Press Release
“Kondisi dan Karakteristik Gempa Bumi Sumedang”
Bandung, 2 Januari 2024, Pada beberapa jam sebelum pergantian tahun 2023 ke 2024, wilayah Bandung dan sekitarnya dihebohkan dengan adanya gempa yang mengguncang. Meskipun tidak terlalu kuat, namun cukup banyak dirasakan di kawasan Bandung Raya. Berdasarkan BMKG, gempa tersebut terjadi di Sumedang. Berselang 24 jam, terjadi lagi gempa dengan goncangan yang hampir sama pada 1 Januari 2024 pukul 20.46WIB.
Kapan dan Dimana ?
Berdasarkan data BMKG, kejadian gempa yang dirasakan pada sebelum pergantian tahun adalah gempa ke tiga di lokasi yang sama, sedangkan gempa yang terjadi pada awal tahun 2024 adalah gempa ke-enam yang terjadi di lokasi yang sama. Paling tidak sampai tulisan ini dibuat telah terjadi enam gempa yang terjadi yang berlokasi di Sumedang (Gambar.1). Gempa-gempa tersebut terjadi dengan magnitudo kurang dari M5 dan kedalaman pada 10km. Lokasi berada pada daerah yang berdekatan yaitu di Sumedang.
Goncangan di Bandung banyak dirasakan dengan intensitas II-III MMI, setidaknya untuk dua gempa M4.8 ( 31 Des 2023 20.20WIB) dan M4.4 ( 1 Jan 2024 20.46 WIB).
Karakter Gempa (magnitudo, kedalaman, mekanisme)
Berdasarkan data BMKG-AEIC, mekanisme gempa yang terjadi adalah gempa dengan pergerakan mendatar. Mekanisme fokal menunjukkan arah sesar relatif barat-timur (1) atau utara-selatan (2).
Mekanisme fokal yang tersedia adalah untuk 4 gempa dengan magnitudo lebih dari 3 (M3.3, M4.1, M4.4, dan M4.8), sedangkan gempa dengan magnitudo kurang dari 3 tidak tersedia data mekanisme fokalnya.
Dari mekanisme fokal yang ada, satu data (M4.4) menunjukkan perbedaan pola. Sedangkan 3 gempa lainnya menunjukkan pola yang sama. Bedasarkan data mekanisme fokal dari 3 gempa yang hampir sama, pola mekanisme fokal menunjukkan pergerakan menganan jika sesar barat-timur dan pergerakan mengiri jika sesar utara selatan (Gambar.2).
Sumber Gempa
Sumber gempa yang ada di peta gempa nasional 2017 (Pusgen, 2017) adalah Sesar Lembang, Sesar Tampomas, Sesar Garsela. Studi lainnya menyatakan adanya Sesar Cileunyi -Tanjungsari dan Sesar Cicalengka (Supartoyo dkk., 2020). Gempa-gempa yang terjadi di Sumedang pada 31 Des 2023 – 1 Jan 2024 berada di ujung timur laut dari sesar Cileunyi -Tanjungsari
Menjadi pertanyaan pertanyaan gempa-gempa tersebut bersumber dari sesar apa? Pertanyaan ini bukan pertanyaan yang mudah untuk dijawab. Data sesar umumnya didasarkan pada morfologi. Sedangkan gempa-gempa yang terjadi juga memiliki magnitudo kecil yang kemungkinan kecil menimbulkan sayatan/robekan permukaan.
Berdasarkan lokasi gempa, sesar yang paling dekat adalah sesar Cileunyi-Tanjungsari dan Sesar Tampomas. Namun, mekanimes fokal yang ada umumnya menunjukkan arah sesar barat-timur dan utara selatan, sedangkan Sesar Cileunyi-Tanjungsari yang arahnya lebih timurlaut-baratdaya. Dari beberapa sesar yang ada yang memiliki arah barat timur adalah Sesar Lembang. Sedangkan yang memiliki arah utara-selatan atau relatif utara selatan adalah Sesar Tampomas, Sesar Cicalengka dan Sesar Garsela.
Sesar Lembang memiliki arah yang sesuai dengan arah mekanisme fokal, namun arah pergerakannya berbeda, meskipun sama-sama sesar mendatar, namun Sesar Lembang dipercaya sebagai sesar mengiri
(Daryono, 2016), sedangkan gempa Sumedang jika menggunakan arah barat-timur, mekanismenya adalah menganan ( 3 gempa), dengan satu gempa menunjukkan mekanisme mengiri.
Dari karakteristik kegempaan, gempa Sumedang ini mirip dengan Sesar Garsela yang menunjukkan gempa-gempa kecil pada lokasi yang terfokus, namun tidak diikuti atau didahului oleh gempa besar. Dari arah sesar, Sesar Garsela menunjukkan arah yang sesuai dengan mekanisme fokus yang ada. Namun lokasi cukup jauh. Sesar Tampomas, merupakan sarah satu sesar yang terdekat, dengan arah yang hampir sama dengan Sesar Garsela dan Sesar Cicalengka. Gempa-gempa kecil pernah terjadi di sekitar Cicalengka (Supartoyo, 2020; Supendi, 2018) terdapat kelurusan yang cukup baik antara gempa-gempa di Sesar Garsela, Sesar Cicalengka dan Gempa Sumedang yang terjadi 31 Des 2023 – 1 Jan 2024.
Namun demikian dangan data yang masih terbatas, masih belum dapat dipastikan sumber gempa yang mengakibatkan Gempa Sumedang ini sesar apa ! Penyelidikan dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan sumber gempa dan menentukan langkah mitigasi selanjutnya, saat ini tim PP IAGI and Pengda IAGI JBB sedang melakukan kunjungan lapangan untuk mengumpulkan data-data yang dimaksud.
(Tulisan dirangkum dan disusun oleh oleh Tim Ahli IAGI).
Gambar. 1 Sebaran Pusat gempa yang terjadi di Cekungan Bandung (Modifikasi Supartoyo dkk.,2020).
Gambar.2 Peta Mekanisme Fokal dan Titik Pusat Gempa Bumi di Area Sumedang.
Legenda
PETA MEKANISME FOKAL DAN TITIK PUSAT GEMPA
Legenda
Lokasi dan Waktu Terjadi Gempa
Mekanisme Fokal (C )Kompresi (T) Tensional 31-Dec-23
Lokasi dan Waktu Terjadi Gempa Sesar
Garis Kontur
Sungai Danau SEBARAN GEMPA DI CEKUNGAN BANDUNG
31-Dec-23