5 Nasehat Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah, Tafsir Tematik Al-Qur'an “Tentang Hubungan Sosial Antar Umat Beragama”, 23. 9 Nasehat Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah, Tafsir Tematik sebuah "Tentang Hubungan Sosial Antaragama," 4.
Tujuan Penelitian
Untuk itu, judul disertasinya Pandangan Quraish Shihab tentang Pluralisme Agama (Analisis Tafsir Kitab Tafsir Al-Misbah) adalah B.
Manfaat Penelitian
Telaah Pustaka
Pandangan al-Qur'an tentang pluralisme agama (studi perbandingan Tafsir Al-Manar oleh Muhammad Rasyid Ridho dan Tafsir Al-Azhar oleh Buya Hamka). Tesis ini membahas tentang pandangan al-Qur’an tentang gagasan pluralisme agama yang bertentangan dengan eksklusivitas Islam.
Metode Penelitian
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung atau dari pihak pertama Penelitian ini diambil dari sumber utama yaitu Al-Qur’an dan kitab tafsir al-Misbah. Sumber data yang digunakan penulis adalah data yang diperoleh dari buku, terjemahan kitab tafsir Ibnu Katsir, dan jurnal yang berkaitan dengan judul penelitian.
Sistematika Pembahasan
Sumber data utama yang digunakan para ulama untuk mengkaji berasal dari Kitab Suci Al-Qur'an dan Kitab Tafsir Al-Misbah. Mencari kebenaran tentang ayat-ayat tentang pluralisme agama dalam Al-Qur'an menurut Quraish Shihab dalam tafsirnya.
Pendahuluan, bab ini berisikan latar belakang masalah yang dirangkai dengan rumusan masalah,
Definisi Pluralisme Agama
Oleh karena itu, istilah pluralisme agama berasal dari bahasa Inggris, sehingga untuk mendefinisikannya secara akurat, Anda harus melihat kamus bahasa tersebut. 14Muhammad Taufiqurrohman dan Sofan Rizqi, “Konsep Pluralisme Agama dalam Al-Qur'an,” Manarul Quran: Jurnal Kajian Islam 21, no.
Sejarah Pluralisme Agama
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa gagasan pluralisme agama sebenarnya merupakan upaya untuk meletakkan landasan teoretis dalam teologi Kristen untuk interaksi yang toleran dengan agama lain. Gagasan pluralisme agama dapat dipahami sebagai salah satu unsur gerakan reformasi mentalitas keagamaan atau liberalisasi agama yang digagas gereja Kristen pada abad ke-19, dalam gerakan “liberal”.
Konsep pluralisme agama
Maksudnya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, sesiapa yang (di antara mereka) beriman kepada Allah dan hari akhirat serta beramal soleh (pasti) akan mendapat pahala dari Tuhannya. , tidak gentar. dan mereka tidak bersedih hati."41. 39Khoirul Anas, "Menerokai Prinsip Pluralisme Agama dalam Penekanan Al-Quran: Analisis Hermeneutikal Pemikiran Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir," MAGHZA: Jurnal Al-Qur' an dan Tafsir.40Hadi Winarto, " Pluralisme Agama Dalam Al-Qur'an (Semakan Pentafsiran Kementerian Agama)," Al Marhalah: Jurnal Pendidikan Islam 11, bil.
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yahudi, sabi dan nasrani, yang beriman kepada Allah, salam. Islam terbuka bagi semua orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh iman dan amal saleh. Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya, tanpa alasan yang kuat, hanya karena mereka berkata: “Tuhan kami adalah Allah. Jika Allah tidak menolak beberapa orang dengan yang lain, biara, gereja, sinagoga dan masjid di mana nama Allah sering disebut akan dihancurkan.
Dalam konteks ini, al-Quran melarang keras memaksa orang lain untuk memeluk Islam. Adakah kamu (Nabi Muhammad) akan memaksa manusia sehingga mereka beriman?"54 (S. Yunus [10]: 99). Ada orang yang berfikir besar dan hebat, ada orang yang berfikiran sederhana dan ada yang dikurniakan kecerdasan akal.
Sekilas tentang Tafsir Al-Misbah
Islam (Jakarta: Depag, 1988), Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1996), Sajian Ilahi Ayat-ayat Thlil (Jakarta: Lentera Hati, 1997), Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keharmonisan Al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hati), Logika Agama: Kedudukan Wahyu dan Batasan Nalar dalam Islam (Jakarta: Lentera Hati, 2005), Hijab (Jakarta: Lentera Hati, 2005) dkk 61. Buku ini merupakan cara pengenalan Al-Qur'an dengan sajian linguistik setiap tema pokok surah, dalam penulisan terjemahannya ditulis dengan kursif sedangkan tafsirnya ditulis dengan huruf biasa. Wajah baru Tafsir Al-Misbah dilengkapi dengan navigasi referensi silang dan dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami serta kemasan yang lebih menarik.
Quraish Shihab bermula dengan menerangkan maksud firman Allah swt mengikut kemampuan manusia mentafsir mengikut kewujudan seseorang dalam lingkungan budaya dan keadaan sosial serta perkembangan ilmu untuk menangkap mesej-mesej al-Quran. Beliau juga termasuk golongan Orientalis yang mengkritik secara tajam kesisteman susunan ayat dan surat, mereka juga menyalahkan penulis apokaliptik. Ad-Dukhan, Al-Jasiyah, Al-Ahqaf, Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat, Qaf, Az-Zariyat, At-TUR, An-Najm, Al-Qamar, Ar-Rahman dan Al-Waqiah 14.
At-Tagabun, At-Talaq, At-Tahrim, Al-Mulk, Al-Qalam, Al-Haqqah, Al-Ma'arijj, Nuh, Al-Jinn, Al-Muzammil, Al-Muddassir, Al-Qiyamah, Al- Insan dan Al-Mursalat. Dalam tafsir Al-Misbah yang digunakan dalam bentuk pendekatan tekstual, di mana Quraish Shihab menulisnya di Mesir kala itu, ia memaparkan persoalan epistemologis keindonesiaan yang dihadapi masyarakat Indonesia ketika tafsir itu ditulis.
Penafsiran Ayat-Ayat Pluralisme Agama di Tafsir Al-Misbah
Jika begini, mereka yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menurunkan Al-Quran, maka terkutuklah orang-orang Yahudi, Nasrani, penyembah bintang selagi mereka beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menurunkan kitab suci ini yang tidak perlu dikhuatiri. tentang mereka. Ayat ini sebenarnya mengajak, memberi ketenangan kepada semua penganut agama bahawa ada jalan untuk mencari kebahagiaan dan keselamatan, walaupun mereka dinilai berdosa atau menyeleweng, tetapi ajakan Al-Qur'an adalah jalan keselamatan untuk mengikutinya. Jawapannya kembali kepada ayat al-Quran iaitu surat al-Ikhlas Allah je qulhu wa>llahu ahad yang tidak membatasi Allah mengikut.
Biasanya, ketika Al-Qur'an menggunakan kata Yahu>d, konteksnya adalah kritik, konteksnya menggambarkan sifat buruk (sikap buruk), misalnya "orang yang paling membenci Muslim adalah orang Yahudi". Pembenaran Pesan Damai Al-Qur’an (As-Salam), Mediator Komunikasi Nasional, “Jurnal An-Nida12, No. Jika pluralisme agama menjadi faktor yang menghasilkan perbedaan, maka makna teks Al-Qur’an harus dipahami lebih dalam.
Dalam surah al-Baqarah ayat 256 al-Qur'an menyebut taghut sebagai sesuatu yang dinafikan supaya manusia dapat menjalin ikatan yang kuat yang tidak akan putus, kata kerja kafaro, yakfuru mempunyai erti asas penutup. 109 Titok Priastomo, "Konsep Taghut dalam Al-Quran," Rayah Al-Islam: Jurnal Pengajian Islam 4, bil. 113 Baharudin Zamawi, Habieb Bullah dan Zubaidah, "Ayat Toleransi dalam Al-Quran: Tinjauan Tafsir Marah Labid," Diya Al-Afkar: Jurnal Pengajian Al-Quran dan al-Hadith7, bil.
Selain itu, ditegaskan dalam Al-Qur'an bahwa umat adalah khalifah para pemimpin di muka bumi ini yang hanya menjalankan tugas dakwah, mengajak dan dengan bijak menegur orang-orang yang melakukan kesalahan dan melanggar aturan tanpa disertai paksaan. 129. Namun, Quraish Shihab memiliki gagasan, agar al-Qur'an menyentuh realitas kehidupan manusia modern saat ini dengan bahasa yang dapat diterima oleh masyarakat saat ini.
Analisa Penafsiran Quraish Shihab tentang Ayat- ayat Pluralisme Agama
Dalam bab II dijelaskan bahwa penafsiran mufassir Imad Ad-Din Abu Al-Fida Ismail dalam kitab Tafsir Ibnu, Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Tafsir Al-Munir, dan apa yang dibahas tentang tafsir Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah iaitu: Q.S. Konsep mengiktiraf kewujudan agama lain Al-Quran erti kebebasan seseorang yang secara logik dan konsep menunjukkan pengertian kebebasan dalam memilih untuk beriman atau kekal dalam kekufuran.135 Antara ayat yang dimaksudkan ialah Al-Baqarah [ 2] : 62 dan Al -Maidah [5]: 69. Terdapat kenyataan daripada Quraish Shihab bahawa "kewujudan syurga dan neraka adalah hak prerogatif Tuhan," daripada kenyataan itu mengesahkan bahawa setiap yang dilakukan oleh manusia adalah atas persetujuan.
Surat Al-Baqarah [2]: 62 dan Al-Maidah [5]: 69 memiliki redaksional yang sama, yaitu menyebut golongan Yahudi, Nasrani dan sabi'in. Quraish Shihab mengambil dari tafsir Az-Zamakhsyari dalam tafsirnya bahwa ayat ini mengandung makna yang ingin disampaikan, maka dari itu bentuk kata ash-S{abi'u>n yang digunakan disini bukanlah ash-S{abi' i>n seperti pada surat al-Baqarah.139. Dari penelitian al-Baqarah: 256 dan al-Maidah: 69, keduanya membahas tentang Yahudi, Nasrani dan Sabi'in.
Penafsiran Quraish Shihab terhadap Islam, menjadikannya dasar untuk menerima keyakinan dan menghormati kebebasan dalam urusan agama. Di antara ayat-ayat yang disebutkan adalah Al-Baqarah [2]: 256, Yunus [10]: 99, Hud [11]: 118. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 256 ditegaskan bahwa “Tidak ada paksaan dalam agama” Insya Allah, agar setiap orang merasakan kedamaian. 146Andressss Muthi' Latansa, "Kebebasan Beragama dari Perspektif Al-Qur'an (Kajian QS. Al-Baqarah 256)," Salimiya: Jurnal Studi Agama Islam1, no.
Konsep Pengakuan Atas Eksistensi Agama lain dalam Pluralisme Agama Menurut Quraish
Allah dan hari berikutnya, seperti yang dikatakan ayat di atas, tidak berarti bahwa hanya dua rukun itu yang dituntut darinya, tetapi keduanya adalah istilah yang biasa digunakan oleh Al-Qur'an dan Sunnah untuk mengartikan iman yang benar dan mencakup semua rukunnya. Di dalamnya ia menemukan berbagai redaksi Al-Qur'an untuk menunjukkan kepercayaan dari berbagai sekte. Bahkan Alquran, menurutnya mengutip pendapat Ibnu Arabi, tidak melarang umat Islam memberikan sebagian hartanya kepada siapapun selama tidak memerangi umat Islam dengan motif agama atau mengusir umat Islam dari tanah airnya.
Al-Quran mengiktiraf dan melindungi agama-agama di luar Islam seperti yang terdapat dalam firman Tuhan. Selain itu, al-Quran memberi hak antara penganut agama untuk hidup berdampingan dengan menghormati penganut agama lain, iaitu dengan mengelakkan keganasan dan memelihara tempat ibadat agama lain. Meneroka Prinsip Pluralisme Agama dalam Sorotan Al-Quran: Analisis Hermeneutikal Pemikiran Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir."
Argumen Al-Qur'an Tentang Eksklusivisme, Inklusivitas dan Pluralisme." Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama 8, no. Mengenal Sosok Quraish Shihab Sebagai Ahli Tafsir Bahasa Indonesia. Basha'ir: Jurnal Al-Qur' Kajian dan Tafsir, 31 Desember 2021, 95–. Menggali Prinsip Pluralisme Agama dalam Sorotan Al-Qur'an.pdf," t.t. Pluralisme Agama: Akar dan Pembenaran Al-Qur'an."