• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRAKTIK PEMESANAN PERAHU DI DUSUN LABUANGE KABUPATEN BARRU

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PRAKTIK PEMESANAN PERAHU DI DUSUN LABUANGE KABUPATEN BARRU "

Copied!
114
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Ijarah dalam praktik adalah akad untuk mengambil manfaat dari sesuatu yang diterima dari orang lain dengan membayar sesuatu dengan akad yang didefinisikan dengan syarat sesuai dengan ketentuan mata. Dalam konteks ini, kedua-dua pihak yang melakukan akad ijharat hendaklah mempunyai pengetahuan yang cukup tentang objek yang dituju dalam ijharat agar kedua-duanya tidak merasa kehilangan atau menimbulkan perselisihan di kemudian hari, (3) Sesuatu yang dikontrakkan itu mestilah sesuatu yang realiti yang relevan, bukan sesuatu yang tidak ketara. Demikian juga tidak boleh menerima gaji atau memberi tunjangan harian atas perbuatan yang dilarang agama, dan (5) Pemberian gaji atau pahala dalam Ijarah mestilah dalam bentuk sesuatu yang bernilai, sama ada dalam bentuk wang atau perkhidmatan, yang tidak bercanggah dengan adat yang berlaku.

Ijarah dalam penelitian ini berfokus pada praktik pemesanan perahu yang terdapat di Dusun Laburane Kabupaten Barru. Dusun Laburane merupakan kawasan pesisir sehingga sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidupnya pada keberadaan sumber daya laut. Namun penduduk Dusun Laburane memiliki mata pencaharian yang berbeda-beda, ada sebagian masyarakat Dusun Laburane yang bermata pencaharian dengan membuat perahu, karena masyarakat Dusun Laburane banyak yang sangat membutuhkan perahu untuk kegiatan melaut seperti menangkap ikan, gurita dan untuk menangkap cumi-cumi. .

Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 17 Desember 2021 di Dusun Laburane, menurut pembuat perahu yang berada di Dusun Laburane, pembeli hanya melakukan sistem pemesanan terlebih dahulu baru kemudian diproduksi. Pelaksanaan akad ijarah (upah) yang dipraktikkan di Dusun Laburane adalah pembayaran upah yang diberikan di awal akad, dicicil atau pada saat perahu selesai dibangun.

Rumusan Masalah

Dalam hukum Islam, praktik leasing atau ijarah memiliki syarat dan ketentuan, salah satunya adalah masing-masing pihak bersedia melakukan ijarah atau perjanjian sewa. Akad atau akad ijarah tidak boleh mengandung unsur paksaan, karena paksaan menyebabkan perjanjian yang dibuat menjadi tidak sah.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Disini peneliti memfokuskan pada commissioning perahu yang dibuat oleh nelayan dan pembuat perahu di Dusun Laburane. Ada kesepakatan antara pembuat kapal dan pembeli kapal di Dusun Laburane, sehingga keduanya terikat dengan kesepakatan tersebut. Bentuk pesanan jual beli perahu ini dapat membantu perekonomian masyarakat khususnya para nelayan dan pembuat perahu di Dusun Laburane.

Dengan adanya tukang perahu di desa kami, saya tidak perlu pergi jauh dari daerah untuk memesan perahu. Begitu juga dengan kebebasan yang diberikan oleh pembuat perahu dalam menyelesaikan perahu pesanannya. Jawab: “Kalau mau pesan perahu, saya langsung ke rumah pembuat perahu untuk membicarakan langsung harga dan model perahu yang diinginkan.”

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Terdahulu

Tinjauan Teori

Jadi dapat dipahami bahwa al-ijarah adalah menukarkan sesuatu dengan imbalan, dalam bahasa Indonesia berarti sewa dan gaji. Al ijarah berupa sewa atau berupa gaji adalah muamalah yang telah disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sayyid Sabiq: “Dan mengenai hukum sewa-menyewa, umat Islam telah menerima, dan tidak dianggap (serius) pendapat orang-orang yang menyimpang dari kesepakatan ijma’ para Ulama ini, karena Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak pakai hasil atas barang atau jasa, melalui pembayaran sewa, tanpa diikuti dengan perpindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.

Al-ijarah adalah akad pemindahan hak pakai hasil atas barang atau jasa dengan pembayaran sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan hak milik atas barang itu sendiri. Mereka percaya bahwa pilar-pilar itu berarti sesuatu yang berkaitan dengan legitimasi bisnis, yang dalam hal ini adalah kontrak sewa. Pilar leasing adalah sesuatu yang merupakan bagian dari hakekat leasing dan leasing tidak akan terjadi tanpa memenuhi pilar-pilar tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan syarat sewa adalah sesuatu yang seharusnya ada dalam sewa, tetapi bukan merupakan bagian dari hakekat sewa itu sendiri. Para ulama fikih sepakat bahwa sewa seperti itu tidak sah karena shalat haji adalah kewajiban penyewa itu sendiri. Manfaat ijarah (al-ijarah ala al-manfa'ah), misalnya menyewakan rumah, kendaraan, pakaian dan perhiasan.

Jika manfaat itu dibenarkan untuk digunakan oleh syarak, maka ulama fiqh bersepakat boleh digunakan sebagai pajakan.

Tinjauan Konseptual

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
  • Uji Keabsahan Data

Alat-alat yang diperlukan untuk membuat perahu adalah palu, gergaji, pahat, pensil, pita pengukur dan alat-alat lain yang disediakan oleh pembuat perahu.”104. Pembayaran dari pembeli perahu kepada pembuat perahu merupakan fee/keuntungan pembuat perahu. Kesepakatan lisan yang dibuat oleh pembuat perahu dan pembeli perahu didasarkan atas kepercayaan kedua belah pihak karena sudah saling mengenal sejak lama.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Mekanisme Pemesanan Perahu di Dusun Labuange Kabupaten

Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Pemesanan Perahu di Dusun

Jawab: “sistem jual beli perahu dengan sistem order telepon, karena sudah banyak yang tahu dan percaya dari luar daerah seperti Takalar maupun luar provinsi seperti Kendari, bisa juga datang langsung ke lokasi untuk meminta perahu harus dibuat”. Jawab: “Soal pembayaran tergantung kesepakatan, tapi biasanya customer membayar uang muka dan sebagian membayar lunas, tapi lagi-lagi tergantung kesepakatan.” Jawab: “Untuk membuat perahu diperlukan bahan baku seperti kayu, papan, paku, lem dan cat, semuanya dipasok oleh pembeli perahu.

Jawab : “Sistem jual beli perahu yang dilakukan adalah sistem pesan terlebih dahulu dan bisa datang langsung ke lokasi”. Jawab : “Untuk sistem pembayarannya tergantung kesepakatan kedua belah pihak, ada juga yang melakukan pembayaran secara langsung, ada juga yang membayar dimuka, dan ada juga sistem cicilan, dan ada juga yang melakukan pembayaran sampai akhir ketika perahu selesai." Jawaban: "pelanggan tidak menentukan waktunya, mereka tidak peduli dengan masalah seberapa cepat kapal itu selesai, karena pembeli terkadang datang untuk mengontrol pembuatan kapal."

Jawab: “Kemarin pembeli perahu memberikan bahan untuk membuat perahu seperti kayu, papan dan cat dll. Sementara itu saya mendapat bayaran untuk menanyakan apakah perahu bisa dibuat.” Jawab: “Masing-masing pelanggan tidak menentukan waktu penyelesaiannya, kalau sudah jadi, mereka tinggal datang mengambil perahu.”. Jawab: “Bahan pembuatan perahu didatangkan langsung dari pembeli perahu, pengerjaannya tanggung jawab saya.”

Jawab: “Bahan baku pembuatan kapal berasal dari pelanggan, kami hanya mengerjakan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.” Jawab: “Pembayarannya di muka, kadang-kadang saat bekerja di atas kapal, kami mungkin meminta uang kepada pelanggan, sisanya akan dibayar penuh saat kapal selesai.” Jawab : “pemesan biasanya datang langsung ke rumahnya jika ingin memesan perahu, ada juga yang memesan melalui telepon”.

Jawab: “Kadang ada customer yang kasih target, misalnya 2 minggu kapal selesai, kadang ada pelanggan yang tidak menentukan waktu selesai kapal.” Jawab: "kalau saya bayar, saya bayar deposit dulu, baru setelah barang jadi, saya bayar lunas." Jawab: “Seingat saya waktu saya pesan kapal penyelesaiannya cepat dan saya hanya bilang ke pembuat kapal kalau kapal sudah jadi dia akan segera mengabari saya.”

PENUTUP

Simpulan

Mekanisme pemesanan perahu di Dusun Laburane Kabupaten Barru adalah berdasarkan pesanan dan kesepakatan dilakukan secara lisan. Praktik pemesanan perahu di Dusun Laburane Kabupaten Barru sudah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam yaitu prinsip kerja, kebebasan, keseimbangan, tanggung jawab dan keadilan.

Saran

Jawab : “Pembeli yang memesan kapal secara lisan hanya langsung menyebutkan ukuran dan model kapal yang ingin dipesan, setelah menyepakati kriteria dan harga, pembeli melakukan pembayaran uang muka sebagai tanda pemesanan, agar kapal segera dibuat khusus. tidak ada kesepakatan tertulis atas keinginan klien.” Jawab : “Pelanggan saya memesan secara lisan atau percakapan dengan keterangan langsung spesifikasi yang diinginkan, kemarin klien memesan perahu dengan ukuran yang cukup besar, jadi saya setuju dengan klien kapal dengan harga kapal." Jawab: "Sistem yang kami gunakan adalah kami harus memesan terlebih dahulu baru kemudian bekerja. Kami jarang membuatnya tanpa takut seseorang tidak akan membelinya. Setelah pesanan, kami menyepakati bagaimana cara saling menyepakati model kapal. , kapan akan selesai dan harganya."

Jawab : “Pembeli memesan dari saya tanpa perjanjian tertulis karena kebetulan dia mengenal saya dengan baik, sehingga pembeli mempercayai saya ketika ingin memesan dari saya.” Jawab: “Tidak ada kesepakatan tertulis kapan pembeli memesan, kami hanya membicarakan perahu mana yang akan dipesan dan ukurannya berapa agar tidak terjadi kesalahan.”

Gambar

4.1  Tabel Nama-Nama Penjual Perahu  45
2.1  Gambar Kerangka Pikir  37

Referensi

Dokumen terkait

from unimolecular decomposition, atom abstraction, radical decomposition / isomerization, formation of ketohydroperoxide Nomenclature ID Ignition delay IDphys Physical ignition delay