PROFESIONALISME GURU SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X IPS MAN KEMANTAN DARAT
KABUPATEN KERINCI
JURNAL
Diajukan Sebagai Salah satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (Strata 1)
DERI SAPUTRA NIM. 12020075
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2016
1
2
THE PROFESSIONALISM OF HISTORY TEACHER IN TEACHING
HISTORY AT TENTH GRADE OF SOCIAL SCIENCE AT MAN KEMANTAN DARAT, KERINCI
Deri Saputra1 Ranti Nazmi, M.Pd2
Jaenam, M.Pd3
Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat Email. [email protected]
ABSTRACK
This study discussed about how the professionalism of historis’ teacher in teaching history at tenth grade of social science at MAN Kemantan Darat, Kerinci. The purpose of this research was to describe the professionalism of historis’ teacher in teaching history at tenth grade of social science at MAN Kemantan Darat, Kerinci. The design of this research was qualitative research. It can be explained, described phenomenon and events which is done of researchs’
samples. Main instruments in this research are collecting the data, describing the data, data reduction and conclusion. Sources of data in this research was headmaster, history teacher, vice of curriculum and the students. Based on the result of this research, the professionalism of historis’
teacher in teaching history at tenth grade of social science at MAN Kemantan Darat, Kerinci in mastering the material, structure, conceptual, and scientific mindset to support the material the teacher join into MGMP activities, reading and followed the training. In comprehending based competence and standard competence of material a teacher participated in workshop. To develop the learning material that mastered creatively, the teacher being participated on seminars and discussion. for develop the professionalism through reflective action sustainable, the teacher taking magister degree and also doing scientifics actions research, and to utilized the information and communication technology to develop themselves the teacher followed training seasons. Based on it, it can be concluded that the history teacher can be categorized as teacher professional by doing mastering the material, structure, conceptual, and scientific mindset to support the material, comprehending based competence and standard competence of material, develop the learning material that mastered creatively, develop the professionalism through reflective sustainable actions, and utilized the information and communication.
Keywords : Professionalism of teacher, learning history
1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat
2 Dosen Program Studi Pendidikan STKIP PGRI Sumatera Barat
3 Dosen Program Studi Pendidikan STKIP PGRI Sumatera Barat
3
PROFESIONALISME GURU SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X IPS MAN KEMANTAN DARAT KABUPATEN
KERINCI
Deri Saputra
4Ranti Nazmi, M.Pd
5Jaenam, M.Pd
6Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat Email. [email protected]
ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang bagaimana Profesionalisme Guru Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Profesionalisme Guru Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, dalam penelitian ini dapat mengungkapkan, mendeskripsikan fenomena dan peristiwa tentang apa yang dialami subjek peneliti. Istrumen utama penulislakukan pada penelitian ini adalah dengan pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru sejarah, wakil bidang kurikulum dan peserta didik.Berdasarkan hasil penelitian tentang Profesionalisme Guru Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci, untuk menguasai struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, guru mengikuti kegiatan diskusi MGMP, membaca dan pelatihan. Untuk menguasai standar kompetensi dan kopetensi dasar mata pelajaran yang diampu guru mengikuti kegiatan lokakarya. Untuk mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, guru mengikuti seminar dan diskusi. Untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan yang reflektif, guru melanjukan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dengan kuliah kembali di perguruan tinggi dan membuat karya ilmiah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan diri guru mengikuti pelatihan dan penataran. Dapat disimpulkan bahwa guru sejarah di MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci sudah melakukan berbagai tindakan untuk menjadi guru profesional seperti menguasai struktur, konsep dan pola pikir keilmuan, menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, mengembangkan pembelajaran secara kreatif, mengembangkan profesionalan secara berkelanjutan, dan memanfaatkan teknologi.
Kata kunci: Profesionalisme Guru Sejarah
4 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat
5 Dosen Program Studi Pendidikan STKIP PGRI Sumatera Barat
6 Dosen Program Studi Pendidikan STKIP PGRI Sumatera Barat
4 PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat sejumlah komponen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Komponen adalah kurikulum, tujuan, model, strategi pembelajaran, media, serta evaluasi pembelajaran.
Berdasarkan observasi tersebut juga diperoleh informasi bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru. Kegiatan belajar mengajar masih dalam bentuk transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa.
Pembelajaran diawali dengan menjelaskan materi di depan kelas lalu dilanjutkan dengan mencatat dan mengerjakan latihan yang ada dalam buku penunjang.
Mengerjakan soal-soal latihan sering ditemui beberapa kelemahan, yaitu siswa sering tidak mengerjakan latihan dengan baik, dan ada juga siswa yang hanya menyalin pekerjaan temannya tanpa mengerti salah atau benar apa yang mereka kerjakan. Bahkan ada pula yang tidak mengerjakan latihan sama sekali. Padahal soal yang diberikan sangat membantu siswa untuk mendalami dan mengembangkan materi-materi yang telah diajarkan guru.
Sejalan dengan kurangnya penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, hasil belajar yang diperoleh masih kurang dari KKM yang ditetapkan yaitu 75.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Profesionalisme Guru Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci?
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang Profesionalisme Guru Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 ayat 4 menyatakan bahwa Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan dan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesional.
Berdasarkan Peraturan Menteri Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 standar kualifikasi akademik
dan kompetensi guru diatas dapat diklasifikasikan, terkait tujuan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu:
a. Memahami konsep-konsep, dan teori- teori sejarah serta penerapannya.
b. Memahami proses berpikir sejarah dalam mempelajari proses dan perjalanan sejarah.
c. Menggunakan bahasa simbolik dalam mendisripsikan proses dan perjalanan sejarah.
d. Memahami sruktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu sejarah dan ilmu-ilmu lainya yang terkait.
e. Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan perjalanan sejarah.
2. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.
a. Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu
b. Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu
c. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu
3. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif
a. Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai tingkat perkembangan peserta didik.
b. Mengolah materi pembelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik Pelaksanaan proses pembelajaran, guru harus menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat agar siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar.
Materi pelajaran yang dikembangkan guru juga harus sesuai dengan tingkatan perkembangan peserta didik. Selain itu, di dalam pembelajaran guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran. Minsalnya bagaimana menerapkan (menghubungkan pengetahuan yang lama dan yang baru), perhatian, kerja
5 kelompok, kolerasi (hubungan timbal balik)
dan prinsip-prinsip lainnya.
4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
a. Melakukan reflektif terhadap kinerja sendiri secara terus menerus
b. Memanfaatkan hasil reflektif dalam rangka peningkatan keprofesionalan c. Melakukan penelitian tindakan kelas
untuk meningkatkan keprofesionalan d. Mengikuti kemajuan zaman dengan
belajar dari berbagai sumber
e. Melanjutkan Pendidikan kejenjang yang lebih tinggi
Suatu pembelajaran dikatakan berhasil apabila timbul perubahan tingkah laku positif pada peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.Konteks ini pada dasarnya bergantung pada guru sebagai elemen penting dalam kegiatan pembelajaran. Guru tidak hanya sebagai penerima pembaharuan pendidikan, namun ikut bertanggung jawab dan berperan aktif dalam melakukan pembaharuan pendidikan serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Mengembangkan keprofesionalan guru dapat dilakukan dengan melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus.
Refleksi membutuhkan proses berpikir yang lebih tinggi, apalagi dalam proses pemecahan suatu permasalahan.
Proses berfikir yang lebih tinggi membutuhkan pengetahuan-pengetahuan yang dibangun dari pengolahan informasi tentang permasalahan yang ada.
Pengetahuan yang diambil itu harus berdasarkan pada kerangka berfikir ilmiah, sehingga pengambilan keputusan atau tindakan dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab. Refleksi yang di edarkan dari proses berfikir yang lebih tinggi tidak akan bermanfaat bila hanya berhenti pada taraf ide.
Salah satu faktor yang diperlukan dalam berefleksi adalah kreatifitas guru.
Kreatifitas menjadi proses berefleksi menjadi lebih hidup, lebih bermakna dan berdaya guna. Proses kreatifitas selalu mencari sesuatu yang “lebih” dan menghindarkan guru dari keadaan stagnam sehingga diharapkan mutu pembelajaran didalam kelas akan menjadi lebih baik dan
dinamis. Guru yang selalu berefleksi terhadap permasalahan yang terjadi didalam kelas akan dengan sendirinya meningkatkan kompetensinya.
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri a. Memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi dalam berkomunikasi b. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar untuk pengembangan diri.
c. Memanfaatkan teknologi sebagai sumber segala informasi tentang sesuatu hal yang baru
Menurut Hamka Abdul Azis (2012:
90) ciri-ciri guru profesional sebagai berikut:
a. Entrepreneurship
Guru profesional mempunyai ciri entrepreneuship maksudnya dia mempunyai kemandirian. Dia dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada apapun selain bergantung kepada Allah SWT tapi ini jangan diartikan guru professional itu alah guru yang semauanya saja, karena dia tidak terikat dengan apapun
b. Self Motivation
Guru profesional mempunyai self motivation yang tinggi. Dia memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya untuk melakukan sesuatu yang baik, serta agar bisa terus menerus berada dalam kondisi lebih baik dan lebih baik
c. Self Growth
Setiap orang pasti ingin tumbuh dan berkembang kearah yang lebih baik.Sudah pasti semua guru juga mengharapkan dirinya dapat berkembang searah dengan kemajuan zaman, agar mereka tidak tergilas oleh laju perkembangan yang demikian cepat.
d. Capability
Capability atau kapasitas adalah kemampuan, kecakapan atau keterampilan. Orang yang mempunyai kapabilitas adalah yang mempunyai semua potensi di atas dan dia menggunakan atau memanfaatkan secara maksimal.
6 METODE PENELITIAN
Menurut Moleong (2005: 5) jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam penelitian ini dapat mengungkapkan, mendeskripsikan fenomena dan peristiwa tentang apa yang dialami subjek peneliti.
Hal yang menjadi alasan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluative adalah agar bisa mengungkapkan, mengetahui dan menjawab pertanyaan- pertanyaan dalam permasalahan penelitian, terkait dengan judul penelitian tentang Profesionalisme Guru Sejarah Dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci.
Lokasi penelitian ini dilakukan di MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.Waktu penelitian ini dilakukan pada semester Genap tahun ajaran 2015/2016.
Upaya untuk mendapatkan keterangan dan data yang relevan dengan permasalahan peneliti, maka informan dalam penelitian ini adalah guru Sejarah kelas X IPS MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Agar data lebih sempurna ditambah dengan kepala sekolah, dan waka kurikulum, waka sarana-prasarana, guru sejarah yang mengajar dikelas lain dan peserta didik.
Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya merupakan data tambahan seperti dokumen dan lainnya.Sumber data pada penelitian kualitatif ini terbagi atas sumber data primer dan sumber data sekunder.
Agar data dapat dipercaya, maka digunakan triangulasi data. Menurut Moleong (2010: 330), “Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data”.Menurut Iskandar (2009:222) teknik analisis interaktif ini sangat umum digunakan , dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Display data, 4) penarik kesimpulan.
Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Gambaran Umum Sekolah
MAN Kemantan Darat bernama MAAIS (Madrasah Aliyah Agama Islam
Swasta). Pada awalnya terletak di Imam Bonjol Sungai Penuh.MAAIS dijadikan milik negara pada tahun 1969 oleh Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 49 Tentang Penegerian Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sungai Penuh. Kemudian, berdasarkan rapat umum pada Selasa 18 Maret 1975 di aula MAAIN tentang penghapusan MAAIN Sungai Penuh dan persetujuan Kanwil Departemen Agama Propinsi Jambi (No.
I / II-I / 606/1976 pada 21 Juli 1976), oleh karena itu MAAIN pindah ke Kemantan.
B. HasilPenelitian
1. Menguasai Sruktur, Konsep, Dan Pola Pikir Keilmuan Yang Mendukung Mata Pelajaran Yang Diampu.
Pengusaan sruktur, konsep, dan pola pemikiran keilmuan yang mendukung mata pelajaran sangat wajib bagi guru untuk menguasainya.
Untuk dapat menguasai semua ini guru melakukan berbagai cara demi pelajaran yang dikuasai akan semakin mudah disampaikan kepada peserta didik. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan pada bulan April-Mei bahwa, dimana para guru khusunya guru sejarah menguasain materi yang diampunya hal ini terlihat bahwa guru sering membaca pada saat jam istirahat baik membaca buku-buku sejarah maupun dari internet yang terkait dengan topik pembelajaran yang diampunya.
2. Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Yang Diampu
Secara umum guru sejarah MAN Kemantan Darat mampu memahami standar kompetensi, kompetensi dasar, yang dijabarkan dalam indikator-indikator dan tujuan pembelajaran selanjutnya dikembangkan menjadi materi pembelajaran.Hal ini dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang selalu dijadikan pedoman dalam KBM. Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak semua guru sejarah menyampaikan tujuan pembelajaran seperti yang ditulis dalam RPP karena dalam modul atau
7 buku sudah tercantum Standar
Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) serta tujuan pembelajaran.
Sesuai dengan pengamatan peneliti dilapangan selama pertemuan berlangsung bahwa sanya kegiatan lokakarya ini menurut pengamatan dan wawancara memang terlaksana dan diikuti oleh semua guru bidang studi. Topik yang dibicarakan adalah terkait permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru sampai kepada tahap Proses Belajar Mengajar (PBM) termasuk penyampaian SK dan KD di setiap materi ataupun topik baru dalam pelaksanaan PBM berlangsung dan wajib bagi guru untuk menyampaikan SK dan KD di setiap materi baru kepada siswa agar tujuan yang ingin dicapai jelas, khususnya para guru sejarah di MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci selalu menyampaikan SK dan KD apa yang harus dicapai.
3. Mengembangkan Materi Pembelajaran Yang Diampu Secara Kreatif
Pengembangan materi
pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi masing-masing mata pelajaran tentunya berbeda tetapi walupun berbeda wajib untuk dikembangkan sebelum diajarkan tentunya harus dikembangkan secara kreatif oleh setiap guru sebelum di sampaikan kepada siswanya.
Dalam mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran Sejarah, guru telah memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, menentukan tujuan pembelajaran yang diampu, menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran Sejarah, memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran dan mampu mengembangkan instrumen
penilaian. Kemampuan
mengembangkan kurikulum tersebut
dikarenakan paska tersertifikasi guru Sejarah lebih aktif di dalam kegiatan MGMP sebagai salah satu wadah pengembangan profesionalisme guru.
4. Mengembangkan Keprofesionalan Secara Berkelanjutan Dengan Melakukan Tindakan Reflektif
Guru diharapkan dapat belajar terus menerus yang tidak mempunyai batas waktu untuk menambah pengetahuannya.Berdasarkan
penelitian yang peneliti lakukan di lapangan bahwa memang benar guru sejarah di MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci dalam mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan melakukan tindakan dengan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan membuat karya ilmiah, hal ini dilakukan untuk menjaga kompetensi profesional yang dimilikinya.
5. MemanfatkanTeknologi Informasi Komunikasi Untuk Pengembangan Diri
Selain kompetensi di atas guru juga harus bias memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan diri, namun sesuai dengan perkembangan jaman saat ini, jaman ini jaman modern tidak semua kalangan yang bisa dan dapat memahami kemajuan ini dengan mudah, seperti para guru yang saat ini harus dihapkan dan penyesuaian diri dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, oleh karena itu harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi saat ini.
Guru dalam menjalankan profesinya sebagai guru professional dengan banyak kegiatan yang diikutinya seperti para guru sejarah di MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci, diantaranya dengan mengikuti seminar, penataran, pelatihan, loka karya, MGMP serta melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Dari berbagai pernyataan diatas terlihat guru dalam menjalankan tugasnya yang berprofesi sebagai tenaga pendidik
8 maka ia tetap selalu menjaga
kompetensi profeionalnya dengan mengikuti berbagai bentuk kegiatan.
C. PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian yang dilaksanakan, hasil wawancara, dokumentas serta pengamatan selama di lapangan ditempat penelitian dan sesuai tujuan penelitian. Dari tujuan penelitian terlihat bahwa guru sejarah di MAN Kemantan Darat Kabupaten Kerinci telah melaksanakan tanggung jawab sebagai guru professional dengan mematuhi peraturan menteri pendidikan republic Indonesia nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.
Dimana peneliti disini melihat professional guru sejarah dari segi penguasaan materi, struktur, konsep dan pola piker keilmuan, penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar, penguasaan, mengembangkan materi pembelajaran, melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memenuhi dirinya sebagai guru yang mematuhi kompetensi professional, maka guru melakukan berbagai bentuk kegiatan di antaranya mengikuti pertemuan MGMP, seminar, pelatihan, penataran, karangan ilmiah atau PTK, lokakarya, melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan tentang Profesionalisme Guru Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPS MAN Kemantan Darat dapat disimpulkan bahwa, guru melakukan berbagai tindakan untuk menjadi guru profesional, adapun tindakan yang dilakukan tersebut antara lain:
1. Menguasai struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, guru mengikuti kegiatan diskusi MGMP, membaca dan mengikuti berbagai pelatihan
2. Menguasai standar kompetensi dan kopetensi dasar mata pelajaran yang diampu kegiatan yang dilakukan adalah guru mengikuti kegiatan lokakarya
3. mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, tindakan yang dilakukan guru mengikuti seminar dan diskusi
4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan yang reflektif, guru melanjukan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dengan kuliah kembali di perguruan tinggi dan membuat karya ilmiah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 5. Memanfaatkan teknologi informasi untuk
pengembangan diri guru mengikuti pelatihan dan penataran.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharmini. 2012. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hamzah B. Uno. 2008. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
Hamka A. Azis. 2012. Karakter Guru Profesional. Jakarta: Al-Mawardi Prima
Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka setia Moleong, Lexy. 2007. Metode Penelitian
Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda karya
Mulich, Mansnur. 2007. Pendidikan Karakter (menjawab tantangan krisis Multi dimensional): Bandung.
Mulyasa. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosda karya.
Sugiyono. 2008. Perencanaan Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.
Bandung: Alfabeta
Usman, Moh. Uzer. 1991. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosda karya