PENDAHULUAN
Rumusan Belakang
Tujuan Penelitian
Menjelaskan pelaksanaan atau praktek pinjam meminjam tabung gas oksigen dari Komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu. Untuk mengetahui bagaimana dalam hukum Islam dan hukum positif pinjam meminjam tabung gas oksigen yang dilakukan oleh Komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di kota Bengkulu.
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Implementasi Pinjam Meminjam Alat Pertanian Di Jorong Parak Juar Nagari Beringin Sesuai Fiqih Muamalah” yang ditulis oleh Deski Parman Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. 5Deski Parman, Implementasi pinjam meminjam alat pertanian di Jorong Parak Juar Nagari Beringin Menurut Fiqh Muamalah , Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, Fakultas Syariah, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, 2018. Skripsi dengan judul “Al-Ariyah Menurut Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus pada Petani Singkong di Desa Labuhan Ratu IX, Labuhan Ratu, Lampung Timur)”.
6.
Metode Penelitian
Oleh karena itu, data disajikan dalam bentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Untuk memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang diteliti terkait dengan praktek pinjam meminjam tabung gas oksigen oleh Komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu, maka pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . a) Data primer. Dalam hal ini data primer yang diperoleh peneliti berasal dari anggota Komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu.
Data diperoleh dengan menggunakan beberapa sumber bacaan terkait dan melengkapi data primer yang diperoleh peneliti. Observasi adalah suatu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat tingkah laku secara sistematis melalui pengamatan atau observasi langsung. Metode dokumentasi merupakan suatu cara memperoleh data berdasarkan catatan dan mencari informasi tentang sesuatu yang berupa catatan, buku, foto, dokumentasi rapat dan agenda.
Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan cara menghubungkan kategori-kategori data yang berkaitan untuk sampai pada suatu kesimpulan berdasarkan data yang relevan sehingga setelah terkumpul semua data yang sesuai dengan kerangka penelitian maka peneliti dari data tersebut seluruh data yang ada. dikumpulkan dan .
Sistematika Penulisan
BAB IV, Bab ini berisi pembahasan terkait rumusan masalah, serta analisa mendalam peneliti terhadap apa yang telah diteliti yaitu menjelaskan praktik peminjaman tabung gas oksigen oleh S3 (Sedekah Seribu Sehari ) Masyarakat di kota Bengkulu yang menganalisis revisi hukum Islam dan hukum positif dalam prakteknya, meminjam tabung gas oksigen dari komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehar) di kota Bengkulu.
KAJIAN TEORI
Wanprestasi
Yahya Harahap bahwa tidak dibayarnya juga dapat diartikan sebagai pelaksanaan kewajiban yang tidak dilaksanakan pada waktu yang tepat atau tidak tepat. 31 Hal ini mengakibatkan jika salah satu pihak tidak memenuhi atau tidak melaksanakan isi perjanjian yang dibuat, maka pihak yang melanggar isi perjanjian telah melakukan perbuatan melawan hukum. . Perjanjian lisan adalah perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang perjanjiannya hanya secara lisan, sedangkan perjanjian tertulis dibuat dalam bentuk tertulis (kontrak), baik dalam bentuk akta otentik maupun akta di bawah tangan. Kekuatan hukum dari kedua jenis perjanjian tersebut sebenarnya tidak terletak pada bentuknya, baik tertulis maupun lisan. . Perjanjian-perjanjian yang ditentukan oleh undang-undang harus dilaksanakan dengan baik karena apabila tidak dilaksanakan maka akibat hukumnya adalah perjanjian-perjanjian yang dibuat menjadi tidak sah, sehingga batal demi hukum, dan tidak.
Perjanjian lisan tidak boleh digunakan untuk perjanjian yang telah dimeterai oleh undang-undang, iaitu selama tidak ada undang-undang yang menetapkan bahawa perjanjian harus dibuat secara bertulis, perjanjian lisan tetap sah sebagai perjanjian yang mengikat para pihak. siapa yang buat. Apabila menyelesaikan kes kemungkiran, adalah perlu terlebih dahulu mengetahui sama ada perjanjian yang dibuat oleh pihak-pihak itu sah atau tidak sah, kerana mengikat atau tidak mengikat perjanjian bagi pihak-pihak yang mengikatnya bergantung pada kesahihan atau tidak sah perjanjian yang dibuat. perjanjian. oleh pihak-pihak. Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata: “Semua perjanjian yang dibuat secara sah menjadi hukum bagi yang membuatnya”.
Pasal 1320 KUH Perdata tentang syarat-syarat sahnya suatu perjanjian lisan tidak mengatur tentang bentuk perjanjian, sehingga ketika membuat suatu perjanjian, masyarakat bebas menentukan bentuknya. Perjanjian lisan tetap sah sepanjang memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian yang diatur dalam Pasal 1320. Perjanjian lisan juga sah sepanjang tidak ada undang-undang yang menentukan bahwa perjanjian yang dibuat harus dibuat dalam bentuk tertulis. .
Berdasarkan uraian tersebut maka perjanjian lisan juga mempunyai kekuatan hukum untuk mengikat para pihak yang mengadakannya, sehingga apabila dalam suatu perjanjian lisan terdapat wanprestasi maka perjanjian lisan tersebut dapat dijadikan dasar untuk menyatakan seseorang melakukan wanprestasi. Tanpa kita sadari dalam kehidupan bermasyarakat, perjanjian lisan sering kali dibuat. Perjanjian lisan adalah perjanjian yang dibuat oleh para pihak hanya dari mulut ke mulut atau atas kesepakatan para pihak. Perjanjian lisan sering dijumpai pada perjanjian yang sederhana, artinya perjanjian yang tidak rumit-rumit. hubungan hukum dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi para pihak apabila terjadi wanprestasi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu perjanjian lisan tetap sah dan mempunyai kekuatan hukum untuk menyatakan seseorang wanprestasi, namun apabila perjanjian lisan itu diingkari/tidak diakui oleh pihak yang disangka melakukan wanprestasi, maka perjanjian lisan itu akan menjadi sah. perjanjian tidak mempunyai kekuatan hukum untuk menyatakan seseorang wanprestasi karena perjanjian itu ada atau tidaknya tergantung pada bukti-bukti para pihak.
Sebab ada atau tidaknya suatu perjanjian sangat menentukan dalam menyatakan seseorang wanprestasi, karena seseorang tidak dapat dinyatakan wanprestasi apabila ia belum mengadakan suatu perjanjian. Perjanjian lisan yang ditolak/tidak diakui oleh salah satu pihak yang membuatnya tidak mempunyai kekuatan hukum untuk menyatakan seseorang wanprestasi, namun perjanjian lisan yang ditolak/tidak diakui dapat memperoleh kembali kekuatan hukumnya apabila dapat dibuktikan.
PROFIL KOMUNITAS S3 (SEDEKAH SERIBU SEHARI)
Berikut ini peneliti memaparkan praktik dan hasil kesepakatan pinjam meminjam tabung gas oksigen yang dilakukan masyarakat S3 (Sedekah Seribu Sehari) di kota Bengkulu. Bagaimana anggota komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) memperoleh tabung gas oksigen dan berapa tabung yang dimilikinya? Saat ini komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di kota Bengkulu mempunyai empat tabung gas oksigen berukuran besar.50.
Bagaimana cara mengetahui jika komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu memberikan pinjaman tabung gas oksigen. Sedangkan untuk amalan al-ariyah, pemberian pinjaman yang diberikan oleh masyarakat S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu dilandasi dengan saling tolong menolong, dalam hal ini komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) bertujuan untuk memberikan pinjaman tabung oksigen atas dasar kemanusiaan dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang sakit. Kota Bengkulu berupa tabung gas oksigen yang nantinya akan dipinjamkan oleh masyarakat yang membutuhkan oksigen.
Sedekah Seribu Sehari) di kota Bengkulu dengan peminjam yang mengingkari janji peminjaman tabung oksigen pada komunitas S3 (Sedekah seribu sehari) di kota Bengkulu dengan tidak memenuhi akad sebagaimana tercantum dalam akad di awal saat peminjaman oksigen. untuk penyewaan yang diasuransikan adalah KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan pada saat pengembalian tabung oksigen, peminjam harus mengisi tabung oksigen hingga terisi penuh di tempat pengisian oksigen yang bekerjasama dengan komunitas S3 (Miloščina ribu per hari). ) di kota Bengkulu. S3 (Sedekah per Seribu Per Hari) Praktek Pinjam Tabung Oksigen Komunitas di Kota Bengkulu, Peminjam ingkar janji dalam S3 (Sedekah per Seribu Per Hari) Pinjam Tabung Oksigen Komunitas di Kota Bengkulu karena wanprestasi atas perjanjian. sebagaimana tercantum dalam kontrak pada awal penyewaan tabung oksigen, syarat penyewaan diberikan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan pada saat mengembalikan tabung oksigen, peminjam harus mengisi tabung oksigen sampai habis. Klien yang wanprestasi adalah peminjam karena beberapa peminjam tabung oksigen ingkar janji terkait perjanjian yang dibuat dengan masyarakat S3 (Sedekah Seribu Hari) Kota Bengkulu.
Komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di kota Bengkulu memberikan pinjaman tabung gas oksigen kepada masyarakat yang membutuhkan dengan dasar membantu sesama manusia, merawat yang sakit dan sekedar memohon ridho Allah SWT. Oleh karena itu komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu cukup memberikan teguran kepada peminjam yang wanprestasi, namun jika tidak ada timbal balik dari peminjam maka komunitas S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu cukup berikan peringatan kepada peminjam yang gagal bayar. memilih menanggung kerugian dengan mengisi tabung tersebut dengan gas oksigen dan membiarkannya begitu saja karena nanti akan digantikan oleh Allah SWT dengan rezeki yang lebih banyak. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa praktik peminjaman tabung gas oksigen yang dilakukan oleh masyarakat S3 (Sedekah Seribu Sehari) di kota Bengkulu menurut syariat Islam sudah sesuai dengan kaidah syariat Islam yang dikenal dalam Muamalah. disebut al-ariyah.
Positifnya peminjam tabung gas oksigen itu mengingkari janji atau wanprestasi kepada masyarakat S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu. Ribuan Sehari) di Kota Bengkulu tidak minta rugi karena Komunitas S3 (Seribu Sehari) di Kota Bengkulu meminjam tabung gas oksigen untuk saling membantu dalam beramal shaleh. Oleh karena itu, kerugian yang dialami peminjam kedua tabung gas oksigen tersebut ditanggung oleh Masyarakat S3 (Sedekah Seribu Sehari) Kota Bengkulu. Pelaksanaan pinjam meminjam isi dan tabung gas oksigen oleh masyarakat S3 (Sedekah Seribu Sehari) di Kota Bengkulu yaitu dengan menggunakan akad al-ariyah atau hanya meminjam secara lisan.
Dalam hukum Islam, menurut al-ariyah, praktik pinjam meminjam isi dan tabung oksigen yang dilakukan oleh masyarakat S3 (Sedekah Seribu Hari) di Bengkulu sudah sesuai dengan hukum Islam mengenai peminjaman tabung oksigen, sedangkan peminjam yang merusaknya. janji-janji yang terlibat dalam kemunafikan ini dan tindakan nifak.