BISNIS KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA
BUAH NAGA DAN PRODUK OLAHANNYA
Disusun oleh :
Dyah Nur Yuniastuti (K3316025) Mega Candra Dewi (K3316049) Yuni Irwanti Siswatun K (K3316077)
Diampu oleh :
Dr. Sri Retno Dwi Ariani, M.Si Dr. Susilaningsih, M.Bus
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2020
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...ii
BUAH NAGA DAN PRODUK OLAHANNYA...1
A. ANEKA PRODUK OLAHAN BARU DARI BUAH NAGA YANG AKAN DIKEMBANGKAN DARI BUAH NAGA...1
B. RENCANA BISNIS MENJADI PRODUK YANG BERNILAI EKONOMI TINGGI...2
Pohon Ide Aneka Olahan Buah Naga...2
C. TEORI BAHAN BAKU...3
1. Sejarah Daerah Asal dan Penyebaran...3
2. Taksonomi dan Morfologi...4
3. Syarat Tumbuh...7
4. Jenis dan Varietas...8
5. Kandungan Gizi...13
6. Khasiat/Manfaat...13
7. Budidaya...14
8. Panen dan Pasca Panen...17
D. PROSEDUR KERJA...20
1) Teh Kulit Buah Naga...20
2) Mie Buah Naga...21
3) Kripik Buah Naga...22
4) Sirup Buah Naga...24
5) Kue Kering Buah Naga...26
6) Dodol Buah Naga...27
7) Churros Buah Naga...29
8) Stik Buah Naga...31
9) Selai Buah Naga...33
10) Pudding Susu Buah Naga...34
11) Es Krim Buah Naga...36
12) Donat Buah Naga...37
13) Putu Ayu Buah Naga...39
14) Permen Buah Naga...41
15) Cake Buah Naga...43
E. PENGEMASAN PRODUK...45
F. PENYIMPANAN PRODUK...51
G. LABEL PRODUK...53
DAFTAR PUSTAKA...55
BUAH NAGA DAN PRODUK OLAHANNYA
A. ANEKA PRODUK OLAHAN BARU DARI BUAH NAGA YANG AKAN DIKEMBANGKAN DARI BUAH NAGA
1. Teh kulit buah naga 2. Mie buah naga 3. Keripik buah naga 4. Sirup buah naga 5. Kue kering buah naga 6. Dodol buah naga 7. Churros buah naga 8. Stik buah naga 9. Selai buah naga
10. Pudding susu buah naga 11. Es krim buah naga 12. Donat buah naga 13. Cake buah naga 14. Putu ayu buah naga 15. Permen buah naga
B. RENCANA BISNIS MENJADI PRODUK YANG BERNILAI EKONOMI TINGGI Pohon Ide Aneka Olahan Buah Naga
C. TEORI BAHAN BAKU
1. Sejarah Daerah Asal dan Penyebaran
Tanaman buah naga atau dragon fruit (Hylocereus undatus) merupakan jenis tanaman kaktus yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan bagian Utara (Colombia). Menurut Hardjadinata (2010) dalam Wahyuni et al (2013) menjelaskan bahwa tanaman ini awalnya dipergunakan sebagai tanaman hias karena bentuknya unik, eksotik, serta tampilan bunga dan buahnya yang cantik.
Buah naga (Dragon fruit) termasuk kelompok tanaman kaktus atau famili cactaceae dan subfamily hylocereanea sp.. Hylocereus sp. berasal dari hutan tropis dan subtropis yang tumbuh di daerah Mexico, dan Amerika Selatan (mencakup daerah Mexico di bagian selatan, Guatemala yang berada tepat disebelah Pasifik, Costa Rica, El Salvador, Venezuela, Colombia, Ecuador, Curacao, Nicaragua, Panama, Brazil, dan Uruguay.
Berdasarkan pusat asalnya, penyebaran buah naga yang tumbuh di wilayah tropis dan subtropis seperti Amerika, Asia, Australia, dan wilayah timur.
Saat ini buah naga telah dibudidayakan di 22 negara tropis seperti Australia, Kamboja, China, Colombia, Ekuador, Guatemala, Hawaii, Indonesia, Israel, Jepang, Laos, Malaysia, Mexico, New Zealand, Nicaragua, Peru, Philipina, Spanyol, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, USA, dan Vietnam. Bukti sejarah menunjukkan bahwa negara Perancis mengintrodusir tumbuhan tersebut ke negara Vietnam 100 tahun yang lalu dan sengaja dikembangkan untuk kebutuhan raja. Kemudian, buah naga tersebut menjadi populer di kalangan keluarga bangsawan di seluruh negara. Vietnam merupakan negara yang memiliki kondisi iklim yang baik untuk pertumbuhan buah-buah tropis, sebagian besar di daerah selatan Delta Mekong, sehingga buah naga tumbuh subur di daerah-daerah tersebut. Buah naga masuk ke negara Sri Lanka pada tahun 1997.
Tanaman buah naga dapat tumbuh baik pada tanah yang relatif kurang subur (bahkan pada tanah berbatu), pada tanah yang bereaksi relatif masam sampai pada tanah bergaram dan tahan terhadap kekurangan air. Tanaman buah naga dapat tumbuh baik pada kondisi air tanah mendekati titik layu (wilting point). Di Amerika Tengah, tanaman buah naga ditanam di antara tanaman pohon. Hal ini merupakan indikator bahwa tanaman buah naga merupakan salah satu tanaman yang tahan terhadap naungan. Di Israel, untuk dapat tumbuh dengan baik bahkan tanaman ini memerlukan naungan 30-60%.
Tanaman buah naga juga tahan terhadap fluktuasi temperatur yang sangat tinggi. Tanaman masih dapat tumbuh dan berbuah baik pada kisaran temperatur 8-38º C. Tanaman 4 xv akan mengalami kerusakan pada temperatur lebih dari 39º C, pembungaan terhambat (Soelistyari et. al., 2006).
Berdasarkan Kristanto (2005) dalam Wahyuni et al (2013) Buah naga masuk ke Indonesia pada dekade 90-an, dan mulai dikembangkan masyarakat pada awal tahun 2000, khususnya di Pasuruan, Jember, Mojokerto, dan Jombang. Buah naga termasuk buah pendatang baru yang cukup popular karena warnanya yang mencolok, memiliki rasa asam manis dan segar.
2. Taksonomi dan Morfologi
Buah naga berkulit kuning daging putih (Selenicereus megalanthus) memiliki taksonomi sebagai berikut:
Divisi : Magnoliophyta Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Caryophyllales Famili : Cactaceae Genus : Selenicereus
Spesies : 1. Hylocereus undatus (daging putih) 2. Hylocereus polyrhizus (daging merah)
3. Hylocereus costaricensis (daging merah super) 4. Selenicereus megalanthus (kulit kuning, tanpa sisik) (Anonim, 2008)
Tanaman buah naga merupakan jenis tanaman memanjat di habitat aslinya tanaman ini memanjat tanaman lainnya untuk menompang dan bersifat epifit masih bisa hidup meskipun akarnya ditanah dicabut karena masih bias memperoleh makanan dari udara melalui akar yang tumbuh dibatangnya.
Secara morfologis tanaman ini termasuk tanaman tidak lengkap karena tiadak memiliki daun. Berikut ini penjelasan lebih lanjut morfologi tanaman buah naga dari akar, batang dan cabang, bunga, bauh dan biji.
1) Akar
Akar tumbuhan buah naga tidak hanya tumbuh di pangkal batang di dalam tanah tetapi juga pada celah – celah batang, yang berfungsi sebagai pelekat sehingga tumbuhan dapat melekat atau memanjat tumbuhan lain atau pada tiang penyangga. Akar melekat ini dapat juga disebut akar udara atau akar gantung yang memungkinkan tumbuhan tetap dapat hidup tanpa tanah atau hidup sebagai epifit (Winarsih, 2007).
Perakaran tanaman buah naga sangat tahan dengan kekeringan dan tidak tahan genagan yang cukup lama. Kalau tanaman ini dicabut dari tanah, ia masih hidup terus sebagai tanaman epifit karena menyerap air dan mineral melalui akar udara yang ada pada batangnya (Kristanto, 2009)
Perakaran bersifat epifit, merambat dan menempel pada tanaman lain.
Dalam pembudidayaannya, dibuat tiang penompang untuk merambatkan batang tanaman buah naga ini. Perakaran buah naga tahan terhadap kekeringan tetapi tidak tahan dalam genangan air yang terlalu lama. Meskipun akar dicabut dari tanah, masih bisa hidup dengan menyerap makanan dan air dari akar udara yang tumbuh dari batangnya.
2) Batang dan cabang
Batang buah naga mengandung air dalam bentuk lendir dan belapiskan lilin bila sudah dewasa. Warnanya hijau kebiru – biruan atau ungu. Batang tersebut berukuran panjang dan bentuknya siku atau segi tiga. Batang dan cabang ini juga befungsi sebagai daun dalam proses asimilasi. Itulah sebabnya batang dan cabangnya berwarna hijau. Batang dan cabang mengandung cambium yang berfungsi untuk pertumbuhan tanaman (Kristanto, 2009).
Batang buah naga berwarna hijau kebiru – biruan atau keunguan. Batang tersebut berbentuk siku atau segitiga dan mengandung air dalam bentuk lender berlapiskan lilin bila sudah dewasa. Pada batang dan cabang tanaman ini tumbuh duri – duri yang keras dan pendek. Letak duri pada tepi siku – siku batang maupun cabang dan terdiri 4 – 5 buah duri setiap titik tumbuh.
3) Bunga
Bunga tanaman buah naga berbentuk seperti terompet, mahkota bunga bagian luar berwarna krem dan mahkota bunga bagian dalam berwarna putih bersih sehingga pada saat bunga mekar tampak mahkota bunga berwarna krem bercampur putih. Bunga memiliki sejumlah benang sari (sel kelamin jantan) yang berwarna kuning, bunga buah naga tergolong bunga hemaprodit, yaitu dalam satu bunga terdapat benang sari (sel kelamin jantan) dan putik (sel kelamin betina).
Bunga muncul atau tumbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip yang berduri. Sehingga dengan demikian, pada satu ruas batang tumbuh bunga yang berjumlah banyak dan tangkai bunga yang sangat pendek (Cahyono, 2009). Bunga buah naga berbentuk corong memanjang berukuran sekitar 30 cm dan akan mulai mekar di sore hari dan akan mekar sempurna pada malam hari. Setelah mekar warna mahkota bunga bagian dalam putih
bersih dan didalamnya terdapat benang sari berwarna kuning dan akan mengeluarkan bau yang harum.
4) Buah
Buah naga tergolong buah yang berdaging dan berair, bentuk buah bulat agak memanjang atau bulat agak lonjong . Kulit buah ada yang berwarna merah menyala, merah gelap dan kuning, tergantung dari jenisnya. Kulit buah agak tebal, yaitu sekitar 3 mm – 4 mm. Disekujur kulitnya dihiasi dengan jumbai – jumbai menyerupai sisik – sisik ular naga. Oleh karena itu buahnya disebut buah naga. Berat buah beragam berkisar antara 80 – 500 gram, tergantung dari jenisnya. Daging buah berserat sangat halus dan di dalam daging buah bertebaran biji – biji hitam yang sangat banyak dan berukuran sangat kecil. Daging buah ada yang berwarna merah, putih, dan hitam, terganting dari jenisnya. Buah berbentuk bulat panjang dan biasanya terlatak mendekati ujung cabang atau batang. Pada batang atau cabang biasanya lebih dari satu dan terkadang berdekatan. Kulit buah tebal sekitar 1 – 2 cm dan pada permukaan kulit buah terdapat sirip atau jumbai berukuran sekitar 2 cm.
5) Biji
Biji buah naga sangat banyak dan tersebar di dalam daging buah.
Bijinya kecil – kecil seperti biji selasih. Biji buah naga dapat langsung dimakan tanpa mengaggu kesehatan. Biji buah naga dapat dikecambahkan untuk benih (Winarsih, 2007). perbanyakan tanaman secara generative, tetapi cara ini jarang dilakukan karena memerlukan waktu lama sampai berproduksi.
Biasanya biji digunakan para peneliti untuk memunculkan varitas baru. Setiap buah mengandung lebih 1000 biji.
3. Syarat Tumbuh
Salah satu media tanam yang cocok bagi buah naga adalah dengan tanah. Sebelum buah naga di tanam ke dalam tanah, tanah yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Pengolahan tanah untuk buah naga tidak terlalu sulit. Namun, sebelum digemburkan tanahnya harus dibersihkan dari gulma terlebih dahulu. Hal ini sangat dianjurkan untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Setelah bersih, tanah digemburkan dengan cara dicangkul sedalam satu cangkulan, kemudian di bolak balik. Tanah yang sudah digemburkan selanjutnya dibuat lubang-lubang tanam.
Kondisi lingkungan tumbuh buah naga yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman buah naga seperti yang dinyatakan oleh Kristanto (2008), bahwa suhu yang ideal bagi tanaman buah naga antara 2600C-3600 C dan kelembaban yang dibutuhkan tanaman antara 70%-90%.
4. Jenis dan Varietas
Buah naga termasuk dalam kelompok tanaman kaktus atau family Cactaceae dan subfamily Hylocereanea. Dalam subfamily ini terdapat beberapa genus, sedangkan buah naga termasuk dalam genus Hylocereus.
Genus ini pun terdiri atas 16 spesies. Dua di antaranya memiliki buah yang komersial, yaitu Hylocereus unidatus (berdaging putih) dan Hylocereus costaricensis (daging merah). Berikut ini adalah jenis dan varietas dari buah naga :
a) Buah Naga Putih (Hylocereus undatus)
Buah naga putih atau Hylocereus undatus sudah lazim lagi di masyarakat. Ini karena buah naga jenis ini mudah dibudidayakan baik dalam pot maupun kebun. Kulit dari buah naga ini berwarna merah dan dagingnya berwarna putih, sehingga sangat kontras perbedaannya. Pada kulit buah terdapat sisik atau jumbai berwarna hijau dimana biji buah naga ini berwarna hitam. Daerah tumbuh yang ideal untuk buah naga putih adalah pada ketinggian kurang dari 400 mdpl.
Sayangnya, berat buah masak berkisar antara 450-600 gam. Lebih kecil dibanding buah naga merah.Rasanya juga tidak terlalu manis jika dibandingkan dengan buah naga lain, kandungan gulanya hanya 10-13%
biks. Briks adalah satuan untuk mengukur gula dalam larutan. Buah naga jenis ini lebih banyak dikembangkan di negara-negara produsen utama buah naga karena buahnya cenderung lebih banyak diekspor.
b) Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Secara fisik hampir mirip dengan buah naga putih. Tapi,warna kulit buah naga jauh lebih merah pekat. Dagingnya berwarna merah marun.
Tekstur daging buahnya lebih berair daripada buah naga putih.
Tanamannya lebih kekar disbanding buah naga putih. Duri pada batang dan cabang berjarak lebih rapat, buah naga jenis ini cenderung berbunga sepanjang tahun. Tingkat keberhasilan bunga hanya 50% sehingga produktivitas buahnya tergolong rendah. Lokasi penanaman buah naga merah yang ideal pada ketinggian rendah sampai sedang. Buah naga jenis ini lebih banyak dikembangkan di Cina dan Australia.
Memiliki berat buah rata-rata hanya sekitar 400 gram. Kadar gulanya 13-15% briks sehingga rasanya lebih manis daripada buah naga putih. Harganya bisa sampai dua kali lipat. Saking manisnya, buah naga merah dijadikan olahan jus buah atau smoothie.
c) Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis)
Hampir mirip dengan buah naga merah, namun memiliki warna daging buah yang lebih merah. Batangnya juga lebih besar daripada buah naga merah, dimana batang dan cabangnya akan berwarna loreng saat berumur tua. Buah naga ini sedang banyak digemari petani karena dianggap paling laku. Rasanya manis dan tidak langu. Kadar kemanisannya yaitu 13-15 briks dengan berat buahnya sekitar 400-500 gram. Tanamannya sangat menyukai daerah yang panas dengan ketinggian rendah sampai sedang.
d) Buah Naga Kuning (Selenicereus megalanthus)
Perbedaan pada buah naga yang satu ini sangat mencolok. Mulai dari warna kulitnya yang memang kuning cerah dan dagingnya yang berwarna putih. Kalau orang tak melihat bagian kulitnya, pasti menyangka ini buah naga putih. Buah naga kuning atau dikenal sebagai Selenicereus megalanthus berukuran lebih kecil dibandingkan buah naga lainnya. Buah ini masih belum banyak yang membudidayakan sehingga tergolong buah langka. Kalau pun ada, di swalayan, harganya cukup mahal.
Rasanya lebih manis dibandingkan buah naga yang lain. Kandungan gulanya 15-18% briks. Buah yang dijuluki yellow pittaya ini mempunyai kandungan sakrosa dan fruktosa yang sangat tinggi. Ukuran buah naga kuning bisa dibilang lebih kecil dibandingkan dengan buah naga jenis lain, hanya segenggaman tangan, sekitar 80-100 gram.
Harga yang mahal dan ukuran yang kecil membuat buah ini kurang populer di indonesia. Bibitnya juga agak susah di Indonesia.
Pertumbuhan tanaman ini akan optimal bila ditanam di daerah dingin dengan ketinggian tempat lebih dari 800 mdpl.
e) Buah Naga Hitam
Buah naga hitam tergolong pendatang baru di dunia pertanian Indonesia. Pertama kali dikembangkan di Indonesia yang dirintis oleh tokoh bernama Prof. Dr. Ir. AP Kusumaningrat. Kediri merupakan kota yang menjadi tempat budidaya buah naga hitam saat pertama kali masuk ke Indonesia.
Sebenarnya, buah naga hitam merupakan hasil persilangan dari buah
naga super red yang dipelihara dengan
pemberianpupuk Black Natural atau pupuk hitam. Pupuk tersebut terdiri dari komposisi, kotoran sapi, cengkeh limbah pabrik rokok, ampas jamu dan abu sekam. Adanya campuran tersebut membuat buah naga hitam
mengandung banyak betakaroten sehingga warna daging buah nampak lebih pekat.
Secara fisik, bentuknya sama dengan buah naga pada umumnya.
Kulit buah naga hitam tetap berwarna merah. Ciri khusus terletak pada sisiknya yang besar. Pohon buah naga hitam juga sama dengan pohon buah naga lainnya.
Perbedaan yang mencolok hanya pada daging buahnya. Sebenarnya tidak berwarna hitam legam, tapi lebih ke warna merah sangat pekat sekali, sehingga nampak mendekati hitam. Cara membudidayakannya pun sama dengan cara membudidayakan buah naga pada umumnya. Poin utamanya, terletak pada pupuk hitam yang digunakan. Pupuk inilah yang membuat buah naga hitam tercipta.
f) Buah Naga Orange
Buah ini masih satu keluarga dengan buah naga kuning.
Bedanya warna daging buahnya. Warna daging buah naga orange adalah merah bukan putih seperti buah naga kuning.
Sayangnya buah naga orange masih langka baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kebanyakan bibit yang dijual masih berupa biji bijian, bukan stek.
5. Kandungan Gizi
Kandungan Gizi Jumlah per 100 g % AKG Harian
Air 87 g NA
Protein 1.1 g 2,1%
Lemak 0,4 g NA
Karbohidrat 11,0 g 3,4%
Serat 3 g 12%
Vitamin B1 (Tiamin) 0,04 mg 2,7%
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,05 mg 2,9%
Vitamin B3 (Niacin) 0,16 mg 0,8%
Vitamin C (Ascorbic Acid) 20,5 mg NA
Kalsium (Ca) 8,5 mg 0,9%
Besi (Fe) 1,9 mg 10,6%
Fosfor (P) 22,5 mg 2,3%
Buah naga memilki kandungan gizi yang sangat kaya. Meskipun rasanya manis dan tidak asam, buah naga ini mempunyai kadar vitamin C tiga kali lipat dari wortel atau hampir setengah dari vitamin C jeruk plus mengandung zat besi,kalsium, dan fosfor yang sangat bagus untuk tulang.
Secara umum, kandungan nutrisi dari buah naga adalah: Air 90,20%
,Karbohidrat 11,50%, Protein 0,53% ,Lemak 0,40%, Serat 0,71%, Calcium 6-10 mg/100g, Fosfor 8,70%, Vitamin C: 9,40%. Berikut ini adalah kandungan gizi setiap 100 gram buah naga :
6. Khasiat/Manfaat
Buah naga merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secara rutin. Mulai dari batang buah naga, daging
buah naga, sampai dengan kulit buah naga juga memiliki banyak kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat. Dokter juga sangat merekomendasikan buah naga merah, sebagai buah konsumsi yang bisa digunakan untuk terapi dalam penyembuhan suatu penyakit. Berikut beberapa manfaat dari buah naga :
Buah naga merah membantu menyembuhkan penyakit kanker,
kandungan vitamin kompleksnya, sudah direkomendasikan oleh dokter sebagai buah terapi penyembuhan kanker
Mempercantik penampilan, dengan kandungan vitamin C nya yang tinggi, buah naga merah membantu menjaga kesehatan kulit, bahkan buah dan kulitnya juga bisa digunakan sebagai bahan lulur.
Karena rasa manis buah naga merah bukan berasal dari glukosa, maka buah naga merah juga bisa untuk membantu menyembuhkan penyakit diabetes.
Menjaga kesehatan dan stamina, dengan kandungan antioksidan dan vitaminnya.
Mencegah penyakit osteoporosis atau pengapuran tulang, karena buah naga merah mengandung banyak kalsium organik.
Mengandung vitamin B3 yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan untuk menyembuhkan penyakit batuk dan asma hingga dapat mengatasi tekanan darah tinggi.
Perlindungan lingkungan. Buah naga menyerap C02 di malam hari dan melepaskan oksigen untuk membersihkan udara.
7. Budidaya
Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam.
a. Pembuatan Tiang Panjat
Tiang panjat dibuat dari besi bangunan yang di las pada drum besi minyak sebagai potnya.
b. Pengolahan Tanah
Campurkan 10 kg pasir dengan tanah untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak 300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata. Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering.
Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang.
Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.
c. Penanaman
Satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Gali tanah disesuaikan dengan ukuran bibit.
Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan. Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm.
Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.
d. Pemupukan dan Perawatan
Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah
naga, karena sering mengakibatkan busuk batang. Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.
Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah. Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.
Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman dan pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok.
Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.
Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam.
Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam.
Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.
Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap.
Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.
8. Panen dan Pasca Panen a. Panen
Pemanenan buah naga dilakukan ketika kulit buah naga berwarna merah merata dan telah masak optimal. Pemanenan buah biasanya menggunakan gunting agar pangkal buah dan pilar tidak rusak. Sebelum diadakannya pemanenan buah ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan yaitu pemilihan buah siap petik dan cara pemetikan. Jika salah satu tidak diperhatikan maka akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas buah. Pemilihan buah siap petik sangat diperlukan untuk mendapatkan buah dengan kualitas baik dengan masak panen. hal ini dilakukan agar konsumen puas dengan buah yang dibeli atau ditanamannya. Untuk pemanenan pertama waktu yang digunakan biasanya 11 bulan dan buah yang diambil pertanaman hanya 2. Kriteria buah yang dipanen yaitu yang mempunyai tanda – tanda buah yang yang warna kulitnya sudah menjadi merah tua atau merah mengkilap, mahkota bunga sudah mengerut atau mengecil dan jumbai buah sudah berubah menjadi kemerahan. Jika sudah mengetahui ciri – ciri buah yang telah masak panen langkah selanjutnya yaitu pemetikan buah. Pemetikan buah ini ada cara atau tehnik agar tidak merusak buah dan pilar. Kesalahan dalam pemetikan buah akan mempengaruhi harga jual buah naga sehingga keuntungan yang didapat
petani tidak dapat maksimal. Pemetikan buah dilakukan dengan cara memotong buah pada tangkainya menggunakan gunting pangkas.
Pemotongan buah naga menurut letak buahnya ada dua jenis yaitu pemotongan buah yang menempel pada cabang dan pemotongan buah bertangkai panjang. Pemetikan buah yang menempel pada cabang ini perlu dilihat betul posisi buah yang akan dipetik agar tidak merusak buah. Buah yang akan dipetik dipegang dan digerakkan kekanan dan kekiri lalu keatas dan kebawah. Hal itu dilakukan untuk memperhatikan bagian yang paling mudah untuk memotong buah. Jika buah menempel erat pada cabang atau batang maka pemotongan dilakukan dari samping disekitar buah naga yang akan dipetik, buah seperti ini biasanya berbentuk bulat dan membesar.
posisi yang kedua yaitu pemotongan buah yang bertangkai panjang. Pada pemotongan buah ini merupakan pemotongan yang paling mudah dilakukan karena dapat dilakukan dari segala arah. Buah yang memiliki tangkai agak panjang ini biasanya buahnya berbentuh sedikit agak lonjong.
Untuk pementikannya sendiri buah yang yang akan dipetik dipegang dengan tangan lalu gunting pangkas diletakkan diantara buah dan cabang dan digunting. Buah yang seperti ini merupakan buah yang paling mudah dipanen. Untuk pemanenan waktu tidak ditentukan yang paling penting yaitu air yang ada pada pilar sudah berkurang. Waktu pemanenan tidak mempengaruhi kwalitas buah yang paling penting buah hasil panen segera diletakkan pada daerah yang teduh dan tidak terkena sinar mata hari langsung.
b. Pasca Panen
Penanganan pascapanen adalah tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada tahapan pascapanen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen atau diolah lebih lanjut oleh industri.
Buah naga dipanen secara manual. Indeks kematangan yang digunakan adalah perubahan warna kulit buah menjadi merah hampir penuh, indeks panen lainnya mencakup konten larut padatan (SSC),
titratable keasaman (TA), dan minimal 32 hari setelah berbunga (Siddiq, 2012). Grade buah umumnya dinilai berdasarkan ukuran dan warna.
Ukuran grade yang disarankan untuk Vietnam adalah sebagai berikut:
sangat besar dengan berat lebih besar dari 500 g (1.1 lb), besar 380-500 g (0,84-1,1 lb), biasa 300-380 g (0,66-0,84 lb), medium 260-300 g (0,57-0,66 lb), grade kecil dengan berat kurang dari 260 g.
Suhu penyimpanan yang direkomendasikan untuk buah naga utuh adalah 10 °C (50 ° F), karena suhu 6 ° C (42,8 ° F) dapat menyebabkan chilling injury (Nerd et al., 1999). Buah naga memiliki umur penyimpanan sekitar 14 hari pada suhu 10 ° C (50 ° F). Buah naga H. polyrhizus yang dipanen pada saat warnanya hampir merah sempurna, akan dapat mempertahankan kualitasnya selama 14 hari pada suhu 14ºC, atau 7 hari pada 20ºC (Nerd et al. 1999). Hal ini terjadi karena adanya peningkatan laju respirasi buah naga seiring peningkatan suhu penyimpanan. Purwanto (2011) menyatakan bahwa laju respirasi buah naga pada suhu penyimpanan 10ºC, 15ºC, dan suhu ruang berturut turut yakni 4.15 ml/kg.jam CO dan₂ 3.95 ml/kg.jam O , 9.94 ml/kg.jam CO dan 8.75 ml/kg.jam O , 16.72₂ ₂ ₂ ml/kg.jam CO dan 16.72 ml/kg.jam O .₂ ₂
Chilling injury, kerusakan mekanik, dan kehilangan air adalah tiga masalah utama buah naga. Buah yang lebih matang lebih rentan terhadap kerusakan mekanis. Selain itu buah naga juga mengalami kerusakan akibat mikroba dan patogen. Telah dilaporkan penyakit berasal dari bakteri (Xanthomonas campestris). dan jamur (Dothiorellaspp.). Penyakit pasca panen telah dikaitkan dengan Fusarium lateritium, Aspergillus niger, dan Aspergillus flavus (Robert, 2014).
Sedangkan buah naga yang telah diolah minimal dan dikemas pada kemasan microperforated selama penyimpanan 10 hari pada suhu 6º C (Siddiq, 2012). Menurut Robert (2014) menyatakan bahwa buah naga yang tersedia sebagai produk segar di pasar Asia Tenggara dengan nampan
dengan over-wrap dapat disimpan pada suhu 4 ° C (39,2 ° F) berpotensi dapat disimpan selama 8 hari.
Penggunaan pelapis edible yang sesuai pada buah naga potong segar dapat lebih meningkatkan kualitas dan memperpanjang umur simpan.
Lama penyimpanan yang sesuai sebelum persiapan pengolahan minimal adalah 2-4 hari setelah panen pada suhu kamar, seperti yang dinilai oleh makan dan penampilan eksternal (Siddiq, 2012).
D. PROSEDUR KERJA 1) Teh Kulit Buah Naga
a. Alat
Pisau
Telenan
Wadah
b. Bahan
Kulit buah naga c. Cara Kerja
1. Kulit buah naga merah atau putih diiris-iris menjadi potongan kecil- kecil 0,5 cm kemudian dilakukan pengeringan, dengan variasi perlakuan : menggunakan oven drying, rak pengering menggunakan plastic UV, dan dengan penjemuran langsung dibawah sinar matahari.
2. Pengeringan dilakukan sebagai berikut dengan menggunakan : a. Oven; suhu38 0C,waktu 8 jam.
b. Rak pengering dengan plastik UV; suhu 30-35o C, waktu 20 jam dan c. sinar matahari; suhu 30-35oC waktu24 jam
d. Bagan Cara Kerja
Kulit buah naga diiris menjadi potongan kecil kira- kira 0,5 cm
dikeringkan dengan oven drying, rak pengering dengan plastik UV, atau dijemur di panas matahari langsung
Setelah kering lalu diseduh di air hangat dengan ditambah gula sesuai selera dan siap dihidangkan
2) Mie Buah Naga a. Alat
Blender
wadah/baskom
sendok/pengaduk
penggiling adonan b. Bahan
250 gr terigu protein tinggi
1 btr telur
50-60 ml jus buah naga
1 sdt garam
secukupnya Tapioka/terigu utk taburan
Buat jus buah naga dulu : Blender ±70gr buah naga+air secukupnya, kemudian saring
c. Cara kerja
1. Mencampurkan terigu dengan garam dan aduk rata. Menambahkan telur, lalu menuang jus buah naga sedikit-sedikit sambil terus diuleni.
2. Menggiling adonan dengan pasta maker di no.1 berulang kali-lipat, lanjut giling di no.2 begitu seterusnya sampai berhenti di no.4 atau ketebalan sesuai selera masing-masing.
3. Jika sudah jadi lembaran mie taburi permukaannya dengan tepung secukupnya agar tidak saling lengket, lalu memasukkan adonan ke pemotong mie.
Catatan : Sebelum di olah, rebus mie di air mendidih+sedikit minyak. Masak kurleb 3menit sampai agak mengembang. Angkat& tiriskan. Kemudian mie siap di olah jadi mie rebus/mie goreng. Untuk penyimpanan mie mentah,
simpan dalam plastik food grade/wadah kedap udara lalu bekukan di dlm freezer tahan 1-2bulan.
4. Bagan Cara Kerja
3) Kripik Buah Naga a. Alat
Pisau
Wajan
Telenan
Sendok
Kompor
b. Bahan
Buah naga sebanyak 10kg
minyak goreng sebanyak 3 lt
gula pasir sebanyak 350 gram
garam halus sebanyak 100 gram
kapur sirih sebanyak 200 gram
Air bersih secukupnya
c. Cara Kerja
1. Siapkan buah naga, ambil dagingnya saja dan pisahkan dari kulitnya.
Kulitnya jangan dibuang karena bisa diolah menjadi makanan juga, misalnya dibuat masakan tumis kulit buah naga yang tak kalah lezat dan bisa juga dijadikan keripik kulit buah naga.
2. Potong daging buah naga dengan ukuran sedang, jika terlalu tipis akan hancur.
3. Campurkan kapur sirih dengan air secukup nya, aduk hingga merata.
4. Masukkan potongan buah naga ke dalam air kapur sirih dan tunggu selama 3 jam agar keripik menjadi renyah.
5. Setelah 3 jam, potongan buah naga dicuci dengan air bersih dan tiris, kemudian keringkan hingga benar-benar kering.
6. Potongan buah naga yang sudah kering dimasukkan ke dalam mesin vacuum frying yang telah di isi minyak sebelumnya.
7. Tunggulah hingga minyak yang dimasukkan ke dalam mesin tersebut tidak berbuih, itulah tanda bahwa keripik buah naga sudah matang.
8. Keripik atau kerupuk yang sudah matang diangkat dan ditiris dengan mesin peniris minyak.
9. Rebus gula pasir dan garam di dalam air mendidih secukupnya, aduk terus larutan tersebut hingga merata dan larut.
10.Masukkan buah naga ke dalam rebusan gula tersebut dan aduk hingga merata.
11.Tunggu hingga keripik buah naga dingin.
12.Keripik buah naga sudah siap dipacking ataupun dikonsumsi langsung.
d. Bagan Cara Kerja
Potong daging buah naga dengan ukuran sedang, jika terlalu tipis akan hancur.
4) Sirup Buah Naga a. Alat
Pisau
Saringan
Panic
sendok/pengaduk
wadah
blender
mesin cup sealer manual
kompor
gelas plastic/gelas takar Masukkan potongan buah naga ke dalam air kapur sirih yang
telah dicampur air dan tunggu selama 3 jam agar keripik menjadi renyah.
Masukkan buah naga ke dalam rebusan gula tersebut dan aduk hingga merata.
Rebus gula pasir dan garam di dalam air mendidih secukupnya, aduk terus larutan tersebut hingga merata dan
larut.
Keripik atau kerupuk yang sudah matang diangkat dan ditiris dengan mesin peniris minyak
Tunggulah hingga minyak yang dimasukkan ke dalam mesin tersebut tidak berbuih, itulah tanda bahwa keripik buah naga sudah matang.
Setelah 3 jam, potongan buah naga dicuci dengan air bersih dan tiris, kemudian keringkan hingga benar-benar kering.
Potongan buah naga yang sudah kering dimasukkan ke dalam mesin vacuum frying yang telah di isi minyak sebelumnya.
b. Bahan
Buah naga 1 kg
Essence (rasa buah leci) 30ml
Air 15 liter
Garam secukupnya
Gula pasir 0,5 kg
Asam sitrat setengah sendok the
Natrium benzoat 0,5-1%
c. Cara Kerja
1. Belah buah naga menjadi dua, kemudian ambil dagingnya.
2. Daging buah naga di potong-potong kemudian di blender. Kemudian saring jus buah naga dengan menggunakan saringan yang halus untuk memisahkan bijinya yang sangat halus.
3. Rebus air dengan menggunakan panci, kemudian masukan jus buah naga yang telah di saring.
4. Setelah mendidih masukkan gula pasir, essence, garam secukupnya, natrium benzoat, asam sitrar, aduk hingga rata. Bila menggunakan buah naga daging putih sebaiknya tambahkan pewarna agar tampak lebih menarik.
5. Dalam keadaan masih mendidih kemudian dikemas dengan menggunakan mesin cup sealer. Pengemasan tidak boleh saat larutan menjadi dingin dibawah suhu 800 Pengemasan di bawah suhu tersebut akan menyebabkan produk menjadi cepat rusak terkontaminasi oleh mikroba. Pengemasan harus rapat dan rapi tidak ada yang bocor.
d. Bagan Cara Kerja
5) Kue Kering Buah Naga a. Alat
Wadah/baskom
sendok/pengaduk
oven
blender
loyang
b. Bahan
250 gr tepung terigu
100 gr gula halus
250 gr mentega
100 gr keju parut
100 gr buah naga dijus tanpa air
2 bngkus vanili
1 bngkus susu dancow
2 btir kuning telur
Chocochips untuk toping c. Cara Kerja
1. Mencampurkan mentega, jus buah naga, gula halus, dan vanili, lalu.mixer,setelah itu menambahkan kuning telur dan mixer lagi
2. Menambahkan terigu dan susu dan keju parut sampai tercampur rata
3. Mencetak dengan mengunakan spuit dan beri toping chocochips lalu panggang sampai matang
4. Kalau sudah matang angkat dan simpan toples kalau sudah dingin d. Bagan Cara Kerja
6) Dodol Buah Naga a. Alat
Parutan
Panci
Pengaduk
Waskom
Pisau
Plastic
Daun Pisang Kompor b. Bahan
1 kg buah naga cincang
600 gr gula pasir
500 gr tepung ketan kering sangarai
250 gr tepung beras sangrai
25 gr jahe parut
1,5 kelapa ukuran sedang c. Cara Kerja
1. Parut kelapa dan rebus ambil kanilnya
2. Campur tepung ketan, tepung beras, buah naga cincang, parutan jahe.kemudian.uleni sampai buah naga hancur dan rata
3. Rebus santan kanil sampai terlihat minyaknya kemudian memasukkan gula 4. Kembali aduk dengan api kecil jika gula sudah larut, memasukkan campuran
tepung tadi
5. Aduk terus sampai matang dengan api kecil
6. Mengetahui matang dengan daun pisang.jika tidak lengket berarti sudah matang..atau aduk selama 4 jam..agar dodol lebih tahan lama
7. Bungkus sesuai selera d. Bagan Cara Kerja
Parut kelapa dan rebus ambil kanilnya
Campur tepung ketan, tepung beras, buah naga
cincang, parutan jahe
Diuleni hingga buah naga hancur
7) Churros Buah Naga a. Alat
Blender
Saringan
Panci
Balon Whisk
baskom
Kulkas
Wajan
Pengaduk
Sutil
Cetakan b. Bahan
150 gr tepung (ayak)
3 sdm mentega
1 sdm gula
100 ml air
½ buah buah naga
2 butir telur
Vanilli Secukupnya
Gula halus untuk taburan churros secukupnya c. Cara Kerja
Aduk selama 4 jam, lalu kemas sesuai selera Mencampurkan dengan
adonan sebelumnya
Aduk terus sampai matang dengan api kecil Rebus santan kanil sampai
terlihat minyaknya dan masukkan gula
1. Blender buah naga bersama 100 ml air, kemudian saring (blender jangan terlalu lama, karena nanti biji buah naga bisa ada yang hancur)
2. Masukkan kedalam panci, buah naga yang telah di blender, mentega, gula, kemudian masak hingga mendidih
3. Ketika sudah mendidih langsung masukkan tepung dan langsung aduk sampai adonan rata. (ketika tepung sudah masuk matikkan kompor), kemudian diamkan adonan hingga dingin.
4. Setelah dingin, masukan 2 butir telur, aduk sampai adonan rata dan agak lembek
5. Setelah itu cetak menggunakan cetakan kue yang memiliki cetakan ujung berbentuk bintang. Cetak memanjang sesuai selera.
6. Setelah di cetak masukkan kedalam freezer 45 menit, untuk memudahkan proses penggorengan agar hasilnya lebih crispy
7. Goreng sampai kecoklatan dan crispy, tiriskan sebentar. Selagi panas gulung diatas gula halus. sajikan bersama cokelat (optional)
d. Bagan Cara Kerja
8) Stik Buah Naga a. Alat
Pisau
Blender
Baskom/mangkok
Rolling pan
Penggiling pasta
b. Bahan
100 gram buah naga
150 gram tepung protein rendah (kunci biru)
50 gram tepung tapioca
10 gram susu bubuk
1 sdm gula halus
1 sdt garam
1 sdt baking powder
½ sdt kaldu ayam
1 butir telur
25 gram margarin
c. Cara Kerja
1. Kupas buah naga, kemudian blender menjadi larutan.
2. Ayak tepung terigu tan tapioka, tambahkan susu bubuk, gula, garam, BP dan kaldu, aduk rata. Tambahkan telur dan margarin, adu lagi, kemudian tuang larutan buah naga sedikit demi sedikit sampai adonan menggumpal dan bisa dibentuk.
3. Ambil segenggam adonan, gilas dengan rolling pan, ketebalan sesuai selera tapi jangan terlalu tipis. Kemudian potong-potong atau iris-iris memanjang, boleh juga pakai penggiling pasta. Pindahkan di wadah yang sudah ditaburi tepung.
4. Goreng adonan kedalam minyak panas dengan api sedang, bolak balik supaya matangnya merata. Setelah tekstur mengeras dan warnanya merah kecoklatan angkat, lalu tiriskan.
5. Sajikan atau simpan didalam toples setelah dingin.
d. Bagan Cara Kerja
9) Selai Buah Naga a. Alat
Pisau
Teflon
Garpu
Panci
Botol selai
b. Bahan
300 gram buah naga merah
5 sdm gula pasir
1 sdm tepung maizena
¼ buah nanas parut
3 sdm air jeruk nipis
c. Cara Kerja
Kupas buah naga lalu diblender
Ayak tepung terigu tan tapioka, tambah susu bubuk, gula, garam, BP dan kaldu,
aduk rata. Tambah telur dan margarin
Gilas adonan dengan rolling pan.
kemudian potong memanjang, dapat menggunakan penggiling pasta
goreng adonan dalam miyak panas hingga warna merah kecoklatan
1. Kupas buah naga, potong-potong kecil, lumatkan dengan garpu, taruh di teflon tambahkan nanas, masak dengan api sedang sampai mendidih. Aduk- aduk hingga airnya menyusut.
2. Tambahkan, gula, air jeruk nipis, aduk rata hingga gula larut dan tercampur rata.
3. Masukkan tepung maizena, aduk rata hingga selai mengental. Angkat, biarkan dingin.
4. Setelah dingin,lalu masukkan selai ke dalam wadah yg bersih d. Bagan Cara Kerja
10) Pudding Susu Buah Naga a. Alat
kupas buah naga, potong kecil, lalu lumatkan dengan garpu
masukkan ke teflon, tambahkan buah nanas, masak dengan api sedang hingga
mendidih. aduk hingga air menyusut
tambah gula, air jeruk nipis, kemudian aduk hingga tercampur rata
masukkan tepung maizena lalu aduk hingga selai mengental
masukkan ke dalam wadah selai
Blender
Cetakan pudding
Panci
Baskom/mangkok b. Bahan
1) Pudding buah naga
2 buah naga yang telah dihaluskan
550 ml air
1 sachet tepung agar-agar
6 sdm gula pasir (sesuai selera masing-masing) 2) Pudding Susu
700 ml susu cair UHT
1 sachet tepung agar-agar
4 sdm gula pasir (sesuai selera masing-masing) c. Cara Kerja
1. Campurkan semua bahan pudding buah naga
2. Masak hingga mendidih, lalu tiriskan dicetakan pudding (jangan terlalu penuh, karena masih ditambahkan pudding susu). Diamkan hingga dingin, dapat dimasukkan kulkas selama ±15 menit agar lebih cepat dingin.
3. Masak pudding susu. Campurkan semua bahan pudding susu. Masak hingga mendidih.
4. Jika sudah mendidih, tuangkan pudding susu diatas cetakan pudding buah naga awal. Biarkan hingga dingin. Lalu masukan ke kulkas hingga mengeras semua.
d. Bagan Cara Kerja
11) Es Krim Buah Naga a. Alat
Blender
Panci
Wadah es krim
Mixer b. Bahan
1 buah naga merah yang telah dihaluskan
500 ml susu cair
100 gram gula pasir
3 sdm SKM
3 sdm tepung maizena
2 sdm SP (pengemulsi)
c. Cara Kerja
1. Menyiapkan bahan-bahan. Blender buah naga merah hingga halus.
2. campurkan buah naga yang sudah diblender, susu cair, tepung maizena dan SKM. Masak dengan api sedang sambal terus diaduk hingga mendidih.
3. Masukan ke wadah, diamkan hingga panasnya hilang, masukan ke freezer semalaman
Campur bahan untuk puding buah naga. Masak hingga mendidih, tiriskan dalam cetakan. Diamkan hingga dingin
campurkan semua bahan puding susu.
masak hinga mendidih
tuangkan puding susu diatas puding buah naga
4. Setelah set adonan tadi, keluarkan dari freezer hingga agak lunak
5. Tempatkan di wadah yang cukup besar karena bahan ini akan mengembang, beri SP pengemulsi lalu mixer ±10menit
6. Setelah cukup mengembang, taruh diwadah dan masukan kembali ke freezer.
Setelah beku, ice cream siap dihidangkan.
d. Bagan Cara Kerja
12) Donat Buah Naga a. Alat
Loyang
Tatakan
Wajan
Plastic wrap/kain serbet b. Bahan
Campur buah naga yang sudah diblender, susu cair, tepung maizena dan SKM. Masak dengan api
sedang sambal terus diaduk hingga mendidih
Masukan ke wadah, diamkan hingga panasnya hilang, masukan ke freezer semalaman
Setelah set adonan tadi, keluarkan dari freezer hingga agak lunak. Tempatkan di wadah yang cukup besar karena bahan ini akan mengembang,
beri SP pengemulsi lalu mixer ±10menit
Setelah cukup mengembang, taruh diwadah dan masukan kembali ke freezer. Setelah beku, ice
cream siap dihidangkan
250 gram tepung terigu
½ buah naga ukuran sedang yang telah dihaluskan
1 butir telur
1 sdt ragi instan
1 sachet susu bubuk
3 sdm gula kastor
50 gram margarin
c. Cara Kerja
1. Campur semua bahan, uleni adonan hingga kalis. Bila masih terasa kering bisa ditambahkan air hangat sedikit. Diamkan adonan selama kurang lebih 50 menit hingga tekstur mengembang dua kali lipat. Jangan lupa ditutup dengan plastik wrapping/kain sarbet.
2. Tinju-tinju adonan, kemudian bentuk donut sesuai selera. Taburi tatakan dengan tepung secara tipis supaya adonan tidak lengket. Diamkan dan tutup lagi selama kurang lebih 20 menit.
3. Panaskan minyak, lalu kecilkan api. Minyaknya harus banyak. Jika donat bentuk bulat berlubang tengah putar-putar di dalam minyak dengan bantuan sumpit. Setelah bagian bawah keemasan, balik donat. Cukup sekali balik supaya tidak menyerap minyak. Tiriskan.
4. Sajikan donut dengan topping gula donat atau sesuai selera.
d. Bagan Cara Kerja
13) Putu Ayu Buah Naga a. Alat
Cetakan
Parutan Kelapa
Pengukus
Mixer
Solet
Waskom
Serbet
b. Bahan
125 gr terigu segitiga
25 gr maizena
125 gr gula pasir
2 butir telur
1 sdt SP
1/3 sdt garam halus
Campur semua bahan, uleni adonan hingga kalis.
Diamkan adonan selama kurang lebih 50 menit hingga tekstur mengembang dua kali lipat. Tutup
dengan plastik wrap/kain serbet
Tinju-tinju adonan, kemudian bentuk donut sesuai selera. Taburi tatakan dengan tepung secara tipis supaya adonan tidak lengket. Diamkan dan tutup
lagi selama kurang lebih 20 menit.
goreng adonan donat ke dalam minyak panas, goreng sekali balik saja.
Sajikan donut dengan topping gula donat atau sesuai selera.
100 ml susu + 50 gr buah naga blender menjadi 1 Taburan
100 gr kelapa parut
Sejumput garam c. Cara Kerja
1. Siapkan kelapa parut, beri garam lalu dikukus sampai matang. Lalu siapkan cetakan yg diberi minyak goreng dan diberi kelapa parut sambil ditekan- tekan supaya padat.
2. Kocok dengan mixer, gula pasir, telur dan SP sampai adonan mengembang dan berjejak. Masukkan terigu bergantian dengan susu. Aduk dengan solet sampai rata. Jangan lupa disaring terlebih dahulu supaya bijinya tidak ikut dalam adonan.
3. Panaskan pengukus, lalu kukus adonan selama 10 menit. Jangan lupa tutupnya dilapisi menggunakan serbet supaya air tidak menetes.
4. Adonan yang sudah matang akan berwarna oranye lalu angkat. Hilangkan uap panasnya kemudian dilepas dari cetakannya.
d. Bagan Cara Kerja
14) Permen Buah Naga a. Alat
Loyang
Waskom
Panci
Pengaduk
Pisau
plastik b. Bahan
250 ml air
250 ml gula pasir
7 gr agar agar plain
15 gr nutrijel strowbery atau yang lain boleh
2 buah naga kecil / kalau yang besar 1 saja c. Cara Kerja
1. Siapkan semua bahan, dan takar air 250 ml dan gula 250 ml. Hancurkan buah naga dengan garpu atau balon whis sampai hancur tidak terlalu halus kemudian sisihkan
2. Ambil panci, memasukan air, gula, buah naga, agar-agar, nutrijel, aduk rata kemudian nyalakan apinya, masak hingga mendidih, sambil diaduk-aduk, dengan menggunakan api kecil yaa
3. Kemudian matikan kompor, tunggu 1 menit baru asam sitrat dari nutrijel masukkan, aduk rata
4. Siapkan loyang yang sudah dibasahi air terlebih dahulu kemudian tuangkan adonan permen, biarkan hingga dingin, tunggu sampai benar-benar mengeras 5. Jika sudah mengerasi, potong dan kemas sesuai selera.
d. Bagan Cara Kerja
15) Cake Buah Naga a. Alat
Ayakan
Mixer
Spatula
Loyang tulban 18
Piring
Panci
Sendok
Pisau b. Bahan
1/2 buah dragon fruit
100 ml susu cair full cream
4 btr telur
170 gr gula pasir
1/2 sdt SP
200 gr tepung terigu serbaguna
20 gr tepung maizena
1/4 sdt garam
50 gr butter/margarin, cairkan c. Cara Kerja
1. Menyiapkan loyang tulban 18 cm, olesi margarin dan taburi tepung.
Memanaskan oven 10 menit sebelumnya.
2. Blender dragon fruit dan susu cair sampai halus. Mengayak terigu, maizena dan garam, sisihkan.
3. Mixer telur, gula dan SP dengan speed tinggi sampai kental berjejak
4. Turunkan speed terendah lalu masukkan terigu bergantian dengan dragon fruit. Mixer hingga rata. Matikan mixer, memasukkan butter/margarin cair, mengaduk balik dengan spatula. Pastikan tidak ada cairan yg mengendap.
5. Menuang adonan kedalam loyang. Hentakkan sekali utk mengeluarkan udara yg terperangkap. supaya cake tidak berlubang oven suhu 180° api atas bawah selama 25 menit lalu matikan api atas, lanjut oven lagi menggunakan api bawah 10 - 15 menit.
6. Mengeluarkan dari oven, membiarkan loyang dingin lalu sisir pelan-pelan dengan pisau pinggirnya. Keluarkan cake. Potong dan sajikan.
d. Bagan Cara Kerja
Blender dragon fruit dan susu cair sampai halus. Mengayak terigu,
maizena dan garam, sisihkan Menyiapkan loyang tulban 18 cm,
olesi margarin dan taburi tepung.
Memanaskan oven 10 menit
E. PENGEMASAN PRODUK
Kemasan atau packaging adalah ilmu, seni dan teknologi yang bertujuan untuk melindungi sebuah produk saat akan dikirim, disimpan atau dijajakan atau bisa juga suatu proses produksi yang bertujuan untuk mengemas (kbbi.web.id, diakses 25 April 2016). Pengemasan merupakan salah satu proses penting untuk mencegah dan mengurangi kerusakan serta melindungi produk dari bahaya pencemaran dan gangguan fisik terhadap produk (Hambali dkk, 2005). Packaging merupakan upaya manusia untuk mengumpulkan sesuatu yang berantakan ke dalam satu wadah serta melindunginya dari gangguan cuaca (Widiatmoko dalam Dwi Arum, 2013).
Turunkan speed terendah lalu masukkan terigu bergantian
dengan dragon fruit. Mixer hingga rata. Matikan mixer, memasukkan butter/margarin
cair, mengaduk balik dengan spatula.
Mixer telur, gula dan SP dengan speed tinggi sampai kental
berjejak
Mengeluarkan dari oven, membiarkan loyang dingin lalu
sisir pelan-pelan dengan pisau pinggirnya. Keluarkan cake.
Potong dan sajikan.
Menuang adonan kedalam Loyang, masukkan dalam oven dengan suhu 180oC menggunakan
api atas dan bawah
Kemasan adalah elemen dari lingkungan produk yang untuknya pemasar menanamkan uang lebih dari $50 miliar pertahun.
Ada empat sasaran pengemasan yang dipertimbangkan, yaitu:
- Kemasan harus melindungi produk di sepanjang perjalanannya melalui saluran distribusi hingga mencapai sasarannya
- Kemasan harus ekonomis dan tidak menambah biaya yang tidak dibutuhkan pada produk
- Kemasan harus memungkinkan konsumen menyimpan dan menggunakannya dengan mudah
- Kemasan secara efektif dapat digunakan untuk mempromosikan produk kepada konsumen (Peter dan Olson dalam Danang Sunyoto, 2013)
Berikut adalah klasifikasi pengemasan.
1) Kemasan berdasarkan frekuensi pemakaian:
a. Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.
b. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap.Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.
c. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol.
Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya (Marlen, 2008).
2) Kemasan berdasarkan Struktur Sistem Kemas
a. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe)
b. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.
c. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan (Marlen, 2008).
3) Kemasan berdasarkan sifat kekakuan bahan kemas
a. Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil.
b. Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.
c. Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat- sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta (Marlen, 2008).
4) Kemasan berdasarkan sifat perlindungan terhadap lingkungan
a. Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas.
b. Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makananyang difermentasi.
c. Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi (Marlen, 2008).
5) Kemasan berdasarkan tingkat kesiapan pakai
a. Wadah siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
b. Wadah siap dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastic (Marlen, 2008).
Kemasan harus memuat penjelasan mengenai branding suatu produk. Selain itu kemasan juga harus bisa mempromosikan produknya tersebut sehingga konsumen dapat mengenali dan tertarik pada produk. Berikut adalah teori yang harus ada dalam kemasan yaitu teori branding dan teori promosi
1. Teori Branding
Branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, yang dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing. Sebuah brand adalah identitas dan kegiatan branding akan menyangkut pada pengenalan identitas tersebut pada masyarakat, maka dalam proses branding tersebut, kita harus memahami unsur - unsur yang harus disertakan agar produk kita mudah diingat.
Unsur - unsur yang mempengaruhi sebuah branding :
1) Nama Merek : adalah hal pertama yang harus dipenuhi jika kita akan melakukan branding. Tanpa sebuah nama, maka produk tidak akan memiliki identitas yang akan memudahkannya untuk dikenali masyarakat.
2) Logo : dalam pembuatan logo, perhatikanlah faktor keunikan dan image yang sesuai dengan brand. Logo yang unik akan meninggalkan kesan tak terlupakan bagi konsumen.
3) Tampilan Visual : bisa diaplikasikan pada desain produk, desain kemasan, desain seragam, dan sebagainya. Menggunakan tampilan visual dengan
warna - warna yang cerah atau elegan akan menambah pencitraan terhadap sebuah produk.
4) Penggunaan Juru Bicara: Juru bicara dalam hal ini bisa jadi seorang co-founder dari perusahaan, maskot, tokoh perusahaan, atau orang terkenal yang telah diajak bekerja sama untuk meningkatkan pemasaran produk.
5) Suara(lagu tematik): Kehadiran sebuah lagu akan melengkapi unsur visualisasi branding dan membuatnya lebih indah dan lebih diingat.
6) Kata- kata: slogan yang cerdas selalu meninggalkan kesan mendalam. Dalam proses pembuatan brand, gunakan kata-kata yang memiliki unsur ceria dan positif, mudah diingat, dan beda dari brand lain
2. Teori Promosi
Promosi adalah suatu komunikasi dari penjual untuk pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang sebelumnya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut. Dalam praktiknya promosi dapat dilakukan berdasarkan tujuan- tujuan sebagai berikut (Asmat Dae, 2017) :
1) Modifikasi Tingkah Laku : Promosi berusaha untuk merubah tingkah laku dan pendapatan serta memperkuat tingkah laku yang ada. Penjualan (sebagai sumber) selalu menciptakan kesan baik tentang dirinya (promosi kelembagaan) atau mendorong pembelian barang dan jasa perusahaan
2) Memberitahu : Kegiatan promosi itu dapat ditujukan untuk memberitahu pasar yang dituju tentang penawaran perusahaan. Promosi yang bersifat informatif ini penting bagi konsumen karena dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk membeli.
3) Membujuk: Promosi yang bersifat membujuk diarahkan untuk mendorong pembelian. Perusahaan tidak ingin memperoleh tanggapan secepatnya tetapi lebih mengutamakan untuk menciptakan kesan positif. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi pengaruh dalam waktu yang lama terhadap perilaku pembeli.
4) Mengingatkan: Promosi dilakukan terutama untuk mempertahankan merek produk dihati masyarakat. Ini berarti perusahaan juga berusaha untuk mempertahankan pembeli yang ada.
Fungsi Kemasan
Berdasarkan fungsinya, kemasan modern dibagi menjadi 6 yakni kategori:
1. Fungsi Proteksi
Kemasan harus mampu memberikan perlindungan fisik terhadap isi produk.
Perlindungan fisik tersebut mencakup ketahanan terhadap benturan, tekanan, temperatur dan lain-lain. Perlu diperhatikan juga materi yang hendak dikemas tahan terhadap oksigen, air, debu dan sebagainya.
2. Fungsi Pengelompokan,
Penempatan dan Penyimpanan Kemasan yang ideal sebaiknya harus menjawab bagaimana sebuah materi dikelompokan atau ditempatkan. Harus diperhitungkan juga, bagaimana kemasan tersebut ketika ditumpuk atau dibawa dalam jumlah yang banyak.
3. Fungsi Keamanan
Kemasan tersebut telah teruji dengan baik bagi keamanan konsumen. Apabila material yang digunakan untuk membungkus dapat mencemari isi produk didalamnya secara kimiawi. Pastikan juga agar material pembungkus tidak meracuni isi produk.
4. Fungsi Informasi
Kemasan yang ideal sebaiknya memberikan informasi yang sesuai dan dibutuhkan kepada khalayak, baik secara verbal maupun visual. Intinya adalah apakah elemenelemen desain dalam kemasan sudah memberikan informasi secara cepat, mudah dan lengkap, mulai dari batas kadaluarsa, komposisi makanan, halal atau haram dan lain sebagainya.
5. Fungsi Kemudahan Fisik
Fungsi yang satu ini jangan sampai diabaikan, karena bentuk kemasan yang trimarta harus memudahkan baik saat pengepakan, distribusi, maupun
penggunaan. Faktor ergonomik bisa dibilang sangat berperan didalam pengembangan desain kemasan.
6. Fungsi Marketing
Fungsi yang harus juga dipenuhi, yaitu fungsi marketing, bagaimana kemasan mampu menjawab aspirasi konsumen. Untuk memenuhi fungsi marketing, otomatis diperlukan kepekaan desainer terhadap kebutuhan dan keinginan khalayak. Desain kemasan yang baik adalah yang bisa memvisualisasikan “brand”
alias membantu branding sebuah produk (Utami dalam Dwi Arum, 2013).
Contoh kemasan dari produk selai buah naga. Kemasan yang digunakan pada selai buah naga ini terbuat dari botol kaca. Botol kaca memiliki kelebihan antara lain:
1. Bersifat kokoh atau kuat, tahan tekanan dan tahan panas.
Untuk produk – produk yang dikemas dalam kondisi suhu panas, maka cocok menggunakan botol kaca. Selain itu botol kaca juga sangat tahan terhadap pengaruh dari luar.
2. Bersifat tahan terhadap reaksi kimia.
Kaca merupakan senyawa yang bersifat inert (tidak mudah bereaksi) sehingga aman untuk mengemas produk-produk chemical yang mempunyai pH sangat tinggi atau sangat rendah.
F. PENYIMPANAN PRODUK
Produk yang telah dikemas dalam kemasan sekunder bila tidak langsung dipasarkan sebaiknya disimpan terlebih dahulu dalam gudang. Peran penyimpanan sangat besar, terutama kondisi ruang penyimpanan. Tempat penyimpanan sebaiknya cukup luas, tidak lembab, tidak terlalu panas, bersih, memiliki lantai yang kering, system ventilasi yang baik, dan bebas dari binatang. Untuk menghindari kerusakan produk saat disimpan, perlu diperhatikan pula tata cara penyimpanan produk.
Pengaturan keluar-masuk produk hendaknya juga diperhatikan. Produk yang lebih dahulu masuk tempat penyimpanan sebaiknya juga lebih dulu didistribusikan.
System tersebut dikenal dengan istilah first in first out (FIFO). Sistem ini bertujuan
untuk menghindari produk terlalu lama dalam tempat penyimpanan. Penyimpanan yang baik akan membantu mempertahankan kualitas produk dan kemasan.
(Hambali, dkk, 2005)
Dalam produksi suatu produk, sangat penting untuk mengetahui masa simpan produk dan batas kedaluwarsanya. Untuk mengetahui masa simpan dan kedaluwarsa produk dapat dilakukan pendugaan pada produk. Untuk dapat melakukan pendugaan masa simpan dan batas kedaluwarsa produk, erlu dipelajari dan diketahui dengan baik kondisi distribusi dan penyimpanan (khususnya suhu, T), sampai pada penyimpanan di tingkat konsumen. (Haryadi, 2019)
Untuk penyimpanan produk selai buah naga akan bertahan lama sampai berbulan-bulan jika waktu pemasakan olahan selai benar-benar masak (tidak berair).
Ciri-cirinya yaitu cairannya sudah kental, kesat, dan sudah membalut punggung spatula. Saat pengemasan selai harus didinginkan dahulu. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penguapan. Tempat/Toples yang digunakan harus steril sebelum digunakan. Yaitu dengan cara dipanaskan. Karena jika ada sisa-sisa makanan di dalam lipatan tutup/pantat toples ini akan mengundang mikroba dan jamur. Dengan demikian, penyimpanan lebih aman/baik disimpan di tempat sejuk atau lemari pendingin. Selai buah boleh saja disimpan di atas meja dalam suhu ruang (25 derajat Celcius). Selai buah mengandung keasaman alami, ini akan membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang bias menyebabkan sakit perut atau alergi. Meskipun dianggap bebas dari bakteri, namun keasaman tidak bias menghambat pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, usahakan menghabiskan selai antara 3-6 bulan agar jamur tak tumbuh. Jika lebih dari itu, simpan dalam lemari es, lalu pastikan pula untuk menggunakan pisau atau sendok yang bersih ketika mengambil selai dari dalam botol. Selain itu, bila ingin menyimpan selai dalam waktu yang lama, dapat dilakukan dengan cara menaburkan gula pasir dengan ketebalan setengah centimeter di atas selai yang sudah dimasukkan ke dalam wadah, kemudian tutup rapat dan masukkan ke dalam lemari es.
G. LABEL PRODUK
a. Gambaran dari kemasan selai buah naga
b. Label produk permen buah naga
c. Label produk sirup buah naga
d. Label produk ice cream buah naga
e. Label produk donut buah naga
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Buah Naga Punya Banyak Khasiat.
www.waspada.co.id/seni_7_budaya/tirai/artikel.php?article_id=55799-2k- (Diakses tanggal 18 Maret 2020)
Dae, Asmat. (2017). Pengaruh Promosi dan Pengetahuan Konsumen Terhadap Keputusan Menjadi Anggota Bank Syariah di Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Tulung Agung. [online]. Diakses dari http://repo.iaintulungagung.ac.id/6129/5/BAB%20II.pdf. (12 April 2020) Dwi Arum, (2013). Redesign Kemasan Produk Makanan Ringan “Aneka
Gorengan Super 2R”, Semarang: Tugas Akhir Universitas Negeri Semarang, hal 16,17,18,19,20.
Hambali, E., M. Zain Nasution, Ersi H..2005. Membuat Aneka Herbal Tea.
Depok: Penebar Swadaya
Hambali, E., Nasution, M. Z., & Herliana, E. (2005). Membuat aneka herbal tea.
Penebar Swadaya.
Haryadi, Purwiyanto. 2019. Masa Simpan dan Batas Kedaluwarsa Produk Pangan:
Pendugaan, Pengelolaan, dan Penandaannya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Indonesia, K. B. B. (2016). Melalui http://kbbi. web. id. Diakses pada 12 April 2020, 9.
Kristanto, D. (2008). Buah Naga, Pembudidayaan di pot dan di kebun. Swadaya.
Cimanggis. Depok.
Kristanto, D. (2014). Berkebun Buah Naga. Penebar Swadaya Grup.Depok
Marlen S., (2008). Pengemasan Bahan Pangan. Bandung: Widya Padjadjaran, hal 3, 4, 6, 7.
Siddiq. 2012. Tropical And Subtropical Fuit : Postharvest Physiology, Provessing And Packaging. Wiley-Blackwell. New Delhi.
Soelistyari, H. T., T. Siniati, K. Blasius Lema, dan W. H. Utomo. 2006. Prospek Pengembangan Buah Naga (Thang Loy) di Jawa Timur (The Prospek of Dragon Fruit Development in East Java). http://www.bptp- jatimdeptan.go.id/Tempelates?PROSPEK%20PENGEMBANGAN%20BUAH
%20NAGA%20(THANG%20LOY)%20DI%20JAWA%20TIMUR.htm Sunyoto, D. (2013). Metodologi penelitian akuntansi. Bandung: Refika Aditama.
Sutrisno&M.G, Purwanto. 2011.Kajian PenyimpananBuah Naga (Hylocereuscostaricensis) dalamKemasan Atmosfer Termodifikasi.Jurnal KeteknikanPertanianVol. 25 No. 2. Institut Pertanian Bogor.
Wahyuni, F., Basri, Z., & Bustami, M. U. (2013). Pertumbuhan Tanaman Buah Naga Merah (Hylocerus Polyrhizus) pada Berbagai Konsentrasi Benzilamino Purine dan Umur Kecambah Secara In Vitro. Agrotekbis, 1(4).
Winarsih, s. (2007). Mengenal dan Membudidayakan Buah Naga. CV Aneka Ilmu.
Semarang