BISNIS KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA
MARKISA DAN PRODUK OLAHANNYA
Disusun oleh :
Aulia Ageng Pangesti (K3317013) Kisti Makrifatul Hanifah (K3317041) Sukmaningrum Latifah O (K3317069)
Diampu oleh :
Dr. Sri Retno Dwi Ariani, M.Si Dr. Susilaningsih, M.Bus
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2020
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...2
POHON IDE MARKISA DAN PRODUK OLAHANNYA...4
MARKISA DAN PRODUK OLAHANNYA...5
1. SEJARAH, DAERAH ASAL, DAN PENYEBARAN...5
2. TAKSONOMI DAN MORFOLOGI...5
3. SYARAT TUMBUH...5
4. JENIS DAN VARIETAS MARKISA...6
5. KANDUNGAN GIZI...8
6. KHASIAT DAN MANFAAT...9
7. BUDIDAYA...11
8. PANEN DAN PASCA PANEN...14
Resep Produksi Olahan Markisa...14
1. CAKE MARKISA...14
2. BOLU MARKISA...16
3. DODOL MARKISA...17
4. BROWNIES MARKISA...18
5. SELAI MARKISA...20
6. PUDDING MARKISA...21
7. SIRUP MARKISA...22
8. SARI BUAH MARKISA...24
9. JUS DIET...27
10. SMOOTHIES MARKISA...28
11. INFUSED WATER MARKISA...29
12. ES KRIM MARKISA...31
13. JELLY MARKISA...32
14. AGAR-AGAR MARKISA...32
15. KERIPIK MARKISA...33
PENGEMASAN...34
A. Fungsi Kemasan...35
B. Tujuan Kemasan...35
C. Manfaat Kemasan...36
D. Syarat Kemasan...36
E. Jenis-Jenis Kemasan...37
PENYIMPANAN...38
a. Faktor-Faktor Penyimpanan...38
b. Cara Penyimpanan Dan Kondisi Ruang Penyimpanan Produk...39
DAFTAR PUSTAKA...43
POHON IDE MARKISA DAN PRODUK OLAHANNYA
MARKISA DAN PRODUK OLAHANNYA 1. SEJARAH, DAERAH ASAL, DAN PENYEBARAN
Markisa awalnya disebut sebagai passion fruit. Menurut sejarah, tanaman markisa berasal dari daerah tropis Amerika Selatan, tepatnya di daerah Brazil, Venezuela, Kolumbia, dan Peru.
Di Indonesia sendiri markisa banyak tumbuh di dataran tinggi di Goa, Malino, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara (Sunarjono, 1997).
2. TAKSONOMI DAN MORFOLOGI
Taksonomi tanaman markisa adalah sebagai berikut (Sharma,1993):
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyte Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotiledoneae
Ordo : Paretales
Famili : Passifloraceae Genus : Passiflora Spesies : Passiflora sp.
Markisa merupakan tumbuhan semak atau pohon yang hidup perennial dan bersifat merambat dengan panjang dapat mencapi 20 meter atau lebih. Batang tanaman berkayu tipis, bersulur dan memiliki banyak percabangan yang kadang-kadang tumbuh timpang tindih, Pada stadium muda, cabang tanaman hijau dan setelah tua berubah menjadi hijau kecoklatan. Daun tanaman sangat rimbun, tumbuh secara bergantian pada batang atau cabang. Tiap helai daun bercaping tiga dan bergerigi, berwarna hijau mengkilap (Rukmana, 2003). Semua jenis markisa termasuk penyerbuk silang melalui lebah madu. Meskipun demikian, penyerbukan sendiri masih dapat berlangsung baik (Sunarjono,1997).
Buah markisa digolongkan kedalam buah klimaterik karena pola respirasi markisa meningkat seiring dengan perubahan pigmen warna dan gas volatile tertentu. Respirasi dan produk etilen akan menurun saat buah mencapai tingkat kematangan penuh dan mulai mengalami pembusukan (Karmila, 2013).
3. SYARAT TUMBUH
Tanaman markisa mempunyai persyaratan tumbuh yang khusus agar dapat tumbuh dan berproduktivitas baik. Berikut merupakan faktor terpenting dalam menentukan pertumbuhan markisa Danarto et al. (2012) :
a. Lokasi
Tanaman markisa merupakan tanaman subtropis, yaitu daerah dengan ketinggian antara 800-1.500 m dpl, curah hujan minimal 1.200 mm/tahun, kelembaban nisbi antara 80- 90%, suhu lingkungan antara 20-30 °C, dan tidak banyak angin.
b. Tanah
Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, terutama pada tanah gembur, mempunyai cukup bahan organik, pH antara 6,5-7,5 dan berdrainase baik dengan ketinggian tanah antara 600-1.500 m dpl. Jika markisa ditanam pada ketinggian kurang dari 600 dpl maka produktifitasnya kurang maksimal. Hal ini disebabkan kurangnya intensitas penyinaran matahari, serta suhu lingkungan yang kurang mendukung sehingga menghambat pembungaan.
4. JENIS DAN VARIETAS MARKISA
Di Indonesia terdapat 4 (empat) jenis Markisa yang dibudidayakan : 1) Markisa Ungu (Passiflora Edulis Var. Edulis)
2) Markisa Konyal (Passiflora Lingularis)
3) Markisa Kuning (Passiflora Edulis Var. Flavicarpa).
4) Markisa Erbis (Passiflora Quadrangularis).
(1) Markisa Manis (Sweet granadilla)
Markisa Yang berwarna orange kekuningan dengan nama latin (Passiflora lingularis) adalah jenis markisa manis (sweet granadilla), mempunyai bentuk bulat lonjong, buah muda berwarna ungu hijau dan buah masak berwarna kuning tua dengan rasa buah manis menyegarkan. markisa jenis ini hanya bisa tumbuh dan berbuah di ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, di dataran rendah pun sebenarnya jenis ini bisa tumbuh namun kecil kemungkinan untuk dapat berbuah, hal ini disebabkan kondisi cuaca dan unsur hara di dataran rendah kurang cocok dengan markisa jenis ini, Penyemaian biji markisa bisa dilakukan langsung di polybag, bisa pula di bedeng pesemaian biasa. Biji markisa yang masih dalam keadaan baik, akan mudah sekali tumbuh. Dari penyemaian biji sampai dengan panen perdana diperlukan waktu 1,5 tahun untuk sweet granadilla di dataran tinggi.
Cara penanamannya dengan dirambatkan di pepohonan atau merambatkannya di para- para atau pagar. Kelemahan para-para adalah boros tempat. Kalau tanaman sudah terlalu tua, tumpukan daun tua dan ranting-ranting akan menghalangi pemerikan. Selain itu buah juga hanya akan mau keluar di bagian pinggir para-para. Hingga budidaya markisa di Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Australia, kebanyakan dilakukan dengan sistem pagar. Deretan pagar dibangun mengarah utara selatan. Tiang pagar biasnya terbuat dari beton kemudian dihubungkan dengan kawat. Penggunaan tiang pagar dari kayu juga bisa dilakukan, namun akan cepat sekali lapuk. Padahal markisa bisa mencapai umur puluhan tahun sebelum diremajakan. Kalau tiang rambatan sudah lapuk sementara tanaman masih produktif, petani akan dirugikan.
(2) Markisa ungu (Purple passion)
10
Markisa berwarna ungu dengan nama latin (Passiflora edulis var. edulis)adalah markisa masam (purple passion), yang mempunyai bentuk buah bulat lonjong, buah muda berwarna hijau tapi yang masak berwarna coklat ungu, dengan rasa buah asam segar dan beraroma harum. Buah ini Dari penyemaian biji sampai dengan panen perdana diperlukan waktu 1,5 tahun untuk di dataran tinggi. Tanaman ini dibudidayakan di ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, namun dengan perlakuan tertentu markisa ungu dapat juga dibudidayakan didataran menengah ataupun rendah. jenis ini umumnya diolah menjadi sirup ataupun olahan lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Cara pembiakannya sama dengan markisa jenis yang lain yaitu dengandirambatkan di pepohonan atau merambatkannya di para-para atau pagar.
(3) Markisa Kuning (Yellow granadilla)
Markisa Kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa) Adalah jenis markisa masam yang umumnya ditanam didataran rendah hingga menengah, markisa ini mempunyai bentuk bulat lonjong, berwarna kuning ketika telah masak dan berwarna hijau ketika masih muda, markisa ini jarang pemanfaatannya dikonsumsi langsung umumnya diolah menjadi adalah es krim, serbat, nentar, sari buah, konsentrat, squash, selai, dan jeli.
(4) Markisa besar (Giant granadilla)
Markisa Erbis (Passiflora quadrangularis). Adalah jenis markisa masam yang umumnya ditanam didataran rendah hingga menengah, Markisa ini memiliki volume buah yg lebih banyak, Namun markisa besar justru tidak menarik karena rasa buahnya relatif tawar dengan aroma yang tidak kuat.
5. KANDUNGAN GIZI
Berikut ini adalah kandungan Gizi Buah Markisa di setiap 100 gramnya.
Jenis Nutrisi / Gizi Kandungan AKG%
Kalori (Energi) 97 kcal 5.0%
Karbohidrat 23,38 g 18%
Serat 10,40 g 27%
Air 72,93 g –
Gula 11,2 g
Protein 2,20 g 4%
Lemak 0,70 g 3%
Vitamin A 1272 IU 43%
Vitamin C 30 mg 50%
Vitamin D – –
Vitamin E 0,02 µg <1%
Vitamin K 0,7 mg 0,5%
Vitamin B1 (Thiamine) 0 mg 0%
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,130 mg 10%
Vitamin B3 (Niacin) 1,5 mg 9%
Vitamin B6 (Pyridoxine) 0,100 mg 8%
Vitamin B9 (Folat) 14 µg 3%
Kalsium 12 mg 1,2%
Zat Besi 1,60 mg 20%
Magnesium 29 mg 7%
Fosfor 68 mg 10%
Potassium (Kalium) 348 mg 7%
Seng (Zinc) 0,10 mg 1%
Carotene-ß 743 µg –
Crypto-xanthin-ß 41 g –
Sumber : United States Department of Agriculture, Agricultural Research Service, USDA Food Composition Databases..
6. KHASIAT DAN MANFAAT
Buah yang memiliki rasa asam manis ini mengandung berbagai gizi atau nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Berikut ini adalah beberapa manfaat buah Markisa bagi kesehatan tubuh kita.
a. Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan riboflavin (Vitamin B6) dan niacin (Vitamin B3) dalam buah Markisa mampu membantu mengatur aktivitas tiroid dalam tubuh kita. Ini juga mencegah pengerasan dinding arteri jantung (atherosclerosis) sehingga dapat menjaga fungsi jantung kita berjalan dengan lancar. Senyawa Fenolik dan Alkaloid juga dapat membantu meredakan kecemasan dan mengobati Insomnia hingga tingkat tertentu.
b. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Passion Fruit atau Buah Markisa mengandung Vitamin C yang tinggi serta beta- cryptoxanthin dan alpha-karoten yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita. Vitamin C berfungsi untuk merangsang aktivitas sel darah putih serta sistem kekebalan tubuh lainnya, melindungi tubuh kita dari penyakit-penyakit umum dan penyakit serius lainnya.
c. Melancarkan Sistem Pencernaan
Buah markisa adalah sumber serat yang baik. Serat adalah komponen penting dari diet sehat karena merupakan zat yang mempercepat pencernaan makanan yang sehat dan mengatur pergerakan usus. Buah Markisa adalah sumber serat larut yang bertindak sebagai pencahar massal, memindahkan makanan melalui saluran pencernaan dan mengurangi waktu pemaparan usus besar ke racun apa pun. Serat pada Buah Markisa juga dapat mengurangi tanda-tanda sembelit dengan mengatur gerakan usus, membersihkan pembuluh darah bersih dari kolesterol berlebih dan bahkan mencegah penyakit yang berhubungan dengan pencernaan seperti kanker kolorektal.
d. Meningkatkan Kualitas Tidur
Buah markisa dapat membantu kita tidur dengan lebih nyenyak di malam hari. Hal ini dikarenakan Buah Markisa mengandung magnesiumnya yang tinggi yaitu mineral penting yang secara langsung terkait dengan peningkatan kualitas, durasi dan ketenangan tidur. Buah markisa juga membantu mengatur metabolism tubuh serta untuk membantu mengurangi gangguan tidur dan terjadinya insomnia.
e. Menjaga kesehatan Mata dan Meningkatkan Penglihatan
Seperti yang kita ketahui bahwa buah-buahan atau sayuran apa pun yang mengandung vitamin A akan baik untuk kesehatan indera penglihatan kita yaitu mata. Selain itu, flavonoid yang merupakan salah satu antioksidan aktif yang ditemukan dalam buah Markisa dapat berfungsi sebagai zat kuat yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Antioksidan Flavonoid ini memberikan perlindungan tambahan untuk kornea dan membantu dalam merawat radikal bebas yang dapat menyebabkan beberapa efek berbahaya bagi sel-sel sehat.
f. Mencegah Penyakit Kanker
Buah markisa juga merupakan sumber yang kuat untuk meningkatkan aktivitas anti- karsinogenik dalam tubuh. Antioksidan dalam Buah Markisa berfungsi untuk menghilangkan radikal bebas yang dapat memutasi DNA sel sehat hingga menjadi penyakit kanker. Buah Markisa mengandung vitamin A, berbagai flavonoid dan senyawa fenolik, yang semuanya telah dikaitkan dengan sifat anti-kanker, terutama pada kanker yang berkaitan dengan mulut dan paru- paru.
g. Menjaga Kesehatan Kulit
Antioksidan yang ditemukan dalam buah markisa sangat baik untuk kesehatan kulit kita.
Buah markisa terdiri dari antioksidan seperti Vitamin A, Vitamin C, riboflavin dan karoten.
Antioksidan ini mengurangi produksi radikal bebas dalam tubuh kita. Radikal bebas dihasilkan oleh sel-sel tubuh kita ini dapat menyebabkan penuaan kulit. Khasiat anti-inflamasi dari buah markisa juga cenderung dapat menenangkan kulit kita.
h. Meredakan Asma
Vitamin C yang terkandung dalam buah Markisa memiliki efek untuk memblokir histamin yang menyebabkan gejala asma. Sebuah penelitian baru-baru ini telah membuktikan bahwa ekstrak buah Markisa ungu yang kaya akan flavonoid dapat meredakan mengi.
i. Meningkatkan Kesehatan Tulang
Buah markisa adalah sumber yang kaya akan mineral seperti besi, tembaga, magnesium, kalium dan fosfor sehingga menjadikannya sebagai buah yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang seperti meningkatkan kepadatan tulang dan kekuatan tulang. Beberapa mineral ini merupakan bagian integral dalam menciptakan bahan tulang tambahan, memperkuat bahan tulang yang ada dan mempercepat perbaikan. Konsumsi Buah Markisa dapat menjadi cara untuk menghilangkan, mencegah atau mengurangi gejala osteoporosis dan rasa sakit serta peradangan yang terjadi ketika memburuknya kualitas tulang seiring bertambahnya usia dan aktivitas.
7. BUDIDAYA
Tahapan Cara Budidaya Markisa dari Biji
a. Persiapan Benih
- Benih diambil dari buah yang pohonnya produktif - Pohon induk berasal dari varietas markisa unggul - Pohon induk memiliki pertumbuhan yang sehat - Pohon induk berumur lebih dari 3 tahun
- Pohon induk bebas dari hama maupun penyakit b. Cara Penyemaian Benih Markisa
- Pilih buah markisa yang berukuran besar, matang sempurna, sehat dan memiliki kualitas yang baik
- Buah markisa dibelah kemudian diambil bijinya
- Biji buah markisa dibersihkan dari lendir dengan cara meremas dengan abu kemudian dicuci dengan air bersih
- Biji markisa yang sudah bersih dikering anginkan - Biji disemai menggunakan polybag atau tray semai
- Media semai biji markisa berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang, perbandingan 1:1:1
- Biji markisa ditanam pada media semai sedalam 1-1,5 cm, 1 biji 1 polybag - Siram media semai menggunakan air bersih secukupnya
- Setelah bibit berumur 5-6 minggu (berdaun 4-5 helai) dipidah ke polybag yang lebih besar. Media semai campuran tanah dan pupuk kandang, perbandingan 2:1
- Selama dipersemaian bibit disiram seperlunya, penyemprotan, pemupukan serta penyiangan
- Umur 3-4 bulan bibit sudah bisa ditanam di lahan.
c. Persiapan Lahan dan Cara Menanam Bibit Markisa dari Biji - Lahan dibersihkan dari gulma dan rumput liar,
- Kemudian digemburkan dengan traktor atau cangkul,
- Buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, taburkan pupuk kandang 2-3 kg per lubang,
- Biarkan selama 3-5 hari
- Masukkan tanah kedalam lubang tanam sedalam 10 cm kemudian bibit markisa ditanam
- Buat para-para menggunakan bambu/kayu dan tali d. Dosis dan Cara Pemupukan Tanaman Markisa
Jenis Pupuk Dosis/Tahun Waktu Aplikasi Cara Aplikasi Pupuk kandang 10 kg/pohon 2 minggu
sebelum tanam
Dicampur dengan tanah/ditabur dilubang tanam
NPK 15:15:15 1000 gr/pohon Tiap 4 bulan sekali
Ditabur sekeliling pohon (20 cm dari pohon)
Urea 500 gr/pohon 2 kali setahun
(awal dan akhir musim hujan)
Diberikan dalam larikan (15 cm dari pohon)
TSP 400 gr/pohon 2 kali setahun
(awal dan akhir musim hujan)
Diberikan dalam larikan (15 cm dari pohon)
KCL 300 gr/pohon 2 kali setahun
(awal dan akhir musim hujan)
Diberikan dalam larikan (15 cm dari pohon)
Pupuk kandang 50-75 kg/pohon Awal musim hujan
Ditaburkan sekeliling pohon
Urea 300 gr/pohon Awal musim
hujan
Ditabur dalam larikan
KCL 150 gr/pohon Awal musim
hujan
Ditabur dalam larikan
e. Penyiraman dan Penyiangan
- Awal tanam sampai umur 2 bulan tanaman markisa membutuhkan air yang cukup, penyiraman dilakukan 2 kali sehari.
- Tanaman markisa dewasa (lebih dari 2 bulan) penyiraman dilakukan 1 kali seminggu (pada musim kemarau)
- Penyiraman dilakukan sampai keadaan tanah disekitar tanaman basah/lembab.
- Penyiangan tanaman markisa dilakukan sesuai kondisi gulma (minimal 1 x sebulan) - Penyiangan dilakukan sekaligus penggemburan tanah untuk memperbaiki tata udara
dalam tanah dan membantu perkembangan akar tanaman markisa.
- Tujuan penyiangan yaitu untuk mengurangi persaingan antara gulma dengan tanaman markisa dalam memperoleh air dan unsur hara/nutrisi.
f. Pengendalian Hama dan Penyakit (OPT)
Beberapa jenis hama maupun penyakit yang sering menyerang tanaman markisa antara lain ;
- Nematoda. Tanaman markisa sangat rentan terhadap serangan nematoda, terutama markisa ungu (edulis) sedangkan markisa kuning (flavicarpa) cukup resisten.
Pengendalian dilakukan dengan pemberian nematisida dosis sesuai anjuran.
- Hama bekicot. Hama bekicot dapat dikendalikan secara manual, yaitu dengan cara diambil lalu dimusnahkan. Atau dengan menaburkan abu dapur disekeliling tanaman.
- Hama lalat buah. Pengendalian hama lalat buah dilakukan dengan pemasangan perangkap lalat buah dan penyemprotan insektisida.
- Fusarium Wilt (Fisarium oxysporum f. sp. Passiflorae). Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida.
- Phytophthora Blight (Phytopthora nicotianae). Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida
- Bercak coklat (Alternaria passiflorae). Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida.
g. Panen Markisa
Markisa yang diperbanyak dari biji (generatif) mulai berbuah pada umur 9-10 bulan, sedangkan yang berasal dari stek mulai berbuah pada umur 7 bulan. Sejak berbunga hingga buah markisa masak diperlukan waktu 70-80 hari. Tanda-tanda buah markisa siap panen yaitu warna buah berubah dari hijau muda menjadi ungu tua (markisa ungu), menjadi kuning (markisa kuning). Panen sebaiknya dilakukan ketika tingkat kematangan buah mencapai 50%. Buah markisa yang telah dipanen bisa langsung dijual atau diolah terlebih dahulu.
8. PANEN DAN PASCA PANEN
Buah markisa harus dipanen setelah matang pohon, yakni setelah berwarna kuning dan timbul aroma harum. Buah yang masih muda (warnanya hijau) sebaiknya tidak dipanen karena mutunya rendah. Setelah dipanen, buah markisa dapat dijadikan berbagai macam olahan, baik dibidang kecantikan, menjadi makanan pengganti, minuman pelengkap, serta dessert .
Resep Produksi Olahan Markisa
1. CAKE MARKISA
a) Bahan Utama 1. Mentega 125 gr 2. Gula halus 100 gr 3. Putih telur ayam 2 butir 4. Kuning telur ayam 2 butir
5. Tepung terigu 250 gr
6. Baking powder 1 sdt, ayak beserta terigu 7. Sirup markisa 75 cc, campur dengan 50
cc susu b) Bahan pelengkap
1) Gula halus 300 gr 2) Lemon jucie 1 sdt 3) Air 3 sdm
4) Buah markisa siapkan secukupnya, kemudian ambil bagian isinya.
c) Bagan pembuatan
d) Cara pembuatan
1. Kocok gula dan mentega hingga tercampur menjadi putih.
2. Selanjutnya masukkan kuning telur dan kocok hingga merata. Berikutnya masukkan campuran terigu dan baking powder yang telah di ayak ke dalamnya. Aduk rata.
3. Setelah itu masukkan campuran sirup markisa dengan susu.
4. Di samping itu kocok putih telur sanpai kaku. Kemudian masukkan pada adonan dan aduk hingga rata.
5. Siapkan loyang kemudian olesi dengan mentega dan juga taburkan tepung roti.
6. Masukkan ke dalam oven dan panggang sampai matang. Angkat dan simpan pada wadah saji.
7. Untuk membuat bahan olesan cake, bisa langsung campurkan bahan – bahan seperti icing sugar, air dan juga lemon juice. Aduk sampai merata.
8. Pastikan kekentalan bahan tersebut pas dan jika terlalu kental segera tambahkan air secukupnya. Setelah jadi, olesi cake mnggunakan bahan olesan tadi.
2. BOLU MARKISA
a) Bahan
1) 6 butir Putih Telur 2) 1/4 Sdt Garam 3) 5 Sdm Gula Pasir 4) 100 Gr Tepung Terigu
5) 1 Sachet susu bubuk (saya pakai dancow)
6) 1/2 Sdt baking powder
7) 3 buah markisa di jus (blender dan saring airnya)
8) 1/2 gelas air untuk jus 9) 3 Sdm Minyak goreng 10) Margarin untuk mengoven b) Bagan Pembuatan
c) Cara Pembuatan
1. Blender markisa dengan air kemudian saring.
2. Kocok putih telur, garam dan gula pasir sampai berbusa sekitar 15-20 menit.
3. Campurkan tepung terigu, susu bubuk dan baking powder, kemudian masukan jus markisa dan minyak aduk dengan spatula sampai licin dan tidak menggumpal.
4. Masukan kocokan putih telur dan aduk lagi dengan spatula.
5. Tuang ke dalam loyang yang sudah di olesi margarin dan oven sampai matang. Angkat dan sajikan.
3. DODOL MARKISA
a) Bahan
1. Markisa diambil sarinya 1 kg 2. Labu kuning 1 kg
3. Gula pasir 1 kg b) Cara Pembuatan
1) Cuci markisa dan pisahkan daging buah dari bijinya dengan saringan.
2) Kupas labu kuning dan buang bijinya.
3) Hancurkan daging buah markisa dan labu kuning hingga menjadi bubur.
4) Campur bubur markisa dan labu kuning dengan gula pasir.
5) Masak campuran bubur diatas api kecil selama 30 menit, aduk terus hingga mengental.
6) Dinginkan.
7) Potong dodol kecil-kecil sesuai selera dan kemas dengan plastic c) Bagan Pembuatan
4. BROWNIES MARKISA
a) Bahan
1. 3 buah markisa (utuh) 2. 250 gr tepung terigu 3. 250 gr gula pasir 4. 3 sdm susu bubuk 5. 2 butir telur
6. 1 sdt vanili
7. 1/2 sdt baking powder 8. 1 sdt SP
9. 200 ml air
b) Cara Pembuatan
1) Haluskan buah markisa dengan menggunakan blender, lalu sisihkan.
2) Dalam wadah lain, masukkan gula + telur + vanili + baking powder + SP. Kocok menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi, kurang lebih 10 menit sampai putih mengembang.
3) Kurangi kecepatan mixer, lalu masukkan daging buah naga yang sudah dihaluskan tadi, tambahkan tepung, susu, dan air. Aduk kembali. Jangan terlalu lama, asal tercampur rata saja.
4) Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin.
5) Masukkan ke dalam kukusan yang sudah panas, jangan lupa tutup kukusan di lapisi kain atau lap agar uap air tidak masuk ke adonan. Kukus selama 20 menit.
6) Angkat dan keluarkan brownis dari cetakan.
7) Tunggu dingin atau sampai uap panas hilang, lalu olesi dengan butter cream dan taburi coklat meises atau parutan keju.
c) Bagan Pembuatan
5. SELAI MARKISA
a) Bahan 1. 10 buah markisa 2. 300 gr gula pasir
b) Cara Pembuatan
1. Sisihkan daging biji buah markisa, simpan dalam kulkas.
2. Masukan kulit markisa dalam panci berisi air sampai semua terendam, tutup panci lalu rebus sekitar 15menit. Angkat dan diinginkan. Ambil bagian putihnya, buang kulitnya luarnya, hancurkan dengan sendok garpu.
3. Campur daging biji markisa, gula, dan bagian putihnya kulit yang sudah direbus dan dihaluskan. Jerang diatas api kecil sampai terus diaduk hingga gula semua meleleh dan tercampur rata sekitar 15-20 menit.
4. Simpan dalam jar selai.
c) Bagan Pembuatan
6. PUDDING MARKISA
a) Bahan 1. 400 ml air
2. 100 ml sirup markisa 3. 1 sdt jeli bubuk 4. 1/2 sdt agar2 bubuk
5. 1/2 sdt biji selasih, rendam 6. (topping)
7. 400 ml susu cair
8. 80 ml susu kental manis 9. 320 ml air
10. 1 bungkus agar-agar bubuk 11. 125 gr gula pasir
12. 1/2 sdt vanili 13. 1 buah jeruk mandarin b) Cara pembuatan
1) Merebus semua bahan kecuali biji selasih.
2) Mengaduk-aduk sampai mendidih. Memasukkan selasih, menuang di cetakan dan membiarkan agar beku.
3) Merebus semua bahan topping kecuali jeruk.,mengaduk sampai mendidih. Memasukkan jeruk. Menuangkan di atas bahan 1. Bekukan.
c) Bagan Pembuatan
7. SIRUP MARKISA
a) Bahan 1. Buah markisa
2. Natrium bensoat 3. Gula pasir b) Alat
1. Pisau 2. Blender 3. Kompor 4. Baskom
5. Mixer 6. Timbangan 7. Timba 8. Panci
9. Gayung 10. Sendok 11. Lap 12. CMC
c) Bagan Pembuatan
Merebus semua bahan topping, mengaduk sampai mendidih, plating Mendidihkan, menuang dicetakan dan membiarkan agar beku
Merebus semua bahan kecuali biji selasih
d) Cara Pembuatan
1. Cuci buah markisa yang masak penuh, karena akan berpengaruh pada kenikmatan rasanya.
2. Belah buah markisa dan kumpulkan isinya pada baskom.
3. Bersihkan isi markisa dari dari urat buah yang tadinya menjadi untaian biji- biji.
4. Blenderlah isi markisa dalam waktu yang relatif singkat (sampai dengan lendirnya lepas dari biji, tetapi tanpa menghancurkan isinya).
5. Saring biji serta lendirnya tadi dengan saringan kasar, untuk mendapatkan ekstrak buah yang dikehendaki, yang berupa cairan sari buah markisa.
6. Ekstrak saring dengan kain kasa.
7. Blenderlah ekstrak selama satu menit menggunakan blender ukuran 1 kg atau 2 kg.
8. Pada blenderan terakhir, tambahkan natrium bensoat sebanyak i gr perliter ektrak.
9. Masaklah air dengan perbandingan 250 cc per 1 kg gula pasir, selanjutnya memasukan gula sedikit demi sedikit.
10. Aduk terus sampai hampir mengkristal.
11. Setelah dianggap cukup, masukanlah ekstrak buah markisa pada adonan gula yang sudah masak tersebut
12. Aduk terus sampai menunggu panas mencapai 70 derajat selsius. Awas jangan sampai mendidih, karena bila sampai mendidih akan menghilangkan rasa dan aromanya.
13. Bila sudah dingin maka masukkan CMC sebagai pengental secukupnya dengan cara mengabutkannya sedikit demi sedikit menggunakan penyaring tepung. CMC jangan diberikan pada saat sirup masih panas, karena akan hilang tidak punya pengaruh apa-apa.
14. Disimpan minimal 2 jam, baru dikemas sesuai keinginan.
Label
8. SARI BUAH MARKISA
Sari buah adalah cairan yang diekstrak dari buah. Sari buah in idikemas dan disajikan sebagai sari buah tawar (tanpa gula), sari buah bergula.Sari buah cukup mudah pembuatannya, dan dapat dikerjakan dengan alat-alatsederhana. Pada tulisan ini dijelaskan pengolahan sari buah markisa untuk industri kecil.
a) Bahan- Bahan:
1) Markisa. Buah yang digunakan adalah buah yang sudah matang sempurna.
2) Gula psir putih bersih. Gula digiling ata diblender sampai halus.
3) Natrium bisulfit. Bahan ini digunakan untuk mencegah reaksi pencoklatan pada sari buah markisa.
4) Bahan pewarna kuning untuk minuman dan makanan.
5) Air berkaporit 4-8 ppm. Untuk membuat 1 m3 air berkaporit dilakukan dengan melarutkan 4 sampai 8 gram kaporit ke dalam 1 m3 air bersih.
b) Peralatan :
1) Pisau dan talenan. Alat ini digunakan untuk membelah buah markisa yang akan diekstrak cairan buahnya.
2) Ember atau baskom plastik. Alat ini digunakan untuk menampung cairan (sari buah) dari hasil pemerasan markisa.
3) Kain saring. Alat ini digunakan untuk menyaring sari markisa.
4) Panci tahan asam. Alat ini digunakan untuk memasak sirup markisa.
5) Pemisah cairan buah. Alat ini digunakan untuk memisahkan cairan dari biji dan pulp.
Ada dua jenis alat yang dapat digunakan untuk pemisah, yaitu alat pres dan pemisah sentrifugal.
c) Bagan Pembuatan
d) Cara Pembuatan
1) Pencucian buah. Buah dicuci dengan deterjen, kemudian dibilas dengan air bersih.
Setelah itu buah direndam di dalam air yang mengandung kaporit 4-8 pm selama 15 menit. Setelah itu, buah ditiriskan.
2) Ekstraksi sari buah. Buah dibelah dua, dan isi buah dikeluarkan dan buah ditempatkan pada wadah yang bersih.
a. Pemisahan dengan pemisah sentrifugal. Isi buah dimasukkan ke dalam selinder alat pemisah sentrifugal untuk pemisahan cairan sari buah dari biji dan pulp.
Selinder dijalankan dengan motor listrik dengan kecepatan 3000-5000 rpm.
b. Pemisahan dengan alat pres. Pemisahan dapat juga dilakukan dengan alat pres. Isi dibungkus dengan kain blacu yang kuat, kemudian diperas dengan alat pres untuk mengeluarkan sari buah. Jika tidak mempunyai alat pemisah, sari buah dapat diekstrak dengan menggunakan kain saring. Isi buah dengan kain saring, kemudian diremas-remas untuk mengeluarkan sari buahnya. Tangan yang
meremas kain saring berisi isi buah harus dilapis dengan kantong plastikatau sarung tangan yang bersih.
3) Pemisahan endapan
a. Sari buah dengan asam benzoat dan asam nitrat (masing-masing 1 gram untuk setiap 1 liter sari buah).
b. Sari buah tersebut dimasukkan ke dalam botol pemisah, kemudian disimpan di dalam lemari selama 12-15 jam sehingga padatan tidak terkumpul pada dasar wadah sebagai endapan. Endapan ini dan larutan keruh di atas endapan dipisahkan. Sari buah yang telah dijernihkan ini disebut sari markisa jernih.
4) Penambahan gula. Sari markisa jernih ditambahkan dengan gula pasir halus. Setiap 1 liter sari markisa jernih ditambah dengan 200 gram gula pasir halus. Penambahan dilakukan sedikit demisedikit sambil diaduk.
5) Sterilisasi. Sari buah tersebut dipanaskan sambil diaduk pada suhu 85o C selama 10 menit.
6) Penyiapan botol. Botol kaca disikat bagian dalamnya dengan detergen. Seluruh permukaan botol dicuci sampai bersih dengan menggunakan detergen. Botol dibilas sampai bersih. Kemudian bagian dalam botol dibilas dengan air panas. Setelah itu botol direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.
7) Pembotolan dan pasteurisasi. Botol diangkat dari air panas dan dibalikkan agar airnya keluar dari botol. Ketika botol masih panas, sirup yang masih panas dimasukkan ke dalam botol dengan bantuan corong sampai permukaan sirup 2 cm dari bibir botolpaling atas, kemudian botol segera ditutup dengan penutup botol. Setelah itu botol ini direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.
8) Penyimpanan. Sirup markisa ini dapat disimpan lama pada suhu kamar.
Label :
9. JUS DIET
a) Bahan-bahan:
1. 2 buah markisa matang 2. 1 gelas air
3. 1 sendok gula 4. Es batu b) Alat-Alat :
1. Pisau 2. Sendok 3. Blender
4. Saringan 5. Gelas c) Langkah-langkah
1. Masukkan buah markisa ke dalam blender 2. Tambahkan gula dan air, kemudian blender
3. Setelah tercampur, tunggu beberapa menit sampai ampas bijinya terpisah. Kalo mau cepat pakai saringan.
4. Jus markisa siap diminum
d) Bagan Pembuatan
Label
10. SMOOTHIES MARKISA
a) Bahan-Bahan : 1. 1 buah markisa
2. 1 kotak susu frisian flag sweet delight 225 ml dibekukan
3. Gula (boleh diberi atau tidak) 4. Topping : marshmello
b) Alat-Alat : 1. Pisau
2. Talenan
3. Blender 4. Gelas c) Bagan Pembuatan
Memasukkan buah markisa kedalam blender
Menambahkan gula dan air, kemudian blender
Jus markisa siap diminum Menyaring jus
d) Cara Pembuatan :
1. Potong markisa menjadi 2 bagian kemudian sisihkan.
2. Potong-potong susu yang telah dibekukan.
3. Blender potongan susu, gula dan ½ markisa.
4. Masukkan ke dalam gelas sampai ½ gelas, lalu masukkan ½ markisa yang masih utuh ke dalam gelas beserta marshmello, lalu ditindih lagi dengan blenderan susu sampai penuh.
5. Hias sesuai selera 6. Siap disajikan Label
11. INFUSED WATER MARKISA
a) Bahan-bahan :
1. 1 buah markisa 2. 2 batang daun mint 3. 1000 ml air matang b) Cara membuat :
1) Cuci bersih buah markisa dan daun mint 2) Masukkan dalam wadah
3) Potong buah markisa menjadi 2 bagian
4) Kerok buah markisa dengam sendok masukkan dalam wadah 5) Tambahkan air matang
6) Diamkan minimal 1 jam 7) Sajikan dingin lebih enak
c) Bagan Pembuatan
Label Kemasan :
12. ES KRIM MARKISA
a) Bahan-bahan:
1. 60 ml krim kental 2. 180 ml vla rasa vanilla 3. 6 buah markisa
b) Cara membuat:
1) Tuangkan krim dalam mangkuk. Kocok sampai lembut dan bertekstur sedikit padat, kemudian masukkan vla, aduk kembali.
2) Masukkan adonan krim ke dalam mangkuk aluminum dengan kedalaman 5 cm, padatkan dan tutup denganplastic wrap.
3) Setelah itu bekukan adonan krim selama 4 sampai 5 jam di dalam freezer.
4) Potong setiap markisa menjadi dua bagian, kemudian keluarkan isi buah markisa dan letakkan di dalam mangkuk. Sendok bubur ke dalam mangkuk.
5) Keluarkan adonan krim dari freezer, kemudian mixer sampai halus. Pindahkan adonan krim ke mangkuk lain, tambahkan 1/2 dari isi buah markisa, aduk rata dengan spatula.
6) Selanjutnya, tuangkan setiap satu sendok makan isi buah markisa ke dalam kulit markisa.
7) Kembali ke adonan krim, tuangkan kembali krim ke dalam mangkuk aluminium, tutup dengan plastic wrap dan aluminium foil. Bekukan kembali semalaman di dalam freezer.
8) Terakhir, keluarkan es krim dari freezer, sajikan untuk santapan di akhir tahun bersama keluarga.
13. JELLY MARKISA
a) Bahan:
1. 1 bungkus (7 g) jeli instan tanpa rasa, siap pakai 2. 300 ml air
3. 100 g gula pasir
4. 2 sdm sirop jeruk pekat 5. 500 ml jus markisa
6. 2 buah markisa, kupas, ambil daging buahnya b) Cara Pembuatan:
1) Panaskan jeli instan, air, dan gula di atas api kecil hingga mendidih dan gula larut.
Kemudian tiriskan.
2) Masukkan sirop jeruk, jus markisa, dan larutan jeli. Aduk rata. Tuang ke dalam 6 buah gelas plastik bervolume 200 ml hingga ¾ tinggi gelas. Diamkan hingga mengeras. Sisihkan.
3) Taruh biji markisa di atas jeli, sajikan.
c) Bagan Pembuatan :
14. AGAR-AGAR MARKISA
a) Bahan-bahan
Meletakkan biji markisa diatas jeli, menyajikan
Memasukkan sirup jeruk, jus markisa, larutan jeli, menuang ke 6 gelas plastik, diamkan Memanaskan jelly instan dan gula hingga larut
1) 1 bks agar-agar bubuk 2) 1 sdt jelly bubuk 3) 200 ml sirup markisa
4) 800 ml air mineral
5) 2 buah markisa, keruk isinya 6) Aneka potongan buah segar b) Cara Pembuatan
1) Di panci campur agar-agar bubuk, jelly bubuk, tuang air, aduk rata.
2) Masukkan sirup markisa, aduk rata. Hidupkan api kompor. Masak hingga mendidih, matikan api.
3) Tunggu hilang uap panasnya, masukkan isi buah markisa, aduk rata. Tuang ke dalam cetakan yg telah dibilas air.
4) Biarkan beku, simpan di kulkas. Sajikan dengan potongan aneka buah segar.
c) Bagan Pembuatan
15. KERIPIK MARKISA
Bahan :
1) Irisan Markisa 3 buah 2) Tepung Crispy 150 gram 3) Garam secukupnya
4) Bawang putih secukupnya 5) Air secukupnya
6) Daun bawang
Membiarkan beku, simpan di kulkas
Memasukan isi buah markisa, mengaduk rata, tuang dalam cetakan Masukkan sirup markisa, mengaduk, mendidihkan
Mencampurkan agar-agar bubuk, jelly bubuk, air dan mengaduk rata
Cara Pembuatan:
1. Mengiris markisa menjadi irisan tipis-tipis
2. Menyiapkan adonan tepung crispy dan air, aduk hingga rata
3. Menghaluskan bawang putih dengan garam, kemudian masukan dalam adonan tepung 4. Iris tipis-tipis daun bawang
5. Memasukkan irisan markisa kedalam adonan yang sudah ditambah bumu-bumbu 6. Menggoreng dengan minyak panas
7. Tiriskan, keripik siap dinikmati
Bagan Pembuatan
PENGEMASAN
Kemasan adalah pembungkus atau wadah yang biasa dimanfaatkan untuk mencegah atau meminimalisasi adanya kerusakan pada barang yang dibungkus. Adapun definisi pengemasan adalah suatu proses memberi wadah atau pembungkus untuk suatu produk.
A. Fungsi Kemasan
Secara umum, kemasan memiliki fungsi sebagai berikut :
Self Service
Mengiris Markisa menjadi irisan tipis-tipis
Menyiapkan adonan tepung crispy dan air, aduk hingga rata
Menggoreng dengan minyak panas Tiriskan dan siap dinikmati.
Menghaluskan bawang putih, garam. Masukan dalam adonan tepung
Memasukkan irisan markisa kedalam adonan yang berbumbu Iris tipis-tipis daun bawang
Maksud dari self service dalam kemasan adalah menunjukkan ciri khas dari suatu produk yang dijual. Maka dari itu, antara produk satu dengan yang lain harus memiliki kemasan yang berbeda.
Company and Brand Image
Kemasan bisa menjadi brand image suatu perusahaan sehingga dapat menjadi salah satu identitas perusahaan yang mudah dikenali masyarakat.
Consumer Affluence
Jika kemasan didesain sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat konsumen, maka kemasan tersebut dapat memengaruhi konsumen untuk bersedia membayar lebih.
Inovational Opportunity
Kemasan yang inovatif bisa memberikan manfaat bagi konsumen dan bisa menguntungkan perusahaan.
Ada pula fungsi kemasan yang dikemukakan oleh para ahli, salah satunya adalah Simora.
Berikut adalah fungsi kemasan menurut Simora : 1. Fungsi Protektif
Maksud dari fungsi protektif adalah kemasan berfungsi sebagai pelindung atau keamanan produk dari sesuatu yang dapat merusaknya, misalnya cuaca atau pada saat proses distribusi.
Kemasan yang mampu melindungi produk dengan baik akan mencegah kerusakan dan risiko cacat yang bisa merugikan pembeli atau penjual.
2. Fungsi Promosional Kemasan
Kemasan bisa menjadi media promosi atau pemasaran. Anda bisa membuatnya semenarik mungkin dari berbagai sisi, seperti warna, desain, ukuran, dan lain-lain.
B. Tujuan Kemasan
Kenapa sebuah produk harus dikemas memiliki alasannya tersendiri. Menurut Louw dan Kimber (2007), setidaknya terdapat tujuh manfaat dan tujuan dari kemasan suatu produk dan berikut penjelasannya.
Barrier Protection
Kemasan memiliki manfaat untuk melindungi produk dari hambatan oksigen uap air, debu, dan kotoran lainnya yang berpotensi merusak isi produk.
Physical Production
Kemasan dibuat dengan tujuan untuk melindungi prouk dari suhu, getaran, guncangan, tekanan, dan lainnya yang ada di sekitarnya.
Information Transmision
Biasanya kemasan juga menjadi media untuk memberi informasi mengenai cara menggunakan transportasi, daur ulang, dan membuang kemasan tersebut.
Containment or Agglomeration
Pengemasan bertujuan sebagai penelompokkan agar proses penanganan dan distribusi menjadi lebih efisien.
Reducing Theft
Kemasan pada produk dapat mencegah pencurian dengan melihat kerusakan fisiknya atau selisih jumlahnya.
Convenience
Kemasan adalah salah satu fitur yang mampu menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, tampilan, pembukaan, penutup kembali, penjualan, dan penggunaan yang dapat dilakukan kembali.
Marketing
Desain kemasan yang menarik dapat dimanfaatkan oleh pelaku marketing untuk mendorong calon membeli agar mau membeli produk tersebut.
C. Manfaat Kemasan
1. Kemasan bermanfaat seagai tempat untuk suatu produk selama proses pengiriman, mulai dari pembuatan hinga sampai ke tangan konsumen.
2. Kemasan dapat mencegah kerusakan sekaligus mengawetkan produk. Misalnya, melindungi dari sinar matahari secara langsung, kelembaban udara, oksigen, pemcemaran dari virus atau kumas, dan benturan.
3. Pengemasan produk bisa digunakan sebagai media petunjuk bagi konsumen melalu informasi atau tanda yang terdapat pada kemasannya.
4. Kemasan dapat meningkatkan fungsi produk, contohnya menyederhanakan penghitungan produk berdasarkan kemasannya dan memudahkan dalam estimasi pengiriman serta penyimpanan produk tersebut.
5. Memperluas pemakaian dan pemasaran suatu produk. Misalnya penjualan saos atau sirup yang mengalami peningkatan setelah dilakukan penerapan kemasan dengan botol.
D. Syarat Kemasan
Agar memiliki fungsi yang maksimal, kemasan harus dibuat sesuai dengan kualifikasi persyaratan sebagai berikut.
1. Memiliki daya kemas yang baik guna memudahkan proses penanganan, distribusi, alokasi, penyimpanan, dan penyusunan produk.
2. Kemasan harus mampu mengamankan isi produknya dari berbagai risiko dari luar, seperti perlindungan dari sinar matahari, kelembapan udara, bau asing, gesekan, benturan, dan kontaminasi mikroorganisme.
3. Desainnya memiliki daya tarik tersendiri sehingga konsumen berkeinginan untuk membelinya.
4. Kemasan harus memprioritaskan pengenalan produk, informasi, tampilan, warna, dan keindahan bahannya.
5. Memiliki persyaratan ekonomi yang berarti kapasitas dapat mencukupi keinginan pasar, sasaran masyarakat, dan tujuan pembeli.
6. Kemasan harus memiliki ukuran, bentuk, dan bobot yang sesuai dengan pola standar yang ada. Selain itu juga harus mudah dibuat atau dicetak dan bisa didaur ulang kembali.
E. Jenis-Jenis Kemasan
Setidaknya jenis pengemasan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.
a) Berdasarkan Struktur Isi
Jenis kemasan yang berdasarkan pada struktur isi merupakan suatu wadah yang dibuat sesuai dengan isinya. Jenis kemasan ini masih dibagi lagi menjadi tiga.
Kemasan Primer
Kemasan primer adalah bahan pembungkus yang menjadi wadah langsung bahan makanan.
Contohnya yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah kaleng susu, botol minuman, plastik snack, dan sebagainya.
Kemasan Sekunder
Definisi dari kemasan sekunder adalah pembungkus yang memiliki fungsi untuk memberi perlindungan terhadap kelompok kemasan lainnya. Contohnya adalah kotak kardus yang digunakan sebagai pembungkus kaleng susu atau kotak kayu untuk menyimpan buah.
Kemasan Tersier
Kemasan tersier merupakan pembungkus yang berfungsi untuk menyimpan atau melindungi produk selama proses distribusi atau pengiriman.
b) Berdasarkan Frekuensi Penggunaan
Sama seperti sebelumnya, kemasan yang didasarkan pada frekuensi penggunaan juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis.
Kemasan Disposable
Kemasan disposable merupakan kemasan sekali pakai yang digunakan sekali saja kemudian dibuang. Contohnya adalah bungkus dari plastik, bungkus kertas, bungkus yang terbuat dari daun pisang, dan lain-lain.
Kemasan Multi Trip
Kemasan multi trip dapat digunakan lebih dari satu kali oleh konsumen dan ada juga yang dapat dikembalikan kepada agen penjual supaya bisa digunakan kembali. Contoh dari kemasan jenis ini adalah botol minuman.
Kemasan Semi Disposable
Kemasan semi disposable adalah kemasan yang tidak perlu dibuang karena bisa dipakai untuk hal lain oleh konsumen, contohnya adalah kaleng biskuit.
c) Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pemakaian
Berdasarkan tingkat kesiapan pakainya, kemasan dibbagi menjadi dua jenis.
a) Kemasan Siap Rakit
Kemasan siap rakit harus melewati tahap perakitan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk membungkus produk, misalnya plastik, kertas kemas, aluminium, dan lain sebagainya.
b) Kemasan Siap Pakai
Sesuai dengan namanya, kemasan siap pakai sudah siap untuk diisi produk dan bentuknya sudah sempurna sejak diproduksi. Contoh kemasan dari jenis ini di antaranya adalah botol atau kaleng.
Itulah tadi pejelasan lengkap mengenai kemasan, mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, hingga jenis-jenisnya. Jika selama ini menurut Anda kemasan hanyalah alat pembungkus suatu produk saja, kini Anda bisa memahaminya secara lebih detail.
Tak sekadar sebagai pembungkus, kemasan rupanya juga memiliki fungsi lain yang dapat menguntungkan perusahaan. Jika kebetulan Anda adalah seorang pelaku usaha, mulai sekarang coba pikirkan bagaimana membuat kemasan yang bagus agar bisa menarik perhatian konsumen.
Dengan kemasan yang menarik, penjualan produk dapat meningkat. Alih-alih rugi karena mengeluarkan budget untuk kemasan, Anda justru bisa mendapatkan keuntungan darinya.
PENYIMPANAN
Penyimpanan memiliki 3 arti. Penyimpanan berasal dari kata dasar simpan. Penyimpanan adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Penyimpanan memiliki arti dalam bidang ilmu ekonomi dan keuangan.
Penyimpanan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga penyimpanan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
a. Faktor-Faktor Penyimpanan
Beberapa faktor-faktor penyimpanan sebagai berikut : 1. Lingkungan (suhu, RH, komposisi atmosfir)
2. Sifat dan karakteristik bahan pangan (kadar air, aw) 3. Cahaya
4. Tindakan pengamanan sebelum bahan disimpan (cara dan waktu panen, penanganan bahan)
5. Wadah tempat penyimpanan
6. Agen atau hama perusak (serangga, kapang)
Ada beberapa yang mempengaruhi dari penyimpanan yang mengakibatkan penyimpanan tidak berlangsung lama, dibawah ini merupakan contoh dari pada pengaruh factor penyimpanan antara lain :
1. Kelembaban : Dalam penyimpanan kelembaban mesti diperhatikan dikarenakan kelembaban merupakan factor utama dari pada kerusakan penyimpanan.selain itu juga mengakibatkan Kehilangan nilai gizi (tiamin, riboflavin, vitamin A, lisin)
2. Oksigen: Udara dalam ruangan penyimpanan juga harus diperrtimbangkan daikarenakan menyebabkan bahan pangan Kehilangan vitamin Off-flavor,Off- color,Dan Perkembangan serangga.
3. Cahaya: Mempercepat reaksi ,Kehilangan warna , Kehilangan vitamin, Off-flavor 4. Suhu: Suhu dalam penyimpanan dapat menyebankan Baking quality.
b. Cara Penyimpanan Dan Kondisi Ruang Penyimpanan Produk.
Cara penyimpanan dan kondisi ruang tempat penyimpanan dapat mempengaruhi terjadinya proses kontaminasi silang. Kondisi ini sangat terasa pada industri skala besar, di mana pengiriman produk dilakukan dalam partai besar sehingga kadangkala produk perlu disimpan terlebih dahulu sebelum tiba waktu pengiriman. Produk yang disimpan pertama kali harus dikeluarkan lebih awal dibandingkan produk yang disimpan kemudian.
Proses penyimpanan yang kurang baik dapat menyebabkan produk sudah kadaluarsa sebelum keluar dari ruang penyimpanan. Cara penyimpanan produk harus diatur sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Tata letak penyimpanan produk harus memperhatikan dan menjaga sirkulasi udara, ruang penyimpanan dan sirkulasi udara diantara produk yang disimpan. Sirkulasi udara yang kurang lancar sering menyebabkan peningkatan suhu maupun kelembaban udara pada titik-titik tertentu.
Peningkatan suhu dan kelembaban udara akan memicu pertumbuhan mikroba atau serangga tertentu pada produk. Kondisi ini dapat menjadi penyebab terjadinya kontaminasi silang. Penyimpanan produk perikanan harus dilakukan dengan cara yang benar dan menggunakan peralatan yang sesuai. Kondisi lingkungan penyimpanan juga perlu diperhatikan. Suhu udara dan kelembaban, serta adanya cahaya matahari secara langsung dapat mempengaruhi penurunan mutu bahan atau produk perikanan yang disimpan.
Penurunan mutu produk perikanan biasanya diikuti dengan serangan mikroba pencemar. Kondisi demikian pada akhirnya dapat menjadi sumber kontaminasi silang.
Penyimpanan bahan mentah dan produk akhir dilakukan dengan menyimpannya pada tempat yang telah disediakan. Selalu hindari kontak dengan sumber kontaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perhatikan lama penyimpanan, karena bahan mentah memiliki masa simpan terbatas.
Ruangan harus dilengkapi sarana pendingin. Suhu lingkungan penyimpanan produk perikanan yang sudah dibekukan harus dipertahankan suhunya pada -18oC atau lebih rendah lagi. Suhu ruang pendingin untuk menyimpan produk perikanan suhunya diatur berkisar 4oC hingga -1oC.
Selama penyimpanan parameter-parameter mutu (kandungan kimia, mikrobiologis dan organoleptik) akan berubah oleh adanya pengaruh lingkungan misalnya suhu, kelembaban dan tekanan udara atau komposisi makanan bahan itu sendiri. Suhu penyimpanan produk bahan pangan akan mempengaruhi jenis bakteri yang mungkin berkembang dan menyebabkan kerusakan. Suhu rendah sering digunakan untuk memperlambat kecepatan perkembangbiakan bakteri (Buckle et al., 1987).
Penyimpanan suatu bahan merupakan salah satu upaya agar produk dapat dinikmati oleh konsumen sebelum terjadi kerusakan, sehingga selama penyimpanan harus selalu diusahakan agar produk tidak mengalami penurunan mutu yang besar. Menurut Cikubu (1974), kelembaban dan suhu ruang merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam proses penyimpanan. Kelembaban sangat berperan dalam menentukan mutu bahan dan proses kerusakan selama penyimpanan. Kadar air suatu bahan akan meningkat jika disimpan dalam ruangan dengan kelembaban yang tinggi. Kadar air yang tinggi akan membantu pertumbuhan mikroorganisme dan mengakibatkan terjadinya penurunan mutu produk. Bahan yang disimpan akan menyerap uap air dari udara atau melepaskannya sampai tekanan uap air dalam bahan sama dengan tekanan uap air udara ruang penyimpanan. Setiap bahan mempunyai keseimbangan kadar air tertentu yang dipengaruhi oleh komposisi kimia bahan tersebut. Kelembaban udara ruang peyimpanan berhubungan dengan aktivitas air suatu bahan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme.
Pendinginan dapat memperlambat kecepatan reaksi-reaksi metabolisme, karena itu penyimpanan bahan pangan pada suhu rendah dapat memperpanjang masa hidup dari jaringan-jaringan di dalam bahan pangan. Hal ini disebabkan bukan hanya karena keaktifan resporasi menurun, tetapi juga karena pertumbuhan mikroba penyebab kebusukan dan kerusakan dapat dihambat (Winarno et al.,1980).
Penggunaan suhu rendah dapat dilakukan untuk menghambat atau mencegah reaksi- reaksi kimia, reaksi enzimatis atau pertumbuhan mikroba. Semakin rendah suhu semakin lambat proses tersebut. Penggunaan suhu rendah dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:
(1) penyimpanan sejuk (cellar storage); (2)pendinginan dan (3) penyimpanan beku (Winarno dan Jenie, 1983). Penyimpanan sejuk biasanya dilakukan pada suhu sedikit di bawah suhu kamar dan tidak lebih rendah dari 15oC (Winarno dan Jenie, 1983).
Tujuan penggunaan suhu rendah dalam penanganan atau pengolahan adalah untuk memperpanjang daya simpan serta merubah karakteristik makanan. Daya simpan diperpanjang karena selama penyimpanan pada suhu rendah, reaksi-reaksi akan menurun kecepatannya misalnya proses respirasi atau metabolisme dalam jaringan tanaman atau
hewan. Suhu rendah, terutama suhu beku digunakan untuk merubah tekstur, misalnya dalam pembuatan es krim, atau dalam pemisahan berdasarkan prinsip kristalisasi. Pada zaman modern untuk mendapatkan suhu rendah digunakan prinsip refrigasi mekanis (Wirakartakusumah et al., 1992).
Menurut Desrosier (1988), pada pendingin mekanis, selama penyimpanan terjadi penurunan kadar air yang disebabkan oleh terjadinya kondensasi air pada evaporator dari sistem pendingin, dimana air yang dikondensasikan ini berasal dari makanan yang disimpan. Pendinginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan yaitu -2 sampai +10oC. Pendinginan yang biasa dilakukan sehari-hari dalam lemari es pada umumnya mencapai 5-8oC. Walaupun suhu pendinginan dapat menghambatan pertumbuhan atau aktivitas mikroba atau mungkin membunuh beberapa bakteri tetapi pendinginan maupun pembekuan tidak dapat digunakan untuk membunuh semua bakteri (Winarno et al., 1980).
Pendinginan dapat menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroba karena mikroorganisme mempunyai suhu maksimal dan minimal sebagai batas suhu untuk pertumbuhannya. Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan mikroorganisme disebabkan suhu mempengaruhi aktivitas enzim yang mengkatalisasi reaksi-reaksi biokimia dalam sel mikroorganisme. Di bawah suhu optimum, keaktifan enzim dalam sel menurun dengan semakin rendahnya suhu, akibatnya pertumbuhan sel juga terhambat. Pada suhu pembekuan, semua keaktifan metabolisme juga akan terhenti. Enzim terhenti juga karena semua sel kekurangan cairan di sekelilingnya yang digunakan untuk menyerap zat makanan dan mengeluarkan sisa metabolisme yang mengakibatkan pertumbuhan sel terhenti sama sekali (Fardiaz, 1982).
Pertumbuhan mikroba dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan diantaranya adalah suhu, pH, aktivitas air, adanya oksigen dan tersedianya zat makanan. Oleh karena itu, kecepatan pertumbuhan mikroba dapat diubah dengan mengubah faktor lingkungan tersebut. Semakin rendah suhu yang digunakan dalam penyimpanan maka semakin lambat pula reaksi kimia, aktivitas enzim dan pertumbuhan mikroba (Frazier dan Westhoff, 1979). Penggunaan suhu rendah yang tepat dapat menghambat : (a) respirasi dan kegiatan-kegiatan metabolik lainnya; (b) penuaan karena pematangan, pelunakan, perubahan-perubahan tekstur dan warna; (c) kehilangan air; (d) kerusakan yang disebabkan oleh serbuan bakteri, jamur dan khamir; (e) pertumbuhan yang tidak diinginkan dan (f) perubahan-perubahan rasa dan bau (Pantastico, 1986).
Fellows (1990) mendefinisikan pendinginan sebagai unit operasi dengan suhu penyimpanan suatu bahan pangan diturunkan. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan biokimia, fisik, dan mikrobiologi. Selain itu, penggunaan suhu dingin untuk penyimpanan juga bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk segar maupun olahan. Umur simpan produk olahan yang disimpan pada suhu dingin ditentukan oleh tipe makanan, tingkat kerusakan mikroba atau aktivitas enzim akibat proses pengolahan,
kontrol sanitasi selama proses pengolahan dan pengemasan, barier pada kemasan, dan suhu selama distribusi dan penyimpanan.
Faktor yang mempengaruhi proses pendinginan bahan adalah suhu, kecepatan udara dalam ruang pendinginan, komposisi atmosfer serta ada tidaknya sinar ultra violet.
Dianjurkan untuk mempertahankan suhu pendingin di bawah 5.6oC (42oF) agar dapat mengganggu pertumbuhan mikroba psikrofilik dan mencegah pertumbuhan mikroba pathogen. Beberapa diantaranya dapat tumbuh pada suhu 7.78oC seperti misalnya Staphylococcus aureus. Ruang pendinginan memerlukan kondisi kelembaban yang sesuai karena perubahan kelembaban yangbesar dapat menyebabkan bahan berkeringat dan terjadinya pertumbuhan jamur (Winarno dan Jenie, 1983).
Dalam pembuatan markisa infused water kami menggunakan kemasan dari botol plastik maupun botol kaca, hal ini dapat membuat konsumen tertarik untuk mencoba produk infused water kami, dikarenakan konsumen dapat melihat secara langsung bulir- bulir markisa yang berada di dalam botol dengan jelas. Sehingga konsumen akan tertarik, apalagi jika menyajikan infused water dalam kondisi dingin, botol kaca maupun plastik adalah salah satu botol yang tembus pandang sehingga konsumen akan lebih mudah tertarik dengan isi yang menggoda dari markisa infused water.
Berikut kami tampilkan sketsa produk markisa infused water kami :
DAFTAR PUSTAKA
Buckle, K.A., R.A, Edwards, G.H.Fleet dan M. Wootton. 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan. UI-Press, Jakarta.
Desrosier, N.W. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. UI Press, Jakarta.
Fardiaz, S. 1982. Petunjuk Laboratorium Mikrobiologi Pengolahan Pangan. Pusat Antar Universitas, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Fellows, P.J. 1990. Food Processing Technology. Woodhead Publishing Limited. Cambrige. England.
Frazier, W.C. dan D.C. Westhoff. 1979. Food Microbiology. Tata Mc Graw – Hill Publishing Co.
Ltd., New Delhi.
Winarno, F.G., S. Fardiaz dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. PT. Gramedia, Jakarta.
Winarno, F.G. dan S.L.B. Jenie. 1983. Kerusakan Bahan Pangan. Gramedia Utama, Jakarta
Wirakartakusumah, M.A., K. Abdullah, dan A.M Syarif. 1992. Sifat Fisik Bahan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Tinggi, PAU, Bogor
(https://lektur.id/arti-penyimpanan/)
(http://teknologi-pengemasan.blogspot.com/2014/10/faktor-faktor-penyimpanan.html) (https://www.tneutron.net/pangan/penyimpanan-dan-perawatan-bahan-pengemas/)