• Tidak ada hasil yang ditemukan

pohon ide markisa dan produk olahannya - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pohon ide markisa dan produk olahannya - Spada UNS"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

SEJARAH, DAERAH ASAL, DAN PENYEBARAN

TAKSONOMI DAN MORFOLOGI

SYARAT TUMBUH

Di Indonesia, markisa banyak tumbuh di dataran tinggi Goa, Malino, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara (Sunarjono, 1997). Tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah terutama pada tanah gembur, mempunyai bahan organik cukup, pH antara 6,5-7,5 dan berdrainase baik dengan ketinggian tanah antara 600-1.500 m dpl.

JENIS DAN VARIETAS MARKISA

Markisa ungu dengan nama latin (Passiflora edulis var. edulis) merupakan buah markisa yang bersifat asam (purple markisa), yang mempunyai bentuk buah bulat lonjong, buah muda berwarna hijau namun bila matang berwarna ungu kecokelatan, dengan rasa asam yang segar. rasa buah dan aromanya harum. Tanaman ini ditanam pada ketinggian 1000 m dpl, namun dengan perlakuan tertentu markisa ungu juga dapat ditanam di dataran tengah maupun dataran rendah. Markisa kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa) merupakan jenis markisa asam yang umumnya ditanam di dataran rendah hingga menengah. Buah markisa ini bentuknya bulat lonjong, berwarna kuning saat matang dan berwarna hijau saat muda. Buah markisa ini jarang sekali dikonsumsi langsung dan biasanya diolah menjadi: es krim, sorbet, ntar, jus buah, konsentrat, labu kuning, selai dan jelly.

Merupakan jenis markisa masam yang umumnya ditanam di dataran rendah sampai sedang. Markisa ini mempunyai volume buah yang lebih besar. Namun markisa berukuran besar kurang diminati karena rasa buahnya yang relatif hambar dengan aroma yang tidak menyengat. .

KANDUNGAN GIZI

KHASIAT DAN MANFAAT

Selain itu, flavonoid yang merupakan salah satu antioksidan aktif yang terdapat pada buah markisa dapat berperan sebagai zat kuat yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Antioksidan flavonoid ini memberikan perlindungan tambahan pada kornea dan membantu mengatasi radikal bebas yang dapat menyebabkan beberapa efek berbahaya pada sel sehat. Antioksidan dalam buah markisa berfungsi menghilangkan radikal bebas yang dapat mengubah DNA sel sehat dan menyebabkan kanker.

Buah markisa mengandung vitamin A, berbagai flavonoid, dan senyawa fenolik yang semuanya dikaitkan dengan sifat anti kanker, terutama pada kanker yang berhubungan dengan mulut dan paru-paru. Vitamin C yang terkandung dalam buah markisa mempunyai efek memblokir histamin penyebab gejala asma. Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa ekstrak markisa ungu yang kaya akan flavonoid mampu meredakan mengi.

Buah markisa merupakan sumber yang kaya akan mineral seperti zat besi, tembaga, magnesium, kalium dan fosfor sehingga menjadi buah yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang, seperti meningkatkan kepadatan tulang dan kekuatan tulang. Mengkonsumsi buah markisa dapat menjadi salah satu cara untuk menghilangkan, mencegah atau mengurangi gejala osteoporosis serta rasa sakit dan peradangan yang terjadi ketika kualitas tulang memburuk seiring bertambahnya usia dan aktivitas.

BUDIDAYA

Biji markisa dibersihkan dari lendir dengan cara diperas dengan abu kemudian dicuci dengan air bersih. Bibit markisa ditanam pada media semai dengan kedalaman 1-1,5 cm, 1 benih per polibag - Bilas media semai dengan air bersih secukupnya. Sejak awal tanam hingga umur 2 bulan, tanaman markisa memerlukan air yang cukup, penyiraman dilakukan dua kali sehari.

Penyiangan tanaman markisa dilakukan sesuai kondisi gulma (minimal sebulan sekali) - Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah untuk memperbaiki pengkondisian udara. Tujuan dari penyiangan adalah untuk mengurangi persaingan antara gulma dan tanaman markisa dalam memperoleh air dan unsur hara. Tanaman markisa sangat rentan terhadap serangan nematoda, terutama markisa ungu (edulis) sedangkan markisa kuning (flavicarpa) cukup tahan.

Bunga markisa yang ditanam dari biji (generatif) mulai berbuah pada umur 9-10 bulan, dan yang diperoleh dari stek mulai berbuah pada umur 7 bulan. Tanda buah markisa siap dipanen adalah ketika warna buah berubah dari hijau muda menjadi ungu tua (markisa ungu) hingga kuning (markisa kuning).

PANEN DAN PASCA PANEN

Buah markisa sebaiknya dipanen setelah pohonnya matang, yaitu setelah berwarna kuning dan beraroma harum. Setelah dipanen, buah markisa dapat diolah menjadi berbagai jenis olahan, baik untuk bidang kecantikan, sebagai makanan pengganti, sebagai pelengkap minuman, dan sebagai hidangan penutup.

CAKE MARKISA

Untuk membuat pasta kue, Anda bisa langsung mencampurkan bahan-bahan seperti gula icing, air, dan air jeruk lemon.

BOLU MARKISA

DODOL MARKISA

BROWNIES MARKISA

SELAI MARKISA

PUDDING MARKISA

SIRUP MARKISA

Aduk dengan api kecil hingga semua gula meleleh dan tercampur rata, sekitar 15-20 menit. Masak semua bahan topping, aduk hingga mendidih, tutup. Rebus, tuang ke dalam cetakan dan bekukan. Blender isi buah markisa dalam waktu yang relatif singkat (sampai lendirnya keluar dari bijinya, namun tanpa merusak isinya).

Saring biji dan lendirnya melalui saringan kasar untuk mendapatkan ekstrak buah yang diinginkan, yaitu sari buah markisa cair. Rebus air dengan perbandingan 250 cc per 1 kg gula pasir, lalu masukkan gula pasir sedikit demi sedikit. Jika sudah dingin tambahkan CMC sebagai pengental sesuai selera dengan cara ditaburi sedikit demi sedikit dengan ayakan tepung.

Jangan memberikan CMC saat sirup masih panas karena akan hilang dan tidak berpengaruh.

SARI BUAH MARKISA

Peralatan yang dapat digunakan untuk pemisahan ada dua jenis yaitu press dan centrifugal separator. Isi buah dimasukkan ke dalam silinder pemisah sentrifugal untuk memisahkan sari buah dari biji dan ampasnya. Isinya dibungkus dengan kain belacu yang kuat lalu diperas dengan alat press untuk mengeluarkan sarinya.

Jus buah dengan asam benzoat dan asam nitrat (masing-masing 1 gram untuk setiap 1 liter jus buah). Sari buah dimasukkan ke dalam botol pemisah kemudian disimpan di lemari selama 12-15 jam agar padatan tidak terkumpul di dasar wadah sebagai sedimen. Saat botol masih hangat, masukkan sirup yang masih panas ke dalam botol menggunakan corong hingga permukaan sirup berjarak 2 cm dari bibir atas botol, lalu segera tutup botol dengan tutup botol.

JUS DIET

SMOOTHIES MARKISA

Masukkan ke dalam gelas hingga ½ gelas, kemudian masukkan ½ markisa, masih utuh, ke dalam gelas bersama marshmello dan tutup lagi dengan pengisar susu hingga penuh.

INFUSED WATER MARKISA

ES KRIM MARKISA

JELLY MARKISA

AGAR-AGAR MARKISA

KERIPIK MARKISA

Fungsi Kemasan

Kemasan adalah suatu penutup atau wadah yang biasanya digunakan untuk mencegah atau mengurangi kerusakan pada barang yang dibungkus. Tujuan dari pengemasan swalayan adalah untuk menunjukkan ciri-ciri suatu produk yang dijual. Kemasan dapat menjadi brand image suatu perusahaan sehingga dapat menjadi identitas perusahaan yang mudah dikenal oleh masyarakat.

Apabila kemasan dirancang untuk menarik minat konsumen, maka kemasan tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk bersedia membayar lebih. Yang dimaksud dengan fungsi protektif adalah kemasan berfungsi melindungi atau melindungi produk dari sesuatu yang dapat merusaknya, misalnya cuaca atau pada saat proses distribusi. Pengemasan yang dapat melindungi produk dengan baik akan mencegah kerusakan dan resiko cacat yang dapat merugikan pembeli atau penjual.

Tujuan Kemasan

Pengemasan merupakan suatu fitur yang dapat menambah kemudahan dalam pendistribusian, penanganan, pemajangan, pembukaan, penyegelan kembali, penjualan dan penggunaan kembali. Desain kemasan yang menarik dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli agar mau membeli produk tersebut.

Manfaat Kemasan

Syarat Kemasan

Jenis-Jenis Kemasan

Kelembapan: Anda harus berhati-hati dalam menyimpan kelembapan karena kelembapan merupakan faktor utama kerusakan penyimpanan, selain itu juga mengakibatkan hilangnya nilai gizi (tiamin, riboflavin, vitamin A, lisin). Tata letak penyimpanan produk harus memperhatikan dan menjaga sirkulasi udara, ruang penyimpanan dan sirkulasi udara antar produk yang disimpan. Suhu dan kelembapan udara, serta sinar matahari langsung dapat mempengaruhi kualitas bahan atau produk perikanan yang disimpan.

Suhu penyimpanan produk makanan akan mempengaruhi jenis bakteri yang dapat tumbuh dan menyebabkan kerusakan. Pendinginan dapat memperlambat kecepatan reaksi metabolisme, sehingga menyimpan makanan pada suhu rendah dapat memperpanjang umur jaringan pada makanan. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh menurunnya aktivitas respirasi, tetapi juga karena pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan dan kerusakan dapat dihambat (Winarno dkk., 1980).

Penggunaan suhu rendah dapat digunakan untuk menghambat atau mencegah reaksi kimia, reaksi enzimatik atau pertumbuhan mikroba. Tujuan penggunaan suhu rendah dalam penanganan atau pengolahan adalah untuk memperpanjang umur simpan dan mengubah karakteristik pangan. Pendinginan dapat menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroba karena mikroorganisme mempunyai suhu maksimum dan minimum sebagai batas suhu pertumbuhannya.

Pertumbuhan mikroba dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan antara lain suhu, pH, aktivitas air, keberadaan oksigen dan ketersediaan nutrisi. Semakin rendah suhu yang digunakan dalam penyimpanan maka semakin lambat pula reaksi kimia, aktivitas enzim dan pertumbuhan mikroba (Frazier dan Westhoff, 1979). Penggunaan suhu rendah yang tepat dapat menghambat: (a) pernapasan dan aktivitas metabolisme lainnya; (b) penuaan akibat pemasakan, pelunakan, perubahan tekstur dan warna; (c) kehilangan air; (d) kerusakan yang disebabkan oleh invasi bakteri, jamur dan ragi; (e) pertumbuhan yang tidak diinginkan dan (f) perubahan rasa dan bau (Pantastico, 1986).

Umur simpan produk olahan yang disimpan pada suhu rendah ditentukan oleh jenis pangan, derajat kerusakan mikroba atau aktivitas enzim yang dihasilkan dari proses pengolahan. Disarankan untuk menjaga suhu lemari es di bawah 5.6oC (42oF) untuk mengganggu pertumbuhan mikroba psikrofilik dan mencegah pertumbuhan mikroba patogen. Tata McGraw–Hill Publishing Co. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Tinggi, PAU, Bogor. https://lektur.id/arti-pengimpanan/). http://technology-pengemas.blogspot.com/2014/10/politik-tidakimpanan.html) (https://www.tneutron.net/pangan/penyempanan-dan-keras-bahan-pengemas/).

Referensi

Dokumen terkait