Misalnya saja Pemda Kabupaten Banyumas yang memberikan kemudahan kepada UKM Banyumas dengan didirikannya Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa. Dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah strategi yang digunakan Pemerintah Daerah dalam pengembangan UKM/IKM Sentra Produk Pratistha Harsa. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Pemerintah Daerah dalam pengembangan Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa.
Salah satu bentuk upaya pengembangan UMKM yang dilakukan pemerintah daerah di Kabupaten Banyumas adalah pembangunan fasilitas Gerai Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa. Produk yang dipasarkan di Gerai Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa antara lain makanan, minuman, fashion, kerajinan tangan dan kerajinan tangan (Setijarsih, 2020). Kedua, masih banyak masyarakat Banyumas yang masih belum mengenal Gerai Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa.
Namun pada awal tahun 2019, manajemen Gerai Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa mulai mengatasi satu per satu kendala yang sebelumnya muncul pada gerai dengan menerapkan beberapa strategi pengembangan. Sumber data laporan penjualan makanan/minuman dan kerajinan di Sentra Produk Pratistha Harsa Kabupaten Banyumas. Hal ini terjadi karena adanya beberapa kendala seperti yang telah dijelaskan di atas dan Gerai Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa saat ini sedang dilimpahkan pengelolaannya sehingga gerai belum berfungsi maksimal.
Dari uraian di atas, penulis ingin melihat strategi pengembangan yang dilaksanakan setelah masa transisi, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGEMBANGKAN UKM/SENTA PRODUK IKM PRATISTHA HARSA MULAI KABUPATEN BANYUMAS”.
Definisi Operasional
Jadi setelah masa transisi, pendapatan penjualan tahun 2019 meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena sudah beroperasi penuh. Oleh karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas bidang perdagangan yang kini bertugas mengelola Gerai Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa menerapkan beberapa strategi untuk mengembangkan Gerai Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa Kabupaten Banyumas. Dimana dalam proses pengembangannya tentunya harus ada gotong royong dan dukungan baik dari para pelaku UMKM Kabupaten Banyumas maupun masyarakat Banyumas, sehingga tujuan pengembangan Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa dapat terwujud.
Strategi dapat dilihat dari tiga aspek: perumusan strategi; implementasi yang bertujuan untuk mewujudkan strategi dalam tindakan; dan pengendalian strategis yang dilakukan untuk mengubah strategi atau jaminan perusahaan sehingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai. Pasal 1 menjelaskan, usaha mikro adalah usaha produktif milik perseorangan dan/atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang suatu perusahaan yang memiliki, menguasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau besar. yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang.
Sedangkan usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha kecil. besar dengan kekayaan bersih atau. Berdasarkan Peraturan Bupati Banyumas nomor 87 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pasar Khusus Produk Usaha Kecil/Industri Kuliner Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah Pratistha Harsa, pada Pasal 1 angka 6 dijelaskan bahwa, Usaha Kecil/Usaha Kecil dan Menengah Sentra Produk Industri merupakan pusat Promosi dan Penjualan Produk Usaha Kecil Menengah Masyarakat Kabupaten Banyumas. Dan pasal 1 ayat 9 menjelaskan bahwa Pratistha Harsa adalah nama pasar khusus yang menjual dan mempromosikan produk-produk usaha kecil/industri kecil menengah, kuliner, dan industri kecil menengah.
Kemudian Pasal 2 menjelaskan, Anda menunjuk tanah dan bangunan di Blok A Pratistha Harsa yang terletak di Jalan Jenderal Soedirman no. 08 Purwokerto sebagai sentra produk UKM/IKM dan kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Banyumas (DEKRANASDA) serta tempat penampungan pedagang kaki lima (PKL) dan Blok B Pratistha Harsa yang berlokasi di Jalan Balai Obat sebagai pusat kuliner (Perbup Banyumas, 2017).
Rumusan Masalah
Manfaat Penelitian
Secara teoritis penulis berharap penelitian ini bermanfaat sebagai karya tulis yang dapat mengembangkan dan menunjang ilmu pengetahuan serta menjadi bahan informasi pendukung sehingga dapat digunakan oleh penulis atau pihak lain yang berminat untuk meneliti strategi pengelolaan Produk UKM/IKM Pratistha Harsa. Center Outlet agar dapat berkembang dan mewujudkan tujuan pembangunannya. Secara praktis diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan bagi para pelaku UMKM dan Pemerintah Daerah khususnya di Kabupaten Banyumas untuk bekerjasama dalam pengembangan dan peningkatan UMKM Kabupaten Banyumas.
Kajian Pustaka
Teori Katasasmita dalam (R. Putra & dkk, 2018) menjelaskan bahwa pembangunan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk memajukan, memperbaiki, memperbaiki sesuatu yang telah ada secara teratur dan bertahap sehingga menjadi lebih baik. Kemitraan usaha merupakan jalur yang penting dan strategis serta terbukti berhasil mengembangkan usaha ekonomi kerakyatan. Pada penelitian sebelumnya yang mengkaji strategi pengembangan yaitu Jurnal dari Taranggana Gani Putra (2015) dalam jurnalnya yang berjudul “Peran Pemerintah Daerah dan Partisipasi Pelaku Usaha Dalam Pengembangan UMKM Glass Bead di Kabupaten Jombang”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator yang diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, bantuan permodalan dan teknologi, pemerintah daerah juga berperan sebagai katalis yang diwujudkan melalui kegiatan promosi produk dan menetapkan manik-manik kaca sebagai produk unggulan di Kabupaten Jombang. Sedangkan partisipasi wirausaha adalah partisipasi dalam pengambilan keputusan dengan cara memberikan gagasan dalam pertemuan kelompok antara pemerintah dan pengusaha, kemudian partisipasi pelaksanaan dengan cara koordinasi. Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kerajinan Kulit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan (Studi Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang tepat dalam pengembangan UMKM Kerajinan Kulit di Kabupaten Magetan adalah Strategi SO (Strength and Opportunity). Pendayagunaan sumber daya manusia kreatif yang memiliki bakat dibidang kerajinan kulit secara turun temurun melalui pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah. Memanfaatkan inovasi pengembangan produk yang dilakukan oleh pengrajin dan mentransfer atau mengajarkannya kepada generasi pengrajin berikutnya.
Adanya peran pemangku kepentingan dalam memperluas pemasaran produk yang dapat digunakan untuk pengembangan kerajinan (R. Putra & dkk, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam pengembangan UMKM produk carica di Kabupaten Wonosobo dilakukan dengan cara: Peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak, peningkatan inovasi produk carica, peningkatan promosi produk carica, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, memberikan bantuan mengenai infrastruktur, penguatan. Sofiy Hasbiyyah (2018) dalam tesisnya yang berjudul “Strategi Pengembangan UMKM Pada Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas”.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa alternatif strategi yang dapat dikembangkan oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas dalam pengembangan UMKM mengembangkan produk UMKM, pengembangan masyarakat Banyumas sebagai pasar potensial, pengembangan pusat pelayanan ekonomi lokal. , berkembangnya iklim yang kondusif, berkembangnya masyarakat Banyumas. sebagai pasar yang potensial, berkembangnya lapangan kerja, berkembangnya produk yang berkualitas, berkembangnya produk yang beredar dengan ketentuan yang taat hukum dan berkembangnya kecenderungan masyarakat menengah ke atas untuk mencintai produk rumah tangga (Hasbiyyah, 2018 ) ). Sedangkan partisipasi wirausaha adalah partisipasi dalam pengambilan keputusan dengan memberikan gagasan dalam pertemuan kelompok antara pemerintah dan pengusaha, kemudian partisipasi pelaksanaan dengan mengkoordinasikan kegiatan pelatihan, serta partisipasi dalam mengambil manfaat berupa peningkatan omzet usaha. Perkembangan Ekonomi Kreatif Kerajinan Kulit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan (Studi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan).
Pendayagunaan sumber daya manusia kreatif yang mempunyai bakat dibidang kerajinan kulit secara turun temurun melalui pengembangan. Lokasi penelitian, topik dan waktu penelitian, fokus penelitian dan strategi yang dilakukan oleh instansi terkait.
Kesimpulan
Pengembangan ini dilakukan untuk mencapai tujuan didirikannya Pusat Produk UKM/IKM Pratistha Harsa, yaitu sebagai sarana untuk memajukan, mengembangkan, menjual dan mempromosikan produk-produk UKM/IKM unggulan di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi pengembangan Gerai Pusat Produk UKM/IKM Partistha Harsa yang diterapkan berfokus pada empat variabel yaitu strategi pemasaran, promosi, komunikasi dan pengawasan. Sesuai dengan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa keempat variabel tersebut merupakan kegiatan manajemen pemasaran.
Dalam hal ini manajemen pemasaran sangat penting untuk menunjang tercapainya tujuan dari suatu rencana yang dibuat, tentunya harus disusun dan dikelola dengan baik. Kemudian menurut perspektif manajemen pemasaran dalam perspektif Islam, beberapa strategi pengembangan yang dilakukan pada Gerai Pusat Produk UKM/IKM Kabupaten Banyumas tidak melanggar syariat Islam karena mampu memanfaatkan fasilitas yang telah ada. membuat dan melaksanakan variabel-variabel yang menjadi fokus pengembangan sesuai dengan prinsip-prinsip akad, prinsip-prinsip Islam dan juga pembangunan fasilitas Sentra Produk UKM/IKM Partisha Harsa di Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas sesuai dengan syariat Islam, karena tujuan dibangunnya fasilitas tersebut adalah untuk kepentingan bersama, bukan hanya untuk kepentingan pribadi.
Saran
Pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas dapat memaksimalkan keikutsertaannya dalam pelatihan kewirausahaan yang diberikan oleh pemerintah daerah atau instansi pemerintah agar usaha yang dijalankannya dapat dikelola dengan baik dan bersaing dengan usaha di luar daerah Banyumas. Tersedia di: https://www.banyumaskab.go.id/read/15814/gubenur-jateng-bisnis-plut-di-banyumas#.XrrWJagzbIW. Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan UMKM di Kota Semarang (Studi Kasus Kampung Batik di Semarang).