pendidik, serta pelaksanaan program-program sekolah. Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, termasuk para guru, staf administrasi, komite sekolah, dan pihak terkait lainnya. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan selama proses penilaian berlangsung.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan masukan dan saran yang konstruktif dari berbagai pihak demi perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi acuan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Menteng Atas 11.
Akhir kata, kami berharap semoga laporan ini dapat diterima dengan baik dan memberikan gambaran yang jelas mengenai kinerja kepala sekolah selama periode yang dimaksud. Semoga segala usaha yang telah dilakukan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia pendidikan.
Jakarta, 28 Januari 2025 Kepala SDN Menteng Atas 11
Dwi Parnawati,M.Pd
NIP. 197802072008012025
iii DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
Profil Sekolah ... 2
Visi Dan Misi Sekolah ... 2
Tugas Dan Fungsi Kepala Sekolah ... 3
Struktur Organisasi ... 5
Data dan Grafik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan ... 6
Data Dan Grafik Peserta Didik ... 7
BAB II PROGRAM/KEGIATAN SEKOLAH ... 9
Program Beranggaran ... 9
Program Non Anggaran ... 10
BAB III REALISASI PROGRAM/KEGIATAN SEKOLAH ... 12
Realisasi Program/Kegiatan Beranggaran ... 12
Realisasi Program/Kegiatan Non Anggaran ... 18
BAB IV HAMBATAN DAN SOLUSI ... 29
Program Beranggaran ... 29
Program Non-Anggaran ... 30
BAB V BEST PRACTICE INOVASI ... 33
BAB VI PRESTASI SEKOLAH ... 55
Prestasi PTK ... 55
Prestasi Peserta Didik ... 56
BAB VII DOKUMENTASI/KOLASE FOTO KEGIATAN ... 58
iv
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR
Tabel 1: Data PTK SDN Menteng Atas 11 ... 6
Tabel 2. Data Peserta Didik Tahun 2024 ... 7
Gambar 1: Pengadaan Buku ... 58
Gambar 3: Perbaikan Toliet ... 58
Gambar 2: Perbaikan Kelas ... 58
Gambar 4: Pengadaan Laptop ... 59
Gambar 5 : Pengadaan Infocus ... 59
Gambar 6: Alat Penunjang Komputer ... 60
Gambar 7: Renovasi Pendopo ... 60
Gambar 8: Renovasi Taman ... 61
Gambar 10: Ekskul Tari ... 61
Gambar 9: Ekskul Pramuka... 61
Gambar 12: Ekskul Qasidah ... 62
Gambar 11: Ekskul Marawis ... 62
Gambar 13: Ekskul Lukis Kelas Bawah ... 62
Gambar 14: Ekskul Lukis Kelas Atas ... 62
Gambar 16: Ekskul Silat ... 62
Gambar 15 : Ekskul Taekwondo ... 62
Gambar 18: Ekskul Futsal ... 63
Gambar 17: Ekskul Karate ... 63
Gambar 20: Ekskul Kriya Anyam ... 63
Gambar 19: Ekskul Volley ... 63
Gambar 21: Kampanye Anti Bulliying ... 63
Gambar 22: Penanganan Kebakaran ... 63
Gambar 23: Program Kesehatan UKS ... 63
Gambar 24: SERASI ... 64
Gambar 25: Pojok Baca Kelas ... 65
Gambar 26: Hasil SABU SAKU ... 65
Gambar 27: English Day ... 66
Gambar 28: Panggung Kreasi ... 67
Gambar 29: Senam Bersama ... 68
Gambar 30: Duha & Tilawah Bersama ... 69
Gambar 31: MIJEL ... 70
Gambar 33: Penghargaan Prestasi PD 1 ... 71
Gambar 32: Penyambutan Peserta Didik... 71
Gambar 34: Penghargaan Prestasi PD 2 ... 71
Gambar 35: Penghargaan Bulan Bahasa ... 71
Gambar 37: Test IQ Peseta Didik ... 72
Gambar 36: Kolaborasi Dengan Optik AA ... 72
Gambar 39: Kolaborasi dengan Yakult ... 72
Gambar 41: Piala Juara 3 Bulutangkis ... 73
Gambar 40: Juara 3 Bulutangkis Beregu ... 73
1 BAB I PENDAHULUAN
Laporan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah SDN Menteng Atas 11 ini disusun sebagai upaya untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Evaluasi ini penting dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa kepala sekolah mampu menjalankan perannya sebagai pemimpin yang efektif dalam pengelolaan pendidikan di sekolah.
Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai keberhasilan maupun tantangan yang dihadapi kepala sekolah selama periode Agustus hingga Desember 2024. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut demi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik.
Laporan ini berisi berbagai data dan informasi yang diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumen-dokumen terkait. Dengan demikian, laporan ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan dalam meningkatkan kualitas manajemen sekolah, proses pembelajaran, dan hasil pendidikan di SDN Menteng Atas 11.
2
PROFIL SEKOLAH
IDENTITAS SEKOLAH
• Nama Sekolah : SDN Menteng Atas 11
• Akreditasi : A
• NPSN : 20106057
• N S S : 101016302044
• Alamat : Jl. Minangkabau Dalam
• Kode Pos : 12960
• Telepon : (021) 22837382
• Kelurahan : Menteng Atas
• Kecamatan : Setiabudi
• Kabupaten/Kotamadya : Jakarta Selatan
• Propinsi : DKI Jakarta
VISI DAN MISI SEKOLAH
VISI SEKOLAH
SDN Menteng Atas 11 mengusung visi:
“Terwujudnya peserta didik yang unggul dibidang akademik dan non akademik, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif”.
MISI SEKOLAH
Bertolak dari visi SDN Menteng Atas 11, maka dapat dirumuskan misi SDN Menteng Atas sebagai berikut:
a. Mewujudkan penghayatan dan pengamalam terhadap ajaran agama menjadi terbentuknya insan yang beriman dan bertakwa.
b. Membimbing peserta didik untuk dapat mengenal dan mencintai lingkungannya sehingga memiiki jiwa sosial dan gotong royong yang tinggi.
3
c. Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan secara aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) untuk menghasilkan lukisan yang berprestasi, mandiri, dan berakhlak mulia.
d. Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk mencapai keunggulan di bidang akademik dan non akademik yang profesional dan memiiki kompetensi dalam bidangnya.
e. Menyediakan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional dan berkompeten untuk mencapai keunggulan dibidang akademik dan non akademik.
f. Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
g. Membentuk peserta didik yang cerdas, kompetitif, pribadi yang adaptif dan berketuhanan yang Maha Esa.
TUGAS DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH
Kepala sekolah memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran operasional dan keberhasilan pendidikan di SDN Menteng Atas 11. Berikut adalah tugas dan fungsi utama kepala sekolah:
1. Pemimpin Pendidikan:
• Menyusun visi, misi, dan tujuan sekolah yang sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional.
• Menginspirasi dan memotivasi guru, peserta didik, dan staf untuk mencapai tujuan pendidikan.
• Membuat rencana strategis untuk pengembangan sekolah.
2. Pengelola Administrasi:
• Mengelola keuangan sekolah dengan transparan dan akuntabel.
• Mengawasi pengarsipan dokumen dan data administrasi sekolah.
• Memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai.
3. Pengembang Tenaga Pendidik:
• Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan bagi guru dan staf.
4
• Menyelenggarakan pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan kompetensi.
• Memberikan penghargaan dan apresiasi untuk guru dan staf berprestasi.
4. Pembuat Kebijakan:
• Menyusun kebijakan operasional berdasarkan analisis kebutuhan sekolah.
• Mengimplementasikan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
• Memastikan kebijakan yang diambil berorientasi pada kepentingan peserta didik.
5. Pengawas dan Evaluator:
• Melakukan supervisi rutin terhadap proses pembelajaran di kelas.
• Menilai kinerja guru berdasarkan indikator yang terukur.
• Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru untuk perbaikan kinerja.
6. Fasilitator Hubungan dengan Komunitas:
• Membina hubungan baik dengan komite sekolah dan orang tua peserta didik.
• Menjalin kerja sama dengan pihak eksternal seperti pemerintah, LSM, dan perusahaan.
• Mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk mendukung program sekolah.
7. Inovator Pendidikan:
• Mendorong penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.
• Mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
• Melakukan eksperimen pendidikan untuk menemukan pendekatan yang lebih efektif.
8. Pengelola Lingkungan Sekolah:
• Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
• Mengelola program penghijauan dan pelestarian lingkungan.
5
• Mengatasi potensi konflik yang terjadi di lingkungan sekolah secara profesional.
Dengan menjalankan tugas dan fungsi tersebut secara optimal, kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, efektif, dan berkelanjutan di SDN Menteng Atas 11.
STRUKTUR ORGANISASI
6
DATA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN
No Nama Pegawai Tanggal Lahir
Status
Pegawai NIP NIKKI
TMT Unit Kerja Saat
Ini
PENDIDIKAN TERAKHIR 1 DWI PARNAWATI 07/02/1978 PNS 19780207200801202
- S2
2 RAHMA KARTINI 21/04/1965 PNS 196504211986032010 - 15/03/2017 S1 3 BUDI HARTO 03/01/1967 PNS 196701031988041002 - 15/03/2017 D4 4 NOER LAILAH 25/05/1970 PNS 197005252016052001 - 01/05/2016 S1 5 SUSI SUFIYANI 20/06/1973 PNS 197306202016052001 - 01/08/2016 S1 6 SITI HASANAH 27/02/1968 PNS 196802272016102001 - 01/11/2016 S1 7 WILIS MARIYANI 01/01/1967 PNS 196701012016112001 - 15/03/2017 S1 8 PRASETYANINGSIH 19/07/1969 PNS 196907192016112001 - 15/03/2017 S1 9 ASMAH 25/12/1969 PNS 196912252016112001 - 03/04/2017 S1 10 PUDJI SUDJADI 23/08/1981 PNS 198108232014121002 - 19/07/2004 S1 11 ARI 16/02/1989 PPPK 198902162022211003 - 15/07/2013 S1 12 ARNI RAHAYU 12/08/1977 PPPK 197708122022212005 - 15/07/2019 S1 13 SANTI FATIMAH 03/05/1973 PPPK 197305032022212003 - 01/02/2004 S1 14 MELATI AINI SUKMA 22/05/1999 PPPK 199905222022212002 - 04/01/2021 S1 15 FATIMAH 05/02/1980 PPPK 198002052022212024 - 01/06/2022 S1 16 RENI MAYANG SARI 18/09/1989 PPPK 198909182022212031 - 01/06/2022 S1 17 WIDYA NINGSIH 22/07/1994 PPPK 199407222022212020 - 01/06/2022 S1 18 RUMINIH 20/09/1969 PPPK 196909202022212006 - 02/06/2022 S2 19 ANNISA SEPTIANI 21/09/1993 PPPK 199309212023212026 - 01/07/2020 S1 20 AMIRUDDIN MUJIB 25/03/1989 PPPK 198903252023211014 - 15/07/2019 S1 21 WICHAKSO FITRIO
PUTRO 16/04/1991 KKI - 1005986 12/08/2015 S1
22 KENES
AYUNINGRUM 01/12/1997 HONOR - - 07/07/2022 S1
23 LIES SURYANI 05/04/1993 HONOR - - 07/07/2022 S1
24 HAIDIR AGUNG
FALETEHAN 16/05/1994 HONOR - - 07/07/2022 S1
25 ANUGRAH FAJAR 31/10/1998 HONOR - - 07/07/2022 S1
26 MUHAMMAD IRVAN 28/04/1995 KKI - 1016332 01/09/2012 SMA
27 INDRA KUSUMA 28/06/1988 KKI - 1016333 12/08/2015 SMA
28 HASAN SUPARDI 30/04/1969 KKI - 1016334 01/01/2004 SMEA 29 RIYADI TRISNO
DARSONO 27/07/1976 KKI - 1016335 15/07/2006 SMA
30 JUMADI 03/06/1994 KKI - 1021816 01/07/2015 SMA
Tabel 1: Data PTK SDN Menteng Atas 11
7
Berikut Grafik Tenaga Pendidik dan Kependidikan berdasarkan Kualifikasi Pendidikan di SDN Menteng Atas 11 :
Grafik 1. Grafik Tenaga Pendidik dan Kependidikan berdasarkan Kualifikasi Pendidikan
DATA PESERTA DIDIK
Data peserta didik tahun 2024 SDN Menteng Atas 11 sebagai berikut:
Berdasarkan Jenis Kelamin :
KLS
1 2 3 4 5 6 JUMLAH
L P JML L P JML L P JML L P JML L P JML L P JML L P JML
A 12 11 23 12 13 25 16 12 28 15 13 28 13 14 27 16 13 29 84 76 160 B 12 11 23 13 11 24 14 14 28 15 14 29 12 12 24 13 15 28 79 77 156 C 14 10 24 13 13 26 15 13 28 13 16 29 13 14 27 16 12 28 84 78 162
D 0 0 0 13 11 24 0 0 0 0 0 0 12 14 26 15 13 28 40 38 78
JUMLAH 38 32 70 51 48 99 45 39 84 43 43 86 50 54 104 60 53 113 287 269 556
Tabel 2. Data Peserta Didik Tahun 2024
0 2 4 6 8 10 12 14 16
S2 S1 D4 SMA
Pendidikan Terakhir
Guru Perempuan 2 16 0 0
Guru Laki-Laki 0 6 1 0
Tendik Laki-Laki 0 0 0 5
2
16
0 0
0
6
1 0
0 0 0
5
Grafik Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan
8
Berikut grafik Peserta Didik SD Negeri Menteng Atas 11 Tahun 2024 :
Grafik 2. Grafik Peserta Didik SDN Menteng Atas 11.
0 2 4 6 8 10 12 14 16
L P L P L P L P L P L P
1 2 3 4 5 6
A 12 11 12 13 16 12 15 13 13 14 16 13
B 12 11 13 11 14 14 15 14 12 12 13 15
C 14 10 13 13 15 13 13 16 13 14 16 12
D 0 0 13 11 0 0 0 0 12 14 15 13
9 BAB II
PROGRAM /KEGIATAN SEKOLAH
Program sekolah adalah serangkaian rencana dan kegiatan yang disusun oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan, baik dalam aspek akademik, karakter, maupun keterampilan peserta didik. Program ini biasanya dirancang secara sistematis dan berkelanjutan, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi.
Adapun Kegiatan sekolah adalah aktivitas yang dilakukan dalam lingkungan sekolah untuk mendukung proses belajar-mengajar serta pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini berupa:
• Kegiatan Akademik : Pembelajaran di kelas, Ujian, Bimbingan Belajar, dan Lomba Sains.
• Kegiatan Non-Akademik meliputi ekstrakurikuler, keagamaan, olahraga, serta kegiatan sosial.
• Kegiatan Rutin : Seperti upacara bendera, senam pagi, atau piket kebersihan kelas.
Baik program maupun kegiatan sekolah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk peserta didik yang berprestasi serta berkarakter baik.
Program sekolah dikelompokkan menjadi Program Beranggaran dan Program Non Anggaran.
Program Beranggaran
Program beranggaran ini membutuhkan alokasi dana dari BOS, BOP, donatur, atau sumber lainnya.
1. Peningkatan Sarana dan Prasarana Sekolah
• Pengadaan buku perpustakaan
• Renovasi kelas dan perbaikan toilet sekolah
• Pengadaan komputer dan alat penunjangnya
• Pembangunan pendopo dan taman bermain
10
2. Kegiatan Kepeserta didikan dan Pengembangan Karakter
• Kegiatan ekstrakurikuler (Pramuka, Seni Tari, Marawis, Qasidah, Pramuka Penggalang, Pramuka Siaga, Taekwondo, Karate, Pencak Silat, Futsal, Volley, dan Kriya Anyam.)
• Program "Sekolah Ramah Anak" (kampanye anti-bullying, kesehatan mental, Sosialisasi Penanganan Kebakaran)
• Kegiatan peringatan Hari Besar Nasional (HUT RI), Perjusa dan Classmeeting.
3. Program Kesehatan dan Kebersihan Sekolah
• Penyediaan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) yang lebih lengkap
• Program cuci tangan dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
• Pembentukan Dokter Kecil.
PROGRAM NON-ANGGARAN
Program ini merupakan program yang dapat berjalan tanpa biaya besar, dengan dukungan tenaga guru, orang tua, dan lingkungan sekolah.
Adapun Program Non Anggaran di SDN Menteng Atas 11 sebagai berikut:
1. Serasi (Senin Literasi)
• Membaca, menyimak, dan berbicara selama 30 menit setiap hari Senin setelah Upacara Bendera selesai dilaksanakan dan sebelum pelajaran dimulai.
• Pojok baca di setiap kelas dengan donasi buku dari peserta didik/guru
• Program "Satu Buku Satu Bulan (SABU SAKU)" untuk menumbuhkan minat baca
2. English Day
• Belajar Bahasa Inggris selama 30 Menit yang dilaksanakan setiap hari Selasa.
• Dilaksanakan di Lapangan SDN Menteng Atas 11
• Diajarkan dan dipandu oleh Guru dengan latar belakang Pendidikan Guru Bahasa Inggris.
11 3. Panggung Kreasi
• Tampilan bakat dan minat peserta didik baik di bidang seni musik, seni tari maupun drama.
• Dilaksanakan setiap hari Rabu selama 30 Menit sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
4. Senam Bersama
• Bertujuan untuk mendukung perkembangan Kesehatan peserta didik.
• Dilaksanakan setiap hari Kamis selama 30 Menit sebelum Pelajaran dimulai.
• Dipandu oleh Guru Senam yang kompeten karena memiliki Latar Belakang Pendidikan Olahraga.
5. Duha dan Tilawah Bersama
• Kegiatan Mengajarkan sejak dini dan membiasakan peserta didik yang beragama Islam untuk melakukan Shalat Duha dan Tilawah demi meningkatkan keimanan pada diri mereka masing-masing.
• Dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi selama 60 Menit sebelum Pelajaran dimulai.
• Dipimpin oleh Guru Bidang Studi Agama Islam dan mengikut sertakan peserta didik yang kompeten dalam membaca Alqur’an.
6. Sedekah Minyak Jelantah (MIJEL)
• Program berbasis lingkungan dan sosial yang bertujuan untuk mengumpulkan minyak jelantah bekas dari rumah tangga.
• Disalurkan kepada pihak yang dapat mendaur ulangnya menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti biodiesel, lilin, sabun, atau produk ramah lingkungan lainnya.
• Dilaksanakan setiap hari Jum’at setelah kegiatan Duha dan Tilawah Bersama dilaksanakan.
7. Gerakan Disiplin dan Karakter Bangsa
• Program "Tepat Waktu" (masuk sekolah tepat waktu)
• Piket kelas dan budaya antri di kantin
• Penghargaan peserta didik teladan setiap bulan
12 BAB III
REALISASI PROGRAM/KEGIATAN SEKOLAH
REALISASI PROGRAM/KEGIATAN BERANGGARAN 1. Peningkatan Sarana dan Prasarana Sekolah
a. Pengadaan Buku Perpustakaan dan Alat Peraga Pembelajaran Target:
• Menyediakan buku teks Pelajaran peserta didik sebanyak 352 buku, yaitu Buku Agama Islam, Matematika dan PLBJ untuk kelas 3 dan 6.
• Menambah koleksi buku perpustakaan sebanyak 19 buku (buku pelajaran, cerita, dan ensiklopedia).
Realisasi:
• Bulan April – Mei : Identifikasi kebutuhan buku melalui koordinasi dengan guru.
• Bulan Juni: Pengajuan anggaran dan pemesanan buku.
• Bulan Juli: Distribusi dan penyusunan buku di perpustakaan . Sumber Dana : BOSP
b. Renovasi Kelas dan Perbaikan Toilet Sekolah Target:
• Renovasi 3 ruang kelas dengan penggantian kusen pintu dan jendela yang sudah rusak.
• Perbaikan toilet peserta didik dan guru, termasuk penyediaan fasilitas cuci tangan dan sabun cair.
Realisasi:
• Bulan Juli : Survei kondisi kelas dan toilet serta penyusunan rencana renovasi.
• Bulan Oktober : Pengadaan bahan dan penunjukan kontraktor.
• Bulan November : Pelaksanaan penggantian kusen pintu ruang kelas dan jendela secara bertahap.
• Bulan Desember : Pengecekan dan pemeliharaan awal pasca renovasi.
Sumber Dana : BOP
c. Pengadaan Komputer dan Alat Penunjangnya
13 Target:
• Pengadaan 1 unit laptop dan 16 unit webcam untuk Ruang ANBK.
• Penyediaan proyektor dan speaker untuk mendukung pembelajaran digital.
Realisasi:
• Bulan November – Desember 2023 : Penyusunan daftar spesifikasi komputer dan alat penunjang sesuai kebutuhan sekolah.
• Bulan Januari : Pengajuan anggaran.
• Bulan Oktober – November : Pengadaan barang.
Sumber Dana : BOSP
d. Pembangunan Pendopo dan Taman Bermain Target:
• Membangun pendopo multifungsi sebagai ruang serbaguna yang mendukung kegiatan belajar, bermain, dan bersosialisasi peserta didik di lingkungan SDN Menteng Atas 11.
• Menata ulang pagar tanaman agar terlihat rapi, hijau, dan estetis sehingga memberikan kesan positif kepada seluruh warga sekolah dan pengunjung.
Realisasi:
• Bulan November - Desember 2023 : Perencanaan desain pendopo dan taman bermain.
• Bulan Januari – Februari 2024 : Pengajuan anggaran dan pencarian vendor konstruksi.
• Bulan November – Desember 2024 : Pelaksanaan pembangunan secara bertahap.
Sumber Dana : BOP
2. Kegiatan Kepeserta didikan dan Pengembangan Karakter a. Kegiatan Ekstrakurikuler
Tujuan:
• Mengembangkan minat dan bakat peserta didik dalam bidang seni, olahraga, dan keterampilan.
• Menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan kemandirian.
14
• Meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas peserta didik.
Pelaksanaan:
No Jenis Ekstrakurikuler Waktu Kegiatan Anggaran Sumber Dana 1 Pramuka Siaga Setiap Rabu Pagi Rp 13.200.000 BOP 2 Pramuka Pengggalang Setiap Rabu Sore Rp 13.200.000 BOP 3 Seni Tari Setiap Senin sore Rp 13.200.000 BOP 4 Marawis Setiap Jum’at sore Rp 13.200.000 BOP 5 Qasidah Setiap Selasa Sore Rp 13.200.000 BOP
6 Karate Setiap Senin Sore Rp 13.200.000 BOP
7 Taekwondo Setiap Jum’at Sore Rp 13.200.000 BOP 8 Pencak Silat Setiap Selasa Sore Rp 13.200.000 BOP
9 Volley Setiap Rabu Sore Rp 26.400.000 BOP
10 Futsal Setiap Kamis Sore Rp 26.400.000 BOP
11 Seni Lukis Kelas Bawah Setiap Selasa Sore Rp 13.200.000 BOP 12 Seni Lukis Kelas Atas Setiap Rabu Sore Rp 13.200.000 BOP 13 Kriya Anyam Setiap Jum’at Sore Rp 13.200.000 BOP
Kebutuhan Anggaran:
• Honorarium pelatih ekstrakurikuler.
b. Program "Sekolah Ramah Anak"
Tujuan:
• Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas bullying.
• Memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai kesehatan mental dan penanganan bencana.
• Menumbuhkan kepedulian sosial dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.
15 Pelaksanaan:
No Kegiatan Waktu
Pelaksanaan Anggaran Sumber Dana 1 Kampanye Anti-Bullying September
2024
Rp
2.000.000
Donatur/
Sponsor
2
Simulasi Penanganan Kebakaran (kerja sama dengan Damkar)
September 2024
Rp
5.000.000
BOSP, Donatur/
Sponsor Kebutuhan Anggaran:
• Pembuatan banner dan video edukasi terkait anti-bullying.
• Pembayaran narasumber psikolog dan tenaga ahli dari pemadam kebakaran.
• Penyediaan alat peraga dan praktik simulasi kebakaran.
c. Kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional , Perjusa, dan Classmeeting
Tujuan:
• Menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme pada peserta didik.
• Mengenalkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
• Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan:
No Kegiatan Waktu
Pelaksanaan Anggaran Sumber Dana 1 Upacara & Lomba HUT
RI (17 Agustus) Agustus 2024 Rp 9.177.000 BOSP 2 PERJUSA (Perkemahan
Jumat Sabtu) Desember 2024 Rp 4.885.000 BOSP 3 Class Meeting Desember 2024 Rp 2.400.000 BOSP
16 Kebutuhan Anggaran:
• Pengadaan hadiah lomba untuk peserta didik.
• Dekorasi dan konsumsi untuk acara.
3. Program Kesehatan dan Kebersihan Sekolah
a. Penyediaan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) yang Lebih Lengkap Tujuan:
• Meningkatkan fasilitas kesehatan di sekolah untuk pertolongan pertama dan edukasi kesehatan bagi peserta didik.
Realisasi:
Pengadaan Peralatan Medis
• Kotak P3K lengkap dengan obat-obatan dasar (plester, antiseptik, obat demam, dll.).
• Alat ukur tinggi badan, timbangan berat badan, dan tensimeter.
• Masker, sarung tangan medis, dan termometer digital.
Penyediaan Ruang UKS yang Memadai
• Penyediaan tempat tidur pasien untuk peserta didik yang sakit.
• Ventilasi dan kebersihan ruangan ditingkatkan.
• Penyediaan kipas angin atau AC agar ruangan lebih nyaman.
Kerjasama dengan Puskesmas atau Tenaga Medis
• Pemeriksaan kesehatan rutin (gigi, mata, dan gizi).
• Sosialisasi kesehatan bagi peserta didik, guru, dan orang tua.
No Peralatan Waktu
Pelaksanaan Anggaran Sumber Dana
1
Seprei , Alkohol, Oralit, Minyak Kayu Putih
September -
Desember 2024 Rp 2.905.000 BOP
b. Program Cuci Tangan dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Tujuan:
• Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini untuk mencegah penyakit.
17 Realisasi:
• Penyediaan Sarana Cuci Tangan
• Pengadaan wastafel di beberapa titik strategis (dekat kelas, kantin, toilet).
• Penyediaan sabun cair dan tisu secara rutin.
Sosialisasi PHBS kepada Peserta didik dan Guru
• Pembuatan poster edukasi tentang pentingnya cuci tangan.
• Simulasi cara cuci tangan yang benar dengan metode WHO.
• Kampanye kebersihan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai.
Sumber Dana : BOP dan Donatur c. Pembentukan Dokter Kecil
Tujuan:
• Menciptakan peserta didik yang peduli terhadap kesehatan dan mampu melakukan pertolongan pertama sederhana.
Realisasi:
Seleksi dan Pelatihan Dokter Kecil
• Memilih peserta didik kelas 4–6 yang aktif dan memiliki minat dalam bidang kesehatan.
• Pelatihan dasar pertolongan pertama oleh tenaga medis dari puskesmas.
Tugas dan Peran Dokter Kecil
• Membantu guru dalam menjaga kebersihan dan kesehatan teman-teman di kelas.
• Mengingatkan teman untuk cuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
• Melaporkan peserta didik yang sakit dan memberikan pertolongan pertama jika diperlukan.
Seragam dan Identitas Dokter Kecil
• Pembuatan pin atau rompi khusus bagi anggota dokter kecil.
18
• Sertifikat penghargaan bagi peserta didik yang aktif menjalankan tugasnya.
Sumber Dana : Donatur
REALISASI PROGRAM/KEGIATAN NON ANGGARAN 1. SERASI (Senin Literasi)
a. Membaca, Menyimak, dan Berbicara selama 30 Menit Setiap Hari Senin Tujuan:
• Meningkatkan keterampilan literasi peserta didik melalui kegiatan membaca, menyimak, dan berbicara.
• Membudayakan kebiasaan membaca sebagai bagian dari kegiatan sekolah.
Realisasi:
• Pelaksanaan Rutin Senin Literasi
• Setelah Upacara Bendera, peserta didik berkumpul kembali di lapangan dan diberikan waktu 30 menit untuk kegiatan literasi.
• Kegiatan dilakukan sebelum pelajaran pertama dimulai.
Kegiatan yang Dilakukan
• Membaca: Peserta didik membaca buku pilihan sendiri dari perpustakaan atau pojok baca.
• Menyimak: Guru atau peserta didik membaca nyaring, lalu peserta didik lain menyimak dan memahami isi bacaan.
• Berbicara: Peserta didik diajak berdiskusi atau menceritakan kembali isi bacaan untuk melatih kemampuan berbicara dan pemahaman bacaan.
Evaluasi dan Penghargaan
• Guru memberikan pertanyaan terkait bacaan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.
• Peserta didik yang aktif berbicara dan memahami bacaan diberikan apresiasi sederhana, seperti stiker bintang atau pujian.
b. Pojok Baca di Setiap Kelas dengan Donasi Buku dari Peserta didik/Guru Tujuan:
19
• Menyediakan akses bacaan yang lebih dekat bagi peserta didik di dalam kelas.
• Menumbuhkan kebiasaan berbagi buku dan saling menginspirasi dalam membaca.
Realisasi:
• Pembentukan Pojok Baca di setiap sudut ruang kelas.
• Setiap kelas memiliki rak sederhana atau kotak buku sebagai Pojok Baca.
• Guru dan peserta didik bersama-sama menghias pojok baca agar menarik dan nyaman.
• Donasi Buku dari Peserta didik dan Guru
• Peserta didik dan guru menyumbangkan buku layak baca (fiksi, nonfiksi, cerita rakyat, dll.).
• Setiap bulan dilakukan pengecekan dan rotasi buku agar koleksi tetap beragam.
Aturan Penggunaan Pojok Baca
• Peserta didik boleh membaca di waktu istirahat atau saat ada waktu luang di kelas.
• Setiap peserta didik bertanggung jawab menjaga kebersihan dan merapikan buku setelah digunakan.
c. Program "Satu Buku Satu Bulan (SAKU SABU)"
Tujuan:
• Menumbuhkan kebiasaan membaca secara rutin dengan target membaca satu buku per bulan.
• Meningkatkan kemampuan menulis peserta didik dengan target menulis untuk masing-masing kelas Satu Buku dalam Satu Bulan.
• Meningkatkan wawasan peserta didik melalui berbagai jenis bacaan.
Realisasi:
Pelaksanaan Program
• Setiap peserta didik memilih satu buku dari perpustakaan atau pojok baca setiap awal bulan.
20
• Dalam satu bulan, peserta didik membaca buku tersebut secara mandiri.
• Peserta didik diminta menulis ringkasan atau menceritakan isi buku kepada teman/guru di akhir bulan.
• Peserta didik diminta membuat tulisan dalam bentuk puisi, pantun, ataupun cerpen. Kemudian hasil karya peserta didik dikumpulkan kemudian dibuatkan dalam bentuk buku di setiap akhir bulan.
Pendampingan oleh Guru
• Guru membantu merekomendasikan buku sesuai tingkat kemampuan peserta didik.
• Setiap akhir bulan, diadakan sesi berbagi pengalaman membaca (storytelling atau diskusi santai).
Apresiasi dan Motivasi
• Guru memberikan penghargaan bagi peserta didik yang aktif membaca dan bisa menceritakan kembali isi buku dengan baik.
• Sertifikat atau tanda penghargaan sederhana diberikan kepada peserta didik yang berhasil menyelesaikan tantangan membaca beberapa bulan berturut-turut.
2. English Day Tujuan Program
• Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara aktif.
• Membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
• Meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris.
Realisasi Program
a. Jadwal dan Pelaksanaan
• Kegiatan English Day dilaksanakan setiap hari Selasa selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai.
• Lokasi kegiatan: Lapangan SDN Menteng Atas 11 untuk suasana belajar yang lebih santai dan menyenangkan.
• Kegiatan ini dipandu oleh guru dengan latar belakang pendidikan Guru Bahasa Inggris.
21 b. Kegiatan yang Dilakukan
• Warm-up (5 menit) → Guru memulai dengan greeting (Good morning, everyone! How are you today?).
• Basic Conversation (10 menit) → Siswa diajak berbicara dengan tema sederhana, seperti perkenalan diri, hobi, atau kegiatan sehari-hari.
• Games dan Fun Activities (10 menit) → Permainan edukatif seperti Simon Says, Spelling Bee, atau Guess the Word.
• Closing & Reflection (5 menit) → Kesimpulan, umpan balik, dan motivasi dari guru agar siswa terus berlatih.
c. Aturan English Day
• Setiap siswa wajib menggunakan bahasa Inggris selama kegiatan berlangsung.
• Jika ada siswa yang kesulitan berbicara, guru akan membantu dengan memberikan contoh.
• Tidak boleh menertawakan teman yang masih belajar, agar semua siswa merasa nyaman berlatih.
d. Evaluasi dan Pengembangan
• Memberikan penghargaan sederhana (Best Speaker of the Day).
• Mencatat perkembangan siswa dalam berbicara bahasa Inggris.
• Mengadakan kompetisi kecil, seperti lomba percakapan sederhana dalam bahasa Inggris.
3. Panggung Kreasi
Panggung Kreasi adalah program yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menampilkan bakat dan minat mereka dalam bidang seni musik, seni tari, dan drama. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan keberanian tampil di depan umum.
Waktu Pelaksanaan: Setiap Hari Rabu 30 Menit sebelum pembelajaran dimulai
Tempat: Lapangan sekolah / aula / selasar kelas (disesuaikan dengan kondisi cuaca)
Realisasi Program
22
a. Pembentukan Tim Panitia Panggung Kreasi
• Guru pembimbing seni dan kesiswaan bertindak sebagai koordinator.
• Melibatkan OSIS atau siswa yang bertugas sebagai MC, pengatur acara, dan dokumentasi.
b. Jadwal dan Pendaftaran Peserta
• Setiap kelas diberikan kesempatan tampil secara bergiliran.
• Siswa yang ingin tampil bisa mendaftar kepada wali kelas atau penanggung jawab kegiatan.
• Pengumuman daftar peserta dilakukan setiap Senin agar mereka dapat mempersiapkan diri.
c. Jenis Penampilan
• Seni Musik → Menyanyi solo, duet, atau grup, bermain alat musik sederhana.
• Seni Tari → Tarian daerah atau modern.
• Drama → Pentas mini drama pendek atau pantomim bertema pendidikan.
• Puisi & Pidato → Pembacaan puisi dan pidato inspiratif.
d. Dukungan Guru & Orang Tua
• Guru memberikan motivasi dan membimbing siswa dalam persiapan.
• Orang tua dapat mendukung dengan membantu kostum atau properti sederhana.
e. Sarana & Prasarana
• Memanfaatkan peralatan sekolah yang sudah ada (mic, speaker, alat musik sederhana).
• Penggunaan pakaian sekolah atau kostum kreatif buatan sendiri.
f. Evaluasi & Apresiasi
• Setelah setiap sesi, guru dan teman-teman memberikan dukungan dan apresiasi.
• Siswa yang tampil dengan baik akan diberikan penghargaan sederhana (sertifikat atau piagam).
23 g. Manfaat Program
• Meningkatkan kepercayaan diri siswa.
• Mengembangkan bakat dan kreativitas dalam seni.
• Melatih keberanian berbicara dan tampil di depan umum.
• Meningkatkan kebersamaan dan kerja sama antar siswa.
• Menciptakan suasana sekolah yang lebih hidup dan menyenangkan.
4. Senam Bersama a. Latar Belakang
Kesehatan fisik peserta didik merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Salah satu upaya untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan peserta didik adalah dengan melaksanakan kegiatan senam bersama. Program ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat serta meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar peserta didik.
b. Tujuan Kegiatan
• Mendukung perkembangan kesehatan fisik dan mental peserta didik.
• Menumbuhkan kebiasaan berolahraga sejak dini.
• Meningkatkan semangat dan kesiapan belajar sebelum memulai kegiatan akademik.
c. Pelaksanaan Kegiatan
• Hari Pelaksanaan: Setiap hari Kamis pagi.
• Durasi: 30 menit sebelum pelajaran dimulai.
• Lokasi: Lapangan sekolah.
• Peserta: Seluruh peserta didik dan tenaga pendidik.
• Instruktur: Dipandu oleh Guru senam yang memiliki latar belakang pendidikan olahraga.
d. Realisasi Kegiatan
• Kegiatan Senam Bersama telah terlaksana secara rutin setiap hari Kamis dengan antusiasme tinggi dari peserta didik. Guru senam yang berkompeten telah memandu jalannya kegiatan dengan
24
variasi gerakan yang menyesuaikan tingkat usia peserta didik. Para guru dan tenaga kependidikan turut serta dalam kegiatan ini guna memberikan contoh positif kepada peserta didik.
• Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kebugaran peserta didik. Setelah senam, peserta didik menunjukkan peningkatan konsentrasi dalam belajar serta memiliki semangat yang lebih tinggi dalam mengikuti pelajaran. Selain itu, program ini juga membangun interaksi sosial yang lebih baik di antara peserta didik serta menumbuhkan kebiasaan hidup sehat.
5. Duha dan Tilawah Bersama a. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
• Membiasakan peserta didik yang beragama Islam dalam melaksanakan Shalat Duha dan Tilawah Al-Qur’an.
• Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik.
• Menanamkan nilai-nilai ibadah sejak dini agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
• Memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an peserta didik.
b. Waktu Pelaksanaan
• Dilaksanakan setiap hari Jumat pagi.
• Durasi kegiatan 60 menit sebelum pelajaran dimulai.
c. Tempat Kegiatan
• Kegiatan dilaksanakan di Lapangan sekolah atau ruang kelas menyesuaikan dengan kondisi cuaca.
d. Pelaksana Kegiatan
• Guru Bidang Studi Agama Islam sebagai pemimpin kegiatan.
• Peserta didik yang kompeten dalam membaca Al-Qur’an sebagai pendamping bagi teman-temannya.
25
• Seluruh peserta didik yang beragama Islam sebagai peserta kegiatan.
• Guru kelas dan Guru Bidang studi mendampingi peserta kegiatan.
e. Rangkaian Kegiatan 1. Pembukaan (5 menit)
• Sambutan dari Guru Agama Islam
• Penjelasan singkat tentang keutamaan Shalat Duha dan Tilawah Al-Qur’an
2. Pelaksanaan Shalat Duha (20 menit)
• Peserta didik melaksanakan Shalat Duha secara berjamaah 3. Tilawah Bersama (30 menit)
• Pembagian kelompok sesuai dengan tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an
• Pembimbingan oleh peserta didik yang lebih kompeten dalam membaca Al-Qur’an
• Guru Agama Islam memberikan bimbingan tajwid dan tahsin 4. Doa Penutup (5 menit)
• Doa bersama dipimpin oleh Guru Agama Islam atau salah satu peserta didik
f. Evaluasi dan Tindak Lanjut
• Mengadakan refleksi singkat setelah kegiatan untuk melihat perkembangan peserta didik.
• Guru Agama Islam memberikan umpan balik terhadap bacaan peserta didik.
• Peserta didik yang belum lancar membaca Al-Qur’an diarahkan untuk mengikuti program bimbingan tambahan.
• Meningkatkan keterlibatan peserta didik agar lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan.
g. Pendukung Kegiatan
• Dukungan dari kepala sekolah dan seluruh dewan guru.
• Partisipasi aktif peserta didik dan orang tua dalam mendukung program ini.
26
• Pemanfaatan fasilitas sekolah seperti musholla, ruang kelas, dan pengeras suara.
6. Sedekah Minyak Jelantah (MIJEL) a. Dasar Pelaksanaan:
Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan dan sosial dengan mengurangi limbah minyak jelantah serta mendukung pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.
b. Tujuan:
• Mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan.
• Menyalurkan minyak jelantah kepada pihak yang dapat mendaur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat.
• Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
• Mengembangkan kegiatan sosial berbasis lingkungan yang melibatkan peserta didik dan masyarakat.
c. Pelaksanaan Kegiatan:
• Hari/Tanggal: Setiap hari Jumat setelah kegiatan Duha dan Tilawah Bersama.
• Tempat: Lokasi pengumpulan minyak jelantah yang telah ditentukan (panggung sekolah, lapangan sekolah).
• Peserta: Pendidik, Tenaga Kependidikan dan peserta didik.
d. Mekanisme Pengumpulan dan Penyaluran:
• Pendidik, Tenaga Kependidikan dan peserta didik membawa minyak jelantah yang telah disimpan dalam wadah tertutup ke tempat pengumpulan yang telah disediakan.
• Minyak jelantah yang terkumpul akan ditimbang dan dicatat jumlahnya.
• Minyak yang terkumpul kemudian disalurkan kepada mitra pengelola daur ulang, seperti produsen biodiesel dan lainnya.
e. Hasil yang Telah Dicapai:
27
• Pengumpulan minyak jelantah mencapai rata-rata 10 liter per minggu.
• Partisipasi peserta didik semakin meningkat dengan adanya sosialisasi dan edukasi mengenai dampak positif dari program ini.
• Kerja sama dengan pihak daur ulang semakin solid, memungkinkan minyak jelantah dimanfaatkan secara optimal.
f. Evaluasi dan Tindak Lanjut:
• Mengembangkan sistem insentif bagi masyarakat yang aktif menyumbang minyak jelantah.
• Menambah titik pengumpulan minyak jelantah agar lebih banyak warga yang dapat berpartisipasi.
• Meningkatkan kerja sama dengan lebih banyak mitra pengelola daur ulang untuk memperluas manfaat dari program ini.
7. Gerakan Disiplin dan Karakter Bangsa:
a. Program "Tepat Waktu" (Masuk Sekolah Tepat Waktu)
Tujuan: Meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam hal waktu.
Realisasi Kegiatan:
• Pemasangan spanduk atau poster edukatif tentang pentingnya datang tepat waktu di pintu gerbang sekolah.
• Guru piket mencatat keterlambatan setiap pagi dan memberikan teguran atau motivasi bagi siswa yang terlambat.
• Pemberian apresiasi (stiker atau poin) bagi siswa yang konsisten datang tepat waktu selama satu bulan.
• Penguatan budaya tepat waktu melalui upacara bendera, pesan di kelas, dan media sosial sekolah.
b. Piket Kelas dan Budaya Antri di Kantin
Tujuan: Menanamkan tanggung jawab dan kebiasaan tertib di lingkungan sekolah.
Realisasi Kegiatan:
• Setiap kelas memiliki jadwal piket yang diawasi oleh wali kelas dan ketua kelas.
28
• Pembuatan daftar piket yang dipajang di papan informasi kelas.
• Penghargaan bagi kelas yang menjalankan tugas piket dengan baik selama sebulan (pengakuan saat upacara).
• Edukasi budaya antre dengan memasang tanda antre di kantin dan himbauan dari guru/kantin sekolah.
c. Penghargaan Peserta Didik Teladan Setiap Bulan
Tujuan: Memberikan motivasi bagi siswa untuk berperilaku disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
Realisasi Kegiatan:
• Pemilihan peserta didik teladan berdasarkan aspek kedisiplinan, kejujuran, dan sikap positif di sekolah.
• Penilaian dilakukan oleh wali kelas, guru, dan teman sebaya melalui voting atau observasi.
• Penghargaan berupa sertifikat, atau penyebutan nama dalam upacara bendera.
Semua kegiatan ini dapat dilaksanakan tanpa anggaran besar karena lebih mengandalkan komitmen, partisipasi siswa, dan kreativitas sekolah dalam membangun budaya disiplin dan karakter bangsa.
29 BAB IV
HAMBATAN DAN SOLUSI
Program Beranggaran
1. Peningkatan Sarana dan Prasarana Sekolah Hambatan:
• Keterbatasan dana dari BOS, BOP, dan donatur.
• Pengadaan barang yang memerlukan proses administrasi yang panjang.
• Kurangnya tenaga ahli untuk renovasi dan pembangunan.
Solusi:
• Membuat skala prioritas Sarana dan Prasarana sekolah.
• Bekerjasama dengan pihak swasta untuk penyediaan alat atau renovasi melalui program kemitraan.
2. Kegiatan Kepesertadidikan dan Pengembangan Karakter Hambatan:
• Kurangnya tenaga pembimbing yang kompeten di bidang ekstrakurikuler.
• Keterbatasan dana untuk penyelenggaraan kegiatan skala besar.
• Kurangnya partisipasi peserta didik dalam beberapa kegiatan.
Solusi:
• Mengundang alumni atau komunitas terkait untuk menjadi pembimbing sukarela.
• Mengoptimalkan kegiatan berbasis gotong royong dan kerja sama dengan lingkungan sekitar.
• Memberikan penghargaan atau sertifikat bagi peserta didik yang aktif untuk meningkatkan minat mereka.
3. Program Kesehatan dan Kebersihan Sekolah Hambatan:
• Keterbatasan fasilitas kesehatan yang memadai.
• Kurangnya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya PHBS.
• Kurangnya tenaga medis yang tersedia di sekolah.
30 Solusi:
• Mencari mitra dari puskesmas atau organisasi kesehatan untuk mendukung UKS.
• Mengadakan sosialisasi rutin mengenai kebersihan dan kesehatan sekolah.
• Melibatkan orang tua murid dalam mendukung kebersihan dan kesehatan anak-anak.
Program Non-Anggaran 1. Serasi (Senin Literasi)
Hambatan:
• Rendahnya minat baca peserta didik.
• Kurangnya buku bacaan yang menarik di pojok baca.
Solusi:
• Membuat kegiatan membaca lebih interaktif, seperti storytelling atau diskusi buku.
• Mengadakan program donasi buku secara berkala untuk memperbarui koleksi pojok baca.
2. English Day Hambatan:
• Mata Pelajaran Bahasa Inggris bukan merupakan Pelajaran wajib di Kurikulum Merdeka.
• Kurangnya kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Inggris.
• Tidak semua guru memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik.
Solusi:
• Memasukkan English Day menjadi kegiatan Pembiasaan di SDN Menteng Atas 11.
• Menggunakan metode belajar yang menyenangkan seperti lagu, permainan, dan drama.
• Melibatkan komunitas atau mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris sebagai pendamping.
3. Panggung Kreasi
31 Hambatan:
• Tidak semua peserta didik berani tampil di depan umum.
• Kurangnya alat musik atau properti pendukung.
Solusi:
• Mengadakan latihan rutin dan memberikan motivasi agar peserta didik lebih percaya diri.
• Memanfaatkan bahan sederhana untuk mendukung penampilan seni.
4. Senam Bersama Hambatan:
• Kurangnya antusiasme peserta didik dalam mengikuti senam.
• Tidak semua guru memiliki keterampilan dalam membimbing senam.
Solusi:
• Menggunakan musik yang menarik agar senam lebih menyenangkan.
• Mengundang instruktur senam dari luar secara berkala.
5. Duha dan Tilawah Bersama Hambatan:
• Tidak semua peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang bacaan Al-Qur’an.
• Sebagian peserta didik kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan.
Solusi:
• Memberikan bimbingan khusus bagi yang belum lancar membaca Al- Qur’an.
• Menciptakan suasana yang nyaman dan menarik agar peserta didik lebih termotivasi.
6. Sedekah Minyak Jelantah (MIJEL) Hambatan:
• Belum semua peserta didik dan orang tua memahami manfaat dari program ini.
• Sulitnya mencari pihak yang bisa menampung minyak jelantah dalam jumlah kecil.
Solusi:
32
• Mengadakan sosialisasi kepada peserta didik dan orang tua mengenai pentingnya program MIJEL.
• Mencari mitra yang dapat mengelola minyak jelantah dalam skala kecil.
7. Gerakan Disiplin dan Karakter Bangsa Hambatan:
• Tidak semua peserta didik terbiasa dengan budaya disiplin dan antri.
• Kurangnya kesadaran akan pentingnya penghargaan bagi peserta didik teladan.
Solusi:
• Memberikan contoh langsung dari guru dan tenaga kependidikan sebagai teladan.
• Memberikan penghargaan yang lebih menarik, seperti sertifikat atau hadiah kecil.
33 BAB V
BEST PRACTICE INOVASI
SERASI
DI SD NEGERI MENTENG ATAS 11
OLEH:
DWI PARNAWATI,M.Pd
KEPALA SD NEGERI MENTENG ATAS 11
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia- Nya, sehingga penulisan best practice ini dapat terselesaikan dengan baik. Best practice ini berjudul "SERASI (Senin Literasi) di SD Negeri Menteng Atas 11 Jakarta" dan disusun sebagai bagian dari upaya untuk mendokumentasikan serta memaparkan praktik terbaik dalam meningkatkan budaya literasi di sekolah.
Peningkatan budaya literasi menjadi suatu hal yang sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi. Kemampuan literasi yang kuat merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama bagi siswa di usia dini. Program SERASI (Senin Literasi) yang telah dilaksanakan di SD Negeri Menteng Atas 11, bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan terkait rendahnya minat baca serta keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan usia siswa.
Penulisan ini juga berfungsi sebagai refleksi dari langkah-langkah konkret yang telah diambil dalam menciptakan suasana literasi yang mendukung pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Melalui pembiasaan membaca setiap hari Senin, penyediaan bahan bacaan yang variatif, dan penerapan metode pembelajaran interaktif, program ini berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi serta memperkuat kualitas interaksi mereka dengan teks.
Kami berharap, melalui dokumentasi ini, pengalaman yang telah diperoleh dapat memberikan inspirasi serta manfaat bagi sekolah-sekolah lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan siswa. Semoga Program SERASI ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi dan diterapkan untuk mendukung pengembangan literasi yang berkelanjutan di berbagai lembaga pendidikan.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan dan pengembangan Program SERASI, terutama kepada kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua yang telah mendukung secara aktif. Semoga semangat literasi ini terus berkembang dan memberi dampak positif yang luas bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Jakarta, Desember 2024
Penulis
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I ... 1 PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang Masalah ... 1 B. Permasalahan ... 2 C. Strategi Pemecahan Masalah ... 3 BAB II ... 8 PEMBAHASAN ... 8 A. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah ... 8 B. Hasil Yang Dicapai Dari Strategi Yang Dipilih ... 9 C. Kendala-Kendala yang Dihadapi dalam Melaksanakan Strategi yang Dipilih .. 10 D. Faktor-Faktor Pendukung ... 12 E. Alternatif Pengembangan ... 13 BAB III ... 16 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL ... 16 A. Simpulan ... 16 B. Rekomendasi Operasional ... 16
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Sambutan Pengawas ... 4 Gambar 2 : Paparan Kepala Sekolah ... 4 Gambar 3 : Paparan Pentingnya Literasi ... 4 Gambar 4 : Literasi Senin ... 6 Gambar 5 : Sesi Berbagi Cerita ... 6 Gambar 6 : Kunjungan Perpustakaan ... 6
1 BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang berkembang pesat, kemampuan literasi menjadi salah satu keterampilan fundamental yang harus dimiliki oleh setiap individu sejak usia dini. Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman kritis terhadap berbagai jenis teks yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat. SDN Menteng Atas 11, sebagai salah satu institusi pendidikan dasar, memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan budaya literasi yang kuat pada peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inisiatif yang dapat secara sistematis dan berkelanjutan meningkatkan minat serta keterampilan literasi peserta didik, salah satunya melalui program SERASI (Senin Literasi).
Meskipun literasi menjadi aspek esensial dalam pembelajaran, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi di SD Negeri Menteng Atas 11 dalam meningkatkan kualitas literasi peserta didik. Berdasarkan observasi awal, minat baca peserta didik masih tergolong rendah, ditunjukkan oleh minimnya keterlibatan mereka dalam aktivitas literasi di luar jam pelajaran. Selain itu, ketersediaan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik masih terbatas, sehingga menyebabkan kurangnya motivasi untuk membaca. Ditambah lagi, pendekatan pembelajaran literasi yang digunakan masih cenderung konvensional, sehingga belum sepenuhnya mampu merangsang daya pikir kritis dan kreativitas peserta didik. Tantangan-tantangan ini menegaskan perlunya strategi inovatif yang dapat menjawab permasalahan tersebut secara efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengimplementasikan program SERASI (Senin Literasi) sebagai solusi strategis dalam meningkatkan budaya literasi di SDN Menteng Atas 11. Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca secara menyenangkan dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan metode yang inovatif dan berbasis pengalaman belajar aktif. Kontribusi utama dari program ini adalah menyediakan pendekatan yang lebih terstruktur dalam
2
membangun kebiasaan membaca sejak dini, meningkatkan kualitas interaksi peserta didik dengan bahan bacaan yang bervariasi, serta memperkuat peran guru dan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai literasi.
Dengan demikian, penulis mendokumentasikan deskripsi praktik pembelajaran inovasi yang telah dilaksanakan sebagai pengembangan literasi dalam setting Pendidikan menjadi sebuah Pembiasaan untuk meningkatkan kemampuan Literasi Peserta Didik SD Negeri Menteng Atas 11dalam sebuah Best Practices yang berjudul “SERASI (Senin Literasi)Di SD Negeri Menteng Atas 11 Jakarta”. Diharapkan praktik baik ini nantinya dapat menjadi model pembelajaran literasi yang efektif dan dapat direplikasi di sekolah- sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa.
2. Permasalahan
Meskipun literasi menjadi aspek esensial dalam pembelajaran, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi di SD Negeri Menteng Atas 11 dalam meningkatkan kualitas literasi peserta didik. Berdasarkan observasi awal, permasalahan utama yang diidentifikasi adalah sebagai berikut:
• Rendahnya Minat Baca Peserta didik: Banyak peserta didik menunjukkan keterlibatan yang rendah dalam aktivitas literasi di luar jam pelajaran, yang berdampak pada kurangnya kebiasaan membaca.
• Keterbatasan Akses terhadap Bahan Bacaan: Ketersediaan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik masih
terbatas, sehingga menghambat motivasi mereka untuk membaca secara mandiri.
• Pendekatan Pembelajaran Literasi yang Konvensional: Metode yang digunakan dalam pembelajaran literasi masih cenderung bersifat monoton dan belum sepenuhnya merangsang daya pikir kritis serta kreativitas peserta didik.
Tantangan-tantangan ini menegaskan perlunya strategi inovatif yang dapat menjawab permasalahan tersebut secara efektif.
3 3. Strategi Pemecahan Masalah
Berdasarkan pada permasalahan yang telah diuraikan pada latar belakang di atas, penulis memilih suatu strategi pemecahan masalah yang dianggap dapat mengatasi permasalahan dengan baik yaitu dengan membuat Program Literasi dengan judul
“SERASI (Senin Literasi)”.
Program SERASI (Senin Literasi) dirancang sebagai upaya sistematis dan inovatif untuk meningkatkan budaya literasi di SDN Menteng Atas 11. Program ini memiliki tujuan utama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca secara menyenangkan dan berkelanjutan melalui metode yang berbasis pengalaman belajar aktif.
Untuk mencapai tujuan tersebut, program SERASI akan mengimplementasikan beberapa pendekatan inovatif sebagai berikut:
• Pembiasaan Membaca di Hari Senin: Setiap Senin pagi, peserta didik akan diarahkan untuk membaca buku pilihan mereka selama 30 menit sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar.
• Penyediaan Bahan Bacaan yang Variatif: Menambah koleksi bahan bacaan yang menarik, baik dalam bentuk cetak maupun digital, yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan minat peserta didik.
• Metode Pembelajaran Interaktif: Menggunakan strategi pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan storytelling untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam aktivitas literasi.
• Kolaborasi dengan Orang Tua dan Masyarakat: Mengajak orang tua dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program literasi melalui donasi buku, sesi mendongeng, atau diskusi literasi.