Jenis Produk Jurnalistik
Dr. Dedi Sahputra, MA
Beberapa Jenis Produk Jurnalistik
STRAIGHT NEW
Straight to the point 5W + 1H
Fact, not opinion
FEATURE
- Tipikal tulisan essay
- Kreatif dan gaya penulisan yang lebih fleksibel - Menyelipkan opini
- Biasanya sesuatu yang lebih menarik dan memberikan perhatian terhadap detail.
FEATURE
- Seringkali naratif, dan karenanya dibedakan dari struktur piramida terbalik jurnalisme berita - Biasanya tidak begitu sensitif terhadap tenggat waktu seperti jurnalisme berita
- Diizinkan untuk mewarnai teks mereka dengan deskripsi subjektif, refleksi dan penilaian
- Seringkali menggambarkan orang dan lingkungan dan karena itu biasanya bersifat pribadi dan emosional
- Biasanya menarik secara visual dan disajikan dalam tata letak yang halus menggunakan banyak ilustrasi, terutama foto
Catatan.
Tidak semua karakteristik akan hadir di setiap tulisan feature, namun kita bisa berharap satu atau lebih dari mereka akan mendominasi story yang kita anggap sebagai feature.(Steen Steensen, 2009)
INDEPTH REPORTING & INVESTIGATIVE REPORTING
• Hasil dari penggalian atas suatu isu hangat
• Indepth Reporting mengupas suatu isu menjadi sajian liputan yang komprehensif, sedangkan investigative
reporting mengungkap sesuatu yang tertutupi dari publik.
• Bukan merupakan pendapat penulis.
• Disajikan secara komprehensi dengan banyak sumber.
OPINI/KOLOM
• Lebih ilmiah
• Tema populer
• Pendapat dan ide penulis tercermin di dalam bentuk tulisan
• Untuk tulisan kolom lebih bersifat reguler seorang individu penulis
Elemen Jurnalisme
1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah ada kebenaran
Jurnalis harus dituntut untuk bersikap balance (seimbang).
Pada kenyataannya, upaya wartawan untuk “fairness”
dan “balance” itu tetap saja subyektif dan dipengaruhi politik media massa.
2. Loyalitas pertama jurnalisme kepada warga
Pemilik/perusahaan harus menomorsatukan warga, mempekerjakan manajer bisnis yang juga
menomorsatukan warga, menetapkan dan
mengomunikasikan standar yang jelas, menaruh akhir berita di tangan wartawan, serta mengomunikasikan standar yang jelas kepada publik
3. intisari/esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi
• Verifikasi untuk membedakan gosip, desas-desus, kabar burung atau bahkan cerita mitos. Keakuratan yang menjadi tolak ukur bahwa sebuah berita/informasi bersifat faktual adalah dengan melakukan banyak verifikasi.
• Elemen ini mengingatkan prinsip dasar jurnalistik yang
mengandalkan fakta sebagai sumber berita. Wartawan tidak pernah menambahi sesuatu yang tidak ada, serta tak pernah menipu
audiens.
• Menerapkan prinsip intelektual dari laporan ilmiah:
• Berlaku transparan tentang metode dan motivasi,
4. Para praktisinya harus menjaga independensi terhadap sumber berita
• Menjadi netral bukanlah prinsip dasar jurnalisme. Impartialitas juga bukan yang dimaksud objektifitas. Prinsipnya, wartawan haruslah bersikap independen dari hal-hal yang mereka liput.
• Jurnalis senantiasa dituntut memantau kekuasaan dan menyambung lidah yang tertindas.
• Peran sebagai anjing penjaga (watchdog) yang tidak berlebihan karena juralisme bukan untuk menyajikan sensasi. Pemantau atas kekuasaan dinilai efektif dengan reportase investigatif.
5. Jurnalisme harus berlaku sebagai pemantau kekuasaan
• Memantau kekuasaan bukan berarti melukai orang yang berkehidupan nyaman.
• Memantau kekuasaan harus dilakukan dengan kerangka ikut menegakkan demokrasi.
• Jika wartawan/media memiliki hubungan yang bisa dipersepsikan sebagai konflik kepentingan, mereka
berkewajiban melakukan full-disclosure tentang hubungan itu agar pembaca waspada dan menyadari bahwa
tulisan/liputan itu tidak terlalu independen.
6. Jurnalisme harus menyediakan forum publik untuk kritik ataupun dukungan warga
• Selain harus menyajikan fakta, wartawan harus
berpegang pada standar kejujuran yang sama atau kesetiaan kepada kepentingan publik.
• Media harus mampu menjadi ajang saling kritik dan
menemukan kompromi. Forum yang disediakan untuk itu harus untuk komunitas seutuhnya, bukan hanya untuk
kelompok yang berpengaruh atau yang secara demografi menarik.
7. Jurnalisme harus berupaya untuk membuat hal yang penting, menarik dan relevan
• Perlu pengalaman dan hati nurani untuk memilih sudut pandang yang menarik dan relevan.
• Jurnalisme adalah menyampaikan dengan sebuah tujuan, yaitu
menyediakan informasi yang dibutuhkan orang untuk memahami dunia.
• Tantangan pertama adalah menemukan informasi yang dibutuhkan orang untuk menjalani hidup mereka.
• Tantangan kedua adalah membuatnya bermakna, relevan, dan enak disimak. Penulisan jurnalistik yang bagus selalu merupakan hasil dari
reportase mendalam yang solid, dengan imbuhan detail dan konteks yang mengikat tulisan.
8. Jurnalisme harus menjaga agar berita komprehensif dan proporsional
• Jurnalisme adalah kartografer (pembuat peta) modern.
• Ia menghasilkan peta bagi warga untuk mengambil keputusan tentang kehidupan mereka sendiri. Itulah manfaat dan alasan ekonomi kehadiran jurnalisme.
Seperti halnya peta, nilai jurnalisme bergantung kepada kelengkapan dan proporsionalitas.
9. Para praktisinya harus dipebolehkan mengikuti hati nurani
Setiap wartawan dari redaksi hingga dewan direksi harus punya rasa etika dan tanggung jawab personal . Sebuah panduan moral demi menyajikan berita yang akurat, adil, imbang, berfokus pada warga, berpikiran independen,
dan berani
10. Warga juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam hal-hal yang terkait dengan berita
• Warga bukan lagi sekadar konsumen pasif dari media, tetapi mereka juga menciptakan media, sendiri. Ini terlihat dari munculnya blog, jurnalisme online, jurnalisme warga (citizen journalism), jurnalisme komunitas
(community journalism) dan media alternatif.
• Warga dapat menyumbangkan pemikiran, opini, berita, dan sebagainya, dan dengan demikian juga mendorong perkembangan jurnalisme.
• Jurnalisme bukan sekedar informasi. Demokrasi dan jurnalisme lahir bersama-sama dan mereka juga akan jatuh bersama-sama.