PENGARUH ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP
PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)
IL DARMAWANSYAH 2100854211013
UNBARI
DOSEN PEMBIMBING
SEMINAR PROPOSAL
DOSEN PENGUJI
Ir. Ridawati Marpaung, Hj. Yulistiati Nengsih, MP
SP, MP
Dr. H. Rudi Hartawan, SP.,MP
Ir . Nasamsir, MP
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang bernilai ekonomi tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kakao dikenal sebagai bahan baku utama dalam industri cokelat, sehingga permintaan terhadap produk ini terus meningkat dari tahun ke tahun.
Indonesia sendiri termasuk dalam jajaran negara penghasil kakao terbesar di dunia, dengan sebagian besar produksi berasal dari perkebunan rakyat.
Namun, peningkatan produksi kakao tidak terlepas dari tantangan agronomis yang harus dihadapi, seperti pemilihan varietas unggul, kesesuaian lahan, serta pemupukan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman, khususnya pada fase pembibitan.
PENDAHULUAN
TANAH ULTISOL
Tanah ultisol merupakan jenis tanah yang umumnya memiliki tingkat
kesuburan rendah, pH yang asam, kandungan bahan organik sedikit,
dan pencucian unsur hara. Tanah Ultisol menghadirkan sejumlah
tantangan jika digunakan untuk pertanian. Beberapa kendalanya
antara lain tanah yang sangat asam (Ph < 4,50), kadar aluminium
yang tinggi, serta kurangnya unsur hara dan bahan organik. Untuk
memperbaiki kondisi tersebut penambahan pembenah tanah seperti
arang sekam padi sangat di anjurkan.
Dibidang pertanian arang sekam sering digunakan sebagai bahan campuran
media tanaman. Arang sekam yang digunakan adalah arang sekam yang mengandung unsur hara C organik 9,67 %, N (0,32 %),
P (0,06 %), K (0,23 %), KO 31 %, C/N ratio 30,45, pH H20 7,44 dan kadar air 8,77.
Arang sekam sebagai bahan pembenah tanah mampu memperbaiki sifat
kimia ultisol seperti meningkatkan pH, kapasitas tukar kation, serta ketersediaan unsur
hara yang penting bagi tanaman.
Karakteristik fisik arang sekam atau sekam bakar sangat ringan (berat jenis 0,2
kg/1), sehingga memiliki sirkulasi udara yang baik,
porositas yang baik, dan kemampuan menyerap air
yang rendah.
Arang Sekam Padi
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi
arang sekam padi dan pupuk NPK terhadap
pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.)
H0 : Pemberian kombinasi arang sekam padi dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.)
H1 : Pemberian kombinasi arang sekam padi dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.)
HIPOTESIS PENELITIAN
METOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini akan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari Jambi, Kel. Mayang Mangurai, Kota Jambi. Direncanakan berlangsung selama 3 bulan, Dari bulan Juli sampai bulan September 2025.
Bahan yang digunakan adalah bibit kakao varietas F1 Hibrida berumur 3 bulan yang di peroleh dari penangkaran Tri, pupuk NPK dibeli di toko pertanian, arang sekam padi yang dibeli di toko pertanian dan tanah ultisol.
Alat yang digunakan adalah cangkul, parang, meteran, timbangan analitik, jangka sorong, oven listrik dan paranet kerapatan 60%
Tempat Dan Waktu Penelitian :
Bahan Dan Alat :
RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan rancangan perlakuan yang terdiri dari 6 (enam) taraf perlakuan yaitu:
p0 = Tanpa pemberian arang sekam padi dan tanpa pupuk NPK
p1 = Pemberian 100% arang sekam padi (100 g) p2 = Pemberian 100% Pupuk NPK (10 g)
p3 = Pemberian 75% arang sekam padi (75 g) + 25%
pupuk NPK (2,5 g)
p4 = Pemberian 50% arang sekam padi (50 g) + 50%
pupuk NPK (5 g)
p5 = Pemberian 25% arang sekam padi (25 g) + 75%
pupuk NPK (7,5 g)
Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga total sebanyak 18 plot percobaan. Setiap plot terdiri dari 4 tanaman, dengan 3 tanaman dijadikan sebagai sampel. Oleh karena itu, total keseluruhan tanaman yang digunakan dalam percobaan ini berjumlah 72 tanaman.
PELAKSANAAN PENELITIAN
Persiapan Lahan
Lokasi penelitian yang akan digunakan dibersihkan dari gulma dan kotoran di sekitar lokasi yang dapat menggangu tanaman. Lokasi penelitian di datarkan dan dipasang naungan menggunakan paranet 60%.
Persiapan Media Tanam
Media tanam yang digunakan berupa tanah ultisol yang diperoleh dari kebun percobaan Mayang Mangurai.
Tanah ultisol tersebut kemudian digemburkan dan
dibersihkan dari kotoran.
PELAKSANAAN PENELITIAN
Persiapan Bibit Kakao
Bibit kakao yang digunakan merupakan bibit yang sehat dengan pertumbuhan yang seragam sekitar 25 – 35 cm serta jumlah daun yang seragam sekitar 6 – 8 helai yang bebas dari hama dan penyakit. Bibit kakao yang digunakan adalah bibit kakao F1 (hibrida) yang berumur kurang lebih 3 bulan.
Persiapan Media Tanam
Perawatan tanaman kakao meliputi penyiraman sekali
sehari pada pukul 07.00 atau 16.30, kecuali saat hujan,
serta penyiangan gulma secara manual di sekitar
polybag. Jika ada hama atau penyakit, pengendalian
mekanis segera dilakukan. Volume air penyiraman
ditentukan dengan menguji penyerapan air pada polybag
sampel, sehingga setiap tanaman mendapat jumlah air
yang sesuai.
PARAMETER YANG DIAMATI
Tinggi Tanaman (cm)
Tinggi tanaman di ukur dari leher akar sampai titik tumbuh tanaman.
Diameter Batang Bibit (mm)
Pengukuran diameter bibit diukur pada ketinggian 3 cm dari pangkal batang.
Menggunakan jangka sorong. Pengukuran diameter batang dilakukan pada awal dan akhir penelitian.
Bobot Kering Tajuk (g)
Berat kering tajuk diukur dengan cara memisahkan daun dan pucuk dari tautan batang dan akar lalu dibersihkan.
PARAMETER YANG DIAMATI
Indeks Kualitas Bibit
Indeks Kualitas (IK) dihitung pada akhir penelitian dengan menggunakan data bobot kering tajuk, bobot kering akar, tinggi tanaman dan diameter batang dengan rumus sebagai berikut :
Bobot Kering Akar
Pengukuran bobot kering akar dilakukan dengan cara memotong bagian akar.
PARAMETER YANG DIAMATI
Analisis Tanah
Analisis kimiatanah dilakukan di awal dan akhir penelitian Sifat kimia tanah yang akan dianalisis terdiri dari unsur hara N, P, K, C- organik, pH.
Analisis Data
Dari hasil pengamatan dianalisi secara stastistika menggunakan analisis varian, jika analisis varian menunjukan perlakuan berpengaruh nyata maka terima H1 dan tolak H0 begitu pula sebaliknya. Jika terpilih hipotesis H1 dilakukan uji lanjut DNMRT taraf a 5 %