• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT METODE JARTEST

N/A
N/A
Riska Maspupah

Academic year: 2024

Membagikan " PPT METODE JARTEST"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

METODE JARTEST

(2)

TUJUAN JARTEST

Jartest bertujuan untuk

mendapatkan dosis zat koagulan dan flokulan yang optimal dalam pengolahan IPAL.

Zat koagulan yang biasa

digunakan yakni poli alumunium klorida (PAC), alumunium sulfat (tawas) dan sebagainya.

Sedangkan zat flokulan kation

atau anion polymer.

(3)

PRINSIP JARTEST

Pada alat jartest, terdapat 4 atau 6 spindle.

Berfungsi untuk membandingkan dosis zat koagulan dan flokulan yang dipakai, agar menghasilkan outlet limbah yang jernih.

(4)

DOSIS PALING BAGUS

Hasil jartest bagus, apabila :

Flok yang terbentuk ukurannya besar dan mudah mengendap

Waktu pembentukan flok dan pengendapan yang cepat

Endapan yang terbentuk rapat, berat dan tidak mudah pecah

Dosis bahan kimia yang digunakan kecil

Air jernih

(5)

PERHATIAN

Hal yang perlu diperhatikan dalam jartest : 1. Waktu flokulasi

2. Jumlah atau dosis koagulan, flokulan dan ph adjuster 3. Jenis koagulan, flokulan dan ph adjuster

(6)

ALAT DAN BAHAN

Jartest kit :

- Beaker glass 1000 ml (4 atau 6 pcs) - Beaker glass 500 ml (4 atau 6 pcs) - Kertas pH atau pH meter

- Zat koagulan (PAC atau tawas) dan pH adjuster (caustic soda atau NaOH) - Zat flokulan (polymer)

- Gelas ukur 100 ml dan 10 ml - Stopwatch

- Timbangan Digital - Aquadest

(7)

CARA KERJA JARTEST (1)

1. Membuat larutan koagulan, flokulan dan adjuster pH - Koagulan (Tawas 1%)

1% x 500ml aquadest = 5 gr

Timbang 5 gr tawas, encerkan di beaker glass 500ml dengan aquadest - Flokulan (Polymer 0,025%)

0,025% x 500ml aquadest = 0,125 gr

Timbang 0,125 gr polymer, encerkan di beaker glass 500 ml dengan aquadest - Adjuster pH (Soda Ash 1%)

1% x 500ml aquadest = 5 gr

Timbang 5 gr soda ash, encerkan di beaker glass 500 ml dengan aquadest

(8)

CARA KERJA JARTEST (2)

2. Siapkan sampel limbah 1000 ml / 1 liter ke dalam 4 atau 6 beaker glass Tempelkan label pada beaker glass, misalnya A, B, C, dst

3. Masukkan 7 ml, 8 ml, 9 ml, dst larutan tawas 1% ke dalam sampel limbah.

Setelah itu, nyalakan alat jartest dan set 200-300 rpm.

4. Siapkan stopwatch, setelah 2-3 menit berputar, masukkan larutan soda ash 1%

sedikit demi sedikit (1ml, 2ml, dst) ke setiap beaker glass sampai pH berkisar antara 6-8

(9)

CARA KERJA JARTEST (3)

5. Ketika pH stabil, turunkan putaran ke 50 rpm. Masukkan larutan flokulan 0,025%

masing-masing 1ml. Setelah itu, amati flok yang terbentuk. Pertahankan putaran pada 50 rpm. Lama pengadukan 1 menit.

6. Matikan rpm, siapkan stopwatch untuk mengamati flok mana yang terbentuk dan mengendap. Catat waktu nya.

(10)

PENENTUAN DOSIS (1)

Rumus pengenceran V1 x N1 = V2 x N2

V1 = Jumlah ml larutan koagulan/flokukan/adjuster pH yang di masukkan pada sampel limbah

N1 = Konsentrasi larutan dalam satuan ppm V2 = Jumlah sampel limbah

N2 = Dosis larutan dalam satuan ppm

(11)

PENENTUAN DOSIS (2)

Contoh :

Larutan koagulan tawas 1%

V1 = 7ml / 8ml / 9ml

N1 = Tawas 1% = 1/100 x 1.000.000 = 10.000 ppm

(Angka 1.000.000 berasal dari satuan part per million / ppm) V2 = 1000 ml

N2 = 10.000 𝑝𝑝𝑚 𝑥 7 𝑚𝑙

1000 𝑚𝑙 = 70 ppm

Rumus perhitungan yang sama untuk 8 ml, 9 ml, larutan flokulan dan adjuster pH

(12)

DOSIS UNTUK IPAL

Contoh :

Setelah dilakukan jartest dan perhitungan dosis, ternyata konsentrasi yang ideal adalah sbb :

- Koagulan / Tawas = 90 ppm - Flokulan / Polymer = 0.25 ppm - Adjuster pH / Soda Ash = 70 ppm

- Debit limbah = 2000 m3 / hari Maka dosis untuk IPAL :

- Koagulan

90 ppm = 90 mg/l = 0,09 kg/m3

0,09 kg/m3 x 2000 m3 = 180 kg zat koagulan / tawas per hari

(13)

DOSIS UNTUK IPAL (2)

Contoh :

Setelah dilakukan jartest dan perhitungan dosis, ternyata konsentrasi yang ideal adalah sbb :

- Koagulan / Tawas = 90 ppm - Flokulan / Polymer = 0.25 ppm - Adjuster pH / Soda Ash = 70 ppm

- Debit limbah = 2000 m3 / hari Maka dosis untuk IPAL :

- Flokulan

0,25 ppm = 0,25 mg/l = 0,00025 kg/m3

0,00025 kg/m3 x 2000 m3 = 0,5 kg zat flokulan / polymer per hari

(14)

DOSIS UNTUK IPAL (3)

Contoh :

Setelah dilakukan jartest dan perhitungan dosis, ternyata konsentrasi yang ideal adalah sbb :

- Koagulan / Tawas = 90 ppm - Flokulan / Polymer = 0.25 ppm - Adjuster pH / Soda Ash = 70 ppm

- Debit limbah = 2000 m3 / hari Maka dosis untuk IPAL :

- Adjuster pH

70 ppm = 70 mg/l = 0,07 kg/m3

0,07 kg/m3 x 2000 m3 = 140 kg adjuster pH / soda ash per hari

(15)

PERAWATAN JARTEST

1. Pastikan jartest dibersikan dan dikeringkan seusai digunakan dengan menggunakan lap

2. Disimpan pada suhu dan kelembapan ruang (tidak lebih dari 40 derajat celcius dan RH 80%)

3. Menutup jartest dengan sarung plastik

Referensi

Dokumen terkait