PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam pembinaan akhlak di pondok pesantren muhammadiyah di pesantren tanwir mamuju. Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung guru agama dalam mengembangkan moral santri di pondok pesantren muhammadiyah di pondok pesantren tanwir mamuju.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya sumber informasi dalam upaya mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang komunikasi khususnya yang berkaitan dengan guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan moral siswa. Penelitian ini merupakan sumbangan praktis untuk berpikir dan menambah pengetahuan, pengalaman dan pemahaman tentang apa yang diteliti dalam pengembangan moral siswa di sekolah dan pondok pesantren, khususnya di lingkungan kediaman muhammadiyah - tanwir mamuju, lingkungan universitas muhammadiyah makassar atau di lingkungan akademis lain dan masyarakat pada umumnya.
TINJAUAN TEORITIS
Defenisi Komunikasi
Aristoteles, tujuan utama komunikasi adalah persuasi, yaitu upaya pembicara untuk mengarahkan orang lain kepada sudut pandang si pembujuk. Andre Martinet, komunikasi adalah penggunaan kode yang dikemas dalam satuan semiologis, sebagai pesan tentang pengalaman tertentu yang kemudian ditransmisikan (ditransmisikan) kepada pihak lain sehingga memungkinkan manusia saling berhubungan.
Karakteristik Komunikasi
Pelaku juga sengaja berkomunikasi untuk menyampaikan keinginan, perasaan atau pemikiran pelaku. Demikian pula komunikasi akan berjalan dengan baik apabila para pelaku di dalamnya terlibat dan sadar akan tema atau pesan yang dikomunikasikan.
Model Komunikasi
Kami tidak lagi khawatir bagaimana cara mengirim pesan teks sementara kami harus bertatap muka pada saat yang bersamaan. Adanya telepon, email, messenger dan lain sebagainya membuat kita dapat menyampaikan pesan tanpa harus hadir pada waktu dan tempat yang sama.
Tujuan Komunikasi
Unsur-unsur Komunikasi
Oleh karena itu, pesan adalah apa yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada penerimanya, dan bentuk pastinya sangat bergantung pada saluran (media) yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Umpan balik bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari umpan balik langsung, seperti pernyataan verbal sederhana bahwa pesan telah diterima, hingga umpan balik langsung yang diungkapkan melalui tindakan di sebagian besar komunikasi. Semakin besar umpan balik maka semakin efektif komunikasi yang terjadi. 19.
Hambatan-hambatan Dalam Komunikasi
Etika Komunikasi Islam
Pola Komunikasi
- Pola Komunikasi Primer
- Pola Komunikasi Sekunder
- Pola Komuikasi Linear
- Pola Komunikasi Sirkular
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pola Komunikasi Interpersonal Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pengembangan Aklakul Karimah Di Pondok Pesantren Muhammadiyah At – Tanwir Mamuju”. Pola komunikasi merupakan gambaran sederhana proses komunikasi yang menunjukkan hubungan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya. Pada pola komunikasi jenis ini proses komunikasi berlangsung terus menerus yaitu adanya umpan balik antara komunikator dan komunikan.
Pola Komunikasi Guru
Selain itu, setelah proses belajar mengajar di sekolah selesai, peran orang tua di rumah sangat penting bagi anak. Hal ini dilakukan agar dapat terjalin komunikasi yang baik antara guru dengan anak dan orang tua dengan anak sehingga permasalahan-permasalahan jika ada dapat diatasi bersama-sama dalam proses pengembangan karakter. Selama proses belajar mengajar di sekolah, setiap anak diarahkan menjadi anak yang berakhlak baik dengan didikan guru dan anak berkomunikasi dengan temannya menggunakan kalimat yang baik, dan semua anak dilarang menggunakan kalimat yang buruk dalam berkomunikasi.
Hal ini dilakukan agar anak belajar berkomunikasi dengan baik kepada semua orang, sehingga anak akan berperilaku baik dan mempunyai akhlak yang baik untuk masa depannya.36. Guru sebagai pedagog yang juga mempunyai peran penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di negeri ini harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu wawasan dan landasan pendidikan sebagai ilmu dasar. Pengetahuan awal tentang wawasan dan landasan pendidikan dapat diperoleh ketika guru mengikuti kursus pelatihan guru di perguruan tinggi.
Peserta didik adalah segala sesuatu yang dipengaruhi oleh seseorang atau sekelompok orang yang melaksanakan kegiatan pendidikan. Dalam proses belajar mengajar, kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum/mata pelajaran sesuai kebutuhan siswa sangatlah penting, agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan.
Akhlakul Karimah
- Macam-macam Akhlak
- Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Akhlak
- Dasar- dasar Akhlak
45Hardisman, Pedoman Akhlak Dalam Al-Qur'an dan Sunnah (Pembentukan Karakter Pribadi Muslim dan Penerapannya dalam Etika Kedokteran), (Padang; Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kamu dan orang-orang terdekatku di hari kiamat , orang-orang baik yang paling baik akhlaknya di antara kamu. Melihat kondisi suatu bangsa atau negara, suatu bangsa bisa berhasil jika warganya terdiri dari orang-orang yang berakhlak mulia atau berbudi luhur.
Akhlak Islami adalah perilaku yang baik sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Sunnah yang harus diamalkan setiap muslim. 50Hardisman, Pedoman Akhlak Dalam Al-Quran dan Sunnah (Pembentukan Karakter Pribadi Muslim dan Penerapannya pada Etika Kedokteran), (Padang; . Andalan University Press, 2017), hal. Akhlak yang baik adalah akhlak yang menunjukkan rasa hormat dengan kebaikan dan kelembutan, yang dengan demikian menunjukkan kasih sayang.
Al-Qur'an merupakan sumber dan sumber utama yang memancarkan ajaran Islam, hukum-hukum Islam yang mengandungi pelbagai ilmu tentang akidah, prinsip akhlak dan perbuatan boleh didapati dalam sumber asal dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk kepada jalan yang lurus dan mengucapkan selamat kepada orang-orang mukmin yang beramal soleh, bahawa mereka akan beroleh pahala yang besar.
METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus dan Deskripsi Fokus
- Fokus Penelitian
- Deskripsi Fokus
Oleh karena itu peneliti dalam penelitian ini memfokuskan penelitiannya pada perkembangan akhlak pada santri atau santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah At – Tanwir Mamuju, bagaimana sebenarnya pola komunikasi interpersonal guru pendidikan agama islam dalam pengembangan akhlak pada santri dan apa saja yang terjadi. merupakan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengembangan moral santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah di Pondok Pesantren Tanwir Mamuju. Pola komunikasi merupakan model dari proses komunikasi, sehingga dengan adanya berbagai model komunikasi dan bagian-bagian dari proses komunikasi tersebut maka dapat ditemukan pola-pola yang cocok dan mudah digunakan dalam proses komunikasi tersebut, karena pola komunikasi merupakan bagian dari proses komunikasi. . Menurut Purwanto (2002), “secara umum pola komunikasi (patterns of communications) dapat dibedakan menjadi saluran komunikasi formal dan saluran komunikasi informal.”57.
Sebagaimana kita ketahui, proses belajar mengajar merupakan suatu proses transfer ilmu pendidikan kepada peserta didik, agar peserta didik dapat menjadi manusia yang cerdas secara akademis dan terpelajar. 58https://www.google.com/amp/s/pakarkomunikasi.com/pola-komunikasi-ant ara-guru-dan-student-dalam-produk-belajar-mengajar/amp. Dalam hal ini guru berperan sebagai komunikator atau pemberi pesan dan siswa sebagai komunikator atau penerima pesan.
Guru tidak hanya aktif dalam menyampaikan pesan, tetapi juga berperan aktif terhadap siswa dalam memberikan tanggapan atau reaksi terhadap apa yang disampaikan guru. Terdapat model komunikasi multi arah dimana komunikasi dinamis tidak hanya terjadi antara guru dan siswa saja, namun juga berkembang komunikasi dinamis antar rekan kerja lainnya sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan dinamis.
Sumber Data
Apabila hati dan fikiran seseorang itu bertaqwa (baik), maka diri dan akhlaknya juga akan bertaqwa.
Instrumen Penelitian
Metode Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumentasi
Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan daftar pertanyaan atau pernyataan yang memuat fakta, data, pengetahuan, pendapat informan terkait dengan fokus masalah yang diteliti dalam penelitian, selain itu juga kamera, peralatan perekam. dan peralatan menulis yang dibutuhkan. Metode langsung adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara atau dengan memberikan kuesioner untuk diisi oleh beberapa responden.62. Dokumentasi adalah proses pengumpulan data dengan melihat dokumen di lokasi Pondok Pesantren At – Tanwir, dokumen di lokasi Pondok Pesantren At – Tanwir Mamuju atau dikenal juga dengan catatan peristiwa yang terjadi. Data ini mencakup riwayat hidup, arsip, dan gambar terkait.
Oleh karena itu pendokumentasian yang dilakukan di Pondok Pesantren At – Tanwir Mamuju meliputi kondisi bangunan, arsip dan kegiatan pengembangan moral di kalangan santri itu sendiri.
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
- Reduksi Data
- Faktor Pendukung dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok
- Faktor Penghambat dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok
Bentuk kepengurusan struktural Pondok Pesantren Muhammadiyah Oleh – Pondok Pesantren Tanwir Mamuju dapat dijelaskan sebagai berikut. Pola Komunikasi Interpersonal Guru Pendidikan Agama Islam Pondok Pesantren Muhammadiyah – Pondok Pesantren Tanwir Mamuju. Aktivitas sehari-hari santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah At - Tanwir Mamuju mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali tertata dengan sangat rapi.
Para santri Pondok Pesantren At-Tanwir Mamuju menggunakan metode keteladanan dengan menjadikan kyai, ustadz bahkan para senior menjadi panutan. Faktor Pendukung dan Penghambat Guru Agama Islam Dalam Pengembangan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren MBS Tanwir Mamuju. Hal inilah yang menjadi faktor pemungkin dan penghambat dalam meningkatkan akhlak santri atau santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah At – Tanwir Mamuju.
Faktor Pendukung Perkembangan Moral Pada Pondok Pesantren Muhammadiyah Di Pondok Pesantren Tanwir Mamuju. Faktor Penghambat Perkembangan Akhlak Santri Ponpes At – Tanwir Mamuju. Berikut beberapa temuan peneliti yang menghambat perkembangan akhlak santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Di – Pondok Pesantren Tanwir Mamuju.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap pola komunikasi interpersonal guru pendidikan agama Islam di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tanwir Mamuju dapat disimpulkan bahwa.
Analisis Penenlitian
Penutup
Saran
Hanya saja pengawas perlu lebih meningkatkan pembinaan santri dan lebih semangat mengajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah Di – Pondok Pesantren Tanwir Mamuju. Bagi mahasiswa hendaknya lebih semangat dalam mengikuti perkuliahan, memilih teman yang baik ketika berada di luar lingkungan pengawas, memanfaatkan media massa dengan baik dan berusaha memenuhi hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa sesuai peraturan yang berlaku di perguruan tinggi. Pondok Pesantren Muhammadiyah di - Pondok Pesantren Tanwir, Mamuju. Peneliti berharap setelah melakukan penelitian, hubungan dan silaturahmi antara peneliti dan pihak pesantren tetap dapat terjalin.
Anton Susanto, Pola Komunikasi Guru dan Perkembangan Moral Siswa SMK Al-Fajar Kasui Wai Kanan, (Lampung: Tesis, 2017). Faizal Akbar, Pola Komunikasi Guru Agama dalam Pembinaan Akhlak Siswa di SDS Jakarta Islamic School Jonglo Jakarta Barat (Disertasi, 2016). Hardisman, Pedoman akhlak dalam Al-Qur'an dan Sunnah (pembentukan karakter pribadi muslim dan penerapannya dalam etika kedokteran).
Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya pada tahun 2016 di Universitas Ma'had Al-Birr Muhammadiyah Makassar selama 3 semester di Institut Bahasa Arab. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar/Prodi Komunikasi Penyiaran Islam pada tahun 2017.