• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Kerja Mata Pelajaran Bahasa Inggris kelas 7 SMP Terpadu Al Hasan CIamis

N/A
N/A
Epul Saepul Milah

Academic year: 2023

Membagikan " Program Kerja Mata Pelajaran Bahasa Inggris kelas 7 SMP Terpadu Al Hasan CIamis "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah.

Sekolah/Madrasah sebagai suatu organisasi yang didesain khusus, yang mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sumber daya dan derajat social masyarakat suatu bangsa,membutuhkan pengelolaan yang tepat, efisien, efektif, produktif dan akuntabilitas sehingga mampu menghasilkan produk dan lulusan secara optimal. Sistem ini akan melibatkan dan memberdayakan seluruh komponen terkait seperti guru, murid, kurikulum, sarana dan prasarana, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Permasalahan yang ditemukan dan menjadi isu umum dunia pendidikan dewasa ini adalah masih lemahnya system pengelolaan kependidikan di Negara kita, dan hal ini terkait dengan peran pengelola pendidikan yang diserahkan tanggung jawabnya kepada guru dan kepala sekolah sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Berpijak dari banyak informasi maupun hasil penelitian sebelumnya yang mengarahkan kepada ditemukannya berbagai kelemahan dalam kegiatan pengelolaan sekolah, sebagaimana dikemukan: Sobri,dkk (2000:5) yang menyebutkan:

Salah satu kelemahan dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah lemahnya manajemen,mulai dari manajemen pengelolaan, manajeman kepemimpinan, manajemen pembelajaran dan sebagainya, kelemahan tersebut berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kualitas hasil pembelajaran.

Hal ini mempertegas bahwa banyak faktor yang melatar belakangi kenyataan tersebut, diantaranya masih lemahnya kompetensi para pelaku pendidikan,motivasi, kedisipilinan, pendidikan, pengalaman, kepribadian, lingkungan tempat kerja, budaya dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi terhadap lemahnya kinerja dan kualitas pencapaian hasil pendidikan.

Permasalahan yang sangat dekat dan bersifat langsung dengan kegaitan pendidikan adalah factor kinerja para pelaku pendidikan, khususnya para guru dalammelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mengelola pendidikan dan pengajaran sekaligus menjadi penentu mutu pendidikan. Gurulah yang berada pada barisan terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan peserta didik yang berkualitas,baik secara akademis, keahlian (skill), kematangan emosional, dan moral dan spiritual yang siap menghadapi tangtangan zaman. Oleh karena itu diperlukan sosok guru yang memiliki kualifikasi, kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Kompetensi guru mengelola pengajaran dapat dimulai dari kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Atas dasar itulah program pembelajaran guru harus disiapkan dibuat sebaik-baiknya dan senantiasa dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelaksana

(2)

kesesuaian dengan kekhasan, kondisi potensi daerah, satuan pendidikan dan kebutuhan siswa dan masyarakat.

1.2. Dasar Hukum.

Program pembelajaran yang dibuat guru harus disesuaikan dengan kondisi sekolah dan mengacu pada Stadar Nasional Pendidikan, yang diimplementasikan terutama kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dalam mencapai Tujuan Pendidikan Nasional.

Adapun dasar hokum penyusunan program pembelajaran ini, yaitu sebagai berikut : a) Undang-Undang No.25 Tahun 2000, tentang Program Pembangunan Nasional;

b) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional;

c) Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008, tentang Pendanaan Pendidikan;

d) Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008, tentang Guru;

e) Peraturan Pemerintah No. 13Tahun 2015, tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan;

f) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 12 Tahun 2007, tentang Standar PengawasSekolah/Madrasah;

g) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah;

h) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007, tentang Standar Kualifiaksi Akademik dan Kompetensi Guru;

i) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2007, tentang Standar Sarana Prasarana;

j) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 28 Tahun 2010, tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah;

k) Peraturan Menteri AgamaRepublik Indonesia No. 2 Tahun 2012, tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah;

l) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 54 Tahun 2013, tentang Standar Kompetensi Lulusan;

m) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 64 Tahun 2013, tentang Standar Isi;

n) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 65 Tahun 2013, tentang Standar Proses;

o) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 Tahun 2013, tentang Standar Penilaian;

p) Peraturan Menteri AgamaRepublik Indonesia No. 29 Tahun 2014, tentang Kepala Madrasah;

(3)

q) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 61 Tahun 2014, tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;

r) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 103 Tahun 2014, tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;

s) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 104 Tahun 2014, tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;

t) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014, tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013;

1.3. Visi dan Misi.

a. Visi

Terwujudnya insan berprestasi, berakhlak mulia, dan berwawasan lingkungan b. Misi

1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap peserta didik berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki

2. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah

3. Mendorong dan membantu setiap peserta didik untuk mengenali potensi dirinya sehingga dapat dikembangkan secara optimal

4. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama khususnya dalambidang akhlaqul karimah,sehingga peserta didik menjadi orang yang berbudi pekerti luhur 5. Menciptakan lingkungan yang MANIS ( Menawan Asri Nyaman Indah Sehat )

Visi -Misi Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Visi Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan dalam mengatasi masalah sehari –hari.

Misi Mata Pelajaran Bahasa Inggris

1. Mengembangkan kegiatan belajar berbahasa yang menyenangkan, bermakna, dan kontekstual.

2. Mengembangkan potensi berbahasa peserta didik.

3. Mengembangkan potensi peserta didik untuk berprestasi.

1.4. Tujuan.

A) Tujuan Sekolah:

(1) Mewujudkan Sekolah yang Ideal serta kondisi Representative dengan dukungan fasilitas sarana dan prasarana dan pembiayaan yang maksimal.

(4)

(2) Menciptakan Sekolah Inklusif yang Ramah lingkungan dan Menyenangkan (safer scholl).

(3) Meningkatkan pelajaran pendidikan yang bermutu.

(4) Meningkatkan proses, hasil dan mutu pembelajaran akademis dan non akademis.

B) Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Inggris

(1) Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya

(2) Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulisan untuk mencapai tingkat literasi fuctional.

(3) Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global.

(4) Mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dan budaya.

1.5. Manfaat.

Manfaat dari penyusunan program pembelajaran :

(1) Dapat dijadikan panduan dalam pelaksanaan program pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat terpogram dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara baik.

(2) Dapat dijadikan bahan evaluasi dan umpan balik dari kegiatan pembelajaran sehingga berbagai kesulitan dankelemahan dapat segeradisntisipasi secara tepat dan akurat.

1.6. Sistematika Penyusunan.

JILID

LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Masalah 1.2. Dasar Hukum

1.3. Visi dan Misi 1.4. Tujuan 1.5. Manfaat 1.6. Sistematika

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 2.1. Tahap Persiapan

2.2. Tahap Pelaksanaan 2.3. Tahap Tindak Lanjut

BAB III PENINGKATAN MUTU 3.1. Pendahuluan

(5)

3.2. Peningkatan Mutu Bidang Akademik 3.3. Peningkatan Mutu Bidang Non Akademik BAB IV PENUTUP

4.1. Simpulan 4.2. Saran LAMPIRAN

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

2.1. Tahap Persiapan

Tahap ini merupakan tahapan yang krusial dan fundamental, karena dari tahap inilah maka semua program perencanaan dipersiapkan secara matang dan dengan berbagai pertimbangan agar pelaksanaan mencapai tujuan yang oftimal.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk tahap ini, diantaranya :

(1) Legalitas guru dalam melaksanakan pembelajaran di Sekolah,yaitu dibuktikan dengan pembagian tugas mata pelajaran, dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) mengajar dan tugas-tugas lain guru dari Kepala Sekolah. Berpijak dari pemberian wewenang inilah maka gurusudah dapat memperhitungkan tugas dan pekerjaan guru, jumlah kelas yang menjadi tanggung jawabnya, serta beban menggajar untuk setiap minggu dalam semester.

(2) Penyusunan time schedule atau jadwal pembelajaran, baik dimulai dari program tahunan, program semester, distribusi alokasi waktu,dan pemetaan materi untuk tiap semester dalam satu tahun pelajaran.

(3) Kalender Pendidikan. Kalender Pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, dapat dijadikan acuan untuk kegiatan pendidikan dalam satu tahun, namun demikian Sekolah memiliki otonomi untuk mengkondisikannya sesuai dengan kebutuhan Sekolah. Hal itu dapat dikeluarkannya kalender pendidikan yang dibuat atas otonomi Sekolah dengan tetap mengacu pada kalender yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis.

(4) Ketuntasan Belajar Minimal (KBM)

Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) setiap mata pelajaran dan setiap jenjang pendidikan akan berbeda. Penyusunan KBM ini akan mengacu kepada kompleksitas (tingkat kesulitan) bahan ajar dari suatu Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar

(6)

(KD) suatu mata pelajaran tersebut, mengacu kepada kemampuan dasar peserta didik (intake) terhadap materi tersebut, dan kepada sumber daya pendukung yang tersedia di sekolah untuk bahan tersebut. KBM akan diperhitungkan mulai KBM Kompetensi Dasar (KD), Kompetensi Inti (KI) sehingga akan diperoleh KBM mata pelajaran.

2.2. Tahap Pelaksanaan

Tahap ini meliputi tahap pemetaan KI / KD, penyusunan Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian.

2.3. Tahap Tindak Lanjut

Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari kegiatan penilaian. Hasil penilaian harus mampu dijabarkan atau memberikan jawaban atas pertanyaanketuntasan peserta didik dalam menguasai kompetensi pembelajaran. Hal lain dari maksud penilaian harus dapat dapat dijadikan umpan balik (feedback) bagi semua pihak, sehingga berbagai kelemahan yang ditemukan harus mampu diperbaiki pada pembelajaran selanjutnya. Begitu juga bagi peserta didik akan memberikan jawaban akan pencapaian ketuntasan atau bahkan akan mengetahui kedudukan/prestasi peserta didik pada kelompoknya.

Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, diupayakan harus mengikuti program kegiatan perbaikan (remedial), dan bagi peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan dapat diberikan program pengayaan, baik berupa tugas tambahan atau mendalami materi secara luas.

Pada kegiatan tindak lanjut ini meliputi kegiatan Analisis Ulangan Harian, PTS, PAS dan PAT program perbaikan, program pengayaan, dan akhirnya hasil tindak lanjut dapat dijadikan dasar pertimbangan pencapaian kenaikan kelas atau kriteria kelulusan peserta didik.

(1) Analisis Ulangan Harian PTS/PAS/PAT

Analisis Penilaian, baik Penilaian Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS), ataupun Penilaian Akhir Tahun (PAT), merupakan kegiatan mengamati, membaca dan menentukan hasil penilaian berdasarkan data ketercapaian peserta didik, yang dilakukan dengan seksama, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menentukan langkah lanjutan dari kegiatan penilaian,baik terhadap kualitas peserta didik maupun kualitas soal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk dijadikan umpan balik bagi guru dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, sehingga akan mampu diperbaiki kearah yang lebih baik dimasa yang akan datang. Sasarannya adalah ketercapaian peserta didik dalam menyelesaikan soal sesuai KBM pada bagian materi tersebut dan sasaran soal yang disajikan, sebagai alat pengukur tingkat

(7)

ketercapaian peserta didik. Jadwal ulangan disesuaikan dengan program semester.

Adapun rubrik penilaian atau kriteria penilaian mengacu pada program pembelajaran yang telah disusun (Silabus dan RPP).

(2) Program Perbaikan

Program perbaikan adalah suatu rancangan kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik yang belum mencapai KBM dalam bidang materi tertentu, baik melalui ulangan remedial ataupun dalam bentuk tugas- tugas. Tujuannya agar peserta didikmampu menyelesaikan dan menguasai bidang materi tersebut dengan baik. Sasaran dari kegiatan program perbaikan adalah peserta yaitu ketercapaian peserta didikdalam menguasai materi dan sasaran program pemberian materi. Jadwal kegiatan ini dilakukan setelah diperoleh informasi dari data tentang anak yang belum mencapai ketuntasan belajar. Adapun rubrik/kriteria penilaian dapat berupa pengerjaan soal-soal yang belum tuntas dikuasai.

(3) Program Pengayaan

Program perbaikan adalah suatu rancangan kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didikyang telah mencapai KBM /ketuntasan belajar dalam bidang materi tertentu.Tujuannya agar peserta didik mampu memperdalam dan mengembangkan penguasaan dalam materi tersebut dengan baik. Sasaran dari kegiatan pengayaan ini adalah sasaran peserta yaitu peserta didik yang telah mencapai ketuntasan dalam menguasai materi dan sasaran program pendalaman dan pengembangan materi. Jadwal kegiatan ini dilakukan setelah diperoleh informasi dari data tentang anak yang telah mencapai ketuntasan belajar. Adapun rubrik/kriteria penilaian dapat berupa pengayaan materi tersebut, tugas pengayaan atau kegiatan membaca dan analisis materi.

(4) Kenaikan Kelas /Kelulusan

Kelulusan atau kenaikan kelas merupakan tahap terakhir kegiatan tindak lanjut dari suatu proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa sehingga peserta didik dikatakan naik atau tidak naik ke jenjang selanjutnya dan lulus atau tidak lulus menyelesaikan program pembelajaran dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Sasarannya adalah sasaran peserta didik dan sasaran program pembelajaran. Adapun criteria penentuan kelulusan atau kenaikan kelas, selain ditinjau dari faktor akademik, juga dipengaruhi oleh faktor kehadiran, perilaku/moral dan hasil kesepakan seluruh guru.

(8)

BAB III

PENINGKATAN MUTU

3.1. Pendahuluan

Upaya peningkatan mutu pembelajaran dapat ditempuh dengan melalui berbagai kegiatan. Namun demikian pada tahap ini akan selalu berhubungan dengan hasil analisis ulangan umum pada semester sebelumnya. Peningkatan mutu ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi peserta didik dalam semua bidang pengajaran, tidak hanya mengacu pada pencapaian kelulusan, tetapi lebih luas dalam upaya mempersiapkan kompetensi peserta didik di masa mendatang, pencapaian prestasi dan pembekalan kecakapan hidup di masyarakat. Berbicara mengenai pencapaian kompetensi peserta didik, dapat diketahui salah satunya dari pencapaian target KKM, sehingga peserta didik dikatakan lulus dan perlu peningkatan mutu pembelajaran, apabila telah menyelesaikan pembelajaran sesuai dengan batas ketuntasan minimal dengan mencapai 100 persen dari seluruh kurikulum pengajaran yang dibebankan.

3.2. Peningkatan Mutu Bidang Akademik

Peningkatan bidang ini dapat dilakukan melalui kegiatan pemenuhan tugas terstruktur dan tidak terstruktur dari setiap materi pelajaran. Contoh tugas-tugas tersebut dapat dilihat pada bagian selanjutnya. Studi lapangan dalam pelajaran B Inggris dilakukan di luar kelas, sebagai contoh dalam kegiatan pembelajaran Berkomunikasi dengan sesama temannya diketahui dari praktek Berdialog di luar kelas dilakukan dengan saling sapa dengan pengajar SMPT AL Hasan dengan ujaran dan sapaan sehari hari.Berdialog antar sesama teman sekelas , dengan kelas atas

(9)

ataupun lainnya .Aktivitas lainnya yaitu dengan berperan aktif pada lomba-lomba ( FLS2N , Al Muttaqien Got Talent Program ), ataupun pada even lainnya.

3.3. Peningkatan Mutu Bidang Non Akademik

Pembinaan mutu bidang ini dengan melakukan pembinaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan satu minggu sekali., yaitu berupa English Club.

BAB IV PENUTUP

4.1. Simpulan

Berdasarkan paparan diatas,maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

(1) Kegiatan pembelajaran memerlukan kompetensi pengelolaan dan tanggung jawab guru yang harus dilaksanakan secara serius danprofesional;

(2) Kegiatan pengelolaan kegiatan pembelajaran harus ditempuh melalui tiga langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian diikuti tindak lanjut;

(3) Berbagai upaya ditempuh dalamkegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai tujuan materi, tujuan mata pelajaran, tujuan sekolah sampai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan semua pihak.

4.2. Saran

Pencapaian tujuan pembelajaran merupakan suatu proses yang banyak dan rumit bagi guru, oleh sebab itu tanggungjawab dan komitmen yang kuat disamping dukungan yang besar dari seluruh pihak yang terlibat sangat dibutuhkan. Hal itu menuntut guru untuk berkompetensi secara profesional dan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk mengembangkan komponen-komponen pembelajaran, sehingga mencapai hasil yang menggembirakan, baik ditinjau dari tahap persiapan, pelaksanaan, maupun hasil kompetensi peserta didik sebagai output pendidikan.

(10)

LAMPIRAN:

1. Surat Keputusan Kepala SMP Terpadu Al Hasan Ciamis, tentang Pembagian Tugas Guru dan TU Tahun Pelajaran 2021/2022

2. Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022 3. Jadwal Pelajaran Tahun Pelajaran 2021/2022 4. Program Tahunan Tahun Pelajaran 2021/2022 5. Program Semester B.Inggris TH.Pel 2021/2022 6. Distribusi Alokasi Waktu 2021/2022

7. Pemetaan KI dan KD B. Inggris Kelas 7 Semester 1 dan 2;

8. Ketuntasan Belajar Minimal B. Inggris Kelas 7, Semester 1 dan 2;

9. Silabus B. Inggris Kelas 7, Semester 1 dan 2;

Referensi

Dokumen terkait