• Tidak ada hasil yang ditemukan

produk dan konsep pemasaran bank syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "produk dan konsep pemasaran bank syariah"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah ................................................. 5 4

Tujuan Penulisan

Kegunaan Penulisan

Disertasi ini bermanfaat bagi pembaca untuk memahami apa saja yang terkandung dalam perbankan syariah dan bagaimana menerapkan konsep pemasaran perbankan syariah di masyarakat luas.

Metode penulisan

Dalam hal ini bank syariah berperan sebagai mudharib (pengelola dana) sedangkan nasabah berperan sebagai shahibul maal (pemilik dana). Dalam perbankan syariah, kafalah merupakan jaminan yang diberikan oleh bank syariah (penjamin) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban nasabah (pihak kedua atau tertanggung).

Sistematika Penulisan

AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH

Akad

Akad sebagai salah satu cara memperoleh harta dalam syariat Islam banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dihalalkan bagi kamu binatang ternakan, kecuali apa yang akan disebutkan kepada kamu, di mana tidak dibenarkan berburu semasa kamu dalam ihram (haji atau umrah).

Wa’ad

Ia mengikat kedua-dua pihak yang saling bersetuju, iaitu setiap pihak terikat untuk menunaikan kewajipan yang telah dipersetujui terlebih dahulu.

Tabarru’ Dengan Tijarah

  • Akad Tabarru’
  • Tijarah

Dalam akad tabarru, pihak yang berbuat baik tidak berhak mendapat imbalan apapun dari pihak lain. Akad tabarru ini merupakan akad yang mengejar keuntungan di akhirat, karena bukan akad bisnis.

PRODUK DAN JASA PERBANKAN SYARIAH

Prinsip Al-Wadi’ah

Istilah wadi’ah berasal dari kata wada’a yang berarti meninggalkan atau menitipkan sesuatu kepada seseorang untuk diurus. Harta yang dititipkan kepada orang yang hendak mengamalkan tanpa dipungut biaya, atau Wadi’ah juga berarti barang yang dititipkan kepada seseorang dengan tujuan keamanan. Pengertian wadi’ah juga merujuk pada suatu zat yang dititipkan dalam bentuk materi (benda) berdasarkan suatu kontrak yang sistematis untuk proses pelestariannya.

Model titipan (vadiah) dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu: wadi'ah jad al-amanah dan wadi'ah wad edh-dhamanah.. a) Prinsip Wadi'ah Yad El-Tamanah. Wadi’ah Yad Al-Amanah adalah titipan bersih oleh penitipan yang mempunyai harta atau uang, bagi penitip yang dititipkan, harta atau uang yang dititipkan itu wajib dijaga. dengan benar dan mengembalikannya sesering yang diinginkan pemiliknya. Wadi’ah Yad edh-Dhamanah adalah titipan murni dari penitipan yang mempunyai harta atau uang bagi penitip yang diberi amanah, hendaknya harta atau uang titipan itu disimpan sebaik-baiknya dan dikembalikan kapan saja pemiliknya menghendaki.

Namun berdasarkan prinsip Wadi'ah Yad adh-dhamanah, nasabah perbankan syariah dapat dan memang menggunakan dana atau uang titipan tersebut.

Prinsip Mudharabah

Bank syariah menanggung seluruh biaya operasional pada rekening giro dengan menggunakan nisbah bagi hasil yang menjadi haknya. Tabungan mudharabah merupakan produk penggalangan dana oleh bank syariah yang menggunakan akad mudharabah-muthlaqah. Sama halnya dengan giro mudharabah, bank syariah dalam tabungan mudharabah juga berperan sebagai mudharib (pengelola dana) sedangkan nasabahnya berperan sebagai shahibul maal (pemilik dana).

Bank syariah mempunyai kebebasan dalam pengelolaan dananya, dengan kata lain nasabah tidak memberikan batasan pada bank syariah dalam mengelola dananya. Begitu bank syariah mengelola dana nasabahnya, insya Allah bank syariah akan mendapatkan keuntungan dari investasi yang mereka lakukan. Namun jika akad yang digunakan adalah mudharabah mukayidah, maka bank syariah tidak akan bisa leluasa dalam mengelola dana nasabah.

Seperti halnya giro dan tabungan mudharabah, setelah bank syariah mengelola dana nasabahnya, Insya Allah akan mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukannya.

PEMBIAYAAN DANA KEPADA

  • Produk Pembiayaan Perbankan
  • Produk Pembiayaan Perbankan
  • Produk Pembiayaan Perbankan
  • Produk Pembiayaan Perbankan

Jika akad yang digunakan adalah mudharabe muthlakah maka bank syariah juga dapat mempunyai kebebasan dalam mengelola dananya, dengan kata lain nasabah tidak memberikan batasan kepada bank syariah dalam mengelola dananya. Begitu bank syariah memperoleh keuntungan, maka bank syariah akan membagi keuntungan tersebut kepada nasabahnya. Bank syariah dapat memberikan potongan harga jika nasabah mempercepat pembayaran angsuran dan melunasi piutang murabahah sebelum jatuh tempo.

Bank syariah dapat meminta nasabah untuk memberikan jaminan atas barang yang disewakan untuk menghindari risiko yang merugikan bank. Berikut ini akan diuraikan secara lengkap dan rinci masing-masing prinsip pelayanan yang diterapkan oleh bank syariah. Alokasi penggunaan dana perbankan syariah pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian penting kekayaan bank, yaitu; aset yang berproduksi dan aset yang tidak berproduksi.

Dapat diketahui profitabilitas bank syariah bertambah atau berkurang dengan menggunakan pengukuran rasio keuangan yaitu ROA (Return on Assets). Konsep persaingan dalam pemasaran Islami adalah agar setiap perusahaan mampu memotivasi dirinya untuk menjadi lebih baik tanpa meninggalkan pesaingnya, sedangkan pada pemasaran konvensional menganggap pesaing sebagai lawan yang harus dikalahkan, bahkan bisa dibunuh agar eksistensi perusahaan tetap ada. bisa maju. e) Budaya kerja pada lembaga perbankan syariah. Menurut saya, kita juga perlu mempelajari tentang perbankan syariah dan akad apa saja yang ada di bank syariah, agar tidak ada lagi pertanyaan apakah operasional perbankan syariah sama dengan bank konvensional, karena masih banyak diantara masyarakat yang masih paham, bukan pengertian perbankan syariah itu sendiri.

PRODUK JASA

  • Wakalah
  • Kafalah
  • Hawalah
  • Rahn
  • Sharf

KEUNTUNGAN DAN RESIKO BANK SYARIAH

Dana Yang Berasal dari Masyarakat Luas

Sumber dana ini merupakan sumber terpenting dalam operasional ban dan menjadi tolak ukur keberhasilan suatu bank jika mampu membiayai operasionalnya dari sumber dana tersebut.

Dana Yang Bersumber dari Lembaga Lainnya

Penggunaan Dana Bank Syariah

Pencairan dana dari sumber pendanaan ini paling dominan. pembiayaannya pun berbeda-beda, tergantung prinsip pembiayaan yang digunakan dan sektor usaha yang dibiayai. Penggunaan dana perbankan terbesar berikutnya adalah investasi pada surat berharga. Untuk mewujudkan kedua keinginan tersebut, pengalokasian dana bank harus diarahkan sedemikian rupa sehingga apabila diperlukan seluruh kepentingan nasabah dapat terpenuhi.

Portofolio pembiayaan pada bank umum menempati bagian terbesar, umumnya sekitar 55% hingga 60% dari total aset. Sesuai dengan karakteristik sumber dananya, bank umum pada umumnya menawarkan pembiayaan jangka pendek dan menengah, meskipun beberapa jenis pembiayaan dapat ditawarkan dengan jangka waktu lebih panjang. Tingkat pendapatan dari masing-masing jenis pembiayaan pun berbeda-beda, tergantung prinsip pembiayaan yang digunakan dan sektor usaha yang dibiayai.

Dalam hal ini, bank hendaknya menyusun strategi penggunaan dana yang dihimpun sesuai dengan rencana alokasi, berdasarkan kebijakan yang telah digariskan, dengan tujuan untuk mencapai tingkat profitabilitas yang memadai dengan rasio yang rendah dan membangun kepercayaan masyarakat.

Alokasi Pendapatan Bank Syariah

Bank syariah tidak akan menghadapi risiko suku bunga, meskipun dalam lingkungan dual banking, kenaikan suku bunga di pasar konvensional dapat berdampak pada peningkatan risiko likuiditas sebagai akibat dari penarikan dana nasabah dari bank syariah dan beralih ke bank konvensional39. . Keberhasilan suatu produk diterima oleh pasar sasaran tidak hanya ditentukan oleh harga atau rendahnya kualitas yang ditawarkan, tetapi juga oleh strategi pemasaran yang dilakukan. Pentingnya pemasaran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat terhadap suatu produk atau jasa.

Bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan suatu kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu, artinya kegiatan ini dilakukan secara simultan antar unsur-unsur dalam bauran pemasaran itu sendiri. Penggunaan bauran pemasaran (marketing mix) dalam dunia perbankan dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep yang sesuai dengan kebutuhan bank. Dalam praktiknya, konsep bauran pemasaran terdiri dari bauran pemasaran terhadap produk baik berupa barang maupun jasa.

Keberhasilan suatu perusahaan didasarkan pada keahliannya dalam mengendalikan strategi pemasarannya, maka konsep pemasaran mempunyai beberapa alat pemasaran yang dapat dikendalikan, yaitu lebih dikenal dengan bauran pemasaran atau marketing mix menurut Kotler (2000) 45, memberikan definisi. dari bauran pemasaran sebagai berikut : bauran pemasaran merupakan alat pemasaran yang dapat mengendalikan faktor faktor produk, harga, promosi, tempat.

Konsep Pemasaran Syariah

Resiko-Resiko Bank Syariah

Ada beberapa nilai dalam pemasaran syariah yang mengambil konsep dari sifat keteladanan Nabi Muhammad SAW. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada empat ciri yang bisa dimiliki dalam pemasaran Islami yaitu ketuhanan atau rabaniya, etis atau realistis atau alwakiah dan humanistik atau humanistik, lalu apa yang membedakan pemasaran Islami dengan pemasaran konvensional, setidaknya ada beberapa hal yang membedakannya. antara pemasaran Islam. pemasaran dan pemasaran konvensional. Pemasaran konvensional adalah pemasaran yang bebas nilai dan tidak mempunyai dasar ketuhanan dalam setiap kegiatan pemasarannya, sedangkan dalam pemasaran Islam seorang pemasar harus merasa bahwa dalam setiap kegiatan pemasarannya selalu diawasi oleh Allah swt. sehingga ia juga sangat berhati-hati dalam menjalankan produk yang dijualnya.

Konsumen dalam pemasaran Islam dikatakan sebagai mitra sejajar, dimana baik perusahaan sebagai penjual maupun konsumen sebagai pembeli produk mempunyai kedudukan yang sama, sedangkan dalam pemasaran konvensional konsumen hanya dikatakan sebagai objek untuk mencapai target penjualan pada titik dimana konsumen dapat dirugikan. karena janji dan kenyataan seringkali berbeda. Perbankan syariah harus memiliki budaya kerja yang berbeda dengan perbankan konvensional agar dapat menjadi suatu keunggulan yang dapat menjadi nilai tambah di mata masyarakat. Oleh karena itu, penulis juga berharap dengan adanya buku-buku penjelasan tentang perbankan syariah dapat membuat kita lebih memahaminya, mengingat seiring berjalannya waktu, semakin banyak pula perubahan yang terjadi di dunia perbankan syariah.

Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Padangsidimpuan, Juris Vol.14 No.

KONSEP DASAR PEMASARAN SYARIAH

Defenisi Pemasaran

Wawasan pemasaran menjadi penting bagi para pelaku bisnis ketika sedang menghadapi berbagai permasalahan seperti menurunnya pendapatan usaha akibat berkurangnya daya beli konsumen terhadap suatu produk, baik barang maupun jasa. Aktivitas pemasaran selalu hadir dalam setiap bisnis, baik yang bersifat profit maupun social enterprise. Pemasar adalah pelanggan yang memasarkan atau menawarkan keunggulan suatu produk, serta pelanggan lain yang menjadi target pasar produk tersebut.

Setelah kita mengetahui pengertian awal pemasaran secara umum, yaitu tidak hanya proses penjualan iklan dan promosi saja, melainkan keseluruhan proses dalam pemasaran yang mempertukarkan produk atau nilai dengan pihak lain. Tabligh berarti mengajarkan, sekaligus memberi contoh kepada pihak lain untuk menerapkan ketentuan ajaran Islam dalam setiap gerak kegiatan perekonomian sehari-hari. Seorang pemasar syariah memegang teguh etika dalam memasarkan kepada calon konsumennya, sedangkan pemasaran konvensional cenderung bebas nilai, sehingga seorang pemasar bebas menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan yang baru, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau , Idarotuna, jilid. 1.

Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lain dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat. Dana masyarakat yang disimpan dalam bentuk giro, deposito, dan/atau tabungan selanjutnya dihimpun dan dikelola oleh bank. Simpanan yang dititipkan masyarakat kepada bank kemudian disalurkan oleh bank dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat yang membutuhkan dana.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Koonsep Pemasaran Syariah

Nilai-Nilai Pemasaran Syariah

Perbandingan Pemasaran Syariah Dan Pemasaran

PENUTUP

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah disampaikan, maka didapatkan beberapa rumusan permasalahan, yaitu sebagai berikut: (1) Bagaimana menyusun algoritma