Bendungan Pengga Sebagai Bangunan Pengendali Banjir
Oleh:
1. Ida Bagus Andrew Widyantara 2. Muhammad Wisam Naufal
PENDAHULUAN PEMBAHASAN KESIMPULAN
BAB 2 BAB 3
BAB 1
BAB 1
PENDAHULUAN
● Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia.
Definisi banjir adalah keadaan dimana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar. Kedatangan banjir dapat diprediksi dengan
memperhatikan curah hujan dan aliran air. Salah satu upaya penanggulangan banjir adalah membangun bendungan.
● Waduk merupakan bagian bendungan yang berfungsi sebagai penahan banjir di dalam tampungan dan
mengalirkannya sesuai dengan kapasitas Sungai. Banjir yang tidak dapat ditampung pada waduk akan dialirkan menggunakan bangunan Spillway. Tampungan puncak banjir dalam waduk akan mengurangi elevasi muka air banjir dan debit banjir di bagian hilir.
Latar Belakang
● Bendungan Pengga merupakan salah satu bendungan yang berada di Provinsi Nusa Tenggara barat dengan luas DAS sebesar 340 Km2 yang membendung Sungai Penunjak. Bendungan pengga dibuat dengan salah satu tujuan untuk pengendalian banjir dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi sebesar ±3,189 Ha, suplai air baku
sebesar 200 l/det, dan pembangkit listrik tenaga air sebesar 400 KVA.
● Bendungan Pengga juga merupakan bendungan yang memiliki sistem
interkoneksi dengan bendungan Batujai.
Sistem operasional bendungan Batujai sangat berpengaruh terhadap pola operasi bendungan pengga karena debit pada bendungan Pengga disuplai dari bendungan Batujai. Sehingga bila terjadi keruntuhan pada bendungan Batujai, bendungan Pengga diharuskan untuk menahan debit banjir dari bendungan Batujai.
Manfaat dan Tujuan
1. Mengetahui informasi mengenai infrastuktur Bendungan Pengga.
2. Menginvestigasi operasi, pemeliharaan, pemantauan, serta rehabilitasi Bendungan Pengga.
Tujuan Manfaat
1. Untuk memberikan informasi tentang bagian infrastruktur yang ada di Bendungan Pengga.
2. Untuk memberikan informasi pemeliharaan, pemantauan, serta rehabilitasi yang
dilakukan pada Bendungan
Pengga.
BAB 2
PEMBAHASAN
Bendungan Pengga memiliki luasan DAS sebesar 340 km
2dengan debit banjir rencana sebesar 682,93 m
3/th, Volume tampungan Bruto sebesar 17.258.000 m
3, Luas genangan sebesar 497 Ha, dan Elevasi MAB maximal setinggi 58 +m dpl. Tubuh bendungan Pengga menggunakan Type Urugan tanah dengan inti tegak dengan panjang 700 m dan tinggi 34 m. Lebar puncak 9 m dan elevasi puncaknya setinggi 60,5 m.
Spillway Utama memiliki debit banjir rencana sebesar 2,450 m
3/detik ber-type Ogee dengan Pintu air bertipe Radial gates dan berjumlah 6 pintu. Radial gates dapat mengalirkan debit yang direncakan dengan tetap memperhatikan ketinggian muka air di hulu maupun di hilir. Radial gates digunakan karena dapat membuka sendiri secara otomatis apabila debitnya melebihi batas. Sehingga jika terjadi banjir, Pintu spillway akan otomatis terbuka dengan sendirinya.
Kapasitas Debit 1 pintu Radial 343 m
3/det.
Data Teknis Bendungan
Pengga
Selain Spillway utama, bendungan Pengga memiliki emergency spillway yang berfungsi melimpaskan debit banjir bila terjadi keruntuhan bendungan Batujai. Bertipe Fuse plug Inclinid Core Rockfill Dam dengan panjang mercu 200 meter.
Emergency Spillway memiliki elevasi yang lebih tinggi, dimana elevasi mercu emergency spillway adalah 58.50 m sedangkan elevasi mercu spillway utama adalah 57 m dengan kapasitas debit 1,700 m3/detik.
Type kolam olak yang digunakan adalah tipe Vlughter, Type kolam olak Vlughter digunakan pada tanah aluvial (jenis tanah yang berbentuk karena endapan yang terjadi di sungai yang berada di dataran rendah) dengan aliran sungai tidak membawa batuan besar.
Intake menggunakan Pipa baja. O 1,3 m dan Saluran lining beton dengan dimensi pintu sebesar 800 – 1300 mm dan panjang 128.30 m. Intake digunakan untuk kebutuhan irigasi, air baku, dan PLTM.
Berikut adalah data teknis bagian-bagian yang ada pada Bendungan Pengga:
Operasi Pintu Intake
- Operasi pintu dalam keadaan normal : Dalam keadaan normal pintu air dioperasikan sesuai dengan prosedur operasi pintu dan pola operasi waduk yaitu untuk melayani kebutuhan irigasi pada musim kemarau dan tidak dalam kondisi siaga banjir
- Operasin pintu pada saat siaga banjir : pastikan tidak ada kegiatan pada saluran irigasi, karena akan ada pelepasan aliran yang besar dan membahayakan. Untuk menghindari hal hal yang membahayakan masyarakat maka sebelum dilakukan pembukaan yang bersifat mendadak dan dalam debit yang besar harus diumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat di bagian hilir.
- Operasi pintu dalam kondisi darurat : Dalam keadaan darurat pintu air dioperasikan sesuai pola operasi waduk yaitu untuk melayani kebutuhan irigasi dan untuk pengamanan bendungan dalam kondisi siaga banjir. Operasi dilaksanakan oleh petugas rutin berkoordinasi dengan petugas piket banjir
- Operasi pintu pada saat musim hujan : Pada saat musim hujan dimana waduk akan digunakan sebagai pengendali banjir maka pengoperasian katup pancar berlubang harus mengikuti pola operasi waduk dalam rangka pengendalian banjir namun tetap mempertimbangkan optimalisasi waduk.
Operasi Spillway
• Operasi Tahun Basah
Tahun Basah adalah tahun pada saat jumlah debit aliran atau curah hujan pengamatan lebih besar dari 66,67% dan kurang dari 100
%,dimana pada saat ini dapat dikatakan debit air pada Bendungan Pengga melampaui batas normal /High water Level dan terjadi pada akhir bulan April. Biasanya jumlah pintu pelimpah akan dibuka sesuai dengan kondisi banjir yang ada sehingga air dapat dikendalikan, tentunya hal ini harus mengacu pada aturan pengoperasian pintu air, berkoordinasi dengan ketua team pengendali banjir , dan pada saat pembukaan pintu spillway agar didahului dengan alarm agar semua kegiatan yang berada dihilir dapat diamankan.
• Operasi Tahun Kering
Tahun kering adalah ahun pada saat curah hujan atau aliran sungainya berkisar antara 0% sampai 33 % dari jumlah curah hujan hasil pengamatan, dimana pada saat ini dapat dikatakan debit air pada bendungan Batujai kurang dari keadaana normal /Low Water Level dan terjadi pada akhir bulan November. Biasanya pintu Spillway dalam kondisi tertutup sehingga aliran akan melewati pintu intake untuk melayani kebuuhan air irigasi
Pemeliharaan
Untuk menunjang kinerja bendungan pengga sebagai pengendali banjir dan memperpanjang umur layanya.
Maka dilakukan pemeliharaan rutin dan berkala seperti berikut:
Komonen Pemeliharaan Dokumentasi Tubuh
Bendungan
Pembersihan Tubuh dan Area Sekitar Wilayah Bendungan
Perbaikan Rip-rap pada lereng hulu dan hilir bendungan
Pekerjaan Pagar Perkerasan Crest Puncak Bendungan
Pekerjaan perbaikan tangga Hilir Bendungan
Waduk
Pembersihan Eceng Gondok di waduk
Pengerukan sedimen untuk memperpanjang usia guna waduk
Intake
Pengecatan Pintu Stoplock, Intake, Pintu Radial dengan Cat Besi
Pekerjaan perbaikan atap Pelindung Pintu Intake
Bangunan Penunjang
Pekerjaan Pengecatan Parapet dan Tiang handrill dengan Cat Tembok
Pekerjaan Gardu Pandang
Pekerjaan perbaikan Drainase Kaki Bendungan
Kebutuhan Rutin Hydromekanikal dan Elektrikal
BAB 3
KESIMPULAN
Bendungan Pengga mampu melakukan kinerjanya secara baik, yaitu mengaliri air kebutuhan irigasi, air baku, dan PLTM. Bendungan Pengga juga mampu melakukan kinerjanya sebagai pengendalian banjir. debit tertinggi yang melawati pelimpah terjadi pada 2019 sebesar 364 m3/detik.
Dari beberapa hasil monitoring dan evaluasi ada beberapa bagian bendungan yang memang membutuhkan pemeliharaan dan juga pembersihan pada waduk, tubuh bendungan dan bagian-bagian lainnya. Pemeliharaan bendungan harus dilaksanakan secara rutin, karena pemeliharaan yang bagus akan mampu menambah usia dan menjaga keberlangsungan fungsi dan keamanan bendungan tersebut.