• Tidak ada hasil yang ditemukan

Posttest Kelas Eksperimen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Posttest Kelas Eksperimen "

Copied!
195
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Terdapat berbagai macam model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengajar siswa sesuai dengan metode dan gaya belajarnya sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam praktiknya, guru harus ingat bahwa tidak ada satu model pembelajaran yang paling tepat untuk semua situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat harus memperhatikan kondisi siswa, sifat bahan ajar, fasilitas media yang tersedia dan kondisi guru itu sendiri.

Selain penggunaan tes materi, pada K13 sangat disarankan tes afektif mencakup sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran dan menemukan konsep melalui kegiatan ilmiah. Sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran, pendidik hendaknya membantu siswa meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis melalui model pembelajaran yang dapat mendukung siswa untuk belajar efektif dan aktif.

Rumusan

Berdasarkan penjelasan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Led Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar IPA Berkonsep Daur Air Pada Siswa Kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Gambaran Umum SD InpresTompo Kabupaten Barru

Kajian Teoritis

Model pembelajaran dalam penelitian ini adalah pembelajaran inkuiri terbimbing yang terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai model pembelajaran yang merupakan strategi dalam proses pembelajaran.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa di kelas. Pembelajaran inkuiri terbimbing dalam penelitian ini merupakan model pembelajaran dalam proses pembelajaran yang memberikan bimbingan/petunjuk dan informasi kepada siswa. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan suatu model pembelajaran dimana guru memberikan atau memberikan petunjuk/bimbingan secara luas kepada siswa. Dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing ini, guru memberikan petunjuk mengenai materi yang akan diajarkan kepada siswa sesuai kebutuhan.

Dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing ini, guru memberikan petunjuk yang diperlukan kepada siswa. Ciri-ciri pembelajaran penelitian terbimbing Penerapan model pembelajaran penelitian terbimbing mempunyai ciri khas dalam proses pembelajaran siswa.

Gambar 2.1 Siklus Daur Air
Gambar 2.1 Siklus Daur Air

Penelitian yang Relevan

Data keterampilan proses sains dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan hasil belajar IPA menggunakan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Kedua, setelah dilakukan kontrol terhadap keterampilan proses sains secara kovariabel, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.

Penelitian yang dilakukan oleh Siti Juliati menyebutkan pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada konsep tekanan. Dari ketiga penelitian yang disebutkan di atas, fokusnya adalah pada pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa.

Kerangka Pikir

Hasil belajar siswa pada aspek kognitif terkait konsep tekanan diwakili oleh nilai rata-rata hasil belajar, baik sebelum maupun sesudah tes, antara kelompok A (kelompok kontrol) yang menggunakan metode konvensional, dibandingkan dengan kelompok B (eksperimental). kelompok) menggunakan metode konvensional. model pembelajaran inkuiri terbimbing, pre-test kelompok A dan B (28,38 dan 24,01) dan post-test kelompok A dan B (59,83 dan 66,32). Kedua penelitian ini mempunyai ruang lingkup dan tujuan yang hampir sama, yaitu untuk mengkaji peneliti dengan melihat sejauh mana pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing. Perbedaan penelitian dengan kedua peneliti diatas adalah peneliti melihat pada variabel keterampilan berpikir kritis yaitu apakah terdapat pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap motivasi belajar siswa.

Oleh karena itu, penggunaan pendekatan, strategi dan model pembelajaran yang tepat dan bervariasi sangat diperlukan untuk pembelajaran IPA yang lebih baik. Dalam model inkuiri terbimbing ini, guru membimbing siswa melalui kegiatan dengan mengajukan pertanyaan awal dan mengawali diskusi.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Desain dan Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Populasi, Sampel, dan Tehnik Penarikan Sampel
  • Metode Pengumpulan Data
  • Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Gambaran distribusi frekuensi hasil post-test kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen adalah sebagai berikut. Gambaran distribusi frekuensi hasil postes kemampuan berpikir kritis siswa kelompok kontrol adalah sebagai berikut. Rangkuman hasil post test kemampuan berpikir kritis Balance test siswa pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol.

Perbedaan kemampuan berpikir kritis pada post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol siswa kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru. Peneliti menyimpulkan terdapat pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru.

Tabel 3. 2. Kriteria Nilai N-Gain
Tabel 3. 2. Kriteria Nilai N-Gain

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Hasil perhitungan statistik post-test kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen di atas menunjukkan rata-rata skor yang diperoleh seluruh siswa adalah 79.83, median 79.16, modus 75, standar deviasi 6.44, varians 41.493, range 25, terendah nilai sebesar 66,67 dan nilai tertinggi sebesar 91,67. Hasil perhitungan statistik post-test kemampuan berpikir kritis siswa kelompok kontrol di atas menunjukkan bahwa rata-rata skor yang diperoleh seluruh siswa adalah 73.00, median 75.00, modus 66.67, standar deviasi 11.22, varians 126.04, rentang 41.67, nilai terendah 50 , dan nilai tertinggi 91,67. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi skor postes keterampilan berpikir kritis siswa kelompok kontrol, maka grafik skor postes keterampilan berpikir kritis siswa kelompok kontrol adalah sebagai berikut.

Berdasarkan kategori hasil belajar siswa, ditetapkan 3 orang siswa yang mendapat nilai kategori sedang dengan persentase 12%, 20 orang siswa yang mendapat nilai kategori tinggi dengan persentase 80%, dan 2 orang siswa yang mendapat nilai kategori sangat tinggi dengan persentase 8%. Uji pretest kesetaraan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara rata-rata pretes kemampuan berpikir kritis siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol. Pre-test digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis awal siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol sebelum diberikan perlakuan.

Berdasarkan hasil pre-test kemampuan berpikir kritis siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh rerata kelompok eksperimen sebesar 55,67 dengan kategori cukup, dan rerata kelompok kontrol sebesar 56,33 dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, diperoleh rata-rata post-test kelompok eksperimen sebesar 79,83 dengan kategori baik dan rata-rata post-test kelompok kontrol sebesar 73,00 dengan kategori cukup. Rerata dan kategori post-test kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan post-test kelompok kontrol, sehingga terdapat perbedaan rerata post-test kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran inkuiri terbimbing lebih efektif dibandingkan dengan strategi pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab, tugas). 3) Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dan keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar saintifik konsep siklus air melalui keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel terikat (Y): hasil belajar IPA (nilai) dan variabel bebas (X): tes berpikir kritis dan pembelajaran inkuiri terbimbing. Koefisien Tes Kemampuan Berpikir Kritis sebesar 0,288 menunjukkan bahwa setiap kenaikan skor Tes Kemampuan Berpikir Kritis sebesar 1% maka hasil/nilai belajar IPA meningkat sebesar 0,288. Koefisien pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 0,197 menunjukkan bahwa setiap peningkatan skor Tes Kemampuan Berpikir Kritis sebesar 1%, maka hasil/nilai belajar IPA meningkat sebesar 0,197.

Tabel 4.4  Aktivitas guru dalam Mengajarkan Model Pembelajaran Inkuiri  Terbimbing
Tabel 4.4 Aktivitas guru dalam Mengajarkan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Pembahasan

Nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang diperoleh pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol. Sejalan dengan temuan penelitian Priono (2015) menunjukkan bahwa rata-rata pencapaian keterampilan berpikir kritis siswa meningkat ketika menggunakan inkuiri terbimbing. Guru membimbing siswa dalam pembelajaran sehingga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui sintaksis inkuiri terbimbing.

Sejalan dengan penelitian Hasruddin (2009) bahwa penerapan pembelajaran berbasis inkuiri dapat memperkuat kemampuan berpikir siswa sehingga dapat memaksimalkan kemampuan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis siswa dapat dilatih dan dikembangkan dengan selalu bertanya dan mempertanyakan berbagai fenomena yang diteliti. Tahap pengumpulan dan analisis data dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menjelaskan.

Hal ini didukung oleh penelitian Brown dkk (2006) dan Howard & Miskowski (2005) yang menyimpulkan bahwa inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman siswa dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Hasil analisis data menggunakan tes keseimbangan pada pre dan post test kemampuan berpikir kritis pada kelompok kontrol dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab, penugasan) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antar kelompok. . hasil pre dan post test dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab, tugas). Peneliti menyimpulkan terdapat pengaruh strategi pembelajaran ekspositori (ceramah, tanya jawab, tugas) pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru.

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan di atas, disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri terarah dalam pembelajaran IPA berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru, strategi metode pembelajaran konvensional (ceramah , tanya jawab dan tugas) dalam pelajaran. IPA berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru, dan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing lebih efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan strategi pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab, tugas). Hal ini disebabkan karena sintaks/langkah-langkah dalam strategi pembelajaran inkuiri terbimbing cocok untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa dan karena adanya dampak positif penerapan strategi tersebut terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Atas bimbingan dan pertolongan Allah SWT yang dipadukan dengan ketekunan dan motivasi yang tinggi untuk terus belajar dan usaha serta doa dari orang tua dalam menjalankan kegiatan akademik di Universitas Muhammadiya Makassar, penulis berhasil menyelesaikan tugas akhir skripsi ini yang berjudul “Dampak Dampak Model Pembelajaran Inquiry-Directed terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Konsep Daur Air pada Siswa Kelas V SD Inpres Tompo Kabupaten Barru". - Uji Rangkaian Soal Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sebelum Tes Instrumen Uji Kompetensi Aspek Berpikir Kritis Indikator berpikir kritis Mendeskripsikan proses-proses siklus air dan aktivitas manusia yang dapat Keluaran: Siswa dapat menjelaskan perubahan wujud air yang terjadi pada proses siklus air.

Siswa dapat melakukan percobaan perubahan bentuk air yang terjadi pada proses siklus air. Produk: Setelah menyelesaikan percobaan, siswa dapat menjelaskan dengan benar perubahan wujud air yang terjadi pada proses siklus air. Proses: Setelah melakukan percobaan, siswa dapat mengamati peristiwa perubahan wujud air yang terjadi pada proses siklus air dengan benar.

11. Siswa dimotivasi dan diberi banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya mengenai data yang telah ditemukan dan diolah dalam diskusi kelas dengan guru. Keluaran: Siswa dapat menjelaskan urutan tahapan peristiwa proses siklus air berdasarkan hasil percobaan pada sesi sebelumnya. Setelah berdiskusi, siswa dapat menjelaskan dengan benar urutan tahapan peristiwa proses siklus air berdasarkan hasil percobaan pada pertemuan sebelumnya.

Setelah berdiskusi, siswa dapat mengidentifikasi hasil pertemuan praktikum sebelumnya kemudian membandingkannya dengan urutan tahapan kejadian proses siklus air yang benar. Siswa mengolah informasi yang diperoleh dalam diskusi dan melengkapi istilah-istilah pada peta siklus air dengan bimbingan guru, kemudian menyalinnya ke kertas pelangi dan menghiasnya. Proses: Setelah melakukan percobaan, siswa dapat mengidentifikasi aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi siklus air.

Selama proses pembelajaran, siswa dapat melakukan percobaan terhadap aktivitas manusia yang mempengaruhi siklus air. Silakan beri tanda centang (√) pada indikator SB=sangat baik, B=baik, K=kurang dan SK=sangat kurang berdasarkan penilaian Anda terhadap Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing.

Gambar

Gambar 4.1.Diagram Nilai Post-Test Kemampuan berpikir Kritis Siswa  Kelompok Eksperimen ........................................................75  Gambar 4.2.Diagram Nilai Post-Test Kemampuan berpikir Kritis Siswa
Gambar 2.1 Siklus Daur Air
Tabel 2. 1. Tahapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing  Fase
Tabel 3. 1. Desain Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian Iwan, dkk 2021 menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran project citizen peserta didik dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, keterampilan