• Tidak ada hasil yang ditemukan

pontianak utara dengan metode stated preference

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pontianak utara dengan metode stated preference"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Ruang Lingkup Penelitian

Tujuan

Sistematika Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Transportasi

Sistem transpor total (makro) terdiri dari berbagai sistem transpor mikro. Hubungan antar sistem mikrotransportasi dapat dilihat pada Gambar 2.1 Sistem makrotransportasi. Sistem kegiatan menimbulkan timbulnya atau tarik-menarik dalam sistem transportasi makro, menimbulkan pergerakan.Sistem ini merupakan pola kegiatan administratif yang berupa kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya.

Perilaku Perjalanan

  • Pemilihan Moda
  • Pemilihan Rute

Pemilihan rute dilakukan agar perjalanan menjadi lebih efisien, dimana rute yang dipilih adalah rute tercepat, termurah dan terpendek. Menurut Kurniadi dkk (2007), arus lalu lintas pada suatu ruas jalan dalam suatu jaringan dapat diprediksi sebagai hasil kombinasi proses estimasi informasi Matriks Asal – Tujuan (MAT), gambaran sistem jaringan jalan dan pemodelan pilihan rute.

Teknik Sampling

Pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) adalah pengambilan sampel unit-unit yang dipilih secara acak dengan peluang terpilihnya unit yang sama. Stratified random sampling adalah dimana populasi dibagi menjadi subpopulasi (strata), dalam strata tersebut sampel dipilih secara random sampling.

Teknik Stated Preference

Kekurangan metode ini adalah tidak menggunakan teori statistik sehingga analisisnya tidak signifikan secara statistik. Metode ini menggunakan Monotonic Analysis of Variance (Monanova), teknik ini menganalisis SP secara spesifik dalam bentuk perangkingan. Metode ini memperkirakan komponen utilitas dengan cara iterasi, metode ini juga digunakan setelah metode naif.

Cara kerja metode ini adalah dengan terlebih dahulu menghasilkan peringkat naif. Jika hasilnya berbeda dengan jawaban responden, lanjutkan ke iterasi berikutnya. Cara ini sering dijumpai pada pengolahan data SP, cara ini sering digunakan pada pilihan rating. Metode ini umumnya digunakan dengan pilihan diskrit karena analisis logit dapat menyelesaikan permasalahan secara lebih luas, misalnya dengan pilihan diskrit yang memberikan pilihan pemilihan alternatif yang luas bagi setiap responden.

Tingkat atribut memberikan gambaran kepada responden mengenai atribut-atribut yang ada, setiap atribut dibuat pada suatu tingkatan untuk memudahkan responden dalam memilih diantara alternatif-alternatif yang ada.

Tabel 2.1. Perbedaan stated preference dan revealed preference
Tabel 2.1. Perbedaan stated preference dan revealed preference

Model Pemilihan Diskrit (Discrete Choice Model)

Adanya kecenderungan individu dalam kelompok untuk memilih pilihan alternatif yang tetap/stabil, hal ini disebabkan oleh keterbatasan masing-masing individu dalam memilih. Parameter pilihan dirumuskan dalam fungsi deterministik. Fungsi ini dapat memberikan kesimpulan bahwa jika nilai utilitas “i” mempunyai harga maksimum maka kecenderungan untuk memilih alternatif “i” tinggi. Menurut Koppelman & Bhat (2006), utilitas berkaitan dengan atribut alternatif, sedangkan atribut yang dipertimbangkan adalah atribut yang dapat dihitung dan dapat mempengaruhi preferensi setiap orang terhadap pilihan alternatif.

Masalah yang umumnya ditemukan dalam DCM adalah memodelkan pilihan dari alternatif-alternatif yang saling eksklusif, namun terdapat pilihan-pilihan alternatif. Pengambil keputusan secara alami memilih alternatif yang mempunyai utilitas paling besar, sehingga ia memilih alternatif k jika dan hanya jika Uik > Uij ∀j ≠ k. Model logit memberikan probabilitas pilihan untuk setiap alternatif sebagai fungsi dari proporsi sistematis semua utilitas alternatif, dimana peluang untuk memilih alternatif “I” (I J) dari alternatif J adalah.

Pada rumus utilitas terdapat nilai koefisien yang berbeda-beda untuk setiap atribut yang digunakan.Koefisien ini menunjukkan dampak dari pilihan yang akan diambil terhadap setiap perubahan atribut yang terjadi.

Analisis data dengan NLOGIT pada software LIMDEP

Kajian Terdahulu

METODE PENELITIAN

  • Kerangka Kerja Penelitian
  • Tahapan Penelitian
  • Variabel Penelitian
  • Klasifikasi Data
  • Perencanaan Stated Preferences
  • Kerangka Analisis
  • Pengumpulan Data
  • Pemodelan Dengan Aplikasi Limdep

Berdasarkan Tabel 4.2 Hasil pemilihan rute, skenario yang diberikan memberikan variasi yang dapat dipilih responden sesuai dengan kebutuhan responden. Output dari limdep pada Tabel 4.2 Estimasi Model Logit Bersyarat menunjukkan bahwa biaya perjalanan dan waktu perjalanan berpengaruh signifikan dalam pemilihan rute. 𝑈𝑟1 = 𝐴𝑟1+ 𝐴𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎∗ 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 + 𝐴𝑤𝑎𝑘𝑊𝑗 𝑡𝑢 ……….(4.7) 𝑈 𝑟2 = 𝐴𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎∗ 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 + 𝐴𝑤𝑎𝑘𝑊𝑢 ……… ❑ 4.8) Analisis estimasi model berdasarkan pilihan rute, termasuk faktor biaya perjalanan dan waktu perjalanan yang mempengaruhi pilihan responden .

Rangkuman ketentuan analisis sensitivitas yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.7 Skenario sensitivitas pemilihan rute. Pemilihan rute Kota Pontianak – Pontianak Utara menggunakan konsep utilitas dengan memberikan skenario tertentu kepada responden, sedangkan variabel preferensi yang digunakan adalah waktu tempuh dan biaya perjalanan. Analisis sensitivitas merupakan tahap akhir estimasi yang dilakukan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah perubahan atribut yang digunakan mempunyai dampak signifikan terhadap pilihan rute yang dipilih.

Berdasarkan hasil evaluasi pemilihan rute, masih terdapat kecenderungan pemilihan jalur jembatan dibandingkan jalur penyeberangan.

Tabel 3.1.  Kategori data pada variabel personal  No  Variabel Personal  Kategori
Tabel 3.1. Kategori data pada variabel personal No Variabel Personal Kategori

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Pendahuluan

Survei pendahuluan atau survei percontohan digunakan sebagai bentuk pengecekan silang terhadap metode dan instrumen yang digunakan dalam penelitian. Pada penelitian ini pilot survey mengambil 35 responden dan disebarkan secara online pada tanggal 25 April 2021 – 30 April 2021 dengan 8 skenario yang ditetapkan 1 dari 2 set kuesioner. Hasil pilot survey antara variabel dependen dan karakteristik ditetapkan tidak signifikan dengan p-value > 5% dapat dilihat pada Tabel 4.1 Hasil pilot survey. Berdasarkan hasil pilot survey dilakukan perubahan pada atribut yang digunakan menjadi 2 atribut dengan masing-masing atribut mempunyai 3 level.

Pengumpulan data kemudian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diisi lengkap. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 23 Juli 2021 sampai dengan 30 Juli 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Pengolahan data dengan Limdep digunakan untuk memperoleh output berupa nilai koefisien atribut (𝛽) Software Limdep digunakan untuk menganalisis alternatif pilihan pada konsep alat yang digunakan dalam penelitian ini. Pengolahan data menggunakan SPSS digunakan dengan output berupa deskripsi hasil kuesioner yang memuat karakteristik responden dalam penelitian ini, hasilnya disajikan dalam bentuk tabel atau diagram.

Outputnya berupa probabilitas setiap rute pada setiap skenario yang dirancang dalam penelitian ini.

Deskripsi Data Responden

Evaluasi pemilihan jalur dilakukan dengan menggunakan software excel dengan ketentuan koefisien atribut diperoleh dari software Limdep. Gambaran pemilihan rute ini, responden memilih rute yang rutin dipilih untuk rute Kota Pontianak – Pontianak Utara dan memilih 8 skenario pemilihan rute. Terdapat perubahan persentase pilihan rute dimana anda mungkin akan menemukan kenaikan dan penurunan pilihan rute jembatan, perubahan ini dipengaruhi oleh waktu tempuh dan biaya perjalanan.

Pemilihan jalur didasarkan pada pilihan responden kemudian dilakukan evaluasi dengan estimasi hasil setiap skenario dibandingkan kembali. Berdasarkan tabel terdapat perbedaan yang signifikan antara pemilihan rute berdasarkan respon responden dengan hasil penilaian pemodelan yang dilakukan. Namun pada pemilihan jalur Kota Pontianak – Pontianak Utara, hasil pilihan responden dan perhitungan perkiraan mayoritas memilih jalur jembatan sebagai jalur pilihan.

Hasil evaluasi pemilihan rute menunjukkan bahwa peningkatan biaya perjalanan dan peningkatan waktu tempuh akan menurunkan keputusan pemilihan rute dan terdapat kecenderungan untuk beralih menggunakan rute lain.

Gambar 4.1.  Deskripsi Pekerjaan
Gambar 4.1. Deskripsi Pekerjaan

Deskripsi Karakteristik Perjalanan Responden

Deskripsi Pemilihan Rute Responden

Berdasarkan data yang diperoleh diketahui persentase responden yang memilih jalur 1 atau jalur jembatan adalah sebesar 88% untuk jalur yang sering dipilih responden, sedangkan 12% memilih jalur 2 yaitu jalur perahu penyeberangan. Estimasi Pemilihan Rute Responden Berdasarkan Skenario Tertentu Estimasi pemilihan rute menggunakan biner logit, in.

Estimasi Pemilihan Rute Responden Berdasarkan Skenario

Berdasarkan grafik hubungan pseudo-R2 dengan R2, nilai R2 model penelitian ini adalah 20%. Uji parameter goodness-of-fit model kemudian dilakukan dengan membandingkan parameter probabilitas konstan dengan parameter probabilitas variabel pilihan yang ditunjukkan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan rasio kemungkinan hipotesis nol. Hasil pengujiannya ditunjukkan pada Tabel 4.5 Perkiraan Uji Rasio Kemungkinan. Berdasarkan Tabel 4.5 nilai -2LL lebih besar dari nilai Chi-kritis sehingga hipotesis nol ditolak. Hal ini menyatakan bahwa parameter probabilitas dengan variabel pilihan yang ditunjukkan tidak sama dengan parameter probabilitas yang hanya menggunakan konstanta.

Penerapan estimasi model setelah dilakukan pengujian parameter kemungkinan adalah uji tabulasi silang, pengujian ini dilakukan untuk menentukan frekuensi pemilihan rute dan mengetahui korelasi antar data pemilihan rute. Pada Tabel 4.6 hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa nilai R1 menunjukkan responden yang memilih jalur pertama dan tetap berada pada jalur jembatan, sedangkan R2 menunjukkan responden yang memilih jalur kedua atau penyeberangan kapal penyeberangan. Analisis evaluasi pemilihan jalur dilakukan dalam 2 tahap yaitu dengan memeriksa signifikansi antara variabel terikat dengan atribut yang digunakan menggunakan model logit biner pilihan diskrit.

𝑉(𝑋𝑓) = bagian dari utilitas pilihan jalur penyeberangan alternatif Komponen utilitas terdiri dari variabel preferensi yang dinyatakan dalam kuesioner, komponen ini kemudian dibentuk dalam model logit umum.

Tabel 4.3.  Estimasi Model Conditional Logit Pemilihan Rute Pontianak Kota – Pontianak Utara
Tabel 4.3. Estimasi Model Conditional Logit Pemilihan Rute Pontianak Kota – Pontianak Utara

Analisa Sensitivitas

Dalam analisis detail sensitivitas penyeberangan penyeberangan dibagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah darat dan wilayah sungai, dimana analisis pertama adalah sensitivitas terhadap tarif penyeberangan. Perubahan tarif kapal penyeberangan dengan kelipatan Rp 1000 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pemilihan rute, dimana kenaikan tarif kapal penyeberangan akan menurunkan minat responden dalam memilih kapal penyeberangan dan melintasi jembatan, dengan selisih sebesar Rp 4000 terjadi penurunan sebesar 26% sehingga responden yang memilih jembatan meningkat menjadi 73%, secara perhitungan persentase pemilihan rute yang berimbang terjadi dengan biaya perjalanan sebesar Rp 5.400, sedangkan pada kondisi tarif kapal penyeberangan eksisting sebesar Rp 5.000. Hasil analisis secara rinci terdapat pada Tabel 4.8 Hasil analisis sensitivitas tarif penyeberangan dengan ringkasan hasil disajikan pada grafik pada Gambar 4.10.

Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas terhadap waktu tempuh kapal feri, dimana interval waktu tempuh yang digunakan kapal feri adalah 5 menit. Hal ini menunjukkan bahwa waktu perjalanan kapal feri tidak memberikan dampak yang signifikan dibandingkan dengan perubahan tarif yang cenderung lebih sensitif. Rincian rekapitulasinya dapat dilihat pada Tabel 4.9, hasil analisis sensitivitas waktu tempuh penyeberangan dan hasil yang diharapkan pada grafik pada Gambar 4.11.

Tabel 4.9.  Hasil Analisis Sensitivitas Tarif Feri Penyeberangan
Tabel 4.9. Hasil Analisis Sensitivitas Tarif Feri Penyeberangan

Analisis Pemilihan Rute dan Estimasi Pemilihan Rute

Pembahasan

Terdapat perbedaan antara pilihan responden dengan perhitungan perkiraan yang dilakukan, hal ini dikarenakan perkiraan tidak memperhitungkan faktor pribadi responden, perhitungan hanya dilakukan pada faktor biaya perjalanan dan waktu perjalanan. Pemilihan jalur pada kondisi saat ini didominasi oleh jalur jembatan dengan persentase sebesar 88%. Penggunaan jalur jembatan dinilai lebih ekonomis dibandingkan jalur penyeberangan yang memiliki biaya tambahan berupa tarif kapal penyeberangan. Kajian yang dilakukan hanya memperhatikan aspek alternatif pilihan sehingga tidak memperhitungkan karakteristik individu.

Studi ini melakukan angkutan terbatas pada sepeda motor, kedepannya mungkin akan ditawarkan variasi untuk kendaraan pribadi lain dan angkutan umum. Halo, Saya Riana Alifya, mahasiswi Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Bandung, sedang melakukan penelitian Pemilihan Rute Kota Pontianak - Pontianak Utara. Data perjalanan memberikan gambaran kepada responden mengenai mobilitas atau pergerakan perjalanan yang dilakukan dalam kondisi saat ini.

Jika menggunakan jembatan biayanya 3000 rupiah untuk bensin dengan waktu tempuh 40 menit.

PENUTUP

Kesimpulan

Biaya mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap pengambilan keputusan dibandingkan sensitivitas terhadap waktu. Penambahan Rp 4.000 akan mengurangi pilihan jalur penyeberangan sebesar 16% dan perpindahan ke jalur jembatan berkurang hingga 90%.

Saran

Analisis Pemilihan Moda Transportasi Menggunakan Metode Discrete Choice Model (Studi Kasus : Bandara Internasional Soekarno Hatta). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan Jembatan Landak II dan Jembatan Kapuas I serta penyeberangan penyeberangan. Jika Anda memenuhi kriteria di atas, silakan mengisi formulir ini sesuai dengan keadaan dan kondisi sebenarnya.

Bantuan yang bapak/ibu berikan dalam mengisi formulir ini sangat membantu dalam proses penelitian tugas akhir penulis. Pada kondisi saat ini, dalam perjalanan Anda dari Kota Pontianak menuju Pontianak Utara atau sebaliknya, jalan mana yang sering Anda gunakan? Anda diminta untuk memilih di antara dua jalur dengan mempertimbangkan skenario yang tercantum dalam setiap pertanyaan yang diberikan.

Pada Skenario 1, responden diminta memilih antara 2 pilihan yaitu menggunakan jembatan atau menggunakan kapal penyeberangan sesuai kondisi.

Gambar

Gambar 2.1.  Sistem transportasi makro
Tabel 2.1. Perbedaan stated preference dan revealed preference
Tabel 2.2. Referensi Kajian Terdahulu
Tabel 3.1.  Kategori data pada variabel personal  No  Variabel Personal  Kategori
+7

Referensi

Dokumen terkait

Table of Contents Responsibility and Accounability...1 The Office of Environment Health and Safety...4 Organizational Activities...5 Asbestos Management...7 Biological Safety...9