• Tidak ada hasil yang ditemukan

Problematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Problematika"

Copied!
173
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Wacana tujuan pembentukan hukum atau yang sering disebut dengan Maqashid al-syari'ah merupakan sebuah konsep penting dalam kajian hukum Islam. Dari tataran substantif konsep maqashid al-syari'ah adalah mewujudkan kebaikan sambil menghindari keburukan atau menarik manfaat.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

Sedangkan penelitian yang ingin penulis lakukan adalah mengkaji penerapan konsep al tarjih al maqashidi dalam menyelesaikan berbagai kasus dalam hukum keluarga Islam. Sedangkan penelitian yang akan penulis lakukan lebih pada aspek penerapan konsep al Tarjih al Maqashidi untuk menyelesaikan persoalan hukum keluarga dan kedudukannya dalam istinbath hukum.

Kerangka Teoritik

Dilihat dari kekuatan 'Illat yang terdapat pada furu' dibandingkan dengan yang terdapat pada ashal. Qiyas al Mula’im, yaitu qiyas yang hukum aslinya ‘illat mempunyai hubungan yang harmonis. Qiyas al Sibru, yaitu qiyas yang illatnya dilakukan dengan metode al sibr wa al taqsim;58.

Metodologi Penelitian

Jika al-din tidak dapat dikekalkan lagi seperti murtad, maka al-nafs jika tidak layak dipelihara (mesti dibunuh).95 Oleh itu, kualiti daruriyyah untuk mengekalkan Hifz al-din menduduki tempat yang paling utama. pangkat , apabila ta' berlaku arud kerana itulah tujuan utama maqashid al-shari'ah. Salah satu contoh yang menggambarkan tahap di atas ialah tujuan Hifz al-nafs dalam hukum nafkah. Pada peringkat haji, seakan-akan khiyar ditetapkan untuk memaksimumkan Hifz al-mal dalam jual beli.

Pada tataran tahsiniyah disunnahkan memberikan harta yang terbaik untuk memaksimalkan Hifz al-nafs dalam menafkahi sanak saudara. Berdasarkan petunjuk pada tabel di atas, memakan barang haram merupakan salah satu bentuk Hifz al-nafs dalam keadaan darur. Ayat di atas dengan jelas menunjukkan bahwa hifz al-nasl mempunyai keutamaan di atas hifz al-mal.

Keputusan ijma' ini menjadi salah satu landasan diutamakannya hifz al-nafs di atas hifz al-aql. Kondisi ini menunjukkan bahwa hifz al-aql lebih diutamakan daripada hifz al nasl.

KONSEPSI AL TARJIH AL MAQASHIDI

Konsep Tarjih dalam Kajian Teori

Jika terdapat dua hujah tentang masalah di peringkat zhanni, yang tidak dapat didamaikan antara keduanya, dan salah satu daripada keduanya tidak dapat ditentukan sebagai nasikh (yang menyapu) terhadap yang lain, maka dalam keadaan ini hendaklah dilakukan dengan menggunakan Tarji menghampiri salah seorang daripada mereka supaya boleh diamalkan. Salah seorang dari dua perawi mendengar tanpa 8. melalui hijab dan seorang lagi melalui hijab, . maka yang tidak berhijab diutamakan. Satu daripada dua riwayat menjelaskan yang ke-9 tentang sabda Nabi dan satu lagi tentang perbuatannya, maka riwayat qaula itu lebih kuat kerana kuat pengaruhnya.

Maka, hadis pertama lebih dikuatkan daripada hadis kedua 3) Salah satu daripada dua hadis memberi pengertian hukum wajib, manakala hadis yang satu lagi memberi pengertian ibaha, maka hadis yang memberi pengertian wajib itu hendaklah lebih dikuatkan. Kerana yang wajib akan melibatkan dosa jika ditinggalkan 4) Salah satu daripada dua hadith itu bererti istbat manakala satu lagi bererti nafi. Dalam hal ini, terdapat beberapa dilalah yang lebih dikuatkan antaranya: 1) dilalah matan salah satu daripada dua hujah ditekankan (Muakkadah) manakala yang lain tidak, maka matan yang muakkadah didahulukan daripada yang lain86. 2) Ini adalah salah satu daripada .. 85 Sebagaimana sabda Rasulullah " أضوتيلف هركذ سم نم " dalam hadis yang lain Nabi bersabda " كنم ةعضب وه امنإ.

86 Seperti hadis Nabi yang menjelaskan pembatalan nikah tanpa izin wali dalam riwayat Siti Aisyah, Nabi bersabda "ةأرمااميأ تارم تلاس لطاب اهحاكنف اهيلاوم نذإ ريغب تحكن". lihat, Sunan Abu Dawud Jilid II hlm.229. . Dari dua dalil itu adalah melalui jalan mutabaqa, manakala satu lagi melalui jalan illah iltizam, maka mutabaqa lebih diutamakan. atau al Ima'. Sistematik jenis ini dilakukan apabila makna syar'i dan urfi banyak digunakan di mana salah satu daripada keduanya didahulukan daripada makna linguistik.

Rumusan Konsep al Tarjih al Maqashidi

Manakala maslahah mursalah kurang mendalami inti maqashid syariah kerana hanya melihat kepada lima aspek daruriyyat al-khams tanpa mengambil kira perkara tersebut seperti dasar Abu Bakar ra menghimpun al-Quran untuk hifz al sake -makan malam 90. Jika. setiap dua maqashid khassah dan ammah itu nampak ta'arud dan tidak boleh dikompromi lagi, maka terdapat tiga aspek asas yang perlu diperhatikan untuk menentukan maqashid al-shari'ah mana yang lebih unggul atau rajih. Oleh sebab itu, kewujudan pelbagai pendapat yang lemah tentang bilangan dan susunan tidak diambil kira, kerana al.Tufi.menambahkan.hifz.al 'ird selepas hifz al-mal.

Keberadaan Hifz al-nafs, al-aql, al-nasl dan al-mal seperti pada tabel di atas pasti mempunyai nilai-nilai Hifz al-din karena keempat aspek tersebut dijabarkan bagi pencapaian Hifz al-din kepada membuat. din yang melahirkan Hifz al-nafs tidak dapat dikatakan maslahah jika tidak melibatkan pemeliharaan Hifz al-nafs. Tingkat keutamaan mukammil berada tepat di bawah masing-masing ketiganya.97 Pada tingkatan maqashid daruriyyah, contohnya adalah larangan minum sedikit khamr untuk memaksimalkan Hifz al-aql. Apabila ta’arud terjadi antara daruriyyah, hajiyyah dan tahsiniyyah maka didahulukan derajat tertingginya sesuai dengan urutan penomoran pada tabel di atas, seperti tekanan orang yang hampir mati kelaparan dan hanya menemukan makanan yang haram.

Jika ta’arud terjadi pada aspek yang sama, misalnya ta’arud antara dua Hifz al-nafs pada tingkat daruri, maka jarjih dilakukan dengan melihat aspek maslahah secara kuantitatif, yaitu maslahah untuk kebaikan bersama (maslahah kulliyyah), yang mempunyai keutamaan di atas kepentingan pribadi (maslaheh juziyeh), seperti mengajarkan ilmu lebih penting dari pada sibuk dengan shalat sunnah karena manfaatnya dapat dirasakan bersama oleh siswa. Untuk lebih menyempurnakan tingkat akurasi maslahah serta memprediksi terjadinya ta’arud antara aspek kualitatif dan kuantitatif, maka solusi akhir sebagai konsep al-tarjih al-Makashid yang harus diperhatikan adalah aspek akurasi. maslahah tersebut. .102.

Landasan Konsep al-Tarjih al-Maqasidi

Salah satu ulama yang sangat serius memikirkan al tarjih al maqashida adalah 'Izz al Din ibn Abd Salam. Berdasarkan pendapat di atas jelas sekali bahwa konsep al tarjih al maqashidi. Penerapan dan Analisis Konsep al Tarjih al Maqashidi dalam permasalahan batasan usia Maqashidi dalam permasalahan batasan usia untuk menikah (nikah dini).

Penerapan dan analisis konsep al Tarjih al Maqashidi dalam urusan perkawinan melalui media elektronik (Telepon, Internet dan Telekonferensi). Penerapan dan Analisis al Tarjih al Maqashidi dalam permasalahan pelafalan Talak Tiga Sekaligus dalam permasalahan pelafalan Talak Tiga Sekaligus (dalam satu Lafaz). Al Isnawi, Nihajat as shul, (Bairut: alamul tiang, t.th.) Al Syahruzzi, al Risala al Mustattrafah li Bayani Politik al.

Izzuddin Ibn 'Abd al Salam, Qawaid, al Ahkam fi Masalih al Anam, (Beiroet Dar al Kutub al Ilmiyyah, t.th.) Jalaluddin al Suyuti, Al Ashbah wa al Naza'ir (Bairut: Dar. al Kutub al Ilmiah, 1403 H.). Muhammad Ibn Umar ibn Husayn al Razi, al Mahsul fi Ilm al Ushul, (Riyadh: Matabi’ al Farazdaq, 1401 AH.) M.

PENERAPAN DAN ANALISIS KONSEP

Penerapan dan Analisis Konsep al Tarjih

Sedangkan dari sudut pandang agama, pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh orang-orang yang belum mencapai pubertas. Sedangkan apabila tidak terlihat manfaatnya, maka pada dasarnya perkawinan tersebut tidak dapat dilangsungkan.Bila terjadi perkawinan pada usia dini maka pemerintah mempunyai hak bagi calon pengantin yang masih dalam usia dini untuk berpisah dengan yang mengawininya. Pernikahan melalui internet dan telepon dilakukan oleh segelintir orang yang sebagian besar bertempat tinggal berjauhan dan tidak memungkinkan keduanya bertemu langsung.

Ini bertujuan supaya kedua-dua pihak mendengar antara satu sama lain dan memahami dengan jelas apa yang diperkatakan. Penerusan penerimaan dan penerimaan yang menjadi intipati sesebuah bilik adalah manifestasi kerelaan dan keikhlasan kedua-dua pihak yang berkontrak. 159 Dua orang saksi tidak cukup hanya mendengar ucapan Ijab dan Kabul oleh mereka.Maka, Imam Syafii.

Sebab, kedua saksi tersebut tidak bisa melihat ada dua orang yang sedang melakukan ijab dan kabul dalam satu ruangan. Demikian pula orang yang mendengar adzan tergolong buta, karena hanya mendengar suara muazin tanpa melihat secara langsung wujud fisik muazin, itupun dianggap sah.

Penerapan dan Analisis al Tarjih

Pendapat Jumhur Sahabat og Tabi'in serta Imam Mazhab al-Arba'ah bahwa talak tiga sekaligus jatuh tiga. Abd al Rauf al Manawi, Fayd al Qadir sharh jami’ al shagir (Mesir: Maktabah al tijariah al Kubra, 1356 AH.) Abd al Munim al Namr, al Ijtihad, (Bairut: Dar as Syuruq, . t.th). Ahmad.bin.Idris.al.Qarafi,.Anwar Al buruq fi al Anwar furuq (Bairut: Alamul kutub t.th).

Ahmad Ibn Hajar al Haytami, al Fatawa al Hadistiah, (Mesir: Dar al Ma'rifah t.th). Wafi,.Dawabit bij Tarjih ‘Inda Wuqu’i al Ta’arud lidhi al Ushuliyyin, (Riyadh: Maktabah Adwa’ al Salaf, 2004). Ibnu Hajar, Fathul Bari (Bairut: Dar al Ma'rifah, T.th.) Ika Yunia Fauzia en Abdul Kadir Riyadi, Prinsip Dasar.

Ilm al Ushul, (Riyadh: Matabi' al Farazdaq, 1401 AH.) Muhammad Mahfud al Turmusi, Minhaj Dhawi al Nazar Sharh Manzumah 'Ilm al Athar, (Surabaya: Maktabah Nabhan, t.th.). Muslim ibn Hajjaj al Naysaburi, Sahih al Muslim, (Bairut: . Dar ihya’ al Turast al Araby t.th).

PENUTUP

Kesimpulan

Al tarjih al maqashidi menempatkan maqashid syari'ah sebagai dimensi dan landasan terpenting dalam melaksanakan tarjih, yaitu dengan lebih memperhatikan makna kandungan, hikmah dan nilai manfaat yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan yang menjadi landasan utama tersebut.

Saran-Saran

Atha bin Khalil, Taisir al-Wuashul ila al-Ushul, (Amman: . Dairah al-Maktabat uel wasta'iq al-Wathaniah 2000). Ahmed Imam Mauardi, Fikh Minoritas; Fikh al Aqalliyat dhe Evolusi Maqashid al Syari’ah dari Konsep ke Pendekatan.(Jogjakarta: LKiS, 2010). Ali ibn Muhamed el Amidi, el Ihkam fi Ushul al Ahkam, (Bejrut: Dar al Kutub al ‘Ilmiyyah, 1993).

Asep Saefuddin Jahar dkk., Hukum Keluarga, Pidana dan Bisnis: Kajian Perundang-undangan Indonesia, Fiqh dan Hukum Internasional, (Jakarta: Kencana, 2013) As Syatibi, al-Muwafaqat Fi Usul al-Syariah, (Beirut: Dar al- Ma'rifah, 1416H/1996M). Husaen Aziz, Rekonstruksi metodologi kajian Hukum Islam sebagai upaya menuju Fiqh progresif, (Makalah ilmiah dipresentasikan pada Kajian Umum Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Mataram, 05 Maret 2014). Muhammad Asyhuri, Al tarjih bil maqashid wa dhawabithu wa astaru al fikhi, (Skripsi di Univ.

Referensi

Dokumen terkait

Always procure seed and planting materials from registered and authorized agencies and check for proper seed treatment before sowing.. Practice crop rotation with suitable