• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Manokwari

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Manokwari"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

Penurunan frekuensi penyadapan klon PB 260 meningkatkan kandungan sukrosa dan tiol, tetapi menurunkan kandungan fosfat anorganik. Frekuensi knockdown klon PB 260 (d3 hingga d4) tidak mampu meningkatkan produksi pada sukrosa rendah dan status fosfat anorganik tinggi.

Tabel 1. Frekuensi perlakuan klon
Tabel 1. Frekuensi perlakuan klon

Pengaruh Pestisida Nabati Jeruk Nipis Berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap Serangan Hama (Grayak, Belalang, Boleng) dan Bobot Umbi Tanaman Ubi

Sweet potato (Ipomera batatas L. Lam) is the fourth alternative source of carbohydrates after rice, maize and cassava. The collected data were analyzed using Analysis of Variance (Randomize Group Design) non-factorial and continued by BNT 5%.

PENDAHULUAN

Insektisida nabati merupakan metode pengendalian serangga yang dapat diterapkan pada tanaman ubi jalar dan dapat menghasilkan ubi jalar yang sehat. Ubi jalar hasil pengendalian alami akan meningkatkan minat beli masyarakat sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.

METODE Waktu dan Tempat

Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase daun yang rusak akibat serangan hama dan berat umbi yang dipanen. Persentase daun yang rusak diperoleh dengan membagi jumlah daun yang dirusak oleh hama penyakit dengan jumlah daun seluruhnya, kemudian dikalikan 100%.

HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase Daun Rusak

Persentase daun rusak terendah pada perlakuan A5 (75 kulit jeruk nipis dan 25% air jeruk nipis) sebesar 13. Persentase daun rusak terendah pada perlakuan A5 (75 kulit jeruk nipis dan 25% air jeruk nipis) sebesar 14 persen.

Tabel 2. Presentase Daun Rusak 19 HST  Perlakuan  Rata-Rata
Tabel 2. Presentase Daun Rusak 19 HST Perlakuan Rata-Rata

KESIMPULAN DAN SARAN Perlakuan pestisida nabati mol jeruk

Namun setelah dilakukan analisis statistik diperoleh nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yang berarti perlakuan tidak berbeda nyata, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada 29 pengamatan DAP, perlakuan jeruk nipis dengan pestisida terhadap serangan cacing tanah pada tanaman ubi jalar tidak berbeda nyata atau tidak berpengaruh nyata. Perlakuan insektisida nabati kapur tidak berpengaruh nyata terhadap parameter massa umbi ubi jalar.

UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terimakasih

Perlakuan pestisida ngengat kapur berpengaruh nyata terhadap serangan hama pada 19 HST, 24 HST, 29 HST dan 34 HST. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian lebih lanjut pada varietas ubi jalar yang berbeda dengan menggunakan perlakuan terbaik dari penelitian ini yaitu perlakuan A5 (75% kulit jeruk nipis dan 25% air jeruk nipis).

DAFTAR PUSTAKA

Penerbit: Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari 15 Tarigan, R., Tarigan, M.U., & Oemry, S. Uji khasiat larutan kulit jeruk manis dan larutan daun mimba untuk pengendalian Spodoptera Litura F. Lepidoptera:Moctuidae) pada tanaman sawi di lapangan.

Mortalitas dan Profil Organ Dalam Ayam Kampung yang diberi Fitobiotik Nanoenkapsulasi Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus)

The subject of this study is local chickens given red fruit oil through water intake. The results showed that the addition of nanoencapsulation of red fruit oil as an additive had no significant effect (F < 0.05) on the mortality of local chickens, weight in liver, heart and small intestine.

METODE

Nanoenkapsulasi senyawa bioaktif dari minyak buah merah menggunakan metode gelasi ionik kitosan dan STPP (Sodium Tripolyphosphate) diharapkan dapat mengoptimalkan mekanisme kerja masing-masing bioaktif sebagai agen antibakteri untuk menggantikan antibiotik yang digunakan sebagai imbuhan pakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi nanoenkapsulasi minyak buah merah melalui air minum terhadap mortalitas dan profil organ dalam ayam buras.

HASIL DAN PEMBAHASAN Mortalitas

Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan nanokapsul minyak buah merah sebagai aditif tidak berpengaruh nyata (F<0,05) terhadap bobot hati. Ukuran ampela yang lebih kecil kemungkinan karena adanya penambahan minyak buah merah yang mempermudah pencernaan pakan baik secara mekanis maupun enzimatis.

Tabel 2. Berat Hati (%)
Tabel 2. Berat Hati (%)

KESIMPULAN DAN SARAN Penambahan nanoenakpsulasi minyak

Usus halus adalah organ yang relatif panjang yang memungkinkan kontak jangka panjang antara makanan dan enzim pencernaan dan antara produk pencernaan dan sel-sel serap dari lapisan epitel. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah, berat rata-rata usus halus adalah wt. 2013) menunjukkan bahwa peningkatan berat usus kecil berhubungan dengan peningkatan asupan nutrisi selama awal kehidupan anak ayam, dan kemudian ada peningkatan progresif luas permukaan serap dan kapasitas mukosa untuk hidrolisis.

UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada Kementerian

Penampilan dan komposisi fisik karkas ayam kampung yang diberi pakan fermentasi sari daun pepaya dalam ransum komersial. Evaluasi penurunan angka mortalitas dan morbiditas ayam pedaging dengan penambahan bungkil lempuyang (Zingiber aromaticum val) dalam ransum.

Akses Teknologi Informasi melalui Media Elektronik pada Petani KRPL

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis secara deskriptif akses teknologi informasi melalui media elektronik, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi akses teknologi informasi melalui media elektronik dan (3) menentukan strategi peningkatan akses teknologi informasi. melalui media elektronik bagi petani KRPL di Kecamatan Metro Tengah Kota Metro. Analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji regresi berganda dilakukan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi akses teknologi informasi melalui media elektronik. Analisis SWOT dilakukan untuk menyusun strategi peningkatan akses teknologi informasi melalui media elektronik bagi petani KRPL.

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden

Penelitian di Kabupaten Metro Tengah menemukan bahwa petani memiliki tingkat akses teknologi informasi yang tinggi dalam operasional KRPL melalui media elektronik. Informasi yang diperoleh petani dalam mengakses teknologi informasi pertanian melalui media elektronik dianggap sudah ada. Persamaan ini digunakan untuk memprediksi nilai variabel bebas akses teknologi informasi pertanian media elektronik bagi petani KRPL.

Tabel 1 memperlihatkan sebagian besar  responden  memiliki  pengalaman  yang  rendah  yaitu  dibawah  7  tahun
Tabel 1 memperlihatkan sebagian besar responden memiliki pengalaman yang rendah yaitu dibawah 7 tahun

KESIMPULAN DAN SARAN Tingkat akses teknologi informasi

Bantuan ini dapat berupa memperoleh seperangkat alat komputer operasional melalui program jaringan komunikasi penyuluhan pedesaan (JARKOMLUHDES) yang dilanjutkan dengan telekonferensi dengan berbagai pemangku kepentingan pertanian, tentunya hal ini dapat memberikan motivasi dan semangat baru bagi petani untuk mengakses pertanian untuk memperoleh . teknologi informasi melalui media elektronik. . Dengan diadakannya kegiatan yang tergolong baru ini, diharapkan mampu memotivasi petani untuk melakukan kegiatan bercocok tanam dan secara tidak langsung membuat petani merasa penasaran dengan kegiatan ini sehingga pada akhirnya mereka mengakses informasi tentang pertanian terpadu melalui smartphone mereka. Partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan dan adopsi pemupukan padi sawah di Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut.

Perbandingan Metode Isolasi pada Deteksi Kulit Sapi, Kerbau, Kambing, dan Babi sebagai Bahan Baku Rambak Kulit

Kulit dipotong kecil-kecil secara terpisah untuk menghindari kontaminasi, kemudian kulit dikemas dan disimpan pada suhu -20oC sampai digunakan untuk penelitian. Primer universal yang digunakan dari gen sitokrom b seperti yang diterbitkan oleh Kocher et al. Supernatan diambil dan dipindahkan ke tabung baru, kemudian ditambahkan 1 M NaCl dan etanol absolut, divorteks dan diinkubasi pada suhu kamar selama 5 menit. Supernatan yang dihasilkan dibuang, peletnya diambil lalu dicuci dengan 100 µl etanol 70%, kemudian disentrifugasi selama lima menit dengan kecepatan 10.000 rpm pada suhu 5°C.

HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi DNA

Metode Wasko di atas: Kolom 1 = Sampel kulit sapi, Kolom 2 = Sampel kulit kerbau, Kolom 3 = Sampel kulit kambing dan Kolom 4 = Sampel kulit babi. Metode Sambrook di bagian bawah: kolom 1 = sampel kulit sapi, kolom 2 = sampel kulit kerbau, kolom 3 = sampel kulit kambing, dan kolom 4 = sampel kulit babi. Elektroforesis produk PCR metode Sambrook: kolom 1 = sampel kulit sapi, kolom 2 sampel kulit kerbau, kolom 3 = sampel kulit kambing dan kolom 4 = sampel kulit babi.

Gambar  1.  Elektroforesis  Hasil  Isolasi  DNA.
Gambar 1. Elektroforesis Hasil Isolasi DNA.

KESIMPULAN DAN SARAN Isolasi DNA pada kulit sapi, kerbau,

Hasil amplifikasi DNA sampel kulit sapi, kerbau, kambing dan babi dengan metode Wasko dan metode Sambrook dapat dilihat pada Gambar 2 dan 3. Metode Wasko: kolom 1 = sampel kulit sapi, kolom 2 = sampel kulit kerbau, Kolom 3 = sampel kulit kambing dan kolom 4 = sampel kulit babi. Berdasarkan hasil amplifikasi PCR gen DNA cyt b yang diperoleh dengan metode Sambrook yang dimodifikasi dengan metode Wasko dapat dilakukan amplifikasi pada sampel kulit sapi, kerbau, kambing dan babi. Munculnya pita DNA paralel menunjukkan bahwa keberadaan sampel kulit yang diisolasi dengan metode Sambrook dan Wasko dapat dideteksi, yang berarti metode isolasi DNA dapat digunakan.

Efektivitas Metode Penyuluhan dalam Desiminasi Budidaya Bawang Putih Ramah Lingkungan di Kabupaten Karanganyar

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat diketahui persepsi dan pengaruh petani (melalui) metode penyuluhan, demplot dan temu lapang terhadap efektivitas diseminasi teknologi budidaya bawang putih ramah lingkungan. Jelaskan sejauh mana pengaruh pelatihan, rencana demonstrasi dan pertemuan lapangan terhadap difusi teknologi bawang putih ramah lingkungan. Pengukuran menggunakan analisis jalur untuk mengetahui sejauh mana pengaruh ketiga kegiatan tersebut terhadap tingkat efektivitas sosialisasi adopsi inovasi budidaya bawang putih ramah lingkungan.

Gambar 1. Diagram Analisis Jalur  Beberapa  tahapan  analisis  jalur  pada  penelitian ini adalah sebagai berikut:
Gambar 1. Diagram Analisis Jalur Beberapa tahapan analisis jalur pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

HASIL DAN PEMBAHASAN Inovasi teknologi budidaya bawang

Analisis Pengaruh Gabungan Variabel Pelatihan (XP), Demplot (XD), dan

Berdasarkan Tabel 3, besarnya pengaruh gabungan variabel pelatihan, demplot, dan pertemuan lapangan terhadap efektivitas distribusi dapat dilihat dari koefisien determinasi (RYXPXDXT) sebesar.

Analisis Pengaruh Parsial dari masing-masing Variabel Pelatihan (XP),

Berbeda dengan variabel demplot yang hanya mengikutsertakan beberapa petani bawang putih yaitu 6 (enam) orang petani sebagai koperasi petani, sehingga pada saat pendataan yang merupakan penilaian (judgment) seluruh petani bawang putih diperkirakan tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap efektivitas distribusi, hal ini terlihat pada besarnya pengaruh variabel grafik demonstrasi terhadap efektivitas distribusi yaitu sebesar 26,21%. Situasi serupa disajikan pada variabel pertemuan lapangan, yang memiliki pengaruh sebesar 45,02% terhadap efektivitas distribusi. Pengaruh temu lapangan lebih besar dari pengaruh demplot terhadap efektifitas distribusi, tetapi lebih kecil dari variabel pelatihan.

Tabel 4. Nilai Koefisien Jalur Pelatihan (XP), Demplot (XD), dan Temu Lapang (XT) terhadap  Efektivitas Diseminasi (Y)
Tabel 4. Nilai Koefisien Jalur Pelatihan (XP), Demplot (XD), dan Temu Lapang (XT) terhadap Efektivitas Diseminasi (Y)

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Pelaksanaan diseminasi menunjukkan keberhasilan dalam penyampaian inovasi teknologi, terlihat dari penilaian 90% responden terhadap tingkat efektivitas diseminasi. Perlu dilakukan tambahan atau dilengkapi dengan metode penyuluhan lain, mengingat masih terdapat 10,49% yang merupakan pengaruh variabel/faktor lain di luar metode yang telah dilakukan, sehingga diharapkan pelaksanaan sosialisasi dapat berjalan dengan baik. lebih efektif.

Aplikasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Pertanian dan Perumahan terhadap Produktivitas Kedelai

Pupuk organik juga memiliki keunggulan dibanding lahan pertanian, karena residu dari pupuk organik yang diaplikasikan dapat digunakan untuk penanaman selanjutnya (Aziz et al, 2016). Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap yang terdiri dari tujuh perlakuan beberapa pupuk organik cair yaitu P1 (berasal dari sisa tanaman + air beras), P2 (berasal dari eceng gondok + air beras), P3 (berasal dari sisa makanan dapur), P4 (berasal dari batang pisang + air beras), P5 (berasal dari batang pisang). Sebelum diaplikasikan, pupuk organik cair terlebih dahulu diencerkan dengan perbandingan 50 ml POC yang dilarutkan dalam 1 liter air.

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 menunjukkan bahwa

Perlakuan P1 adalah pemberian pupuk organik cair dengan sisa sayuran dan air beras yang berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman. Pengaruh tinggi tanaman kedelai terhadap perlakuan pupuk organik cair yang berbeda (catatan “MST = minggu setelah tanam”). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman yang diberi perlakuan Pupuk Organik Cair yang berasal dari limbah sayuran dan pencucian dengan air beras memberikan respon yang baik terhadap munculnya jumlah polong.

Tabel  1.  Pengaruh  Tinggi  Tanaman  Kedelai  Terhadap  Berbagai  Perlakuan  Pupuk  Organik  Cair  (Keterangan  “MST  =  Minggu Setelah Tanam”)
Tabel 1. Pengaruh Tinggi Tanaman Kedelai Terhadap Berbagai Perlakuan Pupuk Organik Cair (Keterangan “MST = Minggu Setelah Tanam”)

KESIMPULAN DAN SARAN Dari percobaan yang dilakukan diperoleh

UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti ucapkan terima kasih kepada

Pengaruh konsentrasi pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merill).

Motivasi Petani dalam Integrasi Sawit Sapi di Desa Perkebunan Tanjung Beringin Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat

Motivasi petani untuk mengintegrasikan sapi potong di desa perkebunan Tanjung Beringin, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sumber pakan akan berasal dari rumput hijauan dan legum penutup tanah atau daun kelapa sawit di sekitar perkebunan kelapa sawit.

Tabel 1. Variabel, Indikator, dan Kriteria yang                Digunakan
Tabel 1. Variabel, Indikator, dan Kriteria yang Digunakan

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Tingkat Motivasi Petani dalam

Analisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan motivasi sosiologis petani dalam pengintegrasian sapi potong. Berdasarkan Tabel 2 di atas diketahui faktor internal (pendidikan dan pengalaman beternak) dan faktor eksternal (dukungan pihak luar, ketersediaan sumber kredit, ketersediaan alat dan bahan, ketersediaan sumber masukan, jaminan pasar dan keuntungan ) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi sosiologis petani dalam pengintegrasian minyak sapi. Selain faktor internal, terdapat juga faktor eksternal (kemudahan aplikasi) yang memiliki hubungan signifikan dengan motivasi sosiologis peternak dalam pengintegrasian minyak sapi.

Tabel  3.  Analisis  Hubungan  Faktor-Faktor                  Internal  dan  Eksternal  dengan                  Motivasi  Sosiologis  Petani  dalam                  Integrasi Sawit Sapi
Tabel 3. Analisis Hubungan Faktor-Faktor Internal dan Eksternal dengan Motivasi Sosiologis Petani dalam Integrasi Sawit Sapi

KESIMPULAN DAN SARAN Tingkat motivasi ekonomi dan

  • Naskah yang dikirim berupa hasil penelitian dan/atau review dalam bidang
  • Naskah belum pernah diterbitkan dan tidak akan diterbitkan pada media cetak
  • Naskah ditulis dalam bahsa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan ketentuan
  • Naskah harus dibuat dengan menggunakan program Microsoft Word
  • Susunan penulisan naskah secara berurutan terdiri atas: judul, nama penulis
  • Nomor dan judul tabel dimuat di atas tabel sedangkan utuk gambar, nomor dan
  • Naskah diserahkan dalam bentuk Softfile melalui Online Journal System
  • Setiap naskah yang masuk ke redaksi akan mengalami proses penyuntingan dan
  • Redaksi berhak melakukan penolakan bagi naskah yang tidak sesuai dan

Hal ini sejalan dengan pernyataan petani di wilayah studi bahwa integrasi minyak sapi mudah diterapkan. Meskipun integrasi sawit mudah diterapkan, para petani di wilayah studi juga bekerja sama dengan sesama petani dan juga memiliki jadwal bergilir yang bertugas melindungi ternak yang sedang merumput atau di kandang. pada malam hari. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Melaksanakan Kegiatan P2BN Di Kecamatan Barru Kabupaten Baru Gowa : Jurnal Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Gowa.

Hasil Penelitian Terapan Bidang Penyuluhan, Sosial Ekonomi dan Teknik Pertanian

Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari Jalan SPMA Reremi, Manokwari, Papua Barat, 98312

Gambar

Tabel 2. Produksi dan parameter fisiologi pada perlakuan frekuensi sadap dan stimulan pada klon PB  260
Tabel 3. Produksi dan parameter fisiologi pada perlakuan frekuensi sadap dan stimulan pada klon GT 1
Tabel 2. Presentase Daun Rusak 19 HST  Perlakuan  Rata-Rata
Tabel 5. Presentase Daun Rusak 34 HST  Perlakuan  Rata-Rata
+7

Referensi

Dokumen terkait

Giảng viên có thể giao bài tập, thiết kế câu hỏi trắc nghiệm, lấy ý kiến, cho người học đánh giá chéo… Ngoài những lý do chung ở trên, đối với môn học Thiết kế và Quản trị Website,