PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Prinsip kerjasama apa yang digunakan pedagang dan pembeli dalam transaksi jual beli di lelang paotere? Inkonsistensi apa saja yang timbul dalam penerapan prinsip kerjasama pedagang dan pembeli dalam transaksi jual beli di lelang paotere?
Tujuan Penelitian
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama di Lelang Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Tanah Kota Makassar, Kota Makassar. Korpus data dan deskripsi data Representasi pelanggaran prinsip kerjasama antara penjual dan pembeli pada lelang Paotere Makassar. Prinsip kerjasama yang diterapkan dalam penggunaan bahasa Makassar dalam lelang paotere Makassar mencakup empat maksim, yaitu maksim kuantitas.
Pengabaian prinsip kerjasama juga berpedoman pada maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim metode, dan maksim sikap.
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian yang relevan
Ferdian Achsani (2019) telah melakukan penelitian dengan judul “Kepatuhan dan Pelanggaran Prinsip Kerjasama dalam Komunikasi Antar Siswa MAN 1 Surakarta”. Pemenuhan prinsip kerjasama dalam tuturan siswa di MAN 1 Surakarta lebih mengarah pada penggunaan maksim kepentingan. Pelanggaran prinsip kerjasama yang diungkapkan siswa mempunyai maksud dan tujuan tertentu.
Sedangkan pelanggaran prinsip kerjasama dalam novel Magening ditemukan 35 ungkapan yang melanggar maksim prinsip kerjasama.
Pengertian bahasa
Dari ketiga temuan penelitian di atas ada yang mengkajinya melalui video dan wacana, sedangkan pada penelitian ini penelitian dilakukan melalui percakapan langsung dengan objek kajian yang berada di lokasi lelang. Menurut Tarigan dalam (Rina Devianty) pengertian bahasa ada dua, pertama, bahasa adalah suatu sistem sistematik dan sistem generatif, kedua, bahasa adalah serangkaian lambang atau mesin terbang yang sembarang. Bahasa adalah suatu sistem tanda yang unik dan berubah-ubah. simbol/suara dan tradisional bagi komunitas pengguna untuk berkomunikasi.
Dari penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa bahasa adalah alat komunikasi untuk menyampaikan maksud dan keinginan secara lisan dan tulisan dengan bantuan bagian tubuh yang merupakan lambang kebahasaan.
Pragmatik
Berdasarkan pandangan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pragmatik secara umum berkaitan dengan penggunaan bahasa oleh pengguna bahasa yang sebenarnya, baik dalam berbicara maupun menulis. Dari berbagai definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pragmatik dapat diartikan sebagai bagian dari ilmu linguistik yang mempelajari penggunaan bahasa dalam tuturan yang berkaitan dengan konteks.
Prinsip kerja sama
Dalam kegiatan berbicara, lawan bicara harus berusaha semaksimal mungkin untuk memahami maksud dan tujuan pembicara sehingga ia dapat menyampaikan maksud pembicara dengan benar. Suatu percakapan akan berlangsung dengan baik apabila pembicara dan lawan bicaranya dalam suatu percakapan mematuhi kaidah-kaidah kerjasama seperti yang dikemukakan oleh Grice. Maksim kuantitas mensyaratkan kedua belah pihak hanya memberikan informasi yang cukup atau sesuai yang dibutuhkan lawan bicaranya.
Maksim cara menghendaki penutur dan lawan bicaranya mengungkapkan sesuatu secara langsung, jelas, tanpa kebingungan, tanpa berlebihan, dan tertib. Jalannya suatu dialog atau komunikasi akan gagal jika lawan bicaranya tidak mengetahui apa yang dibicarakan. Jalannya suatu dialog atau komunikasi melibatkan penutur, lawan bicara dan permasalahan yang dibicarakan, dengan syarat lawan bicara harus sadar bahwa seorang penutur sedang mengatakan sesuatu.
Proses dialog akan berjalan dengan baik apabila informasi atau pokok bahasan yang dibicarakan menarik bagi pembicara dan lawan bicara atau lawan bicaranya juga memperhatikan informasi yang diberikan oleh pembicara. Kemajuan proses dialog akan terhambat jika lawan bicara tidak puas atau tidak menyukai gaya bicara penutur. Apabila lawan bicara tidak memahami maksud ungkapan penutur, maka dialog tidak akan dilanjutkan.
Lawan bicara boleh menjawab apa saja yang dikehendaki penutur, namun apabila ia melakukannya maka akan melanggar kode etik yang harus dijaga kerahasiaannya. Jadi, ketika kita ingin berkomunikasi ada baiknya kita menaati dan menerapkan prinsip kerjasama yang mempunyai empat maksim yang terdiri dari maksimal kuantitas, maksimal kualitas, maksimal kepentingan dan maksimal cara, sehingga apa yang kita inginkan rata-rata menyampaikan dengan baik kepada lawan bicara kita.
Definisi lelong paotere
Sejak subuh di pelelangan paotere sudah ramai aktivitas para penjual ikan gandengan atau di Makassar akrab disebut 'pagandeng', para penjual ikan pasar, pemilik warung, dan ibu-ibu rumah tangga berkumpul untuk saling bersaing dalam kemampuan tawar menawar. harga ikan. Dalam lelang paotere ini berbagai jenis ikan yang dijual seperti kerapu, kancil, tongkol, tongkol, ikan layang, tenggiri, tenggiri, teri, cumi dan udang, semuanya segar. Di kalangan penjual ikan di Lelong Paotere ada yang menjual ikannya dengan keranjang berisi 10 hingga 50 ekor ikan dan ada juga yang menjual per ikan berdasarkan jenis ikannya.
Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari 50 ribu hingga 200 ribu per keranjang dan harga 20 ribu hingga 100 ribu per ekor.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
Data dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini adalah percakapan berbasis tuturan yang digunakan pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual beli dengan menggunakan bahasa dalam lelang paotere. Dalam penelitian ini diambil hasil dari beberapa rekaman video yang mengandung atau melanggar prinsip kerjasama. Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka sumber data dalam penelitian ini adalah data lisan yang diperoleh dari percakapan antara pembeli dan penjual pada lelang paotere.
Lokasi dan Subjek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Hasil Penelitian
Dengan kata lain, ada prinsip kerja sama antara pembicara dan penerima, hal ini harus dilakukan agar proses komunikasi dapat berjalan lancar. Kondisi ideal penerapan prinsip tuturan tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan (prinsip kerja sama tidak terpenuhi. Oleh karena itu, Grice membagi penggunaan prinsip tuturan menjadi dua kategori, yaitu (1) penggunaan prinsip tuturan yang sesuai dengan teori Grice , dan (2) penggunaan prinsip tuturan yang tidak sesuai dengan teori Grice. Pemanfaatan, penguatan atau optimalisasi prinsip kerjasama merupakan tipikal penerapan prinsip berbicara yang dilakukan secara sadar dan dengan maksud tertentu oleh penutur. dilakukan.
Hal ini dapat menyebabkan terganggunya proses komunikasi yang sedang berlangsung. 18. Kerja sama muncul sebagai akibat dari suatu situasi yang memaksa penutur gagal memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini berupa rincian kepatuhan dan pelanggaran prinsip kerjasama komunikasi antara pembeli dan penjual pada lelang paotere Makassar. Pemenuhan dan pelanggaran prinsip kerjasama terjadi karena penutur tidak memahami konteks pembicaraan atau karena ada tujuan tertentu yang ingin dicapainya.
Berdasarkan hasil analisis data ketaatan pada prinsip kerjasama pada Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa lebih banyak pidato yang telah memenuhi empat maksim prinsip kerjasama Tabel 1.1 pada nomor 1 adalah jumlah pidato. Tuturan ini sesuai dengan prinsip kerjasama dalam maksim kuantitas, karena peserta tutur antara pembeli dan penjual masing-masing memberikan informasi yang diperlukan, tidak berlebihan dan sesuai dengan yang diperlukan. Tabel 1.1 pada nomor 2 jumlah dialog yang memenuhi maksim kualitas adalah 1 dialog. Data pelanggaran yang dilakukan terhadap prinsip kerjasama pada Tabel 1.2 angka 1 di atas menunjukkan bahwa jumlah dialog yang melanggar maksim kuantitas adalah 3 dialog.
Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan dari dua tabel di atas bahwa data yang sesuai dengan prinsip kerjasama lebih banyak dibandingkan data yang melanggar prinsip kerjasama. Jumlah panggilan data yang memenuhi prinsip kerja sama sebanyak 13 panggilan, dan jumlah panggilan data yang melanggar prinsip kerja sama sebanyak 9 panggilan. Data penerapan prinsip kerjasama pada lelang paotere Makassar yang menggunakan bahasa Makassar sebagian besar adalah maksim kuantitas, sedangkan data yang melanggar prinsip kerjasama terjadi pada maksim cara.
Dengan demikian, hasil penelitian ini adalah kepatuhan terhadap prinsip kerjasama lebih sering diterapkan dibandingkan pelanggaran prinsip kerjasama dalam lelang paotere Makassar.
Pembahasan
- Pelaksanaan Prinsip Kerja Sama
- Pelanggaran Prinsip Kerja Sama
Pembeli menunjuk cumi-cumi yang artinya menanyakan harga, dan penjual menjawab sesuai harga yang tertera. Pembeli menanyakan harga spon kepada penjual kemudian direspon dengan harga yang ditentukan oleh pembeli. Pembeli datang menanyakan harga ikan terbang yang dikumpulkan dan penjual menjawab dengan harga yang tertera.
Konteks: pembeli datang menanyakan harga ikan cakalang, kemudian penjual menjawab sesuai harga yang ditentukan, kemudian pembeli meminta untuk menambah ikan lagi. Konteks: Pembeli menunjuk cumi yang artinya menanyakan harga dan penjual menjawab sesuai harga yang ditentukan. Konteks: Seorang pembeli datang menanyakan harga cumi dan penjual menjawab dengan harga yang telah ditentukan.
Konteks: Pembeli datang menanyakan harga ikan terbang yang dikumpulkan dan penjual menjawab dengan harga yang ditentukan. Konteks: Ada pembeli yang datang menanyakan harga paving dan penjual langsung menjawab sesuai harga yang ditentukan. Konteks: Seorang pembeli menanyakan harga ikan tuna kepada penjual, kemudian penjual menjawab sesuai dengan harga yang ditentukan.
Konteks: pembeli datang menanyakan harga ikan dan penjual langsung merespon dengan harga yang telah ditentukan. Konteks: Seorang pembeli datang menanyakan harga katombo, kemudian penjual menjawab dengan harga yang telah ditentukan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Pembeli: "Yang ini!" (sambil menunjuk sotong segar) Penjual: "Sama ji" (sambil mengambil sotong lembing). Konteks: Seorang pembeli bertanyakan harga udang, melihat udang yang disusun dan penjual menjawab dengan harga yang telah ditetapkan. Apabila dia tahu harganya, pembeli menawar harga yang lebih rendah dan penjual bersetuju sambil mengambil udang dan menimbangnya.
Pembeli: “Berapa harganya?” (menunjuk udang yang bertumpuk) Penjual : "Enam Puluh" (sambil memasukkan ikan ke dalam kantong) Pembeli : "Tambai!". Konteks: Seorang pembeli menanyakan harga ikan bolu. Penjual kemudian menjawab sesuai dengan harga yang ditawarkan, kemudian pembeli meminta penjual untuk menambahkan ikan, setelah itu penjual menambahkannya. Pembeli: "Ini!" (menunjuk ikan mairo yang ada di keranjang) Penjual : (penjual mengambil ikan mairo yang ada di keranjang) Pembeli : “Berapa?”
Konteks: Penjual menawarkan barangnya sambil memperlihatkan ikan yang dijualnya yang diberi tanda segar, kemudian pembeli menanyakan harga ikan tersebut dan penjual menjawab sesuai harga yang ditetapkan. Konteks : Seorang pembeli menanyakan harga udang dan penjual langsung menjawab sesuai dengan harga yang telah di tetapkan, kemudian pembeli memberitahukan kepada penjual bahwa ia ingin membeli dua kilo dan penjual menanyakan kembali berapa harga yang ingin dibelinya. Penjual : “Ada ikan bonynyo, ada yang?” (menunjuk ikan) Konteks: Seorang pembeli datang bertanya kepada penjual tentang harga ikan tersebut.
Penjual langsung menjawab sesuai harga yang ditentukan, namun pembeli meminta untuk menukar salah satu ikan yang ditentukannya, karena menurutnya agak rusak. Konteks: pembeli datang menanyakan harga seekor naga kecil dan penjual langsung menjawab sesuai harga yang tertera, kemudian pembeli menunjuk ikan lain dan penjual spontan menjawab tidak. Konteks : Seorang pembeli datang menanyakan harga ikan selir karena penjual mempunyai dua tempat ikan, maka penjual bertanya lagi yang mana, kemudian pembeli menjelaskan ikan mana yang ingin diketahui harganya, dan penjual menjawab dengan a harga yang telah ditentukan. .
Penjual langsung merespon dengan harga yang telah ditentukan kemudian menanyakan kembali harga tersebut untuk memastikan apakah harga tersebut benar, Pembeli tetap menawarkan harga yang lebih rendah dari harga yang ditentukan.