Mekanisme penentuan harga baju bekas di Pasar Senggol Parepare (Analisis Ekonomi Syariah) dibom oleh Yasin Soumena dan Abdul Hamid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme penetapan harga di pasar Senggol di Parepare dan apakah sesuai dengan pandangan ekonomi Islam.
Rumusan Masalah
Tentu saja di Pasar Senggol Parepare ada satu perbuatan hukum yaitu mematok harga pakaian. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Mekanisme Penentuan Harga Pakaian Bekas Di Pasar Senggol Kota Parepare (Analisis Ekonomi Syariah)”.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian tersebut dilakukan oleh Kamalia pada tahun 2011 dengan judul “Mekanisme Penetapan Harga Dalam Pandangan Ekonomi Islam (Studi Kasus Pada Pedagang di Pelabuhan Sunai Duku Pekan Baru). 7Sovi Nur Aisyah, Analisis Mekanisme Penetapan Harga Jual Dalam Perspektif Prinsip Ekonomi Syariah (Skripsi Sarjana ; Fakultas Ekonomi Syariah dan Islam Universitas Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, 2015), hal.
Tinjauan Teoritis
Konsep tentang Penetapan Harga .1 Pengertian Harga
- Tujuan penetapan harga
- Strategi Penetapan Harga
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga .1 faktor biaya
- Peranan Harga
Jika permintaan terhadap suatu produk bersifat elastis, maka keputusan untuk menurunkan harga jual dapat mengakibatkan peningkatan volume penjualan yang relatif besar. Sebaliknya jika permintaan terhadap suatu produk bersifat inelastis, maka keputusan penurunan harga jual hanya akan mengakibatkan peningkatan volume penjualan yang relatif kecil.
Konsep Ekonomi Syariah
Menurut Mannan, Ahmad dan Khan, ekonomi Islam merupakan penerapan sistem etika Islam dalam kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk pengembangan moral masyarakat. Menurut Shiddiqie dan Naqvi, ekonomi Islam merupakan representasi perilaku umat Islam dalam melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh.30. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ekonomi Islam bukan hanya sekedar praktik kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh individu dan masyarakat muslim yang ada, namun juga merupakan wujud perilaku ekonomi yang berdasarkan pada ajaran Islam.
Ekonomi Islam mempelajari perilaku individu yang berpedoman pada ajaran Islam, mulai dari menentukan tujuan hidup, cara memandang dan menganalisis permasalahan ekonomi, serta prinsip dan nilai yang harus dianut untuk mencapai tujuan tersebut. Ekonomi Islam mencakup pembahasan tentang perilaku ekonomi manusia secara sadar dan upaya mencapai maslahah atau falah, yang disebut dengan homo islamicus dan manusia Islam. Asy-Syarkasi dari mazhab Hanafi berpendapat bahwa al-gharar ma yakun masnur al-aqibah adalah “sesuatu yang akibat-akibatnya tersembunyi”.
Menurut Ali bin Muhammad ad-Durjan, bunga merupakan tambahan yang bukan merupakan imbalan atas sesuatu yang diwajibkan bagi seseorang yang meminjam dan meminjamkan.37 Penjelasan mengenai bunga terdapat beberapa pendapat, namun secara umum terdapat benang merah bahwa membuktikan bahwa bunga itu merupakan pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli, maupun dalam pinjam meminjam yang salah atau bertentangan dengan prinsip muamalah dalam Islam. Tujuan akhir ekonomi Islam adalah tujuan hukum Islam itu sendiri (maqashid esh, syariah), kebahagiaan dunia dan akhirat melalui jalan hidup yang baik dan terhormat (hajyeh thajibeh). Muhammad Nejatullah Siddiqi menyatakan bahwa tujuan makro kegiatan ekonomi syariah adalah pemberian bantuan sosial dan infak berdasarkan jalan Allah.38.
Konsep Mekanisme
Untuk memenuhi kebutuhan seseorang atau pribadi secara sederhana Untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau rumah tangga. Mekanisme harga merupakan suatu proses yang berkembang atas dasar kekuatan tarik menarik antara konsumen dan produsen yang bertemu di pasar. Hasil akhir dari kekuatan menarik ini adalah kenaikan harga setiap komoditas dan setiap faktor produksi.
Tiba-tiba harga suatu barang bisa naik karena daya tarik konsumen semakin kuat. Mekanisme penetapan harga merupakan suatu metode pertimbangan yang digunakan untuk menentukan bagaimana suatu produk atau barang yang dijual dapat terjual di pasar setelah terjadi interaksi penawaran dan permintaan serta dapat bersaing dengan perusahaan atau pedagang lain. Abu Yusuf mengatakan mekanisme penetapan harga tidak lepas dari mekanisme pasar, beliau mengatakan bahwa kenaikan dan penurunan produksi berkaitan dengan perubahan harga, pemahamannya saat itu adalah jika suatu barang langka maka harganya akan tinggi dan sebaliknya 41 Pengertian mekanisme adalah suatu jenis alat kerja yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan proses kerja, tujuannya untuk mencapai hasil yang maksimal dan juga untuk mengurangi kegagalan mekanisme menurut Moenir Mekanisme adalah interaksi satu bagian dengan bagian lain sehingga sistem secara keseluruhan menghasilkan fungsi atau kegiatan dengan tujuan Anda. 42 Menurut Poerwadarmita, beliau mendefinisikan “Mekanisme adalah masukan dan keluaran atau pengoperasian alat (peralatan) dan sebagainya.
Tinjauan Konseptual
Ekonomi Islam tidak dilahirkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri, melainkan merupakan bagian integral dari agama Islam. Prinsip-prinsip ekonomi dalam Islam merupakan kaidah-kaidah dasar yang membangun struktur atau kerangka perekonomian Islam, yang disarikan dari Al-Qur'an dan Hadits. Perdagangan Islam adalah perdagangan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika yang timbul dari nilai-nilai dasar agama yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.49.
Kerangka Pikir
Kerangka penelitian ini difokuskan pada mekanisme penetapan harga pakaian bekas menurut Ekonomi Syariah. Sesuai dengan judul penelitian ini yang membahas tentang “Mekanisme Penentuan Harga Pakaian Bekas Di Pasar Senggol Kota Parepare (Analisis Ekonomi Syariah)”, maka untuk memudahkan penelitian ini, penulis membuat sebuah kerangka kerja.
Penjual pakaian bekas
Analisis Ekonomi Syariah
Mekanisme Penetapan harga
Factor biaya 1.batas bawah
2.batas atas
Factor non biaya 1. keadaan
Pasar senggol
Fokus Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang artinya data berupa kata-kata, bukan berupa angka. Data kualitatif ini diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, misalnya wawancara, analisis dokumen atau observasi yang dirinci dalam catatan lapangan. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat pertama kali55 Dengan kata lain data lain diambil oleh peneliti langsung dari objek penelitiannya tanpa melalui perantaraan pihak ketiga, keempat dan seterusnya.
Dalam penelitian ini data primer diperoleh langsung dari lapangan, baik berupa observasi maupun hasil wawancara mengenai Mekanisme Penentuan Harga Baju Bekas Di Pasar Senggol Kota Parepare (Analisis Ekonomi Syariah). Data primer dalam hal ini diperoleh dari sumber individu atau individu yang terlibat langsung dalam permasalahan yang diteliti, antara lain: Penjual pakaian bekas di Pasar Senggol Kota Parepare. Data sekunder adalah data yang meliputi dokumen resmi dari Dinas Perikanan, buku, hasil penelitian berupa laporan, buku.
Teknik pengumpulan data
Dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berkaitan dengan masalah yang diteliti sehingga diperoleh data yang lengkap, valid dan tidak berdasarkan perkiraan. 59 Dokumentasi adalah penulis menyelesaikan data dengan cara menyalin data yang ada di alam bebas. dokumen atau arsip.arsip dimana data dapat diperoleh dengan mudah melalui wawancara dan observasi.
Teknik Analisis Data
Hasil wawancara dengan penjual pakaian bekas di Pasar Senggol Kota Parepare Keadaan perekonomian mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat harga yang berlaku. 77Surat, penjual baju bekas di pasar senggol Kota Parepare, Wawancara di pasar senggol Kota Parepare, 12 Oktober 2020. 78 Syamsul Jafar, penjual baju bekas di pasar senggol Kota Parepare, Wawancara di senggol - pasar di Kota Parepare, 12 Oktober 2020.
Konsumen atau pemilik pakaian bekas di Pasar Senggol Kota Parepare sama-sama mendapatkan keuntungan. 80Rahim, , Penjual Baju Bekas di Pasar Senggol Kota Parepare, Wawancara di Pasar Senggol Kota Parepare, 13 Oktober 2020. 81Erna, Penjual Baju Bekas di Pasar Senggol Kota Parepare, Wawancara di Pasar Senggol Kota Parepare. 13 Oktober 2020.
Harga yang dipatok di Pasar Senggol Kota Parepare sesuai dengan jenis baju bekas yang tersedia, mulai dari yang murah. 85Jayanti, , penjual baju bekas di pasar senggol Kota Parepare, Wawancara di pasar senggol Kota Parepare, 14 Oktober 2020. Kemudian penjelasan penjual baju bekas di pasar senggol Kota Parepare oleh Rikam Purnama saat wawancara.
87Rika Purnama, penjual pakaian bekas di Pasar Senggol Kota Parepare, Wawancara di Pasar Senggol Kota Parepare, 15 Oktober 2020. Metode penetapan harga yang dipilih oleh penjual pakaian bekas di Pasar Senggol adalah penetapan harga umum.
Analisis Ekonomi Syariah Terhadap Penetapan Harga Jual Pakaian Bekas Di Pasar Senggol Kota Parepare
Salah satu tempat yang menjual pakaian bekas adalah Pasar Senggol yang ada di Parepare, pada saat jual beli pakaian bekas harganya tidak ditentukan oleh penjualnya melainkan melalui mekanisme penawaran, dengan kata lain harga yang terbentuk adalah harga. harga pasar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Heri dalam wawancara mengenai analisis ekonomi syariah dalam penentuan harga baju bekas di Pasar Senggol Parepare. 102Heri, penjual baju bekas di pasar senggol Parepare, Wawancara di pasar senggol Parepare, 21 Oktober 2020.
Hal senada diungkapkan Randy selaku penjual baju bekas di Pasar Senggol Kota Parepare. Kemudian Maya menjelaskan kepada penjual baju bekas di Pasar Senggol Kota Parepare saat wawancara. 109maya, penjual baju bekas di pasar senggol Kota Parepare, Wawancara di pasar senggol Kota Parepare, 3 Januari 2021.
Kemudian saat diwawancara, Irham menjelaskan tentang penjual baju bekas di pasar Senggol Kota Parepare. Penulis berpendapat bahwa sistem penetapan harga pakaian bekas di Pasar Senggol mengutamakan kemaslahatan umum dalam hal ini sesuai dengan konsep yang berlandaskan kejujuran dalam jual beli menurut pandangan Islam. Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Mekanisme Penetapan Harga di Pasar Senggol Kota Parepare dilihat dari analisis ekonomi syariah yaitu.
Saran
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penetapan harga pakaian bekas, antara lain faktor biaya dan non biaya, antara lain kondisi perekonomian, penawaran dan permintaan, elastisitas harga, serta citra/kesan masyarakat secara tatap muka. Dengan menetapkan harga sesuai konsep Islam, kita akan terhindar dari sikap menzalimi atau menzalimi sesama umat Islam. Serta menciptakan keadaan yang kondusif dan harmonis bagi semua pihak yang melakukan transaksi jual beli.
Sehingga transaksi penjualan di Bali yang kami lakukan sesuai dengan Hukum Syariah dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW karena transaksi yang beliau lakukan merupakan ibadah kepada Allah SWT. Mekanisme Penetapan Harga dalam Pandangan Ekonomi Islam, Studi Kasus Pandangan Pedagang Asongan di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru. Bagaimana menentukan harga baju bekas saat perekonomian tidak seperti sebelum covid.
Apa saja kendala/hambatan penerapan hukum ekonomi Islam dalam menentukan harga pakaian bekas?
BIOGRAFI PENULIS