• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS INFRASTRUKTUR PUBLIK OKTOBER

Wisam N

Academic year: 2023

Membagikan "TUGAS INFRASTRUKTUR PUBLIK OKTOBER"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BENDUNGAN PENGGA SEBAGAI BANGUNAN PENGENDALI BANJIR Ida Bagus Andrew Widyantara1, dan Muhammad Wisam Naufal2

1Teknik Sipil, Universitas Mataram email: [email protected]

2 Teknik Sipil, Universitas Mataram email: wisem777@gmail .com

Abstrak. Bendungan merupakan bangunan penahan air buatan berjenis urugan atau lainnya yang menampung air termasuk pondasi, tebing tumpuan, serta bangunan pelengkap. Kolam bendungan atau yang biasa disebut dengan waduk akan menyimpan air di musim hujan kemudian dimanfaatkan selama musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan penduduk, pertanian, dan industri. Salah satu tipe bendungan berdasarkan fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir yang dibangun untuk memperlambat atau menyimpan sementara aliran banjir untuk mengurangi terjadinya banjir besar. Banjir yang tidak dapat ditampung pada waduk akan dilepaskan oleh suatu bagian dari bendungan yaitu bangunan spillway. Salah satu fungsi Bendungan Pengga adalah sebagai pengendali banjir. Pada bendungan Pengga dilaksanakan operasi pengendalian banjir dengan operasi pembukaan pintu spillway sesuai dengan SOP dan pola operasi Bendungan Pengga.

Kata kunci: Banjir, Bendungan,

(2)

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Definisi banjir adalah keadaan dimana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar. Kedatangan banjir dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran air. Salah satu upaya penanggulangan banjir adalah membangun bendungan.

Waduk merupakan bagian bendungan yang berfungsi sebagai penahan banjir di dalam tampungan dan mengalirkannya sesuai dengan kapasitas Sungai. Banjir yang tidak dapat ditampung pada waduk akan dialirkan menggunakan bangunan Spillway. Tampungan puncak banjir dalam waduk akan mengurangi elevasi muka air banjir dan debit banjir di bagian hilir.

Bendungan Pengga merupakan salah satu bendungan yang berada di Provinsi Nusa Tenggara barat dengan luas DAS sebesar 340 Km2 yang membendung Sungai Penunjak. Bendungan pengga dibuat dengan salah satu tujuan untuk pengendalian banjir dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi sebesar

±3,189 Ha, suplai air baku sebesar 200 l/det, dan pembangkit listrik tenaga air sebesar 400 KVA.

Bendungan merupakan bendungan yang memiliki sistem interkoneksi dengan bendungan Batujai. Sistem operasional bendungan Batujai sangat berpengaruh terhadap pola operasi bendungan pengga karena debit pada bendungan Pengga disuplai dari bendungan Batujai. Sehingga bila terjadi keruntuhan pada bendungan Batujai, bendungan Pengga diharuskan untuk menahan debit banjir dari bendungan Batujai.

1.2 Tujuan

1.

Mengetahui informasi mengenai infrastuktur Bendungan Pengga.

2.

Menginvestigasi operasi,

pemeliharaan, pemantauan, serta rehabilitasi Bendungan Pengga.

1.3 Manfaat

1.

Untuk memberikan informasi tentang bagian infrastruktur yang ada di Bendungan Pengga.

2.

Untuk memberikan informasi pemeliharaan, pemantauan, serta rehabilitasi yang dilakukan pada Bendungan Pengga.

PEMBAHASAN 2.1 Latar Belakang

Bendungan Pengga memiliki luasan DAS sebesar 340 km2 dengan debit banjir rencana sebesar 682,93 m3/th, Volume tampungan Bruto sebesar 17.258.000 m3, Luas genangan sebesar 497 Ha, dan Elevasi MAB maximal setinggi 58 +m dpl.

Tubuh bendungan Pengga menggunakan Type Urugan tanah dengan inti tegak dengan panjang 700 m dan tinggi 34 m.

Lebar puncak 9 m dan elevasi puncaknya setinggi 60,5 m.

Spillway Utama memiliki debit banjir rencana sebesar 2,450 m3/detik ber-type Ogee dengan Pintu air bertipe Radial gates dan berjumlah 6 pintu. Radial gates dapat mengalirkan debit yang direncakan dengan tetap memperhatikan ketinggian muka air di hulu maupun di hilir. Radial gates digunakan karena dapat membuka sendiri secara otomatis apabila debitnya melebihi batas. Sehingga jika terjadi banjir, Pintu spillway akan otomatis terbuka dengan sendirinya. Kapasitas Debit 1 pintu Radial 343 m3/det.

Selain Spillway utama, bendungan Pengga memiliki emergency spillway yang berfungsi melimpaskan debit banjir bila terjadi keruntuhan bendungan Batujai.

Bertipe Fuse plug Inclinid Core Rockfill Dam dengan panjang mercu 200 meter.

Emergency Spillway memiliki elevasi yang lebih tinggi, dimana elevasi mercu emergency spillway adalah 58.50 m sedangkan elevasi mercu spillway utama adalah 57 m dengan kapasitas debit 1,700 m3/detik.

Gambar 2.1 Spillway bendungan Pengga

Type kolam olak yang digunakan adalah tipe Vlughter, Type kolam olak Vlughter digunakan pada tanah aluvial (jenis tanah yang berbentuk karena endapan yang terjadi di sungai yang berada di dataran rendah) dengan aliran sungai tidak membawa batuan besar.

Intake menggunakan Pipa baja. O 1,3 m dan Saluran lining beton dengan dimensi pintu sebesar 800 – 1300 mm dan panjang

(3)

128.30 m. Intake digunakan untuk kebutuhan irigasi, air baku, dan PLTM.

Berikut adalah data teknis bagian- bagian yang ada pada Bendungan Pengga:

2.2

Operasi, pemeliharaan,pemantauan, serta rehabilitasi Bendungan Pengga.

2.2.1

Operasi pintu intake

Operasi dilakukan sesuai dengan keadaan yang terjadi sebagai berikut:

-

Operasi pintu dalam keadaan normal : Dalam keadaan normal pintu air dioperasikan sesuai dengan prosedur operasi pintu dan pola operasi waduk yaitu untuk melayani kebutuhan irigasi pada

musim kemarau dan tidak dalam kondisi siaga banjir

-

Operasin pintu pada saat

siaga banjir : pastikan tidak ada kegiatan pada saluran irigasi, karena akan ada pelepasan aliran yang besar dan membahayakan.

Untuk menghindari hal hal

yang membahayakan

masyarakat maka sebelum dilakukan pembukaan yang bersifat mendadak dan dalam debit yang besar harus diumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat di bagian hilir. Pada saat pembukaam agar diketahui dengan alam agar semua kegiatan yang ada di bagian hilir dapat diamankan

-

Operasi pintu dalam kondisi darurat : Dalam keadaan darurat pintu air dioperasikan sesuai pola operasi waduk yaitu untuk melayani kebutuhan irigasi dan untuk pengamanan bendungan dalam kondisi siaga banjir. Operasi dilaksanakan oleh petugas rutin berkoordinasi dengan petugas piket banjir

-

Operasi pintu pada saat musim hujan : Pada saat musim hujan dimana waduk akan digunakan sebagai pengendali banjir maka pengoperasian katup pancar berlubang harus mengikuti pola operasi waduk dalam rangka pengendalian banjir namun tetap mempertimbangkan optimalisasi waduk.

2.2.2 Operasi Spillway

Operasi Tahun Basah Tahun Basah adalah tahun pada saat jumlah debit aliran atau curah hujan pengamatan lebih besar dari 66,67% dan kurang dari 100

%,dimana pada saat ini dapat dikatakan debit air pada Bendungan Pengga

(4)

melampaui batas normal /High water Level dan terjadi pada akhir bulan April.

Biasanya jumlah pintu pelimpah akan dibuka sesuai dengan kondisi banjir yang ada sehingga air dapat dikendalikan, tentunya hal ini harus mengacu pada aturan pengoperasian pintu air, berkoordinasi dengan ketua team pengendali banjir , dan pada saat pembukaan pintu spillway agar didahului dengan alarm agar semua kegiatan yang berada dihilir dapat diamankan.

Operasi Tahun Kering Tahun kering adalah ahun pada saat curah hujan atau aliran sungainya berkisar antara 0% sampai 33 % dari jumlah curah hujan hasil pengamatan, dimana pada saat ini dapat dikatakan debit air pada bendungan Batujai kurang dari keadaana normal /Low Water Level dan terjadi

pada akhir bulan

November.Biasanya pintu Spillway dalam kondisi tertutup sehingga aliran akan melewati pintu intake untuk melayani kebuuhan air irigasi Untuk menunjang kinerja

bendungan pengga sebagai

pengendali banjir dan memperpanjang umur layanya. Maka dilakukan pemeliharaan rutin dan berkala seperti pembersihan Eceng Gondok di waduk, pembersihan Tubuh dan Area Sekitar Wilayah Bendungan, dan Pengecatan.

Dilakukan juga remedial bendungan dengan item pekerjaan seperti perbaikan Rip-Rap Lereng, Pekerjaan Drainase, pekerjaan Pengerukan sedimentasi, dan Pemasangan Trashboom.

2.2 Gambar Pembersihan Eceng Gondok

Gambar 2.3 Pembersihan Semak, Rumput dan Sampah pada Tubuh dan

Area Sekitar Wilayah Bendungan

Gambar 2.4 Perbaikan Rip- Rap Lereng

Gambar 2.5 Pengerukan Sedimentasi

(5)

Bendungan Pengga mampu melakukan kinerjanya secara baik, yaitu mengaliri air kebutuhan irigasi, air baku, dan PLTM. Bendungan Pengga juga mampu melakukan kinerjanya sebagai pengendalian banjir. Hal ini dapat dilihat dari table Tinggi Muka Air (2018 hingga 2023) berikut ini:

Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa debit tertinggi yang melawati pelimpah terjadi pada 2019 sebesar 364 m3/detik.

Referensi

Dokumen terkait