Tugas UAS Islam Budaya Minangkabau
Kelompok 2
Atika Tri Aprilia 2316030268
Wanda Septi Afnita 2316030252
Suci Alyya Septian 2316030258
Gita Maharani Sukma 2316030263
Sejarah Minangkabau berawal dari Kerajaan Pagaruyung, saat itu yang memerintah adalah raja Adityawarman. Beliau seorang raja yang memberikan sumbangan bagi Minangkabau. Dan Orang pertama yang memperkenalkan sistem Kerajaan di Sumatera Barat. Minangkabau diartikan sebagai sebuah nama dari suku bangsa yaitu Minangkabau. Mempunyai daerah sendiri, bahasa sendiri dan penduduk sendiri. Pada umumnya ada beberapa bagian periode kesejarahan, yaitu: Minangkabau zaman sebelum Masehi, zaman Minangkabau Timur dan zaman kerajaan Pagaruyung. Zaman Sejarah Minangkabau pada zaman sebelum Masehi dan pada zaman Minangkabau Timur hanya 2% saja yang memiliki nilai sejarah, selebihnya adalah mitologi cerita yang diyakini sebagai tambo. Tambo menjelaskan tentang asal muasal orang Minangkabau. Tambo adalah satu satunya keterangan mengenai sejarah Minangkabau.
BAB 1 sejarah alam minangkabau
tambo alam dan tambo adat
-
Kerajaan-Kerajaan di Minangkabau
-
Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 M hingga abad ke 16 M, banyak berdiri kerajaan- kerajaan itu antara lain kesultanan Kuntu, Kerajaan kandis, kerajaan Siguntur, Kerajaan Pasumayan koto Batu, Bukit Batu Patah, kerajaan Sungai Pagu, Kerajaan Inderapura, Kerajaan Jambu Lipo, Kerajaan Taraguang, Kerajaan Dusun Tuo, Kerajaan Bungo Setangkai, Kerajaan Talu, Kerajaan Kinali, Kerajaan Parit Batu, Kerajaan Pulau
Punjung, dan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada di bawah pengaruh kerajaan- kerajaan besar, Malayu, dan Pagaruyung.
-
A.Kerajaan Melayu
-
Kerajaan Melayu diperkirakan pernah muncul pada Tahun 645 M yang diperkirakan terletak di hulu sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini ditaklukan oleh Sriwijaya pada tahun 682 M. Dan kemudian tahun 1183 muncul lagi berdarsarkan Prasasti Grahi di Kamboja, dan kemudian Negara kertagama dan Pararaton mencatat adanya Kerajaan Malayu yang beribu kota di Dharmasraya.
-
Runtuhnya Kerajaan Melaya
-
Kerajaan melayu mencapai puncak kejayaan masa pemerintahan raja Adityawarman. Menurut beberapa keterangan sejarah, banyak uraian tambo Minangkabau mulai menurun dari pada masa inilah nama besar Swarnabhumi yang besar dan agungitu memudar menyebutkan bahwa istri Adityawarman adalah Putri Jamilan dalam sejarah nasional sering disebut Permaisuri (istri yang sah menurut hukum), dan dalam sejarah adat Minangkabau beliau disebut sebagai Bundo Kanduang, Adiyawarman wafat pada tahun 1376 Masehi dengan meninggalkan kelanjutan kerajaan kepada putra mahkota bernama Ananggawarman.
BAB 2
- B.Kerajaan Inderapura
- Inderapura pada awalnya adalah kawasan rantau dari Minangkabau, sebagai kawasan rantau. Inderapura dipimpin oleh wakil yang ditunjuk dari Pagaruyung dan bergelar Raja. Kemudian juga bergelar Sultan Raja Innderapura diidentifkasikan sebagai putra Raja Alam atau yang Dipertuan Pagaruyung. Kerajaan yang berada di kawasan Pesisir Selatan dan pernah menjadi bawahan dari Kerajaan Pagaruyung. Perkembangan Inderapura dimulai saat Malaka jatuh ke tangan Portugis pada 1511 M.
- C.Kerajaan Pagaruyung
- Kerajaan Pagaruyung ialah sebuah kerajaan Melayu yang pernah berdiri, meliputi
provinsi Sumatera Barat sekarang dan daerah-daerah di sekitarnya. Nama kerajan ini
dirujuk dari Tambo yang ada pada masyarakat Minangkabau yaitu nama sebuah nagari
yang bernama Pagaruyung. Sebelum Kerajaan ini berdiri, masyarakat Minangkabau
sudah memiliki sistem politik
Sejarah Sosial Masyarakat Minangkabau
Masyarakat Minangkabau atau Minang adalah Kelompok etnis Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, bagian selatan Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia.
Budayanya sangat kuat diwarnai ajaran agama islam. Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al-Qur’an) yang berarti adat berlandaskan ajaran islam. Orang Minangkabau sangat menonjol dibidang perniagaan, sebagai profesional dan intelektual.
Masuknya Islam Ke Minangkabau
Islam sebagai agama yang dikenal masyarakat di Minangkabau sekitar abad-16 Masehi. Agama Islam yang berkembang di Minangkabau ini telah diwarnai oleh pemikiran tasawuf dan dipengaruhi oleh sufisme melalui tarekat yang tidak terlepas dari kehidupan sosial budaya, secara perlahan Islam mengganti kepercayaan serta pandangan hidup.
Masyarakat Minangkabau yang lebih terbuka dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan membuat masyarakat Minangkabau yang dapat dengan mudah menerima pengaruh kebudayaan luar secara cepat sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai adat, budaya dan filosofi hidupnya, yang telah ada sejak dulu. Melalui jalur perdagangan, penyiaaran agama islam serta melalui kerajaan Pagaruyung.
BAB 3
BAB 4 Gerakan Permunian Di
Minangkabauel Masa Hindu Budha Gerakan Padri
Masyarakat Minangkabau selain menaati adat, juga menganut keyakinan pra- agama, baik animisme dan dinamisme, maupun kepercayaan kepada makhluk-makhluk halus yang dapat
membahayakan manusia, sehingga kepadanya
harus diberikan sesajian serta pembacaan
mantera-mantera
Agama Hindu dan Budha di Minangkabau tidak sekuat adat, dan tidak pula sekuat pengaruh Hindu dan Budha di Jawa ketika Islam datang.
Pengaruhnya tidaklah mendalam dan tidak meninggal bekas-bekas yang lama.
Sebab lemahnya pengaruh Agama Hindu budha di Minangkabau dikarenakan kedua agama tersebut yang datang ke Minagkabau dari Kerajaan
Majapahit, di bawa oleh penyerbu dengan demikian menimbulkan citra yang kurang simpatik. Misinya dalam bidang politik dan militer jauh lebih menonjol sehingga penyebaran agama kurang menjadi perhatiannya. Pengaruh adat dalam masyarakat Minangkabau jauh lebih kuat dan benar- benar berurat berakar
Masa Pra Agama
Perang paderi merupakan
peperangan yang awalnya
akibat pertengkaran dalam
masalah agama yang
kemudian berubah
menjadi peperangan
melawan penjajahan
Belanda. Terjadi di
kawasan kerajaan
Pagaruyung dari tahun
1803-1838
BAB 5 Islam, Minangkabau dan Gerakan Sosial KeagamaanHakekat kaum tua dan kaum
muda Gerakan kaum tua dan muda
Gerakan kaum tarekat
Kaum tuo didefinisikan sebagai ulama-ulama tradisional yang berpegang kepada tradisi konservatif atau mempertahankan yang lama. Mereka melihat dri sejarah dan masa lampau sebagai sumber inspirasi dan sesatu yang harus dipertahankan.
Kaum mudo ialah gelaran yang diberikan oleh ulama-ulama tradisional karena membawa sesuatu yang baru di dalam ajaran agama. Kaum muda sekelompok ulama yang berpikiran modern dan progresif. Mereka tidak menerima pemahaman Keagamaan sebagaimana kaum tradisional yang pro dan taklid.
Ketidakpuasan kalangan agama terhadap golongan aristokrasi adat dengan berbagai norma adat yang tidak sesuai dengan ajaran agama kembali mengemuka. Konflik pemikiran antara penganut syatariyah dan naqsabandiah yang masih menyisakan potensi- potensi pertingkaian pendapat dikalangan ulama minangkabau.
Pertentangan antara kaum tuo dan mudo berkembang menjadi polemik-polemik dan perdebatan terbuka.
Berakibatkan terjadi nya polarisasi kehidupan
beragama daam
masyarakat minangkabau, termasuk kaangan - kaangan uama itu sendiri.
Tarekat adalah praktik keagamaan yang cukup terkenal di indonesia, tarekat diistilahkan dengan jalan lurus yang dipakai pada setiap calon sufi dalam mencapai tujuannya. Tarekat adalah suatu jalan atau metode tertentu dalam ibadah yang dilakukan oleh serang sufi dan diikuti oleh para muridnya
dengan tujuan
mendekatkan diri kepada Allah. Tarekat didirikan dengan landasan sistem dan hubungan yang erat dan khas antara serang guru dengan muridnya.
Tarekat yang ada diminangkabau adalah tarekat Syatariyyah dan Naqsyabandiyah.
Islam dan sistem kekerabatan minangkabau A.Matrilinial
Garis keturunan ibu. Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Budaya matrilineal di Sumatera Barat merupakan budaya yang kental dengan nuansa emansipasi dan ajaran feminis. Perempuan adalah harta pusaka bagi suatu keluarga sehingga keberdaannya mendapatkan posisi yang sangat terhormat bagi masyarakat. Sejarah matrilinieal secara turun-menurun
berdasarkan cerita para tokoh di Minangkabau berawal pada masa kepemimpinan Datuk Katumanggungan dan Datuk Papatiah Nan Sabatang.
B.Perkawinan
Perkawinan dalam adat diminangkabau merupakan salah satu hal yang penting karena berhubungan erat dengan sistem kekerabatan matrilineal dan garis keturunan.
C.Bentuk Perkawinan di Minangkabau yang telah Mengalami Perubahan
Menurut adat Minangkabau, perkawinan berlaku secara eksogami ditinjau dari segi lingkungan suku dan endogami ditinjau dari linkungan nagari eksogami suku, berarti seseorang tidak boleh mengambil jodoh dari kelompok sesukunya. Alasannya karena orang yang sesuku adalah bersaudara, sebab masih dapat ditarik dari garis kekerabatan.
BAB 6
D.Pewarisan (Sako dan Pusako)
Sako artinya bentuk harta warisan yang bersifat immaterial, seperti gelar pusaka. Sako dalam adat Minangkabau berupa segala harta kekayaan asal yang tidak berwujud, seperti gelar penghulu, garis keturunan ibu, gelar bapak, hukum adat beserta pepatah petitihnya, dan adat sopan santun atau tatakrama.
Pusako atau harato pusako adalah segala kekayaan materi atau harta benda yang disebut dengan pusako harato, seperti: hutan tanah, sawah adang, parak dan tabek, rumah, pandam pakuburan, perhiasan balai, masjid serta uang dan lain-lain.
E.Islam dan sistem kekerabatan minangkabau
Hubungan kekerabatan adalah hubungan yang terjadi karena adanya sebuah perkawinan, terdapat tiga
sistem kekerabatan, yaitu parenta, patrilinieal dan matrilineal. Dalam minangkabau merupakan salah satu
suku terbesar di indonesia. Agama islam paling banyak dianut oleh masyarakat minangkabau melalui
penyiaran agama secara pertahap. Minangkabau ialah sebuah suku diindonesia yang menggunakan sistem
matrienieal menurut garis keturunan ibu. Ibu akan menurunkan warisannya kepada anak perempuan dan
laki-lakinya, sedangkan seorang ayah tidak dapat menurunkan warisan kepada anaknya.
BAB 7 Islam dan struktur politik minangkabau
Konsep kekuasaan dan kepemimpinan
Distribusi kekuasaan
Kepemimpinan merupakan sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, kewibaaan yang menjadikan sarana dalam kepemimpinan. Macam-macam pimpinan diMinangkabau adalah: Urang Nan Ampek Jinih (penghulu, manti, dubalang, malin), Jinan Nan Ampek (imam, khatib, qadhi, bilal).
1.Balance power , hubungan antara anita dan pria yang menunjukkan adanya keseimbangan dan saling ketergantungan yang kuat antara keduanya.
2.Dominasi kekuasaan, suatu hubungan anatara pria dan wanita yang menunjukkan hierchi dalam kekeuasaan, distribusi kekuasaan yang tidak seimbang, salah satu pihak mempunyai hak yang lebih tinggi.
Struktur kekuasaan dan kepemimpinan
Struktur kepemimpinan di masyarakat minangkabau memiliki karakteristik yang berbeda dan memiliki kekhasan dibandingkan dengan masyarakat lain yang ada di indonesia.
Struktur masyarakat adat minangkabau diaali dari dalam rumah tangga yang dipimpin oleh suami (sumando). tingkat yang lebih yaitu Samande yang dipinpin oleh seorang mamak (saudara laki-laki ibu). tungganai adalah tinggkart lebih tinggi lagi yaitu pemimpin dari beberapa hubungan samndae yang memebentuk sajurai.
Sistem Demokrasi (Masyarakat Mufakat)
Kekuasaan adalah keenangan yang didapatkan oleh
seseorang atau kelompok guna menjalankan
keenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang
diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan
melebihi keenangan yang diperoleh.
A.Rumah tanggo, paruik, kaum, suku dan nagari
1.Rumah tanggo, rumah tanggo yaitu tempat tinggal suatu keluarga. Dalam masyarakat minangkabau tempat tinggal itu diwariskan kepada wanita atau ibu. Karena kedudukannya sangat istimewa. Sedangkan laki-laki tertua dalam kaum bertugas memelihar tetapi bukan untuk menggunakan nya.
2.Paruik, merupakan susuana masyarakat minangkabau terkecil. Paruik adalah keluarga besar yang berasal dari satu perut menurut garis keturunan ibu.
3.Kaum, orang minangkabau yang berasal dari satu keturunan dalam garis matrilineal, merupakan anggota kaum dari keturnan tersebut. Didalam sebuah kaum, unit terkecil disebut samande.
4.Suku, perkembangan paruik menimbulkan jurai-jurai dan berkembang lebih jauh menjadi kampung.
5.Nagari, gabungan dari beberapa suku, minimal empat suku, jadi federasi genealogic. Setiap nagari mempunyai batas- batas tertentu yang ditetapkan atas dasr pemufakatan denganpara penghulu.
B.Surau, balai, lapau, medan nan bapaneh
1.Surau, bangunan kecil tempat penyembahan untuk arwah nenek moyang. Mencerminkan suatu kondisi bahwa masyarakat minangkabau memiliki kepercayaan terhadap nenek moyang. Tempat menjalin sistem persaudaraan yang harmonis antara ninik mamak dan alim ulama.
2.Balai, tempat yang digunakan sebagai tempat para petinggi-petinggi kampung tokoh tokoh adat lainnya untuk memusyawarahkan tentang suatu nagari.
3.Lapau, tempat berkumpul atau bertukar pikiran bagi sebagian kaum laki-laki.
4.Medan nan bapaneh, tempat musyawarah bagi pemuka-pemuka kampung, para pemimpin sebuah nagari.
BAB 8
Islam dan Struktur Sosial Masyarakat Minangkabau
BAB 9
Islam, Adat, dan Modernitas dalam Budaya Minangkabau
A. Konflik Islam, Adat dan Modernitas Masyarakat Minangkabau Lewis A Coser (1956), membagi konflik kepada 2 bentuk, yaitu konflik realistis dan konflik non realistis.
- Konflik realistis : dari tuntutan khusus yang terjadi dalam hubungan masyarakat
- Konflik non realistis : dari keberuntungan untuk meredakan ketegangan dari salah satu pihak.
B. Integrasi Islam dan Adat Modernitas
Modernisasi Islam dipahami sebagai perubahan paradigma pemikiran umat islam bukan membangun definisi islam yang baru.
Integrasi adalah perpaduan antara yang budaya lokal dengan unsur
budaya luar.
integrasi islam, adat dan moderitas pada masyarakat minangkabau konterporer
BAB 10
Integrasi Islam, Adat dan Modernitasn
integrasi islam
Menyatukan suatu kelompok tertentu menjadi kasatuan
yang utuh
Agama yang diwahyukan oleh Allah yang berisikan tentang
keesaan Allah
adat
Kebiasaan atau perbuatan yang dilakukan secara
berulang-ulang
Integrasi adat minangkabau dengan agama islam menimbulkan beberapa falsafah di minangkabau yaitu “adat basandi Syarak, Syarak basandi kitabullah”
adat tidak boleh bertentangan dengan syarak dan al-quran.
BAB 11: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Pilar yang membangun dan
menjaga keutuhan adat dan budaya alim ulama, cadik pandai dan ninik
mamak
Jenis-Jenis Adat di Minangkabau 1. Adat nan sabana adat
2. Adat nan diadatkan 3. Adat nan taradat 4. Adat istiadat
Adat Nan Qawi, Syarak Nan Lazim adat tidak akan berdiri jika tidak
dikawinkan atau dikuatkan
Pemahaman Bimbingan Syarak dalam Kaedah Adat
mengutamakan prinsip hidup keseimbangan
Syarak Mangato, Adat Mamakai Islam sebagai ajaran dan landasan
pokok yang mengatur segala sisi
kehidupan
BAB 12 Islam dan Tradisi MInangkabau
Seni rupa, Gerak dan Suara Upacara adat dan agama
rumah gadang rumah komunal masyarakat minangkabau.
tempat tinggal bagi anggota keluarga satu kaum
1. Arsitektur, rumah gadang 2. Ukiran Kayu Minangkabau 3. Bajulai Tari Bajalai
4. Pepatah petitih sastra lisan
1. Upacara adat tabuik 2. Upacara adat maminang 3. Upacara adat maulid nabi 4. Upacara adat pengucapan syukur
Pakaian Adat
baju kurung dengan kain sarung dan songket
5. Sastra lisan Pantun 6. Sastra lisan kaba
7. Pasambahan seni vokal 8. Salawwat dulang
metode pamahaman keagamaan masyarakat
minangkabau
Simbol-simbol adat bulan sabit, keris dan burany enggang
9. Badikia 10. Basapa 11. Pencak silat 12. Randai
13. tari piring
dipengaruhi oleh konsep alam takambang jadi guru
pengertian
BAB 13 dialektika dan prinsip perimbangan dalam pertentangan budaya minangkabau
pengetahuan dan penyelidikan akal budi
mengenai hakikat segala yang ada, sebab,
asal, dan hukumnya.
a. dima bumi dipijak, disnan langik dijunjuang b. duduak marauik
ranjau, tagak maninjau jarak
c. bajalan paliharo kaki, mangecek paliharo lidah
1. landasan berfikir
rasional dan masuk akal 2. alue patuik
meletak sesuatu pada tempatnya
3. anggo tanggo
anggaran dasra rumah tangga. mengerjakan sesuatu harus sesuai aturan pokok rumah tangga adat
4. raso jo pareso
membiasakan dan mempertajam rasa peduli dan hati nurani yang luhur
belajar dari alam dan sekitar kita
sebab tidak ada satupunmanusia yang tidak berguna dan hal itu dipelajari dari kaidah
ilmiah.
Alam takambang jadi Pola dan cara berfikir guru
Filosofi Hidup