Wardiere Inc.
Anggota Kelompok:
1. Kristian Yuda (213020303138)
2. Muhammad Ikbal (203010303030) 3. Nadira Andari Arien (213020303148) 4. Nova Primasari (203020303109)
5. Risma Viola (213020303170) 6. Witri (213020303113)
KELOMPOK 2
Dosen Pengampu :
Dra. Sri Lestari Hendrayati, M.Si
ANALISA LAPORAN
KEUANGAN
INFORMASI
AKUNTANSI
Wardiere Inc.
AKUNTANSI DAN
INFORMASI AKUNTANSI
Akuntansi bisa dipahami sebagai penghubung antara kegiatan ekonomi suatu perusahaan dengan
pembuat keputusan.
Kebanyakan pelaporan akuntansi dilakukan oleh
perusahaan.
Akuntansi didefinisikan sebagai proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan. dan
pengkomunikasian informasi ekonomi yang bisa dipakai untuk penilaian (judgment) dan
pengambilan keputusan oleh pemakai informasi tersebut.
01
02
Pemakai data akuntansi secara umum bisa dikelompokkan ke dalam
dua kelompok, yaitu: 03
Pemakai Internal
• Pihak manajemen yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan harian (jangka pendek) dan juga jangka panjang.
• Bisa memperoleh laporan keuangan yang dipublikasikan maupun informasi keuangan yang tidak dipublikasikan, serta informasi nonkeuangan lainnya yang relevan.
• Mempunyai akses ke informasi akuntansi yang lebih besar.
Pemakai Eksternal
• Investor atau calon investor yang meliputi pembeli atau calon pembeli saham atau obligasi, kreditor atau peminjam dana bank, supplier , dan pemakai-pemakai lain seperti karyawan, analis keuangan, pialang saham, pemerintah (berkaitan dengan pajak), dan Bapepam (berkaitan dengan perusahaan yang go public ).
• Biasanya mendasarkan terutama hanya pada laporan keuangan
yang dipublikasikan. Informasi tambahan bisa diperoleh melalui
publikasi-publikasi lain seperti dari majalah dan surat kabar.
Cabang – Cabang Akuntansi 04
Akuntansi Keuangan
Sistem pengakumulasian, pemprosesan, dan pengkomunikasian yang didesain untuk informasi pengambilan keputusan yang berkaitan dengan investasi dan kredit oleh pemakai eksternal.
Akuntansi Manajemen
Sistem pengakumulasian, pemprosesan, dan pengkomunikasian yang didesain untuk informasi pengambilan keputusan oleh pemakai internal.
Informasi akuntansi keuangan diinformasikan melalui laporan keuangan yang dipublikasikan dan dibatasi oleh beberapa ketentuan Standar Akuntansi Keuangan.
Dikomunikasikan dengan laporan perusahaan internal dan tidak
dibatasi oleh ketentuan Standar Akuntansi Keuangan. Hanya
dibatasi oleh manfaat tidaknya informasi yang dihasilkan dan biaya
yang dihabiskan untuk menghasilkan informasi tersebut.
Cabang – Cabang Akuntansi 05
Tujuan Pelaporan Keuangan
Informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan
Tujuan yang paling umum adalah bahwa pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat untuk investor,
kreditor, dan pemakai lainnya, saat ini maupun potensial (masa mendatang), untuk pembuatan keputusan investasi, kredit, dan investasi semacam lainnya.
06
Informasi yang bermanfaat untuk memperkirakan aliran kas untuk pemakai eksternal
Tujuan kedua yaitu Laporan keuangan harus memberikan informasi yang bermanfaat untuk pemakai eksternal untuk memperkirakan jumlah, waktu, dan ketidakpastian (yang berarti risiko) penerimaan kas yang berkaitan. Tujuan ini penting, karena investor atau pemakai eksternal mengeluarkan kas untuk memperoleh aliran kas masuk.
Pemakai eksternal harus memperoleh aliran kas masuk bukan hanya bisa mengembalikan aliran kas (return on investment), tetapi juga
aliran kas yang masuk bisa mengembalikan return yang sesuai dengan
risiko yang ditanggungnya.
Tujuan Pelaporan Keuangan 07
Informasi yang bermanfaat untuk memperkirakan aliran kas perusahaan
Tujuan ketiga adalah pelaporan keuangan harus memberikan informasi untuk membantu pihak eksternal untuk memperkirakan jumlah, waktu, dan ketidakpastian aliran kas masuk bersih perusahaan. Penerimaan kas perusahaan diperoleh selama siklus bisnis perusahaan tersebut.
Informasi yang mengenai sumber daya ekonomi dan klaim terhadap sumber daya tersebut
Tujuan yang keempat merupakan tujuan yang paling spesifik. Tujuan ini menandakan tipe informasi perusahaan yang harus diberikan dalam laporan keuangan. Tujuan spesifik yang pertama adalah memberi informasi
mengenai sumber daya ekonomi perusahaan dan klaim-klaim atas sumber daya tersebut yang meliputi: utang dan modal saham.
Tujuan Pelaporan Keuangan 08
Informasi mengenai pendapatan dan komponen- komponennya
Tujuan spesifik yang lain adalah bahwa laporan keuangan memberikan informasi mengenai prestasi perusahaan selama periode tertentu untuk
membantu pihak eksternal menentukan harapannya (expectation) mengenai prestasi perusahaan pada masa-masa mendatang.
Informasi aliran kas
Tujuan spesifik lain adalah pelaporan keuangan yang memberi informasi mengenai aliran kas perusahaan; bagaimana perusahaan menerima kas dan mengeluarkan kas, mengenai pinjaman dan pelunasan pinjaman, mengenai transaksi permodalan termasuk dividen yang dibayarkan, dan mengenai faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi likuiditas perusahaan.
Tujuan Pelaporan Keuangan 09
Laporan aliran kas disajikan melalui laporan aliran kas Laporan keuangan harus memasukkan juga penjelasan-penjelasan dan interpretasi oleh pihak manajemen untuk membantu pemakai
eksternal memahami informasi keuangan yang diberikan.
Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
1. Bisa dipahami
2. Bermanfaat untuk pengambilan keputusan
3. Relevan
4. Nilai Prediksi dan umpan balik 5. Tepat waktu
6. Reliabilitas
7. Bisa diverifikasi 8. Representatif 9. Kenetralan
10. Konsistensi dan bisa diperbandingkan 11. Batasan terhadap hirarki informasi
12. Material
10
Dikatakan kualitatif karena sampai saat ini tidak ada model matematis atau kuantitatif yang bisa dipakai untuk membentuk informasi yang bermanfaat. Karakteristik- karakteristik tersebut akan membedakan informasi yang lebih bermanfaat dengan informasi yang kurang bermanfaat.
Karakteristik- karakteristik ini harus dipertimbangkan ketika perusahaan memilih beberapa alternatif metode akuntansi.
Bisa Dipahami (Understandability)
Informasi akuntansi harus bisa dipahami oleh pemakai yang mempunyai pengetahuan bisnis dan ekonomi yang memadai dan yang mempunyai keinginan untuk mempelajari informasi tersebut dengan tingkat usaha yang memadai pula. Bisa dipahami mengacu kepada pemakai laporan keuangan yang umum (broad classes of decision makers), tidak mengacu kepada sekelompok orang yang khusus.
11
Bermanfaat Untuk Pengambilan Keputusan
Bermanfaat untuk pengambilan keputusan merupakan karakteristik
kualitatif keseluruhan yang digunakan untuk mempertimbangkan kualitas informasi akuntansi. Bermanfaat atau tidaknya informasi tersebut
tergantung dari keputusan yang akan dibuat, cara pengambilan
keputusan, informasi lain yang telah ada, dan kemampuan memproses pengambil keputusan. Manfaat untuk pengambilan keputusan mengacu pada pengambil keputusan yang umum dan dalam konteks yang umum pula.
Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
12
Relevan
Suatu informasi bisa dikatakan relevan apabila adanya informasi
tersebut bisa membuat perbedaan keputusan yang diambil. Informasi yang relevan bisa membantu pemakai informasi untuk membentuk harapan atau kesimpulan mengenai hasil-hasil pada masa yang lalu, sekarang, dan masa yang mendatang. Informasi tersebut bisa dipakai untuk memprediksi kejadian atau hasil pada masa mendatang
(kemampuan prediksi) dan juga bisa dipakai untuk
mengkonfirmasikan kesimpulan-kesimpulan tentang masa yang lalu (kemampuan memberi feedback). Sebagai tambahan, supaya relevan informasi akuntansi juga harus tepat waktu.
Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
13
Nilai Prediksi dan umpan balik
Informasi mempunyai kemampuan umpan balik apabila informasi tersebut bisa dipakai untuk mengkonfirmasikan kesimpulan-kesimpulan tertentu mengenai masa lalu. Seringkali informasi mempunyai nilai keduanya
(prediksi dan umpan balik), karena konfirmasi masa lalu bisa dipakai untuk memprediksi masa mendatang lebih tepat lagi.
Tepat Waktu
Tepat waktu bisa diartikan sebagai ketersediaan informasi ke pembuat keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitasnya untuk
mempengaruhi keputusan. Jika informasi tidak ada pada waktu dibutuhkan untuk membuat keputusan, maka informasi tersebut tidak lagi relevan, dan tidak mempunyai manfaat untuk pengambilan keputusan.
Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Reliabilitas
Informasi yang reliabel bebas dari bias-bias tertentu dan bisa mencerminkan apa yang akan diukur (representatif). Dengan demikian informasi yang
reliabel harus bisa diverifikasi, netral, dan representatif (mewakili apa yang akan diukur). Reliabel tidak berarti pasti atau tepat sekali (precise). Tingkat reliabilitas akan berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi yang
dihadapi.
14
Bisa diverifikasi
Bisa diverifikasi sering juga disebut sebagai obyektif. Informasi bisa
diverifikasi apabila pengukur (misal akuntan) bisa sampai pada kesimpulan bersama bahwa metode yang dipilih bersih dari bias-bias tertentu, dan dengan demikian metode tersebut bisa diduplikasi. Verifikasi bermanfaat untuk
mengurangi bias karena dengan pengukuran yang berulang-ulang, dan dengan menggunakan metode yang sama, kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja akan bisa dikurangi.
Refresentatif
Representatif merupakan keterkaitan antara pengukuran dan apa yang diukur.
Istilah lain yang sering digunakan yang mempunyai arti sama dengan
representatif adalah valid. Sebagai contoh perusahaan mencatat sewa yang dibayar di muka sebagai aktiva.
Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Kenetralan
Informasi akuntansi akan netral apabila bebas dari bias-bias tertentu yang akan mempengaruhi hasil ke arah yang tertentu. Tetapi tidak berarti bahwa kenetralan informasi akuntansi tidak mempunyai pengaruh terhadap perilaku manusia.
Informasi akuntansi ditujukan kepada semua pihak (broad class) dan ditujukan untuk tujuan yang umum dan bervariasi, bukan untuk tujuan yang sempit.
15
Konsistensi dan bisa diperbandingkan
Konsistensi berarti kesesuaian antara periode yang satu dengan yang lainnya, dalam hal prosedur dan kebijakan akuntansi yang tidak berubah. Konsistensi, sebagaimana bisa dibandingkan, merupakan kualitas yang menyangkut hubungan antarangka, bukannya kualitas angka itu sendiri.
Batasan terhadap hirarki informasi
Sama seperti halnya komoditi ekonomi lainnya, keputusan yang berkaitan dengan komoditi tersebut harus dilandasi prinsip manfaat-biaya. Biaya informasi akuntansi disebabkan pengumpulan, pemrosesan, pengauditan, pengkomunikasian informasi akuntansi dan juga biaya karena kehilangan keunggulan kompetitif karena terbukanya informasi akuntansi. Manfaat informasi akuntansi dirasakan oleh investor, kreditur, konsumen, dan perusahaan itu sendiri (untuk keputusan internal).
Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Material
Informasi akuntansi dikatakan material apabila ketiadaan informasi tersebut atau penyampaian yang salah (misstatement) akan mempengaruhi pertimbangan
seorang pengambil keputusan. Dengan kata lain, informasi harus mengenai jumlah yang cukup besar untuk membuat Perbedaan. Material dan relevan merupakan dua kualitas yang berkaitan.
Kesatuan (Entity)
Kesatuan ekonomi ini mencakup mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan yang besar. akuntansi keuangan berurusan dengan pencatatan dan penyajian kegiatan ekonomi kesatuan ini, tanpa memandang ukurannya.
16
Kontinuitas/Kesinambungan (Contiunity)
Asumsi ini mengatakan bahwa perusahaan akan tetap beroperasi pada masa mendatang, kecuali ada bukti-bukti lain yang bertentangan dengan asumsi tersebut.
ASUMSI DAN KONVENSI DALAM AKUNTANSI
Periode Waktu
untuk menentukan prestasi perusahaan dengan lebih akurat, pembatasan waktu diperlukan. Dengan demikian pendapatan dan biaya kesatuan
ekonomi diukur selama waktu tertentu, misal selama satu tahun. Laporan keuangan disiapkan pada tanggal tertentu, biasanya pada akhir tahun.
17
Harga Perolehan (Historical Cost)
Harga Perolehan biasanya dipakai sebagai basis pengukuran dalam laporan keuangan. Harga ini merupakan harga pertukaran pada waktu pertama kali terjadi transaksi. Harga ini biasanya tetap dipertahankan sebagai pengukur sampai suatu sumberdaya dihabiskan, dijual, dan dihapus dari catatan.
Realisasi dan Pengakuan
Realisasi berarti proses perubahan dari sumber daya non kas menjadi kas, dan Pengakuan berarti proses pencatatan dan pelaporan secara formal suatu item dalam laporan keuangan.
ASUMSI DAN KONVENSI DALAM AKUNTANSI
Unit Moneter
Unit moneter dipakai sebagai unit transaksi dalam laporan keuangan. Unit moneter ini mengikut unit moneter nasional di mana perusahaan tersebut beroperasi. Fluktuasi nilai snit moneter tersebut bukan merupakan gangguan yang serius terhadap pelaporan keuangan.
18
Mempertemukan (Matching)
Prinsip pemertemuan (matching) terkait dengan pendekatan akrual ini, yang bertujuan untuk memastikan bahwa pendapatan dan biaya yang terjadi
dalam periode yang sama dicatat bersama, tanpa memperhatikan waktu penerimaan atau pengeluaran kas yang terkait.
Konservatisme
Konservatisme akuntansi menekankan pentingnya memilih alternatif yang paling konservatif dalam mengakuntansi aset dan pendapatan.
Konservatisme muncul karena kecenderungan manajemen untuk
meningkatkan nilai aset dan pendapatan perusahaan. Konservatisme saat ini lebih dikaitkan dengan konsep kehati-hatian, yang mengakui ketidakpastian dalam situasi bisnis dan memastikan bahwa ini tercermin dalam laporan
keuangan
ASUMSI DAN KONVENSI DALAM AKUNTANSI
TERIMA KASIH
Wardiere Inc.
Apakah Ada Pertanyaan...?