• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH JURUSAN EKONOMI ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH JURUSAN EKONOMI ISLAM"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

Eka Sri Wahyuni, M.M, selaku Ketua Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran. Para pegawai dan pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang telah memberikan pelayanan dalam urusan administrasi.

KAJIAN TEORI

Latar Belakang Masalah

Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi perekonomian rakyat yang harus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap manusia wajib menjaga dan tidak menyia-nyiakan apa yang sudah ada di muka bumi ini, karena pada dasarnya Allah menciptakan apa yang ada sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

نوُلَم َت ۡع١٠٥

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Penelitian Terdahulu

Bedanya dengan penelitian yang akan dikaji adalah analisis lapangan kerja pariwisata, dan persamaannya sama-sama mengubah perekonomian warga sekitar objek wisata. Penelitian selanjutnya dilakukan terhadap disertasi Siti Suzana yang berjudul “Peranan Industri Dalam Negeri Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam”. Disertasi Jurusan Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau menggunakan pendekatan kualitatif dengan hasil: proses produksi dilakukan oleh pengusaha home industri desa, masih menganggap pengelolaannya sangat sederhana atau masih menggunakan sistem manual. .

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu dan Lokasi Penelitian
  • Subjek/Informan Penelitian
  • Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh dan mengumpulkan data di lapangan.

Pengertian Efek

Kajian Tentang Pariwisata 1. Pengertian Pariwisata

  • Jenis-jenis Pariwisata
  • Wisatawan
  • Pengunjung
  • Industri Pariwisata
  • Dampak Pariwisata
  • Industri Pariwisata dalam Kesejahteraan Masyarakat

Wisatawan mancanegara (orang asing) adalah orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan wisatawan dalam negeri. Industri pariwisata merupakan kumpulan usaha pariwisata yang saling berkaitan untuk menghasilkan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan wisatawan dalam menyelenggarakan pariwisata.9 Di dalam industri pariwisata terdapat berbagai macam usaha pariwisata, yaitu usaha yang menyediakan barang. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa biro perjalanan adalah suatu perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan pariwisata dengan cara merencanakan kegiatan, menyelenggarakan perjalanan dengan tujuan memberikan manfaat kepada sekelompok orang yang menggunakan jasanya.

Pariwisata merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh wisatawan yang berdampak langsung dan melibatkan masyarakat sehingga menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat setempat. Pengeluaran wisatawan tidak hanya disalurkan kepada mereka yang terlibat langsung dalam industri pariwisata, seperti hotel, restoran, agen perjalanan, dan pemandu wisata. Dampak pariwisata terhadap sosial budaya lokal tidak terlihat (abstrak) karena perubahan yang terjadi pada masyarakat akibat adanya industri pariwisata tidak terjadi secara instan, melainkan melalui suatu proses.

Industri pariwisata merupakan industri yang menyerap kebutuhan masyarakat dan industri ini bersifat jasa sehingga memerlukan unsur cepat, mudah, menyenangkan dan bersahabat.

Pariwisata Syariah

  • Pengertian Pariwisata Syariah
  • Kriteria Umum Pariwisata Syariah
  • Karakteristik Pariwisata Syariah
  • Komponen Usaha Pariwisata Syariah

Konsep pariwisata syariah merupakan suatu proses pengintegrasian nilai-nilai Islam ke dalam suatu aspek kegiatan pariwisata. Pariwisata syariah mempertimbangkan nilai-nilai dasar umat Islam dalam penyajiannya, mulai dari akomodasi, restoran, hingga kegiatan pariwisata yang selalu mengacu pada norma-norma Islam. Menurut Sofyan, wisata syariah lebih luas dari wisata religi, yaitu wisata yang berbasis pada nilai-nilai syariah Islam.

Sesuai anjuran World Tourism Organization (WTO), konsumen wisata syariah tidak hanya umat Islam namun juga non-Muslim yang ingin menikmati kearifan lokal. Konsep wisata syariah juga dapat diartikan sebagai kegiatan wisata yang berbasis pada ibadah dan dakwah dimana wisatawan muslim dapat berwisata dan mengagumi ciptaan Allah SWT (merenung terhadap alam) sambil terus melihat menunaikan shalat wajib lima waktu. hari dan semua itu terfasilitasi dengan baik dan jauh dari segala yang diharamkannya. Objek wisata syariah harus mempunyai akomodasi penginapan yang memenuhi standar syariah dan telah mendapat sertifikat dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Seluruh restoran, cafe, jasa catering yang ada di objek wisata syariah harus terjamin kehalalan makanan yang disajikannya, mulai dari bahan bakunya hingga proses penyediaan bahan bakunya dan proses memasaknya.

Kajian Tentang Kesejahteraan Masyarakat 1. Pengertian Kesejahteraan Masyarakat

  • Indikator Kesejahteraan Masyarakat
  • Konsep Kesejahteraan Dalam Perspektif Ekonomi Islam
  • Konsep Islam dalam Mencari Rizki
  • Teori Ekonomi Islam Tentang Kesejahteraan
  • Indikator Kesejahteraan Dalam Pandangan Ekonomi Islam

25 Dewi Tradena “Pengaruh Industri Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Skripsi UIN Raden Intan Lampung, 2016).h.32. 26.Dewi Tradena “Dampak Industri Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Disertasi UIN Raden Intan Lampung, 2016) hal.37. 27Dewi Tradena “Dampak Industri Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Disertasi UIN Raden Intan Lampung, 2016) hal., 39.

Ekonomi Islam yang merupakan bagian dari hukum Islam tentu saja tidak dapat dilepaskan dari tujuan utama hukum Islam. Tujuan utama ekonomi Islam adalah mewujudkan tujuan manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat (falah). Masa kekhalifahan kedua di bawah kepemimpinan Islam Umar bin Khattab juga telah membuktikan kemampuan sistem ekonomi Islam dalam menciptakan kekayaan.

Terwujudnya kesejahteraan yang hakiki bagi umat merupakan landasan sekaligus tujuan utama hukum Islam, oleh karena itu juga merupakan tujuan ekonomi Islam.

Kerangka Pemikiran

Korelasi antara dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat disimpulkan oleh al-Syatibi yaitu maqashid dharuriyat merupakan landasan maqashid hajiyat dan maqashid tahsiniyat. Rusaknya maqashid dharuriyat juga akan menyebabkan rusaknya maqashid hajiyat dan maqashid tahsiniyat. Maslahah dan maqasid al-shari'ah merupakan dua hal penting dalam perkembangan dan pengembangan hukum Islam dalam pandangan al-Syatibi.

Jika jumlah wisatawan yang datang untuk berwisata di suatu destinasi wisata terus meningkat, hal ini akan mendorong pengusaha untuk berinvestasi dalam memenuhi sarana dan prasarana yang ada di kawasan wisata tersebut, sehingga akan menyerap tenaga kerja, memberikan peluang bagi angkatan kerja di sekitar. daya tarik wisata untuk mendapatkan keuntungan. lapangan kerja, pekerjaan yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar objek wisata. Saking banyaknya wisatawan yang datang ke tempat wisata, maka diperlukan pelayanan akomodasi yang memadai. Jasa akomodasi tersebut terdiri dari hotel, cottage, losmen dan akomodasi lainnya. Karena jasa akomodasi ini merupakan jasa bisnis, maka dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk terjun di sektor akomodasi ini sehingga akan meningkatkan kegiatan industri masyarakat.

Dengan berkembangnya usaha pariwisata akan menyerap banyak tenaga kerja yang tentunya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, selain itu juga dapat mengurangi pengangguran.

Gambaran Umum Kota Bengkulu 1. Sejarah Singkat Kota Bengkulu

  • Topografi
  • Kondisi Kependudukan di Sekitaran Benteng Marlborough
  • Angkatan Kerja Sekitar Benteng Marlborough
  • Kondisi Ekonomi Masyarakat Kota Bengkulu
  • Objek Wisata

Dengan terbitnya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang menggantikan UU No. 46 Tahun 1986, Kota Bengkulu berkembang menjadi empat puluh kecamatan dan 17 desa. Bahkan, pada akhir tahun 2002, seluruh bentuk pemerintahan desa yang ada diubah menjadi kelurahan, sehingga Pemda Kota Bengkulu saat ini memiliki 57 kelurahan, sesuai dengan undang-undang. Secara administratif Kota Bengkulu sudah sesuai dengan Peraturan Daerah No. 28 Kota Bengkulu pada tahun 2003 terdiri dari 67 kecamatan yang wilayahnya termasuk dalam 8 kecamatan dalam wilayah Kota Bengkulu.

Kota Bengkulu saat ini berstatus sebagai salah satu daerah otonom dalam Pemerintahan Provinsi Bengkulu, sekaligus berperan sebagai Ibu Kota Provinsi Bengkulu. Berdasarkan data SP2012, laju pertumbuhan penduduk Kota Bengkulu sebesar 2,9% per tahun, dimana laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Kabupaten Selebar sebesar 11,03% dan terendah terjadi di Kabupaten Teluk Segara sebesar 0,08. Berdasarkan tren laju pertumbuhan saat ini, maka posisi dan peran Kota Bengkulu sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Provinsi Bengkulu cukup realistis untuk diprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu pada masa mendatang akan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi. . tingkat provinsi Bengkulu (http://ciptakarya.pu.go.id).

Dengan perkiraan laju pertumbuhan yang diatas rata-rata tersebut, jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten sekitarnya, seharusnya dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat, dimana tingkat perekonomian yang baik akan memungkinkan masyarakat untuk melakukan kegiatan perekonomian yang baik untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. kebutuhan sehari-hari, namun saat ini ternyata kondisi ideal tersebut belum dapat terpenuhi, dimana kesejahteraan warga kota Bengkulu belum dapat tercapai secara maksimal.

Hasil Penelitian

  • Efek Kunjungan Wisata Bagi Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Objek Wisata
  • Kesejahteraan Pedagang Kaki Lima Sekitar Objek Wisata Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam

Dinas Pariwisata melakukan pemberdayaan dengan turun langsung ke lapangan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar objek wisata. Telah merencanakan dan menganggarkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar objek wisata dengan mendukung Usaha Masyarakat (UMKM) di sekitar fasilitas Pariwisata Bneteng Marlborough. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan masyarakat dan pedagang di sekitar kawasan objek wisata, pihak Dinas Pariwisata telah melakukan pemberdayaan dengan terjun langsung ke lapangan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar objek wisata, serta sudah merencanakan dan menganggarkan dana untuk melakukan pemberdayaan. meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar objek wisata dengan mendukung usaha masyarakat (UMKM) di sekitar objek Wisata Marlborough Bneteng.

Dari hasil wawancara dengan peneliti, menurut pedagang di kawasan wisata Fort Marlborough, sebelum pandemi tidak ada hambatan untuk berjualan, karena pengunjung yang datang pasti akan membeli barang kita, namun pada masa pandemi, jumlah pengunjungnya banyak. menurun dan Fort Marlborough ditutup, sehingga kami tidak bisa berjualan seperti biasanya. . Kesejahteraan pedagang kaki lima di sekitar tempat wisata dilihat dari perspektif ekonomi syariah dari perspektif ekonomi syariah. Saat ini, apalagi dengan adanya Covid-19, objek wisata Fort Marlborough ditutup sementara, karena rekomendasi dari pemerintah. Bukan hanya Fort Marlborough saja, semua tempat wisata di sekitar sini ditutup sehingga berdampak pada masyarakat yang berdagang atau berprofesi sebagai tukang parkir di sini. Namun alhamdulillah sudah kembali normal, Obyek Wisata Benteng Marlborough sudah dibuka kembali sehingga masyarakat yang berdagang dan lainnya dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Sebab, pemerintah telah menerapkan kenormalan baru agar para pedagang bisa kembali berdagang.

Setelah mendengar keluhan masyarakat dan pedagang saat ini, apalagi dengan adanya covid-19, maka objek wisata Fort Marlborough ditutup sementara, karena anjuran pemerintah. mereka yang berdagang atau mereka yang bekerja di sini sebagai tukang parkir. Namun kini alhamdulillah sudah kembali normal, Obyek Wisata Benteng Marlborough sudah dibuka kembali sehingga masyarakat yang berdagang dan lain-lain kembali sibuk melakukan aktivitas seperti.

Pembahasan

PENUTUP

Kesimpulan

Bagi masyarakat sekitar kawasan Fasilitas Wisata Benteng Marlborough, keberadaan objek wisata ini dapat meningkatkan perekonomian para pedagang kaki lima di sekitarnya. Dinas Pariwisata melakukan pemberdayaan dengan terjun langsung ke lapangan dan melakukan kontak dengan masyarakat sekitar objek wisata. Salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh dinas pariwisata adalah dengan menjaga dengan baik seluruh aset peninggalan sejarah dan Kastil Marlborough.

Ada beberapa kegiatan pemberdayaan yang dilakukan pemerintah seperti sosialisasi serta pelatihan yang dapat menunjang kualitas. Hambatan Bagi Pedagang di Sekitar Mundurnya Fort Marlborough Sebelum pandemi tidak ada hambatan dalam berjualan, namun selama pandemi jumlah pengunjung menurun dan Fort Marlborough ditutup sehingga kami tidak bisa berjualan seperti biasanya. Partisipasi kawasan wisata Fort Marlborough dalam acara-acara Islami Kawasan wisata Fort Marlborough telah berpartisipasi dalam acara-acara Islami.

Dampak peristiwa Islam terhadap perekonomian masyarakat sekitar Peristiwa Islam ini berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar Fort Marlborough.

Saran

Analisis Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Pariwisata (Sektor Perdagangan, Perhotelan dan Restoran), (Skripsi Universitas, Jurusan Ekonomi, Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang). Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Jumlah Daya Tarik Wisata dan Pendapatan Per Kapita terhadap Pendapatan Sektor Pariwisata di Kabupaten Kudus. JURNAL EKONOMI DIPONEGORO Jilid 2 Nomor 2 Tahun 2013. Sudiatara, I Nyoman, I Wayan Suar Pariwisata tentang kemiskinan di kawasan wisata Bali, JURNAL STUDI BALI Vol.

Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Universitas Diponegoro Semarang” (2016). Pengaruh Industri Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Disertasi UIN Raden Intan Lampung, 2016). Dalam Ketut Sudiana Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel, Restoran dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Modal Kabupaten/Kota di Provinsi Bali (E-Jurnal EP Unud.

Referensi

Dokumen terkait

of in Agricultural Extension, College of Agriculture and Natural Resources, University of Tehran, Karaj, Iran Received: June 7, 2016; Accepted: November 15, 2016 Abstract This