PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Selain kegunaan teoritis, peneliti ini diharapkan dapat memberikan bahan atau pengetahuan yang dapat memberikan informasi dan masukan dari berbagai pihak termasuk peneliti sendiri, sehingga mengetahui upaya dan strategi Program Studi Manajemen Dakwah dalam meningkatkan akreditasi mahasiswa. standar. dan melaksanakan perencanaan dengan baik.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teoritis
- Teori Analisis SWOT
- Teori POAC
Tinjauan Konseptual
Pentingnya akreditasi program dan perguruan tinggi karena merupakan salah satu syarat untuk melamar pekerjaan jika telah lulus dengan gelar sarjana dari lembaga negeri atau swasta. Selanjutnya penerimaan CPNS dibuktikan dan menjadi prasyarat hasil akreditasi, baik akreditasi pendidikan maupun perguruan tinggi pada saat kelulusan. Suatu program studi dikatakan terakreditasi apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh BAN-PT.
26 Suharti, “Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Mendukung Akreditasi Program Studi”, Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, 22 Juli 2019, Volume 2: 2, hal.49. Akreditasi program studi perguruan tinggi di Indonesia tergolong baru, mungkin baru enam tahun terakhir. Yang kemudian menentukan perlu atau tidaknya hal tersebut adalah kebutuhan masyarakat akan kepercayaan terhadap mutu pendidikan tinggi/pelatihan tertentu.
Oleh karena itu, tujuan utama akreditasi program studi adalah untuk menilai dan menjamin mutu pendidikan tinggi bagi masyarakat. Program Studi Manajemen Dakwah merupakan salah satu program studi yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare. 30 Nurhikmah, Muhammad Haramain, “Strategi Program Studi Manajemen Dakwah IAIN Parepare Untuk Meningkatkan Standar Mutu Akreditasi”, hal.
Selain itu, mahasiswa dalam hal ini mempunyai kemampuan kreatif bagaimana meningkatkan prestasinya seiring dengan Prodi Manajemen Undangan bersaing dengan mahasiswa dari prodi lain. 31 Nurhikmah, Muhammad Haramain, “Strategi Program Studi Manajemen Dakwah IAIN Parepare dalam Peningkatan Standar Mutu Akreditasi”, hal. Bagaimana kita bisa mengimplementasikan strategi yang telah dibuat dalam hal peningkatan akreditasi khususnya pada Program Studi Manajemen Daveh.
Standar ini menjadi acuan penggunaan dan dijadikan patokan bagi program studi khususnya Manajemen Dakwah untuk meningkatkan akreditasi mahasiswanya. 33 Apriliandi, “Strategi Kelembagaan dalam Peningkatan Akreditasi Program Studi di STAIN Curup”, (Skripsi: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup, 2016), hal.37. Pertama, analisis SWOT digunakan untuk menggambarkan situasi dan keadaan di program studi Manajemen Dakwah, serta menganalisis strategi yang akan digunakan dalam meningkatkan akreditasi program studi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penelitian ini.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian lapangan merupakan penelitian yang bertujuan untuk melihat lebih dalam suatu unit sosial sedemikian rupa sehingga tercipta suatu gambaran yang tersusun baik dan utuh. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti akan mencoba mencari informasi atau data di lapangan atau tempat penelitian, memahami dan menafsirkan data tersebut, kemudian data tersebut diolah untuk menyimpulkan hasil akhir penelitian ini. . Peneliti menggunakan metode kualitatif karena dengan metode ini peneliti dapat mengetahui sudut pandang objek penelitian secara lebih mendalam.
Melalui metode kualitatif, peneliti dapat mengenal orang (subyek) secara pribadi dan menyaksikan mereka mengembangkan definisinya sendiri terhadap objek penelitian yang dilakukan peneliti. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, artinya penelitian ini mengenai data yang dikumpulkan dalam bentuk gambar dan diuraikan dengan kata-kata, misalnya hasil wawancara antara peneliti dan informan.
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data yang digunakan
Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh dari informan mengenai data dari seseorang tentang masalah yang sedang diteliti oleh peneliti. Data primer adalah berbagai kasus baik yang berupa orang, barang, hewan atau benda lain yang menjadi subjek penelitian (sumber informasi utama, langsung ketika mengumpulkan data penelitian).35 Sumber data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. dari Pusat Akreditasi, koordinator penjaminan mutu, ketua Program Studi Manajemen Dakwah, guru Manajemen Dakwah dan ketua Asosiasi Manajemen Dakwah. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti oleh peneliti, baik dari hasil penelitian seperti jurnal, skripsi, dokumen akreditasi Program Studi Manajemen Dakwah, dokumen akreditasi program studi yang terakreditasi A, dan lain-lain.
Teknik Pengumpulan Data
Dokumentasi merupakan pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen dan pustaka sebagai bahan analisis dalam penelitian ini. Metode ini merupakan suatu metode pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting berkaitan dengan masalah yang diteliti, sehingga dapat diperoleh data yang lengkap, valid, dan tidak menghakimi. Metode ini hanya menerima data dokumentasi berupa foto dan file atau arsip yang ada di Program Studi Manajemen Dakwah Institut Agama Islam Negeri Parepare.37.
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Upaya yang Dilakukan Prodi Manajemen Dakwah dalam
Strategi Prodi Manajemen Dakwah dalam Meningkatkan Akreditasi
PENUTUP
Saran
Langkah/strategi apa yang harus diterapkan oleh program untuk meningkatkan akreditasi, khususnya program yang masih berakreditasi C, agar ada upaya yang lebih besar dalam meningkatkan akreditasi program? Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan sehubungan dengan peningkatan akreditasi, dimana mahasiswa merupakan motor penggerak dalam melaksanakan kegiatan. Kurangnya kesadaran dikalangan pelajar untuk mensosialisasikan pendidikan manajemen dakwah di SMA keatas, sehingga pendidikan tersebut menjadi kurang dikenal. Strategi 1.
Dosen pemegang program studi menyusun langkah-langkahnya agar mahasiswa mengetahui rencana yang diberikan kepada mahasiswa untuk mewujudkan apa yang akan dicapainya, bagaimana, berapa lama, apa yang dibutuhkan dan berapa banyak. Mengelompokkan sumber daya manusia (peserta didik) menurut tugasnya dan menurut keterampilan yang dimiliki peserta didik agar peserta didik dapat bersatu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pergerakan atau dalam hal ini realisasi dari apa yang direncanakan kemudian dikelompokkan sesuai dengan keterampilan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya untuk kemahasiswaan selaku pimpinan HIMA/HMPS.
Menyadari apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diinginkan, apakah sudah sesuai dengan standar yang telah dicapai, apa yang dilaksanakan, bagaimana implementasinya bila perlu dilakukan perbaikan? Pada bagian ini ketua program studi/ketua HIMA/HMPS melakukan evaluasi terhadap apa yang dilakukan mahasiswa, apakah dilakukan secara efektif dan efisien dengan seluruh sumber daya yang ada. Siswa bekerja sama untuk mengetahui rencana apa yang telah disusun untuk melaksanakan apa yang akan dicapai, bagaimana, untuk berapa lama, apa yang dibutuhkan dan berapa banyak yang dibutuhkan.
Mobilisasi atau dalam hal ini realisasi dari apa yang direncanakan kemudian dikelompokkan menurut ketrampilan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya, dalam bidang kemahasiswaan ketua HIMA/HMPS merupakan penggerak bagi mahasiswa untuk melaksanakan sesuai dengan apa yang ditugaskan pada mereka masing-masing. Lulusan dan mahasiswa bekerja sama untuk mencari tahu rencana apa yang ada untuk melakukan apa yang akan dicapai, bagaimana, berapa lama, apa yang dibutuhkan dan berapa banyak yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Mengelompokkan sumber daya manusia (peserta didik) menurut tugasnya dan menurut keterampilan yang dimiliki peserta didik agar peserta didik dapat bersatu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Mobilisasi atau dalam hal ini realisasi dari apa yang direncanakan kemudian dikelompokkan sesuai dengan kompetensi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya, kasus kemahasiswaan adalah pimpinan HIMA/HMPS yang menjadi penggerak bagi mahasiswa untuk melaksanakan sesuai dengan yang diharapkan. apa yang telah ditugaskan kepada mereka masing-masing. Menyadari apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diinginkan, apakah sesuai dengan standar yang dicapai, apa yang dilaksanakan, bagaimana pelaksanaannya, apakah perlu dilakukan perbaikan? Saat ini penulis telah menyelesaikan studi sarjananya pada tahun 2021 dengan judul skripsi “Strategi Program Studi Manajemen Dakwah Dalam Peningkatan Standar Akreditasi Kemahasiswaan.