• Tidak ada hasil yang ditemukan

PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP BMT

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP BMT"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan dan khazanah keilmuan di bidang ekonomi Islam terkait harapan masyarakat terhadap BMT. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk memahami lembaga keuangan syariah khususnya BMT, dan bagi para pelaku lembaga keuangan syariah semoga dapat dijadikan masukan yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas operasional di lembaga keuangan syariah itu sendiri.

Penelitian Relevan

11 Sedangkan penelitian tesis yang dilakukan oleh mahasiswa ekonomi Islam IstiQomah berjudul “Trend Warga Muhammadiyah Terhadap Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus di Kecamatan Natar Tahun 2012). 12 IstiQomah, “Kecenderungan warga Muhammadiyah terhadap lembaga keuangan syariah (studi kasus di Kecamatan Natar tahun 2012) Skripsi STAIN Jurai Siwo Metro, 2013.

LANDASAN TEORI

Pengertian Preferensi

Dalam penelitian ini, peneliti berupaya memperoleh informasi umum tentang BMT di Kabupaten Kotagajah. Metode ini peneliti gunakan untuk memperoleh informasi dengan cara bertanya langsung kepada informan yaitu masyarakat di Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan informasi diatas maka peneliti dalam hal ini menggunakan data yang diperoleh berupa deskripsi kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan cara berpikir induktif sehingga peneliti dapat mengetahui tentang preferensi masyarakat Kecamatan Kotagajah Lampung Tengah. Kabupaten untuk BMT.

Letak Geografis Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah Kota Gajah merupakan salah satu dari 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Desa/kelurahan di Kota Gajah memiliki luas 4,62 km2 (Sapto Mulyo) sampai 10,35 km2 (Sri Tejo Kencono). Hal ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan yang ada akan memberikan kontribusi terhadap usaha makro yang ada di Kecamatan Kotagajah agar lebih berkembang dan meningkatkan optimalisasi usaha makro yang dijalankan oleh masyarakat.

Masyarakat Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah umumnya belajar dari setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada kemudian mempresentasikannya kepada orang lain. Berdasarkan faktor sosial yang telah dijelaskan sebelumnya, masyarakat di Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah diasosiasikan dengan preferensi masyarakat terhadap BMT yang berdampak cukup besar bagi masyarakat. Indikator dalam menentukan tingkat kepercayaan masyarakat kelurahan Kotagajah terhadap lembaga BMT adalah sebagai berikut : Berdasarkan indikator dalam pengambilan keputusan ini akan mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat terhadap lembaga keuangan BMT di Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah .

Alasan masyarakat Kecamatan Kotagajah kurang percaya terhadap lembaga keuangan BMT adalah sebagai berikut. Berdasarkan analisis faktor preferensi dari 10 responden di atas, terdapat responden yang memiliki pendapat 1 atau 2. Peneliti menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan klien untuk memilih menggunakan layanan BMT di Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah yaitu 10 nasabah memilih menabung di BMT karena faktor budaya dan psikologi. , 3 klien karena budaya masyarakat yang menabung di BMT, dan 7 klien karena secara psikologis masyarakat masih percaya dengan lembaga keuangan BMT di Kecamatan Kotagajah. Melihat faktor-faktor tersebut menjadi daya tarik bagi BMT di Kotagajah untuk meningkatkan jumlah nasabah BMT di kecamatan Kotagajah.

Faktor – Faktor yang Mempengauhi Preferensi

Upaya Menarik dan Mempertahankan Nasabah

Untuk mempertahankan eksistensi suatu lembaga, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menarik simpati dari pelanggan. Seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin kritis terhadap segala macam permasalahan yang timbul dari suatu lembaga keuangan, khususnya lembaga keuangan syariah non bank. Pada dasarnya nasabah setiap periode berasal dari dua kelompok, yaitu nasabah baru dan nasabah lama.

Biaya untuk menarik pelanggan baru lebih tinggi daripada nilai seumur hidup pelanggan lama, sehingga mereka harus membayar lebih dari nilai pelanggan baru tersebut.

Baitul Maal Wa Tamwil BMT

  • Pengertian BMT
  • Asas dan Dasar Hukum
  • Visi Misi BMT
  • Tujuan dan Fungsi BMT
  • Peran dan Prinsip BMT
  • Jenis Usaha BMT
  • Permasalahan yang dihadapi BMT

BMT berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta berlandaskan pada prinsip Syariat Islam, amanah, keterpaduan (kaffah), kekeluargaan atau koperasi, persatuan, kemandirian dan profesionalisme 29 prinsip Syariah Islam tersebut di atas, BMT dalam penyelenggaraannya tidak riba. Artinya: “Yang makan (mengambil) bunga tidak bisa berdiri, melainkan seperti sikap orang yang kerasukan setan karena gila (tekanan). 1 Tahun 2013, tentang LKM, BMT- dapat berbadan hukum sebagai Lembaga Mikro (MIC) berdasarkan prinsip syariah, maka BMT juga harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam undang-undang MIC.32.

Misi BMT adalah membangun dan mengembangkan tatanan ekonomi dan struktur masyarakat madani yang berkeadilan, sejahtera-maju dan sejahtera-memajukan yang berlandaskan syariat dan ridha Allah SWT. Dengan demikian, visi dan misi BMT adalah membantu masyarakat dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat kurang mampu (miskin), mengembangkan usaha mikro dan membantu menerapkan sistem keuangan syariah dalam bertransaksi serta mencegah riba di masyarakat. Fungsi BMT adalah untuk meningkatkan surplus pendapatan suatu lembaga, sehingga BMT mampu membantu masyarakat yang tidak memiliki uang yaitu pembiayaan.

Fungsi BMT yang berhadapan langsung dengan perusahaan yang kompleks harus ada tata krama yang baik, sehingga BMT harus memperhatikan kelayakan nasabah dalam langkah-langkah melakukan evaluasi guna memetakan prioritas yang akan dipertimbangkan, misalnya terkait dengan pembiayaan. pada kelompok klien serta jenis pembiayaan yang digunakan dilakukan.38. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan menerapkan prinsip-prinsip Syariah Islam dan Muamalah ke dalam kehidupan nyata. Prinsip BMT merupakan landasan utama beroperasinya karena merupakan prinsip yang sangat penting yang tidak boleh dilanggar dalam membantu masyarakat dan mendorong masyarakat dalam bertransaksi syariah.

Yang dimaksud dengan al wakalah adalah perjanjian antara BMT dengan anggota dimana anggota memberikan amanah kepada BMT untuk mewakilinya guna menyelesaikan suatu tugas tertentu. e) Al qard.

METODOLOGI PENELITIAN

Sumber Data

Sumber data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada peneliti untuk keperluan penelitian. berdasarkan strata, acak atau wilayah, tetapi berdasarkan tujuan tertentu. 48 Sumber data primer ini adalah direksi BMT, pegawai BMT dan masyarakat pengguna jasa BMT, sudah lama menjadi nasabah dan masih aktif maupun tidak aktif. Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data.49 Sumber data sekunder diharapkan dapat membantu peneliti dalam mengungkap data yang diperlukan dalam penelitian ini dengan menjadikan sumber data primer lebih lengkap. Referensi sumber data sekunder adalah buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini seperti Ahmad Hasan Ridwan, Pengurus Baitul Mal Wa Tamwil, Heri Sudarsono, Bank & Lembaga Keuangan Syariah, Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Muhammad Ridwan, Pengurus Baitul Maal Wa Tamwil, Joko Tri Prastya, Kajian Dasar Kebudayaan dan lain-lain.

Muhammad, M.Ag, Manajemen Bank Syariah, Irham Fahmi, Teori dan Aplikasi Perbankan dan Lembaga Lain, Rina El Maza, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Baitul Maal Wat Tamwil di Lampung, Amir Cachmud, Bank Syariah, Zuhairi dkk, Pedoman Karya Tulis Ilmiah, Joko Wida Ghodo, Kajian Dasar Budaya, Abdul Kadir Muhammad, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Cst, Pengantar Hukum, M Choil Mansur, Sosiologi Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan, Zainul Arifin, Pengertian Bank Syariah, Teungku Muhammad Hasbi Ash - Shiddieqy, Tafsir Al-Quran An-nul Majid An-Nur, Suhar Wadi K Lubis, Hukum Ekonomi,.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara tidak terstruktur bisa juga disebut wawancara mendalam, wawancara intensif, wawancara kualitatif, dan wawancara terbuka. 51 Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Metode wawancara tidak terstruktur ini bertujuan untuk memperoleh bentuk-bentuk informasi tertentu dari semua responden, namun susunan kata dan susunannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing narasumber.

Untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana preferensi masyarakat terhadap BMT dan untuk mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BMT itu sendiri. Dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber atau dokumen tertulis, baik berupa buku, majalah, peraturan atau catatan harian lainnya.53 Sedangkan menurut Muhammad, cara yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa data tertulis yang memuat informasi dan penjelasan serta pemikiran tentang fenomena yang masih aktual dan sesuai dengan permasalahan penelitian.54 Dalam penelitian ini, data yang peneliti cari dan kumpulkan adalah sejarah BMT, data monografi Kabupaten Kotagajah dan data yang terkait dengan penelitian ini.

Teknik Analisis Data

Asal usul nama Kota Gajah yang berada di Lampung Tengah yang kini berkembang cukup pesat mungkin adalah warga Kota Gajah itu sendiri. Nama Kota Gajah berasal dari penemuan kubu gajah oleh warga setempat yang merupakan warga transmigrasi Pulau Jawa. Peringkat kota/kelurahan untuk wilayah terluas adalah Sri Tejo Kencono, Kota Gajah, Kota Gajah Timur, Namba Rejo, Sumber Rejo, Purworejo dan Sapto Mulyo.

Jarak dari kota gajah ke ibu kota kabupaten Lampung Tengah (Gunung Sugih) sekitar 14 km, sedangkan jarak ke ibu kota provinsi (Bandar Lampung) sekitar 75 km. Jumlah penduduk tiap desa/kelurahan di Kota Gajah berkisar antara 2.174 jiwa (Sapto Mulyo) hingga 9.073 jiwa (Kota Gajah). Peringkat desa/kelurahan dengan jumlah penduduk terbanyak masing-masing Kota Gajah, Kota Gajah Timur, Sri Tejo Kencana, Sumber Rejo, Nambah Rejo, Purworejo dan Sapto Mulyo 59.

Kepadatan penduduk tiap desa/kelurahan di Kecamatan Kota Gajah berkisar antara 440 jiwa per km2 (Sri Tejo Kencono) hingga 1.273 jiwa per km2 (Kota Gajah). Peringkat desa/kelurahan terpadat berturut-turut adalah Kota Gajah, Kota Gajah Timur, Sumber Rejo, Nambah Rejo, Purworejo, Sapto Mulyo dan Sri Tejo Kencono. Batas Kota Gajah meliputi sebelah utara dengan Kecamatan Seputih Raman, sebelah timur dengan Kabupaten Lampung Timur; di selatan dengan Kecamatan Punggur; dan di sebelah barat dengan kecamatan Gunung Sugih.61.

Klasifikasi desa/kelurahan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Gajah, Kota Gajah Timur, Sri Tejo Kencana, Sumber Rejo, Namba Rejo, Purworejo dan Sapto Mulyo.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah

Referensi

Dokumen terkait

When the learning went online due to the Covid- 19 pandemic, teachers, students, Indonesian Language for Foreign Speakers class organizers, and the Indonesian Embassy

From the explanation above, the authors are interested in researching in more depth related to how curriculum management is implemented to improve the quality of learning and academic