UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT (TBM)
PBK
Anggota Kelompok :
ADRIO ARYA SANCAKA (858571941) ALICYA REGITA WARDANI (858571894)
ARI NUR MADINA (858572452)
LEMBAR HASIL DESIMINASI
I. Identitas Kegiatan Kemasyarakatan
A. Nama kegiatan Kemasyarakatan : Upaya Meningkatkan Minat Baca Masyarakat ( TBM) Di Desa Brumbung
B. Anggota Kelompok:
1. ADRIO ARYA SANCAKA ( 858571941) 2. ALICYA REGITA WARDANI ( 858571894) 3. ARI NUR MADINA ( 858572452)
C. Nama Pokja : Kabupaten Kediri D. Tahun Registrasi : 2021.2
II. MANFAAT KEGIATAN
A. Latar Belakang
Pendidikan yang tepat dan berhasil guna adalah pendidikan yang melibatkan anak didik dalam proses berpikir, mencari, menemukan, mengolah dan
menyimpulkan sendiri melalui sumber belajar. Mendidik pada hakikatnya adalah kegiatan menimbulkan motivasi dan penyediaan sumber-sumber
belajar. salah satu sumber belajar yang telah mendapatkan pengakuan sebagai wahana yang tepat dan hasilguna adalah perpustakaan.
Layaknya perpustakaan, taman bacaan masyarakat menyediakan bahan pustaka yang sangat berguna bagi pelaksanaan dan peningkatan proses belajar mengajar juga mengembangkan nilai-nilai dan sifat demokratis,
ekonomis, kritis, kooperatif, kreatif dan disiplin pribadi, nilainilai dan sikap yang dipandang terpuji dalam pergaulan masyarakat.
Membaca merupakan langkah awal perjalanan menuju pencerahan. Kegiatan membaca ini juga dapat menciptakan generasi muda yang kreatif,produktif dan
inovatif, sehingga mampu menghadapi dan menyelesaikan tantangan pembangunan di masa yang akan datang. Membaca juga merupakan bagian dari sebuah pendidikan
yang menjadi faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terciptanya masyarakat dan bangsa yang cerdas merupakan tonggak utama dan bahkan menjadi modal utama bagi pembangunan bangsa dan negara.
Pembinaan minat baca pada masyarakat merupakan tanggung jawab seluruh pihak.Pengembangan budaya baca dalam masyarakat tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikap masyarakat terhadap bahan-bahan bacaan,tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan dan kemudahan akses terhadap bahan-bahan bacaan.Ketersediaan bahan-bahan bacaan berarti tersedianya bahan-bahan bacaan yang memenuhi
kebutuhan masyarakat.Sedangkan kemudahan akses adalah tersedianya sarana dan prasarana dimana masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bahan bacaan dan informasi tentang bahan bacaan.Taman Bacaan yang diselenggarakan oleh
masyarakat dan untuk masyarakat bertujuan untuk memberi kemudahan akses kepada warga masyarakat untuk memperoleh bahan bacaan.
Menurut mrjendela-maryoto, (2013) berpendapat :
“Peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam menumbuhkan minat membaca dan menulis pada masyarakat adalah suatu upaya mendayagunakan sumberdaya insani yang terlibat dalam mendukung aktivitas pengelolaan kegiatan TBM sehingga
mampu mendorong minat masyaratak untuk gemar membaca dan menulis. Salah satu TBM yang berusaha memenuhi keinginan tersebut adalah TBM Taruna”
Sebagai bahan perbandingan dapat di lihat indikator keberhasilan suatu Taman Baca Masyarakat Menurut /tbmmediacerdik (2015) berpendapat :
“Salah satu program pendidikan sebagai tindak lanjut dan implementasi program pemerintah yang turut mendukung keberhasilan pembangunan dunia pendidikan adalah adanya
pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Pengembangan program pendidikan
berupa program Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah salah satu program pemerintah yang mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 26 ayat (4), tercantum bahwa satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.”
Dengan adanya paparan artikel-artikel diatas dan juga ada beberapa artikel yang menunjukkan riset tentang TBM menunjukkan akan seberapa besar minat akan baca dan menunjukkan pula seberapa besar budaya gemar membaca atau budaya minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Minat baca rendah terjadi karena yang pertama motivasi membaca tidak ada sama sekali,yang kedua faktor ekonomi, faktor kebiasaan, faktor kebudayaan, perkembangan teknologi,dan kurangnya layanan bacaan yang ada di wilayah tersebut.
Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia dikarenakan masyarakat indonesia
memerlukan waktu luang untuk membaca, tapi kenyataanya masyarakat Indonesia wktu tersebut lebih banyak tersita untuk bekerja demi mempertahankan hidup. Dan juga
mahalnya harga buku di Indonesia ini,sehingga dapat mengacu rendahnya minat baca masyarakat. Dan untuk mengembangkan minat baca masyarakat tersebut kami berusaha untuk mendirikan TBM guna untuk memotivasi masyarakat bahwa belajar membaca itu sangatlah penting dan juga kami mendirikan TBM membantu masyarakat sekitar yang dulu juga pernah putus sekolah bahkan tidak pernah bersekolah sehingga tidak mengenal huruf dan tidak bisa membaca sama sekali. Dan kami juga berusaha untuk memberikan solusi-solusi kepada masyarakaat dan memotivasi masyarakat agar minat baca tersebut tumbuh dalam diri masyarakat.
Program Taman Bacaan di Desa Brumbung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri merupakan sebagai sumber informasi sangat berperan penting dalam menciptakan
masyarakat yang literasi karena berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Progam Taman Bacaan Masyarakat di Desa Brumbung ini diikuti oleh masyarakat setempat yang usinya kidaran 20 tahun sampai dengan 40 tahunan. Banyak masyarakat di Desa
Brumbung ini yang masih rendah dalam hal membaca maka dari situlah pengelola setempat mendirikan progam Taman Bacaan agar senantiasa masyarakat bisa membaca dan mendapat wawasan yang sangat luas untuk menghadapi masa yang akan datang.
Warga masyarakat di Desa Brumbung yang mengikuti progam taman bacaan ini mayoritas bekerja sebagai petani, dan juga ada yang menjadi ibu rumah tangga. Waktu pelaksanaan taman bacaan ini juga sangat fleksibel sehingga bisa di ikuti oleh semua warga masyarakat setempat, yakni setiap hari selasa dan kamis kisaran jam 15.00 – 17.00. Dalam waktu 2 jam tersebut warga masyarakat diajarkan pengenalan huruf abjad terlebih dahulu baru diajarkan membaca dengan 2 huruf 2 huruf contohnya, Ba Ba Ca Ca. Setelah bisa membaca dua huruf baru diajarkan huruf paten ( ng,nya,nyi,nyu,nye,nyo,nga,ngi,ngu,nge,ngo). Dan setelah itu warga.masyarakat mulai diajarkan membaca 1 kata 2 kata setelahnya warga masyarakat ada sudah bisa membaca meskipun terbata-bata ada juga yang masih belum bisa.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi minat baca masyarakat yang rendah kami
sebagai peneliti tertarik untuk mendirikan atau mengembangkan Taman Bacaan Masyarakat di Desa Brumbung yang mana masyarakat disini masih banyak yang belum bisa membaca dan kami akan membantu mempercepat dalam peningkatan minat baca di masyarakat
tersebut.
B. TUJUAN
Tujuan Umum
a. Menumbuhkan minat kecintaan dan kegemaran membaca
b. Memperkaya pengalam belajar bagi warga
c. Membantu membangun kecakapan membaca
d. Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
Tujuan Khusus
a. Membangkitkan dan meningkatkan minat baca masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang cerdas dan selalu
mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Menjadi sebuah wadah kegiatan belajar masyarakat
c. Mendukung peningkatan kemampuan aksarawan baru dalam pembrantasan buta aksara sehingga tidak menjadi buta
aksara kembali.
C. HASIL KEGIATAN SECARA UMUM
Dari hasil kegiatan yang sudah kami laksanakan dari pendekatan ke
masyarakat, memotivasi masyarakat, dan pada akhirnya membuat taman
bacaan untuk masyarakat, kami mengalami beberapa kendala yang membuat kami sedikit putus asa namun kami juga merasa termotivasi untuk membantu masyarakat agar masyarakat bisa merasakan belajar pada umumnya
meskipun taman bacaan masyarakat ini termasuk pembelajaran nonformal.
Kami berusaha untuk menumbuhkan minat baca masyarakat dengan berbagai strategi dan meskipun pada awalnya hasilnya tidak memuasakan , namun
dengan beberapa kali pelatihan 3 dari 7 orang yang mengikuti pelatihan kami sudah ada peningkatan membaca lancar meskipun secara perlahan-lahan , dan anggota yang lainnya masih pada tahap pengenalan huruf-huruf abjad.
III. Strategi dan Diskripsi Jalanya Kegiatan :
No Nama Peserta Jenis
Kelamin Umur Pendidik
an Pekerjaan
1 Murtini P 47 SLTA IRT
2 Suyitno L 51 SD Pedagang
3 Ari Kamsuri L 60 SLTA Swasta
4 Nur Azizah P 52 SD IRT
5 Tasminah P 63 SD IRT
6 Mustofa L 54 SD Swasta
7 Jarkoni L 60 SD Petani
A. Tempat Pelaksanaan Kegiatan : Di salah satu rumah warga di Desa Brumbung
B. Waktu Pelaksanaan Kegiatan : 02-11-2021/ 13-11-2021 Jam 15.00-17.00
Peserta Pelatihan :
D. STRATEGI JALANNYA KEGIATAN
Kami menggunakan strategi atau metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena analisis data diuraikan secara verbal yang menggambarkan
perencanaan,pelaksanaan,dan hasil dari program TBM. Kami berusaha untuk mengungkapkan gejala secara menyeluruh sesuai dengan konteks melalui
pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif adalah berupa pendapat,tanggapan, informasi dan konsep-konsep serta keterangan dalam mengungkapkan masalah.
IV. Produk/Hasil/Target yang Ingin Dicapai :
A. Temuan dalam Proses Kegiatan (evaluasi proses) :
Didalam proses kegiatan tersebut kami menemukan kendala yaitu dimana disaat kami
menjelaskan apa yang ingin kami sampaikan kepada peserta,ada peserta atau anggota yang tidak paham apa yang kami sampaikan dan juga di dalam proses tersebut ada 3 anggota yang sangat sulit membedakan huruf abjad-abjad terebut, namun kami mencoba menjelaskan sedetail
mungkin dan mengajarkan kepada mereka dengan strategi pembelajaran agar mereka termotivasi dan tidak putus asa untuk belajar membaca. Dan membuat mereka nyaman dan akan suka dengan kegiatan membaca.
B. Temuan pada produk/hasil (evaluasi hasil) :
Temuan yang kami dapatkan dari beberapa kali pertemuan atau mengajarkan mereka membaca, kami mendapatkan hasil yang cukup memuaskan yaitu 7 anggota yang kami latih mempunyai peningkatan membaca secara benar dan juga ada yang sudah bisa membedakan huruf-huruf abjad sehingga mereka bisa membaca dengan lancar meskipun secara perlahan. Namun ada juga yang sangat sulit untuk mengenali huruf-huruf abjad tersebut sehingga kita lebih ektra untuk
membantu anggota tersebut untuk membaca. Ini membuat kita lebih termotivasi untuk mengupayakan minat baca pada masyarakat.
C. Pembahasan proses dan produk Secara Ringkas :
Dari hasil kegiatan yang sudah kami laksanakan dari pendekatan ke masyarakat, memotivasi masyarakat, dan pada akhirnya membuat taman bacaan untuk masyarakat, kami mengalami beberapa kendala yang membuat kami sedikit putus asa namun kami juga merasa termotivasi untuk membantu masyarakat agar masyarakat bisa merasakan belajar pada umumnya meskipun taman bacaan masyarakat ini termasuk pembelajaran nonformal. Kami berusaha untuk
menumbuhkan minat baca masyarakat dengan berbagai strategi dan meskipun pada awalnya hasilnya tidak memuasakan , namun dengan beberapa kali pelatihan 3 dari 7 orang yang
mengikuti pelatihan kami sudah ada peningkatan membaca lancar meskipun secara perlahan- lahan , dan anggota yang lainnya masih pada tahap pengenalan huruf-huruf abjad. Didalam proses kegiatan tersebut kami menemukan kendala yaitu dimana disaat kami menjelaskan apa yang ingin kami sampaikan kepada peserta,ada peserta atau anggota yang tidak paham apa yang kami sampaikan dan juga di dalam proses tersebut ada 3 anggota yang sangat sulit membedakan huruf abjad-abjad terebut, namun kami mencoba menjelaskan sedetail mungkin dan mengajarkan kepada mereka dengan strategi pembelajaran agar mereka termotivasi dan tidak putus asa untuk belajar membaca. Dan membuat mereka nyaman dan akan suka dengan kegiatan membaca.
Namun dengan uasaha kami pada akhirnya membuahkan hasil yang mana dari 7 anggota tersebut sudah bisa membaca dengan benar meskipun secara pelan.
D. Gambaran keaktifan peserta pelatihan :
Di saat kami melaksanakan kegiatan tersebut ada 5 kali pertemuan, dipertemuan pertama anggota lengkap yaitu ada 7 anggota dan antusiasme warga tersebut
tampak sangat ingin belajar membaca, dan keaktifan dalam merespon apa yang kami sampaikan dan kami ajarkan kepda mereka ada 3 anggota yang sulit untuk memahami penjelasakan kami, namun ke 4 anggota bisa merespon apa yang
kami sampaikan dengan sangat baik, dan didalam proses kami mengajarkan
kepada mereka ada 2 anggota yang saling membantu dengan anggota yang lain, karena 2 amggota ini sangat cepat tanggap dan serta aktif mengikuti kegiatan kami. Sehingga bisa membantu kami untuk mengajari anggota yang lain untuk membaca, dan kami juga menggunakan strategi pembelajaran agar 7 anggota ini tidak merasa bosan dan selalu aktif untuk mendengarkan kami.
A. Kesimpulan :
Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari hasil kegiatan terhadap upaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat Desa Brumbung Kecamatan Kepung dilihat dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui TBM Desa Brumbung serta faktor penyebab masyarakat kurang memanfaatkan TBM dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Taman bacaan masyarakat Desa Brumbung sudah melakukan beberapa upaya guna
meningkatkan minat baca masyarakat diantaranya, (1) Mengembangkan program taman bacaan masyarakat seperti resensi buku, dan program pengentasan buta aksara, (2) Meningkatkan
fasilitas seperti menambah ruangan dan karpet untuk para pengunjung TBM
(3) Meningkatkan pelayanan Taman Bacaan Masyarakat yaitu jam operasional yang sudah
tetap, dimana taman baca dimulai pada pukul 15.00 – 17.00 WIB. 2. Berdirinya Taman Bacaan Masyarakat Desa Brumbung tidak semua masyarakat datang mengunjungi, meskipun TBM
sudah menyediakan sarana dan prasarana serta buku-buku yang bervariasi tapi masih banyak juga masyarakat yang tidak memanfaatkan TBM. Ada faktor mengapa masyarakat tidak
mengunjungi TBM yaitu Karena tidak memiliki waktu.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran :
Setelah kami melakukan praktek kegiatan terhadap Taman Bacaan Masyarakat di Desa Brumbung Kecamatan Kepung dalam upaya
meningkatkan minat baca masyarakat, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut :
1. Dalam pelaksanaan taman baca masyarakat fasilitator diharapkan lebih aktif dalam kegiatan karena kegiatan TBM akan berjalan dan bermanfaat dengan cara pengelolaan yang baik.
2. Perlu adanya penambahan jumlah bahan bacaan yang bervariasi demi menarik pengunjung mendatangi Taman Bacaan Masyarakat
B. Hasil :
Adapun kesimpulan yang dapa kami ambil dari hasil kegiatan terhadap upaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat Desa Brumbung Kecamatan Kepung Dilihat dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui TBM Desa Brumbung serta factor penyebab masyarakat kurang memanfaatkan TBM dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Taman bacaan masyarakat Desa Brumbung sudah melakukan beberapa upaya guna
meningkatkan minat baca masyarakat diantaranya, (1) Mengembangkan program taman bacaan masyarakat seperti resensi buku, lomba menulis cerita rakyat
berbasis lokal dan program pengentasan buta aksara, (2) Meningkatkan fasilitas Taman Bacaan Masyarakat Desa Brumbung seperti menambah ruangan dan karpet untuk para pengunjung TBM
Lanjutan
LAMPIRAN