PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana pola pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur? Bagaimana peran Pondok Pesantren Darul Istiqamah dalam mengembangkan/membentuk perilaku remaja di komunitas Towuti kabupaten Luwu Timur.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sebagai masukan bagi kehidupan masyarakat akan pentingnya membentuk atau memperbaiki perilaku remaja masyarakat Towuti Kabupaten Luwu Timur melalui pesantren. Sebagai bahan pelatihan penulisan artikel ilmiah, serta tambahan informasi bimbingan dan konseling di lembaga Pondok Pesantren khususnya di Pondok Pesantren Towuti Kabupaten Luwu Timur.
Definisi Oprasional
Pondok Pesantren
- Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan
- Unsur-Unsur Pondok Pesantren
- Perilaku Remaja
- Bentuk-Bentuk Perilaku Remaja
- Jenis Perilaku
- Proses Pembentukan Perilaku
- Perubahan Perilaku
Pesantren merupakan lembaga pendidikan dan pembelajaran Islam yang pendidikan dan pengajarannya dilaksanakan secara non klasikal, dimana kiai mendidik santrinya berdasarkan kitab-kitab yang ditulis oleh ulama-ulama besar sejak abad pertengahan. Hal ini dikarenakan pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan yang bernuansa Islam. Pesantren merupakan lembaga keagamaan yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama dan keislaman.
Menurut Marwan Saridjo dkk (2010) dikatakan sebagai berikut: Pesantren diartikan sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam yang pada umumnya bersifat mendidik.
Kerangka Konsep
Kerangka konseptual sistematika di atas menjelaskan pola pendidikan di pesantren dan peran pesantren dalam perkembangan perilaku remaja masyarakat Towuti. Penelitian ini akan dilakukan untuk mengetahui lebih jauh bagaimana Pondok Pesantren Darul Istiqamah mengembangkan perilaku remaja di masyarakat Towuti Kabupaten Luwu Timur.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Informan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pola pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah dan peran Pondok Pesantren Darul Istiqamah dalam mengembangkan/membentuk perilaku remaja komunitas Towuti. Informan penelitian merupakan sumber informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Penentuan informan penelitian hendaknya dilakukan secara cermat dan disesuaikan dengan jenis data atau informasi yang ingin diperoleh. Teknik penentuan informasi yang digunakan dapat digunakan dengan berbagai cara tergantung dari masalah penelitian yang diselidiki untuk menentukan sampelnya, antara lain: Purposive Sampling atau Judgemental Sampling, Snow-Ball Sampling, Quota Sampling), Accidental Sampling, atau Convenience Sampling.
Informan penelitian dipilih dengan menggunakan Purposive Sampling atau Judgmental Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan informasi yang diketahui, dan menambah subjek penelitian. Informasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa informasi tersebut dapat memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya dan relevan dengan tujuan penelitian. Informan penelitian adalah Kepala Pondok Pesantren Darul Istiqamah yang mempunyai peranan penting di lingkungan pondok pesantren, para guru Pondok Pesantren Darul Istiqamah dan masyarakat Desa Loeha.
Fokus Penelitian
Instrumen Penelitian
Jenis dan Sumber Data Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Topik Wawancara: Pola Pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Bagaimana reaksi anda terhadap pendidikan yang tersedia di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Istiqamah Kecamatan Towuti. Bagaimana tanggapan orang tua atau masyarakat terhadap pola pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti.
Bagaimana reaksi Anda terhadap keberadaan Pondok Pesantren Darul Istiqamah di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Peneliti : Manakah yang lebih populer diantara kedua model pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti? Peneliti : Bagaimana respon remaja terhadap keberadaan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti di Desa Loeha.
Peneliti : Bagaimana reaksi anda terhadap pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Istiqamah Kab. Data dokumentasi berdasarkan pola pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Suasana masyarakat kampung berkumpul di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti.
Teknik Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
Masa Perkembangan Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti
Berikut rangkuman penyembelihan hewan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti.
Struktur Organisasi Kepengurusan Pesantren Darul Istiqamah
Gambaran Umum Desa Loeha
Dampak positif apa yang anda rasakan dari keberadaan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Istiqamah Kecamatan Towuti? Peneliti : Bagaimana tanggapan orang tua atau masyarakat terhadap pola pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti. Peneliti : Bagaimana reaksi anda terhadap keberadaan Pondok Islam Darul Istiqamah di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur.
Peneliti : Bagaimana reaksi anda terhadap keberadaan Pondok Islam Darul Istiqamah di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur.
POLA PENDIDIKAN YANG ADA DI PONDOK PESANTREN
Weton/Bandunga
Waton/bandungan, istilah weton berasal dari kata waton (bahasa Jawa) yang berarti waktu, karena pengajiannya diberikan pada waktu-waktu tertentu, sebelum dan/atau sesudah pelaksanaan shalat fardhu. Metode weton ini merupakan metode pembelajaran dimana santri mengikuti pembelajaran dengan duduk mengelilingi kyai/Ustadz atau tutor yang menjelaskan pelajaran, santri membaca kitab masing-masing dan membuat catatan. Dan metode bandungan ini merupakan suatu cara penyampaian dimana seorang guru, kyai atau ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab sedangkan santri, santri atau santri mendengarkan, memberi makna dan menerimanya.
Dan metode bandungan ini dapat berguna apabila jumlah siswa cukup banyak dan waktu yang tersedia relatif sedikit, sedangkan materi yang disampaikan cukup banyak. Sedangkan informan Pak AM menyatakan bahwa sistem weton ini sangat baik digunakan dalam pengajaran karena weton berasal dari kata weton yang berarti waktu, karena bacaannya diberikan pada waktu-waktu tertentu seperti sebelum dan/atau sesudah shalat wajib. . Weton atau sistem waktu ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang sebaiknya dilakukan karena santri yang mengikuti pelajaran ini duduk di depan atau dihadapan kyai/ustadz atau pengawas yang menjelaskan pelajaran dan santri mendengarkan apa yang disampaikan oleh kyai/ustadz tersebut. dijelaskan.atau pembangun.
Sedangkan sistem Bandunga adalah metode penyampaian dimana seorang guru, kyai atau ustadz membaca dan menjelaskan isi kitab sedangkan santri mendengarkan, memaknai dan menerima. “Dan sistem Bandungan ini dapat berguna bila jumlah siswa cukup banyak dan waktu yang tersedia relatif banyak karena materi yang ingin disampaikan cukup banyak.” (Wawancara pada 4 September 201). Seperti yang diungkapkan oleh informan di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem weton/bandungan ini sangat baik digunakan dalam pendidikan agama karena guru berperan aktif sedangkan siswa hanya pasif.
Halaqoh
Berikut rangkuman pengajian yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, seperti Rabu malam setelah salat magrib berjamaah. Dari sisi perkembangan intelektual, menurut Muhammad Yunus, sistem ini hanya bermanfaat bagi peserta didik yang cerdas, rajin, dan cakap serta rela mengorbankan banyak waktu pada tahap ini. Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian materi pembelajaran oleh siswa atau siswa mendiskusikannya secara bersama-sama melalui pertukaran pendapat mengenai suatu topik atau permasalahan tertentu dalam buku, sedangkan guru berperan sebagai “moderator”.
Metode diskusi bertujuan agar siswa atau santri aktif dalam belajar, sehingga tumbuh dan berkembang pemikiran kritis, analitis, dan logis. Menurut informan Pak AM, sistem halaqoh ini sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran karena sistem halaqoh merupakan sistem belajar berkelompok dan sekelompok siswa belajar dengan bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. “Metode percakapan ini bertujuan agar siswa atau santri aktif dalam belajar, sehingga tumbuh dan berkembang pemikiran kritis, analitis, dan logis.”
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem halaqoh ini dapat digunakan dengan sangat baik dalam pendidikan agama karena metode pengajaran yang digunakan bersifat diskusi, sehingga santri atau santri aktif dalam forum diskusi. Di bawah ini adalah foto siswa yang sedang belajar berkelompok dengan bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat.
Bahtsul Masa’il (Mudzakarah)
Muhawarah atau Muhadatsah
Peneliti : Di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti pola pendidikannya mengharuskan menghafal kitab secara bersama-sama. Peneliti : Bagaimana reaksi anda terhadap keberadaan Pondok Pesantren Darul Istiqamah di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur.
PERAN PONDOK PESANTREN DARUL ISTIQAMAH DALAM
Potensi Dakwah
Sementara itu, informan AM (40 tahun) mengatakan bahwa pesantren sebagai lembaga amar ma'ruf nahi mungkar mempunyai tugas yang cukup serius yaitu positif sebagai lembaga dakwah. Sedangkan selama ini dakwah biasanya dilakukan oleh perorangan untuk menyebarkan ajaran Islam atau organisasi. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa potensi dakwah ini sangat berperan penting dalam membentuk/membentuk perilaku remaja masyarakat Towuti karena potensi dakwah ini sebagai lembaga pendidikan. amar ma'ruf nahi.
Hal serupa juga diungkapkan oleh informan Ibu MW (36 tahun) selaku guru dan pengawas siswi dari hasil wawancara. “Dakwah kelembagaan yang dilakukan oleh pesantren, selain secara fungsional (melalui fungsi pendidikan dan budaya), yang lebih penting juga adalah objek dakwah yang sebenarnya dengan cara terlibat langsung pada objek dakwah melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pesantren. bersifat sosial." (Wawancara tanggal 22 September 2017).
Potensi Kemasyarakatan
Sedangkan yang disampaikan oleh informan yaitu Ibu AM (34 tahun), selaku guru dan pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah, mengenai peran pondok pesantren dalam pengembangan perilaku remaja yang menuntut ilmu di pesantren ini. Pondok Pesantren. lingkungan sekolah. Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa keberadaan Asrama Darul Istiqamah sangat diperlukan di desa Loeha khususnya dalam mengembangkan perilaku remaja di masyarakat. Sementara itu, seperti yang diungkapkan oleh Ny. R (40 tahun) selaku tokoh masyarakat di desa Loeha, ada beberapa faktor yang menjadikan masyarakat positif terhadap Pondok Pesantren Darul Istiqamah, yaitu sebagai berikut.
Apaji adalah pesantren dari Darul Istiqamah, hanya soal agama atau soal tonji natahu ceramah sebagai imam masjid. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah kurang maju dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Namun pada kenyataannya para wali/kyai Pondok Pesantren Darul Istiqamah lebih menekankan pada pembentukan kepribadian yang mulia dan santri yang berakhlak mulia.
Sementara itu, informan Bpk. AR (43 tahun) selaku tokoh masyarakat Desa Loeha mengenai perilaku remaja di lingkungan Pondok Pesantren Darul Istiqamah. Seperti yang diungkapkan informan Bpk. S (34 tahun) selaku tokoh masyarakat di Desa Loeha menceritakan tentang dampak positif dari keberadaan Pondok Pesantren Darul Istiqamah, mengatakan hal tersebut. Dengan adanya Pondok Pesantren Darul Istiqamah yang memudahkan pekerjaan imam masjid dan membantu imam pada hari Jumat dengan khutbah di masjid.
Simpulan
Saran
Apakah para santri atau santri mudah memahami pola pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Istiqamah Kecamatan Towuti. Di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti, pola pendidikannya menuntut kitab hafalan dan terjemahannya. Peneliti : Apa dampak positif yang anda rasakan dari keberadaan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Istiqamah di Kecamatan Towuti.
Data dokumentasi berdasarkan visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur.