• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT YOGYAKARTA

N/A
N/A
sdn tajungsari01

Academic year: 2024

Membagikan " PPT YOGYAKARTA "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

YOGYAKARTA

presented by:

ANISAH FADHILATUN NI’MAH YULIA DEWI PUSPITA

MOH. MUSTAKMILIN

IMAM SYAFI’I

(2)

HISTORY OF YOGYAKARTA

Yogyakarta ([yogYk/t )is named after the Indian city of Ayodhya, the birthplace of the eponymous hero Rama from

the Ramayana epic. Yogya means "suitable; fit; proper", and karta means "prosperous; flourishing".

Thus, Yogyakarta means "a city that is fit to prosper".

Sejarah Yogyakarta:

Yogyakarta ([yogYk/t ) dinamai menurut kota Ayodhya di India,

tempat kelahiran pahlawan eponymous Rama dari epos Ramayana.

Yogya berarti "cocok; layak", dan karta berarti "makmur;

berkembang". Jadi, Yogyakarta berarti "kota yang layak sejahtera".

(3)

GEOGRAPHICAL LOCATION

Geography The area of the city of Yogyakarta is 32.5 square kilometres (12.5 square miles).

The city of Yogyakarta is located between 110°24'19"-110°28'53" East Longitude and between 07°15'24"-07°49'26" South Latitude.

While the city spreads in all directions from the Kraton, the Sultan's palace, the core of the modern city is to the north, centred around Dutch colonial-era buildings and the commercial district. 

Letak Geografi:

Geografi Luas wilayah kota Yogyakarta adalah 32,5 kilometer persegi (12,5 mil persegi).

Kota Yogyakarta terletak antara 110°24'19"-110°28'53" Bujur Timur dan antara 07°15'24"- 07°49'26" Lintang Selatan.

Meskipun kota ini menyebar ke segala arah dari Kraton, istana Sultan, inti kota berada di utara, berpusat di sekitar bangunan era kolonial Belanda dan kawasan komersial

(4)

ETHNICITY

The ethnic group in the Special Region of Yogyakarta is the Javanese. The Javanese are the largest ethnic group in Indonesia, covering 40.2% of Indonesia's population.

Suku:

Suku bangsa di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah suku Jawa. Suku Jawa merupakan suku bangsa

terbesar di Indonesia, mencakup 40,2% penduduk

Indonesia.

(5)

RELIGION

In 2014, the religious composition in Yogyakarta was distributed over  Islam (82.32%) Catholicism (10,66%)

Protestantism (6.54%) Buddhism (0.34%) Hinduism (0.13%) Confucianism (0.01%).

Agama:

Pada tahun 2014, komposisi agama di Yogyakarta terdiri dari Islam (82,32%) Katolik (10,66%)

Protestan (6,54%) Buddha (0,34%)

Hindu (0,13%) Konghucu (0,01%).

(6)

TOURIST DESTINATION

1.

Monumen Jogja Kembali (Monjali) 2. Malioboro

3. Indrayanti Beach 4. Borobudur Temple

(7)

CUISINE IN YOGYAKARTA

Gudeg Yogya Ayam goreng Kalasan Bakpia Pathok Ronde

Krecek Sego kucing Kipo Angsle

(8)

LOCAL TRADITIONS IN YOGYAKARTA

Batik fabric

Indonesian mask

(9)

LOCAL FESTIVAL IN YOGYAKARTA

Wayang Wong Ramayana Wayang Kulit Galeman Music

Sekaten Grebeg Mulud

(10)

REGIONAL SONGS AND LANGUAGES

The regional songs in Yogyakarta are:

◦ Gethuk

◦ Caping Gunung

◦ Kupu Kuwi

◦ Suwe Ora Jamu

◦ Te Kate Dipanah

The regional language used in Yogyakarta is Javanese.

Lagu-lagu daerah di Yogyakarta adalah:

Gethuk

Caping Gunung Kupu Kuwi

Suwe Ora Jamu Te Kate Dipanah

Bahasa daerah yang

digunakan di Yogyakarta

adalah bahasa Jawa.

(11)

TRADITIONAL HOUSES, TRADITIONAL CLOTHES,

TRADITIONAL DANCES, AND TRADITIONAL WEAPONS

Traditional Houses :

Traditional Dance :

Bangsal Kencono Traditional House

Serimpi Dance Traditional Clothes:

Traditional Weapons:

Surjan and Kebaya Keris and Tombak

(12)

~Thank You~

Referensi

Dokumen terkait

Evahrasi Program pembinaan Cabang Olahraga Karate di Daerah Istimewa yogyakarta ... Sugeng Purutanto. Pe rgembangan les Diagnostik Bahasa pr.ancis nelalui Analisis

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hasil Welding Keterampilan Kejuruan Kompetisi Siswa Sekolah di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); (2) mengetahui kesalahan

Judul : Identifikasi Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) Pada Mangga Malam (Mangifera indica) di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa

Skripsi yang berjudul “Identifikasi Ciri Morfologi Polychaeta di Daerah Intertidal Pantai Indrayanti Gunung Kidul Yogyakarta sebagai Sumber Belajar untuk

Dari proses pembentukan suara pada teknik bernyanyi lagu daerah di SMP Negeri 12 Yogyakarta mendapat tanggapan yang positif karena pengajar merasa memperoleh ilmu pengetahuan

Karena menguasai bahasa daerah dan bahasa Indonesia dengan fungsi yang berbeda, masyarakat Yogyakarta biasa melakukan apa yang disebut dengan istilah “alih kode” atau “alih

Sungai Progo merupakan salah satu sungai yang melewati dua propinsi, yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai ini berhulu di gunung Sindoro dan mempunyai

Pada daerah penelitian yang berada di Kali Ngalang, Dusun Karanganyar, Desa Ngalang, Kecamatan Gedang Sari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta