• Tidak ada hasil yang ditemukan

praktek jual beli akun game online free fire

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "praktek jual beli akun game online free fire"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Cara Praktek Transaksi Jual Beli Akun Game Online Free Fire Di Komunitas Free Fire Kota Bengkulu. Bagaimana pandangan Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif dalam jual beli akun game online Free Fire.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pandangan Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif dalam jual beli akun game online Free Fire.

Kegunaan Penelitian

Jual Beli Akun Gaming Online Dalam Perspektif Hukum Islam” (Studi Kasus pada Pengkhianat Budi Bodong Purwokerto). Dalam hal ini kita akan melihat langsung praktik jual beli akun game online Free Fire yang ada di masyarakat Kota Bengkulu. Jual beli akun game online free fire dapat dilakukan berdasarkan hukum publik atau privat Indonesia.

Dalam jual beli akun game online free fire, penjual dan pembeli melakukan suatu penjualan yang diikat dengan sebuah kontrak. Penjual dan pembeli akun game online free fire melakukan proses jual beli sesuai kesepakatan yang telah disepakati. Dari penjelasan di atas, secara umum jual beli akun game online gratis melalui transaksi elektronik mempunyai dampak positif dan negatif.

Penjual dan pembeli mempunyai perjanjian untuk melakukan transaksi elektronik berupa jual beli akun game online FREE FIRE. Sedangkan dari segi hukum positif, jual beli akun game online Free Fire dikategorikan sebagai perjanjian.

Tabel 1  Data Informan
Tabel 1 Data Informan

Penelitian Terdahulu

Metode Penelitian

9Muhammad Nasir, “Kedudukan Pilar dan Syarat Transaksi Jual Beli Menurut Jumhur Ulama” (Analisis Transaksi E-Commerce). Sebab menurut penulis, permasalahan jual beli akun game online gratis di masyarakat saat ini sedang didalami. Dalam penelitian ini beberapa metode telah digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan yaitu.

Teknik ini dilakukan dengan mencari data tentang kontrak dan mekanisme, objek dan harga dalam praktek jual beli akun game online. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang maksudnya analisis ini bertujuan untuk mengungkap akad penjualan, serta sistem transaksi jual beli game online gratis tersebut, tujuannya terlihat dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif yaitu mampu memberikan kontribusi ilmiah dan memberikan pemahaman tentang jual beli akun game online dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif. Seperti melihat bagaimana mekanisme yang dilakukan dalam praktek jual beli akun game online free fire di komunitas free fire Bengkulu.

Apakah jual beli tersebut sesuai dengan jual beli yang dianjurkan agama atau sebaliknya. Metode ini digunakan untuk menarik kesimpulan terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan sistem akad jual beli dan mekanisme jual beli akun game online ditinjau dari hukum ekonomi syariah dan hukum positif.

Sistematika Pembahasan

Dalam transaksi jual beli akun game online, tidak jarang terjadi penipuan antara penjual dan pembeli. Menurut Achmad Morenno, praktek jual beli akun game online free fire jika tidak merugikan salah satu pihak menurut saya ada baiknya jual beli tersebut. Berdasarkan mekanisme transaksi jual beli akun game online free fire yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, dimana pembayaran dilakukan terlebih dahulu, bukan pemberian akun free fire.

Maksud dari akad jual beli dalam praktek jual beli ini adalah untuk mengalihkan hak kepemilikan atas akun Game Online Free Fire sesuai kesepakatan baik antara penjual maupun pembeli. Dalam jual beli akun game online Free Fire salah satu syaratnya adalah adanya kesepakatan dengan media sosial yang menghubungkan kedua belah pihak secara interaktif meski tanpa bertemu langsung. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam transaksi jual beli akun game online merek gratis, penjual dan pembeli terikat oleh persetujuan dan kerelaan, sehingga jual beli tersebut sesuai dengan Bai’ As-Salam.

Berdasarkan penjelasan di atas yang telah dijelaskan terkait syarat dan rukun jual beli akun game online free fire, sudah ada pihak yang mengadakan kontrak yaitu penjual dan pembeli. Berdasarkan uraian di atas maka hukum jual beli akun game online free fire menurut hukum ekonomi syariah telah memenuhi rukun dan syarat jual beli, sehingga dikategorikan jual beli yang halal (ba'i shahih) . Jual beli akun game online free fire secara online tidak sesuai dengan UU ITE karena tidak ada itikad baik dalam jual beli tersebut.

Terhadap jual beli akun game online merek gratis apabila dilakukan sendiri atau diwakili, maka segala akibat hukum dalam pelaksanaannya ditanggung oleh pemilik dan kuasa hukumnya. Dampak negatif jual beli akun game online gratis melalui transaksi elektronik adalah banyak terdapat unsur kejahatan di dalamnya, karena sebagian besar penjual hanya mengambil keuntungan pribadi dengan menipu pembeli. Analisis Peneliti Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah bahwa praktek jual beli akun game online free fire dapat dikatakan sah apabila transaksinya memenuhi rukun dan syarat hukum.

Jika rukun dan syarat hukumnya terpenuhi, maka jual beli akun game online gratis dapat dikatakan sebagai jual beli yang sah menurut hukum. Dan perlunya ketelitian dalam transaksi jual beli akun game online free fire agar tidak terjadi penipuan dalam bertransaksi dan tidak ada pihak yang dirugikan baik penjual maupun pembeli. Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah, Jual Beli Akun Game Online Free Fire dikategorikan sebagai Ba'i As-Salam dimana pembeli melakukan pembayaran terlebih dahulu dengan barang yang terutang kepada penjual.

KAJIAN TEORI

Dasar Hukum Jual Beli

Jual beli adalah akad yang dibolehkan berdasarkan Al-Quran, Sunnah dan Ijma' para ulama. Orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti orang yang kemasukan syaitan disebabkan (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka adalah kerana mereka mengatakan (berpendapat) bahawa jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Orang-orang yang telah mendapat larangan dari Tuhannya, kemudian terus melarang (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya sebelumnya (sebelum datang larangan itu); dan pekerjaannya adalah milik Allah. Orang-orang yang kembali (kepada riba), maka mereka itulah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. 15 Kompilasi Undang-Undang Ekonomi Buku Syariah II Bab 20 Ayat 2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.

Dari ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis tersebut di atas dapat dipahami bahwa jual beli adalah suatu kegiatan yang halal dan mulia. Para ulama dan seluruh umat Islam sepakat tentang diperbolehkannya jual beli karena memang benar-benar diperlukan bagi masyarakat pada umumnya.

Rukun dan Syarat-Syarat Jual Beli

Jika syarat-syarat nafadz tidak terpenuhi, akadnya adalah mauquf yang cenderung boleh, bahkan menurut ulama Maliki, cenderung mampu. Jika syarat tidak dipenuhi, akad adalah mukhayyir (pilih-pilih), sama ada untuk mendirikan atau membatalkan. Syarat in’iqad adalah syarat yang mesti dipenuhi agar akad jual beli itu dianggap sah menurut syara. Jika syarat ini tidak dipenuhi, kontrak jualan menjadi tidak sah.

Syarat sah jual beli Syarat sah ini terbahagi kepada dua bahagian iaitu syarat am dan syarat khas. Oleh itu, tidak boleh menjual barang pajakan atau barang gadaian kerana barang tersebut bukan miliknya, kecuali jika diizinkan oleh pemilik sebenarnya iaitu jual beli tertangguh (mauquf). Pembelian dan penjualan yang dilakukan oleh orang yang telah memenuhi syarat dan prinsip jual beli, sehingga jual beli tersebut dikategorikan sebagai sah.

Syaratnya hanya satu, yaitu akad jual beli harus atau bebas dari khiyar (pilihan) yang berkaitan dengan kedua belah pihak yang berakad dan akan menyebabkan batalnya akad.

Macam-Macam Jual Beli

Jual beli muqayadah ialah jual beli dengan cara menukar barang dengan barang, seperti menukar pakaian dengan kasut. Jual beli mutlaq ialah jual beli barang dengan sesuatu yang telah disepakati sebagai alat tukar, seperti wang. Jual beli tukar barang ialah jual beli barang yang biasa digunakan sebagai tukar barang dengan tukar barang lain seperti wang perak dan wang emas.

Pengertian Jual Beli Menurut Hukum Positif

Transaksi jual beli akun game online Free Fire lebih rentan terhadap penipuan, hal ini tidak jarang terjadi pada beberapa kasus transaksi elektronik. Baik penjual maupun pembeli lebih memilih bertemu langsung untuk menghindari penipuan. Pemilik akun game online Free Fire sebagai penjual hanyalah pengguna layanan konten Garena yang mempunyai hak milik, sehingga berhak untuk membeli dan menjual benda yang dibuatnya. Analisa diatas menurut peneliti menunjukkan bahwa praktek jual beli akun Game Online Free Fire pada Komunitas Free Fire di Kota Bengkulu terdapat penipuan dalam transaksinya, oleh karena itu peneliti menegaskan baik kepada pembeli maupun penjual bahwa mereka harus berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli secara elektronik.

Analisis peneliti dalam hukum positif bahwa praktek jual beli akun game online free fire dapat dikatakan sah apabila telah memenuhi syarat-syarat perjanjian yang sah dan unsur-unsur perjanjian yang merupakan syarat pertama dan terpenting dalam membeli. dan menjual. Transaksi elektronik yang dilakukan atas pembelian dan penjualan akun Free Fire telah memenuhi ketentuan berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Gambaran Umum Game Online Free Fire

Setelah itu masukkan ID dan Password akun game online Free Fire yang telah dibayar oleh pembeli; Berikut penulis ulas beberapa penjual akun game online gratis di komunitas free fire Bengkulu. Wawancara keempat, dengan Ren selaku pembeli akun game online free fire komunitas free fire bengkulu.

Keuntungan dari akun game online Free Fire hanya bisa dirasakan oleh pembelinya saja, bukan untuk umum.

Gambar

Tabel 1  Data Informan

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Aswadi di atas, kalau Aswadi menekankan penelitiannya pada praktek jual beli ikan dengan memancing sedangkan penelitian