• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prediksi erosi di wilayah jawa timur

N/A
N/A
Naila Dwi Syazwina

Academic year: 2023

Membagikan "Prediksi erosi di wilayah jawa timur"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MK SUMBER DAYA LINGKUNGAN

PREDIKSI EROSI

NAILA DWI SYAZWINA

21040122140155

DI WILAYAH JAWA

TIMUR

(2)

MK SUMBER DAYA LINGKUNGAN

PENDAHULUAN

Analisis tentang tingkat bahaya erosi penting dilakukan untuk mengetahui status erosi yang terjadi, apakah berada pada level rentan atau tidak rentan.

Secara prinsip, permodelan erosi adalah penggambaran secara matematik tentang proses penghancuran, perpindahan, dan deposisi partikel di atas permukaan lahan.

LATAR BELAKANG MASALAH

Ada banyak metode yang telah dikembangkan untuk menghitung atau memodelkan erosi. Salah satu model prediksi paling awal dan masih banyak digunakan di berbagai negara adalah model USLE.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasi tingkat bahaya erosi (TBE) menggunakan metode USLE dan GIS pada skala yang lebih luas, yaitu pada seluruh wilayah Jawa Timur.

(3)

METODOLOGI PENELITIAN

lokasi penelitian ini mencakup seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur. Secara administrasi Provinsi Jawa Timur mencakup wilayah 77 kabupaten dan Kota dengan luas 47.042,17 km2.

LOKASI PENELITIAN ALAT DAN BAHAN

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) data hujan yang diperoleh dari 749 stasiun, (2) peta jenis tanah, (3) peta tata guna lahan, dan (4) data ASTER G-DEM2.

Peralatan yang digunakan untuk mencakup (1) PC, (2) perangkat lunak Excel, dan (3) GIS.

(4)

METODOLOGI PENELITIAN

(1) Data hujan digunakan untuk menghitung nilai faktor erosivitas hujan (R). Perhitungan faktor R menggunakan persamaan dari Bols:

(2) Interpolasi menggunakan metode IDW (Inverse Distance Weighting)

(3) Interpretasi peta jenis tanah untuk menghitung nilai faktor K (Indeks Erodibilitas Tanah). Kemudian nilai K dimasukan sebagai atribut table pada layer faktor K.

(4) Data DEM digunakan unruk menghitung nilai faktor LS.

Data DEM diturunkan menjadi kemiringan lereng (slope), arah aliran (flow direction), dan akumulasi aliran (flow accumulation).

PENGELOLAAN DATA

(5)

METODOLOGI PENELITIAN

(5) Faktor LS dihitung menggunakan raster calculator mengikuti persamaan beribut:

(6) Peta RBI digital digunakan untuk menentukan nilai penggunaan lahan sebagai satu unit poligon

(7) Nilai CP ditentukan berdasarkan kriteria pada tabel nilai faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi (CP).

Kemudian dimasukan sebagai atribut table dan dikonversi menjadi raster.

PENGELOLAAN DATA

(6)

TABEL NILAI FAKTOR

PENGELOLAAN TANAMAN DAN TINDAKAN

KONSERVASI

(7)

METODOLOGI PENELITIAN

Perhitungan laju erosi (A) dilakukan menggunakan persamaan USLE, yaitu:

PERHITUNGAN LAJU EROSI

(8)

HASIL DAN PEMBAHASAN

MK SUMBER DAYA LINGKUNGAN

FAKTOR EROSIVITAS HUJAN FAKTOR ERODIBILITAS TANAH (K)

Sifat fisik hujan seperti tebal hujan, durasi hujan, dan kecepatan jatuhnya hujan dapat mempengaruhi erosi. Nilai erosivitas hujan (R) tertinggi untuk seluruh wilayah Jawa Timur = 1.391,97 MJ.mm/tahun. Semakin tinggi nilai R, maka kemampuan air hujan untuk menghancurkan agregat tanah semakin kuat.

Nilai erodibilitas suatu tanah ditentukan oleh ketahanan tanah terhadap daya rusak dari luar dan kemampuan tanah untuk menyerap air. Wilayah Jawa Timur didominasi oleh jenis tanah alluvial hidromorf. Luas tanah hidromorf = 5.499 km2 atau 11,2% dari total luas keseluruhan.

(9)

HASIL DAN PEMBAHASAN

MK SUMBER DAYA LINGKUNGAN

FAKTOR PANJANG DAN

KEMIRINGAN LERENG (LS)

FAKTOR PENGELOLAAN TANAMAN DAN TINDAKAN KONSERVASI

Nilai faktor LS yang dominan adalah LS = 0-3, seluas 3.268.030,32 ha atau 69.73% dari luas total. Nilai faktor LS yang tinggi terjadi pada lokasi akumulasi aliran. Sehingga jumlah erosi tanah akan semakin tinggi pada piksel ditempat terjadinya akumulasi aliran.

Sebagian besar penggunaan lahan di lokaso penelitian (perumahan, pertanian lahan kering, ladang, dan sawah) memiliki nilai CP yang tinggi dibandingkan hutan. Nilai CP yang tinggi menunjukan bahwa vegetasi yang ada belum cukup untuk mengendalikan erosi. Selain itu, nilai CP yang tinggi juga menunjukan tidak adanya penerapan konservasi tanah yang dilakukan.

(10)

MK SUMBER DAYA LINGKUNGAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

TINGKAT BAHAYA EROSI (TBE)

Hasil perhitungan nilai laju erosi di Jawa Timur didominasi oleh tipe sangat ringan 0-15 ton/ha/tahun dengan toal luas sebesar 78,71%. Hasil perhitungan disajukan pada tabel berikut ini:

(11)

KESIMPULAN

Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata laju erosi di Jawa Timur sebesar 10,30 ton/ha/tahun, sedangkan klasifikasi tingkat bahaya erosi (TBE) di Jawa Timur didominasi oleh tipe erosi sangat ringan, yang nilainya antara 0 sd 15 ton/ha/tahun. Erosi jenis ini mencakup 78,71% dari luas total wilayah.

Sementara, tingkat bahaya erosi (TBE) tipe: ringan 15- 60 ton/ha/tahun dan mencakup 10,75% luas jawa timur. Selanjutnya, TBE tipe sedang antara 60- 180 ton/ha/tahun mencakup 6,39% luas total. Hanya sekitar 2,83% dari total luas yang berada pada TBE tipe berat (180-480 ton/ha/tahun) dan 1,31% luas wiayah tergolong pada resiko erosi tipe sangat berat (>480 ton/ha/tahun).

MK SUMBER DAYA LINGKUNGAN

Analisis erosi dan tingkat bahaya erosi telah dilakukan untuk seluruh wilayah Jawa Timur. Faktor erosi yang terdiri dari faktor erosivitas curah hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor pengelolaan Jurnal Ilmu Lingkungan (2019), 17 (2): 323-332, ISSN 1829-8907 331

© 2019, Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP tanaman dan tindakan konservasi (CP), serta faktor panjang dan kemiringan lereng (LS)digunakan sebagai input utama. Selanjutnya laju erosi dihitung dengan menggunakan tool raster calculator.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi yang terjadi di DAS Padang adalah 41,58% tingkat bahaya erosi sedang, 34,70% tingkat bahaya erosi ringan, 13,47%

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi yang terjadi di DAS Padang adalah 41,58% tingkat bahaya erosi sedang, 34,70% tingkat bahaya erosi ringan, 13,47%

Kajian tingkat bahaya erosi (TBE) pada berbagai tipe penggunaan lahan di sub daerah aliran sungai lau biang (kawasan hulu DAS wampu.. Universitas

Dari Tabel 4.14 diatas, dapat diketahi bahwa pada lereng 1 DAS Bugel, didominasi oleh kelas bahaya erosi sangat ringan dengan luasan sebesar 2388570 m2, sementara untuk lereng 2

Dari hasil perhitungan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) yang dikombinasikan dengan jeluk solum dan besarnya erosi maksimal diketahui bahwa prediksi klasifikasi bahaya erosi

Dari Tabel 4.14 diatas, dapat diketahi bahwa pada lereng 1 DAS Bugel, didominasi oleh kelas bahaya erosi sangat ringan dengan luasan sebesar 2388570 m2, sementara untuk lereng 2

Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar laju erosi, bagaimana kondisi sebaran tingkat bahaya erosi (TBE) dan perubahan tata guna lahan yang

Tingkat bahaya erosi dan kekritisan lahan dengan kriteria Sangat ringan 1.901,86 Ha ( 41,33), Sedang 1,524,79 Ha (33,13%), Berat 601,41 Ha (13,07%) dan Sangat Berat seluas 573,70 Ha